BAB VI. DAFTAR PUSTAKA DAFTAR LAMPIRAN
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Terdapat hubungan positif yang signifikan pada persepsi terhadap store atmosphere dengan loyalitas konsumen di Giggle Box Café & Resto Progo. Hal tersebut didapatkan dari nilai koefisien korelasi 0.506 dimana nilai tersebut masuk dalam kategori sedang. Jika, persepsi konsumen terhadap store atmosphere semakin baik maka semakin tinggi pula loyalitas konsumen. Sebaliknya, jika persepsi konsumen terhadap store atmosphere semakin buruk maka semakin rendah pula loyalitas konsumen tersebut.
2. Terdapat hubungan positif yang signifikan pada quality service dengan loyalitas konsumen di Giggle Box Café & Resto Progo. Hal tersebut didapatkan dari nilai koefisien korelasi 0.576 dimana nilai tersebut masuk dalam kategori sedang. Jadi, jika service quality suatu restoran semakin baik maka semakin baik pula loyalitas konsumen pada restoran tersebut. Sebaliknya, jika jika service quality suatu restoran semakin buruk maka semakin buruk pula loyalitas konsumen tersebut.
79
Dita Sestiana, 2014
Hubungan Antara Persepsi Terhadap Store Atmosphere Dan Service Quality Dengan Loyalitas Konsumen Di Restoran Giggle Box Progo Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka peneliti memberikan saran-saran kepada :
1. Giggle Box Café & Resto Progo
a. Persepsi Terhadap Store Atmosphere
1) Hubungan positif yang signifikan pada persepsi terhadap store atmosphere dengan loyalitas konsumen. Giggle Box perlu meingkatkan store atmosphere jika ingin meningkatkan loyalitas konsumennya.
2) Store atmosphere yang dipersepsikan netral adalah general interior meliputi colours dan lighting, scent dan sound, fixtures,
temperature, personel, merchandise, price, cleanliness. Loyalitas konsumen akan lebih tinggi apabila Giggle Box dapat mempertahankan general interior yang ada atau lebih baik jika ditingkatkan sesuai kebutuhan konsumen.
3) Store atmosphere yang dipersepsikan negatif adalah exterior
(marquee, uniqueness, dan parking) dan store layout. Berdasarkan item penelitian, peneliti menyarankan untuk meningkatkan
exterior Giggle Box, salah satunya dengan memperhatikan tata letak papan nama untuk memudahkan konsumen menemukan restoran ini. Selain itu, untuk meningkatkan store layout dengan merubah tata letak furniture dan penempatan smoking area yang lebih baik dan sesuai kebutuhan konsumen.
80
Dita Sestiana, 2014
Hubungan Antara Persepsi Terhadap Store Atmosphere Dan Service Quality Dengan Loyalitas Konsumen Di Restoran Giggle Box Progo Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
1) Hubungan positif yang signifikan pada persepsi terhadap service quality dengan loyalitas konsumen. Giggle Box perlu meingkatkan
service quality jika ingin meningkatkan loyalitas konsumennya 2) Service quality yang dipersepsikan negatif adalah responsiveness,
assurance dan emphaty. Berdasarkan hasil analisis, peneliti menyarankan untuk lebih meningkatkan kesediaan dan kemampuan para karyawan untuk membantu para pelanggan dan merespon permintaan secara cepat, meningkatkan kepercayaan pelanggan, serta berusaha lebih untuk memahami masalah para pelanggannya.
c. Loyalitas Konsumen
1) Loyalitas konsumen yang dipersepsikan negatif adalah repeat purchase, refers others dan immunity. Berdasarkan penilaian negatif konsumen tersebut peneliti menyarankan untuk meningkatkan pembelian berulang konsumen dengan membuat strategi agar konsumen dapat lebih merefrensikan Giggle Box Café & Resto pada orang lain, serta ketahanan konsumen terhadap daya tarik restoran lain sebagai salah satu bentuk upaya meningkatkan loyalitas konsumen.
2. Peneliti Selanjutnya
a. Peneliti berharap kedepannya bila memilih tempat penelitian di Giggle Box Café & Resto supaya lebih mengembangkan penelitian ini dengan membandingkan setiap cabang Giggle Box Café & Resto yang ada di Bandung.
b. Peneliti berharap item-item yang digunakan lebih dalam menggali setiap dimensi.
81
Dita Sestiana, 2014
Hubungan Antara Persepsi Terhadap Store Atmosphere Dan Service Quality Dengan Loyalitas Konsumen Di Restoran Giggle Box Progo Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
c. Peneliti berharap selanjutnya jika menggunakan variabel yang sama sebaiknya memilih tempat penelitian yang lain supaya hasil yang didapat lebih bervariasi.
Dita Sestiana, 2014
Hubungan Antara Persepsi Terhadap Store Atmosphere Dan Service Quality Dengan Loyalitas Konsumen Di Restoran Giggle Box Progo Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
A. Daftar Pustaka
Ardilla, D.T. (2013). Store Image Dengan Loyalitas Konsumen. Jurnal Online Psikologi. Vol. 01, No. 01. http://ejournal.umm.ac.id/index.php/jop/article/view/1446/1544
Diakses Tanggal 21 Januari 2015.
Aryani, D. dan Rosinta, F. (2010). Pengaruh Kualitas Layanan terhadap Kepuasan Pelanggan dalam Membentuk Loyalitas Pelanggan. Jurnal Ilmu Administrasi dan Organisasi, Bisnis dan Birokrasi. Vol. 17, No.2. hlm. 114-126.
