I V. HASI L DAN PEMBAHASAN
V. KESI MPULAN DAN SARAN
1. Kabupaten Rejang Lebong merupakan wilayah utama pengembangan usaha agibisnis pengembangan ternak sapi perah di Provinsi Bengkulu dan Kebupetan kepahiang merupakan daerah pengembangan kedua dilihat dari potensi alam, jumlah kelompok tani sapi perah dan penguasaan lahan pertanian serta dukungan pemerintah daerah.
2. Dari analisis B/ C yang dilakukan peternak sapi perah memperoleh B/ C kurang dari satu, yang artinya usaha tersebut belum menguntungkan karena kurang dari 1. Hal ini disebabkan rata-rata jumlah produksi 9,37 liter/ ekor/ hari dimana jenis pakan dan masa laktasi dari responden berbeda-beda dan manajemen pemeliharaan sapi perah yang diiterapkan peternak dari hasil pengamatan masih belum begitu baik.
3. Dampak usaha sapi perah memberikan kontribusi sebesar 30,89% terhadap total pendapatan peternak, selebihnya pendapatan peternak berasal dari penjualan pedet, penjualan dari olahan susu segar dan memiliki berbagai macam usaha tani. Kecilnya kontribusi pendapatan usaha ternak sapi perah terhadap total pendapatan dikarenakan hanya 30,77% yang menjadikan usaha sapi perah merupakan usaha utama.
4. Strategi yang sesuai untuk pengembangan agribisnis peternakan sapi perah disentra pengembangan (Kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang) Provinsi Bengkulu adalah: 1). meningkatkan populasi sapi perah melalui pola kemitraan dengan pihak lain, 2). optimalisasi pemanfaatan kebun rumput dan penanaman rumput unggul untuk menambah populasi sapi perah yang dipelihara dan 3). memperluas pasar.
5.2. Saran
Untuk meningkatkan efektifitas strategi yang telah dirumuskan diperlukan intervensi dari pemerintah daerah terhadap stategi yang diprioritaskan. Disamping itu kelembagaan pengolahan untuk pengembangan sistem agribisnis peternakan sapi perah perlu diidentifikasi dan direkayasa dengan seksama agar
Pemberian pakan tambahan (konsentrat) sangat diperlukan dilakukan untuk sapi perah yang sedang laktasi untuk meningkatkan produksi susu, mempertahankan kondisi tubuh dan menjaga kesehatan induk sapi tersebut.
KI NERJA HASI L PENGKAJI AN
1. Koordinasi dilakukan dengan Dinas peternakan dan perikanan Kabupaten Kepahiang, BP4K Kabupaten Kepahiang, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong, BP4K kabupaten Rejang Lebong untuk mengetahui kondisi sapi perah di kedua kabupaten tersebut.
2. Fokus Group Diskusi dilakukan dengan mengundang Dinas Peternakan dan Perikanan, BP4K, BP3K, I nseminator, Penyuluh, Kepala Desa dan Ketua Gapoktan dan kelompok tani.
3. Survei dan wawancara langsung dilakukan pada anggota kelompok tani yang memelihara sapi perah meliputi Kabupaten Kepahiang sebanyak satu kelompok dan Kabupaten Rejang Lebong sebanyak tiga kelompok.
4. Dari analisis B/ C yang dilakukan peternak sapi perah memperoleh B/ C kurang dari satu, yang artinya usaha tersebut belum menguntungkan karena kurang dari 1. Hal ini disebabkan rata-rata jumlah produksi 9,37 liter/ ekor/ hari dimana jenis pakan dan masa laktasi dari responden berbeda-beda dan manajemen pemeliharaan sapi perah yang diiterapkan peternak dari hasil pengamatan masih belum begitu baik.
5. Dampak usaha sapi perah memberikan kontribusi sebesar 30,89% terhadap total pendapatan peternak, selebihnya pendapatan peternak berasal dari penjualan pedet, penjualan dari olahan susu segar dan memiliki berbagai macam usaha tani. Kecilnya kontribusi pendapatan usaha ternak sapi perah terhadap total pendapatan dikarenakan hanya 30,77% yang menjadikan usaha sapi perah merupakan usaha utama.
