BAB I I GAMBARAN UMUM KONDI SI ACEH
2.2. Aspek Kesejahteraan Masyarakat
2.2.2. Fokus Kesejahteraan Sosial
2.2.2.7. Kesempatan Kerja dan Tingkat Pengangguran
1. Tingkat Pengangguran Terbuka ( TPT)
Tingkat pengangguran di Aceh selama periode 2009 -2011 cenderung menurun. Pada tahun 2009 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Aceh sebesar 8,71 persen dan selanjutnya terus menurun secara berturut-turut menjadi 8,37 persen (2010) dan 7,43 persen (2011). Namun TPT Aceh masih lebih tinggi dibandingkan dengan TPT Sumatera Utara (6,37% ) dan Nasional (6,14% ). Berdasarkan kabupaten/ kota, Kabupaten Aceh Utara
BAB II - RPJM Aceh 2012-2017 | Aspek Kesejahteraan Masyarakat 70
merupakan wilayah yang memiliki TPT tertinggi (8,68% ), sebaliknya Kabupaten Bener Meriah merupakan wilayah yang memiliki TPT terendah (5,19% ) dibandingkan dengan
kabupaten lainnya ( Tabel.2.36).
Tabel 2.36
Tingkat Pengangguran Terbuka di Aceh Tahun 2010 - 2011
No Kabupaten/ Kota Tahun
2010 2011 1 Simeulue 12,25 7,36 2 Aceh Singkil 9,31 7,67 3 Aceh Selatan 11,34 6,41 4 Aceh Tenggara 9,90 7,69 5 Aceh Timur 6,13 7,97 6 Aceh Tengah 2,55 6,10 7 Aceh Barat 3,52 6,39 8 Aceh Besar 11,60 7,93 9 Pidie 7,56 6,92 10 Bireuen 7,32 7,65 11 Aceh Utara 12,78 8,68
12 Aceh Barat Daya 6,14 6,83
13 Gayo Lues 4,72 6,93 14 Aceh Tamiang 8,03 6,71 15 Nagan Raya 3,94 7,13 16 Aceh Jaya 7,78 6,29 17 Bener Meriah 2,25 5,19 18 Pidie Jaya 5,81 7,95 19 Banda Aceh 11,56 8,52 20 Sabang 10,02 6,06 21 Langsa 12,95 7,61 22 Lhokseumawe 11,83 7,63 23 Subulussalam 4,28 8,18 Rata-rata Aceh 8,37 7,43
Rata-rata Sumatera Utara 7,43 6,37
Rata-rata Nasional 7,14 6,14
Sumber: Badan Pusat Statistik, 2012
2. Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas menurut Jenis Kegiatan Utama,
Jumlah angkatan kerja di Aceh berdasarkan penduduk usia 15 tahun ke atas mengalami peningkatan. Jumlah angkatan kerja 1,939 juta orang (Agustus 2010), meningkat menjadi 2,001 juta orang (Agustus 2011). Hal ini disebabkan oleh bertambahnya jumlah penduduk yang berusia 15 tahun ke atas. Dari jumlah angkatan kerja tersebut, penduduk yang berkerja pada tahun 2010 sejumlah 1.776 juta orang mengalami peningkatan pada tahun 2011 menjadi 1.852 juta orang. Penduduk yang menganggur mengalami penurunan dari 162 ribu orang (tahun 2010) menjadi 149 ribu orang (2011). Jumlah penduduk yang bukan angkatan kerja (sekolah, mengurus rumah tangga dan lainnya) mengalami kenaikan sebanyak 6 ribu orang dari 1,130 juta orang
71 BAB II – RPJM ACEH 2012-2017 | Aspek Kesejahteraan Masyarakat
pada tahun 2010 menjadi 1,136 juta orang pada tahun 2011. Tingkat partisipasi angkatan kerja mengalami peningkatan dari 63,17 persen (tahun 2010) menjadi 63,78 persen pada
tahun 2011 ( Tabel 2.37).
