5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan, penelitian ini dapat di simpulkan bahwa penambahan enzim papain dengan dosis konsentrasi enzim 30 ml / kg pakan mendapatkan hasil yang lebih baik karena dapat meningkatkan kadar eritrosit sebanyak 450.000 sel/mm3, leukosit sebanyak 80.000, hemoglobin sebanyak 7 g/% dan hematokrit sebanyak 25.6 %. Sedangkan yang terendah terdapat paa perlakuan A (kontrol) tanpa menggunakan enzim mendapatkan nilai total eritrosit sebesar 270.000 sel/mm3, total leukosit sebesar 16.000 sel/mm3, kadar hemoglobin sebanyak 6 g/100ml, dan nilai hematokrit sebanyak 21.5 %.
5.2 Saran
Berdasarkan penelitian ini, dengan pemberian enzim papain pada pakan tepung keong mas mampu meningkatkan jumlah leukosit, diharapkan untuk kedepannya dapat dilakukan uji tantang bakteri terhadap ikan kakap putih dengan menggunakan formula pakan yang di fermentasi enzim papain sebagai bentuk dari lanjutan penelitian ini.
37
DAFTAR PUSTAKA
Alamanda IE, Noor SH dan Agung B. 2007. Penggunaan Metode Hematologi Dan Pengamatan Endoparasit Darah Untuk Penetapan Kesehatan Ikan Lele Dumbo (Clarias Gariepinus) di Kolam Budidaya Desa Mangkubumen Boyolali. Biodiversitas. Volume 8, nomor 1, halaman : 34-38
Anderson, D. P. dan Siwicki A. K. 1993. Basic hematology and serology for fish health. Symposium on Diseases Asia Aquaculture “Aquatic Animal Health and The Environment” 25-29 October 1993. Phuket, Thailand
Anggraini, A. dan Yunianta. 2015. Pengaruh suhu dan hidrolisis enzim papain terhadap sifat kimia, fisik organoleptik sari edamame. Jurnal Pangan dan Agroindustri. Vol 3 (3): 1015-1025.
Anonim, 2012b. Diktat Aneka Ternak Keong Emas. http://rohmatfapertanian. wordpress.com /2012/08/06/diktat-aneka-ternak-16-keong-mas. Tanggal akses 10 Oktober 2013.
Anonim, 2013. Pomacea canaliculata (golden apple snail). CAB International 2013. http://www.cabi.org/isc/?compid = 5&dsid = 68490&loadmodule = datasheet&page=481&site=144. Tanggal akses 10 Desember 2013.
Asma, N., Muchlisin, Z.A., Hasri, I., 2016. pengaruh Pertumbuhan dengan Kelangsungan Hidup Ikan (Osteochilus Vittatus) terhadap Ransum Yang Berbeda. Jurnal Ilmia Kelautan dan Perikanan Unsyiah 1(1): 1-11.
Bastiawan, D., M. Taukhid, Alifudin dan T.S. Dermawati. 1995. Perubahan hematologi ikan lele (Clarias gariepinus) yang di infeksi cendawa Aphanomyces sp. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia. 1(2):106-115. Blaxhall, P. C. dan Daisley K. W. 1973. Routine haematological methods for use
fish blood. Journal Fish Biology 5: 577-581.
Budidaya (BLUPPB). Perpustakaan Universitas Airlangga Karawang. Jawa Barat Dewi, N.K. 2012. Biomarker Pada Ikan Sebagai Alat Monitoring Pence maran
Logam Berat Kadmium, Timbal dan Merkuri di Perairan Kaligarang Semarang. Thesis. Universitas Diponegoro
Espelid, S., Hjelmeland K., dan Jorgensen T. 1987. The Spesificity of atlantic salmon antibodies made against the fish pathogen Vibrio salmonicida establishing the surface protein VS-P1 as the dominating antigen. Developmental and Comparative Imunology 11: 529-537
Ermina Pakki, Syaharuddin Kasim, Muzakkir Rewa, dan Sony. 2009. uji aktivitas anti bakteri enzim papain dalam sediaan krim terhadap staphylococcus aureus. Karangan Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin, Makassar, Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 13, No. 1 – (ISSN : 1410-7031).
