BAB II MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL DAN
B. Kerangka Teoritik
Pada pembelajaran salat , tampaknya sedikit sekali guru yang menggunakan media pembelajaran, oleh karena itu sebaiknya guru mempersiapkan berbagai macam media yang digunakan untuk menggairahkan pembelajaran. Peneliti mencoba memberikan alternatif pemecahan masalah tersebut di atas dengan menghadirkan media audio visual berupa VCD player yang menggambarkan tatacara praktik gerakan salat dan bacaan salat secara urut yang pada akhirnya siswa Kelas V SD Negeri 3 Weleri Kecamatan Weleri mampu menyebutkan tatacara salat secara praktik berupa gerakan dan bacaan, menjelaskan dan mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian penulis mengadakan tes hasil pembelajaran sebelum menggunakan media audio visual VCD player kepada seluruh siswa Kelas V SD Negeri 3 Weleri Kecamatan Weleri. Dan juga melaksanakan hal sama setelah pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media audio visual VCD player .
Diharapkan dengan media atau model pembelajaran salat yang dihadirkan peneliti, akan menghasilkan pengaruh yang dapat diperhatikan untuk meningkatkan efektifitas sekolah dalam mengadakan kegiatan belajar mengajar.3
1. Media Pembelajaran Audio Visual
1.1. Pengertian Media Pembelajaran Audio Visual
Media merupakan perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Gagne (1970) menyatakan bahwa media ialah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang
11
dapat merangsangnya.4 Sedangkan pembelajaran merupakan proses berlangsungnya belajar mengajar.5
Secara harfiah kata media pembelajaran memiliki arti perantara atau pengantar. Association for Education and Comunication Technology (AECT) menyatakan media pembelajaran yaitu segala bentuk yang dipergunakan pada proses penyaluran informasi. Sedangkan National Education Association (NEA) mendefinisikan sebagai benda yang dapat dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrumen yang dipergunakan dengan baik dalam kegiatan belajar dan dapat mempengaruhi efektifitas program intruksional.6
M. Basyiruddin Usman, dan H. Asnawir dalam bukunya “Media Pembelajaran” mengartikan bahwa media belajar sebagai sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan audien (siswa), sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada dirinya.7
Briggs (1970) berpendapat bahwa media pembelajaran audio visual ialah segala alat pisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar.8
Media pembelajaran atau alat pendidikan menurut Sutari Imam Bernadib, sebagaimana dikutip Jalaluddin dan Usman Said, merupakan suatu tindakan atau perbuatan atau situasi atau benda yang dengan sengaja diadakan untuk mencapai suatu tujuan di dalam pendidikan.9
4 Rahardjo dan Arief S. Sardiman, dkk, Media Pendidikan, Jakarta : Grafindo, 1993, h. 6. 5 Ibid, h. 7.
6 Arief S. Sardiman dan Rahardjo, Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan dan
Pemanfaatannya, Jakarta : Raja Grafindo Persada, 1993, h. 6.
7 M. Basyirudin Usman dan Asnawir, Media Pembelajaran, Jakarta : Delia Citra Utama, 2002, h. 4.
8 Sardiman S. Arief, dkk, Op Cit, h. 6.
9 Jalaluddin dan Usman Said, Filsafat Pendidikan Islam, Konsep dan Perkembangan
12
Sedangkan pengertian media pembelajaran audio visual adalah suatu media yang terdiri dari media visual disinkronkan dengan media audio, yang sangat memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah, antara guru dan anak didik dalam proses belajar mengajar atau dengan perpaduan yang saling mendukung antara gambar dan suara, yang mampu menggugah perasaan dan pemikiran yang menonton”.10
Dari beberapa devinisi media audio visual yang dikemukakan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa media audio visual adalah suatu alat bantu yang digunakan dalam pembelajaran yang dapat dilihat, dapat didengar dan dapat dilihat dan didengar, misalnya papan tulis, buku, penggaris, ruang perpustakaan, laboratorium, ruang UKS, televisi pendidikan, radio, tape recorder, LCD proyektor, VCD player, alat peraga, gambar, kaligrafi, dan sebagainya, sebagai media audio visual atau sarana atau alat penunjang kelancaran mengajar guna mencapai tujuan pendidikan yang telah disusun guru sebelumnya. Sedang maksud dan tujuan penggunaan media audio visual ialah memberikan variasi dan realitas dalam pembelajaran sehingga lebih terwujud dan lebih terarah dalam mencapai tujuan pembelajaran.
