• Tidak ada hasil yang ditemukan

1/15/2009 BAB I PENDAHULUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "1/15/2009 BAB I PENDAHULUAN"

Copied!
149
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

Pendidikan kedokteran di seluruh dunia senantiasa mengalami perubahan. Selain itu

perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran yang sangat pesat (mega speed)

menuntut lulusan pendidikan kedokteran mempunyai keterampilan pembelajaran sepanjang

hayat. Disamping itu Pemerintah melalui SK Menteri Kesehatan No.1457/MOH/SK/X/2003

telah menyatakan standar pelayanan kesehatan ke dalam Standar Pelayanan Minimal untuk

mencapai Indonesia Sehat 2010. Perubahan paradigma pendidikan kedokteran,

perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian pesat dan perubahan

kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan menyebabkan perlu diadakan perubahan

pada kurikulum pendidikan dokter khususnya kedokteran dasar di Indonesia.

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) telah menetapkan arah kebijakan

pendidikan dokter dalam masa sepuluh tahun ke depan yang difasilitasi melalui Health

Workforce Service (HWS) Project. Berdasarkan SK Dirjen Dikti No.1386/D/T/2004 maka

Program Studi Kedokteran Dasar (PSKD) dilandasi/mengacu ke Kurikulum Berbasis

Kompetensi (KBK) untuk dokter pelayanan primer (primary care physician) dengan

pendekatan dokter keluarga. Pengelolaan PSKD ini di setiap fakultas difasilitasi oleh Pusat

Pendidikan Kedokteran Fakultas (P2KF) atau Medical Education Unit (MEU).

Sesuai dengan analisis dari Dikti dan Pusat Pengembangan dan Penelitian Pendidikan

Kedokteran Nasional (P4KN) maka Fakultas Kedokteran Universitas Riau (FK Unri)

dikelompokkan sebagai fakultas yang akan mengimplementasikan KBK pada Tahun Ajaran

2007/2008. Dalam rangka implementasi KBK tersebut, maka dibentuklah Tim Kurikulum

sesuai dengan SK Dekan FK Unri No.321/J19.1.28/U/05. Tim Kurikulum ini bertugas

menyusun draft KBK FK Unri, strategi pembelajaran dan sistem evaluasi. Kurikulum FK

Unri ini dikembangkan dari Kurikulum Inti Pendidikan Dokter Indonesia III (KIPDI III) yaitu

KBK untuk dokter pelayanan primer dengan pendekatan dokter keluarga. Selain KIPDI III,

kurikulum FK Unri juga mengandung muatan lokal yang mengacu kepada visi dan misi FK

Unri. Strategi pembelajaran untuk KBK FK Unri menggunakan pendekatan Problem Based

Learning (PBL). Sebenarnya metode PBL ini bukan hal baru di FK Unri karena telah

dimasukkan sebagai salah satu mata kuliah pilihan sejak FK Unri berdiri pada tahun 2001.

Metode PBL diperkenalkan kepada mahasiswa pada semester 6. PBL pertama kali

dilaksanakan pada Tahun Ajaran 2003/2004 dengan menggunakan satu skenario. Sedangkan

pada Tahun Ajaran 2004/2005, mahasiswa mendapatkan enam skenario. Pada Tahun Ajaran

2005/2006 digunakan hanya satu skenario.

(2)

1.1

Tujuan Pendidikan Dokter FK Unri

Tujuan pendidikan dokter FK Unri adalah mendidik mahasiswa melalui proses belajar

menyelesaikan suatu kurikulum, sehingga mempunyai cukup pengetahuan, keterampilan dan

sikap sebagai dokter pelayanan primer yang menerapkan prinsip-prinsip dokter keluarga dan

dapat bersaing secara global.

1.2

Visi, Misi dan Pola Ilmiah Pokok FK Unri

Visi FK Unri adalah menjadi lembaga utama penghasil ahli di bidang kedokteran serta

pusat unggulan pengembangan ilmu dan teknologi kedokteran yang berhubungan dengan

kesehatan lingkungan dan keselamatan kerja industri dengan kekhususan wilayah kelautan,

pantai dan perairan yang mampu bersaing secara global.

Misi FK Unri adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang

kedokteran dan bidang-bidang lain yang terkait dengan sektor kesehatan melalui

pengembangan intelektual, pengembangan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan

pengabdian masyarakat.

Pola ilmiah pokok FK Unri adalah kesehatan lingkungan dan keselamatan kerja

industri, wilayah kelautan, pantai dan perairan.

1.3

Tahap Pendidikan Dokter FK Unri

Pendidikan dokter di FK Unri terdiri dari 3 tahap, yaitu :

a. Tahap I

: Keterampilan Generik

b. Tahap II : Ilmu-ilmu Kedokteran Dasar dan Ilmu-ilmu Kedokteran Klinik

c. Tahap III : Praktik Klinik

Pendidikan ini akan menghasilkan lulusan dokter. Selanjutnya lulusan dokter akan

mengikuti tahap internship atau magang/latihan kerja sebagai dokter baru untuk mendapatkan

sertifikat melakukan praktek mandiri selama 2 semester yang dikelola oleh Kolegium Dokter

Indonesia (KDI).

1.4

Bahan Kajian Pengembangan Kepribadian dan Berkehidupan Bermasyarakat

Menurut surat edaran Dirjen Dikti tentang rambu-rambu pelaksanaan bahan kajian

Pengembangan Kepribadian dan Berkehidupan Bermasyarakat di Perguruan Tinggi no

4071/D/T/2006, maka bahan kajian matakuliah Pengembangan Kepribadian dan

(3)

Berkehidupan Bermasyarakat memungkinkan untuk tidak terkumpul dalam suatu matakuliah,

tetapi dapat terintegrasi dengan bahan kajian lain yang lebih kontekstual.

Berdasarkan hal tersebut dalam kurikulum FK Unri bahan kajian kelompok

matakuliah pengembangan Kepribadian dan Berkehidupan Bermasyarakat disajikan secara

terintegrasi. Sebagian bahan kajian yang tidak dapat diintegrasikan seperti kajian tentang

ibadah, keterampilan, dan hukum tertentu dalam kehidupan beragama akan disajikan dalam

program asistensi yang disesuaikan dengan program asistensi Universitas Riau.

(4)

BAB II

AREA KOMPETENSI

I. KOMPETENSI LULUSAN

1. Komunikasi Efektif

2. Keterampilan klinis

3. Landasan Ilmiah Ilmu Kedokteran

4. Pengelolaan Masalah Kesehatan

5. Pengelolaan informasi

6. Mawas Diri dan Pengembangan Diri

7. Etika , Moral, Medikolegal dan profesional serta Keselamatan Pasien

8. Keterampilan pengelolaan masalah kesehatan lingkungan, keselamatan kerja industri, dan

kesehatan daerah perbatasan dengan kekhususan wilayah kelautan, pantai dan perairan.

II. PENJABARAN KOMPETENSI

2.1

AREA KOMUNIKASI EFEKTIF

KOMPETENSI INTI :

Mampu menggali dan bertukar informasi secara verbal dan non verbal dengan pasien pada

semua usia, anggota keluarga, masyarakat, kolega dan profesi lain.

No Komponen Kompetensi Hasil Pembelajaran

1 Berkomunikasi dengan pasien serta seluruh anggota keluarganya

 Bersambung rasa dengan pasien dan keluarganya - Memberikan salam

- Memberikan situasi yang nyaman bagi pasien - Menunjukkan sikap empati dan dapat dipercaya

- Mendengarkan dengan aktif (penuh perhatian dan memberi waktu yang cukup pada pasien untuk menyampaikan keluhannya dan menggali permasalahan pasien)

- Menyimpulkan kembali masalah pasien, kekhawatiran, maupun harapannya.

- Memelihara dan menjaga harga diri pasien, hal-hal yang bersifat pribadi dan kerahasiaan pasien sepanjang waktu. - Memperlakukan pasien sebagai mitra sejajar dan meminta

persetujuannya dalam memutuskan suatu terapi dan tindakan.

(5)

 Mengumpulkan informasi

- Mampu menggunakan open-ended maupun closed question dalam menggali informasi (move from open to close queation properly).

- Meminta penjelasan pada pasien pada statemen yang kurang dimengerti.

- Menggunakan penalaran klinik dalam penggalian riwayat penyakit pasien sekarang, riwayat keluarga atau riwayat kesehatan masa lalu.

- Melalukan penggalian data secara runtut dan efisien. - Tidak memberikan nasehat maupun penjelasan yang

prematur saat masih mengumpulkan data-data.

 Memahami perspektif pasien

- Menghargai keoercayan pasien terhadap segaka sesuatu yang menyangkut penyakitnya

- Melakukan eksplorasi terhadap kepentingan pasien, kekhawatirannya, dan harapannya.

- Melakukan fasilitasi secara profesional terhadap ungkapan emosi pasien (marah,takut,malu,sedih,bingung,eforia maupun pasien dengan hambatan komunikasi e.g. bisu-tuli,gangguan psikis).

- Mampu merespon verbal maupun bahasa non –verbal dari pasien secara profesional.

- Memperhatikan faktor biopsikososiobudaya dan norma-norma setempat untuk menetapkan dan mempertahankan terapi paripurna dan hubungan dokter pasien yang profesional.

- Menggunakan bahasa yang santun dan dapat dimengerti oleh pasien (termasuk bahasa daerah setempat) sesuai dengan umur,tingkat pendidikan ketika menyampaikan pertanyaan,meringkas informasi,menjelaskan hasil diagnosis,pilihan penanganan serta prognosis.

