BAB II URAIAN TEORITISURAIAN TEORITIS
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2 Analisis Tabel Tunggal
4.2.3 Kesadaran Perokok
Tabel 4.17
Rokok Tidak Baik Bagi Kesehatan
No Jawaban F % 1 Sangat mengetahui 46 46.4 2 Mengetahui 42 42.4 3 Kurang mengetahui 8 8.1 4 Tidak mengetahui 3 3.1 Total 99 100.0 Sumber: P 17 / FC 19
Tabel 4.17 menunjukkan terdapat 46 orang (46.4%) dan 42 orang (42.4%) yang mengatakan mereka sangat mengetahui dan mengetahui rokok tidak baik bagi kesehatan mereka. 88 responden (88.8%) dari total 99 responden tersebut mengalami disonansi kognisi yang menyebabkan mereka melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan pengetahuan mereka. Meskipun mereka mengetahui dan sangat mengetahui merokok tidak baik bagi kesehatan mereka, mereka tetap merokok. Kemudian terdapat 8 responden (8.1%) yang menjawab mereka kurang mengetahui akibat dari merokok bagi kesehatan mereka dan 3 responden (3.1%) lainnya yang mengatakan mereka tidak mengetahui bahwa merokok tidak baik bagi kesehatan mereka. Minoritas responden tersebut sebanyak 11 orang (11.2%) dari 99 responden beralasan seperti itu karena pada saat ini mereka belum dan tidak mengalami penyakit sebagai akibat dari merokok sehingga mereka menjawab kurang dan tidak mengetahui bahwasanya merokok tidak baik bagi kesehatan mereka.
Tabel 4.18
Rokok Menghabiskan Uang dan Membunuh
No Jawaban F % 1 Sangat menyadari 49 49.5 2 Menyadari 35 35.3 3 Kurang menyadari 10 10.1 4 Tidak menyadari 5 5.1 Total 99 100.0 Sumber: P 18 / FC 20
Tabel 4.18 menunjukkan bahwa terdapat 49 orang (49.5%) mengatakan mereka sangat menyadari bahwasanya merokok dapat menghabiskan uang dan bisa membunuh mereka, sebanyak 35 orang lainnya (35.3%) mengatakan mereka menyadari bahwasanya merokok dapat menghabiskan uang dan bisa membunuh mereka. Ini menunjukkan bahwa mayoritas responden yaitu sebanyak 84 orang dari total 99 responden (84.8%) mengatakan mereka menyadari dan sangat menyadari bahwa merokok dapat menghabiskan uang dan membunuh. Ini sesuai dengan pernyataan tabel 17 sebelumnya yang juga mengatakan mayoritas responden mengalami disonansi kognisi yang menyebabkan mereka melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan pengetahuan mereka. Meskipun responden mengetahui merokok menghabiskan uang dan bisa membunuh, mereka tetap merokok. Mereka tetap menyisihkan sebagian dari uang mereka untuk membeli rokok. Mayoritas dari mereka mengatakan bahwa rokok sudah seperti ‘makanan’ mereka sehari-hari meskipun mereka menyadari bahwa di satu sisi rokok juga bisa merusak hidup mereka. Sebanyak 10 orang (10.1%) mengatakan mereka kurang menyadari dampak merokok yang menghabiskan uang dan bisa membunuh, dan minoritas responden yaitu sebanyak 5 orang (5.1%) tidak menyadari sama sekali akibat merokok yang menghabiskan uang dan bisa membunuh karena mereka ini adalah orang-orang yang sudah kelewat candu dengan rokok sehingga berapapun harga rokok akan tetap mereka beli dan mereka juga tidak begitu lagi menghiraukan kesehatan mereka.
