Penelitian ini secara umum telah mencapai tujuannya yaitu memperoleh gambaran pelatihan keterampilan Tata Rias Pengantin Sunda Putri, sebagai upaya pemberdayaan perempuan di LPK Tisaga Caterias. Pelatihan ini dikembangkan mengacu pada teori dan metode program PLS. PLS sebagai proses pemberdayaan, mengandung makna bahwa program-program pendidikan ini harus ditunjukan untuk mendidik masyarakat agar mampu mendidik diri mereka sendiri atau membantu masyarakat agar mampu menbantu diri mereka sendiri dalam rangka menciptakan masyarakat yang mandiri, berswadaya, dan berdaya.
Kesimpulan akhir, yang merupakan jawaban dari perumusan masalah sebagaimana dikemukaan pada bagian awal tesis ini, adalah dapat dikemukakan jawaban berkut ini:
1. LPK Tisaga Caterias adalah suatu lembaga yang bergerak dalam penyelenggaraan kursus dan pelatihan tata rias pengantin, dengan segala kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), ancaman (threats) didalamnya, dapat diukur dalam kapasiatas yang sesungguhnya. Kekuatan LPK Tisaga Caterias adalah faktor-faktor yang menjadi daya tahan berdiri kokohnya keberadaan lembaga, sedangkan kelemahannya adalah merupakan faktor-faktor sebaliknya dari kekuatan. Peluang LPK Tisaga Caterias adalah faktor-faktor yang menjadi potensi daya dukung untuk bisa menjadikan lembaga berkembang dan maju, sementara ancaman merupakan faktor-faktor sebaliknya dari peluang yakni faktor-faktor yang dapat menjadi penghambat perkembangan dan kemajuannya.
2. Pelaksanaan program pelatihan keterampilan Tata Rias Pengantin Sunda Putri di LPK Tisaga Caterias, merupakan suatu program pelatihan yang diselenggarakan berdasarkan predural yang terukur. Perencanaan dilakukan sebulan sebelumnya secara matang dengan melibatkan berbagai pihak terkait, baik pihak internal lembaga maupun pihak eksternal pendukung, seperti Subdin PLS Kota Cimahi. Perencanaan proses pembelajaran pelatihan menyangkut komponen-komponen pembelajaran menyangkut tujuan pembelajaran, materi ajaran, metode mengajar, media dan sumber belajar, evaluasi pembelajaran, dan lain-lain. Upaya pelatihan yang diselenggarkan Tata Rias Pengantin Sunda Putri merupakan upaya yang dapat dijadikan model pelatihan untuk peningkatan kemandirian dan pemberdayaan bagi kaum perempuan. Pelaksanaan pelatihan Tata Rias Pengantin Sunda Putri dilakukan dengan jadwal yang telah diperhitungkan diawali dari jam 09.00 WIB dengan instruktur yang berada pada kualifikasi ketat. Keahlian instruktur dalam memberikan pelatihannya dengan membawakan metode yang tepat dan media yang sesuai menjadikan pelaksanaan pelatihan berjalan lancar dan penuh kekeluargaan, hal ini dibuktikan oleh absensi tingkat kehadiran warga belajar yang rata-rata 95% tiap pertemuan. Evaluasi pelatihan walaupun tidak secara khusus dipersiapkan sebelumnya, namun ternyata berlangsung efektif dengan penilaian secara spontanitas, baik berupa pemberian apresasi dengan pertanyaan langsung maupun berbentuk pemantauan yang lainnya.
3. Efektifitas pelatihan berhasil diwujudkan dalam proses penyelenggaraan pelatihan keterampilan Tata Rias Pengantin Sunda Putri di LPK Tisaga Caterias. Hal ini diketahui dengan terpenuhinya kriteria keberhasilan dalam sebuah konsep pelatihan/pembelajaran. Kriteria keberhasilan program pelatihan ketermpilan Tata Rias Pengantin Sunda Putri itu berhubungan dengan dua hal, yaitu:
a. Dari segi proses (by process), dimana hal ini berkenaan dengan keberhasilan pada: (1) Perencanaan yang sistematik, (2) Kegiatan belajar yang diikuti secara wajar, tanpa paksaan, (3) Penggunaan metode dan media yang sesuai, (4) Kemampuan warga belajar mengontrol diri sendiri (self kontrol), (5) Keterlibatan semua warga belajar, (6) Suasana menyenangkan, (7) Keberadaan sarana belajar yang memadai.
b. Kriteria keberhasilan dari segi hasil (by product), yakni keberhasilan keadaan hal berikut: (1) Perubahan tingkah laku warga belajar secara menyeluruh (kognitif, afektif, psikomotor), (2) Hasil pembelajaran berdaya guna bagi warga belajar untuk diaplikasikan dalam kehidupannya, (3) Hasil pembelajaran tahan lama diingat oleh warga belajar, (4) Proses perubahan diyakini berasal dari proses pengajaran.
