• Tidak ada hasil yang ditemukan

BSa 2 : “Tapi, bisakah kau membayangkan bahwa Lydia akan mengabaikan segalanya dan hidup bersama Wickham

1. Kesepadanan Lazim

Teknik Penerjemahan Frekuensi Kemuncu lan Persentas e 1 Kesepadanan Lazim 42 77,9% 2 Modulasi 6 11,2% 3 Amplifikasi (eksplisitasi) 2 3,7% Amplifikasi (penambahan) 1 1,8% 4 Peminjaman Murni 1 1,8% 5 Adaptasi 1 1,8% 6 Reduksi 1 1,8% TOTAL 54 100% 1. Kesepadanan Lazim

Teknik kesepadanan lazim biasa dipakai untuk menerjemahkan ekspresi maupun istilah sehari-hari yang tidak dapat diterjemahkan kata per kata. Berbeda dengan teknik harfiah atau literal, teknik kesepadanan lazim sudah terikat dengan konteks (tidak lepas konteks). Dalam varian tunggal, hasil analisis menunjukkan bahwa teknik kesepadanan lazim dipakai sebanyak 42 kali (77,9%). Berikut adalah beberapa contoh penerapan teknik kesepadanan lazim dalam dua versi novel terjemahan Pride and Prejudice:

Contoh 1:

PAP034/C.13.038/B.13.086/096 Konteks

situasi: Selagi Mr. dan Mrs.Bennet sarapan, Mr.Bennet meminta istrinya untuk menyusun menu makan malam karena Mr.Bennet sedang menunggu kehadiran seorang tamu. Mrs.Bennet penasaran dan bertanya kepada suaminya siapakah tamu yang dimaksud suaminya itu.

BSu: "Who do you mean, my dear? I know of nobody that is coming, I am sure, unless Charlotte Lucas should happen to call in—and I hope my dinners are good enough for her. I do not believe she often sees such at home."

"The person of whom I speak is a gentleman, and a stranger."

BSa: “Siapa yang kau maksud, suamiku? Aku tidak tahu siapa yang akan datang kemari, kecuali kalau Charlotte Lucas datang tiba-tiba, dan kurasa sajian makan malamku cukup disukainya. Aku tidak yakin dia sering mendapatkan menu sebaik itu di rumahnya sendiri.” “Orang yang kumaksud adalah seorang lelaki, dan kalian tidak mengenalnya.”

Contoh 2:

PAP041/C.18.058/B.18.131/147 Konteks

situasi: Elizabeth mencoba untuk bertanya tentang hal yang sedikit sensitif kepada Mr.Darcy.

BSu: "And never allow yourself to be blinded by prejudice?"

"I hope not."

BSa: “Dan tidak pernah membiarkan dirimu dibutakan oleh prasangka?”

“Kuharap tidak.”

Sesuai dengan pengertian teknik kesepadanan lazim, teknik ini digunakan untuk menerjemahkan tuturan menjawab yang disesuaikan dengan konteks situasi atau konteks keadaan. Selain itu, teknik ini tidak digunakan untuk menerjemahkan tuturan secara kata demi kata. Dapat dilihat pada data PAP034/C.13.038/B.13.086/096 di atas bahwa "The person of whom I speak

is a gentleman…” diterjemahkan menjadi “Orang yang kumaksud adalah

seorang lelaki..” dan "I hope not." diterjemahkan menjadi “Kuharap tidak” pada BSa. Dalam hal ini, dapat disimpulkan bahwa penerjemah sudah tepat dalam menerjemahkan tuturan tersebut dengan istilah yang lazim digunakan sehari-hari dan juga tidak lepas konteks.

2. Modulasi

Penerapan teknik modulasi dilakukan dengan merubah sudut pandang (point of view), fokus, kategori kognitif pada BSa. Dengan kata lain, teknik ini mengubah perspektif leksikal atau pun struktual. Penggunaan teknik modulasi ditemukan sebanyak 6 data (11,2%). Berikut merupakan contoh data yang diterjemahkan menggunakan teknik modulasi:

Contoh 1:

PAP014/C.06.016/B.06.038/041 Konteks

situasi: Sir William Lucas masih melanjutkan pertanyaannya kepada Mr.Darcy tentang seberapa sering ia berdansa di rumah St.James.

