No Komponen kompetensi Hasil pembelajaran
1.
Berkomunikasi dengan pasien dan anggota keluarganya mengenai penyakit yang berhubungan dengan sistem respirasiMemberi penjelasan dan informasi mengenai system respirasi
-
Mempersiapkan perasaan pasien untuk menghindari rasatakut dan stress sebelum melakukan pemeriksaan fisik
-
Memberi tahu adanya rasa sakit atau tidak nyaman yangmungkin timbul selama pemeriksaan fisik atau tindakannya
-
Memberi penjelasan dengan benar, jelas, lengkap, dan jujur tentang tujuan, keperluan, manfaat, risiko prosedur diagnostik dan tindakan medis (terapi, operasi, prognosis, rujukan) sebelum dikerjakan-
Menjawab pertanyaan dengan jujur, memberi konsultasi, atau menganjurkan rujukan untuk permasalahan yang sulit.-
Memberikan edukasi / promosi kesehatan kepada pasien maupun keluarganya-
Memastikan mengkonfirmasikan bahwa informasi dan pilihan-pilihan tindakan telah dipahami oleh pasien-
Memberikan waktu yang cukup kepada pasien untukmerenungkan kembali serta berkonsultasi sebelum membuat persetujuan
-
Menyampaikan berita buruk secara profesional dengan menjunjung tinggi etika kedokteran-
Memastikan kesinambungan pelayanan yang telah dibuat dan disepakati(Teori dan simulasi)
2.
Memperoleh dan mencatat informasiyang akurat serta penting tentang pasien dan keluarganya mengenai penyakit system respirasi
Menggali dan merekam dengan jelas keluhan-keluhan yang disampaikan (bila perlu disertai gambar), riwayat penyakit saat ini, medis, keluarga, sosial serta riwayat lain yang relevan
(Teori dan simulasi)
3.
Melakukan prosedur klinik danlaboratorium yang berhubungan dengan penyakit system respirasi
Memilih prosedur klinis dan laboratorium sesuai dengan masalah pasien
Melakukan prosedur klinis dan laboratorium sesuai kebutuhan pasien dan kewenangannya
Melakukan pemeriksaan fisik dengan cara yang seminimal mungkin menimbulkan rasa sakit dan ketidaknyamanan pada pasien
Melakukan pemeriksaan fisik yang sesuai dengan masalah pasien.
Menemukan tanda-tanda fisik dan membuat rekam medis dengan jelas dan benar
Mengidentifikasi, memilih dan menentukan pemeriksaan laboratorium yang sesuai
Melakukan pemeriksaan laboratorium dasar
Membuat permintaan pemeriksaan laboratorium penunjang
Menentukan pemeriksaan penunjang untuk tujuan penapisan penyakit
Memilih dan melakukan keterampilan terapetik, serta tindakan prevensi sesuai dengan kewenangannya4.
Melakukan prosedur kedaruratan klinis berhubungan dengan system respirasi Menentukan keadaan kedaruratan klinis
Memilih prosedur kedaruratan klinis sesuai kebutuhan pasien atau menetapkan rujukan Melakukan prosedur kedaruratan klinis secara benar dan etis, sesuai dengan kewenangannya
Mengevaluasi dan melakukan tindak lanjut (Teori dan simulasi)
5.
Menerapkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip ilmu biomedik, klinik, perilaku, dan ilmu kesehatan masyarakat sesuai dengan pelayanan kesehatan tingkat primer untuk penyakit sistem respirasi Menjelaskan prinsip-prinsip ilmu kedokteran dasar yang berhubungan dengan terjadinya masalah kesehatan, beserta patogenesis dan patofisiologinya
Menjelaskan masalah kesehatan baik secara molekular maupun selular melalui pemahaman mekanisme normal dalam tubuh .
Menjelaskan faktor-faktor non biologis yang berpengaruh terhadap masalah kesehatan
Mengembangkan strategi untuk menghentikan sumber penyakit, poin-poin patogenesis dan patofisiologis, akibat yang ditimbulkan, serta resiko spesifik secara efektif
Menjelaskan tujuan pengobatan secara fisiologis dan molekular.
Menjelaskan berbagai pilihan yang mungkin dilakukan dalam penanganan pasien.
Menjelaskan secara rasional/ ilmiah dalam menentukan penanganan penyakit baik secara klinikal epidemiologis, farmakologis, fisiologis, diet, olah raga, atau perubahan perilaku.
Menjelaskan pertimbangan pemilihan intervensi berdasarkan farmakologi, fisiologi, gizi, ataupun perubahan tingkah laku.
Menjelaskan indikasi pemberian obat, cara kerja obat, waktu paruh, dosis, serta penerapannya pada keadaan klinik.
Menjelaskan kemungkinan terjadinya interaksi obat dan efek samping
Menjelaskan manfaat terapi diet pada penanganan kasus tertentu.
