BAB II KAJIAN TEORITIS
A. Kerangka Teoritis
1. Tinjauan Tentang Media Sosial Intagram a. Pengertian Media Sosial
Kata “media” berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari “medium”, secara harfiah berarti perantara atau pengantar.
National Education Association (NEA) mendefinisikan media sebagai segala benda yang dapat dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrument yang dibaca atau dibicarakan beserta instrument yang dipergunakan untuk kegiatan tersebut.16
Media berasal dari bahasa latin yang berarti antara atau perantara, yang merujuk pada sesuatu yang dapat menghubungkan informasi antara sumber dan penerima informasi. Media dipandang sebagai bentuk-bentuk komunikasi massa yang melibatkan sistem symbol dan peralatan produksi dan distribusi.17 Media dapat diartikan secara sederhana sebagai alat berkomunikasi atau pesan yang dapat
16 Septya Nurfadhillah, Media Pembelajaran, (Tangerang: Cv Jejak, 2021), Hlm 7.
17 Muhammad Yaumi, Teknologi Pembelajaran, (Jakarta: Prenada Media Group, 2018), Hlm 5.
merubah pola komunikasi, budaya komunikasi hingga bahasa dalam komunikasi antar manusia.18
Media sosial (Social Networking) adalah sebuah media online dimana para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi dan menciptakan isi meliputi blog, sosial network, atau jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat seluruh dunia.
Media sosial merupakan sebuah aplikasi berbasis internet yang membangun diatas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 dan memungkinkan penciptaan dan pertukaran user generated content.
Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk berprtisipasi dan memberi kontribusi dan feedback secara terbuka, memberikan komentar, serta membagi informasi dalam waktu yang cepat dan tak terbatas.19
Media sosial yang saat ini marak di masyarakat adalah Facebook, Twitter, Instagram, TikTok, dan lain sebagainya. Media sosial ini dapat merubah pola komunikasi yang menjadikan masyarakat lebih fokus terhadap media sosial yang berisi
18 Harry Purwanto, Media Sosial Bebas Awas Kebablas, (Surabaya: Media Karya, 2021), Hlm 27.
19 Yuni Kartini, Media Sosial Dan Produktivitas Kerja Generasi Milenial, (Jakarta: Guepedia, 2020), Hlm 25.
informasi yang jarang diketahui realist dan pada umumnya masyarakat mudah saja untuk percaya terhadap berita-berita yang beredar diakun media sosialnya.20
Dapat disimpulkan bahwa media sosial merupakan media online yang digunakan masyarakat zaman modern baik kalangan anak-anak, remaja, dan dewasa yang dimanfaatkan untuk berinteraksi dan bertukar wawasan, berkomunikasi jarak jauh, serta media pemasaran dan promosi bisnis. Media sosial mengajak siapa saja untuk berpertisipasi dengan memberi kontribusi dan feedback secara terbuka, memberi komentar apa saja, serta membagi informasi dalam waktu yang cepat dan tak terbatas.
b. Fungsi Media Sosial
Fungsi media sosial dalam perannya saat ini, telah membangun sebuah kekuatan besar dalam membentuk pola perilaku dan berbagai bidang dalam kehidupan manusia. Hal ini yang membuat fungsi media sosial sangat besar.
Adapun fungsi media sosial diantaranya sebagai berikut:
1) Media sosial adalah media yang didesain untuk memperluas interaksi sosial manusia dengan menggunakan internet dan teknologi web.
20 Ibid, Hlm 27.
2) Media sosial berhasil mentransformasi praktik komunikasi searah media siaran dari satu institusi media ke banyak audience (one to many) ke dalam praktik komunikasi dialogis antara banyak audience (many to many).
3) Media sosial mendukung demokratisasi pengetahuan dan juga informasi.
Mentranformasi manusia dari pengguna isi pesan menjadi pembuat pesan itu sendiri. Selain itu, terdapat pendapat lain pengguna media sosial berfungsi sebagai berikut:
1) Keunggulan membangun personal branding melalui sosial media adalah tidak mengenal trik atau popularitas semu, karena adu ensilah yang akan menentukan. Berbagai sosial media menjadi media untuk orang yang berkomunikasi, berdiskusi dan bahkan menberikan sebuah popularitas di media sosial.