4. Faktor pendukung yang dapat menjadikan proses penyelenggaraan pelatihan keterampilan Tata Rias Pengantin Sunda Putri di LPK Tisaga Caterias berjalan efektif adalah: (1) Moralitas dan mentalitas pengurus LPK Tisaga Caterias yang berjiwa sosial dan familier. (2) Tujuan lembaga jelas dan kurikulumnya terukur, (3) LPK Tisaga Caterias melalui pimpinannya, mempunyai pengalaman yang cukup panjang, (4) Mitra pendukung LPK Tisaga Caterias banyak, (5) Dukungan Masyarakat penuh, (6) LPK Tisaga Caterias merupakan lembaga baru, (7) Pendekatan dan metode pembelajaran sesuai dengan jiwa orang dewasa.
Faktor penghambat dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) SDM yang kurang, baik dari sisi kuantitas maupun kualitasnya, Para pengurus seluruhnya bukan berasal dari latar belakang PLS, (2) Manajemen pengelolaan lembaga tidak berjalan profesional, (3) Kemampuan biaya, fasilitas sarana dan prasarana terbatas, (4) Kemampuan LPK
Tisaga Caterias yang tidak bisa mengimbangi perkembangan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), (5) Krisis ekonomi.
B. Rekomendasi
Rekomendasi adalah suatu pernyataan yang ditujukan kepada suatu pihak atau beberapa pihak yang berisi saran, masukan bahkan permintaan dari seseorang atau sebuah organisasi setelah menimbang dan memperhatikan berbagai hal yang terjadi pada pihak-pihak tersebut dengan tujuan utuk kebaikan dan kemaslahatan, baik bagi pihak-pihak tersebut maupun pihak lain yang secara langsung maupun tidak langsung berhubungan dan berkaitan dengan terselenggarakannya suatu program tersebut.
Rekomendasi dalam penelitian ini ditujukan kepada pihak-pihak sebagai berikut:
1. Penyelenggara LPK Tisaga Caterias sebagai masukan pengembangan program keterampilan kearah yang lebih baik dan bermanfaat.
Penyelenggara LPK Tisaga Caterias telah memberikan pelayanan yang baik bagi peserta pelatihannya, baik dari segi fasilitas maupun sumber belajarnya, namun tidak ada salahnya bila mengadakan persiapan dan perencanaan yang lebih matang dalam penyelenggaraan program pelatihan, sehingga segala sesuatunya dapat berjalan dengan lebih terukur dan terarah. Dalam kenyataan dilapangan masih telihat adanya kekurang disiplinan tentang penggunaan waktu pembelajaran, seperti pelaksanaan pembelajaran yang tidak tepat waktu dan ketidakteraturan penjadwalan dalam penyelenggaraan pembelajaran. Berkenaan dengan proses penyelenggaraan, penyelenggara perlu melakukan pembenahan agar pelaksanaannya lebih komunikatif terhadap warga belajar, selanjunya perlu mengadakan evaluasi internal secara kontinyu untuk perbaikan-berbaikan dari segala kekurangan yang ada. Dilapangan masih
terdapat indikasi kekurangsiapan persediaan alat-alat peraga, seperti: baju pengantin, make up, asesoris pengantin dan lain-lain.
2. Bagi alumni lulusan LPK Tisaga Caterias.
Para alumni setelah memperoleh pengetahuan, wawasan, motivasi dan keterampialan dari pelatihan yang diselenggarakan LPK Tisaga Caterias tidak berhenti untuk terus mengimplementasikan yang diperolehnya. Selanjutnya, koordinasi dan silaturahim harus tetap dijalin baik diantara sesama alumni, maupun dengan pihak penyelenggara sebagai media konsultasi atau berbagi pengalaman. Kenyataan menunjukkan, para alumni sebuah pelatihan biasanya menganggap segalanya selesai ketika pelatihan berakhir, sehingga tidak lagi harus belajar, tidak lagi menjalin berhubungan atau berkomunikasi. Sesungguhnya pengalaman dan tantangan pada masing-masing lapangan tidak bisa sama, dunia terus berkembang dan maju, sehingga transfer informasi harus terus dijalin, ilmu harus terus diperbaharui. Seyogianya semangat yang diperoleh setelah mengikuti pelatihan harus pula menjadi motivasi untuk terus mengembangkan diri dan menggali berbagai daya dan upaya yang bermanfaat.
