• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kerjasama teknis dan bentuk tindakan lain

Dalam dokumen Jaminan Sosial: Konsensus Baru (Halaman 101-104)

Kantor Perburuhan Internasional, baik melalui Sektor Perlindungan sosial atau ahli jaminan sosial pada tim multi-disipliner, memberikan jasa penasihat teknis dan melaksanakan program kerja sama teknis sesuai dengan permintaan mengenai jaminan sosial dari Negara Anggota. Tujuan utama program jaminan sosial ILO adalah untuk memperkuat kapasitas pemerintah, skema jaminan sosial, mitra sosial serta LSM untuk memastikan keberlanjutan reformasi secara jangka panjang, dan program pelatihan diberikan prioritas tinggi pada sebagian besar proyek kerja sama teknis.

Kebijakan perlindungan sosial sebaiknya didasari analisa finansial, fiskal dan ekonomi yang baik, dan ILO akan terus menyediakan jasa aktuaria dan analisa anggaran sosial bagi konstituantenya.

Selain itu, inisiatif QUA TRIN akan menyediakan pelatihan khusus bagi manajer keuangan pada sistem ini.

Semakin banyak negara meminta bantuan teknis dari ILO untuk perluasan perlindungan sosial, maka akan semakin baik bagi golongan angkatan kerja yang belum dijangkau atau bagi kelompok yang baru atau yang belum terlindungi sebelumnya. Kesempatan untuk memperluas skema jaminan sosial untuk menjangkau lebih banyak orang, masih terpapar luas. Tetapi seringkali prasyaratnya adalah bantuan teknis untuk menangani kelemahan pemerintah dan legislatif dan untuk membangun kapasitas yang dibutuhkan institusi bila mereka akan menerima tanggung jawab baru. Ini termasuk analisa yang mendalam mengenai struktur finansial skema ini, yang dapat dilakukan secara makro melalui analisa anggaran sosial.

Pilihan tindakan lain adalah membantu pemerintah dan pemegang peranan sosial dalam merumuskan kebijakan perlindungan sosial yang komprehensif. Di bidang asuransi sosial yang wajib, ILO memberikan bantuan teknis untuk mengembangkan kebijakan, persiapan rancangan legislasi dan pelaksanaan administratif dari skema tunjangan kesehatan, hari tua, kecacatan, kematian, kecelakaan kerja, penyakit, kehamilan dan keluarga. Prioritas tertinggi diberikan pada bantuan teknis untuk memperluas perlindungan sosial bagi golongan yang belum terjangkau. ILO juga membantu dengan pengembangan dan pengelolaan skema bantuan sosial yang terjangkau bagi negara berpendapatan rendah dan konsisten dengan kebijakan anti-kemiskinan yang lain.

Di beberapa negara, ILO dan khususnya program STEP, memusatkan perhatian pada asuransi kesehatan, yang merupakan kebutuhan perlindungan sosial utama bagi pekerja di sektor informal.

ILO menyediakan bantuan dalam melakukan studi kelayakan yang bertujuan menilai bagaimana dan dengan kondisi apa kegiatan perdana dapat dilaksanakan dan digandakan secara sukses.

Berdasarkan pengalaman, ILO mengembangkan alat yang praktis serta materi pelatihan bagi pemegang peranan sosial untuk membantu dalam perumusan kebijakan termasuk tindakan mereka dalam asuransi mikro, dan juga menyediakan jasa jaringan bagi kelompok sosial dan tenaga kerja yang terlibat dalam asuransi mikro.

Penetapan ketentuan baru jaminan sosial bagi yang belum terjangkau mengharuskan persiapan buku panduan praktis dan pendistribusian luas informasi mengenai ketentuan tersebut.

Standar ILO yang berlaku harusnya memberikan kerangka bagi kerja sama teknis dan penelitian, juga harus dilaksanakan mengenai sinergi antara standar, bantuan teknis, pertemuan dan kegiatan di bidang struktur, dengan tujuan untuk memastikan bahwa kegiatan tersebut sebisa mungkin sesuai dengan tujuan ILO.