1.2. Dasar dan Tujuan Penggunaan Media Audio Visual
a. Dasar Penggunaan Media Audio Visul Dalam Pembelajaran Praktik Salat
Dasar dari penggunaan media audio visual oleh guru dalam pembelajaran khususnya gerakan dan bacaan salat di rumah atau sekolah ialah :
Manusia mempunyai potensi untuk berkembang dengan dimilikinya pendengaran, penglihatan dan hati (pikiran).Sesuatu hal yang kongkrit akan lebih mudah dipelajari dari pada sesuatu
10 Andre Rinanto, Peran Audio Visual dalam Pendidikan, Yogyakarta : Kanisius, 1992, h. 21
13
yang abstrak.Sesuatu yang abstrak perlu dikongkritkan.Untuk itu diperlukan media pembelajaran audio visual dalam pendidikan.11
Firman Allah SWT dalam Al Quran surat An Nahl ayat 78 :
Artinya: “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur”. (Q.S. An Nahl : 78).12
Berdasarkan konsep Al Quran di atas, manusia ketika dilahirkan tidak mengerti apa-apa (ا
EFG نIJKLM N
) sebagaimana teori tabularasa seperti kertas putih belum ada tulisannya, kemudian akan dibentuk oleh lingkungan yang mempengaruhi perkembangan selanjutnya. Allah SWT menjadikan telinga (PJQRا
) sehingga manusia dapat mendengarkan berita, pengetahuan, pengertian, meski sifatnya masih abstrak. Allah SWT menjadikan mata untuk melihat (رSTUNا
), dengan melihat terjadi proses di dalam diri anak atau peserta didik yang merupakan realisasi apa yang didengar. Gambaran nyata pengertian pengetahuan timbul dari penglihatan.Optimalisasi indera manusia merupakan akumulasi dari apa yang didengar, diraba, dan dilihat atau hasil kerja hati (
ةYZ[Nا
) yang telah diberikan Allah SWT kepada manusia.
11 Asnawir dan Basyiruddin Usman, Op Cit, h. 13.
14
b. Tujuan Penggunaan Media Audio Visual Dalam Pembelajaran Praktik Salat
Tujuan dipergunakannya media pembelajaran audio visual pada pembelajaran khususnya gerakan dan bacaan salat ialah :
1) Untuk membantu proses pembelajaran.
2) Mempermudah peserta didik dalam menerima materi pelajaran yang diberikan guru
3) Mempercepat penerimaan pesan
4) Memperlama kesan tertanam pada diri siswa (long memory) 5) Mengembangkan perasaan siswa.
1.3. Fungsi Media Audio Visual Pada Pembelajaran Praktik Salat.
Media pembelajaran audio visual berfungsi menunjang pembelajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat menambah hasil belajar yang dicapainya. Peranan media pembelajaran audio visual memang semata-mata untuk membantu guru mata pelajaran tertentu dalam mengajar. Tetapi kemudian, namanya lebih populer sebagai media pengajaran yang berfungsi untuk meningkatkan pengalaman belajar peserta didik ke arah yang lebih kongkrit dan merangsang proses pembelajaran.13
Secara umum media pembelajaran audio visual mempunyai fungsi atau kegunaan sebagai berikut :
a. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka) b. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera
c. Dengan menggunakan media pembelajaran audio visual secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik.
d. Sifat yang unik pada tiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan
15
kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap peserta didik maka guru akan banyak mengalami kesulitan bilamana semuanya harus diatasi sendiri. Apalagi bila latar belakang peserta didik atau siswa juga berbeda. Masalah ini dapat diatasi dengan media pembelajaran audio visual.