38
Firdus dan Muchlisin Z.A. (2005). Pemanfaatan Keong Mas (Pomacea canaliculata) sebagai Pakan Alternatif untuk Budidaya Ikan Kerapu Lumpur (Epinephelus tauvina). ENVIRO. 5 (1) 64-66, Maret 2005, ISSN: 1411-4402.
Fuady, M. F., M. N. Supardjo dan Haeruddin. 2013. Pengaruh Pengelolaan Kualitas Air terhadap Tingkat kelangsungan hidup dan Laju Pertumbuhan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Di PT. Indokor Bangun Desa, Yogyakarta. Diponegoro Journal Of Maquares. 2 (4): 155-162.
Fujaya Y. 2004. Fisiologi ikan. Penerbit Rineka Cipta. 179 hal.
Giri, N.A, Suwirya, K, Pithasari, A.I. 2007. Pengaruh Kandungan Protein Pakan untuk Pertumbuhan dan Efisiensi Pakan Benih Ikan Kakap Merah (Lutjanus argentimalatus). Jurnal Perikanan. Vol IX(1): 55- 62
Hardianti, Q., Rusliadi., Mulyadi. 2016. Effect Of Feeding Made and Different Composition On Growth and Survival Seeds Of Barramundi (Lates calcarifer , Bloch ). Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia 9 (1): 1-10
Hartika, R., Mustahal, A.N. Putra. 2014. Gambaran darah ikan nila (Oreochromisniloticus) dengan penambahan dosis probiotik yang berbeda dalam pakan. Jurnal Perikanan dan Kelautan. 4(4):259-267.
Hutabarat, J., D, Rachmawati., Samidjan, I. (2016). Pengaruh Enzim Protease Papain dalam Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan dan Net Protein Ultilization Benih Ikan Lele Sangkuriang yang Dibudidaya Di Desa Wonosari, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak. Pena Akuatika. Vol 14 (1), 25-35.
Jawad, L.A., M.A. Al-Mukhtar and H.K. Ahmed. 2004. therelationship between
haematocrit and biological parameters of the indian shad,
Tenualosailisha(Family Clupeidae). Anim. BiodConserv. 27(2):47-52. Kordi, 2011. Budidaya Ikan Laut. Rineka Cipta, Jakarta
Kungvankij, P.B.J. Pudadera, JR., L.B.Tiro, JR., I.O. Potestas. 1986. Biology and Culture of Sea Bass (Lates calcarifer bloch). NACA Training Manual Series No 3.70p.Kordi, K. M. Ghufran.2007. Pengelolaan Kualitas Air dalam Budidaya Perairan. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Kurniawan, W. (2008) Hubungan Kadar Pb dalam Darah Dengan Profil Darah pada Mekanik Kendaraan Bermotor di Kota Pontianak. Semarang: Program Pasca-sarjana Universitas Diponegoro.
Lagler KF, Bardach JE, RR Miller, Passino DRM. 1977. Ichthyology. John Willey and Sons. Inc. new York-London. Hlm 506.
Marthen PDJ. 2005. Gambaran Darah Ikan Nila (Oreochromis sp.) yang Diberi Pakan Lemak Patin Sebagai Sumber Lemak dalam Pakan [Skripsi]. Program Studi Teknologi Managemen Akuakultur. Fakultas Perikanan dan Imu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Bogor. 60 hlm.
39
Nabib R, Pasaribu FH. 1989. Patologi Dan Penyakit Ikan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. Pusat Antar Universitas Bioteknologi. IPB.
Nugraha, A.P.2016. Pengaruh Penggunaan Papain Terhadap Pemanfaatan Protein Pakan dan Pertumbuhan ikan Mas. (Cyprius capio.). [Skripsi ],Universitas Diponogor,Semarang, 72 hlm.