 Memberikan penjelasan dan informasi

- Mempersiapkan perasaan pasien untuk menghindari rasa takut dan stress sebelum melakukan pemeriksaan fisik. - Memberitahu adanya rasa sakit atau tidak nyaman yang

mungkin timbul selama pemeriksaan fisik atau tindakannya.

- Memberi penjelasan dengan benar,jelas,lengkap dan jujur tentang tujuan, keperluan, manfaat, risiko prosedur diagnostik dan tindakan medis (terapi,operasi,prognosis,rujukan) sebelum dikerjakan. - Menjawab pertanyaan dengan jujur, membri konsultasi,

atau menganjurkan rujukan untuk permasalahan yang sulit. - Memberikan edukasi / promosi kesehatan kepada pasien

(6)

- Memastikan mengkonfirmasikan bahwa informasi dan pilihan-pilihan tindakan telah dipahami oleh pasien. - Memberikan waktu yang cukup kepada pasien untuk

merenungkan kembali serta berkonsultasi sebelum membuat persetujuan.

- Menyampaikan berita buruk secara profesional dengan menjunjung tinggi etika kedokteran.

- Memastikan kesinambungan pelayanan yang telah dibuat dan disepakati.

2 Berkomunikasi dengan teman sejawat

 Memberi informasi yang tepat kepada sejawat tentang kondisi pasien baik secara lisan, tertulis, atau elektronik pada saat yang diperlukan demi kepentingan pasien maupun ilmu kedokteran.  Menulis surat rujukan dan laporan penanganan pasien dengan

benar, demi kepentingan pasien maupun ilmu kedokteran.  Melakukan presentasi laporan kasus secara efektif dan jelas,

demi kepentingan pasien maupun ilmu kedokteran. 3 Berkomunikasi dengan

masyarakat  Menggunakan bahasa yang dipahami oleh masyarakat Menggali masalah kesehatan menurut persepsi masyarakat.  Menggunakan tehnik komunikasi langsung yang efektif agar

masyarakat memahami kesehatan sebagai kebutuhan

 Memanfaatkan media dan kegiatan kemasyarakatan secara efektif ketika melakukan promosi kesehatan.

 Melibatkan tokoh masyarakat dalam mempromosikan kesehatan secara profesional.

4 Berkomunikasi dengan profesi

lain  Mendengarkan dengan penuh perhatian dan memberi waktu cukup kepada profesi lain untuk menyampaikan pendapatnya.  Memberi informasi yang tepat waktu dan sesuai kondisi yang sebenarnya ke perusahaan jasa asuransi kesehatan untuk pemrosesan klaim.

 Memberikan informasi yang relevan kepada penegak hukum atau sebagai saksi ahli di pengadilan (jika diperlukan).

 Melakukan negoisasi dengan pihak terkait dalam rangka pemecahan masalah kesehatan masyarakat.

(7)

2.2.

AREA KETERAMPILAN KLINIS

KOMPETENSI INTI :

Melakukan prosedur klinis sesuai masalah, kebutuhan pasien dan sesuai kewenangannya.

No Komponen Kompetensi Hasil Pembelajaran

1 Memperoleh dan mencatat informasi yang akurat serta penting tentang pasien dan keluarganya

Menggali dan merekam dengan jelas keluhan-keluhan yang disampaikan (bila perlu disertai gambar), riwayat penyakit sat ini, medis, keluarga, sosial serta riwayat lain yang relevan.

2 Melakukan prosedur klinik

dan laboratorium  Memilih prosedur klinis dan laboratorium sesuai dengan masalah pasien  Melakukan prosedur klinis dan laboratorium sesuai kebutuhan

pasien dan kewenangannya

 Melakukan pemeriksaan fisik dengan cara yang seminimal mungkin menimbulkan rasa sakit dan ketidaknyamanan pasien.  Melakukan pemeriksaan fisik yang sesuai dengfan masalah

pasien.

 Menemukan tanda-tanda fisik dan membuat rekam medis dengan jelas dan benar.

 Mengidentifikasi, memilih dan menentukan pemeriksaan laboratorium yang sesuai.

 Melakukan pemeriksaan laboratorium dasar.

 Membuat permintan pemeriksaan laboratorium penunjang  Menentukan pemeriksaan penunjang untuk tujuan penapisan

penyakit.

 Memilih dan melakukan keterampilan terapetik, serta tindakan prevensi sesuai dengan kewenangannya.

3 Melakukan prosedur kedaruratan klinis

 Menentukan keadaan kedaruratan klinis

 Memilih prosedur kedaruratan klinis sesuai kebutuhan pasien atau menetapkan rujukan.

 Melakukan prosedur kedaruratan klinis secara benar dan etis, sesuai dengan kewenangannya, mengevaluasi dan melakukan tindak lanjut.

(8)

2.3.

AREA LANDASAN ILMIAH ILMU KEDOKTERAN

KOMPETENSI INTI :

Mengidentitifikasi, menjelaskan dan merancang penyelesaian masalah kesehatan secara

ilmiah menurut ilmu kedokteran / kesehatan mutakhir untuk mendapat hasil yang optimum.

No Komponen Kompetensi Hasil Pembelajaran

1 Menerapkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip ilmu biomedik, klinik, perilaku, dan ilmu kesehatan masyarakat sesuai dengan pelayanan kesehatan tingkat primer

 Menjelaskan prinsip-prinsip ilmu kedokteran dasar yang berhubungan dengan terjadinya masalah kesehatan, beserta patogenesis dan patofisiologinya .

 Menjelaskan masalah kesehatan baik secara molekular amaupun selular melalui pemahaman mekanisme normal dalam tubuh .

 Menjelaskan faktor-faktor non biologis yang berpengaruh terhadap masalah kesehatan .

 Mengembangkan strategi untuk menghentikan sumber penyakit, poin-poin patogenesis dan patofisiologis, akibat yang ditimbulkan, serta resiko spesifik secara efektif.

 Menjelaskan tujuan pengobatan secara fisiologis dan molekular.

 Menjelaskan berbagai pilihan yang mungkin dilakukan dalam penanganan pasien.

 Menjelaskan rasional / ilmiah dalam menentukan penanganan penyakit baik secara klinikal epidemiologis, farmakologis, fisiologis, diet, olahraga atau perubahan perilaku.

 Menjelaskan pertimbangan pemilihan intervensi berdasarkan farmakologi, fisiologis, gizi ataupun perubahan tingkah laku.  Menjelaskan indikasi pemberian obat, cara kerja obat, waktu

paruh, dosis, serta penerapannya pada keadaan klinik.

 Menjelaskan kemungkinan terjadinya interaksi obat dan efek samping.

 Menjelaskan manfaat terapi diet pada penanganan kasus tertentu.

 Menjelaskan perubahan proses patofisiologis setelah pengobatan . Menjelaskan prinsip-prinsip pengambilan keputusan dalam mengelola masalah kesehatan.

2 Merangkum interprestasi anamnesis, pemeriksaan fisik, uji laboratorium dan prosedur yang sesuai

 Menjelaskan (patofisiologi atau terminology lainnya) data klinik dan laboratorium untuk menentukan diagnosis pasti .  Menjelaskan alasan hasil diagnosis dengan mengacu pada

evidence-based medicine . 3 Menentukan efektivitas suatu

tindakan

 Menjelaskan bahwa kelainan dipengaruhi oleh tindakan .  Menjelaskan parameter dan indikator keberhasilan pengobatan

.

(9)

2.4.

AREA PENGELOLAAN MASALAH KESEHATAN

KOMPETENSI INTI :

Mengelola masalah kesehatan pada individu, keluarga, ataupun masyarakat secara

komprehensif, holistik, bersinambung, koordinatif dan kolaboratif dalam konteks pelayanan

kesehatan tingkat primer.

No Komponen Kompetensi Hasil Pembelajaran

1 Mengelola penyakit, keadaan sakit dan masalah pasien sebagai individu yang utuh, bagian dari keluarga dan masyarakat

 Menginterprestasi data klinis dan merumuskannya menjadi diagnosis sementara dan diagnosis banding.

 Menjelaskan penyebab, patogenesis serta patofisiologi suatu penyakit.

 Mengidentifikasi berbagai pilihan cara pengelolaan yang sesuai penyakit pasien.

 Memilih dan menerapkan strategi pengelolaan yang paling tepat berdasarkan prinsip kendali mutu, kendali biaya, manfaat dan keadaan pasien serta sesuai pilihan pasien.

 Melakukan konsultasi mengenai pasien bila perlu.

 Merujuk kesejawat lain sesuai dengan Standar Pelayanan Medis yang berlaku, tanpa atau sesudah terapi awal.

 Mengelola masalah kesehatan secara mandiri dan bertanggungjawab sesuai dengan tingkat kewenangannya.  Memberi alasan strategi pengelolaan pasien yang dipilih

berdasarkan patofisiologi, patogenesis, farmakologi, faktor psikologis, sosial dan faktor-faktor lain yang sesuai.

 Membuat instruksi tertulis sercara jelas, lengkap, tepat dan dapat dibaca.

 Menulis reesep obat secara rasional ( tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, tepat frekwensi dan cara pemberian serta sesuai kondisi pasien), jelas, lengkap dan dapat dibaca.

 Mengidentifikasi berbagai indikator keberhasilan pengobatan, memonitor perkembangan penanganan, memperbaiki dan mengubah terapi dengan tepat.

 Memprediksi, memantau, mengenali kemungkinan adanya interaksi obat dan efek samping, memperbaiki atau mengubah terapi dengan tepat.

