A. Waktu dan Lokasi Penelitian
Waktu penelitian yang dibutuhkan pada penelitian ini kurang lebih selama 2 (dua) bulan setelah seminar proposal selesai. Lokasi penelitian berada di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar bertempat di Jl. Dr. Sam Ratulangi Komp. PDAM No 11 Makassar. karena peneliti melihat bahwa instansi tersebut telah melahirnya program-program inovasi pelayanan masyarakat seperti Program Pekarong dimana program ini dapat membantu masyarakat jika tiba-tiba terjadi kebakaran lorong. Dan program ini hadir setidaknya dapat mengendalikan kebakaran sebelum tim pemadam kebakaran sampai di lokasi kebakaran.
B. Jenis dan Tipe Penelitian 1. Jenis Penelitian
Dalam Penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif karena data yang dikumpulkan bukan berupa angka-angka melainkan data tersebut berasal dari hasil wawancara, catatan lapangan, dokumen pribadi, catatan memo, dan dokumen resmi lainnya. sehingga yang menjadi tujuan dari penelitian kualitatif ini adalah ingin menggambarkan realita empirik dibalik fenomena secara terperinci, mendalam, dan tuntas tentang sumber data.
2. Tipe Penelitian
Adapun tipe penelitian ini adalah tipe penelitian deskriptif karena penelitian ini menghasilkan data-data berupa kata-kata menurut informan, apa adanya sesuai dengan pertanyaan penelitiannya, kemudian dianalisis pula
dengan kata-kata yang melatarbelakangi responden berperilaku (berpikir, berperasaan, dan bertindak), direduksi, ditriangulasi, di simpulkan (diberi makna oleh peneliti), dan diverifikasi, adapun tujuannya adalah untuk menggambarkan secara tepat mengenai suatu keadaan, sifat-sifat individu atau gejala yang terjadi terhadap kelompok tertentu.
C. Sumber Data
Sumber data terbagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh peneliti secara langsung (dari tangan pertama), sementara data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti dari sumber yang sudah ada. Berdasarkan uraian tersebut maka sumber data dibedakan menjadi dua yaitu :
1. Data primer, yang diperoleh secara langsung dari informan yang bersangkutan dengan cara wawancara untuk mendapatkan jawaban atau informasi yang relavan dan sebenarnya berkaitan dengan Inovasi Pelayanan Publik Program Pekarong Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar. 2. Data Sekunder, yang diperoleh dari literatur dan dokumen serta data yang
diambil dari instansi yang bersangkutan, atau perorangan dari pihak yang telah mengumpulkan dan mengalihkannya, seperti data wawancara dengan masyarakat, foto-foto, buku dan lain-lain yang relavan dengan penelitian. Hal ini diperoleh dengan mencari dan mengumpulkan data dari informan baik itu secara ataupun gambar-gambar dan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan penelitian. Dalam hal ini sumber data itu diperoleh dari Kantor Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar.
D. Informan Penelitian
Informan penelitian adalah orang yang benar-benar mengetahui atau pelaku yang terlibat langsung dengan permasalahan penelitian tentang Program Pekarong. Penentuan informan dilakukan secara purposive sampling, artinya memilih langsung informan yang lebih mengetahui masalah yang diteliti
Adapun yang menjadi informan pada penelitian tentang inovasi pelayanan publik Program Pekarong ini adalah sebagai berikut :
Tabel 3.1 : Informan Penelitian
No. Informan Inisial Jabatan/Staf
1. Elodewata Wahid Yunus
S.STP, M.Si EWY
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar 2. Aswin Kartapati Harun,
S.STP, M.Si AKH
Kepala Bidang Sarana Dan Pengolahan Data 3. Andi Iqbal Parenrengi AIP Petugas Pemadam Kebakaran
4. Nur Fatimah NF Masyarakat
5. Limpo LO Masyarakat
E. Teknik Pengumpulan Data
Pada teknik pengumpulan data dalam penelitian ini sebagai, yakni berikut : 1. Observasi
Peneliti dalam hal ini melakukan pengamatan yang langsung dilapangan yaitu pertama, peneliti melakukan pengamatan seperti apa Inovasi Pelayanan Publik Program Pekarong di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar, kemudian kedua peneliti melakukan pengamatan di lokasi bagaimana pelaksanaan Inovasi pekarong ini menurut para informan yang
terkait di lokasi penelitian. 2. Wawancara
Wawancara digunakan dalam teknik pengumpulan data sebagai studi awal guna menemukan berbagai masalah yang akan diteliti, peneliti akan melakukan secara langsung secara mendalam kepada informan yang akan menjadi objek penelitian. Wawancara ini dilakukan oleh seorang pewawancara dengan mewawancarai 5 orang informan secara tatap muka (face to face), yaitu pewawancara yang mengajukan pertanyaan itu, yang dikerjakan dengan sistematik dan berdasarkan kepada tujuan dalam penelitian ini. Dengan menggunakan alat wawancara berupa pedoman wawancara, buku catatan, tape recorder, kamera handphone.