2) Media sosial memberikan sebuah kesempatan yang berfungsi interaksi lebih dekat dengan konsumen. Media sosial menawarkan content komunikasi yang lebih individual.
Melalui media sosial pula berbagai para pemasar dapat mengetahui kebiasaandari konsumen mereka dan melakukan
suatu interaksi secara personal serta dapat membangun sebuah ketertarikan yang lebih dalam.21
c. Manfaat Media Sosial
Pengaruh media sosial mendatangkan beragam manfaat bagi penggunanya baik individual maupun dunia bisnis. Adapun manfaat media sosial bagi individu dan bagi dunia bisnis adalah:
1) Penggunaan pribadi. Individu menggunakan media sosial untuk alasan tertentu seperti tetap terhubung dengan berita-berita terkini, teknologi mutakhir, gosip, dan berbagai kejadian di seluruh dunia maupun sekitarnya.
2) Menggali kreativitas. Beragam bentuk media sosial yang ada yang digunakan oleh individu dapat menggali kreativitas serta mengekspresikan dirinya misalnya dengan menulis di blog.
3) Interaksi sosial. Manusia adalah makhluk sosial yang tidak akan lepas dari proses interaksi dengan manusia lainnya. Media sosial memungkinkan pengguna dapat berinteraksi dengan pengguna lainnya dengan menggunakan akses internet dan teknik-teknik komunikasi yang ada kapanpun dan dimanapun seperti website atau laman dan telepon pintar.
21 Arum Wahyuni Purbohastuti, Efektivitas Media Sosial Sebagai Media Promosi, Jurnal Masyarakat Mandiri, Vol. 12, No.2, Oktober 2017, Hlm 215-216.
4) Meraih kekuasaan. Media sosial telah mengambil alih kekuasaan kepada tangan konsumen. Seseorang dapat memiliki pengaruh sosial melalui interaksi sosial yang dilakukan melalui laman atau teknologi bergerak.
5) Membangun citra produk secara daring (online branding). Media sosial dapat digunakan secara efektif dalam dunia bisnis untuk menciptakan impresi yang baik dan jangka panjang agar mudah diingat oleh konsumen atau calon konsumen.
6) Pemasaran. Media sosial pemasaran adalah cara yang digunakan oleh organisasi bisnis dan nir laba untuk membangun hubungan yang efektif melalui kepercayaan, isi pesan yang bermanfaat, membantu dan kekuasaan.
7) Membangun hubungan. Media sosial digunakan dalam dunia bisnis untuk memenuhi kebutuhan konsumen dalam rangka menjaga kepuasan konsumen agar konsumen tetap setiap pada produk yang telah digunakan.
8) Jaringan atau dari mulut ke mulut. Media sosial merupakan cara komunikasi dari mulut ke mulut dalam wajah baru, ketika individu terkoneksi satu dengan yang lainnya, sedikit saja kata-kata tentang suatu produk yang disampaikan melalui media sosial dapat segera
menyebar. Disinilah konsumen dapat juga berperan sebagai agen pemasaran.
9) Manajemen reputasi daring. Merupakan kegiatan melakukan pengawasan reputasi internet mengenai seseorang, merek suatu produk atau bisnis dengan tujuan untuk menekan seluruh pembicaraan negatif atau menekannya ke dasar sebagai hasil dari mesin pencarian untuk mengurangi visibilitas yang bersangkutan.
10) Membangun komunikasi. Sebuah perusahaan atau bisnis dapat menggunakan media sosial untuk membangun sebuah komunitas di sekitar produk atau bisnisnya.
11) Menampilkan wajah manusia ke dalam bisnis. Manusia cenderung lebih nyaman berbisnis dan berpartisipasi dalam media sosial yang membantu bisnis mereka.22
d. Nilai Dalam Pemanfaatan Media Sosial
Dikutip dari Ita Suryani, bagi perkembangan komunikasi, media sosial memungkinkan peningkatan nilai dari para pelakunya, dengan menggunakan prinsip membangun relasi antara perusahaan dengan follower atau fans. Nilai yang dimaksudkan disini adalah bagaimana setelah jalinan antara kedua belah pihak pelaku media
22 Erwin Jusuf Thaib, Problematika Dakwah Di Media Sosial, (Solok: Cv. Insan Cendekia Mandiri, 2021), Hlm 13-15.
sosial terwujud, terdapat dampak positif yang tidak hanya berimbas pada satu pihak saja, namun juga merambah pada cakupan yang lebih luas.
