TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Grand Theory
2.4 Motivasi Kerja
2.4.1 Pengertian Motivasi Kerja
Motivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang, agar mereka mau bekerja sama, bekerja efektif, dan terintegrasi dengan segala daya upayanya untuk mencapai kepuasan (Hasibuan, 1999) dalam Sutrisno, Edy (2017 : 111). Robbins dalam Sutrisno, Edy (2017 : 111)
mengemukakan motivasi sebagai suatu kerelaan berusaha seoptimis mungkin dalam pencapaian tujuan organisasi yang dipengaruhi oleh kemampuan usaha memuaskan beberapa kebutuhan individu.
Kerja merupakan sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia. Pekerjaan adalah kegiatan yang direncanakan. Jadi, pekerjaan itu memerlukan pemikiran yang khusus dan tidak dapat dijalankan oleh binatang. Yang dilaksanakan tidak hanya karena pelaksanaan kegiatan itu sendiri menyenangkan, melainkan karena kita mau dengan sungguh-sungguh mencapai suatu hasil yang kemudian berdiri sendiri atau sebagai benda, karya, tenaga dan sebagainya, atau sebagai pelayanan terhadap masyarakat,termasuk dirinya sendiri.
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja adalah suatu dorongan dalam diri manusia yang mengahasilkan suatu tindakan atau pekerjaan yang dapat menghasilkan atau bermanfaat bagi orang lain maupun dirinya sendiri.
2.4.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi
Menurut Sutrisno, Edy (2017) motivasi sebagai proses psikologi seseorang akan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor tersebut terdiri atas faktor intern dan faktor ekstern, yaitu sebagai berikut :
1. Faktor Intern
a. Keinginan untuk dapat hidup
Keinginan untuk dapat hidup merupakan kebutuhan setiap manusia yang hidup di muka bumi ini. Untuk mempertahankan hidup ini orang mau
mengerjakan apa saja, apakah pekerjaan itu baik atau buruk. Keinginan untuk dapat hidup meliputi kebutuhan untuk :
1. Memperoleh kompensasi yang memadai
2. Pekerjaan yang tepat walaupun penghasilan tidak begitu memadai 3. Kondisi kerja yang aman dan nyaman
b. Keinginan untuk dapat memiliki
Keinginan untuk memiliki benda dapat mendorong seseorang untuk mau melakukan pekerjaan. Bahwa keinginan yang keras untuk dapat memiliki benda itu dapat mendorong orang untuk mau bekerja.
c. Keinginan untuk memperoleh penghargaan
Seseorang mau bekerja disebabkan adanya keinginan untuk diakui, dihormati oleh orang lain. Untuk memperoleh status sosial yang lebih tinggi, orang mau mengeluarkan uangnya, untuk memperoleh uang itu pun ia harus bekerja keras. d. Keinginan untuk memperoleh pengakuan
Keinginan untuk memperoleh pengakuan itu dapat meliputi : 1. Adanya penghargaan terhadap prestasi.
2. Adanya hubungan kerja yang harmonis dan kompak. 3. Pimpinan yang adil dan bijaksana.
4. Perusahaan tempat bekerja dihargai oleh masyarakat e. Keinginan untuk berkuasa
2. Faktor Ekstern
a. Kondisi lingkungan kerja. Lingkungan kerja ini, meliputi tempat kerja, fasilitas, dan alat bantu pekerjaan, kebersihan, penchayaan, ketenangan, termasuk juga hubungan kerja antar orang-orang yang ada di tempat tersebut. b. Kompensasi yang memadai. Kompensasi yang memadai merupakan alat
motivasi yang paling ampuh bagi perusahaan untuk mendorong para karyawan bekerja dengan baik.
c. Supervisi yang baik. Fungsi supervisi dalam suatu pekerjaan adalah memberikan pengarahan, membimbing kerja para karyawan, agar dapat melaksanakan kerja dengan baik tanpa membuat kesalahan. Bila supervisi yang dekat para karyawan ini menguasai lika-liku pekerjaan dan penuh dengan sifat-sifat kepemimpinan, maka suasana kerja akan bergairah dan bersemangat.
d. Adanya jaminan pekerjaan. Setiap orang akan mau bekerja mati-matian mengorbankan apa yang ada pada dirinya untuk perusahaan, kalau yang bersangkutan merasa ada jaminan karier yang jelas maka mereka akan bekerja dengan sungguh-sungguh. Jaminan yang diberikan dapat berupa jaminan akan adanya promosi jabatan, pangkat, maupun jaminan pemberian kesempatan untuk mengembangkan potensi diri.
e. Status dan tangung jawab. Status atau kedudukan dalam jabatan tertentu merupakan dambaan setiap karyawan dalam bekerja. Mereka bukan hanya mengharapkan kompensasi semata, tetapi pada satu masa mereka juga berharap akan dapat kesempatan menduduki jabatan dalam suatu perusahaan.
f. Peraturan yang fleksibel. Biasanya peraturan bersifat melindungi dan dapat memberikan motivasi para karyawan untuk bekerja lebih baik. Hal ini terlihat dari banyak perusahaan besar yang memperlakukan sistem prestasi kerja dalam memberikan kompensasi kepada para karyawannya, yang terpenting semua peraturan yang berlaku dalam perusahaan itu perlu diinformasikan sejelas-jelasnya kepada karyawan.
2.4.3 Unsur-Unsur Motivasi Kerja
Berdasarkan pandangan dari konsep motivasi terdapat 3 unsur kunci motivasi, yaitu :
1. Upaya. Seseorang yang termotivasi maka akan sekuat tenaga untuk menghasilkan kinerja yang baik.
2. Tujuan. Segala upaya yang dilakukan oleh setiap individu ataupun kelompok pasti akan mengarah kepada pencapaian tujuan tertentu baik itu tujuan individu maupun organisasi.
3. Kebutuhan. Dorongan dalam diri manusia untuk mencapai dan memperoleh apa yang diinginkan.
2.4.4 Indikator Motivasi Kerja
Dalam penelitian ini, indikator yang digunakan untuk mengukur motivasi kerja yaitu berdasarkan dari pendapat Uno, Hamzah (2017:10) yang terdiri dari : 1. Adanya hasrat dan keinginan melakukan pekerjaan. Seseorang akan
cenderung untuk melakukan suatu pekerjaan karena adanya keinginan dan minat dari dalam diri mereka sendiri untuk bekerja sesuai dengan kemauan dan kemampuan yang dimilikinya.
2. Harapan dan cita-cita masa depan. Seseorang yang melakukan pekerjaan karena ia memiliki harapan akan masa depan yang lebih baik dan berusaha menggapai cita-cita sesuai dengan apa yang diimpikannya.
3. Dorongan kebutuhan melakukan pekerjaan. Seseorang akan termotivasi untuk melakukan pekerjaan karena memiliki dorongan dari lingkungan sekitarnya untuk memiliki pekerjaan dan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
4. Kebutuhan penghormatan dirinya. Seseorang melakukan pekerjaan karena selain terdorong untuk dapat memperoleh pendapatan sendiri juga karena hal tersebut sebagai penghormatan atas dirinya sendiri karena dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.
5. Lingkungan dan kegiatan yang menarik. Seseorang ingin melakukan pekerjaan karena ingin merasakan suasana baru dalam hidupnya dan ingin memperoleh pengalaman baru yang diperoleh dari tempat kerjanya atau kegiatan yang dia ikuti baik yang diadakan oleh perusahaan tempat ia bekerja atau diluar tempat ia bekerja.
2.5 Pengertian Praktik Kerja Industri