• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESELAMATAN KERJA

Dalam dokumen CONTOH Pedoman Pelayanan SDM, RS X (Halaman 35-38)

KESELAMATAN KERJA

Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan bagian dari kegiatan yang berkaitan erat

dengan kejadian yang disebabkan akaibat kelalaian petugas yang dapat mengakibatkan penyakit akibat kerja atau kecelakaan kerja.Kondisi yang dapat mengurangi bahaya dan terjad inya kecelakaan dalam prosespelayanan terhadap karyawan ataupun penyelenggaraan pelatiha n dikarenakan pekerjaan yang

terorganisir dengan baik, dikerjakan sesuai dengan prosedur, tempat kerja yang aman dan terjamin kebersihannya serta istirahat yang cukup.Kecelakaan kerja tidak terjadi dengan sendiriny a,biasanya terjadi dengan tiba-tiba dan

tidak direncanakan sehingga menyebabkan kerusakan pada peralatan maupun dapat melukai petugas.

VI. 1. PENGERTIAN

Keselamatan Kerja (Safety) adalah segala upaya atau tindakan yang harus di terapkan

dalam rangka menghindari kecelakaan yang terjadi akibat kesalahan kerja petugas at aupun

kelalaian dan kesengajaan. VI. 2. TUJUAN

Menurut Undang-Undang Keselamatan Kerja tahun 1970, Syarat-syarat k eselamatan

kerja meliputi seluruh aspek pekerjaan yang berbahaya, dengan tujuan : 1. Mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja

2. Mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran. 3. Mencegah dan mengurangi bahaya ledakan.

4. Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu keb akaran atau

kejadian lain yang berbahaya.

5. Memberi pertolongan pada kecelakaan. 6. Memberi perlindungan pada pekerja.

7. Mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebar luasnya suhu, kelembaban,

debu, kotoran, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca, sinar atau radiasi, suara dan

getaran.

8. Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja, baik f isik/psikis,

keracunan, infeksi dan penularan.

9. Menyelenggaraan penyegaran udara yang cukup. 10. Memelihara kebersihan, kesehatan dan ketertiban.

11. Memperoleh kebersihan antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, cara d an proses

kerjanya.

VI. 3. PRINSIP KESELAMATAN KERJA

1. Pengendalian Teknis, mencangkup :

 Letak, bentuk dan konstruksi alat sesuai dengan kegiatan dan memenuhi

syarat yang telah ditentukan.

 Ruangan harus cukup luas, denah sesuai dengan arus kerja dan ruangan

dibuat dari bahan-bahan atau konstruksi yang memenuhi syarat.  Perlengkapan alat kecil yang cukup disertai tempat penyimpan an yang

praktis.

 Penerangan dan ventilasi yang cukup memenuhi syarat.

2 9

2. Adanya pengawasan kerja yang dilakukan oleh penanggungjawab dan terciptanya kebiasaan kerja yang baik oleh pegawai.

3. Pekerjaan yang ditugaskan hendaknya sesuai dengan kemampuan kerja dari pegawai.

4. Volume kerja yang dibebankan sesuai dengan jam kerja yang telah ditetapkan. 5. Perawatan pada peralatan dilakukan secara kontinyu sehingga peralatan tetap

dalam kondisi yang layak.

6. Adanya pelatihan mengenai keselamatan kerja bagi pegawai.

7. Adanya fasilitas pelindung dan peralatan pertolongan pertama yang cukup. 8. Adanya petunjuk penggunaan peralatan keselamatan kerja.

VI. 4. PROSEDUR KESELAMATAN KERJA 1. Ruang Pelayanan Karyawan

Keamanan kerja di ruang pelayanan karyawan ini terlaksana apabila sesuai prosedur kerja sbb:

 Menggunakan alat kaki/sepatu agar tidak tersengat listik/bagian dari alat yang tajam (isi streples, paku pauing).

 Barang yang berat selalu ditempatkan di bagian bawah dan angkatlah dengan alat pengangkut yang tersedia untuk barang tersebut.

 Semua peralatan listrik yang tidak dipergunakan termasuk lampu harus dimatikan bila tidak diperlukan.

 Semua kabel – kabel harus diatur sedemikian rupa sehingga tidak melukai, tidak membuat tersandung, tidak membuat tersengat petugas ataupun karyawan yang lain.

 Tidak mengangkat barang berat, bila tidak sesuai dengan kemampuan.

 Tidak mengangkat barang dalam jumlah besar yang dapat membahayakan badan dan kualitas barang.