Nana Sudjana dan Ahmad Rifai, menegaskan bahwa peranan media audio visual pada proses pembelajaran dapat ditempatkan sebagai :
a. Alat untuk memperjelas bahan pengajaran pada saat guru menyampaikan pelajaran. Dalam fenomena ini media pembelajaran audio visual digunakan guru bidang studi Fiqh sebagai variasi penjelasan verbal mengenai bahan pengajaran bidang studi Fiqh.
b. Alat pengangkat/menimbulkan persoalan untuk dikaji lebih lanjut dan dipecahkan oleh para siswa pada proses belajarnya. Paling tidak guru dapat menempatkan media pembelajaran audio visual sebagai sumber pertanyaan atau stimulasi belajar siswa. c. Sumber belajar siswa artinya media pembelajaran audio visual
berisikan bahan-bahan yang harus dipelajarai para siswa baik individual maupun kolektif, dan akan banyak membantu tugas guru dalam kegiatan mengajarnya.14
Jerome Bruner, dikutip S. Nasution, membagi media pembelajaran audio visual menjadi empat macam fungsi yaitu : a. Alat untuk menyampaikan pengalaman “vicarious”, yaitu
menyajikan bahan-bahan kepada murid yang sedianya tidak dapat diperoleh secara langsung, dalam hal ini media pembelajaran audio visual berarti sebagai subtitusi atau pengganti pengalaman langsung.
14 Nana Sudjana dan Ahmad Rifai, Media Pengajaran, Bandung : Sinar Baru Algesindo, 2002, h. 6-7.
16
b. Alat model yang dapat memberikan pengertian tentang struktur atau prinsip suatu gejala, juga program yang memberikan langkah-langkah untuk memahami suatu prinsip, atau struktur pokok.
c. Alat dramatisasi, yakni yang mendramatisasikan sejarah suatu peristiwa atau tokoh, film tentang alam dan sebagainya untuk memberikan pengertian tentang suatu ide atau gejala.
d. Alat automatisasi seperti ”teaching machine” atau pelajaran berprogram, yang menyajikan suatu masalah dalam urutan yang teratur dan memberi balikan tentang respon murid.15
Kedudukan media pembelajaran audio visual pada pembelajaran praktik salat terutama gerakan dan bacaan salat sebagai salah satu upaya untuk mengoptimalkan proses interaksi guru dan interaksi siswa dengan lingkungan belajarnya.
Berdasarkan konsep di atas fungsi utama dari media pembelajaran audio visual ialah sebagai alat bantu mengajar yang diharapkan dapat memperjelas siswa untuk mempraktikkan salat dalam kesehariaannya sehingga mampu menerapkannya dengan gerakan dan bacaan yang tepat dan benar sesuai yang telah dicontohkan oleh rasulnya. Oleh sebab itu, media pembelajaran audio visual mempunyai makna yang tinggi dalam pembelajaran praktik salat yang diharapkan guru mampu menggunakannya secara maksimal dan optimal .
1.4. Jenis atau Bentuk Media Pembelajaran Audio Visual
Media pembelajaran praktik salat terutama untuk gerakan dan bacaan salat adalah :
a. Media pembelajaran dua dimensi atau media grafis seperti gambar dan foto. Media grafis sering juga disebut media dua
15 S. Nasution, Berbagai Pendekatan pada proses Belajar dan Mengajar, Jakarta : Bumi Aksara, 2003, h. 15.
17
dimensi, yakni media yang mempunyai ukuran panjang dan lebar.
b. Media pembelajaran tiga dimensi yaitu bentuk model seperti model padat (solid model), model penampang, model susun, model kerja, mock up, diorama, dan lain-lain.
Berikut ini penulis uraikan secara garis besar mengenai jenis dan bentuk media pembelajaran audio visual sebagai berikut :
a. Media Grafis
Webster mendefinisikan graphics sebagai suatu seni atau ilmu menggambar, terutama penggambaran mekanik. Pengertian media graphics atau grapic material mempunyai arti yang lebih luas, bukan hanya sekedar menggambar. Menurut bahasa Yunani, graphikos mengandung pengertian melukiskan atau menggambarkan garis-garis. Sebagai kata sifat graphics diartikan sebagai penjelasan yang hidup, uraian yang kuat atau penyajian yang efektif.16
Media pembelajaran model grafis mempunyai jenis yang bermacam-macam, diantaranya ialah ;
1) Media Bagan (Chart)
Media bagan atau chart ialah suatu media pembelajaran pengajaran yang penyajiannya secara
duagramik dengan menggunakan lambang-lambang visual untuk mendapkan sejumlah informasi yang menunjukkan perkembangan ide, objek, lembaga, orang, keluarga ditinjau dari sudut ruang dan waktu.17
Media Bagan merupakan kombinasi media grafis dan gambar/foto yang dirancang untuk memvisualisasikan secara logis dan teratur mengenai fakta pokok atau gagasan
16 Nana Sudjana dan Ahmad Rifa`i, Op Cit, h. 3
17 Basyiruddin Usman dan Asnawir, Media Pembelajaran, Jakarta : Ciputat Press, 2002), h. 33
18
dari guru yang harus disampaikan kepada siswa agar lebih mudah memahami dan menguasai materi pelajaran.
