7.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah:
1. Karakteristik utama dari masyarakat pelanggan air dari proyek WSLIC adalah umur responden mayoritas berkisar antara 20-29 tahun, tingkat pendidikan relatif rendah, tingkat pendapatan mayoritas tersebar pada skala Rp 750.000,00-Rp 1.250.000,00. Tingkat penggunaan terhadap air tidak terlalu banyak, hanya sesuai dengan keperluan rumah tangga sehari-hari.
2. Nilai WTP rata-rata kelompok pertama adalah sebesar Rp 1000,00, nilai rata-rata kelompok kedua adalah sebesar Rp 703,0303 dan nilai rata-rata kelompok ketiga sebesar Rp. 498,7273 . Dari ketiga kelompok masyarakat pengguna WSLIC di atas, maka rata-rata WTP dari keseluruhan responden adalah Rp 634,21053. Nilai ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penentuan iuran WSLIC setelah adanya peningkatan pelayanan WSLIC dan perbaikan sistem distribusi air WSLIC.
3. Faktor-faktor yang berpengaruh secara nyata (signifikan) dalam model yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah faktor tingkat pendapatan (nyata pada α = 10 persen) dan faktor kelompok masyarakat pengguna air dengan proyek WSLIC (nyata pada α = 1 persen).
4. Masyarakat umumnya tidak mau membayar lebih terhadap adanya peningkatan pelayanan BPS dalam mengelola WSLIC. Tarif air yang sebelumnya berlaku dinilai sudah sesuai dan tidak perlu ada peningkatan
biaya lagi, meskipun ada peningkatan pelayanan WSLIC dari pihak pengelola (BPS), bahkan WTP yang bersedia dibayarkan lebih kecil dari iuran yang sebelumnya telah berlaku. Masyarakat memandang hal itu merupakan tugas dan kewajiban dari pihak pengelola dan tidak perlu membebani masyarakat kembali.
7.2 Saran
Dari hasil penelitian dan kondisi pengelolaan sumberdaya air di Desa Situdaun, saran yang dapat diberikan adalah:
1. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya air bersih dan sanitasi dalam rumah sehingga masyarakat dapat berperan serta lebih lagi dalam program WSLIC dan medukung pihak pengelola agar program peningkatan pelayanan WSLIC dapat berjalan dengan baik.
2. Meningkatkan manajemen pengelolaan WSLIC, sehingga dana yang terkumpul dari masyarakat untuk WSLIC teroptimalkan dan peningkatan pelayanan (perbaikan pipa, peningkatan jumlah debit air, dan distribusi air) dapat berjalan dengan baik.
3. Adanya campur tangan dari pemerintahan setempat dalam pengelolaan air bersih di Desa Situdaun, dengan kata lain tidak menyerahkan tanggung jawab seutuhnya kepada pihak pengelola WSLIC (BPS) agar pendistribusian air kepada masyarakat dan pengelolaannya optimal.
DAFTAR PUSTAKA Anonymous. 2007. http://www.worlbank.org
Ariestis. 2004. Analisis Ekonomi Pengelolaan Sumberdaya Air dalam Kerangka Kebijakan Pra dan Pasca Privatisasi. Skripsi. Departemen Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.
Arifah, F. N. 2008. Analisis Willingness to Pay Petani Terhadap Peningkatan Pelayanan Irigasi melelui Rehabilitasi Jaringan Irigasi. Skripsi. Program Studi Ekonomi Pertanian dan Sumberdaya. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.
Brouwer, R and D. Pearce. 2005. Cost-Benefit Analysis and Water Resources
Management. Edward Elgar Publishing Limited. Cheltenham.
Garrod, G and Kenneth G. W. 1999. Economic Valuation of the Environment.
Edward Elgar Publitions. USA.
Gujarati, D. 1978. Ekonometrika Dasar. Erlangga. Jakarta.
Hanley, N. and C.L. Spash. 1993. Cost Benefit Analysis and The Environment. Departement of Economics University of Stirling Scotland.
Juanda, B. 2008. Modul Kuliah Ekonometrika I. Tidak diterbitkan.
Kusuma, N. E. 2006. Analisis Ekonomi Pengelolaan Sumberdaya Air dan Kebijakan Tarif Air PDAM Kota Madiun. Skripsi. Program Studi Ekonomi Pertanian Sumberdaya. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.
Lestari, D. K. 2006. Analisis Willingness to Pay Konsumen Rumah Tangga Terhadap Peningkatan Pelayanan PDAM dan Faktor-Faktor yang mempengaruhinya. Skripsi. Program Studi Ekonomi Pertanian dan Sumberdaya. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.
Petra. 2008. Syarat-syarat Air yang Layak untuk Dikonsumsi sebagai Air Minum. www.digilib.petra.ac.id.
