BAB IV : KESIMPULAN DAN SARAN
KESIM PULAN DAN SARAN
IV.1 Ke simpula n
Dewasa ini dap at dilihat betapa banyakny a Partai Politik y ang mengisi perpolitikan Negara Republik Indonesia tercinta ini. Akan tetapi arah dan tujuan partai politik ini hany a terpaut pada bagaimana untuk mendapatkan kekuasaan dengan cara instan, mudah dan menghalalkan segala cara. Padahal seperti kita ketahui bahwa partai politik dalam kajian u mu m merupakan tempat penampungan aspirasi rakyat, temp at berku mpulny a sekelo mpok masy arakat y ang memiliki ideologi, kepentingan d an cita-cita politik y ang sama. Melalui partai politik juga dapat diperoleh pendidikan politik dan tempat menghasilkan kader-kader partai y ang berkualitas. Namun kenyataan y ang ada saat ini bahwa semua nilai-nilai dari Partai Politik se mak in lama sema kin bergeser dari seharusny a.
Salah satu fungsi dari Partai Politik yakni Rekrutmen Politik. Untuk menghasilkan politisi-politisi y ang berkualitas, hendaknya Partai Politik melakukan seleksi rekrutmen y ang pro fessional dan ketat. Rekrutmen politik dari sebuah Partai Politik ditujukan untuk dapat mewakili partai untuk mengisi jabatan-jabatan politik di lembaga pemerintahan. Ini berarti bahwa dalam melaksanakan pro ses rekrutmen, Partai Politik harus lebih selektif memilih demi nama b aik partai dan juga kine rja lembaga p emerintahan. Karen a hal ini dap at terkait dengan baik atau kinerja pemerintah an khususny a di Parlemen (legislatif). Jika sekarang kapasitas dan legitimasi elit politik sangat lemah, salah satu penyebabny a ad alah proses rekrutmen y ang buruk. Sudah saatnya
Partai Politik mengubah mek anisme rekrutme nny a agar dapat menghasilkan elit politik yang berkualitas, cakap, k redible, integritas, legitimasi d an me mpuny ai kapasitas y ang me madai dalam men ingkatkan taraf hidup serta k esejahteraan raky at. Sebagai sarana rekrutmen politik, Partai politik berfungsi untuk men cari d an mengajak orang yang berbakat untuk turut aktif dalam kegiatan politik sebagai anggota partai.
Jika an alisis rekrutmen politik Partai Gerindra di Kota Medan dapat d ikatakan searah dengan y ang dikemukak an dalam teori Gabriel Almond dan Powell, bahwa Partai Gerindra memiliki pola rekrutmen terbuka dan rekrutmen tertutup.
a. Rekrutmen Terbuka
Rekrutmen Terbuka adalah proses pengkaderan secara umu m kepada publik untuk mau dan dengan ikhlas menjadi anggota y ang pertama memberikan formulir keanggotaan kepad a masyarakat untuk dengan ikhlas dan sukarela bergabung dan memperju angkan h ak rakyat bersama Partai Gerindra. Ini disosialisasikan di tiap kecamatan di Kota Medan juga melalui organisasi-organisasi sayap Partai Gerindra.
b. Rekrutmen Tertutup
Rekrutmen tertutup ad alah proses pengkaderan yang ditunjuk atau dipilih oleh sebagian elit partai Gerindra, kapasitas anggota untuk men jadi pengurus inti ataupun reko mendasi menjadi calon legislatif. Untuk calon legislatif, Partai Gerindra Kota Medan menunggu keputusan atau suplai dari DPP.
Proses rekrutmen harus berlangsung secara terbuka. Masy arakat harus memp eroleh informasi y ang memadai d an terbuka tentang siapa kandidat anggota legislatif dari partai politik , track record masing-
masing k andidat, dan proses seleksi hingga penentuan daftar calon. Partai politik mempuny ai kewajiban menyamp aikan informasi (sosialisasi) setiap kandidatny a secara terbuka kep ada publik . Di sisi lain, partai juga harus terbuka menerima k ritik dan gugatan terhadap kandidat yang dinilai tidak berkualitas oleh masyarak at.
IV.2 Saran
1 . R ek r u t me n y an g d ila k uk an p ar ta i p o li tik i n i h any a s eb ag a i r itu al p o litik p artai men j e l an g P emilu d ilak sanak an. Rek ru t men id e alny a b er fun g s i s eb ag ai pro se s s ele ksi t er h ad ap i n d iv id u y ang b e r ad a d i tin g k a t a k a r r u mp u t y a n g me mi l ik i k e i n g in an , k ema mp u a n , d a n in te g r itas u n tu k men j a d i a ngg o ta p a r tai p o lit ik .
2. Partai politik sudah saatny a mengubah mekanisme
rekrutmenny a agar d apat menghasilkan elite politik y ang berkualitas. Perekrutan itu didasarkan atas faktor k egunaan dan masukny a para calon ke dalam birokrasi biasany a dicapai dengan beberapa bentuk ujian y ang dibuat untuk menguji faktor tersebut. Proses rekrutmen dari parpol harus betul-b etul diperbaiki.