2) Gambar atau Foto
Foto ialah sarana atau media reproduksi bentuk asli dalam dua dimensi.18 Foto ini merupakan alat atau media visual yang efektif karena dapat divisualisasikan sesuai yang akan dijelaskan dengan lebih kongkrit dan relistis. Informasi yang disampaikan dapat dimengerti dengan mudah karena hasil yang diperagakan lebih mendekati kenyataan. Foto merupakan salah satu media pembelajaran audio visual yang dapat digunakan untuk membantu proses pembelajaran.
b. Media Pembelajaran Audio Visual
Media audio visual ialah alat-alat yang audible artinya dapat didengar dengan alat-alat yang visible, dalam arti dapat dilihat.19 Media pembelajaran audio visual audio visual pada proses pembelajaran antara lain :
1) Papan Tulis
Papan tulis yaitu alat klasik yang tidak pernah dilupakan orang pada proses belajar mengajar, peranan papan tulis masih tetap digunakan guru, sebab merupakan alat yang praktis dan ekonomis.20 Papan tulis ialah peralatan belajar yang vital dan mutlak diperlukan sekolah seperti halnya meja dan kursi guru. Dengan papan tulis guru dapat menjelaskan dan memperagakan pelajarannya, sehingga mudah dipahami. Hal ini diartikan bahwa papan tulis yang
18 Ibid, h. 49.
19 Amir Hamzah Sulieman, Media Audie, Jakarta : Grasarana Multimedia, 2002, h. 11 20 Nana Sudjana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung : Sinar Baru, 1999, h. 102.
19
kosong belum berarti apa-apa/ bukan alat visual, tetapi dengan menggambarkan atau menuliskan sesuatu di dalamnya guru dapat menyampaikan informasi visual kepada siswanya.
2) Laboratorium Bahasa
Laboratorium merupakan media pembelajaran audio visual dalam pengajaran bahasa. Peran laboratorium tidak menggantikan fungsi guru. Oleh karena itu, pengajar tetap dimulai di dalam kelas, kemudian dikembangkan dan dipraktikkan di ruang laboratorim.
Laboratorium bahasa disediakan ruangan tersendiri untuk latihan bahasa. Penggunaan laboratorium atas asumsi kemahiran mendengan dan berbicara dilakukan sebelum memberikan kemahiran membaca dan menulis. Jika dilakukan di dalam kelas, kemahiran membaca dan menulis sangat terbatas latihan-latihannya sehingga untuk itu perlu dilakukan di dalam laboratorium.21
3) Radio
Radio menjadi sarana atau media pembelajaran audio visual bidang studi Fiqh sangat yang berguna bagi semua bentuk pendidikan. Oleh sebab radio pendidikan dapat memperkaya pengalaman pendidikan dan ide-ide kreatif. Demikian berati alat ini memiliki potensi dan kekuatan yang berpengaruh dalam pendidikan.22 Tujuan digunakannya radio sebagai media pembelajaran audio visual ialah agar siswa atau peserta didik mendapat pelajaran tambahan di samping dari guru, yang berhubungan dengan materi pelajaran.
21 Mulyono Sumardi, Pedoman Pengajaran, Jakarta : Depag RI, 1976, h. 190. 22 Oemar Hamalik, Op Cit, h. 125.
20
Radio menjadi media audio visualpendidikan yang berguna bagi semua bentuk pendidikan, oleh sebab memperkaya pengalaman pendidikan dan ide-ide kreatif. Demikian berarti alat ini mempunyai potensi dan kekuatan yang berpengaruh dalam pendidikan.23 Maka tujuan radio ialah agar sisiwa mendapat pelajaran tambahan disamping dari guru, yang berhubungan dengan materi pelajaran.