6. Strategi yang sesuai untuk pengembangan agribisnis peternakan sapi perah disentra pengembangan (Kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang) Provinsi Bengkulu adalah: 1). meningkatkan populasi sapi perah melalui pola kemitraan dengan pihak lain, 2). optimalisasi pemanfaatan kebun rumput dan penanaman rumput unggul untuk menambah populasi sapi perah yang dipelihara dan 3). memperluas pasar produk susu.
DAFTAR PUSTAKA
Antara, M. 2004. Pendekatan Agribisnis dalam Pengembangan Pertanian Lahan Kering. Makalah Seminar pengembangan pertanian di wilayah lahan kering. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Buleleng. Buleleng.
Aviliani. 2008. Dukungan Perbankan Terhadap Agribisnis Sapi Perah Menyongsong Perdagangan Bebas 2020. Bank Rakyat I ndonesia. Prosiding Prospek I ndustri Sapi Perah Menuju Perdagangan Bebas 2020. Puslitbang Peternakan bekerjasama dengan Sekolah Tinggi I lmu Ekonomi dan Perbankan I ndonesia. Jakarta.
BPS Bengkulu. 2010. Bengkulu Dalam Angka 2010. Kerjasama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Bengkulu dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu. Bengkulu.
Deptan. 2006. Pedoman Pembibitan SapiPerah yang Baik. Permentan Nomor 55
Tahun 2006. Departemen Pertanian. Jakarta.
Disnak Provinsi Bengkulu. 2010. Laporan Tahunan Dinas Peternakan Provinsi Bengkulu. Pemerintah Provinsi Bengkulu. Bengkulu.
Dirjen I ndustri Agro dan Kimia. 2009. Roadmap I ndustri Susu. Departemen Perindustrian. Jakarta
Dirjennak. 2005. Buku Statistik Peternakan. Direktorat Jenderal Peternakan. Departemen Pertanian. Jakarta.
Dirjennak.2011. Statistik Peternakan. Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Departemen Pertanian.Jakarta
Direktorat Jenderal P2HP. 2007. Program Aksi Bantuan Peralatan Gapoknak.
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian. Departemen Pertanian. Jakarta.
Haloho, R.D., S.I . Santoso., S.Marzuki. 2013. Analisis Profitabilitas Pada Usaha Peternakan Sapi Perah di Kabupaten Semarang. Jurnal Pengembangan Humaniora Vol.13 No.1, April 2013
Harpini, B. 2008. Upaya Mendorong I ndustri Pengolahan dan Pemasaran susu Pada Peternakan Rakyat. Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran
Pradana,M.N. 2010. Agribisnis Sapi Perah di I ndonesia (Tinjauan Umum).http/ www.iasa-pusat.org. Diakses 20 Juni 2012.
Prasetyo, E.,T.E dan Mukson. 2005. Kondisi dan Potensi Pengembangan Usahatani Sapi Perah di Kabupaten Semarang. J. I ndonesia Trop. Anim.
Agric. Vol 30, No 2. 110-117
Rangkuti, F. 1999. Analisis SWOT Teknis Membedah Kasus Bisnis. PT SUN. Jakarta.
Riyanto. B, 1995. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Yogyakarta. BPFE. Sudarwanto, M. 1999. Usaha Peningkatan Produksi Susu Melalui Program
Pengendalian Mastitis Subklinis. Orasi I lmiah Fakultas Kedokteran Hewan. I PB. Bogor.
Sundari dan Katamso. 2010. Analisis Pendapatan Peternak Sapi Perah Lokal dan Eks-I mpor Anggota Koperasi Warga Mulya Di Kabupaten Sleman Yogyakarta. Caraka Tani XXV No.1 Maret 2010
Talib, C., A. Anggraeni, K. Diwyanto dan E. Kurniatin. 2001. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Sapi Perah dibawah manajemen Perusahaan Komersial. Jurnal I lmiah Pertanian Volume I V(2). Jakarta.
