BAB I
PENDAHULUAN
Pendidikan kedokteran di seluruh dunia senantiasa mengalami perubahan. Selain itu
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran yang sangat pesat (mega speed)
menuntut lulusan pendidikan kedokteran mempunyai keterampilan pembelajaran sepanjang
hayat. Disamping itu Pemerintah melalui SK Menteri Kesehatan No.1457/MOH/SK/X/2003
telah menyatakan standar pelayanan kesehatan ke dalam Standar Pelayanan Minimal untuk
mencapai Indonesia Sehat 2010. Perubahan paradigma pendidikan kedokteran,
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian pesat dan perubahan
kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan menyebabkan perlu diadakan perubahan
pada kurikulum pendidikan dokter khususnya kedokteran dasar di Indonesia.
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) telah menetapkan arah kebijakan
pendidikan dokter dalam masa sepuluh tahun ke depan yang difasilitasi melalui Health
Workforce Service (HWS) Project. Berdasarkan SK Dirjen Dikti No.1386/D/T/2004 maka
Program Studi Kedokteran Dasar (PSKD) dilandasi/mengacu ke Kurikulum Berbasis
Kompetensi (KBK) untuk dokter pelayanan primer (primary care physician) dengan
pendekatan dokter keluarga. Pengelolaan PSKD ini di setiap fakultas difasilitasi oleh Pusat
Pendidikan Kedokteran Fakultas (P2KF) atau Medical Education Unit (MEU).
Sesuai dengan analisis dari Dikti dan Pusat Pengembangan dan Penelitian Pendidikan
Kedokteran Nasional (P4KN) maka Fakultas Kedokteran Universitas Riau (FK Unri)
dikelompokkan sebagai fakultas yang akan mengimplementasikan KBK pada Tahun Ajaran
2007/2008. Dalam rangka implementasi KBK tersebut, maka dibentuklah Tim Kurikulum
sesuai dengan SK Dekan FK Unri No.321/J19.1.28/U/05. Tim Kurikulum ini bertugas
menyusun draft KBK FK Unri, strategi pembelajaran dan sistem evaluasi. Kurikulum FK
Unri ini dikembangkan dari Kurikulum Inti Pendidikan Dokter Indonesia III (KIPDI III) yaitu
KBK untuk dokter pelayanan primer dengan pendekatan dokter keluarga. Selain KIPDI III,
kurikulum FK Unri juga mengandung muatan lokal yang mengacu kepada visi dan misi FK
Unri. Strategi pembelajaran untuk KBK FK Unri menggunakan pendekatan Problem Based
Learning (PBL). Sebenarnya metode PBL ini bukan hal baru di FK Unri karena telah
dimasukkan sebagai salah satu mata kuliah pilihan sejak FK Unri berdiri pada tahun 2001.
Metode PBL diperkenalkan kepada mahasiswa pada semester 6. PBL pertama kali
dilaksanakan pada Tahun Ajaran 2003/2004 dengan menggunakan satu skenario. Sedangkan
pada Tahun Ajaran 2004/2005, mahasiswa mendapatkan enam skenario. Pada Tahun Ajaran
2005/2006 digunakan hanya satu skenario.
1.1
Tujuan Pendidikan Dokter FK Unri
Tujuan pendidikan dokter FK Unri adalah mendidik mahasiswa melalui proses belajar
menyelesaikan suatu kurikulum, sehingga mempunyai cukup pengetahuan, keterampilan dan
sikap sebagai dokter pelayanan primer yang menerapkan prinsip-prinsip dokter keluarga dan
dapat bersaing secara global.
1.2
Visi, Misi dan Pola Ilmiah Pokok FK Unri
Visi FK Unri adalah menjadi lembaga utama penghasil ahli di bidang kedokteran serta
pusat unggulan pengembangan ilmu dan teknologi kedokteran yang berhubungan dengan
kesehatan lingkungan dan keselamatan kerja industri dengan kekhususan wilayah kelautan,
pantai dan perairan yang mampu bersaing secara global.
Misi FK Unri adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang
kedokteran dan bidang-bidang lain yang terkait dengan sektor kesehatan melalui
pengembangan intelektual, pengembangan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan
pengabdian masyarakat.
Pola ilmiah pokok FK Unri adalah kesehatan lingkungan dan keselamatan kerja
industri, wilayah kelautan, pantai dan perairan.
1.3
Tahap Pendidikan Dokter FK Unri
Pendidikan dokter di FK Unri terdiri dari 3 tahap, yaitu :
a. Tahap I
: Keterampilan Generik
b. Tahap II : Ilmu-ilmu Kedokteran Dasar dan Ilmu-ilmu Kedokteran Klinik
c. Tahap III : Praktik Klinik
Pendidikan ini akan menghasilkan lulusan dokter. Selanjutnya lulusan dokter akan
mengikuti tahap internship atau magang/latihan kerja sebagai dokter baru untuk mendapatkan
sertifikat melakukan praktek mandiri selama 2 semester yang dikelola oleh Kolegium Dokter
Indonesia (KDI).
1.4
Bahan Kajian Pengembangan Kepribadian dan Berkehidupan Bermasyarakat
Menurut surat edaran Dirjen Dikti tentang rambu-rambu pelaksanaan bahan kajian
Pengembangan Kepribadian dan Berkehidupan Bermasyarakat di Perguruan Tinggi no
4071/D/T/2006, maka bahan kajian matakuliah Pengembangan Kepribadian dan
Berkehidupan Bermasyarakat memungkinkan untuk tidak terkumpul dalam suatu matakuliah,
tetapi dapat terintegrasi dengan bahan kajian lain yang lebih kontekstual.
Berdasarkan hal tersebut dalam kurikulum FK Unri bahan kajian kelompok
matakuliah pengembangan Kepribadian dan Berkehidupan Bermasyarakat disajikan secara
terintegrasi. Sebagian bahan kajian yang tidak dapat diintegrasikan seperti kajian tentang
ibadah, keterampilan, dan hukum tertentu dalam kehidupan beragama akan disajikan dalam
program asistensi yang disesuaikan dengan program asistensi Universitas Riau.
BAB II
AREA KOMPETENSI
I. KOMPETENSI LULUSAN
1. Komunikasi Efektif
2. Keterampilan klinis
3. Landasan Ilmiah Ilmu Kedokteran
4. Pengelolaan Masalah Kesehatan
5. Pengelolaan informasi
6. Mawas Diri dan Pengembangan Diri
7. Etika , Moral, Medikolegal dan profesional serta Keselamatan Pasien
8. Keterampilan pengelolaan masalah kesehatan lingkungan, keselamatan kerja industri, dan
kesehatan daerah perbatasan dengan kekhususan wilayah kelautan, pantai dan perairan.
II. PENJABARAN KOMPETENSI
2.1
AREA KOMUNIKASI EFEKTIF
KOMPETENSI INTI :
Mampu menggali dan bertukar informasi secara verbal dan non verbal dengan pasien pada
semua usia, anggota keluarga, masyarakat, kolega dan profesi lain.
No Komponen Kompetensi Hasil Pembelajaran
1 Berkomunikasi dengan pasien serta seluruh anggota keluarganya
Bersambung rasa dengan pasien dan keluarganya - Memberikan salam
- Memberikan situasi yang nyaman bagi pasien - Menunjukkan sikap empati dan dapat dipercaya
- Mendengarkan dengan aktif (penuh perhatian dan memberi waktu yang cukup pada pasien untuk menyampaikan keluhannya dan menggali permasalahan pasien)
- Menyimpulkan kembali masalah pasien, kekhawatiran, maupun harapannya.
- Memelihara dan menjaga harga diri pasien, hal-hal yang bersifat pribadi dan kerahasiaan pasien sepanjang waktu. - Memperlakukan pasien sebagai mitra sejajar dan meminta
persetujuannya dalam memutuskan suatu terapi dan tindakan.
Mengumpulkan informasi
- Mampu menggunakan open-ended maupun closed question dalam menggali informasi (move from open to close queation properly).
- Meminta penjelasan pada pasien pada statemen yang kurang dimengerti.
- Menggunakan penalaran klinik dalam penggalian riwayat penyakit pasien sekarang, riwayat keluarga atau riwayat kesehatan masa lalu.
- Melalukan penggalian data secara runtut dan efisien. - Tidak memberikan nasehat maupun penjelasan yang
prematur saat masih mengumpulkan data-data.
Memahami perspektif pasien
- Menghargai keoercayan pasien terhadap segaka sesuatu yang menyangkut penyakitnya
- Melakukan eksplorasi terhadap kepentingan pasien, kekhawatirannya, dan harapannya.
- Melakukan fasilitasi secara profesional terhadap ungkapan emosi pasien (marah,takut,malu,sedih,bingung,eforia maupun pasien dengan hambatan komunikasi e.g. bisu-tuli,gangguan psikis).
- Mampu merespon verbal maupun bahasa non –verbal dari pasien secara profesional.
- Memperhatikan faktor biopsikososiobudaya dan norma-norma setempat untuk menetapkan dan mempertahankan terapi paripurna dan hubungan dokter pasien yang profesional.