 Menyimpan file/seragam milik karyawan pada lemari yang telah disediakan dengan cara menutup secara perlahan – lahan, sehingga jari tangan tidak terjepit lemari.

 Membersihkan bahan yang tumpah atau keadaan lantai yang licin akibat pekerjaan rutin pemeliharaan sarana RS (pemberihan AC).

 Tersedia alat pemadam kebakaran yang berfungsi baik di tempat yang mudah dijangkau.

2. Ruang Rapat

Keamanan kerja di ruang rapat ini terlaksana apabila sesuai prosedur kerja sbb:  Menggunakan alat kaki/sepatu agar tidak tersengat listik/bagian dari alat yang

tajam (isi streples, paku payung).

 Barang yang berat selalu ditempatkan di bagian bawah dan angkatlah dengan alat pengangkut yang tersedia untuk barang tersebut.

 Semua peralatan listrik yang tidak dipergunakan termasuk lampu harus dimatikan bila tidak diperlukan.

 Semua kabel – kabel harus diatur sedemikian rupa sehingga tidak melukai, tidak membuat tersandung, tidak membuat tersengat petugas ataupun karyawan yang lain.

 Tidak mengangkat barang berat, bila tidak sesuai dengan kemampuan.

 Tidak mengangkat barang dalam jumlah besar yang dapat membahayakan badan dan kualitas barang.

 Membersihkan bahan yang tumpah atau keadaan lantai yang licin akibat pekerjaan rutin pemeliharaan sarana RS (pemberihan AC).

 Tersedia alat pemadam kebakaran yang berfungsi baik di tempat yang mudah dijangkau.

3. Ruang Penyelenggaraan Pelatihan dan Perpustakaan

Keamanan kerja di ruang penyelenggaraan ini terlaksana apabila sesuai prosedur kerja sbb:

 Menggunakan alat kaki/sepatu agar tidak tersengat listik/bagian dari alat yang tajam (isi streples, paku payung).

 Barang yang berat selalu ditempatkan di bagian bawah dan angkatlah dengan alat pengangkut yang tersedia untuk barang tersebut.

 Semua peralatan listrik yang tidak dipergunakan termasuk lampu harus dimatikan bila tidak diperlukan.

 Semua kabel – kabel harus diatur sedemikian rupa sehingga tidak melukai, tidak membuat tersandung, tidak membuat tersengat petugas ataupun karyawan yang lain.

 Tidak mengangkat barang berat, bila tidak sesuai dengan kemampuan.

 Tidak mengangkat barang dalam jumlah besar yang dapat membahayakan badan dan kualitas barang.

 Meletakkan sarana untuk pelatihan dengan teratur dan rapi (Laptop, LCD dilemari)

 Menyusun kursi yang tidak terpakai untuk pelatihan dengan tidak terlalu tinggi sehingga tidak menimpa orang yang lewat.

 Menyimpan buku – buku perpustakaan pada lemari yang telah disediakan dengan cara menutup secara perlahan – lahan, sehingga jari tangan tidak terjepit lemari.  Membersihkan konsumsi (makanan atau minuman) yang tumpah di meja ataupun

di lantai sehingga lantai dalam kondisi bersih dan tidak licin.

 Tersedia alat pemadam kebakaran yang berfungsi baik di tempat yang mudah dijangkau.

4. Ruang Sekretariat

Keamanan kerja di ruang sekretariat ini terlaksana apabila sesuai prosedur kerja sbb:  Menggunakan alat kaki/sepatu agar tidak tersengat listik/bagian dari alat yang

tajam (isi streples, paku payung).

 Barang yang berat selalu ditempatkan di bagian bawah dan angkatlah dengan alat pengangkut yang tersedia untuk barang tersebut.

 Semua peralatan listrik yang tidak dipergunakan termasuk lampu harus dimatikan bila tidak diperlukan.

 Semua kabel – kabel harus diatur sedemikian rupa sehingga tidak melukai, tidak membuat tersandung, tidak membuat tersengat petugas ataupun karyawan yang lain.

 Tidak mengangkat barang berat, bila tidak sesuai dengan kemampuan.

 Tidak mengangkat barang dalam jumlah besar yang dapat membahayakan badan dan kualitas barang.

 Membersihkan bahan yang tumpah atau keadaan lantai yang licin akibat pekerjaan rutin pemeliharaan sarana RS (pemberihan AC).

 Tersedia alat pemadam kebakaran yang berfungsi baik di tempat yang mudah dijangkau.

31

BAB VII

Dalam dokumen CONTOH Pedoman Pelayanan SDM, RS X (Halaman 35-38)

Dokumen terkait