Tabel 2.37
Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas menurut Jenis Kegiatan Utama, 2009 – 2011 ( Juta Orang)
Kegiatan Utama
2009 2010 2011
Agustus Februari Agustus Februari Agustus
1 Penduduk 15+ 3,037 3,077 3,069 3,105 3,138
2 Angkatan Kerja 1,898 1,933 1,939 2,069 2,001
- Bekerja 1,733 1,767 1,776 1,898 1,852
- Penganggur 0,165 0,166 0,162 0,171 0,149
3 Bukan Angkatan Kerja 1,139 1,144 1,130 1,036 1,136
4 Tingkat Partisipasi Angkatan
Kerja (% ) 62,5 62,83 63,17 66,63 63,78
5 Tingkat Pengangguran
Terbuka (% ) 8,71 8,60 8,37 8,27 7,43
3. Penduduk Laki- Laki dan Perempuan Usia 15 Tahun ke Atas menurut Jenis Kegiatan Utama
Jumlah penduduk laki-laki maupun perempuan yang bekerja juga meningkat. Pada tahun 2010 penduduk laki-laki yang bekerja sebesar 1.119 juta orang menjadi 1.166 juta orang pada tahun 2011 dan penduduk perempuan yang bekerja pada tahun 2010 sebesar 657 ribu orang menjadi 686 ribu orang pada tahun 2011. Jika dilihat dari sisi gender, TPT Perempuan pada Agustus 2011 mencapai 8,50 persen dimana angka ini lebih tinggi 1,70
persen dari TPT Laki-laki yang sebesar 6,80 persen, seperti yang disajikan pada Tabel
2.38 dan Tabel. 2.39.
Tabel 2.38
Penduduk Laki- Laki Usia 15 Tahun ke Atas menurut Jenis Kegiatan Utama, 2009 – 2011 ( Juta Orang)
Kegiatan Utama
2009 2010 2011
Agustus Februari Agustus Februari Agustus
1 Penduduk 15+ 1,497 1,516 1,513 1,534 1,550
2 Angkatan Kerja 1,194 1,190 1,207 1,255 1,252
- Bekerja 1,104 1,102 1,119 1,165 1,166
- Penganggur 0,090 0,089 0,088 0,090 0,085
3 Bukan Angkatan Kerja 0,302 0,326 0,306 0,279 0,299
4 Tingkat Partisipasi Angkatan
Kerja (% ) 79,79 78,53 79,77 81,80 80,73
5 Tingkat Pengangguran Terbuka
BAB II - RPJM Aceh 2012-2017 | Aspek Kesejahteraan Masyarakat 72
Tabel 2.39
Penduduk Perempuan Usia 15 Tahun ke Atas Menurut Jenis Kegiatan Utama, 2009 – 2011 ( Juta Orang)
Kegiatan Utama 2009 2010 2011
Agustus Februari Agustus Februari Agustus
1 Penduduk 15+ 1,540 1,561 1,555 1,570 1,587
2 Angkatan Kerja 0,704 0,742 0,731 0,814 0,750
- Bekerja 0,628 0,665 0,657 0,733 0,686
- Penganggur 0,076 0,78 0,074 0,081 0,064
3 Bukan Angkatan Kerja 0,836 0,818 0,824 0,756 0,838
4 Tingkat Partisipasi Angkatan
Kerja (% ) 45,70 47,58 47,02 51,82 47,23
5 Tingkat Pengangguran Terbuka
(% ) 10,74 10,47 10,12 9,89 8,50
4. Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama
Jumlah penduduk yang bekerja menurut lapangan pekerjaan utama pada tahun 2010 mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan tahun 2011 terutama di Sektor Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Perburuan dan Perikanan sebesar 88 ribu orang (10,92% ) dan Sektor lainnya (Sektor Pertambangan dan Penggalian; Listrik, Gas, dan Air; Kontruksi; Transportasi, Pergudangan, dan Komunikasi; Lembaga Keuangan, Real Estate, Usaha Persewaan dan Jasa Perusahaan) sekitar 11 ribu orang (5,42% ). Sedangkan sektor lainnya mengalami penurunan sekitar 23 ribu orang (12,55% ).
Pada tahun 2011 Sektor Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Perburuan, dan Perikanan adalah sektor yang menampung tenaga kerja paling banyak yaitu sebesar 48,49 persen. Secara berurutan sektor lain yang menampung tenaga kerja paling banyak adalah Sektor Jasa Kemasyarakatan, Sosial dan Perseorangan sebesar 19,36 persen, Sektor Perdagangan, Rumah Makan dan Jasa Akomodasi sebesar 16,15 persen, Sektor Lainnya sebesar 12,08 persen, dan terakhir Sektor I ndustri Pengolahan sebesar 3,91 persen. Untuk
lebih rinci sebagaimana disajikan pada Tabel2.40.