3. Instansi terkait pemegang kebijakan Program PLS.
Instansi terkait PLS, seperti Subdin PLS Depdiknas sering memberikan perhatian terhadap lembaga-lembaga penyelenggara kursus dan pelatihan sifatnya fluktuatif, artinya adakalanya serius kalau lagi banyak program bantuan atau subsidi, tetapi di lain waktu biasa-biasa saja, apalagi tidak ada anggaran bantuan. Apapun keadaannya perhatian harus tetap konsisten. Lembaga seperti ini sangat terbukti memberikan dampak manfaat bagi masyarakat, terutama yang berhubungan dengan peningkatan ekonomi, terlebih pada saat situasi krisis. Perhatian berbentuk bantuan
dana bukan satu-satunya bentuk perhatian, tetapi pembinaan, monitoring dan penyaluran lulusan sangat penting dilakukan instansi terkait tersebut.
Upaya pemberdayaan perempuan atau pemberdayaan masyarakat melalui proteksi atau pemberian bantuan materi adalah sangat berarti, walaupun bukan satu-satunya cara yang bisa ditempuh. Pemberdayaan pada hakekatnya bukan hanya pemenuhan kebutuhan ekonomi, tetapi juga harkat, martabat, rasa percaya diri, harga diri serta terpeliharanya tatanan nilai budaya setempat. Sebagai konsep budaya dan pembangunan yang berpusat pada rakyat, pemberdayaan tidak saja bertujuan untuk menumbuh kembangkan nilai sosial ekonomi, tetapi juga mengembangkan dan mempertahankan nilai tambah sosial budaya.
4. Bagi peneliti lain.
Peneliti menyadari bahwa penelitian ini masih belum sempurna, maka peneliti merekomendasikan kepada peneliti lain:
a. Peneliti lain dapat melakukan penelitian dengan tema yang sama pada lokasi yang berbeda untuk mengkaji, membandingkan dan memperkaya kajian penyelenggaraan program pelatihan berbasis pemberdayaan perempuan.
b. Peneliti lain diharapkan dapat mengkaji lebih dalam tentang hasil penelitian ini untuk lebih disempurnakan dalam penelitian pengembangan pelatihan berbasis pemberdayaan masyarakat, khususnya pemberdayaan perempuan diberbagai sektor kehidupan selaian bidang pemanfaatan ekonomi keluarga melalui keterampilan rias pengantin.
c. Peneliti selanjutnya diharapkan melakukan penelitian yang lebih luas di berbagai lembaga atau satuan PLS yang berkaitan dengan model pelatihan yang dipandang efektif dalam pemberdayaan masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Abdulhak, I., (1995), Media Pendidikan Suatu Pengantar, Pusat Pelayanan dan Pengembangan Media Pendidikan IKIP Bandung.
Abidin, HM., Tarikh: Artikel Suara Ulama 1/30/2001 7:02:36 PM, Hak Perempuan Menurut Pandangan Islam.
Ali, M., dan Rekan, (2007), Ilmu dan Aplikasi Pendidikan, Pedagogiana Press, UPI Bandung.
Anwar, (2007), Manajemen Pemberdayaan Perempuan, Perubahan Sosial Melalui Pembelajaran Vocasional Skills pada Keluarga Nelayan, Alfabeta, Bandung. Arikunto, S., (2006), Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara Arikunto, S., (1988), Penilaian Program Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Arikunto, S., (1991), Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Rineka Cipta, Jakarta.
Arikunto, S, (2008), Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi), PT Bumi Aksara, Jakarta
Arikunto, S., dan Rekan, (2007). Evaluasi Program Pendidikan Pedoman Teoritis Praktis bagi Praktisi Pendidikan, PT Bumi Aksara, Jakarta.
Artasasmita, R., (1985), Pedoman Merencanakan Sistem Kuikulum dalam Latihan Pendidikan Luar Sekolah, Usaha Nasional, Surabaya.
Dameria, R., (2007), Pengelolaan Pembelajaran Bidang Studi di Lembaga Bimbingan Belajar sebagai Suplementer Pendidikan Formal, Sekolah Pasca Sarjana, Upi, Bandung.