Oktapiani, Vina. 2015. Aplikasi Enzim Papain dan Enzim Bromelin pada Proses Pengempukan Daging. vinaoktap2015.wordpress.com. Diakses : 01 Maret 2016
Perius,Y. 2011. Peranan Nutrient dan Kebutuhan Nutrisi Ikan.
https://.files.wordspress.com. 25 Juni 2015. hal.33
Rayes, R. D., I. W. Sutresna., N. Diniarti dan A. I. Supii. 2013. Pengaruh Perubahan Salinitas pada Pertumbuhan dan Sintasan Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer Bloch). Jurnal Kelautan. 6(1): 47-56.
Reed, G. 1975. Enzymes in food processing. Academic Press. New York. 212. Rosniar, F. 2013. Peningkatan Nafsu Makan dan Pertumbuhan pada Pendederan
Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) Melalui Periode Pemuasaan yang Berbeda. Institut Pertanian Bogor. Jurnal Manajemen Akuatik 2 (3): 9-16
Sadinar, B., Istiyanto, S., dan Diana, R. (2013). Pengaruh Perbedaan Dosis Pakan Keong Mas dan Ikan Rucah terhadap Kepiting Bakau. (Scylla paramamosain) Terhadap Pertumbuhan dan kelangsungan hidup dengan Sistem Battery di Tambak Tugu, Semarang. Journal of Aquaculture Management and Technology.Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013, Halaman 84-93.
Salasia, S. I. D., Sulanjari, D. dan Ratnawati A. 2001. Studi hematologi ikan air tawar. Biologi 2 (12): 710723.
Santoso, B. 2015. Teknik Pembesaran Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) Di Tambak Secara Semi Intensif dibalai Layanan Usaha Produksi Perikanan. Sani, A.2014. Pengaruh Penambahan Fukoidan pada Pakan terhadap Respon Imun
Non Spesifik Induk Ikan Nila (Oreochromis niloticus).Jurnal Galung Tropika. Vol. 3 (3): 159-170.
Sasongko A. 2001. Biomassa bakteri nitrifikasi pada berbagai bahan filter dalam system resirkulasi aliran tertutup dan pengaruhnya terhadap kondisi ikan : gambaran darah.
Sekretariat Menteri Negara Kependudukan Dan Lingkungan Hidup 1988. Pedoman Penetapan Baku Mutu Lingkungan. Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan lingkungan Hidup. Nomor Kep-02 MENKLH/I/1988 : 57 hal.Program Pasca sarjana, Institut Pertanian Bogor. Bogor.
40
SNI 7674: 2013. Pakan buatan untuk ikan kakap putih (Lates calcarifer, Bloch). BSN ICS 65.120.
Sari, W.A.P. 2012. Pemberian Enzim Papain Dapat Meningkatkan Protein Pakan dan Pertumbuhan Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus Var). Program Studi Budidaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Diponegoro, Semarang. 76 hlm
Sasongko A. 2001. Biomassa bakteri nitrifikasi pada berbagai bahan filter dalam sistem resirkulasi aliran tertutup dan pengaruhnya terhadap kondisi ikan : gambaran darah [Tesis]. Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Tiensongrusmee, B., S. Budileksono., S, Chantarasri., S.K, Yuwono dan H, Santoso. 1989. Propagation of Seabass, Lates calcarifer in Captivity. Fisheries and Aquaculture Department.
Wells RMG, Baldwin J, Seymour RS. Chirtian K, Britain T. 2005. Blood Cell Function In Two Tropical Frehswater Fishes From Australia. Comparative Biochemistry and Physiology.
Yanto, H., H. Hasan, dan Sunarto. 2015. Studi hematologi untuk diagnosa penyakit ikan secara dini di sentra produksi budidaya ikan air tawar sungai kapuas Kota Pontianak. Jurnal akuatika. 6(1): 11- 20.
