ii
PENCETUSAN TAMAN DESA DENGAN MENGOPTIMALISASI POTENSI TANAMAN OBAT KELUARGA UNTUK MENINGKATKAN
KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
DOSEN PEMBIMBING LAPANGAN Wisudani Rahmaningtyas, S.Pd., M.Pd.
TIM PENYUSUN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2019
iii
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum wr.wb
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga mahasiswa KKN UNNES dapat melaksanakan program KKN Lokasi Tahap II di Desa Ketanggungan, Kec. Dukuhturi, Kabupaten Tegal dalam keadaan sehat walafiat.
Saya sangat berterimakasih kepada TIM KKN UNNES karena telah membantu dan membersamai masyarakat Desa Ketanggungan menuju ke arah yang lebih baik. Melalui program-program yang telah terlaksana, semoga mampu diteruskan dan dipertahankan oleh masyarakat Desa Ketanggungan. Semoga yang sudah tercapai dan terlaksana memiliki dampak positif bagi masyarakat Desa Ketanggungan supaya Desa Ketanggunga menjadi lebih maju.
Sekian,
Wassalamu’alaikum wr.wb
Tegal, 19 November 2019 Kepala Desa Ketanggungan
iv
RINGKASAN
Desa Ketanggungan merupakan salah satu Desa di Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal. Desa Ketanggungan terbagi menjadi 2 RW dan 15 RT. Masyarakat di Desa Ketanggungan sebagian bekerja sebagai petani. Hasil pertanian yang paling banyak adalah bawang merah.
Fasilitas kesehatan cukup baik. Sudah ada 1 bidan dan satu dokter serta Pospindu yang berada di Balai Desa Ketanggungan. Dalam bidang pendidikan, Desa Ketanggungan mempunyai 1 RA, 1 PAUD 2 Sekolah Dasar. Di bidang infrastruktur dan lingkungan, di Desa Ketanggungan terdapat lahan kosong milik pemerintah yang belum dimanfaatkan. Sedangkan Desa Ketanggungan pernah menjuari Taman TOGA akan tetapi itu milik pribadi sehingga kami berinovasi untuk mengolah lahan yang terbengkalai menjadi Taman Toga
Dari uraian di atas, maka dapat disusun program kerja yang dikelompokkan dalam empat bidang sebagai berikut:
A. Bidang Pendidikan
Bimbingan Belajar Pelatihan Tari
B. Bidang Ekonomi
Penyuluhan penggunaan sosmed sebagai media pemasaran.
v
C. Bidang Kesehatan
Penyuluhan pola hidup sehat & tanaman obat Penyuluhan Kebersihan tubuh
D. Bidang Lingkungan
Pembuatan Taman Toga Pengadaan Tong Sampah Kerja Bakti
E. Bidang Religi
vi
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
KATA PENGANTAR ... iii
RINGKASAN ... iv DAFTAR ISI ... vi BIDANG PENDIDIKAN ...1 A. Bimbingan Belajar ... 2 B. Pelatihan Tari ... 5 BIDANG EKONOMI ... 9
A. Pembuatan Sirup & Permen Jahe ... 10
B. Sosialisasi Penggunaan Media Sosial sebagai Media Pemasaran ... 15
BIDANG KESEHATAN ... 22
A. Penyuluhan Pola Hidup Sehat dan Tanaman Obat ... 23
B. Penyuluhan Kebersihan Tubuh ... 27
BIDANG LINGKUNGAN ... 31
A. Pengadaan Tong Sampah ... 32
B. Pembuatan Taman Toga... 36
C. Kerja Bakti ...41
BIDANG RELIGI ... 46
PENUTUP ... 50
1
BIDANG PENDIDIKAN
Bimbingan Belajar
2
A. Bimbingan Belajar
Bimbingan belajar merupakan salah satu program kerja di bidang pendidikan yang diberikan oleh tim KKN Lokasi UNNES di Desa Ketanggungan, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Pemalang. Pengadaan kegiatan bimbingan belajar dilaksanakan di Posko KKN UNNES. Dimana para mahasiswa KKN Unnes Desa Ketanggungan menjadi mentor di kegiatan bimbingan belajar.
3
Latar Belakang
Program kerja Bimbingan Belajar ditujukan untuk pelajar yang berada di Desa Ketanggungan. Tujuan program Bimbingan Belajar ini diadakan karena banyak dari pelajar yang tinggal di Desa Ketanggungan ditinggal oleh kedua orang tuanya dan dirumah hanya tingga bersama kakek dan neneknya. Hal tersebut membuat anak kesusahan apabila ada tugas yang diberikan oleh guru di sekolah. Tujuan program ini adalah untuk membantu pelajar yang berada di Desa Ketanggungan agar lebih mudah belajar saat dirumah.
Pelaksanaan Kegiatan
Pelaksanaan kegiatan bimbingan belajar dilaksankan setiap hari Senin hingga Jum’at. Kegiatan ini dilaksanakan setelah sholat maghrib. Anak-anak dianjurkan untuk sholat dan mengaji terlebih dahulu sebelum mengikuti kegiatan bimbingan belajar. Anak-anak di Desa Ketanggungan sangat berantusias mengikuti bimbingan belajar. Mereka meminta untuk diberi bimbingan kepada para mahasiswa KKN saat mereka kesulitan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Hadirnya bimbingan belajar sangat membantu anak-anak, karena mereka hanya tinggal bersama kakek dan neneknya sehingga motivasi belajar sangat kurang. Motivasi yang seharusnya mereka dapatkan dari kedua orang tua, tidak bisa di dapatkan karena sebagian orang tua mereka merantau di Jakarta.
4
Hasil Kegiatan
Anak-anak dapat menyelesaikan tugas sekolah dengan benar dan tepat waktu. Selain itu mereka mendapatkan semangat dan motivasi untuk belajar di setiap harinya.
Luaran
Luaran yang diharapkan, anak anak selalu bersemangat dalam menuntaskan tugas yang diberikan oleh guru. Memiliki motivasi belajar yang tinggi meskipun sudah tidak ada bimbingan belajar dari mahasiswa KKN UNNES.
Penutup
Bimbingan belajar bertujuan untuk meningkatkan semangat belajar anak-anak di Desa Ketanggungan. Sehingga diharapkan prestasi anak-anak Desa Gumelem meningkat di bidang akademik.
5
B. Pelatihan Tari
Program ini merupakan salah satu program kerja dari KKN Lokasi tahap II UNNES Desa Ketanggungan tahun 2019 dalam bidang pendidikan dengan memberikan pelatihan menari kepada siswa PAUD dan SD untuk menambah ketrampilan menari serta dalam rangka melestarikan budaya. Program ini dilaksanakan tiap hari Jumat pukul 13:00 untuk PAUD, sedangkan untuk SD pukul 14:30 WIB.