3. Dokumentasi
Dokumentasi yang peneliti lakukan yaitu segala bentuk dokumentasi tertulis maupun tidak tertulis yang dapat digunakan untuk melengkapi data-data lainnya. Dokumentasi adalah mengumpulkan beberapa data-data baik itu berupa data, catatan, gambar-gambar, dan administrasi yang sesuai dengan masalah yang diteliti. Dalam hal ini dokumentasi diperoleh merupakan hal yang penting dalam membuktikan validitas sebuah datat ataupun hasil peneliti maka dianggap perlu oleh peneliti mengambil pada setiap kegiatan penelitian yang dilakukan, dokumentasi yang akan diambil yaitu berbentuk rekaman dan foto.
F. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data interaktif dari Miles dan Huberman (1992), yaitu:
1. Reduksi data
Mereduksi data artinya mengumpulkan hal-hal yang pokok. Mengutamakan kepada hal-hal yang dianggap penting kemudian mencari temanya serta membuang yang dianggap tidak perlu. Dalam proses analisa data yaitu dimulai dengan menyeleksi seluruh data yang sudah terkumpul, kemudian selanjutnya mereduksi data, pada tahap ini peneliti memilih mana data yang menarik, penting dan berguna. Kemudian hanya mengambil data yang dipakai.
2. Penyajian data
Setelah data direduksi, kemudian selanjutnya yaitu mendisplaykan data. Dalam penelitian ini penyajian data disajikan dalam bentuk table, grafik dan sebagainya. Dari penyajian data tersebut, maka data tersusun sehingga akan lebih dipahami.
3. Verifikasi
Selanjutnya yaitu penarikan kesimpulan dari verifikasi. Kesimpulan awal yang dipaparkan bersifat sementara serta bisa berubah apabila tidak adanya bukti yang kuat pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi jika pada kesimpulan yang dipaparkan ditahap awal didukung oleh bukti yang valid saat peneliti berada dilapangan pengumpulan data maka kesimpulan yang dipaparkan merupakan kesimpulan yang kreadibel.
G. Teknik Pengabsahan Data
Dalam penelitian ini, teknik menguji keabsahan data adalah menggunakan teknik triangulasi. Meleong (dalam Ibrahim, 2015) Triangulasi yaitu sebagai teknik pemeriksaan keabsahan data penelitian dengan cara membanding-bandingkan antara sumber, teori, meupun metode/teknik penelitian. Ada 3 teknik triangulasi yaitu sebagai berikut:
1. Triangulasi sumber
Triangulasi sumber berarti membandingkan cara mengecek ulang tingkat kebenaran informasi yang didapat melalui sumber yang berbeda. Contohnya membandingkan hasil pengamatan dan wawancara, membandingkan apa yang dikatakan umum dengan yang dikatakan dengan pribadi, membandingkan hasil wawancara dengan dokumen yang ada.
2. Triangulasi teknik
Triangulasi teknik digunakan dalam menguji kreadibilitas data dengan cara mengecek data dengan teknik yang berbeda kepada sumber yang sama. Contohnya data tersebut diperoleh dengan cara wawancara, kemudian dicek dengan dokumentasi dan observasi.
3. Triangulasi waktu
Triangulasi waktu digunakan untuk validasi data yang berkaitan dengan pengecakan data berbagai sumber dengan cara dan berbagai waktu. Perubahan suatu proses dan perilaku manusia perubahan.
BAB IV