 Menerapkan prinsip-prinsip pelayanan dokter keluarga secara holistik, komprehensif, koordinatif, kolaboratif dan bersinambung dalam mengelola penyakit dan masalah pasien.  Mengidentifikasi peran keluarga pasien, pekerjaan dan

lingkungan sosial sebagai faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya penyakit serta sebagai faktor yang mungkin berpengaruh terhadap pertimbangan terapi.

(10)

2 Merlakukan pencegahan

penyakit dan keadaan sakit  Mengidentifikasi, memberi alasan, menerapkan dan memantau strategi pencegahan tertier yang tepat berkaitan dengan penyakit pasien, keadaan sakit atau permasalahannya.

 Mengidentifikasi, memberikan alasan, menerapkan dan memantau strategi pencegahan sekunder yang tepat berkaitan dengan pasien dan keluarganya.

 Mengidentifikasi, memberikan alasan, menerapkan dan memantau kegiatan strategi pencegahan primer yang tepat, berkaitan dengan pasien, anggota keluarga dan masyarakat.  Mengidentifikasi peran keluarga pasien, pekerjaan dan

lingkungan sosial sebagai faktor resiki terjadinya penyakit dan sebagai faktor yang mungkin berpengaruh terhadap pencegahan penyakit.

 Menunjukan pemahaman bahwa upaya pencegahan penyakit sangat bergantung pada kerjasama tim dan kolaborasi dengan profesional di bidang lain.

3 Melaksanakan pendidikan kesehatan dalam rangka promosi kesehatan dan pencegahan penyakit

 Mengidentifikasi kebutuhan perubahan perilaku dan modifikasi gaya hidup untuk promosi kesehatan pada berbagai kelompok umur, jenis kelamin, etnis dan budaya.

 Merencanakan dan melaksanakan pendidikan kesehatan dalam rangka promosi kesehatan di tingkat individu, keluarga dan masyarakat.

 Bekerjasama dengan sekolah dalam mengembangkan program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

4 Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan derajata kesehatan

 Memotivasi masyarakat agar mampu mengidentifikasi masalah kesehatan masyarakat.

 Menentukan insiden prevalensi penyakit di masyarakat serta mengenali keterkaitan yang kompleks antara faktor psikologis, kultur, sosial, ekonomi, kebijakan dan faktor lingkungan yang berpengaruh pada suatu masalah kesehatan.

 Melibatkan masyarakat dalam mengembangkan solusi yang tepat bagi masalah kesehatan masyarakat.

 Bekerjasama dengan profesi dan sektor lain dalam menyelesaikan masalah kesehatan dengan mempertimbangkan kebijakan kesehatan pemerintah, termasuk antisipasi terhadap timbulnya penyakit-penyakit baru.

 Menggerakkan masyarakat untuk berperan serta dalam intervensi kesehatan.

 Merencanakan dan mengimplementasikan intervensi kesehatan masyarakat, serta menganalisis hasilnya.

 Melatih kader kesehatan dalam pendidikan kesehatan.  Mengevaluasi efektivitas pendidikan kesehatan.

 Bekerjasama dengan masyarakat dalam menilai ketersediaan, pengadaan dan pemanfaataan pelayanan kesehatan masyarkat.

(11)

5 Mengelola sumber daya manusia dan sarana-prasarana secara efektif dalam pelayanan kesehatan primer dengan pendekatan kedokteran keluarga

 Menjalankan fungsi managerial (berperan sebagai pemimpin, pemberi informasi, dan pengambil keputusan).

 Menerapkan manajemen mutu terpadu dalam pelayanaan kesehatan primer dengan pendekatan kedokteran keluarga.  Mengelola sumber daya manusia

 Mengelola fasilitas, sarana dan prasarana.

2.5.

AREA PENGELOLAAN INFORMASI

KOMPETENSI INTI :

Mengakses, mengelola, menilai secara kritis kesahihan dan kemampu terapan informasi

untuk menjelaskan dan menyelesaikan masalah, atau mngambil keputusan dalam kaitan

dengan pelayanan kesehatan di tingkat primer.

No Komponen Kompetensi Hasil Pembelajaran

1 Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk membantu penegakan diagnosis, pemberian terapi, tindakan pencegahan dan promosi kesehatan, serta penjagaan dan pemantauan status kesehatan pasien

 Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (internet) dengan baik

 Menggunakan data dan bukti pengkajian ilmiah untuk menilai relevansi dan validitasnya.

 Menerapkan metode riset dan statistik untuk menilai kesahihan informasi ilmiah.

 Menerapkan keterampilan dasar pengelolaan informasi untuk menghimpun data relevan menjadi arsip pribadi.

 Menerapkan keterampilan dasar dalam menilai data untuk melakukan validasi informasi ilmiah secara sistematik.  Meningkatkan kemampuan secara terus menerus dalam

merangkum dan menyimpan arsip. 2 Memahami manfaat dan

keterbatasan teknologi informasi

Menerapkan prinsip teori teknologi informasi dan komunikasi untuk membantu penggunaannya, dengan memperhatikan secara khusus potensi untuk berkembang dan keterbatasannya.

3 Memanfaatkan informasi

kesehatan  Memasukkan dan menemukan kembali informasi dan database dalam praktek kedokteran secara efisien.  Menjawab pertanyaan yang terkait dengan praktek kedokteran

dengan menganalisis arsipnya.

 Membuat dan menggunakan rekam medis untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan

(12)

2.6.

AREA MAWAS DIRI DAN PENGEMBANGAN DIRI

KOMPETENSI INTI :

Melakukan praktek kedokteran dengan penuh kesadaran atas kemampuan dan

keterbatasannya

Mengatasi masalah emosional, personal, kesehatan dan kesejahteraan yang dapat

mempengaruhi kemampuan profesinya.

Belajar sepanjang hayat.

Merencanakan, menerapkan dan memantau perkembangan profesi secara

bersinambung.

No Komponen Kompetensi Hasil pembelajaran

1 Menerapkan mawas diri  Menyadari kemampuan dan keterbatasan diri berkaitan dengan praktek kedokterannya dan berkonsultasi bila diperlukan.  Mengenali dan mengatasi masalah emosional, personal dan

masalah yang berkaitan dengan kesehatannya yang dapat mempengaruhi kemampuan profesinya.

 Menyesuaikan diri dengan tekanan yang dialami selama pendidikan dan praktek kedokteran.

 Menyadari peran hubungan interpersonal dalam lingkungan profesi dan pribadi.

 Mendengarkan secara akurat dan bereaksi sewajarnya atas kritik yang membangun dari pasien, sejawat, instruktur dan penyelia.

 Mengelola umpan balik hasil kerja sebagai bagian dari pelatihan dan praktek.

 Mengenali nilai dan keyakinan diri yang sesuai denhan praktek kedokterannya.

2 Mempraktekan belajar

sepanjang hayat  Mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan yang baru.

 Berperan aktif dalam Program Pendidikan Dan Pelatihan Kedokteran Berkelanjutan (PPPKB) dan pengalaman belajar lainnya.

 Menunjukkan sikap kritis terhadap praktek kedokteran berbasis bukti (Evidence-Based Medicine).

 Mengambil keputusan apakah akan memanfaatkan informasi atau evidence untuk penanganan pasien dan justifikasi alasan keputusan yang diambil.

 Menanggapi secara kritis literatur kedokteran dan relevansinya terhadap pasiennya.

 Menyadari kinerja profesionalitas diri dan mengidentifikasi kebutuhan belajarnya.

3 Mengembangkan pengetahuan

baru  Mengidentifikasi kesenjangan dari ilmu pengetahuan yang sudah ada dan mengembangkannya menjadi pertanyaan penelitian yang tepat.

(13)

penelitian untuk menemukan jawaban dari pertanyaan penelitian.

 Menuliskan hasil penelitian sesuai dengan kaidah artikel ilmiah.

 Membuat presentasi ilmiah dari penelitiannya.

2.7.

AREA ETIKA, MORAL, MEDIKOLEGAL DAN PROFESIONALISME

SERTA KESELAMATAN PASIEN

KOMPETENSI INTI :

Berperilaku profesional dalam praktek kedokteran serta mendukung kebijakan

kesehatan.

Bermoral dan beretika serta memahami isu-isu etik maupun aspek medikolegal dalam

praktek kedokteran.

Menerapkan program keselamatan pasien.

No Komponen Kompetensi Hail Pembelajaran

1 Memiliki sikap profesional  Menunjukkan sikap yang sesuai dengan Kode Etik Dokter Indonesia.

 Menjaga kerahasiaan dan kepercayaan pasien.

 Menunjukkan kepercayaan dan saling menghormati dalam hubungan dokter - pasien .

 Menunjukkan rasa empati dengan pendekatan yang menyeluruh.

 Mempertimbangkan masalah pembiayaan dan hambatan lain dalam memberikan pelayanan kesehatan serta dampaknya.  Mempertimbangkan aspek etis dalam penanganan pasien sesuai

standar profesi.

 Mengenal alternatif dalam menghadapi pilihan etik yang sulit.  Menganalisis secara sistematik dan mempertahankan pilihan

etik dalam pengobatan setiap individu pasien. 2 Berperilaku profesional dalam

bekerjasama  Menghormati setiap orang tanpa membedakan status sosial.  Menunjukkan pengakuan bahwa tiap individu mempunyai

kontribusi dan peran yang berharga tanpa memandang status sosial.

 Berperan serta dalam kegiatan yang memerlukan kerjasama dengan para petugas kesehatan lainnya.