Yusdja, Y. 2005. Kebijakan Ekonomi Agribisnis Sapi Perah di I ndonesia. Analisis Kebijakan Pertanian. Vol. 3, Nomor 3. Departemen Pertanian. Jakarta. Yusdja, Y dan N. I lham. 2006. Arah Kebijakan Pembangunan Peternakan Rakyat.
Analisis Kebijakan Pertanian. Vol. 4, Nomor 1. Departemen Pertanian. Jakarta
ANALI SI S RESI KO
Analisis resiko diperlukan untuk mengetahui berbagai resiko yang mungkin dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan pengkajian. Dengan mengenal resiko, penyebab dan dampaknya, maka akan dapat disusun strategi ataupun cara penanganan resiko baik secara antisipatif maupun rensponsif. Daftar Resiko dan Penanganan resiko dapat dilihat pada tabel 9 dan 10.
Tabel 9. Daftar resiko dalam pelaksanaan kegiatan pengkajian sistem usaha agribisnis sapi perah pada sentra pengembangan di Provinsi Bengkulu.
No Resiko Penyebab Dampak
1 Tidak tersedia data yang valid pada tingkat peternak
Peternak tidak mempunyai catatan produksi sapi perah dengan baik
Kurangnya data pengkajian
2 Data primer yang diperoleh kurang valid
Usahatani yang beragam
Hasil analisis memiliki bias yang tinggi
Tabel 10. Daftar resiko dan penanganannya dalam pelaksanaan kegiatan pengkajian sistem usaha agribisnis sapi perah pada sentra pengembangan di Provinsi Bengkulu.
No Resiko Penyebab Penanganan
1 Tidak tersedia data yang valid pada tingkat peternak
Peternak tidak mempunyai catatan produksi sapi perah dengan baik
Menggunakan data skunder atau data yang ada pada petugas 2 Data primer yang
diperoleh kurang valid
Usahatani yang beragam
Studi literatur dengan kasus yang mirip.
JADWAL KERJA
No Uraian Kegiatan Bulan ke
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 Penyusunan dan Penyempurnaan proposal dan ROPP 2 Desk Study 3 Penyusunan Kuisioner 4 Coaching Kuisioner 5 Koordinasi
6 Persiapan dan pelaksanaan survey
7 Tabulasi dan analisis data 8 Penyusunan laporan tengah
dan akhir tahun 9 Seminar hasil
PEMBI AYAAN A. RENCANA ANGGARAN BI AYA ( RAB)
No Uraian Valume Harga Satuan ( 000) Jumlah Rp ( 000) 1 Belanja Bahan 17.150
• Bahan pengkajian dan pendukung lainnya 1 Tahun 8.532 8.532 • Penggandaan, penjilidan, laminasi, cetak,
bahan informasi
1 Tahun 900 900
• ATK dan Komputer suplies 1 Paket 3.968 3.968
• Konsumsi dalam rangka persiapan, pertemuan
75 OH 50 3.750
2 Honor Output Kegiatan 4.970
• UHL 142 OH 35 4.970
3 Belanja Jasa Profesi 6.000
• Narasumber, fasilitator, evaluator 4 OJ 500 2.000
• Entry data 160 OH 25 4.000
4 Belanja Perjalanan Biasa 20.000
• Perjalanan dalam rangka pelaksanaan kegiatan (berkisar antara Rp. 365.000 s/ d Rp. 5.000.000)
4 OP 5.000 5.000
5 Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota
16.880 • Akomodasi dalam rangka pertemuan dan
FGD
66 OH 180 11.880
• Perjalanan keluar Provinsi/ pusat dalam rangka pelaksanaan kegiatan
1 OH 5.000 5.000
B. REALI SASI ANGGARAN
No Jenis Pengeluaran Realisasi
Anggaran ( Rp) Persentase Keuangan ( % ) Persentese Fisik ( % ) 1 Belanja Bahan
• Bahan pengkajian dan pendukung lainnya
8.530.000 99,97 100,00
• Penggandaan,
penjilidan, laminasi, cetak, bahan informasi
895.000 99,44 100,00
• ATK dan komputer supplies 3.962.600 99,86 100,00 • Konsumsi dalam rangka persiapan, pertemuan 3.750.000 100,00 100,00
2 Honor Output Kegiatan
• UHL 1.050.000 21,12 25,00
3 Belanja Jasa Profesi
• Narasumber, fasilitator, evaluator 2.000.000 100,00 100,00 • Entry data 4.000.000 100,00 100,00 4 Belanja Perjalanan Biasa • Perjalanan dalam rangka pelaksanaan kegiatan (berkisar antara Rp. 365.000 s/ d Rp. 5.000.000) 19.652.400 98,26 100,00 5 Belanja Perjalanan
Dinas Paket Meeting Luar Kota
• Akomodasi dalam
rangka pertemuan dan FGD
11.865.000 99,98 100,00
• Perjalanan ke Luar Provinsi/ pusat dalam rangka pelaksanaan kegiatan.
