• Tidak ada hasil yang ditemukan

6. Proses Demineralisasi

7.7 Safety, Health, & Environment (SHE)

7.7.2 Keselamatan Kerja

Prosedur keamanan dan keselamatan kerja di perusahaan ini dibuat ketat sedemikian rupa. Hal ini dilakukan untuk menciptakan kondisi yang baik bagi lingkungan kerja, tenaga kerja, maupun peralatan demi tercapainya zero accident.

Setiap orang yang berada di area pabrik dilarang keras membawa rokok, korek api, kamera, atau benda lainnya yang dapat menyebabkan api. Secara keseluruhan sistem keselamatan kerja yang akan diterapkan adalah sebagai berikut:

Chemical Safety

APD yang disebut juga dengan PPE (Personal Protective Equipment) meliputi safety helmet, goggle glasses, spectacle, face shield, dust mask, ear plug, gloves, safety belt, full body harness, wear pack, breathing apparatus, dan safety shoes. Pemakaian alat pelindung diri ini tergantung dari jenis pekerjaan yang akan dilakukan oleh para pekerja untuk mencegah terjadinya accident. Namun, secara umum semua karyawan produksi minimum harus menggunakan safety shoes, safety helmet dan spectacle. Selain APD untuk menghindari dan mengurangi dampaknya adalah dengan diperlukannya Material Data Sheet (MSDS), Job Safety Analysis (JSA), dan Work Instruction (WI). Pada umumnya ketiga dokumen tersebut diperlukan sebagai pedoman bagi pekerja dan mennagani proses yang berhubungan dengan bahan-bahan kimia yg berbahaya.

150

 Penanggulangan Kebakaran dan Emergency

Upaya penyelamatan apabila terjadi suatu keadaan darurat maka semua tenaga kerja harus menuju ke sebuah tempat yang dinamakan Head Account Point (HAP) yang terdapat di setiap gedung. HAP ini dipimpin oleh seorang Building Warden yang bertanggung jawab terhadap evakuasi keselamatan pekerja dalam gedung dan mencari tahu tentang peristiwa yang terjadi (melalui HT). Bila keadaan bertambah darurat, maka semua karyawan yang telah berkumpul pada masing-masing HAP-nya akan keluar bersama-sama ke suatu tempat yang disebut AP (Assembly Point) yang berada diluar area pabrik.

Kemudian informasi keadaan darurat akan ditangani oleh emergency response team yang terdiri dari security, medical, fireman, auxiliary fireman, shift superintendent, dan supervisor. Bagi para pekerja baru atau orang yang memasuki area pabrik harus diberi tahu mengenai peraturan keselamatan kerja yang akan disampaikan melalui safety induction. Dalam rangka melatih kebiasaan cepat tanggap dalam upaya penyelamatan maka setiap tiga bulan sekali dilakukan pelatihan emergency agar semua tenaga kerja terbiasa dengan kondisi tersebut.

 Sistem Overpressure

Pada beberapa peralatan proses, terdapat kemungkinan terjadinya overpressure akibat akumulasi tekanan. Beberapa hal ini dapat menimbulkan akumulasi tekanan dimana panas steam yang berlebih atau kesalahan dalam pengaturan tekanan. Pencegahan overpressure dapat dilakukan dengan pemasangan safeguard pada peralatan proses. Safeguard yang umum digunakan adalah rupture disc dan pressure safety valve (PSV). Peralatan proses pada pabrik asam formiat umumnya memakai PSV sebagai safeguard karena dinilai lebih menguntungkan daripada rupture disc yang hanya dapat digunakan satu kali.

Peralatan proses yang di pasangkan PSV pada pabrik asam formiat adalah proses persiapan bahan baku, proses reaksi dan proses pemisahan pada produk asam formiat.

