• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Inovasi Pelayanan Publik Program Pekarong di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar

2. Kesesuaian atau Compability

Kesesuaian (compatibility), yaitu tingkat kesesuaian dengan nilai (values), pengalaman lalu, dan kebutuhan dari penerima. Kesesuaian adalah derajat dimana inovasi tersebut dianggap konsisten dengan nilai-nilai yang berlaku, pengalaman

masa lalu dan kebutuhan pengadopsi. Sebagai contoh, jika suatu inovasi atau ide baru tertentu tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku, maka inovasi itu tidak dapat diadopsi dengan mudah sebagaimana halnya dengan inovasi yang sesuai (compatible).

Contoh lainnya ialah, jika suatu inovasi atau ide baru tertentu tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku, maka inovasi itu tidak dapat dapat diadopsi dengan mudah sebagaimana halnya dengan inovasi yang sesuai (compatible). Adopter juga akan mempertimbangkan pemanfaatan inovasi berdasarkan konsistensinya pada nilai-nilai, pengalaman dan kebutuhannya.

Berikut hasil wawancara dengan EWY selaku Kepala Dinas Pemadam Kebakaran di Kota Makassar mengenai kesesuaian dalam pelaksanaan inovasi pekarong yang mengatakan bahwa:

“Iya, karena dengan berjalannya inovasi pekarong 4 tahun sejak masa rintisan hingga sekarang dan Sesuai program pemerintah Kota Makassar yang dirintis Walikota Moh. Ramdhani Pomanto dikenal 8 jalan masa depan yang mengedepankan pembangunan sekitar 8.000 lorong Dengan kepadatan penduduk lorong akan berdampak tingginya bahaya kebakaran. Berdasar hal ini Kepala Bidang Sarana dan Pengolahan Data Dinas Pemadam Kebakaran, Aswin Kartapati Harun S, STP, M.Si membuat inovasi ini sesuai analisa sendiri tanpa mereflikasi dari SKPD atau daerah lain”. (hasil wawancara dengan informan EWY pada tanggal 8 Maret 2020)

Berdasarkan hasil wawancara tersebut mengatakan bahwa dengan berjalannya inovasi pekarong sekitar 4 tahun sejak masa rintisannya sampai sekarang sesuai dengan program pemerintah Kota Makassar yang dirintis Walikota Moh. Ramdhani Pomanto dikenal 8 jalan masa depan yang mengedepankan pembangunan sekitar 8.000 lorong Dengan kepadatan penduduk lorong akan berdampak tingginya bahaya kebakaran. Maka dari itu Kepala Bidang

Sarana dan Pengolahan Data Dinas Pemadam Kebakaran, Aswin Kartapati Harun S, STP, M.Si membuat inovasi pekarong ini sesuai analisa sendiri tanpa mereflikasi dari SKPD atau daerah lain. Selanjutnya hasil wawancara dengan informan AKH selaku Kepala Bidang Sarana dan Pengolahan Data Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar yang mengatakan bahwa:

“Sesuai karena Pekarong sebagai salah satu inovatif Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar pada tahun 2017. Inovasi Pekarong yang diluncurkan Dinas Pemadam Kebakaran mendapatkan respon yang cukup besar terhadap masyarakat dengan banyaknya permintaan untuk dibangunkan instalasi pekarong, saat ini Damkar menempatkan lagi dua titik pada Kecamatan Tamalate dan Kecamatan Biringkanaya dengan biaya swadaya, hal ini tidaklah terlepas dari campur tangan Lurah sebagai motivator yang banyak membantu keberadaan pekarong”. (hasil wawancara dengan informan AKH pada tanggal 8 Maret 2020)

Berdasarkan hasil wawancara tersebut yang mengatakan bahwa Pekarong merupakan Inovasi yang ada sejak pada tahun 2017 yang diluncurkan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar dan mendapatkan respon yang cukup besar terhadap masyarakat dengan banyaknya permintaan untuk dibangunkan instalasi pekarong. Bahkan pada saat ini saat ini Damkar menempatkan lagi dua titik pada Kecamatan Tamalate dan Kecamatan Biringkanaya dengan biaya swadaya, hal ini tidaklah terlepas dari campur tangan Lurah sebagai motivator yang banyak membantu keberadaan pekarong. Selanjutnya hasil wawancara dengan informan AIP selaku petugas Pemadam Kebakaran Kota Makassar mengatakan bahwa:

“Iya sesuai, karena besarnya dukungan komitmen Pemerintah Kota Makassar yang menjadikan program unggulan ini memiliki kontribusi yang besar pada pencapaian Visi dan Misi Kota Makassar. Selain itu dukungan regulasi berupa Peraturan Walikota (Perwali) dan dukungan APBD yang disupport oleh dana CSR serta besarnya swadaya masyarakat lorong menjadikan penerapan dari program ini menjadi lebih mudah. Perbaikan pada inovasi ini terus dilakukan untuk memberikan penguatan pada capaian optimum setiap Lorong”. (utnya hasil

wawancara dengan informan AIP selaku petugas Pemadam Kebakaran Kota Makassar pada tanggal 28 Maret 2020)

