HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Lokasi Penelitian
B. Kerja Sama Pemerintah Daerah dan BPJS Dalam Maningkatkan Pelayanan Kesehatan di Desa Rampunan Kecamatan Masalle
3. Kerjasama Pemerintah Daerah dan BPJS Kesehatan dalam Hal Sarana Prasaran
dengan adanya BPJS Kesehan tidak perlu lagi membayar biaya pengobatan setiap kali harus berobat ke puskesmas akan tetapi masyarakat sekalu peserta BPJS Kesehatan sedikit merasa terbebani dengan kewajiban membayar iuran setiap bulan sesuai dengan besarnya iuran yang telah ditentukan oleh pemerintah dan BPJS Kesehatan, mengingat masyarakat di Desa Rampunan hanya bisa mengandalkan hasil tani yang penghasilann dari hasil bertani itu tidaklah menentu setiap bulannya.
3. Kerjasama Pemerintah Daerah dan BPJS Kesehatan dalam Hal Sarana Prasaran
Menyongsong pelaksanaan BPJS 2014 inilah banyak hal yang harus dipersiapkan baik oleh pemerintah di tingkat pusat dan pemerintah tingkat daerah. Pembangunan infrastruktur yang terus dipercepat, persiapan distribusi sumber daya manusia untuk mendukung pelayanan kesehatan terus dilakukan, peraturan-peraturan seperti RPP tentang pengelolaan keuangan, aspek BPJS Kesehatan, rancangan Perpres tentang besaran iuran jaminan kesehatan, Perpres tentang dewan pengawas dan direksi BPJS, Permenkes turunan tentang Jaminan Kesehatan Masyarakat yang terus digodok, sampai dengan bagaimana pengawasan yang akan dilakukan pada saat pelaksanaan BPJS tahun 2014.
Pernyataan dikemukakan oleh kepala/staf Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang:
“Begini dek, untuk masalah sarana prasarana sendiri kami tidak memberikan bantuan berupa barang secara langsung tapi kami hanya memberikan bantuan dana kapitasi berupa uang kepada penyedia layanan (RS&Puskesmas), karena peskesmas wajib memiliki sarana yan
menunjang pelayanan kesehatan di puskesmas.Nah, dana itu menjadi tanggunga jawab merekan untuk mempergunakannya atau membelanjakannya sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh mereka seperti ATK,alat kesehtan,bahan habis pakai dan obat (Hasil wawancara dengan HS,04 November 2015).
Hasil wawancara di atas didukung oleh teori kerjasama dimana dalam membangun kerjasama tersebut dapat di dasarkan atas hak,kewajiban dan tanggung jawab masing-masing pihak untuk mencapai tujuan. Dari hasil wawancara di atas yang membahas tentang sarana prasarana yang diberikan kepada penyedia layanan kesehatan (RS dan Puskesmas) diketahui bahwa Pemerintah telah memberikan bantuan walau bukan berupa barang tapi berupa dana dalam bentuk uang yang dimana pemerintah telah memanfaatkan kerjasama dengan pihak BPJS Kesehatan di Kabupaten Enrekang. Dana yang diberikan dapat bermanfaat dalam menunjang pengembangan sarana prasarana di tempat pentedia layanan Kesehatan (RS dan Puskesmas). Dana tersebut sudah menjadi hak, taggung jawab dan kewajiban dari pihak penyedia layana (puskesmas) untuk di pergunakan sesuai dengan kebutuhan sarana dan prasarana puskesmas.
Pernyataan serupa juga di kemukakan oleh staf dari perusahaan BPJS Kesehatan di Kabupaten Enrekang :
“seperti halnya pembiayaan, kami juga hanya memberikan bantuan berupa uang untuk menunjang sarana prsarana dari penyedia layanan (RS&Puskesmas) mereka belanjakan dan gunakan untuk keperluan mereka misalnya di belanjakan untuk ATK (Alat Tulis Kantor), membayar jasa propesional, membeli obat untuk pasien (wawancara dengan informan AM, 04 November 2015)
67
.
Seperti halnya dalam wawancara dengan kepala/staf perusahaan BPJS Kesehatan yang membahas tentang pengembangan sarana prasarana dapat di ambil kesimpulan bahwa pihak BPJS Kesehatan telah memberikan bantuan kepada penyedia layanan walaupun bukan dalam bentuk barang langsung tetapi bantuan berupa dana untuk di belanjakan sesuai dengan keperluan puskesmas dalam menunjang upaya peningkatan kesejahteraan kesehatan masyarakat di Desa Rampunan Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang.
Penyataan dikemukakan oleh kepala/staf desa Rampunan :
“kami sebagai pemerintah daerah hanya bisa menyediakan tempat untuk digunakan kalau seumpama penyedia layanan (Puskesmas) dan BPJS Kesehatan akan melaksanakan sosialisasi atau penyuluhan kepada masyarakat selempa (Hasil wawancara dengan AR,16 November 2015).
Pemerintah daerah kabupaten Enrekang telah berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui pemerintah kecamatan dan pemerintah daerah dengan upaya meningkatkan kesehatan masyarakat di Desa Rampunan Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang, pemerintah mengatur masyarakat peserta BPJS Kesehatan dengan selalu mendampingi dalam proses, baik dalam bentuk penyuluhan yang dilaksanakan oleh penyedia layanan (puskesmas) dan pihak BPJS Kesehatan.
Pernyataan serupa juga di kemukakan oleh kepala/staf Kecamatan Masalle:
“sarana prasarana ya, kalau di sini kami bekerjasama dengan kantor-kantor Desa untuk menyediakan tempat dan keperluan alat-alat yang digukan oleh penyedia layanan dan BPJS Kesehatan untuk menunjang berjalannya kegiatan apabila mereka akan mengadakan sosialisasi kepada Masyarakat terkait BPJS (Hasil wawancara dengan SY, 12 Novemeber 2015).
