• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kesempatan Kerja a. Jenis Dampak Yang Dipantau

II.2. Pelaksanaan Upaya Pemantauan Lingkungan 1. Komponen Fisika - Kimia

II.2.2.2. Kesempatan Kerja a. Jenis Dampak Yang Dipantau

Jenis dampak yang dipantau adalah jumlah penduduk sekitar lokasi kegiatan yang terserap sebagai karyawan di pabrik PT. KYB Hydraulics Manufcturing Indonesia.

b. Lokasi Pemantauan

Lokasi Pemantauan dilakukan di pabrik dan kantor PT. KYB Hydraulics Manufacturing Indonesia.

c. Periode Pemantauan

Pemantauan dilakukan setiap satu tahun sekali.

d. Metode Pemantauan

Pemantauan dilakukan penelaahan data karyawan di bagian HR&GA PT. KYB Hydraulics Manufacturing Indonesia.

e. Tolok Ukur Pemantauan

Tolok ukur yang digunakan adalah jumlah penduduk setempat yang terserap menjadi karyawan PT. KYB Hydraulics Manufacturing Indonesia.

f. Hasil Pemantauan Lingkungan

Jumlah seluruh karyawan di PT. KYB Hydraulics Manufacturing Indonesia sebanyak 64 (lima puluh lima) orang. Dari total seluruh karyawan, yang berdomisili di sekitar pabrik berjumlah 21 (dua puluh satu) orang.

g. Pelaksana Pemantauan Lingkungan

Pelaksana pengelola lingkungan adalah bagian HR&GA PT. KYB Hydraulics Manufacturing Indonesia.

h. Instansi Pengawas

Instansi pengawas pengelolaan lingkungan adalah UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah II Provinsi Jawa Barat, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, Pengelola Kawasan Industri MM2100.

Tabel.2.11. MATRIKS UKL–UPL

BESARAN DAMPAK TOLAK UKUR

UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP INSTITUSI PENGELOLAAN dan PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP

BENTUK PENGELOLAAN LOKASI PERIODE BENTUK

PEMANTAUAN LOKASI PERIODE PENGELOLA PENGAWAS PELAPORAN Tahap Operasi

Komponen Fisik Kimia

Kualitas udara ruang kerja

16/04/1 9

17/6/19

Area Assembly (assy)

CO : 0.055 mg/m3

NO2 : 0.017 BDS

SO2 : 0.066 mg/m3

TSP : 0.085 mg/m3

Area Store Material

CO : 0.034 mg/m3

NO2 : 0.088 BDS

SO2 : 0.016 mg/m3

TSP : 0.049 mg/m3

Area Assembly (assy)

NH3 : 0.099 mg/m3

HCl : 0.014 ppm

Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 5 tahun 2018

NH3 : 25 ppm

• Terdapat ventilasi ruangan untuk sirkulasi udara

• Memasang exhaust fan untuk memperlancar sirkulasi udara di ruang store material dan assembly.

• Menjaga kebersihan area industry untuk meminimalisasi timbulnya debu yang berlebih serta maintain alat/mesin secara rutin.

• Penyediaan alat pelindung diri (APD) bagi operator alat/mesin produksi maupun penunjang seperti masker untuk melindungi diri dari gangguan gas yang bersifat toxic.

Di assembly area dan area store material

Selama yang terakreditasi oleh KAN

Di area assembly dan store material area

SUMBER

BESARAN DAMPAK TOLAK UKUR

UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP INSTITUSI PENGELOLAAN dan PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP

BENTUK PENGELOLAAN LOKASI PERIODE BENTUK

PEMANTAUAN LOKASI PERIODE PENGELOLA PENGAWAS PELAPORAN H2S : < 0.01 ppm

CO2 : 5.14 mg/m3

Area Store Material

NH3 : 0.087 mg/m3

Depan Pabrik (Up Wind)

Belakang Pabrik (Down Wind)

Pergub Jabar No. 41 tahun 1999

CO : 30,000 µg/m3

• Melakukan penghijauan di area pabrik terutama untuk jenis tanaman peruduksi pencemanran udara

