• Tidak ada hasil yang ditemukan

INSTRUMENTASI DAN KESELAMATAN KERJA

VII.2. Keselamatan Kerja

Dalam suatu industri kimia, bila keselamatan kerja diperhatikan dan dilaksanakan dengan baik dan sepenuhnya, maka dampaknya adalah para pekerja dapat bekerja dengan perasaan aman dan tentram, sehingga akan meningkatkan effisiensi kerja.

Pada umumnya bahaya-bahaya yang terjadi dalam suatu pabrik disebabkan oleh suatu kecelakaan dalam pengoperasian mesin pabrik, kebocoran bahan-bahan yang berbahaya, peledakan, kebakaran dan lain-lain. Usaha-usaha untuk mengurangi terjadinya bahaya-bahaya yang timbul dalam pabrik ini antara lain : A. Bangunan pabrik

Bangunan pabrik meliputi gedung maupun unit peralatan. Konstruksi gedung harus dapat perhatian yang cukup besar, perlu perhatian kelengkapan-. kelengkapan penunjang untuk pengamanan bahaya alamiah, seperti petir, angin dan sebagainya.

B. Ventilasi

Pada ruangan proses maupun ruangan lainnya pertukaran udara diusahakan berjalan dengan baik, sehingga memberikan kesegaran para karyawan serta dapat menghindari gangguan terhadap pernafasan.

C. Perpipaan

Jalur pemprosesan yang terletak diatas tanah lebih baik dibandingkan yang terletak dibawah permukaan tanah, karena hal tersebut mempermudah pendeteksian adanya kebocoran.

Pengaturan valve sangat penting untuk pengamanan proses produksi. Bila terjadi kebocoran pada check valve, sebaiknya diatasi dengan pemasangan block disamping check valve tersebut.

Dari segi konstruksi harus dicegah pemasangan pipa 1 inchi dalam over head line. Sebelum pipa-pipa dipasang sebaiknya dilakukan test hidrostatik yang bertujuan mencegah terjadinya stress yang berlebihan pada bagian- bagian tertentu atau pada bagian pondasi.

D. Alat-alat penggerak

Peralatan penggerak hendaknya ditempatkan pada tempat-tempat tertutup atau setidaknya ditempatkan pada jarak yang lebih aman dengan peralatan lainnya. Hal ini untuk mempermudah penanganan dan perbaikan serta menjaga keamanan dan keselamatan para pekerja.

E. Pengoperasian boiler

Dalam pengoperasian boiler perlu diperhatikan segala hal, misalnya : menjaga batas-batas tekanan steam maksimal yang dapat dioperasikan, memberi daerah larangan merokok pada daerah boiler (karena bahan bakar boiler adalah fuel oil yang mudah terbakar), menggunakan alat pengaman yang telah disediakan. Tekanan kerja boiler diamankan dengan menggunakan savety valve.

F. Listrik

Pada pengoperasian maupun perbaikkan instalasi listrik hendaknya selalu menggunakan alat pengaman yang telah disediakan, dengan demikian para

pekerja dapat terjamin keselamatannnya. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :

1. Peralatan yang sangat penting seperti swicher dan transformer sebaiknya diletakkan ditempat yang aman dan tersendiri.

2. Peralatan listrik dibawah tangan sebaiknya diberikan tanda-tanda tertentu dengan jelas.

3. Sebaiknya disediakan pembangkit tenaga (power supply) cadangan. 4. Semua bagian pabrik harus diberikan penerangan yang cukup. G. Pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran

Penyebab bahaya kebakaran berupa :

1. Kemungkinan terjadinya nyala terbuka yang datang dari unit utilitas, workshop, laboratorium dan unit-unit lainnya.

2. Terjadinya loncatan api pada saklar dan stop kontak dari instrumen lainnya.

3. Gangguan pada peralatan utilitas.

Cara mengatasi bahaya kebakaran meliputi : 1. Pencegahan kebakaran :

a. Penempatan alat-alat utilitas yang cukup jauh dari power plant, tetapi praktis dari unit proses.

b. Bangunan seperti work shop, laboratorium dan kantor sebaiknya diletakkan sejauh mungkin dari unit proses.

c. Pemasangan unit alarm dan temperatur alarm.

e. Diberikan tanda-tanda keterangan suatu tindakan yang dapat mengakibatkan kebakaran, seperti tanda dilarang merokok.

2. Pengamanan dan pengontrolan terhadap kebakaran

Apabila terjadi kebakaran, api harus dilokalisir, harus dapat diketahui kemungkinan apa saja yang dapat terjadi dan bagaimana mengatasinya.

Untuk pemakaian alat-alat pemadam kebakaran, harus diketahui jenis-jenis api, yang dibedakan atas :

a. Kelas A, api biasa yang ditimbulkan oleh bahan-bahan yang dapat terbakar, seperti keras dan kotoran-kotoran yang terdapat didalam pabrik. Untuk penanganan api jenis ini diperlukan pembasahan pada bagian- bagian dan sekitarnya.

b. Kelas B, api yang ditimbulkan oleh cairan yang mudah terbakar seperti residu. Penanganan api jenis ini dengan memberikan penutup / pembungkus bahan-bahan yang dapat sesuai dengan keperluan diatas. c. Kelas C, api dengan perlengkapan listrik atau dari hubungan arus pendek.

Tentunya untuk keperluan pemadaman api ini alat pemadam harus tidak mengandung listrik maupun dapat dialiri listrik.

d. Kelas D, api yang ditimbulkan bahan-bahan mudah meledak. Untuk hal tersebut diperlukan jenis pengaman tertentu :

Media atau zat-zat yang dapat untuk jenis-jenis api diatas antara lain : 1. Soda Acid Etinguished untuk api kelas A.

2. Carbondioxide Exuistinguished untuk api kelas B.

3. Karyawan

Para karyawan terutama para operator, perlu diberi bimbingan atau pengarahan yang dimaksud agar para karyawan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, dan tidak membahayakan keselamatan jiwanya maupun keselamatan orang lain.

Selain itu demi keselamatan karyawan dan kelancaran proses produksi, maka alat-alat pencegahan dibawah ini perlu diperhatikan :

a. Alat-alat berputar dan bergerak harus dilengkapi penutup, seperti motor, belt conveyor dan sebagainya.

b. Selain keterangan-keterangan tersebut diatas masih ada peraturan keselamatan kerja yang dikeluarkan oleh departement tenaga kerja bagian keselamatan kerja, misalnya :

Para pegawai harus memakai sarung tangan, topi pengaman, dan lain-lain. Peraturan tersebut harus dilaksanakan dalam perusahaan agar keselamatan kerja para karyawan lebih terjamin.

Dengan usaha-usaha untuk menjamin keselamatan kerja para karyawan akan diharapkan semangat dan ketenangan kerja dapat dirasakan, sehingga hasil kerja lebih baik dan efisien.

UTILITAS

Pada pabrik Sirup Glukosa ini diadakan suatu unit pembantu, yaitu unit yang berfungsi untuk menyediakan bahan maupun tenaga pembantu sehingga membantu kelancaran operasi dari pabrik.

Utilitas yang terdapat dalam pabrik Sirup Glukosa, meliputi beberapa unit yaitu : 1. Unit Penyediaan Steam

2. Unit Penyediaan Air 3. Unit Penyediaan Listrik 4. Unit Penyediaan Bahan Bakar 5. Unit Pengolahan Limbah

Dokumen terkait