Tabel 4.19
Dampak Setelah Membaca Pesan Peringatan Kesehatan
No Jawaban F % 1 Sangat paham 33 33.3 2 Paham 53 53.5 3 Kurang paham 8 8.1 4 Tidak paham 5 5.1 Total 99 100.0 Sumber: P 19 / FC 21
Tabel 4.19 menunjukkan bahwa sebanyak 53 orang (53.5%) mengatakan mereka paham akan dampak yang ditimbulkan setelah membaca pesan peringatan kesehatan pada bungkus rokok, sebanyak 33 orang (33.3%) lainnya mengatakan mereka sangat paham akan dampak yang ditimbulkan setelah membaca pesan peringatan kesehatan pada bungkus rokok. Sebanyak 86 orang dari total 99 responden (86.8%) yang berarti mayoritas responden ini mengatakan mereka paham dan sangat paham akan dampak yang ditimbulkan setelah membaca pesan peringatan kesehatan. Alasannya karena mereka secara pengetahuan (kognitif) mengerti bahaya yang bisa ditimbulkan setelah mereka merokok. Pada tabel diatas juga diketahui bahwa ada minoritas responden yaitu sebanyak 8 orang (8.1%) yang mengatakan mereka kurang paham akan dampak yang ditimbulkan setelah membaca pesan peringatan kesehatan pada bungkus rokok dan 5 orang (5.1%) lainnya menjawab mereka tidak paham. 13 responden ini mengaku mereka merupakan perokok berat yang sudah tidak mempedulikan lagi dampak yang ditimbulkan setelah membaca pesan peringatan kesehatan sebab rokok sudah merupakan bagian dari hidup mereka sehari hari.
Tabel 4.20
Setelah Membaca Pesan Peringatan Kesehatan
No Jawaban F %
1 Sangat merasa tergugah 13 13.1
2 Merasa tergugah 48 48.5
3 Kurang merasa tergugah 26 26.3
4 Tidak merasa tergugah 12 12.1
Total 99 100.0
Sumber: P 20 / FC 22
Tabel 4.20 menunjukkan bahwa lebih dari setengah total responden yaitu sebanyak 48 orang (48.5%) dari total responden merasa tergugah setelah membaca pesan peringatan kesehatan pada bungkus rokok. Sebanyak 13 orang (13.1%) merasa sangat tergugah setelah membaca pesan peringatan kesehatan pada bungkus rokok. Mayoritas responden ini dengan jumlah 61 orang dari 99 responden (61.6%) mengatakan meskipun mereka merasa tergugah setelah membaca pesan peringatan kesehatan pada bungkus rokok, namun ini tidak diiringi oleh aksi nyata mereka. Mereka tetap merokok meski merasa tergugah setelah membaca pesan peringatan kesehatan. Sebanyak 26 orang (26.3%) mengatakan mereka kurang merasa tergugah setelah membaca pesan peringatan kesehatan pada bungkus rokok dan 12 responden (12.1%) lainnya mengatakan mereka tidak merasa tergugah.
Tabel 4.21
Rokok Dapat Menyebabkan Penyakit
No Jawaban F % 1 Sangat menerima 33 33.3 2 Menerima 44 44.4 3 Kurang menerima 15 15.2 4 Tidak menerima 7 7.1 Total 99 100.0 Sumber: P 21 / FC 23
Tabel 4.21 menunjukkan bahwa sebanyak 44 orang (44.4%) menerima kenyataan bahwasanya merokok dapat menyebabkan penyakit seperti yang tertera pada bungkus rokok seperti kanker, serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin. Sebanyak 33 orang (33.3%) lainnya mengatakan mereka sangat menerima kenyataan merokok dapat menyebabkan penyakit seperti yang tertera pada bungkus rokok. Ini berarti mayoritas responden yaitu sebanyak 77 orang dari 99 responden (77.7%) mengatakan mereka menerima kenyataan bahwa merokok dapat menyebabkan penyakit. Mereka ini sering membaca literatur atau sumber informasi lain seperti koran, majalah, internet, dan lain-lain yang menjelaskan tentang penyakit yang ditimbulkan akibat merokok. Sisanya terdapat minoritas 22 orang yakni 15 orang (15.1%) dan orang (7.1%) yang kurang menerima dan tidak menerima kenyataan merokok dapat menyebabkan penyakit karena selama mereka merokok tidak dijumpai penyakit seperti yang tertera pada pesan peringatan kesehatan sehingga mereka beranggapan bahwa itu tidak benar dan sebagai upaya untuk menakuti orang agar berhenti merokok.
