unggul: Standar teknik dan kerja dapat tercapai berkat pedoman kerja, etika dan komitmen untuk melaksanakan yang terbaik.
40 PT Holcim Indonesia Tbk Laporan Pembangunan Berkelanjutan 2008 Agar tata kelola perusahaan berjalan baik, dibutuhkan kode etik yang jelas dan efektif, budaya kerja yang mengutamakan kepercayaan dan peluang yang setara, serta keberanian untuk bicara dan mengemban tanggung jawab. Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Holcim Indonesia senantiasa memperhatikan kepentingan para pihak pemangku kepentingan, mengelola risiko usaha, serta menjaga nama baik Perusahaan dan menjamin kesejahteraan warga dan lingkungan. Kode etik Holcim mengutamakan kejujuran, keterbukaan dan tanggung jawab yang diterapkan pada semua orang di seluruh jajaran Perusahaan.
Tata Kelola dan fungsi Dewan
Pengemban tanggung jawab tertinggi di Holcim Indonesia adalah Direksi dan Dewan Komisaris. Direksi bertanggung jawab membuat laporan keuangan, membuat rencana usaha termasuk manajemen risiko dan rencana strategis, memastikan bahwa Perusahaan sudah memenuhi peraturan perundang-undangan di Indonesia, dan menetapkan sekaligus mengawasi sistem kendali internal. [4.1]
Dewan Komisaris, termasuk tiga Komisaris Independen, bertugas mengawasi Direksi, mengkaji keputusan manajemen dan memberi persetujuan, dan mewakili kepentingan semua pemegang saham.[4.2 & 4.3] Tidak ada anggota Direksi maupun Dewan Komisaris yang memiliki hubungan keluarga langsung atau keuangan dengan anggota Direksi atau Dewan Komisaris lainnya. Semua anggota Direksi dan Dewan Komisaris diwajibkan menandatangani pernyataan bahwa tidak ada benturan kepentingan dengan pihak lain. [4.6]
Komite Audit
Komite Audit adalah badan yang beranggotakan para ahli yang diketuai salah satu Komisaris Independen. Komite ini ditunjuk dan bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris. Tugas mereka antara lain melakukan pengawasan internal, mengevaluasi hasil audit internal dan eksternal, mengkaji proses manajemen risiko dan mengevaluasi berbagai persoalan keuangan.
Audit internal berada di bawah Direksi dan Dewan Komisaris. Tugas audit internal adalah mengevaluasi integritas semua kegiatan rutin dan pemantauan kondisi keuangan Perusahaan, aset dan prosedur usaha, termasuk kas dan sumber daya manusia. Setiap belanja modal yang telah direncanakan diperiksa secara ketat, dan unit ini juga wajib mengkaji manfaat ekonomi dan hasil yang diperoleh dari belanja modal tersebut. Departemen audit internal bekerja sesuai standar audit internasional, dan bertanggung jawab kepada Komite Audit. Pemegang Saham
Semua pemegang saham berhak memberi masukan, informasi dan saran kepada Perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), yang diselenggarakan pada bulan Mei di tahun 2008. [4.4] Pemegang saham dalam RUPST mengkaji kinerja, kepemilikan saham, tanggung jawab dan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris. [4.5 & 4.10]
Pengangkatan semua anggota Dewan Direksi dilakukan melalui proses seleksi formal untuk menguji kemampuan dan pengalaman serta kualifikasi dan latar belakang mereka. [4.7]
Etika dan Prosedur Kerja Terbaik
Baik secara individu maupun bersama-sama, anggota Direksi dan Dewan Komisaris Holcim Indonesia senantiasa mempertahankan reputasi Perusahaan sebagai perusahaan terbuka dan terkemuka di sektor strategis, yaitu sektor bahan bangunan berbasis semen dan sebagai wakil Grup Holcim, kelompok usaha besar di dunia. [4.1]Struktur manajemen [4.2] Tugas Dewan Komisaris [4.3]Anggota dewan independen [4.4]Komunikasi dengan Dewan Komisaris [4.5] Tunjangan anggota dewan [4.6]Benturan kepentingan [4.7]Persyaratan menjadi anggota dewan [4.10] Kinerja dewan Tata Kelola, Komitmen dan Keterlibatan
Melalui fungsi kepatuhan dan tata kelola, kami memantau dan mengevaluasi kinerja Perusahaan sesuai ketentuan hukum dan peraturan perusahaan terbuka, standar keselamatan dan pelaporan nasional dan internasional, dan undang-undang ketenagakerjaan, ketentuan industri semen dan lingkungan hidup.[4.12] Prosedur kerja terangkum dalam pedoman kerja dan disampaikan pula dalam pelatihan formal tentang kesehatan dan keselamatan kerja, kompetensi kerja, manajemen lingkungan, kegiatan masyarakat dan standar etika. Dalam panduan kerja sama dengan mitra usaha disebutkan standar kelayakan dan standar bisnis yang etis. Perusahaan melakukan pengawasan terhadap mitra dalam bekerja sama untuk memastikan proses kerja yang layak dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Holcim berkomitmen untuk menerapkan konsep perusahaan yang memberikan peluang yang setara kepada karyawan. Melalui papan pengumuman, intranet dan terbitan berkala, Perusahaan menginformasikan kepada semua karyawan hal-hal penting yang berkaitan dengan kondisi Perusahaan serta semua perubahan atau penambahan prosedur, kebijakan dan pedoman operasional.
Semua karyawan dapat menyampaikan keluhan kepada Direksi atau Dewan Komisaris melalui Presiden Direktur atau melalui sarana pengaduan yang dikelola pihak luar (lihat bagian Departemen Kepatuhan). [4.4]
Departemen Kepatuhan
Pembentukan Departemen Kepatuhan sejalan dengan upaya Perusahaan untuk menerapkan sepenuhnya kode etik di seluruh jajaran Perusahaan dalam kegiatan operasional sehari-hari. Kode etik Holcim mengutamakan kejujuran, keterbukaan dan akuntabilitas.
Pada tahun 2008, Departemen Kepatuhan meninjau ulang kode etik dan membuat kampanye pengenalan kode etik untuk kerangka kerja interaksi yang etis dan transparan dengan seluruh pemangku kepentingan. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan akan ada perbaikan dan inovasi di semua bidang pekerjaan. Kode etik yang baru akan disampaikan kepada semua karyawan baik dalam bentuk dokumen tercetak maupun dalam intranet pada tahun 2009.
Perusahaan juga menyediakan sarana pengaduan yang dikelola oleh badan independen. Semua laporan yang masuk dijaga kerahasiaannya dan menginformasikan perkembangannya kepada pihak yang membuat pengaduan.
Manajemen Risiko
Dalam membuat perencanaan strategi usaha tahunan, Holcim melakukan evaluasi terhadap perekonomian makro di tingkat internasional, regional dan nasional, risiko yang melekat pada kegiatan usaha Perusahaan, dan kondisi pasar saat ini. Hasil pengamatan dan evaluasi ini dibahas bersama Direksi. Direksi kemudian menetapkan peluang yang dapat diambil Perusahaan dan menjadikannya dasar dalam pembuatan rencana strategis tahun mendatang. [4.9 & 4.11]
[4.4]Komunikasi dengan Dewan Komisaris [4.9]Manajemen kinerja dalam bidang ekonomi, lingkungan hidup dan kemasyarakatan [4.11]Manajemen risiko [4.12]Standar eksternal yang diterapkan Tata Kelola, Komitmen dan Keterlibatan
42 PT Holcim Indonesia Tbk Laporan Pembangunan Berkelanjutan 2008