Putri, A. T. 2007. Analisis Ekonomi Kebijakan Tarif Air PDAM Kota Bandung serta Respon Pelanggan Terhadap Peningkatan Tarif. Skripsi. Program Studi Ekonomi Pertanian dan Sumberdaya. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.
Rajasa, M. H. 2002. Tantangan dan Peluang dalam Sumberdaya Air di Indonesia. Gramedia. Jakarta.
Sanim, B. 2003. Ekonomi Sumberdaya Air dan Manajemen Pengembangan Sektor Air Bersih Bagi Kesejahteraan Publik. IPB Press. Bogor.
Singarimbun, M dan S Effendi. 1987. Metode Penelitian Survai. Penerbit LP3ES. Jakarta.
Sujudi, A. 2004. Peresmian Proyek Air Bersih Dan Sanitasi Untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah. www.depkes.go.id. Jakarta.
Tisdell, C. 2003. Ecological and Environmental Economics, Selected Issues and
Policy Responses. Edward Elgar Publishing Limited. Northampton.
Walpole, R. E. 1997. Pengantar Statistika Edisi ke – 3. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Worldbank. 2009. Rapid Evaluation Of Government of Indonesia's
Community-Based Poverty Programs : WSLIC-2 and PAMSIMAS.
www.worldbank.org2
Lampiran 1
Sebaran Data Karakteristik Responden
U PDDKN PDPTN PLYN PGTH JPA KLPK WTP 52 3 2000000 1 1 12 1 1000 60 3 1800000 1 1 10 1 1000 32 3 500000 1 1 10 2 750 66 1 1000000 1 1 10 2 750 25 1 1000000 1 1 15 2 750 37 1 1750000 1 1 15 2 750 35 2 1700000 1 1 15 2 500 33 1 1000000 0 1 15 2 300 52 1 520000 0 0 15 2 600 76 0 1000000 1 1 15 2 750 21 1 700000 1 1 10 2 750 30 1 1000000 1 1 15 2 750 19 1 1500000 1 1 10 2 750 29 1 1750000 1 1 15 2 750 51 2 600000 0 1 13 2 750 33 1 1000000 0 1 15 2 750 54 1 500000 1 1 10 2 750 43 2 2000000 0 1 15 2 1000 30 1 500000 0 1 15 2 500 70 1 500000 1 1 20 2 750 30 1 1000000 1 1 20 2 750 20 1 600000 1 1 15 2 750 30 1 300000 0 1 20 2 500 40 1 1000000 0 1 20 2 750 50 1 525000 0 1 13 2 750 28 1 550000 1 1 15 2 300 30 1 700000 1 1 13 2 750 23 2 400000 0 1 13 2 750 23 2 1000000 0 1 16 2 750 24 0 1000000 1 1 10 2 1000 48 1 1000000 0 1 15 2 750 30 1 750000 1 1 13 2 750 28 1 1200000 1 1 12 2 750 40 0 750000 0 1 10 2 750 30 1 1000000 0 1 15 2 500 50 1 300000 0 0 4 3 500 49 2 1000000 0 1 10 3 500 28 1 900000 1 1 8 3 500
23 1 500000 0 1 8 3 625 50 0 900000 1 1 8 3 375 20 1 600000 1 1 8 3 500 42 2 2000000 1 1 15 3 1000 28 1 1200000 0 1 10 3 500 22 1 1500000 1 1 6 3 500 40 1 600000 1 1 6 3 500 46 1 300000 0 1 10 3 500 46 1 500000 0 1 30 3 750 33 1 1200000 0 1 10 3 500 22 1 1500000 1 1 10 3 500 20 0 600000 0 1 10 3 500 50 0 1100000 0 1 10 3 200 48 1 700000 1 1 15 3 200 55 1 800000 1 1 10 3 500 42 1 500000 0 1 10 3 300 35 1 1500000 0 1 10 3 500 30 0 750000 1 1 12 3 500 28 2 1000000 1 1 12 3 500
Rataan WTP pengguna WSLIC = 634.21053
Rataan Kelompok 1 1000
Rataan Kelompok 2 703.0303
Rataan Kelompok 3 497.7273
Lampiran 2
Olahan Data Statistik dengan Minitab for Windows Release 14
Regression Analysis: WTP versus U, PDDKN, PDPTN, PLYN, PGTH, JPA, KLPK
The regression equation is
WTP = 877 + 0.33 U + 33.4 PDDKN + 0.0839 PDPTN + 31.3 PLYN - 16 PGTH + 3.48 JPA
- 178 KLPK
Predictor Coef SE Coef T P VIF Constant 876.6 202.4 4.33 0.000 U 0.327 1.561 0.21 0.835 1.1 PDDKN 33.38 33.43 1.00 0.323 1.2 PDPTN 0.08385 0.04980 1.68 0.099 1.2 PLYN 31.29 44.29 0.71 0.483 1.2 PGTH -16.2 119.7 -0.14 0.893 1.2 JPA 3.481 5.371 0.65 0.520 1.2 KLPK -177.63 43.34 -4.10 0.000 1.4 S = 153.311 R-Sq = 45.9% R-Sq(adj) = 38.1% Analysis of Variance Source DF SS MS F P Regression 7 975325 139332 5.93 0.000 Residual Error 49 1151714 23504 Total 56 2127039 Source DF Seq SS U 1 19949 PDDKN 1 278406 PDPTN 1 132499 PLYN 1 30587
PGTH 1 333 JPA 1 118741 KLPK 1 394809
Unusual Observations
Obs U WTP Fit SE Fit Residual St Resid 7 35.0 500.0 809.4 46.6 -309.4 -2.12R 8 33.0 300.0 685.4 38.6 -385.4 -2.60R 9 52.0 600.0 667.5 112.5 -67.5 -0.65 X 26 28.0 300.0 677.3 43.0 -377.3 -2.56R 30 24.0 1000.0 662.9 57.3 337.1 2.37R 36 50.0 500.0 432.5 112.5 67.5 0.65 X 42 42.0 1000.0 659.2 74.5 340.8 2.54R 47 46.0 750.0 522.3 104.3 227.7 2.03RX 52 48.0 200.0 518.8 51.7 -318.8 -2.21R
R denotes an observation with a large standardized residual. X denotes an observation whose X value gives it large influence.