3.801.300 76,02 100,00
PERSONALI A No Nama/ NI P Jabatan Fungsional / Bidang keahlian Jabatan dalam Kegiatan Uraian Tugas Alokasi Waktu (Jam / minggu) 1 Zul Efendi, S.Pt Peneliti Pertama Penanggu ng jawab - Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan penelitian - Menyusun dan merencanakan operasional kegiatan Mengkoordinir anggota Tim - Menyusun Laporan - Melaksanakan koordinasi dan pelaksanaan kegiatan. 20 2. Wahyuni AW, M.Si Peneliti Muda
Anggota - Membantu Analisis dan interpretasi data
konsumsi pakan ternak sapi. - Membantu pelaksanaan kegiatan. 10 3 Linda Harta, S.Pt Penyuluh Pertama
Anggota - Membantu Analisis dan interpretasi data - Membantu
pelaksanaan kegiatan.
10
4 Sudarmansyah Adm Anggota - Membantu
Pelaksanaan Kegiatan - Membantu
Adminsitrasi Kegiatan
Lampiran 1. Kuisioner sistem usaha agribisnis sapi perah pada sentra pengembangan di provinsi Bengkulu.
PENGKAJI AN SI STEM USAHA AGRI BI SNI S SAPI PERAH PADA SENTRA PENGEMBANGAN PROVI NSI BENGKULU.
I . I DENTI FI KASI RESPONDEN
1. Nama : ……….……… 2. Alamat : ……….……… 3. Desa : ……….……… 4. Kecamatan : ……….……… 5. Kabupaten : ………….……… 6. Provinsi : ………
Untuk mengidentifikasi faktor-faktor (kekuatan dan kelemahan) dan faktor-faktor eksternal (peluang dan ancaman) mohon diberikan tanda (X) pada kolom A, B, C, D dan E pada masing-masing pernyataan sesuai dengan pendapat Bapak/ I buk. Dan apabila Bapak/ I buk memiliki pendapat yang belum tertulis pada format ini, maka Bapak / I buk dapat menulis pada format yang telah tersedia dan sekaligus memberikan tanda (X) pada kolom A, B, C, D dan E, dimana :
A : Sangat setuju B : Setuju
C : Cukup setuju D : Kurang setuju E : Tidak setuju
1. FAKTOR I NTERNAL (kekuatan dan kelemahan)
ASPEK Faktor I nternal
Subsistem Agribisnis hulu
• Tingkat ketersediaan pakan ternak- konsentrat, pakan dan limbah pertanian.
• Tingkat ketersediaan suplay peralatan kandang
• Tingkat ketesediaan obat-obatan
• Ketersediaan bibit
• ………..