Daya bidik media sosial terhadap pencitraan perusahaan maupun brand, bahkan mampu menurunkan biaya kampanye yang biasanya harus dilakukan secara konvensional oleh perusahaan. Media sosial akan membentuk pola komunikasi yang menjanjikan adanya interaksi yang lebih intensif. Dalam Media sosial, publik follower atau fans bebas mengekspresikan apa saja yang ingin diungkapkan. Ruang media sosial sepenuhnya dapat dikendalikan oleh para follower atau fans, itulah sebabnya mengapa kedekatan (engagement) dapat terwujud, sebab kedekatan sudah tidak lagi berjarak dengan adanya interaksi timbal balik untuk memenuhi kebutuhan follower.23
Dapat dikatakan bahwa ada proses seeding (menyemai) agar embrio pesan dari apa yang telah disebarluaskan perusahaan dalam media sosial, sehingga pada akhirnya dapat tumbuh dan berkembang.
Pada tataran selanjutnya, akan dirasakan efek domino oleh seluruh pengakses media sosial.
23 Ita Suryani, Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media Pemasaran Produk Dan Potensi Indonesia Dalam Upaya Mendukung Asean Community 2015. (Studi Social Media Marketing Pada Twitter Kemenparekraf RI dan Facebook Disparbud Provinsi Jawa Barat), Jurnal Komunikasi, Volume 8 Nomor 2 April 2014, Hlm 129.
Pola komunikasi pada media sosial ini sesungguhnya merupakan proses transfer dari pola pengembangan kelompok, komunitas ataupun kerumunan yang ada pada dunia nyata yang dialihkan ke dunia maya. Cara yang diadopsi oleh media sosial tersebut, bahkan dapat menyentuh berbagai lini masyarakat yang berperan sebagai follower. Sehingga dalam konteks ini, semangat yang diangkat adalah pembentukan kolaborasi dari para pengguna media sosial.24
e. Karakteristik Media Sosial
Karakteristik media sosial, media sosial mempunyai beberapa karakteristik khusus diantaranya:
a) Jangkauan (reach): daya jangkauan media sosial dari skala kecil hinga khalayak global.
b) Aksesibilitas (accessibility): media sosial lebih mudah diakses oleh publik dengan biaya yang terjangkau.
c) Penggunaan (usability): media sosial relatif mudah digunakan karena tidak memerlukan keterampilan dan pelatihan khusus.
d) Aktualitas (immediacy): media sosial dapat memancing respon khalayak lebih cepat.
24 Ibid, Hlm 130.
e) Tetap (permanence): media sosial dapat menggantikan komentar secara instan atau mudah melakukan proses pengeditan.25
Karakteristik media sosial memiliki ciri-ciri yang tidak lepas dari berbagai ciri-ciri dari media sosial yang banyak digunakan hingga saat ini. Berikut beberapa karakteristik yang terdapat pada media sosial:
a) Partisipasi
Mendorong kontribusi dan umpan balik dari setiap orang yang tertarik atau berminat menggunakannya, hingga dapat mengaburkan batas antara media dan audience.
b) Keterbukaan.
Kebanyakan dari media sosial yang terbuka bagi umpan balik dan juga partisipasi melalui sarana-sarana voting, berbagi, dan komentar. Terkadang batasan untuk mengakses dan juga memanfaatkan isi pesan (perlindungan password terhadap isi cenderung dianggap aneh).
c) Perbincangan
Selain itu, kemungkinan dengan terjadinya perbincangan atau pengguna secara dua arah. Keterhubungan, mayoritas dari media sosial tumbuh dengan subur lantaran terjadi suatu kemampuan
25 Yusrin Ahmad Tosepu, Media Baru Dalam Komunikasi Politik (Kominikasi Politik 1 Dunia Virtual), (Surabaya: Cv. Jakad Publishing, 2018), Hlm 30.