Tabel 4.22
Mengalami Gejala Penyakit
No Jawaban F % 1 Sangat mengalami 0 0 2 Mengalami 6 6.1 3 Kurang mengalami 15 15.1 4 Tidak mengalami 78 78.8 Total 99 100.0 Sumber: P 22 / FC 24
Tabel 4.22 menjelaskan mengenai data apakah perokok mengalami gejala penyakit seperti yang tertera pada pesan peringatan kesehatan pada bungkus rokok. Dan dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden sebanyak 78 orang (78.8%) dari total 99 responden mengatakan mereka tidak mengalami gejala penyakit seperti yang tertera pada pesan peringatan kesehatan pada bungkus rokok seperti kanker, serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin. Sebanyak 15 orang (15.1%) lainnya menjawab mereka kurang mengalami gejala penyakit. Ini menunjukkan bahwa dari 99 responden yang ditanya, terdapat 83 responden yang masih belum mengalami dan kurang mengalami gejala penyakit. Ternyata terdapat 6 orang (6.1%) yang mengatakan mereka mengalami gejala penyakit seperti yang tertera pada pesan peringatan kesehatan. Mereka mengalami gejala seperti batuk-batuk, batuk disertai dahak dan sakit tenggorokan. Dan tidak terdapat satu responden pun yang sangat mengalami gejala penyakit seperti yang tertera pada pesan peringatan kesehatan.
Tabel 4.23
Mengambil Sikap Setelah Membaca Pesan Peringatan Kesehatan
No Jawaban F % 1 Sangat bersedia 8 8.1 2 Bersedia 20 20.2 3 Kurang bersedia 53 53.6 4 Tidak bersedia 18 18.1 Total 99 100.0 Sumber: P 23 / FC 25
Tabel 4.23 menunjukkan bahwa lebih dari setengah total responden yaitu sebanyak 53 orang (53.6%) dari total 99 responden mengatakan mereka kurang bersedia mengambil sikap setelah membaca pesan peringatan kesehatan yang tertera pada bungkus rokok. Kemudian terdapat sebanyak 18 orang (18.1%) yang menjawab mereka tidak bersedia mengambil sikap perubahan setelah membaca pesan peringatan kesehatan pada bungkus rokok. 71 responden ini menganggap bahwa merokok sudah merupakan kebiasaan lama yang tidak mungkin mereka ubah sehingga sangat sulit bagi mereka untuk mengambil komitmen setelah membaca pesan peringatan kesehatan. Temuan menarik disini adalah terdapat sebanyak 20 orang (20.2%) yang mengatakan mereka bersedia mengambil sikap perubahan setelah membaca pesan peringatan kesehatan pada bungkus rokok dan 8 orang (8.1%) lainnya yang mengatakan mereka sangat bersedia apabila diminta untuk mengambil perubahan sikap setelah membaca pesan peringatan kesehatan. 28 responden ini umumnya adalah perokok pemula yang ketika merokok masih sering mempertimbangkan dampak baik buruknya merokok. Mereka ini umumnya sudah berpikiran terbuka sehingga ketika ditanya soal kesediaan mengambil sikap setelah membaca pesan peringatan kesehatan, mereka mempertimbangkan dari berbagai faktor seperti faktor keuangan, kesehatan, penampilan, dll dan mereka mengatakan bersedia dan sangat bersedia setelah mempertimbangkan hal tersebut dengan matang.
Tabel 4.24
Penggunaan Smoking Room
No P Jawaban F % 1 Sangat bersedia 23 23.2 2 Bersedia 39 39.4 3 Kurang bersedia 21 21.2 4 Tidak bersedia 16 16.2 Total 99 100.0 Sumber: P 24 / FC 26
Tabel 4.24 menunjukkan data mengenai perokok yang bersedia menggunakan
Smoking Room atau merokok di tempat yang disediakan dalam rangka menghormati orang yang tidak merokok. Dari 99 responden yang ditanya, terdapat sebanyak 39 orang (39.4%) dari total responden yang mengatakan mereka bersedia menggunakan
Smoking Room atau merokok di tempat yang disediakan dalam rangka menghormati orang yang tidak merokok, lalu sebanyak 23 orang (23.2%) lainnya mengatakan mereka sangat bersedia apabila diminta menggunakan Smoking Room atau merokok di tempat yang disediakan dalam rangka menghormati orang yang tidak merokok. Ternyata masih terdapat 62 orang dari total 99 responden yang masih memiliki rasa tenggang rasa dengan sesama dengan mengatakan mereka bersedia menggunakan
Smoking Room atau merokok di tempat yang disediakan dalam rangka menghormati orang yang tidak merokok. Mereka adalah orang-orang yang memiliki rasa kepedulian yang tinggi sehingga ketika ditanya soal kesediaan penggunaan Smoking Room, mereka juga memikirkan akan dampak yang mereka timbulkan apabila mereka merokok di sembarang tempat. Seterusnya terdapat 21 orang (21.2%) yang mengatakan mereka kurang bersedia dan terdapat 16 orang (16.2%) lainnya yang mengatakan tidak bersedia menggunakan Smoking Room atau merokok di tempat yang disediakan dalam rangka menghormati orang yang tidak merokok dengan alasan mereka ini sudah terbiasa merokok di tempat umum sehingga ketika disuruh untuk merokok di Smoking Room,mereka merasa risih dan tidak nyaman.