151

Sistem Grounding

Sistem grounding diperlukan untuk mengatasi kemungkinan terjadinya ledakan akibat listrik statis. Ledakan akibat listrik dapat terjadi akibat adanya akumulasi muatan dan pelepasan elektrostatis. Terdapat empat proses akumulasi muatan, yaitu contact and frictional charging, double-layer charging, introduction charging, dan charging by transport. Beberapa hal yang dapat memicu pelepasan elektrostatis adalah spark, brush, conical pile, dan corona discharge. Pencegahan penyulutan listrik statis dapat dilakukan dengan mengurangi penumpukan muatan dan meningkatkan relaksasi muatan, mendesain sistem yang melibatkan pengurangan muatan oleh nilai energi pelepasan minimum dan me nyisakan bahan bakar di bawah LFL atau diatas UFL. Selain itu, juga dapat dilakukan grounding dan bounding pada tangki dan vessel untuk menghindari ledakan akibat listrik statis.

Sistem ini akan berperan dalam mengalirkan elektron yang terkumpul pada tangki ke dalam bumi (dalam tanah).

Sistem Drainase

Sistem drainase merupakan sistem yang dirancang untuk mengosongkan fluida cair dari suatu tangki. Sistem ini diperlukan untuk mencegah kecelakaan akibat blockage dan overflow atau adanya kesalahan proses, misalnya kontaminasi.

Untuk mengatasi hal ini, dipasangkan gate valve pada bagian bawah tangki yang bertujuan untuk drain pada setiap tangki. Valve ini akan dibuka apabila adanya indikasi blockage, overflow dan kesalahan proses. Aliran keluaran dari tangki ini tidak akan dibuang kelingkungan atau dapat dikenal dengan close drain system.

Aliran tersebut akan dihubungkan dengan bak penampung sementara dan nantinya dapat ditindak lanjuti dengan perlakuan khusus. Selain itu, pabrik asam formiat ini juga dirancang dengan water drainage untuk menghindari terjadinya banjir pada area dalam pabrik. Air tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai air pemadam kebakaran atau sebagai air pencucian non-proses.

152

Analisis Mini HAZOP

Mini HAZOP merupakan suatu analisis kualitatif yang dapat digunakan untuk meninjau kemungkinan terjadinya kecelakaan pada peralatan proses. Peralatan proses yang ditinjau adalah peralatan proses yang berkemungkinan besar menimbulkan kecelakaan seperti boiler, heater, cooler dan alat yang lainnya.

Parameter yang ditinjau dalam membuat mini HAZOP ini adalah tekanan, temperatur dan laju alir fluida. Penyusunan mini HAZOP dilakukan berdasarkan proces flow diagram, piping and instrumentatiton diagram (P&ID) seperti pada tabel berikut ini:

153

No Item Parameter Guide

Words

Possible Causes Possible Consequences Actions Required

1 Heater /Reboiler Tekanan Tinggi - Laju alir inlet terlalu tinggi - Penyumbatan

pada laju alir outlet

- overpressure pada HE

- kerusakan pada pipa

- Memasang indikator tekanan - Memasang pressure safety

valve/PSV

- Melakukan inspeksi dan pemeliharaan berkala

Rendah - Laju alir inlet terlalu rendah - Korosi

- Vibrasi

- underpressure pada HE

- efisiensi proses menurun

- melakukan inspeksi dan pemeliharan secara berkala - memasang indikator tekanan Temperatur Tinggi - Laju alir pemanas

tinggi

- Kerusakan pada HE - Overheating

- Memasang control aliran pada aliran steam

- Memasang control temperatur pada aliran keluaran HE

Rendah - Laju alir pemanas terlalu rendah - Korosi dan

scalling

- Efisiensi

perpandahan panas menurun

- Transfer panas tidak sempurna

- Pemanasan tidak mencapai temperatur target outlet

- Memasang control aliran pada aliran steam

- Memasang control temperatur pada aliran keluaran

Laju alir Tinggi - Control valve rusak

Overpressure pada HE - Memasang control aliran pada laju alir inlet

154

- Laju alir inlet tinggi

Rendah - Control valve rusak

- Laju alir fluida inlet rendah - Scalling pada

perpipaan

Efisiensi proses menurun - Memasang control aliran pada laju alir inlet

2 Cooler / Kondensor Tekanan Tinggi - Laju alir inlet terlalu tinggi - Penyumbatan

pada oulet

- Overpressure pada HE

- Kerusakan pada pipa

- Memasang indikator tekanan - Memasang pressure safety

valve (PSV)