Subsistem Budidaya
• Kesesuaian agroklimat untuk budidaya ternak sapi perah
• Ketersediaan tenaga kerja
• Ketersediaan lahan untuk penanaman rumput pakan ternak
• Ketersediaan air secara kuantitas dan kualitas
• Pengalaman dan penguasaan teknis beternak
• Tingkat kemanpuan manajerial kelembagaan petani
• Tingkat kemampuan finasial petani peternak
• Ketersediaan usaha tani ternak dengan usaha tani lainnya
• Potensi peningkatan skala usaha
• Orientasi usaha menuju agribisnis
• Tingkat keuntungan usaha peternakan sapi perah
• Tingkat produktivitas ternak sapi perah
• ………. • ………. • ………. Subsistem Pengolahan Hasil/ pasca panen
• Pengolahan produk oleh peternak atau pihak lain
• Tingkat penguasaan teknis pengolahan produk oleh peternak
• Ketepatan penggunaan teknologi dalam proses pasca panen
• Kualitas dan kuantitas bahan baku
• Potensi nilai tambah dari pengolahan produk/ pasca panen
• ………
• ………
pemasaran dan informasi pasar bagi peternak
• Tingkat segmentasi konsumen produk ternak
• Tingkat harga produk
• Pendistribusian produk
• Tingkat kualitas produk yang dihasilkan
• Posisi tawar peternak yang dihasilkan
• Tingkat promosi penjualan produk
• ………
• ………
• ……… Subsistem
penunjang
• Ketersediaan wadah kelompok tani sapi perah
• Ketersediaan dukungan program dari pemerintah
• Ketrsediaan dukungan teknis dari pemerintah/ tenaga ahli
• Ketersediaan dukungan finansial/ modal dari perbankan
• Ketersediaan akses finasial dari perbankan
• Ketersediaan dukungan teknis dari penyuluh
• Tingkat ketersediaan akses informasi pasar
• Ketersediaan koperasi yang melayani kebutuhan usaha ternak
• Ketersediaan pelatihan teknis dan manajemen bagi peternak
• Ketersediaan informasi teknologi terkini bagi peternak
• ………
• ………
2. FAKTOR PELUANG
ASPEK Faktor Peluang Ekonomi • Daya beli masyarakat
• Masih tersedia sumberdaya untuk pengembangan sapi perah
• Masih terbuka pasar produk peternakan
• Prospek pasar dan harga produksi ternak relative meningkat
• Permintaan produk sapi perah yang terus meningkat
• Adanya era globalisasi memperluas pemasaran sapi perah
• Ketertarikan dari investor
• ………. • ………. • ………. Politik/ hokum/ Pemerintan
• Perhatian dari pihak perbankan
• Otonomi daerah
• I nfrastruktur menunjang pengembangan produk peternakan
• Adanya lembaga pendukung seperti Poskeswan, Koperasi
• Adanya pembinaan/ pelatihan/ penyuluha bagi pelaku usaha dari pemerintah
• ………. • ………. • ………. Sosbud/ Demografi/ Lingkungan
• Wilayah basis sapi perah
• I klim dan kondisi alam yang mendukung
• Tingginya animo masyarakat dibidang usaha sapi perah
• Kesadaran akan gizi meningkata
• ………
• ………
• ……… Teknologi • Pengembanagn I PTEK
• Tingginya inovasi produk olahan
• Berkembangnya teknologi dan informasi yang semakin pesat
• ……….
• ……….
• ……….
3. FAKTOR ANCAMAN :
ASPEK Faktor Ancaman
Ekonomi • Ketidakstabilan harga ternak sapi perah
• Ketersediaan bibit ternak sapi perah
• Stabiltas penyediaan bibit/ layanan I B
• Resiko produk peternakan cukup tinggi
• Diberlakukan era pasar bebas
• Harga pakan mahal
• Fluktuasi harga sapordi dan sapi perah
• ………. • ………. • ………. Politik/ Hukum/ Pemerintahan
• Kekuatan hokum peruntukan dan penguasaan lahan belum jelas
• Kondisi politik, keamanan dan konflik internal
• Adanya kebijakan pemerintah mengimpor sapi perah
Sosbud/ Demografi/ Lingkungan
• Alih fungsi lahan pertanian
• Gangguan reproduksi dan kesehatan ternak
• Tingginya pemotongan ternak betina Produktif
• Varus/ penyakit yang menyeran secara mewabah dan mendadak
• Adanya wabah penyakit menular
• ……… • ……… • ……….. Teknologi (sebutkan) • ……… • ………
Persaingan • Persaingan sesame peternak sapi perah
• Persaingan antar daerah dalam menghasilkan sapi perah
• Persaingan penjualan produk susu lokal dengan produk susu impor
• Produktivitas yang belum stabil dan kalah dengan wilayah lain
• Daya tarik sektor lain diluar sektor peternakan
• Masuknya pesaing dari daerah lai
• ………
• ………...
