Kerja bakti merupakan kegiatan berbasis gotong royong yang dilakukan oleh masyarakat sebagai bentuk solidaritas antar tetangga. Selain itu kerja bakti juga bertujuan untuk meningkatkan mutu kebersihan lingkungan sekitar. Kerja bakti di Desa Ketanggungan dilaksanakan setiap dua minggu sekali dengan waktu yang kondisional dan sesuai kebutuhan.
42
Latar Belakang
Pelaksanaan Kegiatan
KKN Unnes Desa Ketanggungan dalam hal ini ikut andil kerja bakti dengan masyarakat untuk meningkatkan kebersamaan masyarakat dan mewujudkan kebersihan lingkungan. Kerja bakti dilakukan secara sukarela oleh masyarakat, namun bersifat wajib bagi KKN karena salah satu dari program kerja kami. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjalin keakraban dengan seluruh elemen masyarakat Desa Ketanggungan.
Kerja bakti di Desa Ketanggungan rutin diadakan setiap dua minggu sekali dengan berganti-ganti RW (Rukun Warga). Kegiatan ini dilakukan secara bergantian hari, misalnya dilaksanakan hari jum’at setelah senam sehat dan ada pula yang dilakukan pada hari minggu.
Kerja bakti pertama dilakukan di balai desa dan sekitarannya (Rukun Warga 02) dengan agenda bersih-bersih. Pada kerja bakti ini, KKN Unnes dibagi menjadi beberapa kelompok kerja. Ada yang bertugas membersihkan balai desa, kemudian ada juga yang bertugas membersihkan lingkungan sekitar seperti got, parit, jalanan dll. Kelompok yang bersih-bersih balai desa melakukan tugas seperti halnya menyapu halaman balai desa, menyapu dan mengepel balai desa, merapikan dapur, dll.
43
Kerja bakti kedua dilaksanakan di RW 01 dekat MI Infarul Ghay dengan agenda pembuatan jembatan. Pembuatan jembatan ini bertujuan untuk memudahkan aksesibilitas warga. Awalnya, jembatan berukuran kecil, kurang lebih hanya seukuran satu motor yang dapat lewat. Sehingga pembangunan jembatan ini diharapkan dapat memperluas ukuran jembatan dan menambah daya tahan kontruksi jembatan dengan memperkokohnya menggunakan material bangunan. Pada tahap permulaan, masyarakat dengan dibantu mahasiswa KKN melakukan pemugaran tepian jembatan. Kemudian membuat area di sekitar jembatan netral (tidak ada vegetasi atau bangunan yang menghambat proses pembuatan).
Kerja bakti ketiga juga dilaksanakan di Rukun Warga 01 untuk melanjutkan proses pembangunan jembatan. Masyarakat bersama dengan mahasiswa KKN melakukan gotong royong dalam proses pembuatan jembatan seperti mengangkut material jembatan berupa pasir dan batu dengan menggunakan gerobak. Selain itu, mahasiswi juga aktif dalam menjamu masyarakat yang sedang berkerja bakti. Sehingga pembagian tugas tersebut dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Hal ini menyesuaikan situasi dan kondisi. Pada dasarnya, masyarakat yang turut serta dalam kerja bakti adalah kalangan laki-laki. Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat mahasiswi KKN untuk turut serta membantu.
44
Hasil Kegiatan
Luaran
Kerja bakti di Desa Ketanggungan berhasil dilaksanakan. Hal ini terbukti dengan meningkatnya kebersihan lingkungan sekitar dan terbangunnya jembatan di RW 01 dekat MI Infarul Ghay. Kerja bakti dapat terlaksana dengan baik karena dukungan berbagai pihak salah satunya KKN Unnes dalam hal ini. Kerja sama yang solid antara masyarakat dan KKN Unnes memberikan hasil yang nyata. Hal ini dapat tercapai karena adanya semangat pantang menyerah berbagai pihak. Karena kerja bakti dilakukan dengan kerja sukarela, maka ketercapaiannya adalah hal yang sangat baik bagi kemajuan Desa Ketanggungan itu sendiri.
Berdirinya jembatan penghubung ini lebih memudahkan arus mobilitas masyarakat, karena ukuran jembatan yang lebih luas dan konstruksi yang lebih kokoh.
Kerja bakti diharapkan dapat meningkatkan solidaritas antar masyarakat dan mutu kebersihan ligkungan sekitar. Karena pada dasarnya kerja bakti berlandaskan pada nilai-nilai gotong royong, maka kekompakan diantara masyarakat diharapkan dapat tercapai. Selain itu, dengan adanya program kerja ini, mahasiswa KKN diharapkan dapat memetik hikmah dalam segala prosesnya.
45
Penutup
Program kerja bakti nantinya dapat dilanjutkan oleh masyarakat dengan berbagai agenda baru. Kerja bakti di Desa Ketanggungan dapat menciptakan kemajuan bagi desa dan meningkatkan hubungan antar masyarakat agar semakin solid. Masyarakat yang guyub dan rukun dapat mewujudkan lingkungan masyarakat yang sejahtera dan damai.