• Melakukan penyiraman pada area terbuka untuk meminimalisasi debu

Di area depan dan belakang pabrik yang terakreditasi oleh KAN

Di area depan dan area belakang pabrik

SUMBER DAMPAK

JENIS DAMPAK

Tanggal Sampling

BESARAN DAMPAK TOLAK UKUR

UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP INSTITUSI PENGELOLAAN dan PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP

BENTUK PENGELOLAAN LOKASI PERIODE BENTUK

PEMANTAUAN LOKASI PERIODE PENGELOLA PENGAWAS PELAPORAN

17/06/19

CO : 613.54 µg/m3 SO2 : 18.74 µg/m3 NO2 : 5.74 µg/m3 O3 : 2.14 µg/m3 HC : 0.540 µg/m3 Noise : 59.8 dBA

Depan Pabrik (Up Wind)

NH3 : 0.061 ppm H2S : < 0.001 ppm

PM10 : 11.84 µg/m3 PM25 : 3.54 µg/m3 Pb : <0.01 µg/m3 HC : 53.34 µg/m3 Noise : 56.33 dBA

Belakang Pabrik (Down Wind)

NH3 : 2 µg/m3 H2S : 224µg/m3 Pb : 2 µg/m3 TSP : 230 µg/m3 Noise : 60 dBA

SUMBER

BESARAN DAMPAK TOLAK UKUR

UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP INSTITUSI PENGELOLAAN dan PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP

BENTUK PENGELOLAAN LOKASI PERIODE BENTUK

PEMANTAUAN LOKASI PERIODE PENGELOLA PENGAWAS PELAPORAN NH3 : 0.055 ppm

Cerobong Painting

NH3 :<0.01 mg/m3

Permenlh No.5 tahun 2018

Maintenance secara berkala

Cerobong boiler, Cerobong Painting dan Forklift yang terakreditasi oleh KAN

Cerobong boiler, Cerobong Painting, dan forklift Wilayah II

DLH Wilayah II

SUMBER DAMPAK

JENIS DAMPAK

Tanggal Sampling

BESARAN DAMPAK TOLAK UKUR

UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP INSTITUSI PENGELOLAAN dan PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP

BENTUK PENGELOLAAN LOKASI PERIODE BENTUK

PEMANTAUAN LOKASI PERIODE PENGELOLA PENGAWAS PELAPORAN As : <0.005 BDS

Sb : <0.005 mg/m3

Cd : <0.002 mg/m3

Zn : <0.01 mg/m3

Pb : <0.01 BDS

Opacity: 5 %

Cerobong Boiler (BS2-01)

NO2 : 8.57 mg/m3

SO2 : 15.84 mg/m3

Cerobong Boiler (BS2-02)

NO2 : 6.65 mg/m3

SO2 : 13.87 mg/m3

HF : 10 mg/m3

Hg : 5 mg/m3

As : 8 BDS

Sb : 8 mg/m3

Cd : 8 mg/m3

Zn : 50 mg/m3

Pb : 12 BDS

Opacity : 35%

Permenlh No. 07/2007 Lampiran VI

NO2 : 650mg/m3

SO2 : 150 mg/m3

Permenlh No. 04 Tahun 2009

Provinsi Jawa Barat

Provinsi Jawa Barat

Instansi – intansi terkait

SUMBER

BESARAN DAMPAK TOLAK UKUR

UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP INSTITUSI PENGELOLAAN dan PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP

BENTUK PENGELOLAAN LOKASI PERIODE BENTUK

PEMANTAUAN LOKASI PERIODE PENGELOLA PENGAWAS PELAPORAN

Forklift – 01 sakit akibat kerja.

16/04/1 9

Area Assembly (assy)

Intensitas Bising: 80.5 dB(A)

Area Store Material

Intensitas Bising: 70.8 dB(A)

Permenaker No 5 th 2018

Intensitas Kebisingan sebesar 85 dB(A)

• Isolasi sumber bising dengan menempatkan sumber bising di ruang tertutup

• Identifikasi sumber bising dan kewajiban pemakaian alat pelindung telingan (earplug/ earmuff) pada lokasi dengan intensitas kebisingan yang relative tinggi.