yang dapat melayani keterhubungan antar pengguna, melalui suatu fasilitas tautan (links) ke website, sumber informasi dan bagi pengguna-pengguna lainnya.26
2. Tinjauan Tentang Pemasaran Online a. Pengertian Pemasaran
Pemasaran merupakan kaitan antara sistem dengan kegiatan usaha dalam proses perencanaa, penentuan harga, promosi, dan pendistribusian produk untuk memenuhi keperlua pembeli. Pemasaran adalah proses sosial dan manajerial yang berguna untuk memenuhi kebutuhan baik satu orang atau sekelompok melalui penciptaan, penawaran, dan penukaran produk-produk yang mempunyai nilai.27 Pengertian pemasaran menurut para ahli:
1) Direksi dari American Marketing Association (AMA)
Pemasaran adalah proses mengatur aktivitas organisasi untuk menciptakan, mengkomunikasikan, dan menawarkan produk atau jasa yang memiliki nilai bagi pelanggan, mitra, dan masyarakat pada umumnya.
2) Philip Kotler
Inti dari pemasaran (marketing) adalah, mengidentifikaasi dan memenuhi kebutuhan manusia dan sosial. Definisi pemasaran
26 Ibid, Hlm 31-32.
27 Musnaini, dkk, Manajemen Pemasaran, (Solok: Cv Insan Cendekia Mandiri, 2021), Hlm 2.
yang baik dan ringkas adalah memenuhi kebutuhan dengan cara yang menguntungkan.
3) Jay Baer Presiden dari Yakinan & Convert
Pemasaran adalah penyampaian pesan dan tindakan kepada pelanggan atau masyarakat yang menyebabkan adanya pesan dan tindakan dari pelanggan atau masyarakat tersebut.
4) Renee Boldgett-Chief Executive Officer
Pemasaran adalah komunikasi pertukaran berkelanjutan dengan pelanggan dengan cara mendidik, menginformasikan dan membangun hubungan dari waktu ke waktu, dengan kepercayaan, komunikasi membangun organik sekitar produk dan jasa dan para pelanggan menjadi bersemangat tentang produk. Pembeli menjadi pendukung pelanggan tetap dan sering melakukan pembelian ulang. Pemasaran adalah cara yang hebat untuk mengidentifikasi apa yang akan dicapai orang dan membuat mereka bersemangat tentang merek.28
Dapat disimpulkan bahwa pemasaran merupakan keseluruhan sistem atau proses dalam memenuhi keperluan dan keinginann yang berkaitan terhadap aktivitas usaha.
b. Langkah-langkah Proses Pemasaran
28 Anang Firmansyah, Pemasaran (Dasar Dan Konsep), (Yogyakarta: Qiara Media, 2019), Hlm 1-2.
Langkah-langkah proses pemasaran sederhana:
1. Industri menjual barang dan jasa pada pasar dan pasar membayar sejumlah uang pada industri
2. Pasar memberikan informasi kepada industri tentang produk dan jasa yang diperlukan dan industri mengkomunikasikan produk atau jasa yang di jual.
Proses pemasaran yang komplek dilakukan dengan langkah-langka berikut:
a) Pemasaran harus memahami pasar dan kebutuhan serta keinginan pelanggan
b) Pemasaran merancang strategi pemasaran yang digerakkan pelanggan dengan tujuan mendapatkan, mempertahankan, dan menumbuhkan pelanggan sasaran
c) Pemasar membangun program pemasaran yang benar-benar memberikan nilai unggul.
d) Membangun hubungan pelanggan yang menguntungkan e) Menciptakan kepuasan pelanggan
f) Perusahaan mendapatkan hasil dari hubungan pelanggan yang kuat dengan menangkap nilai dari pelanggan.29
29 Ibid, Hlm 6-7.
Salah satu aspek yang berkembang dari marketing atau pemasaran pada era media sosial ini adalah iklan (advertising). Iklan adalah penggunaan media massa oleh Lembaga bisnis, organisasi, nirlaba, pemerintah, atau individu untuk menginformasikan dan atau membujuk orang-orang tertentu tentang barang, jasa, organisasi, atau ide mereka sebagai pemasaran. Didefinisikan sebagai pesan yang diumumkan atau persuasive ndalam runag atau waktu penonton. Dari pengertian tersebut perlu ditegaskan bahwa penggunaan media massa merupakan kata kunci dari praktik periklanan.