 Mengenali dan berusaha menjadi penengah ketika terjadi konflik.

 Memberikan tanggapan secara konstruktif terhadap masukan dari orang lain.

(14)

petugas kesehatan lain, serta bertindak secara profesional.  Mengenali dan bertindak sewajarnya saat kolega melakukan

suatu tindakan yang tidak profesional. 3 Berperan sebagai anggota

Tim pelayanan kesehatan yang profesional

 Berperan dalam pengelolaan masalah pasien dan menerapkan nilai-nilai profesionalisme.

 Bekerja dalam berbagai tim pelayanan kesehatan secara efektif.  Menghargai peran dan pendapat berbagai profesi kesehatan.  Berperan sebagai manager baik dalam praktek pribadi maupun

dalam sistem pelayanan kesehatan.

 Menyadari profesi medis yang mempunyai peran dimasyarakat dan dapat melakukan suatu perubahan.

 Mampu mengatasi perilaku yang tidak profesinal dari anggota tim pelayanan kesehatan lain.

4 Melakukan praktek kedokteran dalam masyarakat multikultural di Indonesia

 Menghargai perbedaan karakter individu, gaya hidup dan budaya dari pasien dan sejawat.

 Memahami heterogenitas persepsi yang berkaitan dengan usia, gender, orientasi seksual, etnis, kecacatan dan status sosial ekonomi.

5 Aspek mediko-legal dalam

praktik kedokteran Memahami dan menerima tanggung jawab hukum berkaitan dengan:  Hak asasi manusia

 Resep obat

 Penyalahgunaan tindakan fisik dan seksual  Kode Etik Kedokteran Indonesia

 Pembuatan surat keterangan sehat, sakit atau surat kematian  Proses di pengadilan

 Memahami UU Praktek Kedokteran No.29 th 2004.

 Memahami peran Konsil Kedokteran Indonesia sebagai badan yang mengatur praktek kedokteran.

 Menentukan, menyatakan dan menganalisis segi etika dalam kebijakan kesehatan.

(15)

6 Aspek keselamatan pasien

dalam praktek kedokteran  Menerapkan standar keselamatan pasien : - Hak pasien

- Mendidik pasien dan keluarga

- Keselamatan pasien dan kesinambungan pelayanan - Penggunaan metode-metode peningkatan kinerja untuk

melakukan evaluasi dan program peningkatan keselamatan pasien.

- Peran kepemimpinan dalam meningkatkan keselamatan pasien

- Mendidik staf tentang keselamatan pasien.

- Komunikasi yang merupakan kunci bagi staf untuk mencapai keselamatan pasien.

 Menerapkan tujuh (7) langkah keselamatan pasien : - Bangun kesadaran akan nilai keselamatan pasien - Memimpin dan mendukung staf

- Integrasikan aktifitas pengelolaan resiko - Kembangkan sistem pelaporan.

- Libatkan dan berkomunikasi dengan pasien.

- Belajar dan berbagi pengalaman tentang keselamatan pasien

- Cegah cedera melalui implementasi sistem keselamatan pasien.

2.8.

KETERAMPILAN

PENGELOLAAN

MASALAH

KESEHATAN

LINGKUNGAN, KESELAMATAN KERJA INDUSTRI, DAN KESEHATAN

DAERAH PERBATASAN DENGAN KEKHUSUSAN WILAYAH KELAUTAN,

PANTAI, DAN PERAIRAN.

KOMPETENSI INTI:

-

Mampu mendiagnosis, mengelola dan mencegah masalah kesehatan lingkungan dengan

kekhususan wilayah kelautan, pantai, dan perairan.

-

Mampu mendiagnosis, mengelola dan mencegah masalah kesehatan dan keselamatan

kerja industri.

(16)

No Komponen Kompetensi Hasil Pembelajaran

1 Mendiagnosis masalah kesehatan lingkungan dengan kekhususan wilayah kelautan, pantai dan perairan

- Menilai data hasil pemeriksaan kondisi lingkungan (lingkungan laut, pantai, dan perairan) secara benar melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, dan pemeriksaan lapangan

- Berdasarkan data menyusun diagnosis banding masalah kesehatan lingkungan yang sesuai serta urutan

masalahnya

- Berdasarkan diagnosis banding, urutan masalah dan diskusi dengan pihak terkait, selanjutnya memilih, melaksanakan dan menilai pemeriksaan penunjang 2 Mengelola masalah kesehatan lingkungan dengan kekhususan wilayah

kelautan, pantai, dan perairan

- Memilih pengelolaan yang sesuai didasarkan pada data yang diperoleh dengan mempertimbangkan biaya, keuntungan serta kondisi lingkungan

- Melakukan konsultasi dan merujuk apabila dibutuhkan (termasuk konsultasi dan rujukan kepada instansi terkait) - Menentukan tujuan pengelolaan yang sesuai dengan

situasi dan kondisi

- Melibatkan pasien dan instansi terkait secara optimal 3 Mengintegrasikan tindakan prevensi untuk mengatasi masalah kesehatan

lingkungan dengan kekhususan wilayah kelautan, pantai, dan perairan

- Menentukan pemeriksaan penapisan, pencegahan dan perubahan perilaku yang dibutuhkan untuk

meningkatkan kesehatan lingkungan

- Melaksanakan pendidikan dan intervensi lain yang dibutuhkan untuk melindungi lingkungan terhadap masalah kesehatan

4 Memonitor kemajuan pengelolaan masalah kesehatan lingkungan dengan kekhususan wilayah kelautan, pantai, dan perairan

- Menentukan parameter dan indikator yang akan dinilai - Menindaklanjuti rancangan penatalaksanaan selama

pengelolaan masalah kesehatan lingkungan dengan kekhususan wilayah kelautan, pantai, dan perairan 5 Mendiagnosis masalah kesehatan dan keselamatan kerja industri dengan

kekhususan wilayah kelautan, pantai, dan perairan

- Menilai data hasil pemeriksaan kondisi lingkungan industri (yang berhubungan dengan kesehatan dan keselamatan kerja industri) secara benar melalui

anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, dan pemeriksaan lapangan

- Berdasarkan data menyusun diagnosis banding masalah kesehatan industri yang sesuai serta urutan masalahnya - Berdasarkan diagnosis banding, urutan masalah dan

diskusi dengan pihak terkait, selanjutnya memilih, melaksanakan dan menilai pemeriksaan penunjang

(17)

6 Mengelola masalah kesehatan dan keselamatan kerja industri - Memilih pengelolaan yang sesuai didasarkan pada data yang diperoleh dengan mempertimbangkan biaya, keuntungan serta kondisi lingkungan industri

- Melakukan konsultasi dan merujuk apabila dibutuhkan (termasuk konsultasi dan rujukan kepada instansi terkait) - Menentukan tujuan pengelolaan yang sesuai dengan

situasi dan kondisi

- Melibatkan pasien dan instansi terkait secara optimal 7 Mengintegrasikan tindakan prevensi

untuk mengatasi masalah kesehatan dan keselamatan kerja industri

- Menentukan pemeriksaan penapisan, pencegahan dan perubahan perilaku yang dibutuhkan untuk

meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja industri - Melaksanakan pendidikan dan intervensi lain yang

dibutuhkan untuk meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja industri

8 Memonitor kemajuan pengelolaan masalah kesehatan dan keselamatan kerja industri sesuai situasi dan kondisi

- Menentukan parameter dan indikator yang akan dinilai - Menindaklanjuti rancangan penatalaksanaan selama

pengelolaan masalah kesehatan dan keselamatan kerja industri

9 Mendiagnosis masalah kesehatan daerah perbatasan - Mengidentifikasi masalah kesehatan di daerah perbatasan - Menilai data hasil pemeriksaan kesehatan daerah

perbatasan secara benar melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, dan pemeriksaan lapangan

- Berdasarkan data menyusun diagnosis banding masalah kesehatan di daerah perbatasan dan urutan masalahnya - Berdasarkan diagnosis banding, urutan masalah dan

diskusi dengan pihak terkait, selanjutnya memilih, melaksanakan dan menilai pemeriksaan penunjang 10 Mengelola masalah kesehatan daerah perbatasan - Memilih pengelolaan yang sesuai didasarkan pada data yang diperoleh dengan mempertimbangkan biaya,

keuntungan serta kondisi daerah perbatasan

- Melakukan konsultasi dan merujuk apabila dibutuhkan (termasuk konsultasi dan rujukan kepada instansi terkait) - Menentukan tujuan pengelolaan yang sesuai dengan

situasi dan kondisi

(18)

11 Mengintegrasikan tindakan prevensi untuk mengatasi masalah kesehatan daerah perbatasan

- Menentukan pemeriksaan penapisan, pencegahan dan perubahan perilaku yang dibutuhkan untuk

meningkatkan kesehatan daerah perbatasan - Melaksanakan pendidikan dan intervensi lain yang

dibutuhkan untuk melindungi masyarakat terhadap masalah kesehatan daerah perbatasan

12 Memonitor kemajuan pengelolaan masalah kesehatan daerah perbatasan - Menentukan parameter dan indikator yang akan dinilai - Menindaklanjuti rancangan penatalaksanaan selama

(19)

19

BAB III

STRUKTUR KURIKULUM

3.1

TEMA SEMESTER DAN TAHAP KURIKULUM FK UNRI

Semester

Tema

Tahap

I

Keterampilan Belajar dan Humaniora

Dasar-dasar Ilmu Kedokteran, Metodologi

Penelitian dan Biostatistik

Keterampilan Generik

II-V

Sistem Tubuh Manusia

Ilmu-ilmu Kedokteran Dasar dan Kedokteran

Klinik

VI

Emergensi, Elektif dan Manajemen Kesehatan

VII

Manajemen kesehatan dan aktifitas Penelitian

VIII-X

Kepaniteraan

Praktik Klinik

TAHAP I

Adalah tahap dimana mahasiswa dipersiapkan untuk menguasai dasar-dasar Ilmu Kedokteran dan aplikasinya dengan cara :

-

Menguasai prinsip-prinsip belajar di fakultas kedokteran, pengelolaan informasi

-

Menguasai teknik komunikasi efektif dengan pasien / klien, teman sejawat, masyarakat dan profesi lain.