3. Dalam melakukan peny elek sian calon legislatif, seb aiknya
partai politik melakukannya secara terbuka, di mana se tiap tahapan-tahapan , syarat d an prosedur harus diketahui oleh publik, sehingga masy arakat lu as d apa t melihat d an menilai kemampu an dari setiap calon legislatif. Sebelu m seorang calon anggota legislatif diajukan kepada KPU, semestiny a partai politik terlebih dahulu melakukan rekrutmen atau peny eleksian terhadap calon legislatif, baik penelitian terhadap persy aratan ad ministrasi y ang mencakup legalitas dari penilaian
ijazah/STTB, tes kesehatan, maupun keterangan bebas huku m. Kelemahan lain dari pro ses rekrutmen politik pada partai politik y aitu segala p ersyaratan pencalonan anggota legislatif tidak disampaikan secara umum. Selama ini persyaratan yang ditawarkan oleh masing-masing partai untuk menjadi anggota legislatif hany a disamp aikan p ada kepengurusan partai saja, sehingga masing-masing calon legislatif may oritas dipegang oleh orang-orang yang memiliki jabatan di partai. Seharusnya persy aratan tersebut dap at diso sialisasikan me lalui bermaca m- macam cara dengan melibatkan media massa. Jadi menurut penulis, cara seperti ini akan lebih komp etitif dan demokratis. Karena hal ini akan mengundang persep si masyarakat secara luas, bahwa pencalonan anggota legislatif pada partai politik tid ak hany a diperuntukkan bagi pengurus partai saja, tetapi masy arakat di luar partai juga me mpuny ai kesemp atan untuk ikut berko mpetisi dan memonitor dalam p roses pencalonan legislatif.
D A F TA R P U S TA K A
Alwi, Aidit dan Zainal ,1989, AKSP, (eds.). (1989). Elite dan Modernisasi. Yogy akarta:Liberty.
Amal, Ichlasul, 1996. Teori-Teori Mutakhir Partai Po litik Edisi
Revisi,Yogya karta: Tiara Wacana Yogy akarta
Arifin, Rah man , 2002. Sistem Po litik Indonesia, Surabay a: SIC
Arifin, Rahman , 2007. Sistem Politik Indonesia, Yogy akarta: Graha
Ilmu
Budiardjo , Miriam, 2008. Dasar-dasar Ilmu Po litik, Jak arta : PT
GramediaPustaka Utama
Budiardjo , Miriam, 2010. Dasar-Dasar Ilmu Politik, Jakarta: Edisi
Revisi,Gramedia Pustaka Utama
Burke, Edmu nd, 1971.Thoughts on the Cau se Of Present Discontents,
dalam Works (Boston:little,Brown)
Burhan Bungin, 2001, Metode Penelitian Sosial, Format-Forma t
Kualitatif dan Kualitas, Surabaya: Airlangga University Press
Fadilah, Putra, 2003. Partai Politik dan Kebijakan Publik,Yogy akarta:
PT.Pustaka Pelajar
Hary anto, 1982. Sistem Politik Suatu Pengantar, Yogyakarta: Liberty
Nawawi, Hadari, 1955. Metode Penelitian Bidang Sosial, Yogy akarta:
Nursal, Ad man , 2004. Political Ma rketing Strategi Memenangkan
Pemilu: Studi Pendekatan Ba ru Kampanye Pemilihan
D PR,DPD,PRESIDEN. Jakarta; PT, Gramed ia Pustaka Utama
Prasety o, Eko, 2005. Demokrasi Tidak Untuk Rakyat, Yogy akarta:
Ressist Book
Prihatmoko, Joko, 2005. Pemilihan Kepala Daerah Langsung,
Semarang: Pu staka Pelajar
Rush , Michael, 2000. Pengantar Sosiologi Politik, Jakarta: PT. Raja
Grafindo Persada
Syafii, Ah mad , 2006. Islam dan Politik : Teori Belah Bambu Masa
Demokrasi Te rpimpin, Jakarta: Gema Insani Press
Syafie, Inu Kencana, 2009. Pengantar Ilmu Politik ,Bandung: Pustaka
Rek aCipta
Strauss, Ansem. 2003. Dasar – Dasar Penelitian Kualitatif. Tata
Langkah dan Teknik – Teknik Teorisasi Data, Yogyakarta: Pustaka
Pelajar
Usman , Husni. 2000. Metodologi Penelitian Sosial, Bandung: Bu mi
Aksara
Zuhro dan Ngadiati, 2004. Sosiologi, Suatu Kajian Kehidupan
S um be r Inter net : http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jd/article/…/1064/897 http://www.radarbangka.co.id/rubrik/d etail/global/529/rekrutmen- politik-dan-kader-loncat-katak.html www.kpu.go.id www.partaigerindra.o r.id http://chengxplore.blogspot.com/2010/12/rekrutmen-politik.html Sumber Lain :
AD/ART Pa rtai Gerindra