Kehadiran internet memberikan lingkungan virtual baru bagi praktik-praktik pemasaran. Ada tiga praktik yang bisa dilihat dari munculnya media sosial terhadap praktik pemasaran tradisional, yaitu:
1) Jenis media yang digunakan 2) Iklan sebagai komunikasi berbayar 3) Komunikasi satu arah dalam iklan
Kehadiran media sosial dalam pemasaran pada era digital bisa dilihat dari dua sisi, yakni sisi pengiklan dan sisi pengguna media sosial.
Dari sisi pengiklanan, media sosial memberikan tawaran dengan konten yang beragam. Iklan tidak hanya bisa diproduksi dalam bentuk teks, tetapi juga audio, visual, sampai audio-visual. Produksi iklan dan pemanfaatan media sosial juga cenderung membutuhkan biaya yang lebih murah. Tidak
hanya itu, target terhadap calon konsumen juga bisa ditentukan berdasarkan prosedur dari perangkat yang ada di media sosial.30
Kehadiran media sosial memberikan alternatif pilihan bagaimana praktik pemasaran pada era digital ini bisa berubah dari iklan berbayar menjadi iklan berdasarkan pengalaman pengguna (user experiences) yang cenderung berbiaya kecil dan kadang tanpa biaya sama sekali. Fasilitas di media sosial dan bagaimana pengguna memanfaatkan media sosial untuk berbagi realitas dari offline-nya secara online memberikan arah belik bagaimana periklanan itu bekerja. 31
c. Pemasaran Online
Pemasaran online disebut Internet Marketing, e-marketing atau online marketing merupakan pemasaran secara online yang dilakukan melalui sistem komputer online interaktif yang mengubungkan pelanggan dengan penjual secara elektronik. Pemasaran secara online yang dilakukan melalui sistem komputer online interaktif yang menghubungkan pelanggan dengan penjual secara elektronik.32
Kata e dalam e-pemasaran ini berarti elektronik yang artinya kegiatan pemasaran yang dimaksud dilaksanakan secara elektronik lewat internet atau jaringan cyber. Kegiatan pemasaran Internet
30 Ahmad Rizal, Manajemen Pemasaran, (Yogyakarta: Cv. Budi Utama, 2020), Hlm 276-277.
31 Ibid, Hlm 277.
32 Muh. Nur Eli Brahim, Produk Kreatif Dan Kewirausahaan Akuntansi Dan Keuangan Lembaga, (Yogyakarta: Andi Offset, 2021), Hlm 47.
umumnya meliputi atau berkisar pada hal-hal yang berhubungan dengan pembuatan produk periklanan, pencarian prospek atau pembeli dan penulisan kalimat-kalimat pemasaran atau copy writing.33
Dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan merupakan perjuangan, sikap, perilaku, dan kemampuan dalam mencari, menciptakan, menerapkan dan meningkatkan efisiensi usaha dalam memberikan pelayanan yang lebih baik untuk memperoleh keuntungan yang besar.
d. Manfaat Pemasaran Online
Pemasaran online memilki banyak manfaat. Secara umum pemasaran online memiliki manfaat sebagai berikut:
1) Murah dan efisien, untuk dapat membuka toko secara fisik akan membutuhkan modal jutaan rupiah, hal ini berbeda dengan modal yang diperlukan untuk membuat toko online hanya ratusan ribu rupiah, bahkan saat ini sudah banyak fasilitas di internet yang dapat dimanfaatkan untuk membuka toko online dengan gratis.
Selain itu, biaya operasional toko online hanya pada biaya akses internet tanpa perlu karyawan.
2) Pemasaran online melalui internet tidak tebatas oleh waktu, tidak seperti bisnis offline lainnya. Layanan pemasaran bisnis melalui
33 Yeni Susilowati, Modul E-Commerxe-Teaching Factory For Students, (Jawa Timur:
Mutiara Publisher, 2019), Hlm 119.
internet bisa diakses konsumen kapan saja selama ada jaringan internet.