-

Menguasai metodelogi penelitian, problem solving cycle, dan biostatistik kesehatan.

(20)

20

TAHAP II

-

Tahap dimana mahasiswa mampu menguasai ilmu-ilmu kedokteran dasar dan ilmu-ilmu kedokteran klinik, dan keterampilan

klinik dan prosedur klinis, kegawatdaruratan, selanjutnya mampu menerapkannya pada pasien simulasi dan phantom.

-

Menguasai tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan manusia sejak konsepsi sampai kematian (siklus hidup manusia).

-

Menguasai dasar-dasar diagnosis, pengelolaan dan pencegahan penyakit / masalah kesehatan.

-

Mamapu melakukan, menulis dan menyajikan penelitian bidang kesehatan sesuai kaidah ilmiah.

TAHAP III

Praktik Klinik :

-

Menguasai dasar-dasar keterampilan klinik.

-

Menerapkan ilmu-ilmu dasar dan ilmu-ilmu klinik dalam pengelolaan pasien.

-

Mampu menerapkan keterampilan klinik secara langsung kepada pasien.

(21)

21

3.2

TEMA BLOK KURIKULUM FK UNRI

SEMESTER I SEMESTER II

1 2 3 4 5 6

Proses Belajar dan Humaniora

7 minggu

Dasar-dasar Ilmu kedokteran, Metodologi penelitian Dan Biostatistik

6 minggu

Siklus Hidup Manusia

6 minggu Kardiovaskuler 7 minggu Respirasi 7 minggu Muskuloskeletal 5 minggu

SEMESTER III SEMESTER IV

7 8 9 10 11 12

Hemato-Imunologi

6 minggu 7 minggu Saraf Urologi dan Cairan Tubuh 6 minggu Endokrin dan Metabolisme 7 minggu 7 minggu Indera Kulit dan Integumen5 minggu

SEMESTER V SEMESTER VI

13 14 15

Aktifitas penelitian

16 17 18

Digestif dan Nutrisi

7 minggu Reproduksi 7 minggu Kesehatan Jiwa 5 minggu Multi System dan Evidence Based Medicine 7 minggu

Kegawatdaruratan 7minggu

Elektif*

Kesehatan lingkungan pada wilayah kelautan, pantai dan perairan Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Industri & Kesehatan Daerah Perbatasan

5 minggu

SEMESTER VII SEMESTER VIII

Aktifitas penelitian 9 minggu 3 minggu 9 minggu 3 minggu

19

Bag. Penyakit Dalam Bag.Penyakit Kulit &

Kelamin Kesehatan Bag. Anak dan Remaja

Bag. Saraf Manajemen Kesehatan + penelitian

(4 minggu)

19 minggu

SEMESTER IX SEMESTER X

9 minggu

3

minggu

9

minggu

3

minggu mggu3 mggu3 mggu1 mggu3 mggu3 mggu6 mggu3

Bag. Kesehatan Reproduksi

Wanita Kesehatan Bag. Jiwa

Bag. Bedah Bag. THT Bag. Mata Bag. Kedokt. Forensik

Bag Gigi Kesehatan lingkungan & Kesehatan Kerja

Kesehatan

Masyarakat COME Dan Praktik Umum Kegawat-daruratan ATLS ACLS

(22)

BAB IV

CETAK BIRU BLOK

4.1 BLOK PROSES BELAJAR DAN HUMANIORA

KOMPETENSI INTI

Setelah menyelesaikan blok ini Mahasiswa FK Unri mampu:

Memperoleh dan bertukar informasi baik secara verbal dan non-verbal dengan

pasien/klien dari segala golongan umur, anggota keluarga, masyarakat, teman sejawat dan

profesi lainnya

Mengatasi masalah emosional, personal, kesehatan, dan kesejahteraan yang dapat

mempengaruhi kemampuan profesinya

Belajar sepanjang hayat

Merencanakan, menerapkan dan memantau perkembangan profesi secara bersinambung

Berperilaku profesional dalam praktik kedokteran serta mendukung kebijakan kesehatan

Bermoral dan beretika serta memahami isu-isu etik maupun aspek medikolegal dalam

praktik kedokteran

No.

Komponen Kompetensi

Hasil Pembelajaran

1.

Dalam berkomunikasi dengan pasien/klien dan anggota keluarganya

 Bersambung rasa dengan pasien dan keluarganya melalui simulasi

-

Memberikan salam

-

Memberikan situasi yang nyaman bagi pasien

-

Menunjukkan sikap empati dan dapat dipercaya

-

Mendengarkan dengan aktif (penuh perhatian dan memberi waktu yang cukup pada pasien untuk menyampaikan keluhannya dan menggali permasalahan pasien)

-

Menyimpulkan kembali masalah pasien, kekawatiran, maupun harapannya.

-

Memelihara dan menjaga harga diri pasien, hal-hal yang bersifat pribadi, dan kerahasiaan pasien sepanjang waktu

-

Memperlakukan pasien sebagai mitra sejajar dan meminta

persetujuannya dalam memutuskan suatu terapi dan tindakan (Teori dan Simulasi)

 Mengumpulkan informasi melalui simulasi

-

Mampu menggunakan open-ended maupun closed question dalam menggali informasi (move from open to closed question properly)

-

Meminta penjelasan pada pasien pada statemen yang kurang dimengerti

-

Menggunakan penalaran klinik dalam penggalian riwayat penyakit pasien sekarang, riwayat keluarga, atau riwayat kesehatan masa lalu.

(23)

-

Melakukan penggalian data secara runtut dan efisien

-

Tidak memberikan nasehat maupun penjelasan yang prematur saat masih mengumpulkan data-data

(Teori dan Simulasi)

Secara teoritis memahami perspektif pasien

-

Menghargai kepercayaan pasien terhadap segala sesuatu yang menyangkut penyakitnya

-

Melakukan eksplorasi terhadap kepentingan pasien, kekawatirannya, dan harapannya

-

Melakukan fasilitasi secara profesional terhadap ungkapan emosi pasien (marah, takut, malu, sedih, bingung, eforia, maupun pasien dengan hambatan komunikasi e.g. bisu-tuli, gangguan psikis)

-

Mampu merespon verbal maupun bahasa non-verbal dari pasien secara profesional

-

Memperhatikan faktor biopsikososiobudaya dan norma-norma setempat untuk menetapkan dan mempertahankan terapi paripurna dan hubungan dokter pasien yang profesional

-

Menggunakan bahasa yang santun dan dapat dimengerti oleh

pasien (termasuk bahasa daerah setempat) sesuai dengan umur, tingkat pendidikan ketika menyampaikan pertanyaan, meringkas informasi, menjelaskan hasil diagnosis, pilihan penanganan serta prognosis.

(Teori dan Simulasi)

2.

Menggunakan teknologi informasi

dan komunikasi untuk membantu penegakan diagnosis, pemberian terapi, tindakan pencegahan, dan promosi kesehatan, serta penjagaan dan pemantauan status kesehatan pasien

 Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (internet) dengan baik

 Menggunakan data dan bukti pengkajian ilmiah untuk menilai relevansi dan validitasnya

 Menerapkan ketrampilan dasar pengelolaan informasi untuk menghimpun data relevan menjadi arsip pribadi

 Menerapkan keterampilan dasar dalam menilai data untuk melakukan validasi informasi ilmiah secara sistematik  Meningkatkan kemampuan secara terus menerus dalam

merangkum dan menyimpan arsip

3.

Memahami manfaat dan

keterbatasan teknologi informasi

Menerapkan prinsip teori teknologi informasi dan komunikasi untuk membantu penggunaannya, dengan memperhatikan secara khusus potensi untuk berkembang dan keterbatasannya

5.

Mempraktekan belajar sepanjang

hayat  Mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan yang baru. Berperan aktif dalam Program Pendidikan dan Pelatihan Kedokteran Berkelanjutan (PPPKB) dan pengalaman belajar lainnya

 Menunjukkan sikap kritis terhadap praktik kedokteran berbasis bukti (Evidence-Based Medicine)

 Mengambil keputusan apakah akan memanfaatkan informasi atau evidence untuk penanganan pasien dan justifikasi alasan keputusan yang diambil

 Menanggapi secara kritis literatur kedokteran dan relevansinya terhadap pasiennya

 Menyadari kinerja professionalitas diri dan mengidentifikasi kebutuhan belajarnya

(24)

6.

Berperilaku profesional dalam

bekerjasama Secara teoritis memahami prinsip-prinsip berperilaku profesionalisme dalam bekerjasama  Menghormati setiap orang tanpa membedakan status sosial  Menunjukkan pengakuan bahwa tiap individu mempunyai

kontribusi dan peran yang berharga, tanpa memandang status sosial

 Berperan serta dalam kegiatan yang memerlukan kerja sama dengan para petugas kesehatan lainnya

 Mengenali dan berusaha menjadi penengah ketika terjadi konflik

 Memberikan tanggapan secara konstruktif terhadap masukan dari orang lain

 Mempertimbangkan aspek etis dan moral dalam hubungan dengan petugas kesehatan lain, serta bertindak secara profesional

 Mengenali dan bertindak sewajarnya saat kolega melakukan suatu tindakan yang tidak profesional.