6
Latar Belakang
Seni Tari adalah media pengembangan kreativitas . Seni Tari sebagai salah satu seni pertunjukan yang merupakan bentuk karya seni dengan media ungkapan berupa gerak dan hasil dari ide atau gagasan , nilai-nilai, kepekaan rasa, pesan dan aspek lainnya yang diwujudkan melalui gerak dan pola tertentu. Seni Tari tergolong seni yang hilang dalam waktu, yaitu pertunjukan tari selesai disajikan maka selesai pula semua aktifitas dan yang tersisa hanya kesan dan pengalaman bagi pelaku dan penonton. Era globalisasi yang didominasioleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membutuhkan individu-individu yang kreatif dan produktif. Oleh karena itu, kreativitas perlu ditumbuh kembangkan . Dalam rangka mengembangkan kreativitas, peran pendidik sangatlah penting. Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kreativitas baik dirumah maupun di sekolahan.
Pelaksanaan Kegiatan
Pelatihan menari bekerja sama dengan PAUD dan SD N 01 Ketanggungan . Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan agar anak-anak dapat mengetahui dan melestarikan budaya , karena kalau tidak sejak dini diperkenalkan kebudayaan maka akan tergerus akan budaya luar yang masuk pada bangsa kita.
Pelatihan diadakan di Balai Desa Ketanggungan yang dihadiri oleh semua murid PAUD dan beberapa siswa dari SD N 01 Ketanggungan baik kelas 1 sampai kelas 6 yang minat dalam pelatihan tari.
7
Kegiatan pelatihan tari diawali dengan berdo,a terlebih dahulu, lalu menyiapkan diri atau berbaris, dan pemanasan. Untuk inti masuk pada pemberian gerak yang sudah disederhanakan agar anak-anak bisa mengikuti tarian tersebut, istirahat dan games mengasah otak tetapi dengan materi yang berhubungam dengan tari. Untuk akhiran ada kegiatan maju sebaris-sebaris untuk penghafalan gerak pada siswa dan dilanjut doa (penutup).
Hasil Kegiatan
Dari kegiatan kerja yang dilaksanakan yaitu pelatihan tari , para murid sudah bisa mengenal akan beberapa gerakan dan mampu menari dengan iringan dengan baik.
Luaran
Pelatihan tari yang kami adakan di Balai Desa dengan siswa PAUD dan SD 01 Ketanggungan berjalan sangat lancar. Dari pelatihan tari ini kami mendapatkan respon yang sangat baik dari murid-murid, pihak sekolah, dan wali murid. Murid-murid juga sangat antusias dalam belajar menari bahkan wali murid yang mendampingi mereka ikut juga dalam pelatihan tari, rasa ingin tahu mereka sangatlah baik karena mereka mau bertanya apabila mendapatkan kesusahan dalam bergerak. Pihak sekolahpun sangat berterimakasih karena sudah mengadakan kegiatan pelatihan tari , dan sangat berguna . Tidak lupa para wali murid yang selalu mendampingi putra putrinya belajar dan tidak malu belajar bersama anaknya dalam pelatihan tari, mereka sangat senang dan berharap tidak sebentar.
8
Penutup
Semoga dengan terlaksanakannya program kerja ini menambah wawasan bagi mahasiswa KKN Universitas Negeri Semarang, memberikan dampak positif serta dapat melestarikan budaya khususnya dalam tarian bagi murid-murid atau warga desa Ketanggungan sendiri.
9
BIDANG EKONOMI
Pembuatan Sirup & Permen Jahe
Sosialisasi Penggunaan Media Sosial
Sebagai Media Pemasaran
10
A. Pembuatan Sirup & Permen Jahe
Pemanfaatkan tanaman jahe yang merupakan salah satu jenis Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai olahan produk pangan menjadi sirup jahe dan permen jahe.
11
Latar Belakang
Kuliah Kerja Nyata merupakan salah satu kegiatan intrakurikuler yang memadukan pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi (Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat) dengan cara memberikan kepada mahasiswa pengalaman belajar dan bekerja dalam kegiatan pembangunan masyarakat sebagai wahana penerapan dan pengembangan ilmu dan teknologi yang dilaksanakan di luar kampus dalam waktu, mekanisme kerja dan persyaratan tertentu. Program kerja yang dilakukan di masyarakat umumnya mendukung potensi apa yang ada di desa tersebut untuk menunjang perekonomian di masyarakat.
Program kerja KKN di kelompok kami terdapat beberapa bidang diantaranya: bidang pendidikan, bidang lingkungan, bidang kesehatan, bidang religi dan bidang ekonomi. Bidang ekonomi kami memilih “penyuluhan pembuatan sirup jahe dan permen jahe” karena, di masyarakat Desa Ketanggungan memiliki sebuah lembaga atau sebuah organisasi masyarakat yang disebut KTI yaitu Ketanggungan Toga Indah, organi
sasi KTI dibawah pimpinan Bapak Karso, beliau merupakan pakar obat tanaman keluarga di Desa Ketanggungan.
12
Penyuluhan pembuatan sirup jahe dan permen jahe menjadi program kerja karena pada awalnya Organisasi Ketanggungan Toga Indah (KTI) ini memiliki sebuah hasil olahan pangan yang disebut dengan sirup jahe, sirup jahe ini di produksi dari bahan-bahan seperti: air, jahe, sereh, merica, gula merah, gula pasir dan garam dengan takaran yang telah ditentukan. Langkah pembuatan pada tahap pertama setelah parutan jahe diperas akan menyisakan limbah ampas jahe karena yang diambil hanya air jahenya saja, di organisasi Ketanggungan Toga Indah (KTI) ampas jahe atau limbah dari sirup jahe ini tidak dimanfaatkan sehingga di buang sia-sia, berdasarkan permasalahan tersebut kami berinisiatif untuk mengolah ampas jahe menjadi permen jahe.
Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan penyuluhan pembuatan sirup jahe dilaksanakan pada: Tempat : Balai Desa Ketanggungan
Tanggal : 18 Oktober 2019 Waktu : 13.00 – Selesai
Peserta : Ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Organisasi Ketanggungan Toga Indah (KTI)
Cara pengolahan sirup jahe
Jahe dikupas lalu dicuci sampai bersih kemudian diparut,
hasil parutan direbus dengan air 1 liter sampai mendidih, kemudian disaring dan diperas hingga tersisa ampasnya.