BSu: "Do you not think it would be a proper compliment to the place?"

"It is a compliment which I never pay to any place if I can avoid it."

BSa: “Apakah Anda merasa tempatnya tidak layak?”

“Layak bagi saya adalah tidak dipungut biaya dan saya melewatkan kesempatan itu.”

Terjadi perubahan sudut pandang (point of view) antara tuturan yang ada di BSu dengan yang ada di BSa. Apa yang dimaksud di BSu ialah tentang tempat untuk berdansa dan kegiatan berdansa itu sendiri. Terjemahan “tidak dipungut biaya” di atas menguatkan bahwa penerjemah mengubah sudut pandang pembaca dari tuturan yang ada antara di BSu dan BSa.

3. Amplifikasi

Teknik amplifikasi merupakan teknik yang digunakan untuk memperjelas detail informasi yang ada dalam BSu yang dilakukan dengan mengeksplisitkan atau memparafrasekan BSu, maupun dengan menambah informasi yang relevan. Penggunaan teknik amplifikasi ditemukan sebanyak 3 data (5,5%). Berikut merupakan contoh data yang diterjemahkan menggunakan teknik amplifikasi:

Contoh 1 (Amplifikasi penambahan) PAP012/C.06.015/B.06.035/039

Konteks

situasi: Charlotte menantang teman-temannya untuk mengobrol dengannya, saat itu juga ia mendorong Elizabeth untuk berbalik menatap Mr.Darcy, dan bertanya kepada Elizabeth mengenai apakah Mr.Darcy berlebihan ketika merayu Kolonel Forster untuk mengadakan pesta dansa di Meryton.

BSu: "Did you not think, Mr. Darcy, that I expressed myself uncommonly well just now, when I was teasing Colonel Forster to give us a ball at Meryton?"

"With great energy; but it is always a subject which makes a lady energetic."

BSa: “Apa menurutmu, Mr.Darcy, aku bertingkah berlebihan tadi ketika merayu Kolonel Forster untuk mengadakan pesta dansa di Meryton?”

“Kau merayu dengan semangat berapi-api kurasa, tapi pesta dansa memang selalu membuat seorang perempuan berapi-api.”

Pada data di atas, dapat disimpulkan bahwa penerjemah mengeksplisitkan makna “great energy” dalam BSu. Hal tersebut dapat dilihat pada terjemahannya di BSa yang menjadi “semangat berapi-api”. Teknik amplifikasi ini menghasilkan terjemahan “Kau merayu dengan semangat berapi-api kurasa”. Penerjemah ingin menambahkan sesuatu yang relevan yang berhubungan dengan tuturan di BSu.

Contoh 2 (Amplifikasi eksplisitasi) PAP127/C.57.211/B.57.488/546 Konteks

situasi: Mr.Bennet memanggil Elizabeth setelah menerima surat dari Mr.Collins. Tujuan ayahnya memanggil Elizabeth adalah untuk memperjelas, apakah benar jika putrinya itu menyukai Darcy dan sebentar lagi ia juga akan menerima lamaran Darcy. Namun Elizabeth sedikit menahan senyumnya lantaran teringat Darcy. BSu: "Are you not diverted?"

"Oh! yes. Pray read on."

BSa: “Tidakkah kau memperhatikanku?”

“Oh, aku memperhatikan. Lanjutkanlah, Papa.” Teknik amplifikasi eksplisitasi tampak digunakan penerjemah pada terjemahan “Oh, aku memperhatikan”. Penerjemah membuat tuturan “Oh!

Yes” pada BSu menjadi lebih spesifik atau dieksplisitkan di BSa. Dapat dilihat

pada konteks situasi bahwa tuturan jawaban tersebut dilakukan oleh Elizabeth saat ia sedang bersama ayahnya. Penerjemah berusaha mengeksplisitkan tuturan “yes” di atas menjadi “aku memperhatikan” agar pembaca dapat lebih jelas memahami tuturan jawaban tersebut.