- Menggunakan bahasa yang santun dan dapat dimengerti oleh pasien (termasuk bahasa daerah setempat) sesuai dengan umur,tingkat pendidikan ketika menyampaikan pertanyaan,meringkas informasi,menjelaskan hasil diagnosis,pilihan penanganan serta prognosis.
Memberikan penjelasan dan informasi
- Mempersiapkan perasaan pasien untuk menghindari rasa takut dan stress sebelum melakukan pemeriksaan fisik. - Memberitahu adanya rasa sakit atau tidak nyaman yang
mungkin timbul selama pemeriksaan fisik atau tindakannya.
- Memberi penjelasan dengan benar,jelas,lengkap dan jujur tentang tujuan, keperluan, manfaat, risiko prosedur diagnostik dan tindakan medis (terapi,operasi,prognosis,rujukan) sebelum dikerjakan. - Menjawab pertanyaan dengan jujur, membri konsultasi,
atau menganjurkan rujukan untuk permasalahan yang sulit. - Memberikan edukasi / promosi kesehatan kepada pasien
- Memastikan mengkonfirmasikan bahwa informasi dan pilihan-pilihan tindakan telah dipahami oleh pasien. - Memberikan waktu yang cukup kepada pasien untuk
merenungkan kembali serta berkonsultasi sebelum membuat persetujuan.
- Menyampaikan berita buruk secara profesional dengan menjunjung tinggi etika kedokteran.
- Memastikan kesinambungan pelayanan yang telah dibuat dan disepakati.
2 Berkomunikasi dengan teman sejawat
Memberi informasi yang tepat kepada sejawat tentang kondisi pasien baik secara lisan, tertulis, atau elektronik pada saat yang diperlukan demi kepentingan pasien maupun ilmu kedokteran. Menulis surat rujukan dan laporan penanganan pasien dengan
benar, demi kepentingan pasien maupun ilmu kedokteran. Melakukan presentasi laporan kasus secara efektif dan jelas,
demi kepentingan pasien maupun ilmu kedokteran. 3 Berkomunikasi dengan
masyarakat Menggunakan bahasa yang dipahami oleh masyarakat Menggali masalah kesehatan menurut persepsi masyarakat. Menggunakan tehnik komunikasi langsung yang efektif agar
masyarakat memahami kesehatan sebagai kebutuhan
Memanfaatkan media dan kegiatan kemasyarakatan secara efektif ketika melakukan promosi kesehatan.
Melibatkan tokoh masyarakat dalam mempromosikan kesehatan secara profesional.
4 Berkomunikasi dengan profesi
lain Mendengarkan dengan penuh perhatian dan memberi waktu cukup kepada profesi lain untuk menyampaikan pendapatnya. Memberi informasi yang tepat waktu dan sesuai kondisi yang sebenarnya ke perusahaan jasa asuransi kesehatan untuk pemrosesan klaim.
Memberikan informasi yang relevan kepada penegak hukum atau sebagai saksi ahli di pengadilan (jika diperlukan).
Melakukan negoisasi dengan pihak terkait dalam rangka pemecahan masalah kesehatan masyarakat.
2.2.
AREA KETERAMPILAN KLINIS
KOMPETENSI INTI :
Melakukan prosedur klinis sesuai masalah, kebutuhan pasien dan sesuai kewenangannya.
No Komponen Kompetensi Hasil Pembelajaran
1 Memperoleh dan mencatat informasi yang akurat serta penting tentang pasien dan keluarganya
Menggali dan merekam dengan jelas keluhan-keluhan yang disampaikan (bila perlu disertai gambar), riwayat penyakit sat ini, medis, keluarga, sosial serta riwayat lain yang relevan.
2 Melakukan prosedur klinik
dan laboratorium Memilih prosedur klinis dan laboratorium sesuai dengan masalah pasien Melakukan prosedur klinis dan laboratorium sesuai kebutuhan
pasien dan kewenangannya
Melakukan pemeriksaan fisik dengan cara yang seminimal mungkin menimbulkan rasa sakit dan ketidaknyamanan pasien. Melakukan pemeriksaan fisik yang sesuai dengfan masalah
pasien.
Menemukan tanda-tanda fisik dan membuat rekam medis dengan jelas dan benar.
Mengidentifikasi, memilih dan menentukan pemeriksaan laboratorium yang sesuai.
Melakukan pemeriksaan laboratorium dasar.
Membuat permintan pemeriksaan laboratorium penunjang Menentukan pemeriksaan penunjang untuk tujuan penapisan
penyakit.
Memilih dan melakukan keterampilan terapetik, serta tindakan prevensi sesuai dengan kewenangannya.
3 Melakukan prosedur kedaruratan klinis
Menentukan keadaan kedaruratan klinis
Memilih prosedur kedaruratan klinis sesuai kebutuhan pasien atau menetapkan rujukan.
Melakukan prosedur kedaruratan klinis secara benar dan etis, sesuai dengan kewenangannya, mengevaluasi dan melakukan tindak lanjut.
2.3.
AREA LANDASAN ILMIAH ILMU KEDOKTERAN
KOMPETENSI INTI :
Mengidentitifikasi, menjelaskan dan merancang penyelesaian masalah kesehatan secara
ilmiah menurut ilmu kedokteran / kesehatan mutakhir untuk mendapat hasil yang optimum.
No Komponen Kompetensi Hasil Pembelajaran
1 Menerapkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip ilmu biomedik, klinik, perilaku, dan ilmu kesehatan masyarakat sesuai dengan pelayanan kesehatan tingkat primer
Menjelaskan prinsip-prinsip ilmu kedokteran dasar yang berhubungan dengan terjadinya masalah kesehatan, beserta patogenesis dan patofisiologinya .
Menjelaskan masalah kesehatan baik secara molekular amaupun selular melalui pemahaman mekanisme normal dalam tubuh .
Menjelaskan faktor-faktor non biologis yang berpengaruh terhadap masalah kesehatan .
Mengembangkan strategi untuk menghentikan sumber penyakit, poin-poin patogenesis dan patofisiologis, akibat yang ditimbulkan, serta resiko spesifik secara efektif.
Menjelaskan tujuan pengobatan secara fisiologis dan molekular.
Menjelaskan berbagai pilihan yang mungkin dilakukan dalam penanganan pasien.
Menjelaskan rasional / ilmiah dalam menentukan penanganan penyakit baik secara klinikal epidemiologis, farmakologis, fisiologis, diet, olahraga atau perubahan perilaku.
Menjelaskan pertimbangan pemilihan intervensi berdasarkan farmakologi, fisiologis, gizi ataupun perubahan tingkah laku. Menjelaskan indikasi pemberian obat, cara kerja obat, waktu
paruh, dosis, serta penerapannya pada keadaan klinik.
Menjelaskan kemungkinan terjadinya interaksi obat dan efek samping.
Menjelaskan manfaat terapi diet pada penanganan kasus tertentu.
Menjelaskan perubahan proses patofisiologis setelah pengobatan . Menjelaskan prinsip-prinsip pengambilan keputusan dalam mengelola masalah kesehatan.
2 Merangkum interprestasi anamnesis, pemeriksaan fisik, uji laboratorium dan prosedur yang sesuai
Menjelaskan (patofisiologi atau terminology lainnya) data klinik dan laboratorium untuk menentukan diagnosis pasti . Menjelaskan alasan hasil diagnosis dengan mengacu pada
evidence-based medicine . 3 Menentukan efektivitas suatu
tindakan
Menjelaskan bahwa kelainan dipengaruhi oleh tindakan . Menjelaskan parameter dan indikator keberhasilan pengobatan
.
2.4.
AREA PENGELOLAAN MASALAH KESEHATAN
KOMPETENSI INTI :
Mengelola masalah kesehatan pada individu, keluarga, ataupun masyarakat secara
komprehensif, holistik, bersinambung, koordinatif dan kolaboratif dalam konteks pelayanan
kesehatan tingkat primer.
No Komponen Kompetensi Hasil Pembelajaran
1 Mengelola penyakit, keadaan sakit dan masalah pasien sebagai individu yang utuh, bagian dari keluarga dan masyarakat
Menginterprestasi data klinis dan merumuskannya menjadi diagnosis sementara dan diagnosis banding.
Menjelaskan penyebab, patogenesis serta patofisiologi suatu penyakit.
Mengidentifikasi berbagai pilihan cara pengelolaan yang sesuai penyakit pasien.
Memilih dan menerapkan strategi pengelolaan yang paling tepat berdasarkan prinsip kendali mutu, kendali biaya, manfaat dan keadaan pasien serta sesuai pilihan pasien.
Melakukan konsultasi mengenai pasien bila perlu.
Merujuk kesejawat lain sesuai dengan Standar Pelayanan Medis yang berlaku, tanpa atau sesudah terapi awal.
Mengelola masalah kesehatan secara mandiri dan bertanggungjawab sesuai dengan tingkat kewenangannya. Memberi alasan strategi pengelolaan pasien yang dipilih
berdasarkan patofisiologi, patogenesis, farmakologi, faktor psikologis, sosial dan faktor-faktor lain yang sesuai.
Membuat instruksi tertulis sercara jelas, lengkap, tepat dan dapat dibaca.
