• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 KERANGKA TEORI danKERANGKA KONSEP

3.2. KerangkaKonsepPenelitian

Agar tujuan penelitan ini dapat terlaksana, maka diperlukan kerangka konsep sebagai dasar untuk melakukan penelitian dan menjawab permasalahan yang ada. Kerangka konsep yang akan menjadi pengarah dalam penelitan ini adalah faktor resiko kanker paru di RSUP H. Adam Malik tahun 2015.

Kerangka konsep nya yaitu:

Variabel Independen Variabel Dependen

Gambar 3.2. Kerangka Konsep.

Kanker Paru Jenis Kelamin

Usia

Kebiasaan Merokok

Gambaran Klinis

21

BAB IV

METODE PENELITIAN

4.1. Rancangan Penelitian

Jenis penelitian adalah deskriptif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh catatan rekam medik penderita dengan melihat faktor resiko yaitu umur, jenis kelamin, gejala dan kebiasaan merokok. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah usia, jenis kelamin, gejala dan kebiasaan merokok, sedangkan pada variabel terkaitnya adalah kejadian kanker paru pada pasien yang rawat inap di RSUP H. Adam Malik pada tahun 2015. Sampel berjumlah 107orang.

4.2. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di bagian rekam medik RSUP H. Adam Malik.

Waktu pengambilan data rekam medik dimulai pada bulan Agustus 2016.

4.3. Populasi dan Sampel Penelitian 4.3.1. Populasi Penelitian

Populasi dari penelitan ini adalah pasien rawat inap dengan penyakit kanker paru pada tahun 2015yang tercatat di dalam data rekam medik.

4.3.2. Sampel Penelitian

Pada penelitian ini adalah pasien rawat inap yang di diagnosa kanker paru pada tahun 2015dan melihat faktor resiko terjadinya kanker paru, yaitu usia, jenis kelamin, gejala dan kebiasaan merokok.

Kriteria inklusi:

Rekam medik pasien rawat inap kanker paru di RSUP Haji Adam Malik pada tahun 2015.

22

Kriteria eksklusi:

Pasien rawat jalan, pasien yang disertai penyakit lain misalnya:

Tuberkulosis, Pneumonia, Abses paru, Tumor mediastinum dan data rekam medik yang tidak lengkap.

4.4. Metode Pengumpulan Data

Dilakukan dengan metode total sampling, yaitu pengambilan sampel dilakukan pada pasien-pasien kanker paru pada tahun 2015 dan dilihat faktor resiko yang menyebabkan kanker paru dan gejala nya.

4.5. Metode Analisis Data

Pada penelitian ini data yang telah dikumpulkan dan dikelompokkan selanjutnya akan diolah dan dianalisa secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk table distribusi frekuensi. Analisis statistic akan dilakukan dengan bantuan komputer menggunakan program Statistical Product and Service Solution (SPSS) 23.0

4.6 Definisi Operasional

Definisi operasional dimaksudkan untuk menghindari kesalahan pemahaman dan perbedaan penafsiran yang berkaitan dengan istilah-istilah dalam judul penelitian.

Faktor resiko yang diteliti:

1. Usia

2. Jenis Kelamin 3. Gejala

4. Kebiasaan merokok

23

No Variabel Alat Ukur Hasil Ukur Skala

1. Usia Rekam Medik • 40 – 50 tahun

• 51 – 60 tahun

• > 61 tahun

Interval

2. Jenis Kelamin Rekam Medik • PR

• LK

Nominal

3. Merokok Rekam Medik • Ya

• Tidak

Nominal

No Variabel Alat Ukur Hasil Ukur Skala

1. Prevalensi kanker paru pada tahun 2015

Rekam Medik

a. Positif, bila di temukan sel karsinoma

b. Negatif, bila tidak ditemukannya sel karsinoma

Ordinal

24

BAB V

HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1. Hasil Penelitian

5.1.1 Deskripsi lokasi penelitian

Penelitian ini dilakukan di RSUP Haji Adam Malik Medan yang berlokasi di Jalan Bunga Lau no. 17, kelurahan Kemenangan Tani, kecamatan Medan Tuntungan. RSUP Haji Adam Malik mulai berfungsi sejak tanggal 17 Juni 1991 dengan pelayanan rawat jalan, dan untuk pelayanan rawat inap mulai berfungsi tepatnya pada tanggal 2 Mei 1992. Rumah sakit ini mulai beroperasi secara total pada tanggal 21 Juli 1993 yang diresmikan oleh mantan Presiden RI, H. Soeharto.