13
Cara pengolahan permen jahe
Membuat larutan air gula dengan perbandingan gula
pasir 1700 gram, gula merah 1000 gram dan air 1 liter direbus sampai mendidih hingga gulanya larut semuanya.
Masukkan air jahe ke dalam air gula yang sedang
direbus sampai mendidih atau sampai kental sesuai yang dikehendaki.
Masukkan ke dalam botol kaca sambil disaring. Diberi label.
Alat-alat yang digunakan : kompor, blender,
sendok, panci, irus, botol kaca
Bahan-bahan yang digunakan : Ampas jahe, Gula Pasir, Susu Murni.
Langkah-langkah pembuatan : Blender ampas jahe sampai lembut
Panaskan susu murni dan dicampur dengan gula
pasir, serta masukkan ampas jahe
Aduk sampai rata hingga mengental Angkat dan ratakan di atas loyang Potong sesuai selera
Kemas dan berilah label
Alat yang digunakan : kompor, blender, panci, loyang, sendok, irus, plastik standing pouch
14
Hasil Kegiatan
Hasil dari kegiatan Penyuluhan pembuatan sirup jahe dan permen jahe adalah keterampilan dalam mengolah tanaman jahe menjadi sirup jahe dan ampasnya diolah menjadi permen jahe.
Luaran
Luaran yang diharapkan dari kegiatan penyuluhan pembuatan sirup jahe dan permen jahe adalah ibu-ibu PKK dan Anggota KTI dapat membuat sirup jahe dan ampasnya dapat olah menjadi permen jahe.
Penutup
Kegiatan Penyuluhan pembuatan sirup jahe dan permen jahe merupakan program KKN di Desa Ketanggungan di bidang ekonomi. Sasaran dari program kegiatan ini adalah Ibu-ibu PKK dan Anggota KTI, diharapkan dari penyuluhan ini dapat menjadi ilmu baru untuk Ibu-ibu PKK dan Anggota KTI.
15
B. Sosialisasi Penggunaan Media Sosial
sebagai Media Pemasaran
Penggunaan Social Media sebagai Media Pemasaran produk hasil Pembuatan Sirup Jahe dan Permen Jahe yang berfokus pada Aplikasi Shopee dan Instagram.
Aplikasi yang dikaji pada penyuluhan ini adalah Aplikasi Shopee dan Instagram, kedua aplikasi ini dinilai sangat tepat apabila digunakan sebagai media pemasaran dan sudahterbukti banyak penjual online yang sukses dengan menggunakan kedua aplikasi ini.
16
Latar Belakang
Media sosial atau yang lebih dikenal dengan istilah jejaring sosial atau dalam KBBI disebut juga sebagai Media Daring merupakan bagian dari medi baru. Didefinisikan sebagai media daring dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi menciptakan isi yang meliputi, blog, forum daring, jejaring sosial, wiki, dan dunia virtual.
Media sosial merupakan alat pemasaran yang efektif karena dapat diakses oleh siapa saja, sehingga jaringan promosi dapat lebih luas. Media sosial menjadi bagian yang sangat diperlukan oleh pemasaran bagi banyak perusahaan dan merupakan salah satu cara terbaik untuk dapat menjangkau luasnya pasar ataupun pelanggan. Media sosial seperti facebook, twitter, Instagram, Shopee, dan youtube memiliki sejumlah manfaat sendiri bagi para pelaku usaha dibandingkan dengan menggunakan media konvensional sebagai media promosi.
Di dalam masyarakat Desa Ketanggungan terdapat organisasi yang senantiasa mengembangkan tanaman obat keluarga (Toga) yaitu KTI (Ketanggungan Toga Indah), organisasi ini diketuai oleh Pak Karso dengan sebagian besar anggotanya terdiri dari ibu-ibu yang aktif dan kreatif. Selain mereka menjaga dan merawat toga, mereka juga seringkali membuat produk olahan yang terbuat dari tanaman obat keluarga dan menjualnya. Namun, produk-produk olahan tersebut hanya dibuat dan dijual jika desa
17
Ketanggungan mengikuti suatu Bazar atau acara pameran. Produk tidak dipasarkan secara berkelanjutan,
Sehingga dari kami berinisiatif untuk memberikan informasi terkait Aplikasi media sosial yang sekiranya sangat tepat dan mudah dijadikan media pemasaran di kalangan masyarakat desa. Dengan diberikan informasi ini, diharapkan masyarakat Desa Ketanggungan lebih tepatnya Organisasi KTI (Ketanggungan Toga Indah) dapat memiliki sebuah akun di kedua aplikasi tersebut sehingga dapat memulai untuk menjual produk-produk olahan toganya secara online.
Pelaksanaan Kegiatan
Penyuluhan media sosial sebagai media pemasaran dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 18 Oktober 2019 bertempat di Balai Desa Ketanggungan bersamaan dengan terlaksananya program pembuatan sirup jahe dan permen jahe. Pelaksaanaanya bersamaan dikarenakan kedua program kerja ini saling berkaitan sehingga memiliki sasaran yang sama yaitu organisasi KTI dan Ibu-ibu PKK. Tujuan diadakannya program kerja ini adalah untuk menumbuhkan jiwa wirausaha ibu-ibu PKK Desa Ketanggungan dengan memanfaatkan teknologi yang semakin berkembang. Sehingga diharapkan ibu-ibu anggota PKK tersebut dapat merintis usaha dan memasarkannya dengan penggunaan media sosial yang sudah dimiliki. Mengingat permasalahan yang sering ditemui di beberapa warga adalah memiliki kesulitan dalam hal pemasaran.
18
Untuk materi yang diberikan memfokuskan pada aplikasi Instagram dan Shopee disajikan berupa PPT (Power Point) dan dipresentasikan oleh salah satu mahasiswa KKN. Supaya sasaran dapat lebih memahami dan dapat mempraktekkannya di rumah, kami menyediakan hardfile materi untuk dibawa pulang. Selain itu di akhir pemberian materi, kami juga memberikan kesempatan untuk ibu-ibu anggota PKK untuk tanya jawab kepada pemateri agar mengetahui lebih jelas pemanfaatan media sosial baik shopee maupun instagram untuk pemasaran.
Di dalam materi, kami membahas beberapa alasan dan keuntungan menggunakan masing-masing aplikasi tersebut agar sasaran percaya dan berminat untuk mencoba menggunakannya. Setelah itu kami langsung memaparkan cara membuat akun pada masing-masing aplikasi dengan berupa gambar langkah-langkah pembuatan. Ibu-ibu anggota PKK sangat memperhatikan berbagai langkah yang sudah disampaikan pemateri sehingga ibu-ibu anggota PKK mampu memasarkan produk yang dimiliki di media sosial shopee dan instagram.