Menulis reesep obat secara rasional ( tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, tepat frekwensi dan cara pemberian serta sesuai kondisi pasien), jelas, lengkap dan dapat dibaca.
Mengidentifikasi berbagai indikator keberhasilan pengobatan, memonitor perkembangan penanganan, memperbaiki dan mengubah terapi dengan tepat.
Memprediksi, memantau, mengenali kemungkinan adanya interaksi obat dan efek samping, memperbaiki atau mengubah terapi dengan tepat.
Menerapkan prinsip-prinsip pelayanan dokter keluarga secara holistik, komprehensif, koordinatif, kolaboratif dan bersinambung dalam mengelola penyakit dan masalah pasien. Mengidentifikasi peran keluarga pasien, pekerjaan dan
lingkungan sosial sebagai faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya penyakit serta sebagai faktor yang mungkin berpengaruh terhadap pertimbangan terapi.
2 Merlakukan pencegahan
penyakit dan keadaan sakit Mengidentifikasi, memberi alasan, menerapkan dan memantau strategi pencegahan tertier yang tepat berkaitan dengan penyakit pasien, keadaan sakit atau permasalahannya.
Mengidentifikasi, memberikan alasan, menerapkan dan memantau strategi pencegahan sekunder yang tepat berkaitan dengan pasien dan keluarganya.
Mengidentifikasi, memberikan alasan, menerapkan dan memantau kegiatan strategi pencegahan primer yang tepat, berkaitan dengan pasien, anggota keluarga dan masyarakat. Mengidentifikasi peran keluarga pasien, pekerjaan dan
lingkungan sosial sebagai faktor resiki terjadinya penyakit dan sebagai faktor yang mungkin berpengaruh terhadap pencegahan penyakit.
Menunjukan pemahaman bahwa upaya pencegahan penyakit sangat bergantung pada kerjasama tim dan kolaborasi dengan profesional di bidang lain.
3 Melaksanakan pendidikan kesehatan dalam rangka promosi kesehatan dan pencegahan penyakit
Mengidentifikasi kebutuhan perubahan perilaku dan modifikasi gaya hidup untuk promosi kesehatan pada berbagai kelompok umur, jenis kelamin, etnis dan budaya.
Merencanakan dan melaksanakan pendidikan kesehatan dalam rangka promosi kesehatan di tingkat individu, keluarga dan masyarakat.
Bekerjasama dengan sekolah dalam mengembangkan program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
4 Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan derajata kesehatan
Memotivasi masyarakat agar mampu mengidentifikasi masalah kesehatan masyarakat.
Menentukan insiden prevalensi penyakit di masyarakat serta mengenali keterkaitan yang kompleks antara faktor psikologis, kultur, sosial, ekonomi, kebijakan dan faktor lingkungan yang berpengaruh pada suatu masalah kesehatan.
Melibatkan masyarakat dalam mengembangkan solusi yang tepat bagi masalah kesehatan masyarakat.
Bekerjasama dengan profesi dan sektor lain dalam menyelesaikan masalah kesehatan dengan mempertimbangkan kebijakan kesehatan pemerintah, termasuk antisipasi terhadap timbulnya penyakit-penyakit baru.
Menggerakkan masyarakat untuk berperan serta dalam intervensi kesehatan.
Merencanakan dan mengimplementasikan intervensi kesehatan masyarakat, serta menganalisis hasilnya.
Melatih kader kesehatan dalam pendidikan kesehatan. Mengevaluasi efektivitas pendidikan kesehatan.
Bekerjasama dengan masyarakat dalam menilai ketersediaan, pengadaan dan pemanfaataan pelayanan kesehatan masyarkat.
5 Mengelola sumber daya manusia dan sarana-prasarana secara efektif dalam pelayanan kesehatan primer dengan pendekatan kedokteran keluarga
Menjalankan fungsi managerial (berperan sebagai pemimpin, pemberi informasi, dan pengambil keputusan).
Menerapkan manajemen mutu terpadu dalam pelayanaan kesehatan primer dengan pendekatan kedokteran keluarga. Mengelola sumber daya manusia
Mengelola fasilitas, sarana dan prasarana.
2.5.
AREA PENGELOLAAN INFORMASI
KOMPETENSI INTI :
Mengakses, mengelola, menilai secara kritis kesahihan dan kemampu terapan informasi
untuk menjelaskan dan menyelesaikan masalah, atau mngambil keputusan dalam kaitan
dengan pelayanan kesehatan di tingkat primer.
No Komponen Kompetensi Hasil Pembelajaran
1 Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk membantu penegakan diagnosis, pemberian terapi, tindakan pencegahan dan promosi kesehatan, serta penjagaan dan pemantauan status kesehatan pasien
Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (internet) dengan baik
Menggunakan data dan bukti pengkajian ilmiah untuk menilai relevansi dan validitasnya.
Menerapkan metode riset dan statistik untuk menilai kesahihan informasi ilmiah.
Menerapkan keterampilan dasar pengelolaan informasi untuk menghimpun data relevan menjadi arsip pribadi.
Menerapkan keterampilan dasar dalam menilai data untuk melakukan validasi informasi ilmiah secara sistematik. Meningkatkan kemampuan secara terus menerus dalam
merangkum dan menyimpan arsip. 2 Memahami manfaat dan
keterbatasan teknologi informasi
Menerapkan prinsip teori teknologi informasi dan komunikasi untuk membantu penggunaannya, dengan memperhatikan secara khusus potensi untuk berkembang dan keterbatasannya.
3 Memanfaatkan informasi
kesehatan Memasukkan dan menemukan kembali informasi dan database dalam praktek kedokteran secara efisien. Menjawab pertanyaan yang terkait dengan praktek kedokteran
dengan menganalisis arsipnya.
Membuat dan menggunakan rekam medis untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan
2.6.
AREA MAWAS DIRI DAN PENGEMBANGAN DIRI
KOMPETENSI INTI :
Melakukan praktek kedokteran dengan penuh kesadaran atas kemampuan dan
keterbatasannya
Mengatasi masalah emosional, personal, kesehatan dan kesejahteraan yang dapat
mempengaruhi kemampuan profesinya.
Belajar sepanjang hayat.
Merencanakan, menerapkan dan memantau perkembangan profesi secara
bersinambung.
No Komponen Kompetensi Hasil pembelajaran
1 Menerapkan mawas diri Menyadari kemampuan dan keterbatasan diri berkaitan dengan praktek kedokterannya dan berkonsultasi bila diperlukan. Mengenali dan mengatasi masalah emosional, personal dan
masalah yang berkaitan dengan kesehatannya yang dapat mempengaruhi kemampuan profesinya.
Menyesuaikan diri dengan tekanan yang dialami selama pendidikan dan praktek kedokteran.
Menyadari peran hubungan interpersonal dalam lingkungan profesi dan pribadi.
Mendengarkan secara akurat dan bereaksi sewajarnya atas kritik yang membangun dari pasien, sejawat, instruktur dan penyelia.
Mengelola umpan balik hasil kerja sebagai bagian dari pelatihan dan praktek.
Mengenali nilai dan keyakinan diri yang sesuai denhan praktek kedokterannya.
2 Mempraktekan belajar
sepanjang hayat Mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan yang baru.
Berperan aktif dalam Program Pendidikan Dan Pelatihan Kedokteran Berkelanjutan (PPPKB) dan pengalaman belajar lainnya.
Menunjukkan sikap kritis terhadap praktek kedokteran berbasis bukti (Evidence-Based Medicine).
Mengambil keputusan apakah akan memanfaatkan informasi atau evidence untuk penanganan pasien dan justifikasi alasan keputusan yang diambil.
Menanggapi secara kritis literatur kedokteran dan relevansinya terhadap pasiennya.
Menyadari kinerja profesionalitas diri dan mengidentifikasi kebutuhan belajarnya.
3 Mengembangkan pengetahuan
baru Mengidentifikasi kesenjangan dari ilmu pengetahuan yang sudah ada dan mengembangkannya menjadi pertanyaan penelitian yang tepat.
penelitian untuk menemukan jawaban dari pertanyaan penelitian.
Menuliskan hasil penelitian sesuai dengan kaidah artikel ilmiah.
Membuat presentasi ilmiah dari penelitiannya.
2.7.
AREA ETIKA, MORAL, MEDIKOLEGAL DAN PROFESIONALISME
SERTA KESELAMATAN PASIEN
KOMPETENSI INTI :
Berperilaku profesional dalam praktek kedokteran serta mendukung kebijakan
kesehatan.
Bermoral dan beretika serta memahami isu-isu etik maupun aspek medikolegal dalam
praktek kedokteran.
Menerapkan program keselamatan pasien.
No Komponen Kompetensi Hail Pembelajaran
1 Memiliki sikap profesional Menunjukkan sikap yang sesuai dengan Kode Etik Dokter Indonesia.
Menjaga kerahasiaan dan kepercayaan pasien.
Menunjukkan kepercayaan dan saling menghormati dalam hubungan dokter - pasien .
Menunjukkan rasa empati dengan pendekatan yang menyeluruh.