27 Harus diingat bahwa pada sesi ke-282 (November 2001) Badan Pengurus akan meneliti masalah konsultasi lanjutan mengenai instrumen jaminan sosial akibat keputusan Badan Pengurus berdasarkan rekomendasi yang dibuat Working Party Kebijakan mengenai Revisi Standar Komite Bidang Hukum dan Standar Perburuhan Internasional. Lihat GB.279/11/2, Lampiran I, para. 54.

Lampiran

Usulan poin-poin diskusi

1. Bagaimana konteks global yang terus berubah mempengaruhi kemampuan Negara Anggota untuk mempertahankan atau memperluas masalah jaminan sosial?

2. Di banyak negara, jaminan sosial yang memadai hanya masih dinikmati segelintir masyarakat.

Mengapa ini terjadi? Bagaimana Negara-negara Anggota ILO dan para mitra sosialnya dapat mewujudkan hak atas jaminan sosial menjadi kenyataan bagi seluruh anggota masyarakat?

Bagaimana tantangan-tantangan tingkat ekonomi dan pembangunan dapat dimasukkan sebagai bagian dari strategi unuk mencapai tujuan ini?

3. Prioritas apa yang harus dilakukan untuk memperluas perlindungan sosial ke tempat-tempat kerja berskala kecil, kepada para pengusaha mandiri, kepada para pekerja migran, dan ke dalam ekonomi informal? Perangkat-perangkat dan kebijakan-kebijakan apa yang paling efektif bagi kelompok ini? Peran seperti apa yang dapat dimainkan asuransi mikro?

4. Bagaimana sistem jaminan sosial yang kuat dapat mempertahankan pasar kerja yan fleksibel dan dinamis dan meningkatkan produktivitas perusahaan dan ekonomi?

5. Perangkat terbaik apa yang dapat memberikan jaminan pendapatan untuk pengangguran di tiap-tiap tingkat pembangunan dan industrialisasi yang berbeda-beda? Bagaimana hal ini sebaiknya dipadukan dengan perangkat untuk mendukung akses ke pasar kerja dan kembali bekerja?

6. Bagaimana kebijakan perlindungan sosial berkontribusi pada promosi kesetaraan gender?

Apakah memadai untuk memastikan kesetaraan perlakuan terhadap laki-laki dan perempuan dalam skema jaminan sosial? Perangkat reformasi apa yang dapat sangat membantu mempromosikan kesetaraan gender?

7. Apakah jaminan sosial menghadapi krisis usia? Dapatkah hal ini dihindari dengan mengubah sistem yang menggunakan dana pensiun? Atau apakah penting untuk menstabilkan keseluruhan tingkat ketergantungan dengan meningkatkan partisipasi anggkatan kerja, khususnya bagi para pekerja usia lanjut dan pekerja perempuan?

8. Apa keuntungan dan kerugian dari metode alternatif pendanaan jaminan sosial, memperhitungkan perbedaan-perbedaan dalam kemampuan untuk berkontribusi pada sistem asuransi sosial? Apakah kontribusi pengusaha terhadap jaminan sosial mempengaruhi tingkat biaya kerja dan ketenagakerjaan? Dapatkah swasta mempermudah pendanaan jaminan sosial tanpa mengabaikan solidaritas dan kebersamaan?

9. Bagaimana dialog sosial yang diperluas, baik di skala nasional maupun internasional, dapat berkontribusi pada perluasan dan peningkatan jaminan sosial? Apa peran serikat pekerja dan organisasi pengusaha dalam konteks ini?

10. Bagaimana cara terbaik mempromosikan sinergi antara jaminan sosial dan dimensi-dimensi lain dari keseluruhan tujuan pekerjaan yang layak?

11. Apa yang harus menjadi prioritas jangka panjang dari penelitian ILO, penetapan standar dan bantuan teknis dalam bidang jaminan sosial?

12. Dengan memperhitungkan pendekatan terpadu terhadap penetapan standar yang disepakati Badan Pengurus pada November 2000, bagaimana pendekatan baru dapat diterapkan di bidang jaminan sosial?

Dalam dokumen Jaminan Sosial: Konsensus Baru (Halaman 101-104)