• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kesalahan tipe IV adalah aspek kesalahan dalam perhitungan. Dalam pemecahan permasalahan matematika erat berkaitan dengan ketrampilan dalam berhitung pada operasi bentuk aljabar maupun operasi matematika lainnya. Ketrampilan dalam berhitung dibutuhkan adanya ketelitian siswa sehingga siswa tepat melakukan perhitungan matematika tersebut. Oleh karena itu, aspek pada perhitungan ini dapat dipengaruhi oleh tingkat kecemasan siswa. Kesalahan perhitungan adalah kesalahan yang dilakukan siswa saat melakukan operasi hitung matematika dan operasi pada bentuk aljabar. Berdasarkan analisis data diperoleh beberapa kesalahan dan penyebabnya dari setiap tingkat kecemasan siswa pada aspek perhitungan. Beberapa uraian kesalahan beserta penyebabnya untuk setiap tingkat kecemasan siswa akan dijelaskan sebagai berikut.

a. Tingkat Kecemasan Berat

Berikut kesalahan beserta penyebab kesalahan yang dilakukan oleh siswa dengan tingkat kecemasan berat.

1) Siswa salah dalam melakukan operasi hitung pengurangan. Penyebab kesalahan karena siswa kurang teliti dalam melakukan perhitungan. 2) Siswa salah dalam melakukan operasi hitung penjumlahan yang

melibatkan bentuk pecahan. Penyebab kesalahan karena siswa kurang teliti dalam melakukan perhitungan.

b. Tingkat Kecemasan Sedang

Berikut kesalahan beserta penyebab kesalahan yang dilakukan oleh siswa dengan tingkat kecemasan sedang.

2) Siswa salah dalam menyederhanakan operasi matematika pada bentuk aljabar. Penyebab kesalahan karena siswa kurang teliti serta kurang memahami dalam menyederhanakan operasi pada bentuk aljabar.

c. Tingkat Kecemasan Ringan

Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan terungkap siswa dengan tingkat kecemasan ringan tidak melakukan kesalahan perhitungan. 5. Kesalahan Tipe V

Kesalahan tipe V adalah aspek kesalahan dalam penulisan. Kesalahan yang mungkin terjadi karena siswa tidak jelas dalam menulisakan jawaban yang diberikan atau jawaban siswa tidak terbaca. Kesalahan ini juga terjadi saat siswa sudah mengerjakan dan menemukan pemecahan soal, tetapi tidak bisa mengungkapkan pemecahan tersebut dalam bentuk kata-kata atau simbol yang mudah diterima. Oleh karena itu, pada aspek penulisan yang telah diuraikan ini dapat dipengaruhi oleh tingkat kecemasan siswa. Berdasarkan analisis data diperoleh beberapa kesalahan dan penyebabnya dari setiap tingkat kecemasan siswa pada aspek penulisan. Beberapa uraian kesalahan beserta penyebabnya untuk setiap tingkat kecemasan siswa akan dijelaskan sebagai berikut.

a. Tingkat Kecemasan Berat

Berikut kesalahan beserta penyebab kesalahan yang dilakukan oleh siswa dengan tingkat kecemasan berat.

1) Siswa salah dalam menuliskan jawaban yang dimaksud. Penyebab kesalahan karena siswa kurang tepat dalam memilih kata-kata untuk memaparkan jawaban yang dimaksud.

2) Siswa salah menuliskan apa yang diketahui pada soal. Penyebab kesalahan karena siswa kurang teliti dalam penulisannya.

b. Tingkat Kecemasan Sedang

Berikut kesalahan beserta penyebab kesalahan yang dilakukan oleh siswa dengan tingkat kecemasan sedang.

1) Siswa kurang tepat dalam menuliskan jawaban yang sesuai. Penyebab kesalahan karena siswa kurang tepat serta bingung dalam memilih kata-kata untuk memaparkan jawaban yang dimaksud.

2) Siswa salah dalam menuliskan simbol matematika. Penyebab kesalahan karena siswa kurang kurang teliti dalam penulisannya.

c. Tingkat Kecemasan Ringan

Berikut kesalahan beserta penyebab kesalahan yang dilakukan oleh siswa dengan tingkat kecemasan ringan.

1) Siswa melakukan kesalahan dalam penulisan simbol operasi pengurangan. Penyebab kesalahan karena siswa ingin mempersingkat langkah perhitungan.

2) Siswa tidak memberi nama untuk 𝑥 pada sumbu mendatar dan 𝑦 pada sumbu tegak. Penyebab kesalahan karena siswa kurang teliti dalam menggambar grafik.