Mempertimbangkan masalah pembiayaan dan hambatan lain dalam memberikan pelayanan kesehatan serta dampaknya. Mempertimbangkan aspek etis dalam penanganan pasien sesuai
standar profesi.
Mengenal alternatif dalam menghadapi pilihan etik yang sulit. Menganalisis secara sistematik dan mempertahankan pilihan
etik dalam pengobatan setiap individu pasien. 2 Berperilaku profesional dalam
bekerjasama Menghormati setiap orang tanpa membedakan status sosial. Menunjukkan pengakuan bahwa tiap individu mempunyai
kontribusi dan peran yang berharga tanpa memandang status sosial.
Berperan serta dalam kegiatan yang memerlukan kerjasama dengan para petugas kesehatan lainnya.
Mengenali dan berusaha menjadi penengah ketika terjadi konflik.
Memberikan tanggapan secara konstruktif terhadap masukan dari orang lain.
petugas kesehatan lain, serta bertindak secara profesional. Mengenali dan bertindak sewajarnya saat kolega melakukan
suatu tindakan yang tidak profesional. 3 Berperan sebagai anggota
Tim pelayanan kesehatan yang profesional
Berperan dalam pengelolaan masalah pasien dan menerapkan nilai-nilai profesionalisme.
Bekerja dalam berbagai tim pelayanan kesehatan secara efektif. Menghargai peran dan pendapat berbagai profesi kesehatan. Berperan sebagai manager baik dalam praktek pribadi maupun
dalam sistem pelayanan kesehatan.
Menyadari profesi medis yang mempunyai peran dimasyarakat dan dapat melakukan suatu perubahan.
Mampu mengatasi perilaku yang tidak profesinal dari anggota tim pelayanan kesehatan lain.
4 Melakukan praktek kedokteran dalam masyarakat multikultural di Indonesia
Menghargai perbedaan karakter individu, gaya hidup dan budaya dari pasien dan sejawat.
Memahami heterogenitas persepsi yang berkaitan dengan usia, gender, orientasi seksual, etnis, kecacatan dan status sosial ekonomi.
5 Aspek mediko-legal dalam
praktik kedokteran Memahami dan menerima tanggung jawab hukum berkaitan dengan: Hak asasi manusia
Resep obat
Penyalahgunaan tindakan fisik dan seksual Kode Etik Kedokteran Indonesia
Pembuatan surat keterangan sehat, sakit atau surat kematian Proses di pengadilan
Memahami UU Praktek Kedokteran No.29 th 2004.
Memahami peran Konsil Kedokteran Indonesia sebagai badan yang mengatur praktek kedokteran.
Menentukan, menyatakan dan menganalisis segi etika dalam kebijakan kesehatan.
6 Aspek keselamatan pasien
dalam praktek kedokteran Menerapkan standar keselamatan pasien : - Hak pasien
- Mendidik pasien dan keluarga
- Keselamatan pasien dan kesinambungan pelayanan - Penggunaan metode-metode peningkatan kinerja untuk
melakukan evaluasi dan program peningkatan keselamatan pasien.
- Peran kepemimpinan dalam meningkatkan keselamatan pasien
- Mendidik staf tentang keselamatan pasien.
- Komunikasi yang merupakan kunci bagi staf untuk mencapai keselamatan pasien.
Menerapkan tujuh (7) langkah keselamatan pasien : - Bangun kesadaran akan nilai keselamatan pasien - Memimpin dan mendukung staf
- Integrasikan aktifitas pengelolaan resiko - Kembangkan sistem pelaporan.
- Libatkan dan berkomunikasi dengan pasien.
- Belajar dan berbagi pengalaman tentang keselamatan pasien
- Cegah cedera melalui implementasi sistem keselamatan pasien.
2.8.
KETERAMPILAN
PENGELOLAAN
MASALAH
KESEHATAN
LINGKUNGAN, KESELAMATAN KERJA INDUSTRI, DAN KESEHATAN
DAERAH PERBATASAN DENGAN KEKHUSUSAN WILAYAH KELAUTAN,
PANTAI, DAN PERAIRAN.
KOMPETENSI INTI:
-
Mampu mendiagnosis, mengelola dan mencegah masalah kesehatan lingkungan dengan
kekhususan wilayah kelautan, pantai, dan perairan.
-
Mampu mendiagnosis, mengelola dan mencegah masalah kesehatan dan keselamatan
kerja industri.
No Komponen Kompetensi Hasil Pembelajaran
1 Mendiagnosis masalah kesehatan lingkungan dengan kekhususan wilayah kelautan, pantai dan perairan
- Menilai data hasil pemeriksaan kondisi lingkungan (lingkungan laut, pantai, dan perairan) secara benar melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, dan pemeriksaan lapangan
- Berdasarkan data menyusun diagnosis banding masalah kesehatan lingkungan yang sesuai serta urutan
masalahnya
- Berdasarkan diagnosis banding, urutan masalah dan diskusi dengan pihak terkait, selanjutnya memilih, melaksanakan dan menilai pemeriksaan penunjang 2 Mengelola masalah kesehatan lingkungan dengan kekhususan wilayah
kelautan, pantai, dan perairan
- Memilih pengelolaan yang sesuai didasarkan pada data yang diperoleh dengan mempertimbangkan biaya, keuntungan serta kondisi lingkungan
- Melakukan konsultasi dan merujuk apabila dibutuhkan (termasuk konsultasi dan rujukan kepada instansi terkait) - Menentukan tujuan pengelolaan yang sesuai dengan
situasi dan kondisi
- Melibatkan pasien dan instansi terkait secara optimal 3 Mengintegrasikan tindakan prevensi untuk mengatasi masalah kesehatan
lingkungan dengan kekhususan wilayah kelautan, pantai, dan perairan
- Menentukan pemeriksaan penapisan, pencegahan dan perubahan perilaku yang dibutuhkan untuk
meningkatkan kesehatan lingkungan
- Melaksanakan pendidikan dan intervensi lain yang dibutuhkan untuk melindungi lingkungan terhadap masalah kesehatan
4 Memonitor kemajuan pengelolaan masalah kesehatan lingkungan dengan kekhususan wilayah kelautan, pantai, dan perairan
- Menentukan parameter dan indikator yang akan dinilai - Menindaklanjuti rancangan penatalaksanaan selama
pengelolaan masalah kesehatan lingkungan dengan kekhususan wilayah kelautan, pantai, dan perairan 5 Mendiagnosis masalah kesehatan dan keselamatan kerja industri dengan
kekhususan wilayah kelautan, pantai, dan perairan
- Menilai data hasil pemeriksaan kondisi lingkungan industri (yang berhubungan dengan kesehatan dan keselamatan kerja industri) secara benar melalui
anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, dan pemeriksaan lapangan
- Berdasarkan data menyusun diagnosis banding masalah kesehatan industri yang sesuai serta urutan masalahnya - Berdasarkan diagnosis banding, urutan masalah dan
diskusi dengan pihak terkait, selanjutnya memilih, melaksanakan dan menilai pemeriksaan penunjang
6 Mengelola masalah kesehatan dan keselamatan kerja industri - Memilih pengelolaan yang sesuai didasarkan pada data yang diperoleh dengan mempertimbangkan biaya, keuntungan serta kondisi lingkungan industri
- Melakukan konsultasi dan merujuk apabila dibutuhkan (termasuk konsultasi dan rujukan kepada instansi terkait) - Menentukan tujuan pengelolaan yang sesuai dengan
situasi dan kondisi
- Melibatkan pasien dan instansi terkait secara optimal 7 Mengintegrasikan tindakan prevensi
untuk mengatasi masalah kesehatan dan keselamatan kerja industri
- Menentukan pemeriksaan penapisan, pencegahan dan perubahan perilaku yang dibutuhkan untuk
meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja industri - Melaksanakan pendidikan dan intervensi lain yang
dibutuhkan untuk meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja industri
8 Memonitor kemajuan pengelolaan masalah kesehatan dan keselamatan kerja industri sesuai situasi dan kondisi
- Menentukan parameter dan indikator yang akan dinilai - Menindaklanjuti rancangan penatalaksanaan selama
pengelolaan masalah kesehatan dan keselamatan kerja industri
9 Mendiagnosis masalah kesehatan daerah perbatasan - Mengidentifikasi masalah kesehatan di daerah perbatasan - Menilai data hasil pemeriksaan kesehatan daerah
perbatasan secara benar melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, dan pemeriksaan lapangan
- Berdasarkan data menyusun diagnosis banding masalah kesehatan di daerah perbatasan dan urutan masalahnya - Berdasarkan diagnosis banding, urutan masalah dan
diskusi dengan pihak terkait, selanjutnya memilih, melaksanakan dan menilai pemeriksaan penunjang 10 Mengelola masalah kesehatan daerah perbatasan - Memilih pengelolaan yang sesuai didasarkan pada data yang diperoleh dengan mempertimbangkan biaya,
keuntungan serta kondisi daerah perbatasan
- Melakukan konsultasi dan merujuk apabila dibutuhkan (termasuk konsultasi dan rujukan kepada instansi terkait) - Menentukan tujuan pengelolaan yang sesuai dengan
situasi dan kondisi
11 Mengintegrasikan tindakan prevensi untuk mengatasi masalah kesehatan daerah perbatasan
- Menentukan pemeriksaan penapisan, pencegahan dan perubahan perilaku yang dibutuhkan untuk
meningkatkan kesehatan daerah perbatasan - Melaksanakan pendidikan dan intervensi lain yang
dibutuhkan untuk melindungi masyarakat terhadap masalah kesehatan daerah perbatasan
12 Memonitor kemajuan pengelolaan masalah kesehatan daerah perbatasan - Menentukan parameter dan indikator yang akan dinilai - Menindaklanjuti rancangan penatalaksanaan selama
19
BAB III
STRUKTUR KURIKULUM
3.1
TEMA SEMESTER DAN TAHAP KURIKULUM FK UNRI
Semester
Tema
Tahap
I
Keterampilan Belajar dan Humaniora
Dasar-dasar Ilmu Kedokteran, Metodologi
Penelitian dan Biostatistik
Keterampilan Generik
II-V
Sistem Tubuh Manusia
Ilmu-ilmu Kedokteran Dasar dan Kedokteran
Klinik
VI
Emergensi, Elektif dan Manajemen Kesehatan
VII
Manajemen kesehatan dan aktifitas Penelitian
VIII-X
Kepaniteraan
Praktik Klinik
TAHAP I
Adalah tahap dimana mahasiswa dipersiapkan untuk menguasai dasar-dasar Ilmu Kedokteran dan aplikasinya dengan cara :
-
Menguasai prinsip-prinsip belajar di fakultas kedokteran, pengelolaan informasi
-
Menguasai teknik komunikasi efektif dengan pasien / klien, teman sejawat, masyarakat dan profesi lain.