• Pemeliharaan peralatan produksi secara rutin dan teratur

Area Assembly dan Area Store Material yang terakreditasi oleh KAN

Area assembly dan area store material

SUMBER

BESARAN DAMPAK TOLAK UKUR

UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP INSTITUSI PENGELOLAAN dan PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP

BENTUK PENGELOLAAN LOKASI PERIODE BENTUK

PEMANTAUAN LOKASI PERIODE PENGELOLA PENGAWAS PELAPORAN

UPTD Pengawasa n Ketenagake rjaan Wilayah II Provinsi Jawa Barat

UPTD Pengawasa n Ketenagake rjaan Wilayah II Provinsi Jawa Barat

Instansi –

Depan Pabrik (Up Wind)

Intensitas Kebisingan:

56.3 dB(A)

Belakang Pabrik (Down Wind)

Intensitas Kebisingan:

59.8 dB(A)

KEP.48/MENLH/XI/1 996

Intensitas kebisingan sebesar 70 dB(A)

Melakukan penghijauan (green barrier) di sekeliling pabrik.

Di area depan pabrik dan area belakang yang terakreditasi oleh KAN

Di area depan pabrik dan area Wilayah II Provinsi Jawa Barat

DLH

SUMBER

BESARAN DAMPAK TOLAK UKUR

UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP INSTITUSI PENGELOLAAN dan PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP

BENTUK PENGELOLAAN LOKASI PERIODE BENTUK

PEMANTAUAN LOKASI PERIODE PENGELOLA PENGAWAS PELAPORAN

Iklim Kerja Mengurangi kenyamanan lingkungan sekitar

16/04/1 9

Area Assembly (assy)

WBGT Index (ISBB) sebesar 28,3 0C

Area Store Material

WBGT Index (ISBB) sebesar 28.4 0C

Permenaker No 5 tahun 2018

ISBB sebesar 28 0C

Pengelolaan sirkulasi udara

• Melakukan perbaikan dengan mengambil langkah awal membeli alat ukur khusus WBGT.

• Mengecek area yang masuk standar dan area yang tidak masuk standar.

• Melakukan analisa penyebab dengan membandingkan pengukuran di beberapa titik yang berbeda

• Tindakan perbaikan ini belum fokus dalam mengurangi/ mengatasi suhu yang tidak masuk standarWBGT, tetapi langkah awal analisa.

Area Assembly dan area store material yang terakreditasi oleh KAN

Area Assembly dan area store material

1 x/ 6 Wilayah II Provinsi Jawa Barat

DLH

Kualitas Air Limbah

Regulasi Kawasan Industri MM2100

Fisika:

Suhu : 40 0C

TDS : 4,000 mg/L

Disalurkan dan diolah oleh WWTP Kawasan Industri MM200

Saluran service manhole yang terakreditasi oleh KAN Bekasi Fajar (MM2100)

SUMBER

BESARAN DAMPAK TOLAK UKUR

UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP INSTITUSI PENGELOLAAN dan PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP

BENTUK PENGELOLAAN LOKASI PERIODE BENTUK

PEMANTAUAN LOKASI PERIODE PENGELOLA PENGAWAS PELAPORAN TDS : 176.2 mg/L

Ammonia :<0.014 mg/L

Chlorine : <0.01 mg/L

MBAS :<0.017 mg/L

Phenol :<0.005 mg/L

Oil & Grease: <1.0 mg/L

NO3 : 0.618 mg/L

Free Ammonia:2 mg/L

Free Chlorine: 2 mg/L

MBAS : 10 mg/L Wilayah II Provinsi Jawa Barat

Instansi – intansi terkait

SUMBER DAMPAK

JENIS DAMPAK

Tanggal Sampling

BESARAN DAMPAK TOLAK UKUR

UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP INSTITUSI PENGELOLAAN dan PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP

BENTUK PENGELOLAAN LOKASI PERIODE BENTUK

PEMANTAUAN LOKASI PERIODE PENGELOLA PENGAWAS PELAPORAN Cr :<0.043 mg/L

Cr (VI) :<0.022 mg/L

Cu :<0.043 mg/L

Co :<0.05 mg/L

CN- :<0.01 mg/L

F- : 0.066 mg/L

Total Fe :<0.03 mg/L

Pb :<0.026 mg/L

Mn :<0.040 mg/L

Hg :<0.0001 mg/L

Ni :<0.046 mg/L

Se :<0.001 mg/L

Sn :<1.4 mg/L

Zn : <0.104 mg/L

Total Coliform : 22 mL

Total Nitrogen : 7.48 mg/L

Cr (VI) : 0.2 mg/L

Cu : 4 mg/L

Co : 0.8 mg/L

CN- : 0.1 mg/L

F- : 4 mg/L

Total Fe : 10 mg/L

Pb : 0.2 mg/L

Mn : 4 mg/L

Hg : 0.004 mg/L

Ni : 0.4 mg/L

Se : 0.1 mg/L

Sn : 4 mg/L

Zn : 10 mg/L

Total Coliform : 10,000 mL

Total Nitrogen : 30 mg/L

SUMBER

BESARAN DAMPAK TOLAK UKUR

UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP INSTITUSI PENGELOLAAN dan PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP

BENTUK PENGELOLAAN LOKASI PERIODE BENTUK

PEMANTAUAN LOKASI PERIODE PENGELOLA PENGAWAS PELAPORAN

Kualitas Air Limbah

Ammonia :<5.11 mg/L

Chlorine : <0.01 mg/L

MBAS :<0.017 mg/L

Phenol :<0.005 mg/L

Oil & Grease: <1.0 mg/L

NO3 : 0.070 mg/L

NO2 : 0.002 mg/L

H2S :<0.02 mg/L mg/L

Regulasi Kawasan Industri MM2100

Fisika:

Free Ammonia:2 mg/L

Free Chlorine: 2 mg/L

MBAS : 10 mg/L

Phenol : 1 mg/L

Oil & Grease: 10 mg/L

NO3 : 40 mg/L

NO2 : 2 mg/L

Disalurkan dan diolah oleh WWTP Kawasan Industri MM2100 yang terakreditasi oleh KAN Wilayah II Provinsi Jawa Barat

DLH

SUMBER DAMPAK

JENIS DAMPAK

Tanggal Sampling

BESARAN DAMPAK TOLAK UKUR

UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP INSTITUSI PENGELOLAAN dan PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP

BENTUK PENGELOLAAN LOKASI PERIODE BENTUK

PEMANTAUAN LOKASI PERIODE PENGELOLA PENGAWAS PELAPORAN As :<0.0003 mg/L

Ba :<0.54 mg/L

Cd :<0.010 mg/L

Cr :<0.043 mg/L

Cr (VI) :<0.022 mg/L

Cu :<0.043 mg/L

Co :<0.05 mg/L

CN- :<0.01 mg/L

F- : 0.048 mg/L

Total Fe :<0.03 mg/L

Pb :<0.026 mg/L

Mn :<0.040 mg/L

Hg :<0.0001 mg/L

Ni :<0.046 mg/L

Se :<0.001 mg/L

Sn :<1.4 mg/L

Zn : <0.151 mg/L

Total Coliform : 8 mL

H2S : 0.1 mg/L mg/L

As : 0.2 mg/L

Ba : 4 mg/L

Cd : 0.10 mg/L

Cr : 1 mg/L

Cr (VI) : 0.2 mg/L

Cu : 4 mg/L

Co : 0.8 mg/L

CN- : 0.1 mg/L

F- : 4 mg/L

Total Fe : 10 mg/L

Pb : 0.2 mg/L

Mn : 4 mg/L

Hg : 0.004 mg/L

Ni : 0.4 mg/L

Se : 0.1 mg/L

Sn :4 mg/L

Zn : 10 mg/L

SUMBER

BESARAN DAMPAK TOLAK UKUR

UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP INSTITUSI PENGELOLAAN dan PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP

BENTUK PENGELOLAAN LOKASI PERIODE BENTUK

PEMANTAUAN LOKASI PERIODE PENGELOLA PENGAWAS PELAPORAN

Total Nitrogen kualitas air tanah dan kualitas air tanah

Data Limbah B3 pada Semester 1 tahun 2019 yang telah diserahkan ke pihak pengolah Limbah B3

• Alkali Water ( 6600 liter)

• Contaminated Goods ( 8.59 m3)

• Contaminated Packaging (5,14 m3)

• Painting Cleaning Water (7.000 liter)

• Phospate Water (2000 liter)

• Degreasing Water (6000 liter)

• Used Oil (0 liter)

• Limbah Logam Terkontaminasi B3 ( 17.199 kg atau 6,678 ton)

Peraturan Pemerinta No. 101 tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun

Membuat TPS Limbah B3 sesuai dengan peraturan dan memiliki izin TPS Limbah B3 dari Pemerintah Kabupaten Bekasi

Seluruh limbah B3 yang dihasilkan akan dikemas dengan kemasan yang sesuai dengan karakteristik tiap jenis limbahnya dan diberik symbol limbah B3.