Durbin-Watson statistic = 1.73380
Lampiran 3
Kuesioner Penelitian
KUESIONER
Studi ANALISIS WILLINGNESS TO PAY MASYARAKAT TERHADAP PENINGKATAN PELAYANAN WSLIC (Water Sanitation for Low Income
Community) DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA (Studi Kasus Desa Situdaun, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor)
Penelitian
Gusty Elfa M Simanjuntak (H44052447)
A. Karakteristik Responden
1. Nama : ………. 2. Umur : ……… tahun
3. Pendidikan formal terakhir: a. SD / Sederajat
b. SLTP / Sederajat c. SLTA / Sederajat d. Akademi
e. Perguruan Tinggi
4. Apa pekerjaan saudara sehari-hari? a. PNS / Pegawai Negeri Sipil b. Petani
c. Wiraswasta
d. Lainnya, sebutkan……… 5. Rata-rata pendaparan saudara per bulan:
a. Rp. 0 – Rp. 500.000 b. Rp. 500.000 – Rp. 1.000.000 c. Rp. 1.000.000 – Rp. 1.500.000 d. Rp. 1.500.000 – Rp. 2.000.000 e. > Rp. 2.000.000 No. Responden:
B. Informasi tentang Kesediaan Membayar (WTP)
1. Apakah Saudara setuju dengan adanya program peningkatan pelayanan WSLIC?
a. Ya b. Tidak
2. Menurut Saudara, bagaimana tingkat pelayanan WSLIC sejauh ini? a. Baik
b. Tidak Baik
3. Apakah anda tahu mengenai iuran yang ditetapkan BPS untuk WSLIC? a. Tahu
b. Tidak tahu
4. Apakah saudara bersedia membayar iuran WSLIC setelah salurannya diperbaiki?
a. Ya b. Tidak
5. Jika saudara menjawab “Tidak”, sebutkan alasannya:
………
………
………
………
………....
6. Jika Saudara menjawab “Ya”, berapa besarnya biaya yang bersedia Saudara bayarkan per kubik? a. Rp. 0 – Rp. 500 b. Rp. 500 – Rp. 1.000 c. Rp. 1.000 – Rp. 1500 d. Rp. 1500 – Rp.2000 7. Alasan Saudara memilih besarnya biaya yang bersedia Saudara bayarkan per bulan: ……… ……… ……… ……… ……… WSLIC merupakan salah sat sumber air bersih yang digunakan masyarakat Desa Situdaun untuk konsumsi Rumah Tangga sehari-hari. Program ini berjalan sejak tahun 2005 dan dibentuk suatu badan kelembagaan yang berfungsi mengelola WSLIC tersebut. Badan ini disebut BPS (Badan Pengelola Sarana). Akhir-akhir ini timbul masalah dalam debit air yang dialirkan ke masyarakat akibat adanya saluran air irigasi di dekat sumber air yang digunakan untuk WSLIC. Akibatnya masyarakat menjadi resah dan sebagian ada yang kembali menggunakan air dari pancuran untuk kebutuhan sehari-hari. Pemerintah setempat dan BPS sendiri sedang mengusahakan adanya perbaikan saluran air untuk mengatasi masalah kurangnya debit air ini.
8. Berapa debit air rata-rata yang Saudara gunakan per bulan? a. 0 m3– 5 m3
b. 5 m3 – 10 m3 c. 10 m3 – 15 m3 d. 15 m3 – 20 m3