-
Menguasai metodelogi penelitian, problem solving cycle, dan biostatistik kesehatan.
20
TAHAP II
-
Tahap dimana mahasiswa mampu menguasai ilmu-ilmu kedokteran dasar dan ilmu-ilmu kedokteran klinik, dan keterampilan
klinik dan prosedur klinis, kegawatdaruratan, selanjutnya mampu menerapkannya pada pasien simulasi dan phantom.
-
Menguasai tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan manusia sejak konsepsi sampai kematian (siklus hidup manusia).
-
Menguasai dasar-dasar diagnosis, pengelolaan dan pencegahan penyakit / masalah kesehatan.
-
Mamapu melakukan, menulis dan menyajikan penelitian bidang kesehatan sesuai kaidah ilmiah.
TAHAP III
Praktik Klinik :
-
Menguasai dasar-dasar keterampilan klinik.
-
Menerapkan ilmu-ilmu dasar dan ilmu-ilmu klinik dalam pengelolaan pasien.
-
Mampu menerapkan keterampilan klinik secara langsung kepada pasien.
21
3.2
TEMA BLOK KURIKULUM FK UNRI
SEMESTER I SEMESTER II
1 2 3 4 5 6
Proses Belajar dan Humaniora
7 minggu
Dasar-dasar Ilmu kedokteran, Metodologi penelitian Dan Biostatistik
6 minggu
Siklus Hidup Manusia
6 minggu Kardiovaskuler 7 minggu Respirasi 7 minggu Muskuloskeletal 5 minggu
SEMESTER III SEMESTER IV
7 8 9 10 11 12
Hemato-Imunologi
6 minggu 7 minggu Saraf Urologi dan Cairan Tubuh 6 minggu Endokrin dan Metabolisme 7 minggu 7 minggu Indera Kulit dan Integumen5 minggu
SEMESTER V SEMESTER VI
13 14 15
Aktifitas penelitian
16 17 18
Digestif dan Nutrisi
7 minggu Reproduksi 7 minggu Kesehatan Jiwa 5 minggu Multi System dan Evidence Based Medicine 7 minggu
Kegawatdaruratan 7minggu
Elektif*
Kesehatan lingkungan pada wilayah kelautan, pantai dan perairan Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Industri & Kesehatan Daerah Perbatasan
5 minggu
SEMESTER VII SEMESTER VIII
Aktifitas penelitian 9 minggu 3 minggu 9 minggu 3 minggu
19
Bag. Penyakit Dalam Bag.Penyakit Kulit &Kelamin Kesehatan Bag. Anak dan Remaja
Bag. Saraf Manajemen Kesehatan + penelitian
(4 minggu)
19 minggu
SEMESTER IX SEMESTER X
9 minggu
3
minggu9
minggu3
minggu mggu3 mggu3 mggu1 mggu3 mggu3 mggu6 mggu3Bag. Kesehatan Reproduksi
Wanita Kesehatan Bag. Jiwa
Bag. Bedah Bag. THT Bag. Mata Bag. Kedokt. Forensik
Bag Gigi Kesehatan lingkungan & Kesehatan Kerja
Kesehatan
Masyarakat COME Dan Praktik Umum Kegawat-daruratan ATLS ACLS
BAB IV
CETAK BIRU BLOK
4.1 BLOK PROSES BELAJAR DAN HUMANIORA
KOMPETENSI INTI
Setelah menyelesaikan blok ini Mahasiswa FK Unri mampu:
Memperoleh dan bertukar informasi baik secara verbal dan non-verbal dengan
pasien/klien dari segala golongan umur, anggota keluarga, masyarakat, teman sejawat dan
profesi lainnya
Mengatasi masalah emosional, personal, kesehatan, dan kesejahteraan yang dapat
mempengaruhi kemampuan profesinya
Belajar sepanjang hayat
Merencanakan, menerapkan dan memantau perkembangan profesi secara bersinambung
Berperilaku profesional dalam praktik kedokteran serta mendukung kebijakan kesehatan
Bermoral dan beretika serta memahami isu-isu etik maupun aspek medikolegal dalam
praktik kedokteran
No.
Komponen Kompetensi
Hasil Pembelajaran
1.
Dalam berkomunikasi dengan pasien/klien dan anggota keluarganya Bersambung rasa dengan pasien dan keluarganya melalui simulasi
-
Memberikan salam-
Memberikan situasi yang nyaman bagi pasien-
Menunjukkan sikap empati dan dapat dipercaya-
Mendengarkan dengan aktif (penuh perhatian dan memberi waktu yang cukup pada pasien untuk menyampaikan keluhannya dan menggali permasalahan pasien)-
Menyimpulkan kembali masalah pasien, kekawatiran, maupun harapannya.-
Memelihara dan menjaga harga diri pasien, hal-hal yang bersifat pribadi, dan kerahasiaan pasien sepanjang waktu-
Memperlakukan pasien sebagai mitra sejajar dan memintapersetujuannya dalam memutuskan suatu terapi dan tindakan (Teori dan Simulasi)
Mengumpulkan informasi melalui simulasi
-
Mampu menggunakan open-ended maupun closed question dalam menggali informasi (move from open to closed question properly)-
Meminta penjelasan pada pasien pada statemen yang kurang dimengerti-
Menggunakan penalaran klinik dalam penggalian riwayat penyakit pasien sekarang, riwayat keluarga, atau riwayat kesehatan masa lalu.-
Melakukan penggalian data secara runtut dan efisien-
Tidak memberikan nasehat maupun penjelasan yang prematur saat masih mengumpulkan data-data(Teori dan Simulasi)
Secara teoritis memahami perspektif pasien-
Menghargai kepercayaan pasien terhadap segala sesuatu yang menyangkut penyakitnya-
Melakukan eksplorasi terhadap kepentingan pasien, kekawatirannya, dan harapannya-
Melakukan fasilitasi secara profesional terhadap ungkapan emosi pasien (marah, takut, malu, sedih, bingung, eforia, maupun pasien dengan hambatan komunikasi e.g. bisu-tuli, gangguan psikis)-
Mampu merespon verbal maupun bahasa non-verbal dari pasien secara profesional-
Memperhatikan faktor biopsikososiobudaya dan norma-norma setempat untuk menetapkan dan mempertahankan terapi paripurna dan hubungan dokter pasien yang profesional-
Menggunakan bahasa yang santun dan dapat dimengerti olehpasien (termasuk bahasa daerah setempat) sesuai dengan umur, tingkat pendidikan ketika menyampaikan pertanyaan, meringkas informasi, menjelaskan hasil diagnosis, pilihan penanganan serta prognosis.
(Teori dan Simulasi)
2.
Menggunakan teknologi informasidan komunikasi untuk membantu penegakan diagnosis, pemberian terapi, tindakan pencegahan, dan promosi kesehatan, serta penjagaan dan pemantauan status kesehatan pasien
Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (internet) dengan baik
Menggunakan data dan bukti pengkajian ilmiah untuk menilai relevansi dan validitasnya
Menerapkan ketrampilan dasar pengelolaan informasi untuk menghimpun data relevan menjadi arsip pribadi
Menerapkan keterampilan dasar dalam menilai data untuk melakukan validasi informasi ilmiah secara sistematik Meningkatkan kemampuan secara terus menerus dalam
merangkum dan menyimpan arsip
3.
Memahami manfaat danketerbatasan teknologi informasi
Menerapkan prinsip teori teknologi informasi dan komunikasi untuk membantu penggunaannya, dengan memperhatikan secara khusus potensi untuk berkembang dan keterbatasannya
5.