7.

Melakukan praktek kedokteran dalam masyarakat multicultural di Indonesia

Secara teoritis memahami beberapa prinsip melakukan praktek kedokteran dalam masyarakat multikultural

 Menghargai perbedaan karakter individu, gaya hidup, dan budaya dari pasien dan sejawat

 Memahami heterogenitas persepsi yang berkaitan dengan usia, gender, orientasi seksual, etnis, kecacatan dan status sosial ekonomi

Daftar Substansi Kajian

Substansi Kajian (knowledge) Tingkat Pencapaian

- Belajar sepanjang hayat 1 2 3 4 5 6

- Prinsip-prinsip belajar di Fakultas Kedokteran (seperti Belajar Berdasarkan Masalah, Praktikum biomedik, Skill lab, Belajar Berdasarkan Bukti, dan lain-lain)

1 2 3 4 5 6

- Penilaian diri sendiri 1 2 3 4 5 6

- Hubungan dokter pasien (seperti empati, anamnesis, konseling, penjelasan berbagai prosedur, negosiasi pembuatan keputusan dengan keluarga, pendidikan pasien)

1 2 3 4 5 6

- Komunikasi efektif dengan pasien/klien, teman sejawat, masyarakat dan profesi lain

1 2 3 4 5 6

- Komunikasi personal 1 2 3 4 5 6

- Diskusi kelompok 1 2 3 4 5 6

- Kerja tim 1 2 3 4 5 6

- Kesadaran interaksi interpersonal 1 2 3 4 5 6

(25)

- Mempelajari tulisan yang efektif 1 2 3 4 5 6

- Memanfaatkan berbagai media 1 2 3 4 5 6

- Perpustakaan elektronik 1 2 3 4 5 6

- Computer Aided Instruction (CAI) 1 2 3 4 5 6

- Bahasa Inggris Kedokteran (seperti writting, reading, presentation,

conversation) 1 2 3 4 5

6

- Etika dan hukum kedokteran 1 2 3 4 5 6

Keterangan: 1 Mampu menyebutkan 2 Mampu menjelaskan 3 Mampu menerapkan 4 Mampu menganalisis 5 Mampu, mensintesis 6 Mampu mengevaluasi

Daftar Keterampilan

Keterampilan Tingkat Pencapaian

Komunikasi efektif dengan pasien/klien, teman sejawat, masyarakat dan profesi lain* 1 2 3 4

Penelusuran literatur* 1 2 3 4

Computer Aided Instruction (CAI)* 1 2 3 4

Bahasa Inggris Kedokteran (seperti writting, reading, presentation, conversation) 1 2 3 4

Keterangan :

1 Mengetahui dan mampu menjelaskan

2 Pernah melihat atau didemonstrasikan

3 Mampu melakukan dan pernah menerapkan di bawah supervisi

4 Mampu melakukan secara mandiri sampai tuntas

(26)

4.2 BLOK DASAR-DASAR ILMU KEDOKTERAN, METODOLOGI PENELITIAN

DAN BIOSTATISTIK

KOMPETENSI INTI

Setelah menyelesaikan blok ini Mahasiswa FK Unri mampu:

Mengakses, mengelola, menilai secara kritis kesahihan dan kemampu-terapan

informasi untuk menjelaskan dan menyelesaikan masalah, atau mengambil keputusan

dalam kaitan dengan pelayanan kesehatan di tingkat primer

Belajar sepanjang hayat

Merencanakan, menerapkan, dan memantau perkembangan profesi secara

bersinambung

Mengidentifikasi, menjelaskan dan merancang penyelesaian masalah kesehatan

secara ilmiah menurut ilmu kedokteran/ kesehatan mutakhir untuk mendapat hasil

yang optimum

No.

Komponen Kompetensi

Hasil Pembelajaran

1.

Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk membantu penegakan diagnosis, pemberian terapi, tindakan pencegahan dan promosi kesehatan, serta penjagaan dan pemantauan status kesehatan pasien

 Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (internet) dengan baik

 Menggunakan data dan bukti pengkajian ilmiah untuk menilai relevansi dan validitasnya

 Menerapkan metode riset dan statistik untuk menilai kesahihan informasi ilmiah.

 Menerapkan ketrampilan dasar pengelolaan informasi untuk menghimpun data relevan menjadi arsip pribadi

 Menerapkan keterampilan dasar dalam menilai data untuk melakukan validasi informasi ilmiah secara sistematik

 Meningkatkan kemampuan secara terus menerus dalam merangkum dan menyimpan arsip

2.

Memahami manfaat dan

keterbatasan teknologi informasi Menerapkan prinsip teori teknologi informasi dan komunikasi untuk membantu penggunaannya, dengan memperhatikan secara khusus potensi untuk berkembang dan keterbatasannya

3.

Mempraktekan belajar sepanjang

hayat  Mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan yang baru. Berperan aktif dalam Program Pendidikan dan Pelatihan Kedokteran Berkelanjutan (PPPKB) dan pengalaman belajar lainnya

 Menunjukkan sikap kritis terhadap praktik kedokteran berbasis bukti (Evidence-Based Medicine)

 Mengambil keputusan apakah akan memanfaatkan informasi atau evidence untuk penanganan pasien dan justifikasi alasan keputusan yang diambil

 Menanggapi secara kritis literatur kedokteran dan relevansinya terhadap pasiennya

 Menyadari kinerja professionalitas diri dan mengidentifikasi kebutuhan belajarnya

(27)

4.

Mengembangkan pengetahuan

baru  Mengidentifikasi kesenjangan dari ilmu pengetahuan yang sudah ada dan mengembangkannya menjadi pertanyaan penelitian yang tepat

 Merencanakan, merancang, dan mengimplementasikan penelitian untuk menemukan jawaban dari pertanyaan penelitian.

 Menuliskan hasil penelitian sesuai dengan kaidah artikel ilmiah  Membuat presentasi ilmiah dari hasil penelitiannya

5.

Menerapkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip ilmu biomedik, klinik, perilaku, dan ilmu kesehatan masyarakat sesuai dengan pelayanan kesehatan tingkat primer

 Menjelaskan prinsip ilmu dasar dalam pemahaman mengenai dasar, patofisiologi dan patogenesis masalah kesehatan

 Menjelaskan masalah kesehatan baik secara molekular maupun selular melalui pemahaman mekanisme normal dalam tubuh  Menjelaskan faktor-faktor non biologis yang berpengaruh

terhadap masalah kesehatan

 Mengembangkan strategi untuk menghentikan sumber penyakit, poin-poin patogenesis dan patofisiologis, akibat yang ditimbulkan, serta resiko spesifik secara efektif

 Menjelaskan tujuan pengobatan secara fisiologis dan molekular.  Menjelaskan berbagai pilihan yang mungkin dilakukan dalam

penanganan pasien.

 Menjelaskan secara rasional/ ilmiah dalam menentukan penanganan penyakit baik secara klinikal epidemiologis, farmakologis, fisiologis, diet, olah raga, atau perubahan perilaku.  Menjelaskan pertimbangan pemilihan intervensi berdasarkan

farmakologi, fisiologi, gizi, ataupun perubahan tingkah laku.  Menjelaskan indikasi pemberian obat, cara kerja obat, waktu

paruh, dosis, serta penerapannya pada keadaan klinik.

 Menjelaskan kemungkinan terjadinya interaksi obat dan efek samping

 Menjelaskan manfaat terapi diet pada penanganan kasus tertentu.  Menjelaskan perubahan proses patofisiologi setelah pengobatan  Menjelaskan prinsip-prinsip pengambilan keputusan dalam

mengelola masalah kesehatan (Teori dan simulasi)

Daftar Substansi Kajian

Substansi Kajian Tingkat Pencapaian

Metodologi penelitian eksperimental dan non-eksperimental (seperti desain penelitian, rancangan penelitian, pengelolaan laboratorium penelitian dan lain-lain)

1 2 3 4 5 6

Problem solving cycle 1 2 3 4 5 6

Biostatistik kesehatan 1 2 3 4 5 6

Epidemiologi kesehatan dan penyakit 1 2 3 4 5 6 Epidemiologi kesehatan dan penyakit 1 2 3 4 5 6 Struktur, organisasi, fungsi sel/molekul, jaringan dan organ. 1 2 3 4 5 6

Anatomi dan histologi umum 1 2 3 4 5 6

Genetika 1 2 3 4 5 6

(28)

Mikroorganisme penyebab penyakit (Bakteriologi, Virologi, Mikologi,

Parasitologi) 1 2 3 4 5 6

Non-mikroorganisme penyebab penyakit/substansi hazard (metal,

kimia, polen, radioaktif, gelombang elektromagnetik, dll) 1 2 3 4 5 6 Sterilisasi dan infeksi nosokomial 1 2 3 4 5 6 Patofisiologi penyakit (gejala dan tanda, mekanisme, respon fisiologis,

mekanisme perbaikan) terhadap penyakit-penyakit infeksi akut dan kronis, neoplasma dan degenerasi

1 2 3 4 5 6

Dasar-dasar diagnosis penyakit 1 2 3 4 5 6

Dasar-dasar terapi (farmakologi dan non farmakologi) 1 2 3 4 5 6

Keterangan :