Limbah B3 yang telah dikemas akan disimpan di TPS limbah B3.

Pengelolaan limbah B3 selanjutnya dikerjasamakan dengan rekanan yang telah memiliki izin pengelolaan limbah B3 dari MENLHK, sesuai dengan jenis limbah yang diizinkan.

Setiap pengambilan limbah B3 oleh rekanan akan

TPS Limbah B3 dilakukan secara visual dengan pengamatan TPS Limbah B3 dan pencatatan (logbook) limbah B3 di TPS Limbah B3.

TPS Limbah B3

SUMBER

BESARAN DAMPAK TOLAK UKUR

UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP INSTITUSI PENGELOLAAN dan PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP

BENTUK PENGELOLAAN LOKASI PERIODE BENTUK

PEMANTAUAN LOKASI PERIODE PENGELOLA PENGAWAS PELAPORAN

dilengkapi dengan manifest untuk setiap jenis limbah dan manifest akan diisi secara lengkap sesuai ketentuan yang berlaku.

Limpasa Air Hujan

Menimbulka n genangan saat turun hujan

Tidak ada penambahan bangunan, sehingga luasan lahan tertutup bangunan masih sama.

Dan tidak ada genangan saat terjadi hujan.

Sumur resapan/ biopori dalam kondisi baik dan berfungsi

Ada/ tidaknya genangan air hujan karena peningkatan limpasan air hujan akibat penutupan lahan oleh bahan kedap air

Di lokasi pabrik dibuat resapan biopori/ sumur resapan untuk menjaga konservasi air dan peningkatan limpasan air hujan

Memlihara jaringan air drainase mikro yang ada di area pabrik agar dapat berfungsi dengan baik.

Melakukan penghijauan dengan tanaman yang sistem perakaranya kuar di area – area terbuka untuk menahan aliran air hujan.

Di seluruh area terbuka, kondisi dan atau kelancaran aliran air di saluran drainase mikro, memantau kondisi dan fungsi sumur resapan/ biopori, dan mengamati ada/tidak genangan air di area pabrik saat hujan.

Di seluruh area terbuka, jaringan setiap saat pada

Kondisi wadah – wadah dan TPS Limbah B3 dalam kondisi dan fungsi baik. Tidak mengeluarkan bau dan kedap air, sehingga serangga seperti lalat tidak terlihat berkerumun.

UU RI No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan Perda Kabupaten Bekasi No. 9 Tahun 2007

Menyediakan wadah – wadah sampah domestik di ruang kantor dan ruang produksi untuk menampung limbah padat non B3 dan setiap hari sampah yang terkumpul di wadah sampah diambil untuk dikumpulkan di TPS Limbah domestik Pabrik.

Membuat TPS limbah domestik permanen

Ruang kantor, ruang produksi, TPS Limbah secara visual terhadap wadah – wadah dan TPS Limbah Domestik Pabrik.

Ruang kantor, ruang produksi, TPS Limbah Domestik Pabrik

Dilakukan setiap saat pada

SUMBER

BESARAN DAMPAK TOLAK UKUR

UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP INSTITUSI PENGELOLAAN dan PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP

BENTUK PENGELOLAAN LOKASI PERIODE BENTUK

PEMANTAUAN LOKASI PERIODE PENGELOLA PENGAWAS PELAPORAN

yang dilengkapi dengan penutup dan kapasitas sesuai kebutuhan.

Bekerjasam dengan rekanan yang memiliki izin pengelolaan limbah non B3 dair DLH Kabupaten Bekasi sesuai Perda Kabupaten Bekasi No. 9 Tahun 2007.

Meminta pihak rekanan untuk menyerahkan bukti pembuangan limbah pada non B3 ekonomis ke TPA Kabupaten Bekasi.

Instansi – intansi terkait

Komponen Sosekbud

Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Risiko sakit dan kecelakaan akibat kerja di PT KYB Hydraulics Manufacturin g Indonesia

Hasil pemantauan dan rekaman data manajemen K3 selama Semester 1 tahun 2019 adalah tidak terjadi kecelakaan kerja fatal.