Mempraktekan belajar sepanjanghayat Mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan yang baru. Berperan aktif dalam Program Pendidikan dan Pelatihan Kedokteran Berkelanjutan (PPPKB) dan pengalaman belajar lainnya
Menunjukkan sikap kritis terhadap praktik kedokteran berbasis bukti (Evidence-Based Medicine)
Mengambil keputusan apakah akan memanfaatkan informasi atau evidence untuk penanganan pasien dan justifikasi alasan keputusan yang diambil
Menanggapi secara kritis literatur kedokteran dan relevansinya terhadap pasiennya
Menyadari kinerja professionalitas diri dan mengidentifikasi kebutuhan belajarnya
6.
Berperilaku profesional dalambekerjasama Secara teoritis memahami prinsip-prinsip berperilaku profesionalisme dalam bekerjasama Menghormati setiap orang tanpa membedakan status sosial Menunjukkan pengakuan bahwa tiap individu mempunyai
kontribusi dan peran yang berharga, tanpa memandang status sosial
Berperan serta dalam kegiatan yang memerlukan kerja sama dengan para petugas kesehatan lainnya
Mengenali dan berusaha menjadi penengah ketika terjadi konflik
Memberikan tanggapan secara konstruktif terhadap masukan dari orang lain
Mempertimbangkan aspek etis dan moral dalam hubungan dengan petugas kesehatan lain, serta bertindak secara profesional
Mengenali dan bertindak sewajarnya saat kolega melakukan suatu tindakan yang tidak profesional.
7.
Melakukan praktek kedokteran dalam masyarakat multicultural di IndonesiaSecara teoritis memahami beberapa prinsip melakukan praktek kedokteran dalam masyarakat multikultural
Menghargai perbedaan karakter individu, gaya hidup, dan budaya dari pasien dan sejawat
Memahami heterogenitas persepsi yang berkaitan dengan usia, gender, orientasi seksual, etnis, kecacatan dan status sosial ekonomi
Daftar Substansi Kajian
Substansi Kajian (knowledge) Tingkat Pencapaian
- Belajar sepanjang hayat 1 2 3 4 5 6
- Prinsip-prinsip belajar di Fakultas Kedokteran (seperti Belajar Berdasarkan Masalah, Praktikum biomedik, Skill lab, Belajar Berdasarkan Bukti, dan lain-lain)
1 2 3 4 5 6
- Penilaian diri sendiri 1 2 3 4 5 6
- Hubungan dokter pasien (seperti empati, anamnesis, konseling, penjelasan berbagai prosedur, negosiasi pembuatan keputusan dengan keluarga, pendidikan pasien)
1 2 3 4 5 6
- Komunikasi efektif dengan pasien/klien, teman sejawat, masyarakat dan profesi lain
1 2 3 4 5 6
- Komunikasi personal 1 2 3 4 5 6
- Diskusi kelompok 1 2 3 4 5 6
- Kerja tim 1 2 3 4 5 6
- Kesadaran interaksi interpersonal 1 2 3 4 5 6
- Mempelajari tulisan yang efektif 1 2 3 4 5 6
- Memanfaatkan berbagai media 1 2 3 4 5 6
- Perpustakaan elektronik 1 2 3 4 5 6
- Computer Aided Instruction (CAI) 1 2 3 4 5 6
- Bahasa Inggris Kedokteran (seperti writting, reading, presentation,
conversation) 1 2 3 4 5
6
- Etika dan hukum kedokteran 1 2 3 4 5 6
Keterangan: 1 Mampu menyebutkan 2 Mampu menjelaskan 3 Mampu menerapkan 4 Mampu menganalisis 5 Mampu, mensintesis 6 Mampu mengevaluasi
Daftar Keterampilan
Keterampilan Tingkat PencapaianKomunikasi efektif dengan pasien/klien, teman sejawat, masyarakat dan profesi lain* 1 2 3 4
Penelusuran literatur* 1 2 3 4
Computer Aided Instruction (CAI)* 1 2 3 4
Bahasa Inggris Kedokteran (seperti writting, reading, presentation, conversation) 1 2 3 4
Keterangan :
1 Mengetahui dan mampu menjelaskan
2 Pernah melihat atau didemonstrasikan
3 Mampu melakukan dan pernah menerapkan di bawah supervisi
4 Mampu melakukan secara mandiri sampai tuntas
4.2 BLOK DASAR-DASAR ILMU KEDOKTERAN, METODOLOGI PENELITIAN
DAN BIOSTATISTIK
KOMPETENSI INTI
Setelah menyelesaikan blok ini Mahasiswa FK Unri mampu:
Mengakses, mengelola, menilai secara kritis kesahihan dan kemampu-terapan
informasi untuk menjelaskan dan menyelesaikan masalah, atau mengambil keputusan
dalam kaitan dengan pelayanan kesehatan di tingkat primer
Belajar sepanjang hayat
Merencanakan, menerapkan, dan memantau perkembangan profesi secara
bersinambung
Mengidentifikasi, menjelaskan dan merancang penyelesaian masalah kesehatan
secara ilmiah menurut ilmu kedokteran/ kesehatan mutakhir untuk mendapat hasil
yang optimum
No.
Komponen Kompetensi
Hasil Pembelajaran
1.
Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk membantu penegakan diagnosis, pemberian terapi, tindakan pencegahan dan promosi kesehatan, serta penjagaan dan pemantauan status kesehatan pasien Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (internet) dengan baik
Menggunakan data dan bukti pengkajian ilmiah untuk menilai relevansi dan validitasnya
Menerapkan metode riset dan statistik untuk menilai kesahihan informasi ilmiah.
Menerapkan ketrampilan dasar pengelolaan informasi untuk menghimpun data relevan menjadi arsip pribadi
Menerapkan keterampilan dasar dalam menilai data untuk melakukan validasi informasi ilmiah secara sistematik
Meningkatkan kemampuan secara terus menerus dalam merangkum dan menyimpan arsip
2.
Memahami manfaat danketerbatasan teknologi informasi Menerapkan prinsip teori teknologi informasi dan komunikasi untuk membantu penggunaannya, dengan memperhatikan secara khusus potensi untuk berkembang dan keterbatasannya
3.
Mempraktekan belajar sepanjanghayat Mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan yang baru. Berperan aktif dalam Program Pendidikan dan Pelatihan Kedokteran Berkelanjutan (PPPKB) dan pengalaman belajar lainnya
Menunjukkan sikap kritis terhadap praktik kedokteran berbasis bukti (Evidence-Based Medicine)
Mengambil keputusan apakah akan memanfaatkan informasi atau evidence untuk penanganan pasien dan justifikasi alasan keputusan yang diambil
Menanggapi secara kritis literatur kedokteran dan relevansinya terhadap pasiennya
Menyadari kinerja professionalitas diri dan mengidentifikasi kebutuhan belajarnya
4.
Mengembangkan pengetahuanbaru Mengidentifikasi kesenjangan dari ilmu pengetahuan yang sudah ada dan mengembangkannya menjadi pertanyaan penelitian yang tepat
Merencanakan, merancang, dan mengimplementasikan penelitian untuk menemukan jawaban dari pertanyaan penelitian.
Menuliskan hasil penelitian sesuai dengan kaidah artikel ilmiah Membuat presentasi ilmiah dari hasil penelitiannya
5.
Menerapkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip ilmu biomedik, klinik, perilaku, dan ilmu kesehatan masyarakat sesuai dengan pelayanan kesehatan tingkat primer Menjelaskan prinsip ilmu dasar dalam pemahaman mengenai dasar, patofisiologi dan patogenesis masalah kesehatan
Menjelaskan masalah kesehatan baik secara molekular maupun selular melalui pemahaman mekanisme normal dalam tubuh Menjelaskan faktor-faktor non biologis yang berpengaruh
terhadap masalah kesehatan
Mengembangkan strategi untuk menghentikan sumber penyakit, poin-poin patogenesis dan patofisiologis, akibat yang ditimbulkan, serta resiko spesifik secara efektif
Menjelaskan tujuan pengobatan secara fisiologis dan molekular. Menjelaskan berbagai pilihan yang mungkin dilakukan dalam
penanganan pasien.
Menjelaskan secara rasional/ ilmiah dalam menentukan penanganan penyakit baik secara klinikal epidemiologis, farmakologis, fisiologis, diet, olah raga, atau perubahan perilaku. Menjelaskan pertimbangan pemilihan intervensi berdasarkan
farmakologi, fisiologi, gizi, ataupun perubahan tingkah laku. Menjelaskan indikasi pemberian obat, cara kerja obat, waktu
paruh, dosis, serta penerapannya pada keadaan klinik.