Hasil Kegiatan
Pemasaran produk local di Indonesia memang kurang mendapat perhatian dari masyarakat luas karena sebagian masyarakat Indonesia juga memandang sebelah mata produk local itu sendiri. Maka dari itu program kerja dari KKN UNNES 2019 yaitu mengadakan penyuluhan social media untuk membantu pemasaran produk sirup jahe dan juga permen jahe sebagai hasil produk
19
unggulan kelompok PKK Desa Ketanggungan. Dalam program kerja penyuluhan social media untuk pemasaran sirup jahe yang merupakan potensi milik desa ketanggungan dalam pemanfaatan tanaman obat keluarga yang ada di desa ketanggungan salah satunya adalah tanaman jahe.
Dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan masyarakat desa Ketanggungan dan memanfaatkan media sosial yang dimiliki dalam hal pemasaran, hal ini juga merupakan kesempatan emas bagi warga dalam memulai berbisnis dengan memanfaatkan produk dan potensi tanaman obat keluarga (TOGA) yang dimiliki Desa Ketanggungan tersebut.
Anggota PKK Desa Ketanggungan memiliki antusias yang sangat tinggi dalam mengikuti kegiatan ini. Hal tersebut ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan dalam pembuatan akun shopee maupun instagram yang sudah dijelaskan pemateri. Selain itu beberapa dari masyarakat Desa Ketanggungan juga meminta mahasiswa untuk datang ke rumah dan mengajarkan cara menjual produk dan transaksi dengan penggunaan aplikasi shopee dan media sosial instagram, facebook dan sebagainya.
Luaran
Target luaran yang diharapkan dengan adanya kegiatan ini adalah masyarakat yang ada di desa ketanggungan dapat termotivasi untuk mampu memanfaatkan media sosial dalam pemasaran produk yang dikelola oleh kelompok PKK Desa
20
Ketanggungan. Luaran dari pembuatan sosmed adalah anggota PKK Desa Ketanggungan memiliki akun promosi dengan menggunakan sosial media shopee dan instagram dengan modal yang tidak terlalu banyak hanya dengan menggunakan internet dan ponsel sudah bisa menjangkau luas pemasaran.
Sehingga dari kami mengadakan penyuluhan tersebut agar masyarakat desa ketanggungan mampu menjadikan aplikasi shopee dan instagram sebagai media pemasaran di kalangan masyarakat desa dan menjangkau luas pelanggan. Dengan diberikan informasi ini, diharapkan masyarakat Desa Ketanggungan lebih tepatnya Organisasi KTI (Ketanggungan Toga Indah) dapat memiliki sebuah akun di kedua aplikasi tersebut sehingga dapat memulai untuk menjual produk-produk olahan toganya secara online.
Dengan adanya kegiatan penyuluhan tersebut, perkembangan ekonomi masyarakat di sekitar Desa Ketanggungan memiliki kemajuan dan dapat diketahui oleh masyarakat umum karena manfaat dari sirup jahe juga sangat baik untuk kesehatan. Selain itu, dengan teknik pemasaran yang sudah disosialisasikan bisa menambah pendapatan masyarakat Desa Ketanggungan. Pemanfaatan social media untuk pemasaran sangatlah cocok untuk perkembangan teknologi saat ini dimana dengan semakin canggihnya social media dan jangkauan yang lebih luas mampu memperkenalkan produk unggulan Desa Ketanggungan ke masyarakat umum.
21
Penutup
Media sosial menjadi bagian yang sangat diperlukan oleh pemasaran bagi banyak perusahaan dan merupakan salah satu cara terbaik untuk dapat menjangkau luasnya pasar ataupun pelanggan. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang semakin pesat diharapkan bisa menjangkau ke warga pedesaan juga. Tujuan diadakannya program kerja ini adalah untuk menumbuhkan jiwa wirausaha ibu-ibu PKK Desa Ketanggungan dengan memanfaatkan teknologi yang semakin berkembang. Sehingga diharapkan ibu-ibu anggota PKK tersebut dapat merintis usaha dan memasarkannya dengan penggunaan media sosial yang sudah dimiliki. Mengingat permasalahan yang sering ditemui di beberapa warga adalah memiliki kesulitan dalam hal pemasaran. Anggota PKK Desa Ketanggungan memiliki antusias yang sangat tinggi dalam mengikuti kegiatan ini. Hal tersebut ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan dalam pembuatan akun shopee maupun instagram yang sudah dijelaskan pemateri.
22
BIDANG KESEHATAN
Penyuluhan pola hidup sehat & tanaman obat
23
A. Penyuluhan Pola Hidup Sehat dan Tanaman
Obat
Penyuluhan pola hidup sehat dan tanaman obat dilaksanakan di Desa Ketanggungan pada hari Jum’at tanggal 25 Oktober 2019 dengan sasaran ibu – ibu atau orang tua. Penyuluhan adalah kegiatan yang dilakukan bersama masyarakat yang bertujuan mengedukasi atau memberi informasi kepada masyarakat melalui penyebaran pesan. Penyuluhan ini dilakukan untuk mengajarkan kepada ibu – ibu agar mereka sadar dan paham banyak tumbuhan disekitar yang bisa dimanfaatkan tanpa menggunakan obat obatan dari dokter. Agar mereka terbiasa akan hidup sehat.
24
Latar Belakang
Perilaku hidup sehat adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran dari hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Pengetahuan tentang tanaman toga atau disebut tanaman yang bisa di manfaatkan untuk kesehatan sebenarnya mudah dipelajari sendiri dengan di dukungnya media informasi yang sudah sangat berkembang. Selain itu, usia lanjut adalah usia dimana seseorang harus menjaga tubuh nya dengan baik dan jika tidak dan terlalu berlebihan menggunakan obat obatan akan berpotensi timbulnya penyakit komplikasi ddalam tubuh yang sangat berbahaya.
Kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat di desa Ketanggungan sendiri masih rendah. Banyak ibu ibu yang masih belum menggunakan tanaman toga sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit mereka secara teratur dengan baik dan benar. Dari hal tersebut KKN Universitas Negeri Semarang mengajukan program kerja yaitu Penyuluhan pola hidup sehat yang diadakan di balai desa di desa ketanggungan.
Pelaksanaan Kegiatan
Penyuluhan pola hidup sehat dengan menggunakan tanaman toga tersebut bekerja sama dengan kader ibu ibu PKK di Desa
25
Ketanggungan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan ibu ibu atau orangtua dapat mengetahui dan sadar akan pentingnya menjaga kesehatan organ organ didalam tubuh, karena menjaga kondisi tubuh merupakan hal yang harus dilakukan oleh setiap orang, terlebih bagi orangtua atau ibu – ibu yang sudah terbiasa menggunakan obat obatan yang terlalu berlebihan.