3) Siswa kurang tepat dalam menuliskan jawaban yang sesuai. Penyebab kesalahan karena siswa kurang tepat serta bingung dalam memilih kata-kata untuk memaparkan jawaban yang dimaksud.

4) Siswa salah dalam menuliskan simbol matematika. Penyebab kesalahan karena siswa kurang kurang teliti dalam penulisannya.

Dari uraian mengenai jenis-jenis kesalahan menurut Lerner ditinjau dari tingkat kecemasan siswa yang telah dijelaskan diatas, akan dirangkum dan disajikan pada Tabel 4.8.

Tabel 4.8 Tabel jenis-jenis kesalahan menurut Lerner yang dilakukan siswa ditinjau dari tingkat kecemasan siswa

Jenis Kesalahan Lerner Tingkat Kecemasan Siswa

Kecemasan Berat Kecemasan Sedang Kecemasan Ringan Kesalahan Tipe I Dilakukan Tidak Dilakukan Tidak Dilakukan Kesalahan Tipe II Dilakukan Dilakukan Dilakukan Kesalahan Tipe III Dilakukan Dilakukan Dilakukan Kesalahan Tipe IV Dilakukan Dilakukan Tidak Dilakukan

Kesalahan Tipe V Dilakukan Dilakukan Dilakukan

Berdasarkan jenis kesalahan menurut Lerner yang dilakukan oleh enam siswa yang dipilih menjadi subyek penelitian di kelas VIII-E SMP Negeri 3 Mojolaban, dapat ditemukan penyebab masing-masing kesalahan dan dapat dirangkum sebagai berikut:

1) Kesalahan Tipe I

Dari klasifikasi tingkat kecemasan siswa yang dilakukan, siswa yang melakukan jenis kesalahan ini adalah siswa dengan tingkat kecemasan berat. Adapun penyebab kesalahan pada aspek pengetahuan ini yaitu siswa tidak dapat menafsirkan kalimat matematika ke bentuk model matematika yang terkait. 2) Kesalahan Tipe II

Dari klasifikasi tingkat kecemasan siswa yang dilakukan, baik siswa dengan tingkat kecemasan berat, sedang, maupun ringan melakukan kesalahan dalam memahami data. Adapun penyebab kesalahan yang ditemukan yaitu siswa kurang memahami konsep relasi dan fungsi, kurang memahami data yang terdapat pada soal, kurangnya pemahaman materi prasyarat mengenai himpunan bilangan , siswa bingung saat menentukan nilai 𝑓 −2 dan 𝑓 0 , miskonsepsi siswa tentang bagaimana menggambar grafik pada diagram Cartesius, kurangnya pemahaman konsep dalam menentukan bentuk grafik pada diagram Cartesius.

Pada klasifikasi tingkat kecemasan siswa tersebut ditemukan kesamaan penyebab yaitu siswa kurang memahami konsep relasi dan fungsi, kurang memahami data yang terdapat pada soal. Kesamaan penyebab juga ditemukan pada tingkat kecemasan sedang dan ringan yaitu kurangnya pemahaman materi prasyarat mengenai himpunan bilangan serta kurangnya pemahaman konsep dalam menentukan bentuk grafik pada diagram Cartesius.

3) Kesalahan Tipe III

Dari klasifikasi tingkat kecemasan siswa yang dilakukan, baik siswa dengan tingkat kecemasan berat, sedang, maupun ringan melakukan kesalahan dalam menggunakan proses yang keliru. Adapun penyebab kesalahan yang ditemukan yaitu siswa tidak mengetahui prosedur penyelesaian dalam menentukan rumus 𝑓 𝑥 , 𝑓 2𝑥 − 1 , menyatakan notasi fungsi, dan kurang teliti serat terburu-buru dalam menentukan nilai 𝑝.

Kesamaan penyebab ditemukan pada siswa dengan tingkat kecemasan berat dan sedang yaitu siswa tidak memahami prosedur penyelesaian dalam menyatakan suatu pernyataan matematika ke notasi fungsi.

4) Kesalahan Tipe IV

Dari klasifikasi tingkat kecemasan siswa yang dilakukan, siswa tidak melakukan kesalahan perhitungan hanya pada siswa dengan tingkat kecemasan ringan. Adapun penyebab kesalahan pada siswa dengan tingkat kecemasan berat, dan sedang yaitu siswa kurang teliti dalam melakukan perhitungan pengurangan dan penjumlahan serta kurang teliti dalam menyederhanakan operasi pada bentuk aljabar.