Menjelaskan kemungkinan terjadinya interaksi obat dan efek samping
Menjelaskan manfaat terapi diet pada penanganan kasus tertentu. Menjelaskan perubahan proses patofisiologi setelah pengobatan Menjelaskan prinsip-prinsip pengambilan keputusan dalam
mengelola masalah kesehatan (Teori dan simulasi)
Daftar Substansi Kajian
Substansi Kajian Tingkat Pencapaian
Metodologi penelitian eksperimental dan non-eksperimental (seperti desain penelitian, rancangan penelitian, pengelolaan laboratorium penelitian dan lain-lain)
1 2 3 4 5 6
Problem solving cycle 1 2 3 4 5 6
Biostatistik kesehatan 1 2 3 4 5 6
Epidemiologi kesehatan dan penyakit 1 2 3 4 5 6 Epidemiologi kesehatan dan penyakit 1 2 3 4 5 6 Struktur, organisasi, fungsi sel/molekul, jaringan dan organ. 1 2 3 4 5 6
Anatomi dan histologi umum 1 2 3 4 5 6
Genetika 1 2 3 4 5 6
Mikroorganisme penyebab penyakit (Bakteriologi, Virologi, Mikologi,
Parasitologi) 1 2 3 4 5 6
Non-mikroorganisme penyebab penyakit/substansi hazard (metal,
kimia, polen, radioaktif, gelombang elektromagnetik, dll) 1 2 3 4 5 6 Sterilisasi dan infeksi nosokomial 1 2 3 4 5 6 Patofisiologi penyakit (gejala dan tanda, mekanisme, respon fisiologis,
mekanisme perbaikan) terhadap penyakit-penyakit infeksi akut dan kronis, neoplasma dan degenerasi
1 2 3 4 5 6
Dasar-dasar diagnosis penyakit 1 2 3 4 5 6
Dasar-dasar terapi (farmakologi dan non farmakologi) 1 2 3 4 5 6
Keterangan :
1 Mampu menyebutkan 2 Mempu menjelaskan 3 Mampu menerapkan 4 Mampu menganalisis 5 Mampu mensintesis 6 Mampu mengevaluasiDaftar Keterampilan
Keterampilan Tingkat PencapaianMencari informasi lebih lanjut mengenai topik tertentu di berbagai media 1 2 3 4
Menilai kesahihan suatu informasi 1 2 3 4
Penggunaan alat-alat laboratorium kesehatan sederhana 1 2 3 4
Melakukan pemeriksaan fisik Umum 1 2 3 4
Keterangan:
1 Mengetahui dan mampu menjelaskan
2 Pernah melihat atau didemonstrasikan
3 Mampu melakukan dan pernah menerapkan dibawah supervisi
4.3
BLOK SIKLUS HIDUP MANUSIA
KOMPETENSI INTI
Setelah menyelesaikan blok ini Mahasiswa FK Unri mampu:
Melakukan prosedur klinis masalah pertumbuhan dan perkembangan, sesuai
kebutuhan pasien dan kewenangannya
Mengidentifikasi, menjelaskan dan merancang penyelesaian masalah kesehatan yang
berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan secara ilmiah menurut ilmu
kedokteran/ kesehatan mutakhir untuk mendapat hasil yang optimum
Mengelola masalah kesehatan yang berhubungan dengan pertumbuhan dan
perkembangan pada individu, keluarga, ataupun masyarakat secara komprehensif,
holistik, bersinambung, koordinatif, dan kolaboratif dalam konteks pelayanan
kesehatan tingkat primer
No
Komponen kompetensi
Hasil Pembelajaran
1.
Memperoleh dan mencatat informasi pertumbuhan dan perkembangan yang akurat serta penting tentang pasien dan keluarganyaMenggali dan merekam dengan jelas keluhan-keluhan yang disampaikan (bila perlu disertai gambar), riwayat penyakit saat ini, medis, keluarga, sosial serta riwayat lain yang relevan melalui simulasi
(Teori dan simulasi)
2.
Melakukan prosedur klinik danlaboratorium untuk melakukan diagnosa dan terapi gangguan pertumbuhan dan perkembangan.
Melakukan prosedur klinik dan labaoratorium sesuai dengan kasus simulasi
Memilih prosedur klinis dan laboratorium sesuai dengan masalah pasien
Melakukan prosedur klinis dan laboratorium sesuai kebutuhan pasien dan kewenangannya
Melakukan pemeriksaan fisik dengan cara yang seminimal mungkin menimbulkan rasa sakit dan ketidaknyamanan pada pasien
Melakukan pemeriksaan fisik yang sesuai dengan masalah pasien.
Menemukan tanda-tanda fisik dan membuat rekam medis dengan jelas dan benar
Mengidentifikasi, memilih dan menentukan pemeriksaan laboratorium yang sesuai
Melakukan pemeriksaan laboratorium dasar
Membuat permintaan pemeriksaan laboratorium penunjang
Menentukan pemeriksaan penunjang untuk tujuan penapisanpenyakit
Memilih dan melakukan keterampilan terapetik, serta tindakan prevensi sesuai dengan kewenangannya
3.
Menerapkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip ilmu biomedik, klinik, perilaku, dan ilmu kesehatan masyarakat tentang pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan pelayanan kesehatan tingkat primer Menjelaskan prinsip ilmu dasar dalam pemahaman mengenai dasar, patofisiologi dan patogenesis masalah kesehatan
Menjelaskan prinsip-prinsip ilmu kedokteran dasar yang berhubungan dengan terjadinya masalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan, beserta patogenesis dan patofisiologinya
Menjelaskan masalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan, baik secara molekular maupun selular melalui pemahaman mekanisme normal dalam tubuh .
Menjelaskan faktor-faktor non biologis yang berpengaruh terhadap masalah kesehatan
Mengembangkan strategi untuk menghentikan sumber penyakit, poin-poin patogenesis dan patofisiologis, akibat yang ditimbulkan, serta resiko spesifik secara efektif
Menjelaskan tujuan pengobatan secara fisiologis dan molekular. Menjelaskan berbagai pilihan yang mungkin dilakukan dalam
penanganan pasien.
Menjelaskan secara rasional/ ilmiah dalam menentukan penanganan penyakit baik secara klinikal epidemiologis, farmakologis, fisiologis, diet, olah raga, atau perubahan perilaku.
Menjelaskan pertimbangan pemilihan intervensi berdasarkan farmakologi, fisiologi, gizi, ataupun perubahan tingkah laku. Menjelaskan indikasi pemberian obat, cara kerja obat, waktu
paruh, dosis, serta penerapannya pada keadaan klinik.
Menjelaskan kemungkinan terjadinya interaksi obat dan efek samping
Menjelaskan manfaat terapi diet pada penanganan kasus tertentu.
Menjelaskan perubahan proses patofisiologi setelah pengobatan. Menjelaskan prinsip-prinsip pengambilan keputusan dalam mengelola masalah kesehatan
(Teori dan simulasi)
4.
Merangkum dari interpretasianamnesis, pemeriksaan fisik, uji laboratorium dan prosedur yang sesuai dengan penyakit dalam masa pertumbuhan dan perkembangan
Menjelaskan (patofisiologi atau terminology lainnya) data klinik dan laboratorium untuk menentukan diagnosis pasti penyakit dalam masa pertumbuhan dan perkembangan
Menjelaskan alasan hasil diagnosis dengan mengacu pada evidence- based medicine
(Teori dan simulasi)
5.
Menentukan efektivitas suatutindakan pada penyakit dalam masa pertumbuhan dan perkembangan
Menjelaskan bahwa kelainan dipengaruhi oleh tindakan Menjelaskan parameter dan indikator keberhasilan pengobatan
.
Menjelaskan perlunya evaluasi lanjutan pada penanganan penyakit masa Pertumbuhan dan perkembangan .
(Teori dan simulasi)
6.
Mengelola penyakit, keadaansakit dan masalah pasien sebagai individu yang utuh, bagian dari keluarga dan masyarakat
Menulis resep obat secara rasional (tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, tepat frekwensi dan cara pemberian, serta sesuai kondisi pasien), jelas, lengkap, dan dapat dibaca
(Teori dan simulasi)
7.