Dharma, A., (1998), Perencanaan Pelatihan, Pusdiklat Pegawai Depdikbud, Jakarta. Depdiknas RI., (2005), Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta
Depdiknas RI., (2003), Undang-Undang RI No. 20 Tahun 3003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta
Depdiknas RI., (2000), Kurikulum dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Program Ujian Nasional Kursus Diklusemas Tata Rias Pengantin, Direktorat PLS, Dirjen PLSP, Depdiknas, Jakarta
Depdiknas RI., (2003), Modul Diklat Management of Trainers, Pusdiklat Pegawai Depdiknas, Sawangan Depok.
Depdiknas RI., Tim Pokja Gender (2005), Pendidikan Keluarga Berwawasan Gender, P3M, Politeknik Surakarta.
Desmon, (2006), Model Pelatihan dan Pembinaan Kewirausahaan Berkelanjutan sebagai Upaya Pemberdayaan Perempuan, Studi Pengembangan Pelatihan dan Pembinaan Kewirausahaan Berkelanjutan bagi Perempuan di Kabupaten Solok, Program Pasca Sarjana, UPI, Bandung.
Echols, JM., dan Hassan Shadily (1986), Kamus Inggris – Indonesia, PT. Gramedia, Jakarta.
Garna, JK., (1992), Teori-Teori Perubahan Sosial, Program Pasca Sarjana Universitas Padjadjaran, Bandung.
Gita Setra, (2007), Himbauan dari dan untuk Lapangan, Jurnal BP-PLSP Regional II Jaya Giri.
Hadita, A., (2003), Peningkatan Keterampilan Perempuan di dalam Program Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga, Suatu Studi Deskriptif tentang Pemberdayaan Perempuan dalam Peningkatan Keterampilan Industri Rumah Tangga Bidang Pangan di Kecamatan Bungbulang Kabupaten Garut, Program Pasca Sarjana, UPI, Bandung.
Hakim, A., (2008), Efektivitas Proses Pembelajaran Pelatihan dalam Peningkatan Kompetensi Guru Bahasa Inggris Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah di Al-Shafa Institute Bandung, Sekolah Pasca Sarjana, UPI, Bandung.
Hamalik, O., (1993). Evaluasi Kurikulum. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Han, C., dan Isye Soentoro, (2004), Rias Pengantin, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Handayaningrat, S., (1981) Pengantar Studi Ilmu Administrasi Pendidkan, Bumi Aksara, Jakarta.
Hasan, ES., (2003), Pengelolaan Program Pendidikan Luar Sekolah, Untuk Tugas penyusunan Makalah, Program Pasca Sarjana UPI, Bandung
Hasan, ES., (2007), Strategi Menciptakan Manusia yang Bersumber Daya Unggul, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, UPI, Bandung. Hasan, ES., (2008), Reoptimalisasi Manajemen Pendidikan Luar Sekolah dalam
Konstalasi Teoritis dan Praktis, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, UPI, Bandung
Hikmat, H., (2006), Strategi Pemberdayaan Masyarakat, (Edisi Revisi), Penerbit Humaniora, Bandung.
Khaidir, A., Selasa 15 Pebruari 2005, Minangkabau Sebagai Basis Kultural Dan Pemberdayaan Perempuan.
Kindervatter, S., (1979), Non Formal Education as an Empowering Process, Amherst: Centre for International and Education.
Mulyana, E., (2007), Model Tukar Belajar (Learning Exchange) dalam Pespektif Pendidikan Luar Sekolah (PLS), Mutiara Ilmu, Bandung.
Moekijat, (1993), Evaluasi Pelatihan, Mandar Maju, Bandung.
Moleong, L J, (2000), Metode Penelitian Kualitatif, Remaja Rosda Karya, Bandung. Nasution S., (1996), Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif, Tarsito, Bandung. Naqiyah, N., (2005), Otonomi Perempuan, Bayu Publishing, Malang, Jawa Timur. Nawawi, H., (1986), Administrasi Pendidikan, Gunung Agung, Jakarta.
Nurdin, S., (2005), Dampak Pelatihan Otomotif terhadap Perolehan Kesempatan kerja yang Layak bagi Anak Jalanan di Panti Sosial Binaan Karya Marga Sejahtera Ciganjeng-Ciamis, Program Pasca Sarjana, UPI, Bandung.
Pardosi, (2007), Efektivitas Kegiatan Ekstra Kurikuler di Sekolah Dasar Negeri di Pekan Baru, UNRI, Pekan Baru, Riau,
Rustono, WS., (2005), Pelatihan Kecakapan Hidup Montir Elektronika dalam Pengembangan Kemandirian Pemuda Putus Sekolah di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Tasikmalaya, Program Pasca Sarjana, UPI, Bandung.