Tabel 4.25
Mengurangi Jumlah Batang Rokok Yang Dihisap
No Jawaban F % 1 Sangat bersedia 16 16.2 2 Bersedia 20 20.2 3 Kurang bersedia 34 34.3 4 Tidak bersedia 29 29.3 Total 99 100.0 Sumber: P 25 / FC 27
Tabel 4.25 menunjukkan bahwa 34 orang (34.3%) dari total responden mengatakan mereka kurang bersedia apabila diminta untuk mengurangi jumlah batang rokok yang dihisap setelah membaca pesan peringatan kesehatan pada bungkus rokok. Sebanyak 29 responden lainnya (29.3%) juga mengatakan hal yang sama yakni tidak bersedia apabila diminta untuk mengurangi jumlah batang rokok yang dihisap. Ini menunjukkan mayoritas dari total responden yaitu sebanyak 63 orang dari 99 responden mengatakan mereka kurang bersedia dan tidak bersedia mengambil komitmen untuk mengurangi jumlah batang rokok yang dihisap. 63 responden ini mengatakan mereka ‘tidak bisa’ hidup tanpa rokok. Alasannya karena selain sudah kecanduan dengan rokok, dengan merokok dapat menenangkan pikiran mereka dan membuat mereka mendapat inspirasi baru dalam bekerja. Sebanyak 20 orang (20.2%) mengatakan mereka bersedia mengurangi jumlah batang rokok yang dihisap setelah membaca pesan peringatan kesehatan pada bungkus rokok dan hanya 16 orang (16.2%) yang mengatakan sangat bersedia mengurangi jumlah batang rokok yang dihisap setelah membaca pesan peringatan kesehatan pada bungkus rokok. Mayoritas 36 orang ini adalah orang-orang yang berpendidikan tinggi dimana mereka sudah bisa mengetahui dengan akal sehat mereka mana perbuatan yang menguntungkan dan merugikan mereka. Mereka ini bersedia mengambil komitmen untuk mulai mengurangi jumlah batang rokok yang dihisap setelah membaca pesan peringatan kesehatan.
Tabel 4.26 Berhenti Merokok No Jawaban F % 1 Sangat bersedia 7 7.1 2 Bersedia 9 9.1 3 Kurang bersedia 24 24.2 4 Tidak bersedia 59 59.6 Total 99 100.0 Sumber: P 26 / FC 28
Tabel 4.26 menunjukkan bahwa perokok yang tidak bersedia untuk langsung berhenti merokok setelah membaca pesan peringatan kesehatan pada bungkus rokok adalah sebanyak 59 orang (59.6%) dari total responden, sebanyak 24 orang (24.2%) lainnya juga mengatakan hal yang sama yakni kurang bersedia apabila diminta untuk langsung berhenti merokok setelah membaca pesan peringatan kesehatan pada bungkus rokok. Dalam tabel diatas dapat dilihat bahwa mayoritas responden yaitu 83 orang dari 99 responden (83.8%) kurang bersedia dan tidak bersedia mengambil komitmen untuk langsung berhenti merokok. Mereka menganggap hal ini adalah kegilaan untuk meminta mereka langsung berhenti merokok setelah membaca pesan peringatan kesehatan pada bungkus rokok. Karena mereka hampir tidak bisa hidup tanpa menghisap rokok dan bagi mereka rokok sudah seperti candu yang sangat sulit untuk dilepaskan. Hanya terdapat total 15 responden yang terdiri atas 9 orang (9.1%) dan 7 orang (7.1%) yang mengatakan mereka bersedia dan sangat bersedia untuk langsung berhenti merokok setelah membaca pesan peringatan kesehatan pada bungkus rokok. Minoritas responden ini mengatakan adapun alasan mereka yaitu dari dulu mereka sudah memiliki komitmen untuk mengurangi jumlah batang rokok yang dihisap sehingga sekarang ketika diingatkan lagi tentang penyakit yang ditimbulkan dari merokok mereka mengatakan bersedia untuk berhenti merokok.