Prosedur penggunaan radio dalam kelas pada umumnya melalui langkah-langkah sebagai berikut :
a) Persiapan penerimaan dan kegiatan lanjutan sebagai follow up. Tetapi sebelum kita melakukan khusus dalam langkah persiapan ini, maka ada dua hal yang perlu diperhatikan, yakni: penggunaan waktu pada siaran dan tempat serta kondisi – kondisi penerimaan.24
b) Apabila waktu pembelajaran yang tersedia di sekolah tidak bersesuaian dengan siaran radio, dapat dilakukan dengan mendengarkan radio diluar jam sekolah sesuai dengan petunjuk-petunjuk guru agar siswa dapat mendengarkan pokok–pokok siaran yang berhubungan dengan pelajaran di sekolah.
4) Tape Recorder
Tape recorder biasanya sangat efektif digunakan dalam pelajaran bahasa atau latihan membaca bacaan arab maupun indonesia. Tape recorder juga cocok digunakan pada pembelajaran Fiqh. Misalnya guru merekam ucapan yang benar kemudian ditirukan siswa untuk dijadikan pedoman bagi siswa yang sedang belajar.
Tape recorder biasanya sangat efektif digunakan dalam pelajaran bahasa atau latihan membaca. Misalnya guru
23 Ibid, Op.Cit., h. 125 24 Ibid., h. 127
21
merekam ucapan yang benar kemudian ditirukan siswa atau untuk dijadikan pedoman bagi siswa yang sedang belajar. Mulyanto Sumardi, telah menguraikan secara gambling tentang penggunaan tape recorder untuk latihan, yaitu: a) Mendengarkan dan mengulang (listen and repeat)
Bahan yang akan direkam selalu diusahakan agar mempunyai kaitan yang erat dengan pelajaran yang diajarkan. Dengan perkataan lain, tape atau rekaman hendaknya dikaitkan dengan teks pelajaran.
b) Latihan-latihan percakapan. c) Latihan menyimak
Pada setiap buku bacaan, biasanya diadakan latihan menyimak dimana guru bidang studi membaca suatu passage (qith’ah) sedang peserta didik bisa menyimak dan mengulang berkali-kali dengan meniru ucapan yang benar.
d) Pemahaman dengan pendengaran (Aural
Comprehension).
Latihan ini sering dipergunakan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman yang dapat ditangkap pelajar. Biasanya pelajaran ini diputar dua kali, lalu diajukan pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh pelajar, baik secara tertulis maupun secara lisan.
e) Dikte
Caranya ialah membaca beberapa kali yang dimulai dengan irama membaca yang agak lambat.
f) Karangan lisan (Oral Composition).
Latihan-latihan yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan pelajar dalam mengutarakan pikiran dan perasaannya secara lisan. Oleh karena itu latihan-latihan
22
ini mencangkup penguasaan kata-kata dan tata bahasa. Oral Comprehension juga mencakup latihan-latihan: - Tanya jawab (question and answer exercises)
berdasar suatu bahan yang direkam.
- Pengutaraan kembali (reproduction) berdasarkan yang di dengar beberapa kali kemudian pelajar diminta untuk mengutarakan kempali apa yang sudah didengar itu.25
5) Buku Pelajaran atau Perpustakaan
Proses pembelajaran dengan bahan bacaan pada buku pelajaran atau perpustakaan membuat siswa memperoleh pengalaman yakni melalui membaca, belajar melalui simbol-simbol dan pengertian-pengertian dengan menggunakan indera penglihatan.
6) Televisi Pendidikan
Televisi ialah suatu perlengkapan elektonik yang pada dasarnya sama dengan gambar hidup meliputi gambar dan suara.26 Adapun televisi yang dimaksud adalah televisi pendidikan. Langkah menggunakan televisi sebagai media pembelajaran audio visual belajar mengajar di dalam kelas pada dasarnya sama seperti langkah-langkah penggunaan rekaman pada tape recorder yakni persiapan, pelaksanaan, dan kegiatan lanjutan.27
7) Gambar
Melihat gambar lebih cepat mencapai pengertian, karena gambar itu bukan lambing tetapi “tiruan” dari aslinya secara disederhanakan. Bila gambar itu berupa foto, maka peniruannya tidak lagi disederhanakan, namun hampir sempurna walaupun foto merupakan suatu peniruan secara
25 Mulyanto Sumardi, dkk., Op.Cip., h. 201-202. 26 Ibid, h. 134.
23
dua dimensi dari benda sesungguhnya yang mempunyai tiga dimensi. Penggambaran secara dua dimensi sudah cukup memberikan pengenalan (recognition) dari benda yang dimaksud.