Pun ada catatan, hanya berupa kejadian hampir celaka (nearmiss).

Ada/ tidaknya karyawan yang mengalami kecelakaan kerja atau sakit akibat kerja di PT KYB Hydraulics Manufacturing Indonesia

Medical check up seluruh karyawan setiap tahun satu kali.

Evaluasi terhadap prosedur kerja dan lingkungan kerja secara berkala dalam kaitan K3.

Evaluasi diikuti dengan tindakan perbaikan (corrective action) dan tindakan pencegahan (preventif action). dilakukan dengan penelaahan data karyawan di HRD & GA PT KYB Hydraulics Manufacturing g Indonesia

1x/ tahun PT. KYB

SUMBER

BESARAN DAMPAK TOLAK UKUR

UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP INSTITUSI PENGELOLAAN dan PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP

BENTUK PENGELOLAAN LOKASI PERIODE BENTUK

PEMANTAUAN LOKASI PERIODE PENGELOLA PENGAWAS PELAPORAN

Wilayah II Provinsi Jawa Barat

Kesempatan Kerja

Kesenjangan sosial

Jumlah tenaga kerja yang berasal dari lingkungan sekitar pabrik berjumlah 21 (dua puluh satu) orang dari total karyawan 55 (lima puluh lima) orang

Jumlah tenaga kerja yang terserap pada kegiatan tersebut.

Memberikan kesempatan kepada penduduk yang berdomisili di Desa Cikedokan dan Kecamatan Cikarang Barat (khususnya) dan penduduk Kabupaten Bekasi pada umumnya untuk mengisi lowongan pekerjaan yang dibutuhkan. dilakukan dengan penelaahan data karyawan di HRD & GA PT KYB Hydraulics Manufacturing g Indonesia

1x/ tahun PT. KYB Wilayah II Provinsi Jawa Barat

DLH

II.3. Evaluasi

Metode evaluasi yang digunakan adalah evaluasi penaatan, evaluasi titik kritis dan evaluasi kecenderungan. Penjelasan metode – metode tersebut dijelaskan di bawah ini

• Evaluasi penaatan, evaluasi kepatuhan (compliance evaluation), evaluasi terhadap tingkat kepatuhan penanggung jawab usaha dan atau kegiatan untuk memenuhi berbagai ketentuan yang terdapat dalam izin atau pelaksanaan dari ketentuan – kententuan yang terdapat dalam dokumen UKL – UPL.

• Evaluasi titik kritis, dilakukan dengan data hasil pemantauan dari waktu ke waktu maupun data dari pemantauan sesaat dan merupakan evaluasi terhadap potensi risiko dimana suatu kondisi akan melebihi baku mutu atau standar lainnya di waktu saat ini maupun di waktu mendatang.

• Evaluasi kecenderungan, evaluasi untuk melihat kecenderungan (trend) perubahan kualitas lingkungan dalam suatu rentang ruang dan waktu tertentu - time series data.

Adapun evaluasi terhadap pelaksanaan UKL – UPL PT KYB Hydraulics Manufacturing Indonesia dijelaskan pada subbab selanjutnya.

II.3.1. Kualitas Udara

Pemantauan kualitas udara di lingkungan kerja pada semester 1 tahun 2019 dilakukan pada area assembly dan area store material. Pemilihan area ini sebagai titik sampling dikarenakan aktivitas produksi mesin, operator dan bahan baku lebih banyak di area assembly dan area store material.

Grafik 2.1. Hasil Pengukuran Kualitas Udara Lingkungan Kerja Semester 1 tahun 2019

Hasil pengukuran kualitas udara lingkungan kerja di dua titik sampling tersebut di atas, masih memenuhi Nilai Ambang Batas Faktor Fisika Dan Kimia di Tempat Kerja sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga kerja No 5 tahun 2018.

Grafik 2.2. Hasil Pemantauan Kualitas Udara Area Assembly

CO NO2 SO2 TSP

Area Assembly 0.055 0.017 0.066 0.085

Area Store Material 0.034 0.088 0.016 0.049

BML 29 3 0.25 10

0 5 10 15 20 25 30 35

mg/m3dan BDS

Dokumen terkait