Lampiran 2. Kuisioner survei pakar penilaian faktor internal dan faktor ekternal. Nomor
Responden
KUESI ONER SURVEI PAKAR Penilaian Faktor I nternal dan Eksternal Nama Nara Sumber
Jabatan dan I nstansi
No. Telepon
Penilaian Kondisi Faktor Dan Eksternal Untuk Menentukan Strategi
Pengembangan Sistem Usaha Agrabisnis Sapi Perah Di Sentra Pengembangan Di Provinsi Bengkulu
Pengantar
Bapak/ ibu dimohon untuk memberikan penilaian kondisi Faktor dalam konteks Pengembangan Sistem Usaha Agribisnis sapi perah di sentra pengembangan di Provinsi Bengkulu dengan skor penilaian antara SANGAT LEMAH sampai SANGAT KUAT.
Berikan Tanda (√ ) pada kolom yang paling sesuai berdasarkan penilaian kondisi masing-masing faktor.
Tabel 1. Matrik isian kondisi Faktor pada faktor-faktor I nternal.
Faktor Sangat
lemah
Lemah Kuat Sangat kuat 1 Ketersediaan pakan konsentrat
2 Ketersediaan obat-obatan 3 Ketersediaan bibit
4 Ketersediaan tenaga kerja
5 Ketersediaan lahan untuk peternakan 6 Ketersediaan air (kuantitas dan kualitas) 7 Pengalaman dan penguasaan teknis
12 Cakupan pemasaran produk susu 13 Tingkat insentif tata niaga usaha susu 14 Tingkat penjualan produk susu
15 Tingkat resiko dan biaya pemasaran susu 16 Distribusi produk susu
17 Tingkat kualitas produk susu
18 Posisi tawar produk susu oleh peternak sapi perah
19 Tingkat promosi penjualan produk susu 20 Ketersediaan/ keutuhan/ dinamika/ wadah
kelompok tani
21 Ketersediaan dukungan program dari pemerintah
22 Ketersediaan dukungan teknis dari pemerintah
23 Ketersediaan dukungan teknis dari penyuluh
24 Ketersediaan akses informasi pasar 25 Ketersediaan koperasi
26 Ketersediaan pelatihan teknis dan manajemen
Tabel 2. Matrik isian kondisi Faktor pada faktor-faktor Eksternal.
No Faktor Sangat
lemah
Lemah Kuat Sangat
kuat
Tingkat daya beli masyarakat terhadap produk susu
Keterbukaan pasar produk susu Prospek pasar dan harga produk susu
Tingkat permintaan produk susu Keterbukaan investor terhadap pengembangan sapi perah
Stabilitas harga susu
Dukungan pemberlakuan era pasar bebas
Perhatian pihak perbankan
perah
Animo masyarakat pada usaha sapi perah
Kesadaran akan nilai gizi susu Perkembangan I PTEK
I novasi produk olahan susu
Perkembangan teknologi informasi Persaingan peternak sapi perah Persaingan antar daerah dalam menghasilkan susu sapi
Daya tarik sektor lain diluar sektor peternakan
Lampiran 3. Kuesioner analisis dampak ekonomi usaha ternak sapi perah terhadap pendapatan petani peternak di Provinsi Bengkulu
KUESI ONER ANALI SI S DAMPAK EKONOMI USAHA TERNAK SAPI
PERAH TERHADAP PENDAPATAN PETANI PETERNAK
DI PROVI NSI BENGKULU
Nama Petani : _____________________________ Alamat : _____________________________ Desa : _____________________________ Kecamatan : _____________________________ Kabupaten : _____________________________ Provinsi : _____________________________ Nama Enumerator : _________________ Tanggal Wawancara : _________________
I dentitas Responden
1 Umur : tahun
2 Pendidikan Formal : tahun
3 Tanggungan Keluarga < 15 th = Org
> 15 th = Org
4 Anggota keluarga yg ikut dalam usahatani = Org
5 Pengalaman usahatani / ternak = Tahun
6 Status dalam Kelompok tani / ternak: a. Ketua kelompok, sejak tahun ______ b. Pengurus, sejak tahun ______ c. Anggota, sejak tahun _______ 7. Pendidikan in formal
a. Berapa kali mengikuti pertemuan kelompok setiap bulan= kali
b. Pelatihan apa saja yang pernak diikuti
(1) ………..