46
BIDANG RELIGI
Nobar CERIA (Cerita Nabi Islamic History Al
Qur’an)
Kegiatan nobar ini merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) di Desa Ketanggungan dalam rangka peringatan maulid Nabi Muhammad
47
Latar Belakang
Pelaksanaan Kegiatan
NOBAR merupakan sebuah kegiatan menonton sebuah film atau video yang dilakukan secara bersama – sama. Nobar merupakan kata gaul yang sering digunakan oleh golongan masyarakat atau komunitas tertentu. Salah satu kegiatan nobar yang sering dilakukan adalah nobar acara sepak bola. Sebuah komunitas pecinta sepak bola seringkali mengadakan acara nobar ketika tim yang mereka banggakan sedang bertanding. Namun ada yang berbeda dengan nobar yang diselenggarakan oleh mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) ini. Nobar ini dilakukan untuk menambah literasi anak karena dengan menonton, anak – anak dapat memahami suatu hal yang disampaikan dalam film tersebut.
Kegiatan nobar ini merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) di Desa Ketanggungan. Dalam rangka peringatan maulid Nabi Muhammad
48
Hasil Kegiatan
Luaran
SAW, mahasiswa KKN menyelenggarakan acara nobar film kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini dikhususkan untuk anak – anak. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menambah literasi anak. Saat ini, minat baca anak semakin menurun. Anak – anak lebih menyukai bermain gawai daripada membaca buku – buku dongeng atau bermain bersama anak – anak sebaya mereka. Padahal, minat baca anak harus mulai diterapkan kepada anak – anak sejak dini. Dari kegiatan membaca, anak – anak bisa mendapatkan banyak ilmu dan pengetahuan.
Tujuan dalam kegiatan ini adalah menambah literasi anak mengenai kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 11 November 2019 pukul 13.00 bertempat di posko KKN UNNES Desa Ketanggungan. Kegiatan ini dihadiri oleh 20 anak dengan usia 7 – 10 tahun. Kegiatan ini berjalan dengan lancar.
Anak – anak dapat mengetahui cerita kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir dan dapat menambah kecintaan anak – anak dari dini kepada Nabi Muhammad SAW.
Anak – anak dapat mengetahui cerita hidup Nabi Muhammad SAW mulai dari beliau dalam kandungan sampai dilahirkan dan bahkan sampai Nabi Muhammad SAW dianggkat menjadi rasul dan menerima wahyu pertama
49
Penutup
Kegiatan literasi anak ini diharapkan dapat diterapkan dengan rutin supaya anak mendapatkan banyak literasi. Kegiatan literasi dapat dilakukan tidak hanya dari membaca, kegiatan literasi dapat dilakukan dengan dilaksanakannya kegiatan nonton bersama ataupun melalui kegiatan dongeng. Inovasi – inovasi baru perlu diterapkan untuk menarik minat anak dalam melakukan kegiatan literasi supaya dapat menambah wawasan, ilmu dan pengetahuan anak. Semoga dari kegiatan ini, masyarakat dapat lebih memperhatikan kegiatan anak supaya dapat lebih bermanfaat.
50
PENUTUP
A. Simpulan
Dengan melihat pada permasalahan yang terjadi di Desa Ketanggungan Kecamatan Dukuhturi, dapat kita tarik kesimpulan bahwa desa ini memerlukan perhatian yang serius dari pemerintah baik oleh pemerintah daerah maupun oleh pemerintah provinsi terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Kehadiran mahasiswa KKN UNNES sedikit membantu masyarakat Desa. Melalui Kegiatan KKN diharapkan akan membawa perubahan dalam membangun masyarakat menjadi lebih baik. Kegiatan ini bukan hanya untuk mengabdi kepada masyarakat tetapi juga dalam rangka menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
B. Saran
1. Kepada Pemerintah Daerah dan Provinsi agar lebih memperhatikan pembangunan desa sebagai pangkal pembangunan nasional.
2. Kepada Universitas Negeri Semarang agar program KKN harus terus dijalankan, melihat pada desa-desa
51
yang tertinggal yang sekiranya masih memerlukan perhatian dan upaya perubahan kearah yang lebih baik.
3. Kepada pemerintahan, instansi-instansi terkait agar kiranya memperhatikan aspirasi dari bawah kalangan masyarakat, mendukung program-program yang berorientasi pada pembangunan desa, program KKN salah satunya, dukungan yang diharapkan bukan hanya moril tetapi tindakan nyata melalui upaya realisasi program dan aspirasi.
52
HASIL DOKUMENTASI
Bimbingan Belajar
53
54
Sosialisasi Penggunaan Sosial Media
55
Penyuluhan Kebersihan Tubuh
56
57
Kerja Bakti
58