Menjelaskan perubahan proses patofisiologi setelah pengobatan . Menjelaskan prinsip-prinsip pengambilan keputusan dalam mengelola masalah kesehatan
(Teori dan simulasi)
6.
Merangkum dari interpretasianamnesis, pemeriksaan fisik, uji laboratorium dan prosedur yang sesuai dengan penyakit system respirasi
Menjelaskan (patofisiologi atau terminology lainnya) data klinik dan laboratorium untuk menentukan diagnosis pasti
Menjelaskan alasan hasil diagnosis dengan mengacu pada evidence- based medicine
(Teori dan simulasi)
7.
Menentukan efektivitas suatu tindakanpada penyakit system respirasi Menjelaskan bahwa kelainan dipengaruhi oleh tindakan Menjelaskan parameter dan indikator keberhasilan
pengobatan .
Menjelaskan perlunya evaluasi lanjutan pada penanganan penyakit .
Daftar Masalah Kesehatan/Penyakit
Masalah Kesehatan/Penyakit Tingkat Pencapaian
TBC paru* 1 2 3A 3B 4 TBC dengan HIV* 1 2 3A 3B 4 TBC dengan pneumothorak 1 2 3A 3B 4 Bronkitis akut* 1 2 3A 3B 4 Bronkiolitis 1 2 3A 3B 4 Asma bronkial* 1 2 3A 3B 4 Emfisema paru 1 2 3A 3B 4 Atelektasis* 1 2 3A 3B 4 Bronkiektasis* 1 2 3A 3B 4
Penyakit Paru Obstruktif Menahun (PPOK)* 1 2 3A 3B 4
SARS* 1 2 3A 3B 4 Pneumonia* 1 2 3A 3B 4 Avian influenza 1 2 3A 3B 4 Abses paru 1 2 3A 3B 4 Emboli paru 1 2 3A 3B 4 Infark paru 1 2 3A 3B 4 Pleurisy TBC* 1 2 3A 3B 4 Pleurisy Kanker 1 2 3A 3B 4 Pleurisy Lupus 1 2 3A 3B 4 Pneumotorak 1 2 3A 3B 4 Fibrosis kistik 1 2 3A 3B 4 Aspirasi pneumonia 1 2 3A 3B 4 Pertusis 1 2 3A 3B 4 Pneumonia pneumokokus 1 2 3A 3B 4 Pneumonia stafilokokus 1 2 3A 3B 4 Keterangan:
1 Mampu mengenal dan menempatkan gambaran klinik sesuai penyakit dengan merujuk ke literatur dan tahu bagaimana memperoleh informasi lebih lanjut
2 Mampu mendiagnosis masalah-masalah kesehatan melalui pemeriksaan fisik, pemeriksaan tambahan (seperti laboratorium sederhana, rontgen foto) dan mampu merujuk secepatnya ke dokter spesialis yang relevan dan mampu menindaklanjuti sesudahnya.
3A Mampu mendiagnosis masalah-masalah kesehatan melalui pemeriksaan fisik, pemeriksaan tambahan (seperti laboratorium sederhana, rontgen foto) dan mampu memutuskan dan memberi terapi pendahuluan sebelum dirujuk. Dokter mampu merujuk ke dokter spesialis yang sesuai (untuk kasus-kasus non-emergensi)
3B Mampu mendiagnosis masalah-masalah kesehatan melalui pemeriksaan fisik, pemeriksaan tambahan (seperti laboratorium sederhana, rontgen foto) dan mampu memutuskan dan memberi terapi pendahuluan sebelum dirujuk. Dokter mampu merujuk ke dokter spesialis yang sesuai (untuk kasus-kasus emergensi)
4 Mampu mendiagnosis masalah-masalah kesehatan melalui pemeriksaan fisik, pemeriksaan tambahan (seperti laboratorium sederhana, rontgen foto) dan dapat memutuskan dan menangani problem tersebut secara mandiri hingga tuntas
Daftar Keterampilan
Keterampilan Tingkat Pencapaian
Pemeriksaan fisik umum system respirasi* Inspeksi respirasi saat istirahat Inspeksi selama ekspirasi Palpasi respiratory ekspansion Palpasi taktil premitus
1 2 3 4
Pleural Tap 1 2 3 4
Tes Fungsi Paru/Spirometri, peakflow meter 1 2 3 4
Perfusi/Ventilation Scanning 1 2 3 4
Bronkoskopi 1 2 3 4
Persiapan dan penilaian sputum * (ziehl Nielsen, gram stain) 1 2 3 4
X-ray examination 1 2 3 4
Hyperventilation provocation test * 1 2 3 4
Perfusion / ventilation scan 1 2 3 4
WSD 1 2 3 4
Keterangan:
1 Mengetahui dan mampu menjelaskan
2 Pernah melihat atau didemonstrasikan
3 Mampu melakukan dan pernah menerapkan di bawah superfisi
4 Mampu melakukan secara mandiri sampai tuntas
Cat : * tingkat pencapaian 4 dicapai pada tahap III (praktik klinik)