Penyuluhan diadakan di Balai Desa di Desa Ketanggungan yang dihadiri oleh warga sekitar terkhusus ibu ibu dan usia lanjut. Materi penyuluhan disampaikan berurutan mulai dari penjelasan mengenai pola hidup sehat dengan penjelasa, pola makan 4 sehat 5 sempurna, penjelasan mengenai taman toga, dan dilanjutkan dengan beberapa contoh tanaman toga yang mudah didapatkan dan dikomsumsi sebagai obat untuk mengurangi rasa sakit yang dirasakan didalam tubuh. Untuk sesi akhir,semua tamu undangan akan diberikan sesi tanya jawab yang sudah disediakan hadiah sebagai reward agar tamu undangan bisa lebih aktif dan memperhatikan dalam penyampaian materi. Setelah materi penyuluhan selesai, dilanjut dengan penjelasan secara detail dan pembagian buku yang berisi didalam nya ada penjelasan mengenai cara mengkonsumsi dan menggunakan.
Hasil Kegiatan
Dari program kerja yang dilaksanakan yaitu penyuluhan pola hidup sehat dengan menggunakan beberapa tanaman toga, para ibu – ibu bisa mengetahui tanaman apa saja yang bisa digunakan sebagai obat alternatif.
26
Luaran
Penyuluhan pola hidup sehat yang diadakan di Balai Desa Ketanggungan berjalan dengan lancar. Dari Penyuluhan ini kami mendapatkan respon yang sangat baik dari masyarakat dan kader PKK. Pihak Desa Ketanggungan pun berterimakasih atas sudah diadakan penyuluhan pola hidup sehat di Desa Ketanggungan yang mayoritas belum menyadari menjalani pola hidup sehat sangatlah mudah. Besar harapan kami, setelah penyuluhan ini, informasi yang kami sampaikan dapat berguna bagi murid-mibu ibu dan masyrakat yang sudah mengikuti acara kegiatan penyuluhan kami dan kami berharap murid-murid dapat menerapkan pola hidup sehat dengan baik.
Penutup
Program kerja ini bertujuan agar masyarakat Desa Ketanggungan dapat memanfaatkan sumber daya tanaman toga yang ada di Desa Ketanggungan sebagai sarana obat alternatif. selain itu, program kerja ini dapat memberikan ilmu pengetahuan baru bagi mahasiswa KKN UNNES dan masyarakat Desa Ketanggungan.
27
B. Penyuluhan Kebersihan Tubuh
Penyuluhan cuci tangan dan gosok gigi yang dilaksanakan di SD N 01 Ketanggungan pada hari Rabu tanggal 30 Oktober 2019 dengan sasaran adek-adek kelas 4. Penyuluhan adalah kegiatan yang dilakukan bersama masyarakat yang bertujuan mengedukasi atau memberi informasi kepada masyarakat melalui penyebaran pesan.Penyuluhn ini dilakukan untuk mengajarkan kepada anak anak sejak dini, mengingat betapa pentingnya menggosok gigi dan mencuci tangan yang benar
28
Pelaksanaan Kegiatan
Latar Belakang
Salah satu contoh penerapan PHBS adalah cuci tangan dengan sabun dan gosok gigi secara teratur . Pegetahuan tentang cuci tangan dan gosok gigi yang baik dan benar sebaiknya dimulai dari tatanan Sekolah Dasar karena sekolah dipandang sebagai sebuah tempat yang strategis untuk mempromosikan kesehatan dan akan lebih tertanam lebih baik dan lebih lama apabila mulai ditanamkan sejak usia dini. Selain itu, usia sekolah termasuk kedalam kelompok usia dini yang merupakan masa keemaasan untuk menanamkan nilai-nilai dan berpotensi sebagai agent of change untuk mempromosikan cuci tangan dengan sabun dan gosok gigi secara teratur baik di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Kesadaran akan pentingnya cuci tangan pakai sabun dan gosok gigi secara teratur di desa Ketanggungan sendiri masih rendah. Banyak anak-anak yang belum bisa menerapkan perilaku cuci tangan pakai sabun dan gosok gigi secara teratur dengan baik dan benar. Dari hal tersebut KKN Universitas Negeri Semarang mengajukan program kerja yaitu Penyuluhan cuci tangan dan gosok gigi yang diadakan di SD N 01 Ketanggungan.
Penyuluhan cuci tangan dan gosok gigi tersebut bekerja sama dengan SD N 01 Ketanggungan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan
29
Hasil Kegiatan
tujuan agar anak-anak dapat mengetahui dan sadar akan pentingnya menjaga kesehatan mulut dan gigi, karena menjaga gigi merupakan hal yang harus dilakukan oleh setiap orang, terlebih bagi anak-anak yang masih memiliki gigi susu, penyakit gigi yang sering ditemui pada anak-anak adalah pembusukan gigi yang disebabkan oleh bakteri dari sisa makanan yang sering dicerna oleh anak-anak.
Penyuluhan diadakan di ruang kelas 4 SD N 01 Ketanggungan yang dihadiri oleh semua murid kelas 4. Kegiatan penyuluhan diawali dengna pengkondisian kelas dilanjut dengan pengisian materi. Materi penyuluhan disampaikan berurutan mulai dari sikat gigi yang baik dan benar sampai dengan cuci tangan pakai sabun. Aktivitas tanya jawab kepada siswa juga dilakukan. Peserta yang berani maju ke depan untuk melakukan praktek gosok gigi dan cuci tangan dengan benar akan diberi reward atau hadiah. Untuk menambah semangat siswa, materi penyuluhan gosok gigi dan cuci tangan juga menampilkan video dan juga dibuat nyanyian untuk mempermudah siswa menirukan gerakan gosok gigi dan cuci tangan dengan tepat. Setelah materi penyuluhan selesai, dilanjut praktik di lapangan. Kegiatan pertama dalah sikat gigi kemudian disusul dengan cuci tangan bersama. Setelah praktik selesai, para siswa kembali ke ruang kelas. Di kelas diadakan Tanya jawab mengenai materi dn praktik yang telah dilaksanakan.
Dari Program kerja yang dilaksanakan yaitu Penyuluhan cuci tangan dan gosok gigi , para murid sudah bisa mempraktikkan
30
Luaran
Penutup
bagaimana cara menggosok gigi dan cuci tangan pakai sabun dengan baik dan benar.