Berdasarkan hasil wawancara tersebut mengatakan bahwa inovasi Pekarong tersebut menjadikan program unggulan yang memiliki kontribusi yang besar pada pencapaian Visi dan Misi Kota Makassar. Selain itu dukungan regulasi berupa Peraturan Walikota (Perwali) dan dukungan APBD yang disupport oleh dana CSR serta besarnya swadaya masyarakat lorong menjadikan penerapan dari program ini menjadi lebih mudah. Selanjutnya dengan informan NF selaku masyarakat yang menggunakan pekarong ini mengatakan:

“Menurut saya sesuai karena dengan adanya Pekarong ini dapat meminimalisir kerugian yang diderita oleh masyarakat baik itu kerugian jiwa ataupun harta serta terjalinnya sinergitas masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama memberikan rasa aman dan ketentraman. (hasil wawancara dengan informan NF tanggal 10 Maret 2020)

Berdasarkan hasil wawancara tersebut mengatakan bahwa dengan adanya Pekarong ini dapat meminimalisir kerugian yang diderita masyarakat jika sedang terjadi bencana kebakaran. disamping itu masyarakat dan pemerintah secara bersama-sama memberikan rasa aman dan ketentraman. Selanjutnya hasil wawancara dengan informan LO selaku masyarakat yang menggunakan Pekarong ini, mengatakan:

“Iya sesuai, karena inovasi sudah cukup lama dilaksanakan sejak tahun 2017 sampai sekarang bahkan bahkan program ini masuk lomba peniaian inovasi tingkat nasional dan satu satunya di Indonesia”. (hasil wawancara dengan informan LO tanggal 11 Maret 2020)

Berdasarkan hasil wawancara tersebut mengatakan bahwa inovasi pekarong ini sesuai karena sudah cukup lama dilaksanakannya sejak tahun 2017 bahkan inovasi ini pernah masuk dalam lomba inovasi tingkat nasional dan

satu-satunya di Indonesia.

Kemudian kesimpulan secara keseluruhan berkaitan dengan indicator kesesuaian inovasi Pekarong sejak tahun 2017 sejak masa rintisan sampai sekarang sesuai dengan program pemerintah Kota Makassar yang dirintis Walikota Moh. Ramdhani Pomanto dikenal 8 jalan masa depan yang mengedepankan pembangunan sekitar 8.000 lorong Dengan kepadatan penduduk lorong akan berdampak tingginya bahaya kebakaran dan inovasi ini mendapatkan respon yang cukup besar terhadap masyarakat dengan banyaknya permintaan untuk dibangunkan instalasi pekarong menjadikan program unggulan yang memiliki kontribusi yang besar pada pencapaian Visi dan Misi Kota Makassar. Selain itu dukungan regulasi berupa Peraturan Walikota (Perwali) dan dukungan APBD yang disupport oleh dana CSR.

3. Kerumitan (Complexity)

Kerumitan (complexity), yaitu tingkat kesukaran untuk memahami dan menggunakan inovasi bagi penerima. Kompleksitas adalah derajat dimana inovasi dianggap sebagai suatu yang sulit untuk dipahami dan digunakan. Beberapa inovasi tertentu ada yang dengan mudah dapat dimengerti dan digunakan oleh pengadopsi. Semakin mudah dipahami dan dimengerti oleh pengadopsi, maka semakin cepat suatu inovasi dapat diadopsi. Tetapi apabila suatu inovasi sulit untuk dipahami dan sulit dimengerti oleh pengadopsi, maka semakin sulit pula suatu inovasi dapat diadopsi.

Adopter atau pengguna inovasi juga akan menilai tingkat kesulitan atau kompleksitas yang akan dihadapinya jika mereka memanfaatkan inovasi. Artinya

bagi individu yang lambat memahami dan menguasainya tentu akan mengalami tingkat kesulitan lebih tinggi disbanding individu yang cepat memahaminya. Tingkat kesulitan tersebut berhubungan dengan pengetahuan dan kemampuan seseorang untuk mempelajari istilah-istilah dalam inovasi itu.

Berikut hasil wawancara penulis dengan informan EWY selaku Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar mengenai kerumitan dalam pelaksanaan inovasi pekarong:

“Yang menjadi kerumitan atau kendala pekarong ini pada awalnya masyarakat belum terbiasa atau belum tau cara menggunakan fasilitas pekarong yang telah disediakan dan ditempatkan disalah satu rumah warga setempat yang diberi kepercayaan untuk menjaga dan merawat fasilitas pekarong tersebut, Untuk itulah dibentuk kelompok masyarakat Inovasi Pekarong untuk dilatih, diberi tugas dan fungsi masing-masing anggota agar dapat bertindak secara efektif, efisien untuk mengendalikan terjadinya kebakaran awal”. (hasil wawancara dengan informan EWY pada tanggal 8 Maret 2020).