- melakukan inspeksi dan pemeliharan secara berkala Rendah - Laju alir inlet

terlalu rendah - Vibrasi - Korosi

- Underpressure pada HE

- Efisiensi proses menurun

- Melakukan inspeksi dan pemeliharan secara berkala - memasang indikator PSV

Temperatur Tinggi - Laju alir

pendingin terlalu rendah

- Overheating pada HE

- Kerusakan pada peralatan

- Memasang control aliran pada aliran pendingin

- Memasang control temperatur pada aliran keluaran

Rendah - Laju alir

pendingin terlalu tinggi

- Korosi

- Efisiensi

perpindahan panas menurun

- Memasang control aliran pada aliran pendingin

155

- Scalling - Transfer panas tidak sempurna

- Pendinginan tidak mencapai temperatur target outlet

- Memasang control indikator pada aliran keluaran

Laju alir Tinggi - Control valve rusak

- Laju alir fluida inlet tinggi

- Overpressure pada HE

- Memasang control aliran pada aliran inlet

Rendah - Control valve rusak

- Laju alir fluida inlet rendah

- Efisiensi proses menurun

- Memasang control aliran pada aliran inlet

3 Tangki metil formiat, asam formiat, metanol, akumulator 1,2, dan

3

Tekanan Tinggi - Laju alir outlet terlalu rendah - Temperatur bahan

meningkat - Level terlalu

tinggi

- Overpressure

- Kerusakan pada

tangki dan

akumulator - Terjadi ledakan

- Memasang indikator alarm pada tangki dan akumulator - Memasang pressure safety

valve (PSV)

- Memasang control aliran pada laju alir outlet

Rendah - Laju alir outlet terlalu tinggi - Temperatur bahan

menurunt

- Level terlalu rendah

- Underpressure - Kerusakan pada

tangki dan

akumulator - Menyebabkan

vakum

- Memasang indikator tekanan - Melakukan inspeksi dan

pemeliharaan secara berkala - Memasang control aliran pada

laju aliran outlet

156

Laju alir Tinggi - Control valve rusak

- Laju alir inlet terlalu tinggi

- Level cairan pada tangki terlalu rendah - Underpressure

- Memasang control aliran pada laju aliran outlet

Rendah - Laju alir inlet rendah

- Korosi dan scalling

- Level cairan pada tangki meningkat - Overpressure - Overheating - Overflow

- Memasang control aliran pada laju aliran outlet

Level Tinggi - Laju alir outlet rendah

- Overpressure - Overheating - Overflow

- Memasang pengendalian level pada tangki dan akumulator - Memasang pengendalian aliran

