• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Grand Theory

2.2 Kesiapan Kerja

2.2.1 Pengertian Kesiapan Kerja

Menurut Dalyono (2005 : 52) kesiapan adalah kemampuan yang cukup baik fisik maupun mental. Kesiapan fisik berarti tenaga yang cukup dan kesehatan yang baik untuk melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Sementara kesiapan mental, memiliki minat dan motivasi yang cukup untuk melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Kesiapan kerja dipandang sebagai kesiapan seseorang baik itu secara fisik maupun mental untuk mencari pekerjaan, melakukan atau menekuni suatu pekerjaan.

Menurut Anoraga (2014 : 11) Kerja merupakan sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia. Pekerjaan adalah kegiatan yang direncanakan. Jadi, pekerjaan itu memerlukan pemikiran yang khusus dan tidak dapat dijalankan oleh binatang. Yang dilaksanakan tidak hanya karena pelaksanaan kegiatan itu sendiri

menyenangkan, melainkan karena kita mau dengan sungguh-sungguh mencapai suatu hasil yang kemudian berdiri sendiri atau sebagai benda, karya, tenaga dan sebagainya, atau sebagai pelayanan terhadap masyarakat,termasuk dirinya sendiri. 2.2.2 Faktor yang Mempengaruhi Kesiapan Kerja

Menurut Slameto (2015 : 54) faktor-faktor yang mempengaruhi kesipan mencakup 2 aspek, yaitu : (1.) Faktor Internal (2.) Faktor Eksternal. Kedua aspek tersebut akan mempengaruhi kesiapan seseorang untuk berbuat sesuatu. Faktor internal sendiri terdiri atas :

1. Jasmani. Sehat berarti dalam kedaan yang baik dari seluruh anggota tubuh. Ketika tubuh dalam kondisi yang baik dan juga dalam kondisi tidak kurang suatu apapuan (cacat tubuh) maka seseorang dapat melakukan suatu kegiatan ataupun pekerjaan yang ia senangi dengan baik, maka seseorang tersebut akan mempersiapan diri untuk siap bekerja suatu hari nanti.

2. Psikologi. Selain kondisi tubuh yang baik, kesiapan seseorang juga perlu ditunjang dari kondisi psikologi yang baik dari orang tersebut. Kondisi psikologis sendiri bisa dari integensi, perhatian bakat dan minat yang ada dalam diri anak tersebut. Apabila kondisi psikologis anak ataupun orang tersebut baik maka akan membuahkan kesiapan yang lebih baik dari dalam dirinya untuk siap melakukan suatu pekerjaan.

3. Kelelahan. Terlalu menekan tubuh dengan sangat berat akan membuat kelelahan baik secara fisik maupun rohani. Hal tersebut tentu akan menjadi tidak baik bagi kondisi seseorang. Sehingga untuk mempersiapkan sesuatu yang baik jangan terlalu mempersulit atau pun menekannya, karena apabila

terjadi kelelahan maka tidak akan maksimal siswa tersebut dalam mempersiapkan sesuatu.

Faktor eksternal terdiri atas :

1. Keluarga. Dukungan yang paling dekat bersumber dari keluarga. Keluarga yang harmonis akan membuat siswa merasa aman, nyaman serta merasa baik di rumah. Sehingga dalam mempersiapkan sesuatu siswa merasa senang dan merasa mendapatkan dukungan sepenuhnya dari keluarga.

2. Sekolah. Merupakan tempat siswa menimba ilmu. Kondisi sekolah yang baik, fasilitas yang mendukung dan juga pembelajaran yang baik yang diberikan oleh guru akan membuat siswa semakin menambah wawasan, dan semakin menguasai keterampilan yang dimilikinya. Sehingga siswa semakin siap bekerja ketika lulus nanti.

3. Masyarakat. Keberadaan siswa dalam masyarakat tentunya harus diberikan dukungan yang baik untuk menciptakan kesiapan yang baik dalam dirinya. Kemudian menurut Sukardi (1993 : 44) mengungkapkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja digolongkan menjadi dua yaitu faktor internal dan faktor sosial.

Faktor internal terdiri atas :

1. Kemampuan intelegensi. Setiap orang memiliki tingkat intelegensi yang berbeda-beda, dimana orang yang memiliki taraf intelegensi yang lebih tinggi akan lebih cepat memecahkan permasalahan yang sama bila dibandingkan dengan orang yang memiliki taraf intelegensi yang lebih rendah.

