BAB V ANALISIS DATA
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan a. Efisiensi
Berdasarkan penelitian penulis di lapangan, penulis menyimpulkan dari hasil wawancara dan kuesioner yang diberikan kepada pemohon paspor di Kantor imigrasi Kelas II Tanjung Balai bahwa pada indikator efisiensi masyarakat menilai positif. Masyarakat menilai bahwa biaya yang dikeluarkan untuk mengurus paspor sangat terjangkau dan mereka mendapatkan hasil yang sesuai dengan biaya yang mereka keluarkan saat mengurus paspor. Selain itu mereka juga merasakan banyak manfaat dengan adanya pelayanan paspor ini serta sangat membantu mereka penghematan baik dari segi biaya dan waktu. Penulis menyimpulkan bahwa pelayanan di Kantor Imigrasi Kelas II Tanjung Balai sudah memenuhi kriteria efisiensi sebagai saah satu indikatorrpenentu pelayanan yang berkualitas.
b. Efektivitas
Berdasarkan hasil pengamatan peneliti di lapangan, pelayanan publik di Kantor Imigrasi Kelas II Tanjung Balai sudah cukup efektif. Hal ini dapat dilihat dari ketersediaan sarana dan prasarana yang cukup memadai dan kemampuan pegawai untuk menyelesaikan pembuatan paspor tepat waktu. Selain itu lokasi Kantor Imigrasi juga mudah dijangkau dan hasil akhir yang diterima masyarakat sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat. Akan tetapi masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki demi tercapainya pelayanan yang berkualitas. Masyarakat masih banyak mengeluh mengenai keberadan pegawai pada saat jam kerja. Pegawai selaku aparatur pemerintah hendaknya lebih menyadari tugas dan fungsinya sebagai pelayan publik.
Kedisiplinan pegawai merupakan hal yang sangat penting dalam meningkatkan pelayanan yang berkualitas.
c. Keadilan
Jadi berdasarkan pengamatan penulis, pihak kantor memang sudah menerapkan beberapa prrinsip-prinsip keadilan. Hal ini dapat dilihat dari sistem pelayanan yang menggunakan nomor antrian, tersedianya tempat khusus untuk menerima keluhan dan aspirasi masyarakat serta adanya transparansi yang diberikan pihak kantor kepada masyarakat mengenai kepastian biaya, waktu, prosedur, dan persyaratan baik itu teknis maupun administratif. Akan tetapi, pihak kantor masih kurang adil dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya keluhan masyarakat mengenai pelayanan yang tidak merata. Pihak kantor selaku asparatur pemerintah masih secara gambling menunjukkan ketidakadilan dalam pelayanan. mereka sangat transparan menunjukkan perbedaan pelayanan kepada masayarakat. Hal ini bahkan sudah menjadi hal yang dianggap lumrah oleh masyarakat, meskipun hal tersebut sebenarnya adalah sesuatu yang tidak dibenarkan dalam pelayanan baik.
d. Daya Tanggap
Penulis akhirnya menyimpulkan bahwa pegawai Kantor Imigrasi sebenarnya sudah cukup cepat tanggap dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terbukti dari penilaian masyarakat yang positif terhadap pegawai yang cepat dalam menanggapi kebutuhan masyarakat dan prosedur yang mudah dipahami masyarakat dalam pengurusan paspor. Selain itu pihak kantor juga memberikan perhatian lebih kepada penyandang disabilitas dan tidak pernah menunda-nunda prroses pelayanan. Akan tetapi pihak Kantor Imigrasi masih harus memiliki kesiapan lebih dalam memberikan layanan. Pegawai selaku aparatur pemerintah yang tugasnya
adalah memberikan layanan harus mampu memprioritaskan kebutuhan masyarakat dan bertanggung jawab terhadap apa yang sudah menjadi tugas dan kewajibannya. Sehingga masyarakat dapat kembali mempercayai birokrasi publik dan tercapainya penyelenggaraan pemerintahaan yang baik yaitu melalui pelayanan yang berkualitas.
6.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang berjudul Kualitas Pelayanan Pengadaan Paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Tanjung Balai, maka peneliti menemukan beberapa permasalahan baik pada variabel efiisiensi, efektivitas, keadilan dan daya tanggap. Oleh karena itu, sebagai masukan untuk hasil penelitian ini,maka peneliti merekomendasikan beberapa saran yaitu:
a. Efisiensi
Pelayanan yang efisien memang sudah diterrapkan dalam pelayanan paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Tanjung Balai. Namun demi tercapainya pelayanan yang lebih baik, pegawai harus mampu meningkatkan kualitas pelayanannya kepada masyarakat. Pihak kantor harus mampu untuk menghasilkan output yang besar dengan input yang seminimal mungkin atau dengan meminimalkan sumber daya, biaya dan waktu.
b. Efektivitas
Pelayanan yang efektif juga sudah diterapkan oleh Kantor Imigrasi Kelas II Tanjung Balai. Naamun pihak kantor masih memiliki beberapakekurangan dalam hal pelayanan yang efektif yaitu tidak selalu ada pada saat jam kerja. Untuk meningkatkan kualitas yang pelayanan yang lebih baik aparatur pemerintah hendaknya lebih menyadari tugas dan fungsinya selaku pelayan publik. Pihak kantor hendaknya selalu mengedepankan kedisiplinan terutama ketika jam
makan siang sudah berakhir. Karena hal yang demikian akan lebih baik dan mampu menghilangkan stigma masyarakat mengenai birokrasi yang buruk.
c. Keadilan
Pihak Kantor Imigrasi Kelas II Tanjung Balai memang sudah menerapkan beberapa prinsipkeadilan seperti pelayanan dengan menggunakan nomor antrian, pelayanan keluhan dan aspirasi masyarakat dan transparansi mengenai biaya, prrosedur dan persayaratan baik itu teknis maupun administrative. Akan tetapi masyarakat hendaknya mampu meningkatkan keadilan dalam pelayanan dengan tidak membeda-bedakan status dan kedudukan dalam pelayanan. Pelayanan yang tidak merata sudah menjadi momok bagi masyarakat dalam birokrasi publik. Pegawai harusnya tetap mengikuti prosedur dan aturan yang ada dan menggunakan prinsip first in first out. Itu akan jauh lebih baik dan membantu tercapainya pelayanan yang berkualitas.
d. Daya Tanggap
Pihak Kantor imigrasi Kelas II Tanjung Balai juga sudah menerapkan prinsip daya tanggap yang baik seperti pelayanan yang cepat dan tanggap, kemudian prosedur layanan yang dinilai masyarakat mudah merekapahami. Selain itu mereka juga memberikan perhatian lebih kapada penyandang disabilitas serta tidak menunda-nunda proses pelayanan paspor. Akan tetapi pelayanan yang berdaya tanggap yang baik juga harus mampu bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang diembannya. Namun masyarakat malah banyak menilai bahwa pegawai masih belum bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang sudah menjadi kewajiban mereka. Hal ini dikarenakan pegawai yang sering berada di luar kantor pada saat jam kerja. Hal seperti inihendaknya dihapuskan dalam pelayanan publik utnuk mengembalikan kepercayaan
masyarakat kepada birokrasi publik. Karena pada hakekatnya pemerintah harus mampu menjadi contoh terbaik bagi masyarakatnya.