RSUP H. Adam Malik merupakan rumah sakit kelas A sesuai dengan SK Menkes No.355/ Menkes/ SK/ VII/ 1990. Dengan predikat rumah sakit kelas A, RSUP H.

Adam Malik Medan telah memiliki fasilitas kesehatan yang memenuhi standar dan tenaga kesehatan yang kompeten. Selain itu, RSUP Haji Adam Malik juga merupakan rumah sakit rujukan untuk wilayah pembangunan A yang meliputi Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat dan Riau sehingga dapat dijumpai pasien dengan latar belakang yang sangat bervariasi. Pada tanggal 6 September 1991, berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 502/ Menkes/ IX/ 1991 RSUP H. Adam Malik Medan ditetapkan sebagai rumah sakit pendidikan bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.

RSUP H. Adam Malik Medan juga memiliki ruangan Rekam Medis yang digunakan untuk menyimpan data-data rekam medis semua pasien yang berobat di rumah sakit ini. Di ruangan Rekam Medis inilah lokasi pengambilan data pada penelitian ini dilakukan.

5.1.2 Deskripsi Karakteristik Pasien Kanker Paru di RSUP H.Adam Malik Berdasarkan data komputerisasi, total pasien rawat inap yang terkena kanker paru di RSUP H. Adam Malik tahun 2015 adalah 284 orang. Dari keseluruhan pasien rawat inap yang terkena kanker paru di RSUP H. Adam Malik tahun 2015 yang berdasarkan ketersediaan rekam medis dan penyesuaian kriteria

25

inklusi dan eksklusi, maka rekam medis yang memenuhi syarat berjumlah 107 orang.

Gambaran distribusi frekuensi masing-masing variable bebas dan variable terikat dapat dilihat sebagai berikut :

Tabel 5.1. Gambaran Karakteristik Pasien Kanker Paru Berdasarkan Usia

Kelompok Usia (Tahun) Frekuensi Persentase

40-50 17 15.9%

51-60 42 39.2%

 61 48 44.9%

Total 107 100%

Dari tabel 5.1. dapat dilihat bahwasebagian besar pasien kanker paru memiliki umur  61 tahun sebanyak 48 orang (44.9%)

Tabel 5.2. Gambaran Karakteristik Pasien Kanker Paru Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Frekuensi Persentase

Laki-laki 88 82.2%

Perempuan 19 17.8%

Total 107 100%

Dari tabel 5.2. dapat dilihat bahwa sebagian besar pasien kanker paru dialami oleh laki-laki88 orang (82.2%)

Tabel 5.3. Gambaran Karakteristik Pasien Kanker Paru Berdasarkan Pekerjaan

Pekerjaan Frekuensi Persentase

Pegawai 28 26.2%

Dari tabel 5.3. dapat dilihat bahwa sebagian besar pasien kanker paru dialami oleh petani.

26

Tabel 5.4. Distribusi pasien berdasarkan merokok

Merokok Frekuensi Persentase

Iya 89 83.2%

Tidak 18 16.8%

Total 107 100%

Dari tabel 5.11. dapat dilihat bahwa sebanyak 89 orang (86.0%) yang merokok dan 18 orang (16.8%) yang tidak merokok.

Tabel 5.5. Distribusi Pasien Kanker Paru Berdasarkan Keluhan

Keluhan Frekuensi Persentase

Batuk 95 19.5%

Batuk Berdahak 70 14.4%

Batuk Berdarah 26 5.3%

Nyeri Dada 93 19.2%

Badan Lemah 55 11.3%

BB Menurun 55 11.3%

Sesak Nafas 92 18.9%

Total 486 100%

Dari tabel 5.10. dapat dilihat bahwa sebanyak 92 orang (86.0%) yang mengeluh sesak nafas.