41
Amirul Mu’min Dilahirkan di desa nangadhero kec aesesa kab nagekeo 16 november 1996, dari pasangan ayahanda La Umi dengan ibunda Wa Nur. Penulis masuk sekolah dasar pada tahun 2003 di SDK Puta, kabupaten Nagekeo tamat pada tahun 2009. melanjutkan pendidikan di SMPK Setelamaris Marapokot tamat pada tahun 2012. Setelah tamat SMP, penulis melanjutkan pendidikan di SMA N I Aesesa tamat pada tahun 2015. Pada tahun yang sama (2015) penulisi melanjutkan pendidikan pada jurusan budidaya perairan, fakultas pertanian di universistas muhammdiyah Makassar, dan menyelesaikan studinya pada tahun 2020 dengan karya ilmiah yang berjudul “pengamatan darah ikan kakap putih (lates calcarifer) dengan penambahan dosis enzim papain yang berbeda dalam pakan tepung keong mas”
42 LAMPIRAN
Lampiran 1. Rumus Laju Pertumbuhan (Gr)
• Laju Pertumbuhan (GR)
• Perlakuan A
Laju Pertumbuhan (GR) = berat akhir − berat awal waktu (hari) Perhitungan = 28,8−23,7 30 = 0,17 gram/hari • Laju Pertumbuhan (GR) • Perlakuan B
Laju Pertumbuhan (GR) = berat akhir − berat awal waktu (hari) Perhitungan = 28,7−20,2 30 = 0,28 gram/hari • Laju Pertumbuhan (GR) • Perlakuan C
Laju Pertumbuhan (GR) = berat akhir − berat awal waktu (hari) Perhitungan = 30,0−22,8 30 = 0,24 gram/hari • Laju Pertumbuhan (GR) • Perlakuan D
Laju Pertumbuhan (GR) = berat akhir − berat awal waktu (hari) Perhitungan = 33,4−23,7
30
= 0,32 gram/hari
• ∑ eritrosit = Rataan Sel eritrosit terhitung x pengencer volume • ∑ leukosit = Rataan Sel leukosit terhitung x pengencer
43
Lampiran 2. Analisis Statistik Laju pertumbuhan Ikan kakap putih yang diberi pakan dengan penambahan tepung keong mas terfermentasi enzim papain
ANOVA
Laju Pertumbuhan Harian
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Between Groups
6,168 3 2,056 10,688 ,004
Within Groups 1,539 8 ,192
Total 7,706 11
Laju Pertumbuhan Harian
Duncana
PERLAKUAN N
Subset for alpha = 0.05
1 2 A (KONTROL) 3 3,4667 B (15 ML) 3 3,5367 C (22,5 ML) 3 3,7067 D (30 ML) 3 5,2133 Sig. ,538 1,000
Lampiran 3. Hasil Analisa Proksimat Pakan uji
Tabel 4. Analisis proksimat pakan uji tepung keong mas setiap perlakuan.
Perlakuan KOMPOSISI (%)
Protein Lemak Kadar Abu Serat Kasar BETN
Pakan A 39,76 4,84 11,36 2,04 19,06
Pakan B 41,99 5,76 13,45 2,84 20,73
Pakan C 46,99 6,15 13,60 2,85 26,96
Pakan D 47,55 6,15 13,65 3,41 28,15
44 Lampiran 3. Dokumentasi kegiatan
Pencarian keong mas merebus keong mas
Mengeluarkan keong mas dari keong mas yg berhasil dilepas Cangkangnya dari cangkangnya
45
Prose keong mas yang di blender dijadikan tepung
Keong mas ditimbang dan dipisahkan sesuai perlakuan
Setelah dipisahkan setiap perlakuan diamankan dalam box sebagai wadah penyimpanan
46
Proses pakan yang difermentasi enzim papain
Proses pencampuran formula pakan
47
Proses pembuatan pakan
Proses penjemuran pakan
Proses penjemuran pakan
48
Prose sampling (mengukur berat dan panjang) ikan kakap putih
Sipon dalam tahap menjaga kualitas air
49
Proses pengambilan darah ikan menggunakan jarum suntik
Darah ikan yang berhasil disimpan dalam micro tabung
50
Darah yang dimasukan dalam tabung mikrokapiler disimpan disimpan dalam micro centrifuge hematokrit untuk pengujian hemat
Darah diteteskan pada micro slide