(2) ………..
(3) ………..
(4) ………
I . Kondisi Ekonomi Responden
1. Mata Pencaharian Utama =
Sampingan =
2. Jarak lokasi usahatani ke : Tempat Tinggal = Km
Jalan Raya terdekat = Km
Toko Saprodi = Km Penggilingan = Km Sumber Modal = Km BPP/ BP3K = Km POSLUHDES = Km Sumber limbah = Km I I . Kepemilikan Ternak
c. Sapi laktasi = ……….ekor, umur = ………tahun
d. Pedet = ……….ekor, umur = ………tahun
2. Dari mana saudara mendapatkan ternak sapi perah a. Bantuan langsung
b. Bagi hasil
c. Milik sendiri, yaitu dengan cara mendapat pinjaman modal
3. Kalao dari Dinas, system pengembaliannya seperti apa, tolong jelaskan………
4. Bakalan sapi perah yang saudara miliki diperoleh dari daerah mana……….
5. Berapa umur bakalan ternak sapi perah pada saat diterima
6. Pada umur berapa ternak sapi perah yang saudara pelihara menghasilkan susu pertama kali………
I I I . Budidaya
• Kendala pengelolahan usaha tani
1. Jenis penyakit apa yang biasa menyerang ternak sapi perah saudara………..
2. Bagaimana cara mengatasinya……… 3. Cara apa yang dilakukan untuk mengembangkan sapi perah
a. Kawin alami b. Kawin suntik (I B)
4. Apa yang menjadi kendala perkawinan secara
alami………...
• Sanitasi kandang dan ternak
1. Apa model kandang yang saudara miliki…….. a. Terbuka dan sebagian tertutup
b. Tertutup
2. Apakah kandang yang saudara miliki selalu dibersihkan
a. Ya b. tidak
3. Jika ya, berapa frekuensi pembersihan kandang dalam sehari………..
4. Apakah ternak sapi perah yang saudara miliki dimandikan ………….
a. Ya b. Tidak
5. Jika ya berapa kali dalam sehari dimandikan……….
I V. Sistem pemerahan
1. Apakah ternak sapi perah yang saudara miliki sebelum dilakukan pemerahan dibersihkan terlebih dahulu………
2. Berapa kali dalam sehari saudara melakukan pemerahan susu ………
3. Pada jam berapa saudara melakukan pemerahan susu………….
4. Berapa produksi susu yang dihasilkan setiap kali melakukan pemerahan susu………../ ekor/ hari
6. Sebelum melakukan pemerahan susu apakah wadah penampungan dan wadah penyimpanan dibersihkan terlebih dahulu
a. Ya b. Tidak
5. Apakah susu yang diperoleh langsung dijual atau di simpan……….
6. Jika disimpan wadah yang digunakan untuk menyimpan susu tersebut menggunakan apa………..
7. Apa kah susu yang disimpan tersebut diberi perlakuan
a. Ya b. tidak
8. Jika diberi perlakuan, jenis perlakuan yang seperti apa……….
V. Biaya dan penerimaan sapi perah • Susu
1. Berapa harga susu segar setiap kali saudara
menjual………../ liter
2. Menurut saudara harga susu tersebut sudah layak atau belum
a. Ya b. Tidak
3. Jika belum layak, menurut saudara harga yang layak berapa Rp………./ liter,
alasannya……… ………..……… 4. Menurut saudara faktor-faktor yang mempengaruhi harga susu
adalah……….
• limbah
1. Apakah saudara sudah mengelola limbah ternak anda?
a. Ya b. tidak
2. Jika iya diolah dalam bentuk apa a. kompos
b. pupuk cair
3. berapa jumlah llimbah yang dihasilkan setiap
minggu………..