5.2. Pembahasan

Pasien Kanker Paru di RSUP H. Adam Malik Medan paling banyak memiliki umur di 61 tahun yaitu sebesar 44.9%, hal ini sesuai dengan data penelitian yang diperoleh dari Haryati,dkk24yaitu usia terbanyak pasien kanker paru adalah 60-69 tahun.24

Jenis kelamin terbanyak pasien kanker paru dalam penelitian ini adalah laki-laki yaitu sebanyak 82.2%. Hasil ini juga sesuai dengan data yang diperoleh dari Syahruddin1, sebagian besar penderita kanker paru adalah laki-laki

27

disebabkan karena laki-laki mempunyai kebiasaan merokok. Rokok mengandung zat-zat yang berpotensi menimbulkan gangguan pernapasan dan kanker, terutama kanker paru. Rokok menyebabkan pergerakan silia di saluran pernapasan menjadi terhambat. Pergerakan silia menurun sampai 50% hanya dengan dua sampai tiga kali hisapan rokok, sehingga eliminasi karsinogen yang terhirup menjadi berkurang.

Pada umum gejala yang timbul pada penderita kanker paru tidak hanya satu gejala melainkan diikuti dengan gejala lainnya. Gambaran klinik pemyakit kanker paru yang dijumpai pada penelitian ini adalah batuk sebanyak (19.5%).

nyeri dada (19.2%), sesak nafas (18.9%), batuk berdahak (14.4%), badan lemah (11.3%), berat badan menurun (11.3%), dan batuk berdarah (5.3%). Penelitian ini tidak sesuai dengan hasil penelitian Akhtar PS dimana didalam penelitiannya didapat kan hasil berupa batuk berdahak.

28

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan mengenai gambaran klinis pasien kanker paru di RSUP H. Adam Malik Medan tahun 2015, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

1. Pasien yang terkena kanker paru di RSUP H. Adam Malik Medan pada tahun 2015 adalah sebanyak 284 orang.

2. Pasien terbanyak yang terkena kanker paru di RSUP H. Adam Malik Medan pada tahun 2015 adalah laki-laki 88 orang (82.2%).

3. Pasien terbanyak yang terkena kanker paru di RSUP H.Adam Malik Medan Pada tahun 2015 di usia 61tahun.

4. pasien dengan keluhan terbanyak di RSUP H.Adam Malik Medan pada tahun 2015 adalah batuk sebanyak 95 orang (19.5%).

5. Pasien yang terkena kanker paru dikarenakan merokok di RSUP H.Adam Malik Medan Pada tahun 2015 sebanyak 107 orang.

6.2. Saran

Berdasarkan hasil yang didapat pada penelitian yang telah dilakukan, maka dapat dikemukakan beberapa saran sebagai berikut:

1. Perlu dilaksanakan lebih banyak penelitian yang memperdalam lebih jauh topik-topik tentang kanker paru di Indonesia dengan jumlah sampel dan lokasi penelitian yang lebih besar lagi.

2. Peneliti berharap penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam melakukan penelitian selanjutnya.

3. Diharapkan agar data-data rekam medik di RSUP H. Adam Malik dapat diperlengkap lagi agar lebih mudah mendapatkan data untuk penelitian selanjutnya.

29

DAFTAR PUSTAKA

1. Haryati, Bakhriansyah M, Aisah SKN. Profil Penderita Kanker Paru Primer Di Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin tahun 2006-2011. J Respir Indo. 2013; 33 (1): 50-56.

2. Sukumaran T. Pencitraan Diagnosis Kanker Paru. ISM, vol 4 no 1, September-desember, 70-73.

3. Amin Z. KankerParu. Dalam: Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, K Marcellus S, Setiati S, penyunting. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, edisi ke-5. Jakarta:

FKUI; 2009. 2254-2260.