Tabel 2.40
Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama, 2009 – 2011
Kegiatan Utama 2009 2010 2011
Agustus Februari Agustus Februari Agustus Pertanian,Perkebunan, Kehutanan,
Perburuan dan Perikanan 847.095 869.110 809.788 903.447 898.225
I ndustri Pengolahan 80.772 75.827 77.828 124.369 72.509
Perdagangan, Rumah Makan dan
Jasa Akomodasi 264.453 271.815 314.323 282.781 299.183
Jasa Kemasyarakatan, Sosial dan
Perseorangan 331.508 355.092 361.971 393.921 358.704
Lainnya * ) 208.733 194.826 212.344 193.386 223.852
Jumlah 1.732.561 1.766.670 1.776.254 1.897.904 1.852.473 * ) Sektor Lainnya terdiri dari sektor Pertambangan, Listrik, Gas,dan Air, Konstruksi, Transportasi, dan Keuangan.
73 BAB II – RPJM ACEH 2012-2017 | Aspek Kesejahteraan Masyarakat
5. Penduduk yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama
Secara sederhana, pendekatan kegiatan formal dan informal dari penduduk yang bekerja dapat diidentifikasi berdasarkan status pekerjaan. Dari tujuh katagori status pekerjaan utama, pendekatan pekerja formal mencakup katagori berusaha dibantu buruh tetap dan katagori buruh/ karyawan, sisanya termasuk pekerja informal.Berdasarkan identifikasi ini, maka pada Agustus 2011 sebesar 710 ribu orang (38,33% ) bekerja pada
kegiatan formal dan 1,1 juta orang (61,67% ) bekerja pada kegiatan informal ( Tabel 2.41).
Dari 1.852 juta orang yang bekerja pada Februari 2011, status pekerjaan utama yang terbanyak adalah sebagai buruh/ karyawan/ pegawai sebesar 33,48 persen, diikuti berusaha sendiri 19,32 persen, kemudian pekerja keluarga/ tidak dibayar sebesar 18,52 persen, lalu berusaha dibantu buruh tidak tetap/ buruh tidak dibayar sebesar 17,53 persen. Untuk status pekerjaan berusaha dibantu buruh tetap dan bekerja bebas baik disektor pertanian maupun non pertanian nilainya dibawah lima persen.
Tabel 2.41
Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama, 2009 – 2011
Kegiatan Utama 2009 2010 2011
Agustus Februari Agustus Februari Agustus Berusaha Sendiri 355.868 353.371 348.323 435.756 357.943 Berusaha dibantu buruh
tidak tetap/ Buruh Tidak Dibayar
331.612 340.731 357.382 358.514 324.722
Berusaha dibantu buruh
tetap 71.555 71.060 90.589 76.2960 89.781
Buruh/ Karyawan/ Pegawai 51.804 63.684 58.084 63.390 75.983 Pekerja Bebas di Pertanian 45.393 37.061 42.985 26.001 40.716 Pekerja Keluarga/ Tak
Dibayar 331.612 345.484 332.159 363.449 343.086
Jumlah 1.732.561 1.766.670 1.776.254 1.897.904 1.852.473 Sumber: BPS, 2012
6. Penduduk yang Bekerja dan Penggangguran menurut Wilayah
Berdasarkan jumlah penduduk yang bekerja dan pengangguran menurut Wilayah, Kabupaten Aceh Utara merupakan wilayah yang memiliki jumlah penduduk yang menganggur (20.132 orang) sebaliknya Kota Sabang (847 orang). Namun tingkat partisipasi angkatan kerja tertinggi di Kabupaten Aceh Jaya sebesar 66,97 persen sebaliknya yang
terendah di Kota Langsa sebesar 61,70 persen ( Tabel 2.42).