1 Mampu menyebutkan 2 Mempu menjelaskan 3 Mampu menerapkan 4 Mampu menganalisis 5 Mampu mensintesis 6 Mampu mengevaluasi

Daftar Keterampilan

Keterampilan Tingkat Pencapaian

Mencari informasi lebih lanjut mengenai topik tertentu di berbagai media 1 2 3 4

Menilai kesahihan suatu informasi 1 2 3 4

Penggunaan alat-alat laboratorium kesehatan sederhana 1 2 3 4

Melakukan pemeriksaan fisik Umum 1 2 3 4

Keterangan:

1 Mengetahui dan mampu menjelaskan

2 Pernah melihat atau didemonstrasikan

3 Mampu melakukan dan pernah menerapkan dibawah supervisi

(29)

4.3

BLOK SIKLUS HIDUP MANUSIA

KOMPETENSI INTI

Setelah menyelesaikan blok ini Mahasiswa FK Unri mampu:

Melakukan prosedur klinis masalah pertumbuhan dan perkembangan, sesuai

kebutuhan pasien dan kewenangannya

Mengidentifikasi, menjelaskan dan merancang penyelesaian masalah kesehatan yang

berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan secara ilmiah menurut ilmu

kedokteran/ kesehatan mutakhir untuk mendapat hasil yang optimum

Mengelola masalah kesehatan yang berhubungan dengan pertumbuhan dan

perkembangan pada individu, keluarga, ataupun masyarakat secara komprehensif,

holistik, bersinambung, koordinatif, dan kolaboratif dalam konteks pelayanan

kesehatan tingkat primer

No

Komponen kompetensi

Hasil Pembelajaran

1.

Memperoleh dan mencatat informasi pertumbuhan dan perkembangan yang akurat serta penting tentang pasien dan keluarganya

Menggali dan merekam dengan jelas keluhan-keluhan yang disampaikan (bila perlu disertai gambar), riwayat penyakit saat ini, medis, keluarga, sosial serta riwayat lain yang relevan melalui simulasi

(Teori dan simulasi)

2.

Melakukan prosedur klinik dan

laboratorium untuk melakukan diagnosa dan terapi gangguan pertumbuhan dan perkembangan.

Melakukan prosedur klinik dan labaoratorium sesuai dengan kasus simulasi

 Memilih prosedur klinis dan laboratorium sesuai dengan masalah pasien

 Melakukan prosedur klinis dan laboratorium sesuai kebutuhan pasien dan kewenangannya

 Melakukan pemeriksaan fisik dengan cara yang seminimal mungkin menimbulkan rasa sakit dan ketidaknyamanan pada pasien

 Melakukan pemeriksaan fisik yang sesuai dengan masalah pasien.

 Menemukan tanda-tanda fisik dan membuat rekam medis dengan jelas dan benar

 Mengidentifikasi, memilih dan menentukan pemeriksaan laboratorium yang sesuai

 Melakukan pemeriksaan laboratorium dasar

 Membuat permintaan pemeriksaan laboratorium penunjang

Menentukan pemeriksaan penunjang untuk tujuan penapisan

penyakit

 Memilih dan melakukan keterampilan terapetik, serta tindakan prevensi sesuai dengan kewenangannya

(30)

3.

Menerapkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip ilmu biomedik, klinik, perilaku, dan ilmu kesehatan masyarakat tentang pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan pelayanan kesehatan tingkat primer

 Menjelaskan prinsip ilmu dasar dalam pemahaman mengenai dasar, patofisiologi dan patogenesis masalah kesehatan

 Menjelaskan prinsip-prinsip ilmu kedokteran dasar yang berhubungan dengan terjadinya masalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan, beserta patogenesis dan patofisiologinya

 Menjelaskan masalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan, baik secara molekular maupun selular melalui pemahaman mekanisme normal dalam tubuh .

 Menjelaskan faktor-faktor non biologis yang berpengaruh terhadap masalah kesehatan

 Mengembangkan strategi untuk menghentikan sumber penyakit, poin-poin patogenesis dan patofisiologis, akibat yang ditimbulkan, serta resiko spesifik secara efektif

 Menjelaskan tujuan pengobatan secara fisiologis dan molekular.  Menjelaskan berbagai pilihan yang mungkin dilakukan dalam

penanganan pasien.

 Menjelaskan secara rasional/ ilmiah dalam menentukan penanganan penyakit baik secara klinikal epidemiologis, farmakologis, fisiologis, diet, olah raga, atau perubahan perilaku.

 Menjelaskan pertimbangan pemilihan intervensi berdasarkan farmakologi, fisiologi, gizi, ataupun perubahan tingkah laku.  Menjelaskan indikasi pemberian obat, cara kerja obat, waktu

paruh, dosis, serta penerapannya pada keadaan klinik.

 Menjelaskan kemungkinan terjadinya interaksi obat dan efek samping

 Menjelaskan manfaat terapi diet pada penanganan kasus tertentu.

 Menjelaskan perubahan proses patofisiologi setelah pengobatan. Menjelaskan prinsip-prinsip pengambilan keputusan dalam mengelola masalah kesehatan

(Teori dan simulasi)

4.

Merangkum dari interpretasi

anamnesis, pemeriksaan fisik, uji laboratorium dan prosedur yang sesuai dengan penyakit dalam masa pertumbuhan dan perkembangan

 Menjelaskan (patofisiologi atau terminology lainnya) data klinik dan laboratorium untuk menentukan diagnosis pasti penyakit dalam masa pertumbuhan dan perkembangan

 Menjelaskan alasan hasil diagnosis dengan mengacu pada evidence- based medicine

(Teori dan simulasi)

5.

Menentukan efektivitas suatu

tindakan pada penyakit dalam masa pertumbuhan dan perkembangan

 Menjelaskan bahwa kelainan dipengaruhi oleh tindakan  Menjelaskan parameter dan indikator keberhasilan pengobatan

.

 Menjelaskan perlunya evaluasi lanjutan pada penanganan penyakit masa Pertumbuhan dan perkembangan .

(Teori dan simulasi)

6.

Mengelola penyakit, keadaan

sakit dan masalah pasien sebagai individu yang utuh, bagian dari keluarga dan masyarakat

Menulis resep obat secara rasional (tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, tepat frekwensi dan cara pemberian, serta sesuai kondisi pasien), jelas, lengkap, dan dapat dibaca

(Teori dan simulasi)

7.

Memenuhi aspek Mediko-legal

dalam praktek kedokteran

Memahami dan menerima tanggung jawab hukum berkaitan dengan:

 Pembuatan surat keterangan sehat, sakit atau surat kematian

 Proses Pengadilan (Teori dan simulasi)

(31)

Daftar Masalah Kesehatan/Penyakit

Masalah Kesehatan/Penyakit Tingkat Pencapaian

Embriologi 1 2 3A 3B 4 Kelainan genetik/kongenital  Sindroma Down 1 2 3A 3B 4  Sindroma Turner 1 2 3A 3B 4  Sindroma Klinefelter 1 2 3A 3B 4  Gonadal xy-dysgenesis 1 2 3A 3B 4  Testicular feminization 1 2 3A 3B 4  Sindroma Fragile x 1 2 3A 3B 4

 Kelainan kromosom lainnya 1 2 3A 3B 4

 Fenil Keto Urinaria 1 2 3A 3B 4

 Galaktosemia 1 2 3A 3B 4

Glycogen storage disease 1 2 3A 3B 4

Other storage diseases 1 2 3A 3B 4

 Spina bifida 1 2 3A 3B 4

 Anensefalus 1 2 3A 3B 4

 Hidrosefalus 1 2 3A 3B 4

Cleft palate and/or lip 1 2 3A 3B 4

Sindroma Marfan 1 2 3A 3B 4

Kelainan bayi baru lahir

 Hipotermia * 1 2 3A 3B 4

 Bakteriemia and septicemia * 1 2 3A 3B 4

Respyratory Stress Syndrome* 1 2 3A 3B 4

Bronchopulmonary dysplasia* 1 2 3A 3B 4

Aspiration pneumonia 1 2 3A 3B 4

 Pneumotoraks 1 2 3A 3B 4

Apnea attacks* 1 2 3A 3B 4

Jaundice of newborn* 1 2 3A 3B 4

Severe neonatal jaundice (kern icterus) * 1 2 3A 3B 4

 Hipoglikemia * 1 2 3A 3B 4

Child of diabetic mother* 1 2 3A 3B 4

Neonatal convultion* 1 2 3A 3B 4

Necrotizing enterocolitis 1 2 3A 3B 4

 Retinopati pada prematur 1 2 3A 3B 4

 Anemia * 1 2 3A 3B 4

 Inkompatibilitas Rhesus * 1 2 3A 3B 4

 Defisiensi Vitamin K * 1 2 3A 3B 4

 Perdarahan serebri * 1 2 3A 3B 4

 Konjungtivitis * 1 2 3A 3B 4

 Infeksi tali pusat * 1 2 3A 3B 4

(32)

Trauma Lahir

 Kaput suksedanium 1 2 3A 3B 4

 Trauma pleksus brakialis 1 2 3A 3B 4

 Fraktur (klavikula, humerus, kosta) 1 2 3A 3B 4

Pola-pola penyakit pada usia lanjut 1 2 3A 3B 4

Konsep kematian

Perubahan-perubahan yang terjadi ante, durante dan post mortem 1 2 3A 3B 4 Keterangan:

1 Mampu mengenal dan menempatkan gambaran klinik sesuai penyakit dengan merujuk ke literatur dan tahu bagaimana memperoleh informasi lebih lanjut

2 Mampu mendiagnosis masalah-masalah kesehatan melalui pemeriksaan fisik, pemeriksaan tambahan (seperti laboratorium sederhana, rontgen foto) dan mampu merujuk secepatnya ke dokter spesialis yang relevan dan mampu menindaklanjuti sesudahnya.