4. Kumar V, Maitra A. Parudan Saluran Napas Atas. Dalam: Kumar V, Cotran RS, Robbins SL, penyuntingBuku Ajar Patologi, edisi ke-7. Jakarta: EGC;

2007. 559-565.

5. Thamrin AMH, Ulfah AJ, Pangestu A, Asfar AU. Peranan Imunitas Tubuh Pada Pasien Dengan Kanker Paru. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah; 2015.

6. Rab T. Ilmu penyakit paru. Jakarta: Trans Info Media; 2013.

7. Salgia R, Blanco R, Skarin AT, Lathan CS. Lung Cancer: aetiology, histopathology, and clinical manifestations. Dalam: Lorigan Paul, Skarin AT.

Lung Cancer . China: Mosby Elsevier, 2007. 23-28.

8. Jusuf A, Syahruddin E, Hudoyo A. KemoterapiKankerParu. Jakarta:

Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran UI.

9. PDPI. Kanker Paru (Kanker Paru Jenis Karsinoma Bukan Sel Kecil). Jakarta:

PDPI; 2016.

10. Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata MK, Setiati S. KankerParu.

Dalam: Amin Z. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi keempat. Indonesia:

Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2006. 1005-1010.

11. D Susanna. Penentuan Kadar Nikotindalam Asap Rokok. 2003. (diakses 2 Juni 2016).

12. Fujin Chen, Wei Fan, Jinhua Huang, Wei Li, Donggen Liu, Guoyi Luo, dkk.

KarsinomaParu. Dalam: Desen Wan, TiehuaRong, Yixin Zen, Zongyuan Zen,

30

Jingqing Li, Yilong Wu, dkk. Buku Ajar OnkologiKlinis, edisi ke-2. Jakarta:

FKUI; 2008. 337-342.

13. Ward J PT, Ward J, Leach RM, Wiener CM. At a Glance Sistem Respirasi edisi ke-2. Jakarta: Erlangga; 2008. 84-85.

14. Kanker Paru. Divisi Onkologi Toraks Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi. (diakses 2 Juni 2016). Tersediadari:

http://kankerparu.org/main/index.php?option=com_content&task=view&id=1 7&itemid=31

15. Suprijono A, Chodidjah. Kanker Paru Merupakan Faktor Resiko Terjadinya Efusi Pleura Di RumahSakit Dr. Moewardi Surakarta. Portal Garuda. 2012.

16. Sajinadiyasa IGK, Bagiada IM, NgurahRai IB. Prevalensi dan Resiko Merokok Terhadap Penyakit Paru di Poliklinik Paru Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar. J PenyDalam. 2010; 11: 91-95.

17. Maulida N, Paramitha DF, Sukarno EA, dkk. Klasifikasikankerparu-parumenggunakanpengolahancitra. JurnalTeknikPomits. 2013; 2(1).

18. Kemenkes RI.PanduanNasionalPenangananKanker: KankerParu. Jakarta:

Kemenkes RI; 2015.

19. Ermayanti S. KankerParu. Bagian pulmonology dankedokteranrespirasi FK Unand; 2015

20. PDPI. Tumor Mediastinum (Tumor Mediastinum Nonlimfoma). Jakarta:

PDPI; 2003.

21. International Union Against Cancer (UICC) dan American Joint Committee on Cancer (AJCC), 2009.

22. Statistic Kanker. RumahSakitDharmaisPusatKankerNasional 2007.

23. Syahruddin. 2006, Makalahkankerparu. Available at: http ://www.scribd.com/doc/38455077/makalah –pbl. Accessed 2 Desember 2016 24. Melindawati Brg. 2010. Karakteristik Penderita Kanker Paru Rawat Inap di

RSUP Haji Adam Malik Medan 2004-2008. Skripsi Mahasiswa FK USU

25. Akhtar PS, Masud ZM, Alam MT, Begum M.Profile of lung cancer: a one-year report. J Medicine. 2011; 12:115-9.

Dokumen terkait