Memenuhi aspek Mediko-legaldalam praktek kedokteran
Memahami dan menerima tanggung jawab hukum berkaitan dengan:
Pembuatan surat keterangan sehat, sakit atau surat kematian
Proses Pengadilan (Teori dan simulasi)
Daftar Masalah Kesehatan/Penyakit
Masalah Kesehatan/Penyakit Tingkat Pencapaian
Embriologi 1 2 3A 3B 4 Kelainan genetik/kongenital Sindroma Down 1 2 3A 3B 4 Sindroma Turner 1 2 3A 3B 4 Sindroma Klinefelter 1 2 3A 3B 4 Gonadal xy-dysgenesis 1 2 3A 3B 4 Testicular feminization 1 2 3A 3B 4 Sindroma Fragile x 1 2 3A 3B 4
Kelainan kromosom lainnya 1 2 3A 3B 4
Fenil Keto Urinaria 1 2 3A 3B 4
Galaktosemia 1 2 3A 3B 4
Glycogen storage disease 1 2 3A 3B 4
Other storage diseases 1 2 3A 3B 4
Spina bifida 1 2 3A 3B 4
Anensefalus 1 2 3A 3B 4
Hidrosefalus 1 2 3A 3B 4
Cleft palate and/or lip 1 2 3A 3B 4
Sindroma Marfan 1 2 3A 3B 4
Kelainan bayi baru lahir
Hipotermia * 1 2 3A 3B 4
Bakteriemia and septicemia * 1 2 3A 3B 4
Respyratory Stress Syndrome* 1 2 3A 3B 4
Bronchopulmonary dysplasia* 1 2 3A 3B 4
Aspiration pneumonia 1 2 3A 3B 4
Pneumotoraks 1 2 3A 3B 4
Apnea attacks* 1 2 3A 3B 4
Jaundice of newborn* 1 2 3A 3B 4
Severe neonatal jaundice (kern icterus) * 1 2 3A 3B 4
Hipoglikemia * 1 2 3A 3B 4
Child of diabetic mother* 1 2 3A 3B 4
Neonatal convultion* 1 2 3A 3B 4
Necrotizing enterocolitis 1 2 3A 3B 4
Retinopati pada prematur 1 2 3A 3B 4
Anemia * 1 2 3A 3B 4
Inkompatibilitas Rhesus * 1 2 3A 3B 4
Defisiensi Vitamin K * 1 2 3A 3B 4
Perdarahan serebri * 1 2 3A 3B 4
Konjungtivitis * 1 2 3A 3B 4
Infeksi tali pusat * 1 2 3A 3B 4
Trauma Lahir
Kaput suksedanium 1 2 3A 3B 4
Trauma pleksus brakialis 1 2 3A 3B 4
Fraktur (klavikula, humerus, kosta) 1 2 3A 3B 4
Pola-pola penyakit pada usia lanjut 1 2 3A 3B 4
Konsep kematian
Perubahan-perubahan yang terjadi ante, durante dan post mortem 1 2 3A 3B 4 Keterangan:
1 Mampu mengenal dan menempatkan gambaran klinik sesuai penyakit dengan merujuk ke literatur dan tahu bagaimana memperoleh informasi lebih lanjut
2 Mampu mendiagnosis masalah-masalah kesehatan melalui pemeriksaan fisik, pemeriksaan tambahan (seperti laboratorium sederhana, rontgen foto) dan mampu merujuk secepatnya ke dokter spesialis yang relevan dan mampu menindaklanjuti sesudahnya.
3A Mampu mendiagnosis masalah-masalah kesehatan melalui pemeriksaan fisik, pemeriksaan tambahan (seperti laboratorium sederhana, rontgen foto) dan mampu memutuskan dan memberi terapi pendahuluan sebelum dirujuk. Dokter mampu merujuk ke dokter spesialis yang sesuai (untuk kasus-kasus non-emergensi)
3B Mampu mendiagnosis masalah-masalah kesehatan melalui pemeriksaan fisik, pemeriksaan tambahan (seperti laboratorium sederhana, rontgen foto) dan mampu memutuskan dan memberi terapi pendahuluan sebelum dirujuk. Dokter mampu merujuk ke dokter spesialis yang sesuai (untuk kasus-kasus emergensi)
4 Mampu mendiagnosis masalah-masalah kesehatan melalui pemeriksaan fisik, pemeriksaan tambahan (seperti laboratorium sederhana, rontgen foto) dan dapat memutuskan dan menangani problem tersebut secara mandiri hingga tuntas
Cat : * Diprioritaskan , level 3 dan 4 dicapai pada tahap praktik klinik
Daftar Keterampilan
Keterampilan Tingkat Pencapaian
Anamnesis
Auto-alloanamnesis 1 2 3 4
Anamnesis tentang riwayat pemberian makanan 1 2 3 4 Anamnesis terhadap anak yang lebih dewasa 1 2 3 4 Kemampuan berkomunikasi dengan orang tua yang cemas 1 2 3 4 Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik umum sesuai dengan usia penderita 1 2 3 4 Neonatus dan bayi
Pemeriksaan kondisi umum, arousal, perilaku, tangisan * 1 2 3 4
Identifikasi kelainan kongenital * 1 2 3 4
Palpasi fontanel * 1 2 3 4
Respon Moro * 1 2 3 4
Refleks genggam * 1 2 3 4
Refleks isap * 1 2 3 4
Refleks merangkak * 1 2 3 4
Vertical suspension positioning * 1 2 3 4
Refleks tonus leher asimetris * 1 2 3 4
Refleks anal * 1 2 3 4
Pemeriksaan panggul * 1 2 3 4
Semua usia
Pemeriksaan fisik dan perkembangan * 1 2 3 4 Pemeriksaan perkembangan bicara dan bahasa * 1 2 3 4
Pengukuran tinggi badan * 1 2 3 4
Pengukuran lingkar kepala * 1 2 3 4
Pengukuran tekanan darah * 1 2 3 4
Pengukuran suhu * 1 2 3 4
BMI * 1 2 3 4
Keterampilan terapeutik, pemeriksaan dan tindakan operatif pada anak
Anjuran diet bayi * 1 2 3 4
Pengukuran ketajaman penglihatan * 1 2 3 4
Uji Ewing 1 2 3 4 Finger prick* 1 2 3 4 Venepuncture 1 2 3 4 Insersi kanula 1 2 3 4 Intubasi 1 2 3 4 Resusitasi 1 2 3 4 Keterangan:
1 Mengetahui dan mampu menjelaskan
2 Pernah melihat atau didemonstrasikan
3 Pernah melakukan atau pernah menerapkan di bawah supervisi
4 Mampu melakukan secara mandiri sampai tuntas
Cat : * Diprioritaskan , level 3 dan 4 dicapai pada tahap praktik klinik
4.4.
BLOK SISTEM KARDIOVASKULER
KOMPETENSI INTI
Mampu menggali dan bertukar informasi mengenai sistem kardiovaskuler secara
verbal dan non verbal dengan pasien pada semua usia, anggota keluarga,
masyarakat, kolega dan profesi lain
Melakukan prosedur klinis yang berhubungan dengan sistem kardiovaskuler
sesuai masalah, kebutuhan pasien dan sesuai kewenangannya
Mengidentifikasi, menjelaskan dan merancang penyelesaian masalah kesehatan
yang berhubungan dengan sistem kardiovaskuler secara ilmiah menurut ilmu
kedokteran/ kesehatan mutakhir untuk mendapat hasil yang optimum.
No Komponen kompetensi Hasil pembelajaran
1.
Berkomunikasi dengan pasien dananggota keluarganya mengenai penyakit yang berhubungan dengan sistem kardiovaskular
Memberi penjelasan dan informasi mengenai sistem kardiovaskular
-
Mempersiapkan perasaan pasien untuk menghindari rasa takut dan stress sebelum melakukan pemeriksaan fisik sistem kardiovaskular-
Memberi tahu adanya rasa sakit atau tidak nyaman yang mungkin timbul selama pemeriksaan fisik sistem kardiovaskular atau tindakannya-
Memberi penjelasan dengan benar, jelas, lengkap, dan jujur tentang tujuan, keperluan, manfaat, risiko prosedur diagnostik dan tindakan medis yang berhubungan dengan penyakit sistem kardiovaskuler (terapi, operasi, prognosis, rujukan) sebelum dikerjakan-
Menjawab pertanyaan dengan jujur, memberi konsultasi, atau menganjurkan rujukan untuk permasalahan yang sulit yang berhubungan dengan penyakit sistem kardiovaskuler-
Memberikan edukasi / promosi kesehatan kepada pasien maupun keluarganya yang berhubungan dengan sistem kardiovaskuler.-
Memastikan mengkonfirmasikan bahwa informasi dan pilihan-pilihan tindakan yang berhubungan dengan penyakit sistem kardiovaskuler telah dipahami oleh pasien-
Memberikan waktu yang cukup kepada pasien untuk merenungkan kembali serta berkonsultasi sebelum membuat persetujuan-
Menyampaikan berita buruk secara profesional dengan menjunjung tinggi etika kedokteran-
Memastikan kesinambungan pelayanan yang telah dibuat dan disepakati(Teori dan simulasi)
2.
Memperoleh dan mencatat informasiyang akurat serta penting tentang pasien dan keluarganya mengenai sistem kardiovaskuler.
Menggali dan merekam dengan jelas keluhan-keluhan yang disampaikan (bila perlu disertai gambar), riwayat penyakit saat ini, medis, keluarga, sosial serta riwayat lain yang relevan yang berhubungan dengan penyakit sistem kardiovaskuler.
(Teori dan simulasi)
3.
Melakukan prosedur klinik danlaboratorium yang berhubungan dengan penyakit sistem kardiovaskular
Memilih prosedur klinis dan laboratorium yang sesuai untuk penyakit sistem kardiovaskular
Melakukan prosedur klinis dan laboratorium yang berhubungan dengan penyakit kardiovaskuler sesuai kebutuhan pasien dan kewenangannya
Melakukan pemeriksaan fisik sistem kardiovaskuler dengan cara yang seminimal mungkin menimbulkan rasa sakit dan ketidaknyamanan pada pasien
Melakukan pemeriksaan fisik sistem kardiovaskuler yang sesuai dengan masalah pasien.
Menemukan tanda-tanda fisik dan membuat rekam medis dengan jelas dan benar mengenai penyakit sistem kardiovaskuler
Mengidentifikasi, memilih dan menentukan pemeriksaan laboratorium yang sesuai untuk penyakit sistem kardiovaskuler
Melakukan pemeriksaan laboratorium dasar untuk penyakit sistem kardiovaskuler