Gambar merupakan alat visual yang penting dan mudah didapat. Dengan gambar dapat memberikan penggambaran yang kongkrit dan lebih jelas daripada diungkapkan dengan kata–kata saja. Biasanya lukisan yang dipakai dalam teks book sebagai illustrasi, tidak diperlukan lukisan yang indah, gambar yang indah belum tentu menjamin dapat membantu memahami suatu teks. Itu sebabnya sering dijumpai illustrasi buku–buku pengajaran bahasa berupa gambar– gambar yang terdiri garis–garis belaka. Karena gambar sebagai media audio visualbukanlah hanya untuk hiasan saja melainkan sebagai lalat visual yang sesuai engan materi yang diajarkan. Atau bertujuan agar siswa dapat memahami pelajaran atau suatu teks dengan penggambaran yang kongkrit dan jelas.
S. Nasution, memberikan cara memperhatikan gambar di dalam kelas:
- Usahakan agar setiap anak mendapatkan kesempatan melihat gambar itu dengan cermat.
- Setiap gambar harus mempunyai tujuan tertentu. - Batasi jumlah gambar yang akan diperlihatkan. - Jelaskan maksud setiap gambar.28
8) Flash Cards
Alat ini dapat dibuat dengan karton ukuran 16 x 18 inci. Pada flash cards tersebut terdapat gambar, kata – kata, sebuah ungkapan atau kalimat. Agar supaya murid mudah membaca hendaknya tulisannya cukup besar dan jelas.
24
Untuk dapat di pergunakan secara efektif setiap kalimat harus singkat.
9) Overhead Projector
Overhead projector merupakan alat pengajaran media audio visual dalam proses pendidikan. Overhead Projector ialah merupakan alat visual yang dewasa ini banyak dipergunakan sebagai pengganti papan tulis. Hal ini berkat kemajuan tekhnologi.
Overhead Projector berupa kotak empat persegi dengan terbuat dari kaca diatas kaca itu diletakan selembar plastic yang diberi bingkai dari karton tipis. Namanya lembaran transparan. Besarnya sama dengan ukuran kaca.29 Tujuannya yaitu untuk mengganti fungsi papan tulis dan menyampaikan materi kepada sekelompok besar siswa pada proses pembelajaran.
Seseorang dapat memilih sesuatu apabila ia tahu dipergunakan untuk apa dan mengapa ia memilih sesuatu tersebut. Hal ini dikarenakan agar tidak salah pilih, dapat dipergunakan secara tepat agar apa yang dapat diharapkan dapat terpenuhi.
Begitu juga halnya dengan multimedia, dari beberapa media audio visual yang telah disebut diatas kita tak asal menggunakan melainkan kita harus tahu media audio visual mana yang tepat digunakan dalam kelas. Untuk itu ada beberapa pertimbangan sebelum menggunakan multimedia. Oemar Hamalik mengatakan bahwa dalam menggunakan media audio visual harus sesuai dengan kriteria–kriteria tertentu, yakni:
- Tujuan mengajar - Bahan pelajaran
25
- Metode pengajaran
- Tersedianya alat yang dibutuhkan - Jalan pelajaran
- Penilaian hasil belajar - Pribadi guru
- Minat dan kemampuan siswa
- Situasi pengajaran yang sedang berlangsung.30
Faktor–faktor yang dipakai dalam menentukan alat peraga ialah :
- Berdaya guna (efectiviness) - Kesederhanaan
- Jumlah waktu yang tersedia untuk menyiapkan alat peraga software
- Biaya
- Panjangnya masalah - Sifat masalah
- g) Fasilitas lingkungan atau kelas yang mengharuskan digunakannya alat peraga antara lain ruang, cahaya, dan listrik.
Berdasarkan pertimbangan penggunaan media audio visual di atas diharapkan guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dapat memilih menggunakan media audio visual berupa VCD player dalam pembelajaran gerakan dan bacaan salat yang tayangannya dapat ditangkap dengan indera mata sekaligus indera telinga sehingga jelas dan mudah ditiru oleh siswa.
26
2. Pemahaman Praktik Salat 2.1. Pengertian Praktik Salat
Sebelum membahas pengertian pembelajaran Salat, terlebih dahulu penulis kemukakan pengertian pembelajaran secara umum menurut para ahli.
Pembelajaran menurut Nama Sujana, merupakan perubahan