Penyuluhan menggosok gigi dan mencuci tangan yang kami adakan di SDN 01 Ketanggungan berjalan sangat lancar. Dari Penyuluhan ini kami mendapatkan respon yang sangat baik dari murid-murid dan pihak sekolah. Murid-murid sangat mau belajar bersama kami. Pihak sekolah pun berterima kasih karena mengadakan kegiatan penyuluhan ini di SDN 01 Ketanggungan Besar harapan kami, setelah penyuluhan ini, informasi yang kami sampaikan dapat berguna bagi murid-murid yang sudah mengikuti acara kegiatan penyuluhan kami dan kami berharap murid-murid dapat menggosok gigi dan mencuci tangan dengan rajin sesuai apa yang kami ajarkan dan jelaskan.
Demikian pemaparan Program Kerja KKN Universitas Negeri Semarang di Desa Ketanggungan Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal semoga dengan terlaksananya Program kerja ini menambah wawasan bagi Mahasiswa KKN Universitas Negeri Semarang serta dapat memberikan dampak positif bagi adek-adek di desa Ketanggungan sendiri.
31
BIDANG LINGKUNGAN
Pengadaan Tong Sampah
Pembuatan Taman Desa
32
A. Pengadaan Tong Sampah
Pengadaan Tong Sampah bekerja sama dengan pemerintah Desa Ketanggungan. Tempat yang menjadi sasaran penempatan tempat sampah tersebut terletak di beberapa lokasi Desa Ketanggungan. Program kerja ini bermaksud untuk meminimalisir pembuangan sampah yang sembarangan di Desa Ketanggungan yang memiliki tingkat kesadaran membuang samapah pada tempatnya masih rendah.
33
Latar Belakang
Pelaksanaan Kegiatan
Sampah memang menjadi masalah dimana saja baik dikota maupun didesa, penanggulangan yang masih dengan cara apa adanya yang membuat sampah tak menemukan solusi yang pasti. Seperti yang kami temukan didesa Ketanggungan Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal ini, kami selaku mahasiswa kkn unnes yang menjunjung semangat konservasi sangat prihatin dengan lingkungan didesa ini yang masih banyak ditemukan sampah-sampah berserakan dimana-mana. Warga juga berperan besar dari terjadinya fenomena sampah yang masih dibuang tidak pada tempatnya ini, karena warga beranggapan dengan membuang sampah secara sembarangan akan menyelesaikan masalah sampah didesa ini. Dengan demikian mahasiswa kkn didesa Ketanggungan berinisiatif untuk melakukan pengadaan tempat sampah guna mengurangi jumlah sampah yang terbuang secara sembarangan dengan menaruh tempat sampah tersebut dititik-titik sentral didesa Ketanggungan.
Pelaksanaan pengadaan tempat sampah di Desa Ketanggungan Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal, dilaksanakan pada tanggal 31 Oktober 2019. Ada delapan titik sentral yang menurut kami dan yang sudah kami konsultasikan kepada perangkat desa delapan titik tempat tersebut
34
Hasil Kegiatan
Luaran
Musola Al Ikhlas
SD Negeri 01 Ketanggungan
Masjid Baiturrahman Desa Ketanggungan Balai Desa Ketanggungan
Paud Al Ikhlas
Posko Kkn Unnes Desa Ketanggungan MI Infarul Ghay Desa Ketanggungan Taman Kanak-kanak
Dari program kerja yang dilaksanakan yaitu pengadaan tong sampah Desa Ketanggungan, saat ini tempat sampah pun sudah terbagi di tempat-tempat yang sentral di Desa Ketanggungan Kabupaten Tegal. Tempat sampah tersebut menambah semangat masyarakat untuk mengelola sampah dengan bijaksana, perhatian warga Desa Ketanggungan khususnya untuk dapat menjaga lingkungan sekitar agar lestari bersih dan tidak ada tumpukkan-tumpukkan sampah yang dapat menjadikan beberapa sumber penyakit dan bencana bagi warga Desa Ketanggungan.
Pengadaan Tempat sampah diharapkan mengugah kepedulian warga masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar. Menambah kedisiplinan warga dalam
35
Penutup
menjaga lingkungan dan meningkatkan kesadaran warga Desa Ketanggungan akan pentingnya arti hidup bersih.
Semoga dengan pengadaan tong sampah tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar mengenai manfaat menjaga lingkungan sekitar dengan membuang sampah pada tempatnya
36
B. Pembuatan Taman Toga
Pembuatan Taman Toga bekerja sama dengan pemerintah Desa Ketanggungan. Taman Toga tersebut terletak di sebuah lahan kosong yang berada di belakang SD N 01 Ketanggungan. Program kerja ini bermaksud untuk membuat taman desa yang berisikan tanaman obat keluarga yang sebenarnya tanaman tersebut sangat mudah dijumpai di Desa Ketanggungan yang memiliki banyak khasiat untuk keluhan penyakit sehari-hari. Taman Toga ini berisikan berbagai jenis tanaman obat yang dibagi menjadi 3 khasiatnya yaitu untuk menangani Diabetes, Kecantikan dan juga Masalah Kewanitaan.
37
Latar Belakang
Desa Ketanggungan terkenal akan budidaya tanaman obat yang sudah maju ke tingkat provinsi. Namun kendala yang dimiliki oleh Desa Ketanggungan yaitu dikarenakan tanaman obat tersebut berada di sebuah taman yang terletak di halaman rumah warga bernama Bapak Karso sehingga taman toga tersebut menjadi milik pribadi Bapak Karso. Sehingga apabila Desa akan mengajukan proposal mengenai taman Desa akan terhambat karena taman toga tersebut masih menjadi milik bapak karso dan dikelola sendiri. Selain hal tersebut tanaman yang berada di taman toga bapak karso pun tidak begitu lengkap karena taman yang berada di halaman rumah hanya berukuran sekitar 4 x 6 m.
Dari hal tersebut KKN Universitas Negeri Semarang mengajukan program kerja yaitu pembuatan Taman Toga yang menjadi milik Desa Ketanggungan sendiri. Pembuatan Taman Toga ini dibangun atas dasar ide Mahasiswa KKN Universitas Negeri Semarang yang melihat banyaknya potensi tanaman obat yang terdapat di Desa Ketanggungan sendiri namun tidak dirawat serta dimanfaatkan dengan baik. Masih banyak warga Desa Ketanggungan yang bergantung pada obat yang dibeli di warung-warung tertentu padahal dilingkungan sekitar pun banyak tanaman yang dapat dimanfaatkan dengan baik.