Dari wawancara dengan informan diatas telah didukung oleh teori dari Moh.
Jafar Hafsah yanga mengatakan bahwa manfaat Efisiensi dari kerjasama adalah cara kerja yang hemat, tidak terjadi pemborosan dan menunjukan keadaan menguntungkan baik di lihat dari segi waktu,tenaga, maupun biaya. Ini dapat di capai karena dalam kerjasama terdapat pihak-pihakyang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama sesuai dengan peran dan kemampuan masing-masing yang dimiliki. Contohnya: Pemerintah Daerah memiliki kelebihan dalam hal penyediaan sarana dan prasarana akan tetapi tidak memiliki tenaga penyuluh dalam hal ini ang dimaksud adalah penyediah layanan (Puskesmas), sedangkan penyediah layanan memiliki kelebihan dalam hal tenaga penyuluh akan tetapi idak memiliki sarana dan prasarana untuk di gunakan dalam melaksanakan penyluhan kepada masyarakat. Oleh karena itu, dengan menggabungkan dua kelebihan tersebut dapat dicapai penghematan tenaga maupun sarana dan prasarana yang merupakan kekurangan atau kelebihan dari kedua pihak yang bekerjasama.
Pernyataan yang dikemukakan oleh kepala/staf Puskesmas Masalle:
“kalau dari pemerintah atau BPJS Kesehatan kami tidak di berikan bantuan berupa barang atau semacamnya tapi mereka hanya memberikan ke kita itu berupa uang dalam bentuk kapitasi untuk kami belanjakan atau pergunakan sesuai dengan kebutuhan puskesmas untuk menunjang pengembangan sarana prasarana misanya digunakan untuk membeli obat untuk pasien,ATK (Alat tulis Kantor) dan lain-lainnya (Hasil wawancara dengan BK, 09 November 2015)
Dari hasil wawancara dengan pihak penyedia layanan Kesehatan (Puskesmas) di atas tentang pengembangan sarana dan prasarana di puskesmas bahwa puskesmas telah memanfaatkan dana bantuan dari pemerintah dan BPJS
69
.
Kesehatan untuk keperluan yang dibutuhkan puskesmas dalam meningkatkan pelayanan kesehatan.
Pernyataan dikemukakan oleh masyarakat di desa Rmpunan :
“kami tidak terlalu mengerti tentang masalah seperti itu tetapi pelayanan di puskesmas Masalle cukup baik,perawat di sini ramah-ramah. Kami sebagai pasien kalau berobat tdak lagi membayar apapun baik itu obat yang di berikan, dan di puskesmas hanya mempunyai 1 (satu) mobil ambulan yang menurut saya kurang karena kalau mobil ambulannya sudah di pake merujuk k rumah sakit enrekang, maka tdak ada lagi yang di pake untuk kalau ada lagi pasien yang harus di rujuk jadi agak susah (Hasil wawancara dengan CC,23 November 2015).
Dapat di ambil kesimpulan berdasarkan pendapat di atas bahwa sarana prasarana di Puskesmas belumbegitu memadai dalam hal ini kurangnya fasilitas mobil ambulan, alat untuk cek darah belum tersedia dan spesialis kesehatan hanya memiliki 2 (dua) Dokter yaitu dokter umum 1 orang dan dokter Gizi 1 orang, sehingga pasien sering kali harus antri untuk mendapatkan pelayan Kesehatan.
Pemerintah Daerah yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan telah melaksanakan dari program pemerintah dalam upaya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat disamping itu juga melalui sistem pelayanan dapat peningkatan kesehtan. Dan tentunya dalam pelaksanaan program kerja tersebut tetap berpedoman dan mengacu kepada bimbingan tekhnis Dinas kesehtan Kabupaten Enrekang, tapi tingkat pelayanan yang masih membutuhkan tingkat pelayanan optimal yanag ada di puskesmas masalle, sebaiknya Pemerintah harus memperhatikan itu. Akan lebih baik jika kantor ini bisa dioptimalkan dengan
baik sehingga masyarakat bisa terlayani dengan baik agar terpenuhinya tingkat kesejahteraan masyarakat sesuai dengan apa yang kita inginkan saat ini.
Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang telah berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa serta penyedia layanan dalam upaya meningkatkan kesehatan di Desa Rampunan. Peningkatan sarana-prasarana tersebut diharapkan dapat memfasilitasi tingginya jumlah masyarakat yang hendak mendapatkan pelayanan kesehatan.
71
.
BAB V PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian ini, maka dapat dikemukakan beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Peran pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan untuk melakukan program sosialisasi di berbagai Desa di setiap wilayah Kabupaten Enrekang untuk meningkatkan kontribusi di bidang kesehatan. Pemerintah sudah memberikan tanggung jawab kepada peneyediah layanan (puskesmas) untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar mereka dapat hidup dengan sehat.
2. Peran pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan telah merealisasikan berbagai program kerja seperti dalam hal sistem pembiayaan BPJS Kesehatan untuk memaksimalkan kesejahteraan kesehatan masyarakat di Desa Ranpunan Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang.
3. Pemerintah berupaya melakukan pengembangan sarana dan prasarana kesehatan sebagaimana untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang baik dan maksimal.
71
B. SARAN
Berdasarkan kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dikemukakan di atas, maka dapat diberikan saran-saran yang nantinya di harapkan dapat memperbaiki ataupun menyempurnakan kerjasama pemerintah Daerahdan BPJS Kesehtan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di Desa Rampunan Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang di masa akan datang.
Saran-saran dimaksud adalah :
1. Masyarakat harus selalu senantiasa untuk mengikuti program