Safuri, M., (2005), Evaluasi Program. Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat. Yayasan Pengkajian Pendidikan Non Formal Indonesia Y-PIN Indonesia. Saryoto, N., (2003), Tata Rias Pengantin Solo Putri, Meutia Cipta Sarana, Depok
Utara.
Sedarmayanti, (2001), Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja, Mandar Madju, Bandung.
Siagian, S., (2003), Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja, Rineka Cipta, Jakarta. Simamora, H., (1995), Manajemen Sumber Daya Manusia, STIE-YKPN, Yogyakarta. Steers, RM., (1985), Efektivitas Organisasi, Erlangga, Jakarta.
Sugiono, A., (2005), Pengantar Evaluasi Pendidikan, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Sudjana, HD., (2001), Pendidikan Luar Sekolah, Wawasan, Sejarah, Perkembangan, Falsafah, Teori Pendukung, Falah Production, Bandung
Sudjana, HD., (2004) Manajemen Program Pendidikan, untuk Pendidikan NonFormal dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Falah Production, Bandung.
Sudjana, HD., (2006), Evaluasi Program PLS, Untuk Pendidikan Nonformal dan Pengembangan Sumber daya Manusia, PT Remaja Rosdakarya, Bandung.
Sudjana, HD., (2007), Sistem dan Manajemen Pelatihan Teori dan Aplikasi, Falah Production, Bandung.
Sudjana, HD., (2005), Strategi Pembelajaran, Falah Production, Bandung.
Sudjana, N., (2008), Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar, Sinar Baru Algensindo, Bandung
Sudjana, N., dan Ibrahim, (2009), Penelitian dan Penilaian Pendidikan, Sinar Baru Algensindo, Bandung
Suharto, E., (2006), Membangun Masyarakat Memberdayakan Masyarakat, Kajian Strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial & Pekerjaan Sosial, PT. Refika Aditama, Bandung.
Suhendi, S., (2000), Tata Rias Pengantin Sunda Putri, Sunda Siger dan Sukapura, PT. Carina Indah Utama, Jakarta.
Sumaatmaja, N., (1998), Geografi Pembangunan Suatu Pendekatan dan Analisa Keruangan, Alumni. Bandung.
Suryadi, A., (2007), Peningkatan Mutu dan Pencitraan Pendidikan NonFormal dan Informal, Makalah dalam Simposium di Aula UPI Bandung, Dirjen PNFI, DEPDIKNAS.
Sutisna, E., (2007), Penyelenggaraan Program Kelompok Usaha Pemuda Produktif (KUPP) dalam Rangka Pemberdayaan Pemuda, Studi Kasus pada KUPP bidang Tanaman Hias Jenis Ruskus di Kecamatan TanjungSari Kabupaten Sumedang, Sekolah Pasca Sarjana, UPI, Bandung.
Sutresna, D., (2008), Upaya Pembekalan Kemampuan Hidup Anak Jalanan Melalui Pelatihan Keterampilan Dasar Dalam Program Pengentasan Anak Jalanan, Studi Kasus Pelaksanaan Pelatihan Anak Jalanan di Yayasan Bahtera, Sekolah Pasca Sarjana, UPI, Bandung.
Tayibnapis, FY., (2000), Evaluasi Program, PT Rineka Cipta, Jakarta.
Trisnamansyah, S., (2007), Teori dan Perkembangan Implementasi Program Pendidikan Nonformal, Sekolah Pasca Sarjana, UPI, Bandung.
Trisnamansyah, S., (2008), Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Materi Pokok Pekuliahan, Program Studi PLS, Sekolah Pasca Sarjana, UPI, Bandung.
Trisnamansyah, S., (2008), Metode Penelitian Handout Perkuliahan Program Studi Pendidikan Luar Sekolah, Program S-2 SPS-UPI, Bandung.
Triyono, (2008), Studi Dampak Pelatihan Kewirausahaan Budi Daya Pisang dalam Peningkatan Kemandirian Anggota Kelompok Tani, (Studi Deskriptif pada Kelompok Tani Pisang di Desa Talaga Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur Jawa Barat), PPS, UPI, Bandung.
Uno, M., (2005), Etiket, Sukses Membawa Diri di Segala Kesempatan, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Winarni, J., (2008), Pemberdayaan Perempuan melalui Program Keaksaraan Fungsional (KF), Studi Kasus pada Kelompok Belajar Keaksaraan Fungsional Rama Shinta Binaan PKBM Tunas Hidup Desa Cibatok Satu Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor, Sekolah Pasca Sarjana, UPI, Bandung.
Yuliartha, E., (2007), The Wedding Book Rayakan Pesta Cinta Impianmu, Gagas Media, Jakarta Selatan.