3A Mampu mendiagnosis masalah-masalah kesehatan melalui pemeriksaan fisik, pemeriksaan tambahan (seperti laboratorium sederhana, rontgen foto) dan mampu memutuskan dan memberi terapi pendahuluan sebelum dirujuk. Dokter mampu merujuk ke dokter spesialis yang sesuai (untuk kasus-kasus non-emergensi)

3B Mampu mendiagnosis masalah-masalah kesehatan melalui pemeriksaan fisik, pemeriksaan tambahan (seperti laboratorium sederhana, rontgen foto) dan mampu memutuskan dan memberi terapi pendahuluan sebelum dirujuk. Dokter mampu merujuk ke dokter spesialis yang sesuai (untuk kasus-kasus emergensi)

4 Mampu mendiagnosis masalah-masalah kesehatan melalui pemeriksaan fisik, pemeriksaan tambahan (seperti laboratorium sederhana, rontgen foto) dan dapat memutuskan dan menangani problem tersebut secara mandiri hingga tuntas

Cat : * Diprioritaskan , level 3 dan 4 dicapai pada tahap praktik klinik

Daftar Keterampilan

Keterampilan Tingkat Pencapaian

Anamnesis

 Auto-alloanamnesis 1 2 3 4

 Anamnesis tentang riwayat pemberian makanan 1 2 3 4  Anamnesis terhadap anak yang lebih dewasa 1 2 3 4  Kemampuan berkomunikasi dengan orang tua yang cemas 1 2 3 4 Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik umum sesuai dengan usia penderita 1 2 3 4 Neonatus dan bayi

Pemeriksaan kondisi umum, arousal, perilaku, tangisan * 1 2 3 4

 Identifikasi kelainan kongenital * 1 2 3 4

 Palpasi fontanel * 1 2 3 4

 Respon Moro * 1 2 3 4

 Refleks genggam * 1 2 3 4

 Refleks isap * 1 2 3 4

 Refleks merangkak * 1 2 3 4

Vertical suspension positioning * 1 2 3 4

 Refleks tonus leher asimetris * 1 2 3 4

 Refleks anal * 1 2 3 4

 Pemeriksaan panggul * 1 2 3 4

Semua usia

 Pemeriksaan fisik dan perkembangan * 1 2 3 4  Pemeriksaan perkembangan bicara dan bahasa * 1 2 3 4

(33)

 Pengukuran tinggi badan * 1 2 3 4

 Pengukuran lingkar kepala * 1 2 3 4

 Pengukuran tekanan darah * 1 2 3 4

 Pengukuran suhu * 1 2 3 4

 BMI * 1 2 3 4

Keterampilan terapeutik, pemeriksaan dan tindakan operatif pada anak

 Anjuran diet bayi * 1 2 3 4

 Pengukuran ketajaman penglihatan * 1 2 3 4

 Uji Ewing 1 2 3 4  Finger prick* 1 2 3 4  Venepuncture 1 2 3 4  Insersi kanula 1 2 3 4  Intubasi 1 2 3 4  Resusitasi 1 2 3 4 Keterangan:

1 Mengetahui dan mampu menjelaskan

2 Pernah melihat atau didemonstrasikan

3 Pernah melakukan atau pernah menerapkan di bawah supervisi

4 Mampu melakukan secara mandiri sampai tuntas

Cat : * Diprioritaskan , level 3 dan 4 dicapai pada tahap praktik klinik

4.4.

BLOK SISTEM KARDIOVASKULER

KOMPETENSI INTI

Mampu menggali dan bertukar informasi mengenai sistem kardiovaskuler secara

verbal dan non verbal dengan pasien pada semua usia, anggota keluarga,

masyarakat, kolega dan profesi lain

Melakukan prosedur klinis yang berhubungan dengan sistem kardiovaskuler

sesuai masalah, kebutuhan pasien dan sesuai kewenangannya

Mengidentifikasi, menjelaskan dan merancang penyelesaian masalah kesehatan

yang berhubungan dengan sistem kardiovaskuler secara ilmiah menurut ilmu

kedokteran/ kesehatan mutakhir untuk mendapat hasil yang optimum.

(34)

No Komponen kompetensi Hasil pembelajaran

1.

Berkomunikasi dengan pasien dan

anggota keluarganya mengenai penyakit yang berhubungan dengan sistem kardiovaskular

 Memberi penjelasan dan informasi mengenai sistem kardiovaskular

-

Mempersiapkan perasaan pasien untuk menghindari rasa takut dan stress sebelum melakukan pemeriksaan fisik sistem kardiovaskular

-

Memberi tahu adanya rasa sakit atau tidak nyaman yang mungkin timbul selama pemeriksaan fisik sistem kardiovaskular atau tindakannya

-

Memberi penjelasan dengan benar, jelas, lengkap, dan jujur tentang tujuan, keperluan, manfaat, risiko prosedur diagnostik dan tindakan medis yang berhubungan dengan penyakit sistem kardiovaskuler (terapi, operasi, prognosis, rujukan) sebelum dikerjakan

-

Menjawab pertanyaan dengan jujur, memberi konsultasi, atau menganjurkan rujukan untuk permasalahan yang sulit yang berhubungan dengan penyakit sistem kardiovaskuler

-

Memberikan edukasi / promosi kesehatan kepada pasien maupun keluarganya yang berhubungan dengan sistem kardiovaskuler.

-

Memastikan mengkonfirmasikan bahwa informasi dan pilihan-pilihan tindakan yang berhubungan dengan penyakit sistem kardiovaskuler telah dipahami oleh pasien

-

Memberikan waktu yang cukup kepada pasien untuk merenungkan kembali serta berkonsultasi sebelum membuat persetujuan

-

Menyampaikan berita buruk secara profesional dengan menjunjung tinggi etika kedokteran

-

Memastikan kesinambungan pelayanan yang telah dibuat dan disepakati

(Teori dan simulasi)

2.

Memperoleh dan mencatat informasi

yang akurat serta penting tentang pasien dan keluarganya mengenai sistem kardiovaskuler.

Menggali dan merekam dengan jelas keluhan-keluhan yang disampaikan (bila perlu disertai gambar), riwayat penyakit saat ini, medis, keluarga, sosial serta riwayat lain yang relevan yang berhubungan dengan penyakit sistem kardiovaskuler.

(Teori dan simulasi)

3.

Melakukan prosedur klinik dan

laboratorium yang berhubungan dengan penyakit sistem kardiovaskular

 Memilih prosedur klinis dan laboratorium yang sesuai untuk penyakit sistem kardiovaskular

 Melakukan prosedur klinis dan laboratorium yang berhubungan dengan penyakit kardiovaskuler sesuai kebutuhan pasien dan kewenangannya

 Melakukan pemeriksaan fisik sistem kardiovaskuler dengan cara yang seminimal mungkin menimbulkan rasa sakit dan ketidaknyamanan pada pasien

 Melakukan pemeriksaan fisik sistem kardiovaskuler yang sesuai dengan masalah pasien.

 Menemukan tanda-tanda fisik dan membuat rekam medis dengan jelas dan benar mengenai penyakit sistem kardiovaskuler

 Mengidentifikasi, memilih dan menentukan pemeriksaan laboratorium yang sesuai untuk penyakit sistem kardiovaskuler

 Melakukan pemeriksaan laboratorium dasar untuk penyakit sistem kardiovaskuler

Gambar

Tabel Kriteria Nilai Akhir Blok Nilai  mutu Angka mutu Komponen penilaian Knowledge  Psychomotor/Skill A 4 81-100 (A) 85-100 (A) 81-100 (A) 70-84 (B) 75-80 (B+) 85-100 (A) B 3 75-80 (B+) 70-84 (B) 69-74 (B) 85-100 (A) 69-74 (B) 70-84 (B) 63-68 (C) 85-100 (

Referensi

Dokumen terkait

Sebelum arahan Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) dikeluarkan, kebanyakan kelas-kelas pengajian al-Quran diadakan di surau, masjid, kelas, dewan kuliah, rumah dan,

Institut Diplomasi dan Hubungan Luar Negeri (IDFR), Jalan Wisma Putra, 50602 Kuala Lumpur. Junaidi) E-Mail: [email protected]. Page 2 of 21 BERANEKA SUP Sup Tulang Tomyam Ayam

P (Participants) P1 dalam dialog tersebut adalah Lorna yang sedang berbicara pada P2 yaitu James... 145 No

Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus adalah pangan olahan yang diformulasikan sesuai dengan prinsip gizi dan kondisi medis tertentu yang diperuntukkan bagi

Salah satu tujuan penting dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemilihan Gubernur sebagai kepala daerah yang dipilih dipilih oleh DPRD pada Undang- undang Nomor 22 Tahun

Namun demikian, ELA dapat membantu untuk mengidentifikasi daerah yang dimanipulasi jika gambar asli memiliki tingkat kualitas lain dengan daerah disalin, adapun

Dengan pesatnya pertumbuhan bank syariah dan akibat adanya revolusi informasi serta globalisasi yang menyebabkan situasi lingkungan yang penuh dinamika, maka BSB telah

Menurut Edy Sukarno (2000) Anggaran merupakan perencanaan keuangan perusahaan yang sekaligus digunakan sebagai dasar sistem pengendalian keuangan untuk periode yang