3) Pemasaran online melalui internet juga menjangkau pasar lebih luas. Melalui bisnis internet, produk dapat diinformasikan hingga ke seluruh daerah di nusantara, bahkan menjangkau pasar luar negri.
4) Dengan memakai strategi pemasaran online melalui internet.
Dapat meningkatkan image perusahaan di mata para konsumen sehingga memberikan nilai lebih untuk menghadapi persaingan bisnis yang ada.
5) Mengurangi biaya pemasaran karena pemasaran online melalui internet lebih tertarget biayanya relatif lebih rendah dibandingkan biaya pemasaran offline yang biayanya lebih besar untuk membuat brosur, spanduk, bannerm neon box, dan lain-lain.
6) Memudahkan pelaku usaha untuk menjalin hubungan dengan para konsumen. Karena melalui internet dapat terjalin komunikasi yang interaktif antara konsumen dengan pelaku bisnis, misalnya saja melalui kotak saran atau ruang komentar, serta forum diskusi antar konsumen. Oleh karena itu, bila komunikasi terjaga dengan baik, loyaitas konsumen juga dapat meningkat.34
34 Muh. Nur Eli Brahim, Op.Cit, Hlm 47-48.
e. Unsur Pemasaran Online
Ada beberapa unsur pokok dalam pemasaran online, diantaranya adalah sebagai berikut:
1) Content Marketing
Konten merupakan alat untuk menarik prospek dan pelanggan potensi ke website, toko online (ecommerce), dan blog. Bentuk dari konten dapat berupa artikel, bloh, how-to, e-book, presentasi, video, dan audio. Konten berkualitas yang dibutuhkan atau bermanfaat bagi pembaca akan meningkatkan kepercayaan, mempererat hubungan antara pemilik konten dengan pembacanya serta meningkatkan rating pengunjung.
2) Seacrh Engine Marketing
Mesin pencari merupakan tempat pertama pelanggan mencari informasi bisnis, produk atau jasa sebelum memutuskan membeli sesuatu. Google menjadi rujukan pencarian di Internet, mencari perusahaan, produk, brand, atau kata-kata. Kunci penting terkait produk sebaiknya bisa merujuk ke informasi di website.
3) E-mail Marketing
E-mail marketing memiliki fungsi untuk tetap menjaga hubungan baik dengan klien atau prospek bisnis anda sehingga anda tetap terlintas di Pikiran mereka saat mereka membutuhkan
sesuatu. E-mail marketing umumnya dipahami sebagai e-mail berisi materi promosi yang ditujukan kepada kelompok pengguna internet melalui e-mail untuk mempromosikan suatu produk atau jasa.
4) Online Public Relation
E-PR (Electronic Public Relations), Cyber PR, Online PR, atau PR on the net adalah kegiatan Public Relation yang menggunakan internet sebagai media komunikasi. Media internet dimanfaatkan PR untuk membangun merek (brand) dan memelihara kepercayaan publik. Strategi online Public Relation adalah membidik situs berita dan komunitas online yang berorientasi khusus.
5) Social Media Marketing
Media sosial adalah sebuah media on;line dnegan para penggunanya dapat dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum, dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial, dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.
Media sosial merupakan alat promosi bisnis yang efektif karena dapat diakses oleh siapa saja sehingga jaringan promosi bisa lebih luas. Media sosial menjadi bagian yang sangat
diperlukan oleh pemasaran bagi banyak perusahaan dan merupakan salah satu cara terbaik untuk menjangkau pelanggan dan klien online.
6) Online Advertising
Online Advertising adalah metode periklanan dengan menggunakan internet dan World Wide Web dengan tujuan menyampaikan pesan pemasaran (promosi) untuk menarik pelanggan. Iklan umumnya memiliki 2 tujuan, yaitu branding dan sales atau sekaligus keduanya. Setelah menentukan tujuan maka bisa dipilih berbagai media sesuai profil terget marketing dan juga budget yang sesuai. Berbagai media online, search engine (seperti Google AdWords), dan sosial media bisa jadi sarana online advertising.