Berdasarkan hasil wawancara tersebut mengatakan bahwa pada awalnya masyarakat tidak tau cara menggunakan fasilitas pekarong dengan baik yang telah disediakan dan ditempatkan disalah satu rumah warga setempat yang diberi kepercayaan untuk menjaga dan merawat fasilitas pekarong tersebut karena belum terbiasa, maka dari itulah dibentuk kelompok masyarakat untuk dilatih dimana anggotanya diberi tugas dan fungsi masing-masing agar dapat bertindak secara efektif, efisien untuk mengendalikan terjadinya kebakaran awal. Selanjutnyahasil wawancara berikutnya penulis dengan informan AKH selaku Kepala Bidang Sarana dan Pengolahan Data Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar yang mengatakan:

“Berbicara soal kerumitan atau kendala dengan banyaknya masalah-masalah tentang kendala dalam program Inovasi Pekarong. Dinas

Pemadam Kebakaran terus melakukan pendampingan, pendampingan dikelompok masyarakat serta melakukan evaluasi setiap minggunya”. (hasil wawancara dengan informan AKH pada tanggal 8 Maret 2020). Berdasarkan hasil wawancara tersebut mengatakan bahwa dengan banyaknya masalah-masalah tentang kendala dalam program inovasi pekarong. Dinas Pemadam Kebakaran terus melakukan pendampingan dikelompok masyarakat serta melakukan evaluasi setiap minggunya. Selanjutnya hasil wawancara berikutnya dengan informan AIP selaku Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar, mengatakan:

“Kerumitan atau kendala yang biasa muncul pasca pelaksanaan pekarong ini biasanya ketika terjadi kebakaran, tim masyarakat yang telah dilatih dan dibentuk oleh Petugas Pemadam Kebakaran tersebut kadang tidak ada di tempat, karena tengah sibuk bekerja”. (hasil wawancara dengan informan AIP pada tanggal 8 Maret 2020).

Berdasarkan hasil wawancara tersebut mengatakan bahwa kerumitan atau kendala yang biasa muncul pasca pelaksanaan pekarong ini biasanya ketika terjadi kebakaran, tim masyarakat yang telah dilatih dan dibentuk oleh Petugas Pemadam Kebakaran tersebut kadang tidak ada di tempat, karena tengah sibuk bekerja. Selanjutnya hasil wawancara berikutnya dengan informan NF selaku masyarakat yang menggunakan pekarong ini, mengatakan:

“Kerumitannya atau kendalanya pada saat pelaksanaan inovasi ini waktu awal saja kami kesulitan menggunakan alat-alat dari pekarong ini karena kami belum terbiasa menggunakanya tapi dengan adanya pelatihan dan evaluasi kami bisa menggunakan alat pekarong ini dengan baik dan benar”. (hasil wawancara dengan informan NF pada tanggal 10 Maret 2020).

Berdasarkan hasil wawancara tersebut mengatakan bahwa kerumitan atau kendala yang terjadi hanya pada awal saja ketika baru pertama kali menggunakan fasilitas pekarong ini karena belum terbiasa tapi dengan adanya pelatihan dan

evaluasi masyarakat bisa menggunakan alat pekarong ini dengan baik dan benar. Selanjutnya hasil wawancara berikutnya dengan informan LO selaku masyarakat yang menggunakan pekarong ini, mengatakan:

“Kerumitan atau kendala yang biasa terjadi saat pelaksanaan inovasi ini pada saat pertama kali saja karena kami sedikit kesulitan menggunakannya itu sebabnya kami dilatih oleh Tim Pemadam Kebakaran sampai bisa agar kami juga terbiasa dan tidak kaku ketika menggunakan pekarong ini”. (hasil wawancara dengan informan LO pada tanggal 11 Maret 2020). Berdasarkan hasil wawancara tersebut mengatakan bahwa kerumitan atau kendala terjadi pada saat pertama kali karena adanya sedikit kesulitan untuk menggunakannya, Oleh Karena itu Tim Pemadam Kebakaran melakukan pelatihan agar masyarakat terbiasa dan tidak kaku ketika menggunakan pekarong ini.

Kemudian kesimpulan secara keseluruhan berkaitan dengan indicator kerumitan bahwa pada awalnya masyarakat belum terlalu tau cara menggunakan fasilitas pekarong dengan baik dan benar hal itu disebabkan karena masyarakat belum terbiasa menggunakannya, Dengan adanya pelatihan dan evaluasi yang dilakukan Tim Pemadam Kebakaran terhadap kelompok masyarakat yang telah dibentuk sebelumnya dapat mengajarkan kepada setiap anggota kelompok bagaimana cara penggunaan secara efektif tepat sasaran dan cara penggunaan APAR yang benar. Disamping itu kerumitan yang biasa terjadi yaitu terkadang kelompok masyarakat yang telah dilatih dan dibentuk oleh Petugas Pemadam Kebakaran tersebut kadang tidak ada di tempat, karena tengah sibuk bekerja.

C. Faktor Pendukung dan Penghambat Inovasi Pelayanan Publik Progam

Dokumen terkait