Ayu, A.P., Fauzi, A.DH., dan Kumadji, S. (2013). Pengaruh Store Atmosphere (Suasana Toko) Terhadap Emosi dan Dampaknya Kepada Keputusan Pembelian. Jurnal Profit. Vol. 7, No. 1.
Azwar, S. (2010). Sikap Manusia teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Baker, J, Grewel, D., dan Parasuraman, A. (1994). The influence of store environment on
quality inferences and store image. Journal of the Academy of Marketing Science, 22, 328-329.
Berman, B. dan Evans, J.R. (2001), Retail Management a strategic approach, 8th Edition.
United States of America. Prentice Hall.
Davidoff, L. (1988). Pengantar Psikologi. Jakarta. Erlangga.University Press.
Dondokambey, J. (2014). Pengaruh Store Atmosphere Terhadap Perasaan Positif Hasil Perilaku Mencoba Produk di tempat. Journal of Business and Entrepreneurship.
Vol. 2, No. 1.
Fullerton, Gordon dan Shirley T. (2000)., The Role of Commitment in Service Relationship,
Kingston, Ontario: School of Business Acadia University, limited publication. Foster, Bob. (2008). Manajemen Ritel. Bandung: Alfabeta.
Giggle Box Café dan Resto Profile. http://gigglebox.co.id/about-gigglebox. Diakses tanggal 6 desember 2012.
Griffin, J.Alih bahasa: Dwi Kartini Yahya. (2005), Customer loyalty : menumbuhkan dan mempertahankan kesetiaan pelanggan. Jakarta : Erlangga
Dita Sestiana, 2014
Hubungan Antara Persepsi Terhadap Store Atmosphere Dan Service Quality Dengan Loyalitas Konsumen Di Restoran Giggle Box Progo Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Ihsan, H. (2013), Diktat Penyusunan Skala Psikologi, Bandung: Tidak Diterbitkan.
Kotler, P. (2005). Manajemen Pemasaran. (B. Molan, Trans.) Jakarta: PT. Indeks Kelompok Gramedia.
Lamb, Hair, dan Mc-Daniel, (terjemahan Oetarevia). (2001). Pemasaran, Edisi Pertama. Jakarta: Salemba Empat.
Levy dan Weitz. (2012), Retailing Management Information Center. New York: Mc Graw-Hill Higher Education
Lisan, H. dan Meldarianda, R. (2012). Pengaruh Store Atmospere Terhadap Minat Beli
Konsumen Pada Resort Cafe Atmosphere Bandung.
http://henky.lecturer.maranatha.edu/wp-content/uploads/2012/02/Store-atmosphere.pdf. Diakses tanggal 27 Oktober 2014.
Lovelock, C.H. dan Wright, L.K. (2005). Manajemen Pemasaran Jasa. Jakarta: P.T Indeks Kelompok Gramedia.
Matulessy, A. dan Zahra, S. (2012). Persepsi Terhadap Kualitas Layanan, Kepuasaan dan Loyalitas Konsumen. Jurnal Psikologi Indonesia. Vol. 1, No. 2, hal 122-129. Nazir, M. (2005). Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.
Nugraha, B.A. (2013).Persepsi Terhadap Store Atmosphere Dengan Minat Beli Konsumen di Hypermarket. Vol. 01, No. 02. Jurnal Online Psikologi. http://ejournal.umm.ac.id/index.php/jop/article/viewFile/1657/1753 . Diakses Tanggal 22 Januari 2015.
Parasuraman, Zeithaml, dan Berry. (1988). “ Servqual: A Multiple – Item Scale for Measuring Consumer Perceptions of Service Quality”, Journal of Retailling,
Vol. 4(1).
Parasuraman, A., Leonard L. Berry, dan Valarie A. Zeithaml. (1985). A Conceptual Model Of Services Quality And Its Implications For Future Research. Journal Of Marketing, Vol. 49.
Robbins, S.P. (2003). Perilaku Organisasi. Jilid I. Jakarta: PT INDEKS Kelompok Garmedia.
Dita Sestiana, 2014
Hubungan Antara Persepsi Terhadap Store Atmosphere Dan Service Quality Dengan Loyalitas Konsumen Di Restoran Giggle Box Progo Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Sarwono, J. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif & Kualitatif. Yogyakarta : Graha Ilmu. Schiffman and Lazar K. (2000). Costumer behaviour, Internasional Edition. USA: Prentice
Hall Inc.
Silalahi, U. (2010). Metode Penelitian Sosial. Bandung: PT Refika Aditama.
Sudjana, D. (2004).manjemen Program Pendidikan Untuk Pendidikan Nonformal dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Bandung : Falah Production.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Sugiyono. (2010). Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Sutisna. (2001), Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran. Bandung: Penerbit PT. Remaja Rosdakarya.
Tjiptono, Fandi. (2003). Prinsip-prinsip Quality Service. Bandung: Remaja Rosdakarya Utami, C.W. (2010). Manajemen Ritel(edisi 2). Jakarta: Salemba Empat.
Utami, S. P. (2012). Pengaruh Store Atmosphere Terhadap Brand Image Giggle Box Cafe & Resto Bandung 2012. [ Library & Knowledge Center ] MBTI, Institut Manajemen TELKOM. https://id.scribd.com/doc/138678476/13-04-176-jurnal. Diakses tanggal 27 Oktober 2014.
Zeithaml, Valerie A., Leonard L. Berry dan Parasuraman, A. (1996). Behavioral Consequences of Service Quality. Journal of Marketing.