7) Website
Website merupakan media promosi yang paling populer.
Website dapat diartikan sebagai kumpulan halaman yang saling terkait yang masing-masing dihubungkan dengan hyperlink. Pada umumnya, tujuan pembuatan website untuk mendatangkan pengunjung potensial sebanyak-banyaknya dengan harapan makin banyak orang yang dapat melihat informasi yang disediakan pada
web tersebut maka makin banyak pula orang yang mengenal dan tertarik pada produk/jasa yang ditawarkan.
8) Conversion
Conversi adalah teknik memetakan kunjungan sebuah website atau toko online. Penjual harus mampu menganalisis komposisi kunjungan, seperti berapa banyak pengunjung website, berapa persen pengunjung yang mengklik tombol pembelian, dan berapa persen orang yang benar-benar membeli.35
3. Kewirausahaan
a. Pengertian Kewirausahaan
Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira, berarti perjuangan, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha, berarti perubahan amal, bekerja, berbuat sesuatu, ini baru dari segi etimologi (asal usul kata).
Pengertian kewirausahaan menurut Instruksi Presiden RI No. 4 tahun 1995 kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan untuk mengeksplorasi, menciptakan, dan menerapkan cara kerja, teknologi, dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi
35 Ibid, Hlm 50-53.
untuk melayani dengan lebih baik dan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.36
Sebelum seseorang memulai menciptakan suatu usaha, haruslah memiliki konsep dasar tentang kewirausahaan agar usaha yang akan dirintis berjalan lancar dan dapat mengatasi problematika yang terjadi. Konsep dasar kewirausahaan merupakan titik awal dalam memulai suatu usaha dan juga menentukan berhasil tidaknya usaha yang dirintis. Selian itu, dengan berwirausaha seseorang akan berusaha mandiri, kreatif, dan inovatif agar usahanya dapat diterima di masyarakat.37
b. Tujuan Kewirausahaan
Di dalam pelajaran Kewirausahaan, para mahasiswa diajari dan ditanamkan sikap-sikap perilaku untuk membuka bisnis agar mereka menjadi seorang wirausaha yang berbakat.
Agar lebih jelas, di bawah ini diuraikan tujuan dari kewirausahaan sebagai berikut:
1) Meningkatkan jumlah wirausaha yang berkualitas.
2) Mewujudkan kemampuan dan kemantapan para wirausaha untuk menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
36 Basrowi, Kewirausahaan Untuk Perguruan Tinggi, (Bogor: Ghalia Indonesia, 2016), Hlm 1-2.
37 Mardia, dkk, Kewirausahaan, (Medan: Yayasan Kita Menulis, 2021), Hlm 25.
3) Membudayakan semangat, sikap, perilaku dan kemampuan kewirausahaan dikalangan masyarakat yang mampu, andal, dan unggul.
4) Menumbuh kembangkan kesadaran dan orientasi kewiraushaan yang tangguh dan kuat ter hadap masyarakat.38
c. Manfaat Kewirausahaan
Adapun manfaat berwirausahaan sebagai berikut:
1) Memberikan peluang dan kebebasan untuk mengandalikan nasib sendiri.
2) Memberikan peluang melakukan perubahan.
3) Memberikan peluang untuk mencapai potensi diri sepenuhnya.
4) Memiliki peluang untuk meraih keuntungan seoptimal mungkin.
5) Memiliki peluang untuk berperan aktif dalam masyarakat dan mendapat pengakuan atas usahanya.
6) Memiliki peluang untuk sesuatu yang disukai dan menumbuhkan rasa senang dalam mengerjakannya.39
d. Pembelajaran Kewirausahaan
Pembelajaran kewirausahaan dapat dimulai dengan membaca keterampilam dan potensi diri, serta kemungkinan-kemungkinan yang
38 Hieronymus Budi Sanstosi, Produk Kreatif Dana Kewirausahaan Industri Peternakan, (Cv.
Andi Offset, 2021), Hlm 9.
39 Sukmadi, Inovasi & Kewirausahaan Edisi Paradigma Baru Kewirausahaan, (Bandung:
Humaniora, 2016), Hlm 18.