2. Bakat. Bakat adalah suatu kondisi yang dimiliki individu yang memungkinkan individu tersebut untuk berkembang pada masa mendatang. 3. Minat. Minat adalah suatu perangkat mental yang terdiri dari kombinasi,

perpaduan, dan campuran dari perasaan, harapan, prasangka, cemas, takut, dan kecendrungan-kecenderungan lain untuk bisa mengarahkan individu kepada suatu pilihan tertentu.

4. Motivasi. Motivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang, agar mereka mau bekerja sama, bekerja efektif, dan terintegrasi dengan segala daya upayanya untuk mencapai kepuasan 5. Sikap. Sikap adalah suatu kesiapan pada seseorang untuk bertindak secara

tertentu terhadap hal-hal tertentu.

6. Kepribadian. Kepribadian seseorang memiliki peranan penting yang berpengaruh terhadap penentuan arah pilihan seseorang.

7. Nilai. Nilai-nilai yang dianut oleh individu berpengaruh terhadap pekerjaan yang dipilihnya dan prestasi dalam pekerjaan sehingga menimbulkan kesiapan dalam bekerja.

Faktor sosial terdiri dari :

1. Hobi atau kegemaran. Hobi adalah kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan individu karena kegiatan tersebut merupakan kegemaranya atau kesenangannya.

2. Prestasi. Penguasaan terhadap materi pelajaran dalam pendidikan yang sedang ditekuninya oleh individu.

4. Penggunaan waktu senggang. Kegitan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik diluar jam pelajaran di sekolah yang digunakan untuk menunjukkan hobinya, rekreasi atau untuk melakukan hal-hal sosial masyarakat.

5. Aspirasi atau pengetahuan sekolah atau pendidikan sambungan. Aspirasi dengan pendidikan sambungan yang diinginkan yang berkaitan dengan perwujudan cita-citanya.

6. Pengetahuan tentang dunia kerja. Pengetahuan sementara ini dimiliki anak, termasuk dunia kerja, persyaratan, kualifikasi, jabatan struktural, promosi jabatan, gaji yang diterima, hak dan kewajiban, tempat pekerjaan itu berada dan lain-lain.

7. Pengalaman kerja. Pengalaman kerja yang pernah dialami siswa pada waktu duduk di sekolah atau di luar sekolah yang dapat diperoleh dari praktik kerja. 8. Kemampuan dan keterbatasan fisik dan penampilan lahiriah.

9. Kemampuan fisik atau ciri fisik yang dimiliki oleh seseorang.

10. Masalah dan keterbatasan pribadi. Masalah adalah problem yang timbul dan bertentangan dalam diri seseorang, sedangkan keterbatasan pribadi misalnya tidak dapat mengendalikan diri ketika emosi.

11. Faktor sosial. Faktor sosial yang meliputi bimbingan dari orang tua, keadaan teman sebaya, keadaan masyarakat sekitar dan lain-lain.

Dari faktor-faktor kesiapan kerja yang sudah dipaparkan di atas peneliti mengambl 3 faktor untuk dijadikan sebagai variabel penelitian. Peneliti mengambil variabel tersebut dengan dasar hal yang sudah dilakukan oleh siswa selama di sekolah dan apa yang ada dalam diri siswa. Adapun variabel penelitian

tersebut adalah bimbingan karier dengan dasar faktor eksternal dari sekolah, kemudian motivasi, dan praktik kerja.

2.2.3 Indikator Kesiapan Kerja

Adapun indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah menurut Winkel (2014:668) sebagai usaha untuk memantapkan seseorang mempersiapkan diri untuk bekerja, antara lain :

1. Ilmu pengetahuan. Menurut Winkel (2014 : 652) pengetahuan yaitu informasi yang dimiliki tentang bidang-bidang pekerjaan dan tentang dirinya sendiri diantaranya taraf intelegensi. Dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki siswa selama belajar di sekolah akan menjadikan siswa lebih siap ketika terjun langsung ke dalam dunia kerja.

2. Keterampilan

Keterampilan siswa yang dimiliki siswa diperoleh dari pembelajaran praktik, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Diharapkan dengan adanya keterampilan yang dimiliki diharapkan siswa dapat lebih siap ketika akan memasuki dunia kerja.

3. Sikap Serta Nilai

Sikap dari masing-masing individu harus sesuai dengan nilai serta norma-norma yang berlaku didalam masyarakat.

Dokumen terkait