Tabel 2.42
Penduduk yang Bekerja, Pengangguran, Tingkat Partisipasi Angkatan kerja dan Tingkat Pengangguran Terbuka
menurut Kabupaten/ Kota di Aceh Agustus 2011
No Kabupaten/ Kota Jenis Kegiatan TPAK TPT
Bekerja Pengangguran
1 Simeulue 33.217 2.639 66,35 7,36
2 Aceh Singkil 38.513 3.119 64,95 7,67
3 Aceh Selatan 86.232 5.902 64,13 6,41
BAB II - RPJM Aceh 2012-2017 | Aspek Kesejahteraan Masyarakat 74
No Kabupaten/ Kota Jenis Kegiatan TPAK TPT
Bekerja Pengangguran 5 Aceh Timur 141.738 12.282 63,65 7,97 6 Aceh Tengah 73.406 4.772 65,24 6,10 7 Aceh Barat 75.845 5.176 65,45 6,39 8 Aceh Besar 148.633 12.802 64,21 7,93 9 Pidie 157.157 11.678 62,49 6,92 10 Bireuen 162.517 13.460 62,75 7,65 11 Aceh Utara 211.686 20.132 63,00 8,68
12 Aceh Barat Daya 53.664 3.936 64,25 6,83
13 Gayo Lues 31.998 2.383 65,24 6,93 14 Aceh Tamiang 103.805 7.470 64,75 6,71 15 Nagan Raya 61.607 4.732 66,10 7,13 16 Aceh Jaya 34.390 2.307 66,97 6,29 17 Bener Meriah 52.001 2.849 66,86 5,19 18 Pidie Jaya 55.494 4.793 63,10 7,95 19 Banda Aceh 95686 8.916 61,72 8,52 20 Sabang 13.120 847 65,96 6,06 21 Langsa 59.227 4.880 61,70 7,61 22 Lhokseumawe 68.405 5.649 62,07 7,63 23 Subulussalam 24243 2.160 64,54 8,18 Total 1.852.473 148.786 63,78 7,43
Sumber: Badan Pusat Statistik,2011
Selanjutnya berdasarkan wilayah perkotaan dan perdesaan, jumlah pengangguran di perdesaan lebih tinggi dari perkotaan. Tingkat pengangguran di perdesaan pada tahun 2011 sebanyak 111.594 orang sedangkan di perkotaan sebanyak 37.192 orang. Demikian juga bila dilihat dari jumlah penduduk yang bekerja di perdesaan sebanyak 1.342.574 orang sedangkan di perkotaan sebanyak 509.899 orang. Sebaran penduduk perkotaan dan
perdesaan yang bekerja dan menganggur di Kabupaten/ Kota dapat dilihat pada Tabel 2.43.
Tabel 2.43
Penduduk Perkotaan dan Perdesaan yang bekerja, Pengangguran Menurut Kabupaten/ Kota Prov. Aceh Agustus 2011
No Kabupaten/ Kota Perkotaan Perdesaan
Bekerja Pengangguran Bekerja Pengangguran
1 Simeulue 6.127 342 27.090 2.297 2 Aceh Singkil 8.931 687 29.582 2.512 3 Aceh Selatan 12.185 380 74.047 5.044 4 Aceh Tenggara 11.404 778 58.485 5.044 5 Aceh Timur 15.557 1.249 126.181 11.033 6 Aceh Tengah 18.436 688 54.970 4.084 7 Aceh Barat 20.523 1.210 55.322 3.966 8 Aceh Besar 41.385 3.547 107.248 9.255 9 Pidie 23.292 1.408 133.865 10.270 10 Bireuen 37.036 2.673 125.481 10.787 11 Aceh Utara 35.886 2.731 175.800 17.401
12 Aceh Barat Daya 9.541 459 44.123 3.477
13 Gayo Lues 5.310 239 26.688 2.144 14 Aceh Tamiang 33.261 2.053 70.544 5.417 15 Nagan Raya 5.784 87 55.823 4.645 16 Aceh Jaya 2.291 3 32.099 2.304 17 Bener Meriah 9.998 428 42.003 2.421 18 Pidie Jaya 4.112 167 51.382 4.626 19 Banda Aceh 95.686 8.916 - - 20 Sabang 7.967 575 5.153 272 21 Langsa 49.299 4.149 9.928 731 22 Lhokseumawe 51.376 4.069 17.029 1.580 23 Subulussalam 4.512 354 19.731 1.806 Total 509.899 37.192 1.342.574 111.594 Sumber: Badan Pusat Statistik,2011
75 BAB II – RPJM ACEH 2012-2017 | Aspek Kesejahteraan Masyarakat
Berdasarkan uraian sebelumnya, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Aceh masih di atas Nasional dan Sumatera Utara, yang terkonsentrasi di wilayah perdesaan. Dari sisi gender tingkat pengangguran terbuka di dominasi oleh perempuan. Oleh karena itu, Pemerintah Aceh berupaya untuk menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka tersebut melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan ketrampilan tenaga kerja, peningkatan kapasitas BLK, penyuluhan, peningkatan infrastruktur pendukung, pemasaran, pengembangan ekonomi lokal masyarakat, Badan Usaha Milik Daerah serta promosi investasi.
2.2.3. Fokus Dinul I slam, Adat dan Budaya