4. Berapa banyak setiap kali melakukan pemgolahan lombah tersebut………..
5. Dari pengolahan limbah tersebut apakah di jual atau dipakai sendiri………
6. Berapa harga/ kg jika dijual………..
7. Konsumen yang biasa membeli hasil pengolahan limbah tersebut berasal dari mana saja……….
VI . Biaya dan penerimaan usaha lainnya 1. Tanaman tahunan
No. I nput I tem Unit Valume Nlai (Rupiah) Jumlah (Rp.) DK LK P W P W Persiapan Lahan
1 Nebas Tenaga Kerja HOK 2 Nyemprot Tenaga Kerja HOK 3 Pembuatan
lubang tanam
Tenaga Kerja HOK 4 Tanam Tenaga Kerja HOK 5 Bahan Herbisida Liter Bibit Batng Setelah tanam 1. Pemupukan Urea Kg SP-36 Kg KCL Kg NPK Kg ……….. Tenaga HOK 2. Penyiangan Bahan ……… Ltr Tenaga HOK 3. Pengendalian hama/ penyakit Bahan ……… Ltr ……… Tenaga HOK
4. Panen Tenaga HOK
Borongan Rp
5 Pasca panen Rp
2. Tanaman Sayuran
OUTPUT Unit Valume Nilai
Juml ah (Rp)
HASI L Kg/ ikat
I NPUT I tem Unit DK LK
P W P W
PERSEMAI AN Benih kg Tenaga HOK Borongan Rp PENYI APAN LAHAN Tenaga HOK
Borongan Rp
Mesin Rp
TANAM Tenaga HOK
Borongan Rp PENYI ANGAN Tenaga HOK
Borongan Rp HERBI SI DA Tenaga HOK
Bahan Rp
I NSEKTI SI DA Tenaga HOK
Bahan Rp
FUNGI SI DA Tenaga HOK
Bahan Rp PUPUK Urea kg SP-36 kg KCl kg NPK kg …………. kg Tenaga HOK PUPUK KANDANG Bahan kg
Tenaga HOK I RI GASI I uran Rp
Tenaga Rp
Borongan HOK
PANEN Tenaga HOK
3. Usahatani padi sawah
Output Unit Volume Nilai Jumlah (Rp) Hasil Gabah/ musim Kg
I nput
DK LK Persemaian Benih Kg
tenaga HOK Borongan Rp
Penyiapan Lahan Tenaga Kg Borongan HOK Mesin Rp
Tanam tenaga HOK
Borongan Rp Penyiangan Tenaga HOK
Borongan Rp Herbisida Tenaga HOK
Bahan Rp I nsektisida Tenaga HOK
Bahan Rp Pupuk Urea Kg Superphos Kg KCl Kg NPK Kg ZA Kg ……… Tenaga HOK Pupuk Kandang Bahan Kg
Tenaga HOK I rigasi I uran Rp
Tenaga Rp Borongan HOK Panen Tenaga HOK
Borongan Rp Pembersihan Tenaga HOK Pengeringan Tenaga HOK I nput lainnya Total Pengeluaran Rp/ lahan Keuntungan Bersih
Nilai = harga@ x jumlah
4. Lain-lain
No Uraian Usaha Pendapatan Pengeluaran Penerimaan
Biaya dan Penerimaan A. Biaya Tetap
- Penyusutan/ 5 th
No Alat/ kandang/ sapi Umur
ekonomis Harga awal Harga akhir Penyusutan - Sewa kandang : Rp .../
B. Biaya tidak tetap
No I nput I tem Unit Valume Nilai/ jam (Rupiah)
Jumlah (Rp.) DK LK
P W P W 1 Pakan Tenaga Kerja Jam
Konsentrat 1. ………. 2. ……… 3. ………. 4. ………. 5. ………. Kg 2 Obat Tenaga Kerja jam Bahan: 1. ………. 2. ….………… Btol 3 I B Tenaga Kerja Bahan: 1……… 2……….. 3………..
4 Mengambil rumput Tenaga Kerja Jam/ krng Alat/ bahan 1……….. 2……….. 3……… 5 Membersihkan kandang
1. Pagi Tenaga Kerja Jam