pada laju alir outlet Rendah - Laju alir outlet

tinggi

- Underpressure - Memasang pengendalian aliran pada laju alir outlet

- Melakukan inspeksi dan pemeliharaan secara berkala

4 Reaktor Tekanan Tinggi - Temperatur reaksi

meningkat - Laju alir inlet

terlalu tinggi

- Konversi reaksi menurun

- Terbentuknya reaksi samping

- Overpressure - Ledakan

- Memasang indikator tekanan dan PSV

Rendah - Temperatur reaksi rendah

- Konversi reaksi menurun

- Memasang indikator tekanan dan PSV

157

- Laju alir inlet terlalu rendah

- Terbentuknya reaksi samping

- Overpressure - Ledakan

Temperatur Tinggi - Tekanan di

reaktor meningkat - Laju alir inlet

terlalu tinggi

- Konversi reaksi menurun

- Terbentuknya reaksi samping

- Overpressure - Ledakan

- Memasang indikator tekanan dan PSV

- Memasang pengendali temperatur di inlet reaktor

Rendah - Tekanan di

reaktor menurun - Laju alir inlet

terlalu rendah

- Konversi reaksi menurun

- Terbentuknya reaksi samping

- Overpressure - Ledakan

- Memasang indikator tekanan - Memasang pengendali

temperatur di inlet reaktor

Laju Alir Tinggi - Control valve inlet rusak

- Laju alir inlet terlalu tinggi

- Produk yang terbentuk tidak sesuai target konversi

- Memasang pengendali laju alir di inlet reaktor

Rendah - Control valve inlet rusak

- Laju alir inlet terlalu rendah

- Produk yang terbentuk tidak sesuai target konversi

- Memasang pengendali laju alir di inlet reaktor

158

5 Kolom Destilasi I, II, III

Temperatur Tinggi - Laju Alir Steam masuk reboiler terlalu tinggi

- Overheating

- Proses Pemisahan terganggu

- Memasang pengendali temperatur yang dihubungkan dengan laju alir steam pada reboiler

Rendah - Laju Alir Steam masuk reboiler terlalu rendah

- Efisisensi pemisahan menurun

- Memasang pengendali temperatur yang dihubungkan dengan laju alir steam pada reboiler

Laju Alir Inlet

Tinggi - Control valve rusak

- Laju alir inlet terlalu tinggi

- Vapor Pressure - Overheating - Flooding

Entrainment

- Memasang pengendali laju alir pada inlet destilasi

Rendah - Control valve rusak

- Laju alir inlet terlalu tinggi

- Underpressure yang bisa menyebabkan tekanan vakum - Kerusakan vessel

- Memasang pengendali laju alir pada inlet destilasi

Level Liquid Hold-Up

Tinggi - Laju alir outlet terlalu rendah - Hambatan pada

aliran outlet

- Efisiensi pemisahan terganggu

- Flooding Entrainment - Terganggunya

kesetimbangan uap cair

- Memasang pengendali level pada destilasi

Rendah - Laju Alir outlet terlalu tinggi

- Efisiensi pemisahan terganggu

- Memasang pendendali level pada destilasi

159

Laju Alir Refluks

Tinggi - Control valve rusak

- Laju alir refluks terlalu itnggi

- Terganggunya kesetimbangan uap cair

- Efisiensi pemisahan terganggu

- Memasang pengendali laju alir pada aliran refluks

Rendah - Control valve rusak

- Laju alirl refluks terlalu rendah - Scaling pada

perpipaan

- Terganggunya kesetimbangan uap cair

- Efisiensi pemisahan terganggu

- Memasang pengendali laju alir pada aliran refluks

6. Pompa Laju Alir Tinggi - Control valve

rusak

- Laju alir inlet terlalu tinggi

- Laju alir keluaran pompa terlalu tinggi

- Memasang pengendali laju alir pada outlet pompa

Rendah - Control

reaksivalve rusak - Laju alir inlet

terlalu rendah - Scaling pada

perpipaan

- Laju alir keluaran pompa terlalu rendah

- Memasang pengendali laju alir pada outlet pompa

Tekanan Tinggi - Kerja motor

pompa terlalu tinggi

- Tekanan outlet melebihi target - Overpressure

- Memasang pengendali tekanan pada outlet pompa yang dihubungkan dengan motor pompa

Rendah - Kerja motor

pompa terlalu rendah

- Tekanan outlet tidak mencapai target

- Memasang pengendali tekanan pada outlet pompa yang

160

dihubungkan dengan motor pompa

7. Mixer Komposisi

tiap komponen

Tinggi - Laju alir tiap komponen atau komponen

tertentu ke mixer terlalu tinggi

- Reaksi di reaktor tidak berjalan sesuai yang ditargetkan akibat komposisi molar yang berbeda - Terbentuknya reaksi

samping yang tidak diinginkan

- Memasang pengendali komposisi di laju outlet mixer yang dihubungkan dengan flow control valve ditiap aliran inlet mixer

Rendah - Laju alir tiap komponen atau komponen

tertentu ke mixer terlalu rendah

- Reaksi di reaktor tidak berjalan sesuai yang ditargetkan akibat komposisi molar yang berbeda - Terbentuknya reaksi

samping yang tidak diinginkan

- Memasang pengendali komposisi di laju outlet mixer yang dihubungkan dengan flow control valve ditiap aliran inlet mixer

161

Dokumen terkait