38
Pelaksanaan Kegiatan
Tahap awal yang dilakukan yaitu pengadaan tanah untuk menjadi dasar penanaman tanaman dikarenakan tanah yang berada di lahan kosong tersebut masih sangat tandus. Setelah pengadaan tanah, tahap selanjutnya yaitu tanah tersebut diratakan seluas lahan yang akan dibangun Taman Toga . Perataan tanah pun membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu sekitar 3 hari. Setelah tahap tersebut selesai mahasiswa dan pemerintah Desa Ketanggungan pun membeli material yang akan digunakan dalam pembuatan Taman Toga tersebut. Setelah material tersedia tahap selanjutnya yaitu pembangunan Taman Toga, dalam tahap ini memerlukan waktu yang lama yaitu sekitar 3 minggu. Setelah tahap ini selesai tahap selanjutnya yaitu membasahi tanah yang akan digunakan untuk menanam agar tidak begitu tandus. Setelah selesai tahap akhirnya yaitu mulai penanaman tanaman toga .
Taman Toga ini dibuat dalam jangka waktu sekitar 4 minggu. Dalam pembuatan taman ini KKN Universitas Negeri Semarang selain bekerja sama dengan Pemerintah Desa Ketanggungan juga menggandeng bapak harso selaku ahli bangunan untuk mahasiswa berkonsultasi desain taman yang baik. Selain Pak Harso KKN Universitas Negeri Semarang juga menggandeng pak Karso selaku pemilik taman toga pribadi yang paham akan tanaman obat keluarga . Dalam pembuatan Taman Toga itu sendiri mahasiswa ikut andil dalam tahap pengadaan serta
39
Hasil Kegiatan
Luaran
pemerataan tanah dilokasi pembangunan. Selain itu Mahasiswa KKN Universitas Negeri Semarang juga ikut andil dalam pembangunan serta pengadaan tanaman obat keluarga dari hasil iuran Mahasiswa KKN itu sendiri.
Dari program kerja yang dilaksanakan yaitu pembangunan Taman Toga Desa Ketanggungan, saat ini Taman Toga pun sudah berdiri di Belakang SD N 01 Ketanggungan yang beralamatkan di Jalan Topik Ismail No.1 Desa Ketanggungan Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal. Taman Toga tersebut di desain semanrik mungkin agar dapat menarik perhatian warga Desa Ketanggungan khususnya dapat mengembangkan Taman Toga ini menjadi lebih besar lagi dan mempunyai manfaat yang sangat besar bagi warga, khususnya warga Desa Ketanggungan.
Pembangunan taman toga ini diharapkan mampu menjadi sarana Desa dalam memperkenalkan Desa Ketanggungan ke masyarakat luas, selain itu juga sebagai aset yang dimiliki oleh desa sehingga dalam setiap pengajuan proposal mengenai taman toga Desa Ketanggungan tidak memiliki hambatan ke depannya. Taman Toga tersebut terletak di Belakang SD N 01 Ketanggungan yang diharapkan mampu menjadi sarana pembelajaran dan juga studi banding bagi sekolah lain yang akan meninjau. Untuk kedepannya Mahasiswa KKN Universitas Negeri Semarang berharap Taman Toga
40
Penutup
tersebut dapat dirawat dengan baik dan juga di kembangkan lagi untuk taman serta jenis tanamannya sehingga akan lebih lengkap dan lebih bermanfaat bagi orang lain khusunya warga Desa Ketanggungan.
Semoga dengan terciptanya Taman Toga tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar mengenai manfaat yang sangat banyak dari tanaman obat yang ada di lingkungan sekitar.
41
C. Kerja Bakti
Kerja bakti merupakan kegiatan berbasis gotong royong yang dilakukan oleh masyarakat sebagai bentuk solidaritas antar tetangga. Selain itu kerja bakti juga bertujuan untuk meningkatkan mutu kebersihan lingkungan sekitar. Kerja bakti di Desa Ketanggungan dilaksanakan setiap dua minggu sekali dengan waktu yang kondisional dan sesuai kebutuhan.
42
Latar Belakang
Pelaksanaan Kegiatan
KKN Unnes Desa Ketanggungan dalam hal ini ikut andil kerja bakti dengan masyarakat untuk meningkatkan kebersamaan masyarakat dan mewujudkan kebersihan lingkungan. Kerja bakti dilakukan secara sukarela oleh masyarakat, namun bersifat wajib bagi KKN karena salah satu dari program kerja kami. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjalin keakraban dengan seluruh elemen masyarakat Desa Ketanggungan.
Kerja bakti di Desa Ketanggungan rutin diadakan setiap dua minggu sekali dengan berganti-ganti RW (Rukun Warga). Kegiatan ini dilakukan secara bergantian hari, misalnya dilaksanakan hari jum’at setelah senam sehat dan ada pula yang dilakukan pada hari minggu.
Kerja bakti pertama dilakukan di balai desa dan sekitarannya (Rukun Warga 02) dengan agenda bersih-bersih. Pada kerja bakti ini, KKN Unnes dibagi menjadi beberapa kelompok kerja. Ada yang bertugas membersihkan balai desa, kemudian ada juga yang bertugas membersihkan lingkungan sekitar seperti got, parit, jalanan dll. Kelompok yang bersih-bersih balai desa melakukan tugas seperti halnya menyapu halaman balai desa, menyapu dan mengepel balai desa, merapikan dapur, dll.
43
Kerja bakti kedua dilaksanakan di RW 01 dekat MI Infarul Ghay dengan agenda pembuatan jembatan. Pembuatan jembatan ini bertujuan untuk memudahkan aksesibilitas warga. Awalnya, jembatan berukuran kecil, kurang lebih hanya seukuran satu motor yang dapat lewat. Sehingga pembangunan jembatan ini diharapkan dapat memperluas ukuran jembatan dan menambah daya tahan kontruksi jembatan dengan memperkokohnya menggunakan material bangunan. Pada tahap permulaan, masyarakat dengan dibantu mahasiswa KKN melakukan pemugaran tepian jembatan. Kemudian membuat area di sekitar jembatan netral (tidak ada vegetasi atau bangunan yang menghambat proses pembuatan).
Kerja bakti ketiga juga dilaksanakan di Rukun Warga 01 untuk melanjutkan proses pembangunan jembatan. Masyarakat bersama dengan mahasiswa KKN melakukan gotong royong dalam proses pembuatan jembatan seperti mengangkut material jembatan berupa pasir dan batu dengan menggunakan gerobak. Selain itu, mahasiswi juga aktif dalam menjamu masyarakat yang sedang berkerja bakti. Sehingga pembagian tugas tersebut dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Hal ini menyesuaikan situasi dan kondisi. Pada dasarnya, masyarakat yang turut serta dalam kerja bakti adalah kalangan laki-laki. Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat mahasiswi KKN untuk turut serta membantu.
