• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN DAN SARAN

Dalam dokumen exsum_POTENSI INVESTASI.pdf (Halaman 55-58)

5.1. Kesimpulan

1. Berdasarkan analisa terhadap kondisi dan potensi serta minat investor untuk menanamkan modalnya di Provinsi Sumatera Utara, maka komoditi-komoditi yang potensial untuk dikembangkan dibagi ke dalam 3 kelompok, yaitu : a) iudustri pengolahan berdasarkan sumber daya alam, b) industri pengolahan non sumber daya alam, dan c) industri jasa.

2. Pengembangan investasi di bidang pertanian yang dapat dilakukan di Sumatera Utara meliputi : pengembangan usaha jagung, pengembangan usaha kedelai,  pengembangan usaha ubi kayu, pengembangan usaha sayur-sayuran dan  pengembangan usaha buah-buahan (salak, rambutan, marquisa, nenas, jeruk,  pisang) serta pengembangan usaha tanaman hias/bunga.

3. Pengembangan investasi bidang perkebunan yang dapat dilakukan di Sumatera Utara meliputi : pengembangan usaha kelapa sawit/karet, pengembangan usaha kopi, pengembangan usaha coklat/kakao, pengembangan usaha teh, dan  pengembangan usaha tembakau

4. Pengembangan investasi bidang perikanan yang dapat dilakukan di Sumatera Utara meliputi : pengembangan usaha budidaya perikanan, pengembangan usaha  perikanan tangkap, pengembangan usaha pembibitan ikan, pengembangan usaha industri pengolahan hasil perikanan (industri pengolahan tepung ikan, industri makanan/restauran, dan industri pakan ikan).

5. Pengembangan investasi bidang peternakan yang dapat dilakukan di Sumatera Utara meliputi : pengembangan usaha budidaya peternakan mencakup  pengembangan ternak sapi, kerbau, kambing, babi, ayam, burung puyuh (telur, susu, dan daging); pengembangan usaha pembibitan berupa pengembangan hijauan makanan ternak; pembibitan ternak sapi kambing, kerbau, domba dan ayam; pengembangan industri pembuatan semen beku/inseminasi buatan hewan ternak (lembu, kambing, domba dan kerbau); pengembangan industri pengolahan hasil peternakan; pengembangan rumah potong hewan; pengembangan industri  pengolahan/pengawetan hasil ternak; pengembangan industri makanan ternak; dan pengembangan industri pengolahan kerajinan dari kulit (tas, sepatu, tali  pinggang, souvenir dan lain-lain).

6. Pengembangan investasi di bidang kehutanan yang dapat dilakukan di Sumatera Utara meliputi : pengembangan usaha jasa perdagangan hasil hutan berlokasi di Kabupaten/Kota daerah penghasil produksi kehutanan dengan jenisnya sesuai  jenis produksi hasil kehutanan daerah; pengembangan budidaya hutan tanaman industri di Kabupaten Langkat dan Tapanuli Selatan, serta agrosilvaculture di Kabupaten Langkat; pengembangan industri pengolahan hasil kehutanan berupa furniture dari kayu dan rotan di Kota Medan, Binjai, Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Tapanuli Tengah dan Nias; pengembangan real estate (perumahan) di Kabupaten/Kota yang membutuhkan pembangunan perumahan/tempat  pemukiman; pengembangan kertas dan pulp di Kabupaten Tapanuli Utara;  pengembangan usaha ekoturism di kawasan konservasi Kabupaten Langkat,

lingkar Danau Toba Kabupaten Samosir; dan  jungle activity ekoresort  di Kabupaten Langkat, Lingkar Danau Toba Kabupaten Samosir.

7. Pengembangan investasi di bidang pariwisata yang dapat dilakukan di Sumatera Utara meliputi : pembangunan hotel dan resort   di Kota Tanjung Balai, Kabupaten Serdang Bedagai, Langkat, Simalungun, Samosir, Tapanuli Tengah,  Nias dan Nias Selatan; Theme Park   di Belawan Kota Medan, Tanjung Balai, Kabupaten Tapanuli Tengah, Nias dan Nias Selatan; serta pengembangan objek wisata bahari Danau Toba di Kabupaten Samosir, wisata Bahorok di Kabupaten Langkat, Brastagi di Karo, Kabupaten Dairi, Belawan Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kota Tanjung Balai, Kabupaten Serdang Bedagai, Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, Nias dan Nias Selatan.

8. Pengembangan investasi di bidang kesehatan yang dapat dilakukan di Sumatera Utara meliputi : pembangunan rumah sakit dan klinik swasta di seluruh Kabupaten/Kota di Sumatera Utara; pembangunan pabrik obat-obatan dan alat kedokteran di Kota Medan, Tanjung Balai, Kabupaten Tapanuli Tengah dan Simalungun; pembangunan apotik dan pembangunan laboratorium medis di seluruh Kabupaten/Kota di Sumatera Utara.

9. Pengembangan investasi di bidang pertambangan dan energi yang dapat dilakukan di Sumatera Utara meliputi : pengembangan usaha pertambangan di Kabupaten/Kota yang menghasilkan bahan tambang berupa batuara, minyak  bumi, gas bumi, gambut, bauksit, belerang, timbal, andesit, batu apung, batu gamping, bentonit, diatomea dan dolomit; pengembangan usaha jasa  perdagangan hasil pertambangan di Kabupaten/Kota yang masih terbuka untuk  jenis hasil tambang; pengembangan industri pengolahan hasil pertambangan  berupa pabrik semen (di Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Langkat, Tapanuli Utara, Simalungun dan Karo); pengembangan pabrik gelas dan bahan dari gelas (di Kota Medan, Tebing Tinggi, Binjai, Kabupaten Deli Serdang dan Tapanuli Utara); industri perhiasan (di Kota Medan, Tanjung Balai, Binjai, Kabupaten Deli Serdang, Dairi, Tapanuli Selatang, Mandailing Natal, Langkat dan Humbang Hasundutan); pengembangan pembangkit listrik (di Kabupaten Asahan, Karo, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Langkat, Mandailing Natal dan Humbang Hasundutan); pengembangan pabrik besi dan  baja (di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang); pengembangan industri  briket batubara (di Kabupaten Tapanuli Selatan, Langkat, Labuhan Batu dan  Nias); pengembangan industri bahan konstruksi, elektronika dan perkakas (di Kota Medan, Kabupaten Labuhan Batu dan Mandailing Natal); pengembangan  pabrik battere, pembungkus kabel dan korek api (di Kota Medan, Pematang Siantar, Tanjung Balai, Padang Sidimpuan, Binjai, Kabupaten Tapanuli Selatan, Mandailing Natal dan Deli Serdang); pengembangan industri kimia dan obat-obatan (di Kota Medan, Binjai, Pematang Siantar, Kabupaten Simalungun, Deli Serdang, Mandailing Natal, Langkat, Asahan dan Labuhan Batu; serta  pengembangan pabrik pupuk dan pestisida (di Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Karo, Simalungun, Tapanuli Utara, Toba Samosir, Asahan, Labuhan Batu, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan dan Langkat).

5.2. Saran dan Rekomendasi

1. Pengembangan investasi skala menengah dan kecil di Sumatera Utara akan lebih efektif untuk menggerakan ekonomi daerah dibandingkan dengan investasi skala  besar yang membutuhkan lebih banyak permintaan dan persyaratan (terutama

menyangkut situasi ekonomi makro dan stabilitas politik serta keamanan).

2. Untuk pemilihan komoditi unggulan daerah Kabupaten/Kota di Sumatera Utara harus didasarkan pada kriteria, antara lain : a) memiliki potensi kompetitif di  pasar regional maupun global; b) memiliki kompetitif produk tetapi belum dikembangkan secara optimum; c) memiliki kesesuaian spesifik untuk produk tertentu tetapi belum dikembangkan, d) merupakan komoditi strategis untuk subtitusi impor; dan) menciptakan peluang alih teknologi pada lokal partner atau small holder.

3. Investasi yang diharapkan untuk ditanam dalam skala bisnis dan komoditi yang kompetitif di Kabupaten/Kota Sumatera Utara selayaknya dapat mengakomodasikan paling sedikit 2 dari 3 kriteria, yaitu : a) modal yang siap diinvestasikan, b) membawa teknologi serta program transfernya kepada partner lokal/small holder, dan c) akses jaringan pasar regional maupun global.

4. Industri yang bahan bakunya dari hasil-hasil sumber daya alam terutama dari sektor pertanian merupakan peluang investasi andalan Kabupaten/Kota di Sumatera Utara untuk pengembangan agroindustri dengan jenis-jenis bahan  bakunya yaitu : tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan dan perikanan. Selain itu, produk bahan baku primer tanaman pangan dari Sumatera Utara  produksinya cukup besar sehingga subsektor ini memiliki potensi untuk

mendorong pertumbuhan industi sekunder yang memiliki nilai tambah untuk  pasar domestik maupun expor.

5. Untuk pengembangan potensi investasi di Sumatera Utara, diperlukan perluasan  pemanfaatan jaringan informasi, riset dan teknologi yang difokuskan untuk mendukung peningkatan produktifitas dan daya saing daerah dan komoditi unggulan daerah.

6. Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di Sumatera Utara perlu membangun dan mengembangkan jaringan sistem informasi mengenai peluang investasi daerah guna untuk mempromosikan potensi sumberdaya dan peluang investasi daerah melalui berbagai media kepada calon investor dalam negeri maupun luar negeri.

7. Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di Sumatera Utara perlu menyediakan  berbagai bentuk insentif kepada para investor termasuk penyediaan sarana dan  prasarana transportasi, komunikasi, listrik, air bersih, kemudahan perizinan dan

keringanan pajak.

8. Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di Sumatera Utara perlu membangun dan meningkatkan kualitas prasarana transportasi seperti jalan, jembatan dan  pelabuhan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas lalu lintas barang antar

kabupaten/kota dan antar provinsi guna pengembangan investasi di daerah.

9. Untuk peningkatan investasi di daerah, perlu peningkatan koordinasi antar instansi pemerintah pusat dan daerah, penciptaan birokrasi yang efisien, kepastian hukum di bidang penanaman modal, biaya ekonomi yang berdaya saing tinggi, iklim usaha yang kondusif dan keamanan berusaha.

Dalam dokumen exsum_POTENSI INVESTASI.pdf (Halaman 55-58)

Dokumen terkait