44
Hasil Kegiatan
Luaran
Kerja bakti di Desa Ketanggungan berhasil dilaksanakan. Hal ini terbukti dengan meningkatnya kebersihan lingkungan sekitar dan terbangunnya jembatan di RW 01 dekat MI Infarul Ghay. Kerja bakti dapat terlaksana dengan baik karena dukungan berbagai pihak salah satunya KKN Unnes dalam hal ini. Kerja sama yang solid antara masyarakat dan KKN Unnes memberikan hasil yang nyata. Hal ini dapat tercapai karena adanya semangat pantang menyerah berbagai pihak. Karena kerja bakti dilakukan dengan kerja sukarela, maka ketercapaiannya adalah hal yang sangat baik bagi kemajuan Desa Ketanggungan itu sendiri.
Berdirinya jembatan penghubung ini lebih memudahkan arus mobilitas masyarakat, karena ukuran jembatan yang lebih luas dan konstruksi yang lebih kokoh.
Kerja bakti diharapkan dapat meningkatkan solidaritas antar masyarakat dan mutu kebersihan ligkungan sekitar. Karena pada dasarnya kerja bakti berlandaskan pada nilai-nilai gotong royong, maka kekompakan diantara masyarakat diharapkan dapat tercapai. Selain itu, dengan adanya program kerja ini, mahasiswa KKN diharapkan dapat memetik hikmah dalam segala prosesnya.
45
Penutup
Program kerja bakti nantinya dapat dilanjutkan oleh masyarakat dengan berbagai agenda baru. Kerja bakti di Desa Ketanggungan dapat menciptakan kemajuan bagi desa dan meningkatkan hubungan antar masyarakat agar semakin solid. Masyarakat yang guyub dan rukun dapat mewujudkan lingkungan masyarakat yang sejahtera dan damai.
46
BIDANG RELIGI
Nobar CERIA (Cerita Nabi Islamic History Al
Qur’an)
Kegiatan nobar ini merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) di Desa Ketanggungan dalam rangka peringatan maulid Nabi Muhammad
47
Latar Belakang
Pelaksanaan Kegiatan
NOBAR merupakan sebuah kegiatan menonton sebuah film atau video yang dilakukan secara bersama – sama. Nobar merupakan kata gaul yang sering digunakan oleh golongan masyarakat atau komunitas tertentu. Salah satu kegiatan nobar yang sering dilakukan adalah nobar acara sepak bola. Sebuah komunitas pecinta sepak bola seringkali mengadakan acara nobar ketika tim yang mereka banggakan sedang bertanding. Namun ada yang berbeda dengan nobar yang diselenggarakan oleh mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) ini. Nobar ini dilakukan untuk menambah literasi anak karena dengan menonton, anak – anak dapat memahami suatu hal yang disampaikan dalam film tersebut.
Kegiatan nobar ini merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) di Desa Ketanggungan. Dalam rangka peringatan maulid Nabi Muhammad
48
Hasil Kegiatan
Luaran
SAW, mahasiswa KKN menyelenggarakan acara nobar film kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini dikhususkan untuk anak – anak. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menambah literasi anak. Saat ini, minat baca anak semakin menurun. Anak – anak lebih menyukai bermain gawai daripada membaca buku – buku dongeng atau bermain bersama anak – anak sebaya mereka. Padahal, minat baca anak harus mulai diterapkan kepada anak – anak sejak dini. Dari kegiatan membaca, anak – anak bisa mendapatkan banyak ilmu dan pengetahuan.
Tujuan dalam kegiatan ini adalah menambah literasi anak mengenai kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 11 November 2019 pukul 13.00 bertempat di posko KKN UNNES Desa Ketanggungan. Kegiatan ini dihadiri oleh 20 anak dengan usia 7 – 10 tahun. Kegiatan ini berjalan dengan lancar.
Anak – anak dapat mengetahui cerita kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir dan dapat menambah kecintaan anak – anak dari dini kepada Nabi Muhammad SAW.
Anak – anak dapat mengetahui cerita hidup Nabi Muhammad SAW mulai dari beliau dalam kandungan sampai dilahirkan dan bahkan sampai Nabi Muhammad SAW dianggkat menjadi rasul dan menerima wahyu pertama
49
Penutup
Kegiatan literasi anak ini diharapkan dapat diterapkan dengan rutin supaya anak mendapatkan banyak literasi. Kegiatan literasi dapat dilakukan tidak hanya dari membaca, kegiatan literasi dapat dilakukan dengan dilaksanakannya kegiatan nonton bersama ataupun melalui kegiatan dongeng. Inovasi – inovasi baru perlu diterapkan untuk menarik minat anak dalam melakukan kegiatan literasi supaya dapat menambah wawasan, ilmu dan pengetahuan anak. Semoga dari kegiatan ini, masyarakat dapat lebih memperhatikan kegiatan anak supaya dapat lebih bermanfaat.
50
PENUTUP
A. Simpulan
Dengan melihat pada permasalahan yang terjadi di Desa Ketanggungan Kecamatan Dukuhturi, dapat kita tarik kesimpulan bahwa desa ini memerlukan perhatian yang serius dari pemerintah baik oleh pemerintah daerah maupun oleh pemerintah provinsi terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Kehadiran mahasiswa KKN UNNES sedikit membantu masyarakat Desa. Melalui Kegiatan KKN diharapkan akan membawa perubahan dalam membangun masyarakat menjadi lebih baik. Kegiatan ini bukan hanya untuk mengabdi kepada masyarakat tetapi juga dalam rangka menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
B. Saran
1. Kepada Pemerintah Daerah dan Provinsi agar lebih memperhatikan pembangunan desa sebagai pangkal pembangunan nasional.
2. Kepada Universitas Negeri Semarang agar program KKN harus terus dijalankan, melihat pada desa-desa
51
yang tertinggal yang sekiranya masih memerlukan perhatian dan upaya perubahan kearah yang lebih baik.
3. Kepada pemerintahan, instansi-instansi terkait agar kiranya memperhatikan aspirasi dari bawah kalangan masyarakat, mendukung program-program yang berorientasi pada pembangunan desa, program KKN salah satunya, dukungan yang diharapkan bukan hanya moril tetapi tindakan nyata melalui upaya realisasi program dan aspirasi.
52
HASIL DOKUMENTASI
Bimbingan Belajar
53
54
Sosialisasi Penggunaan Sosial Media
55
Penyuluhan Kebersihan Tubuh
56
57
Kerja Bakti
58