HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
KESIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil perhitungan dari metode USLE tingkat erosi yang diperbolehkan di Desa Sindangjaya Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur Jawa Barat memiliki kriteria tingkat kelas yaitu kelas tingkat laju erosi ringan, kelas tingkat laju erosi sedang, kelas tingkat laju erosi berat dan kelas tingkat laju erosi sangat berat. Plot II,V,VI dan VIII memiliki tingkat laju erosi sangat berat >480 Ton/Ha/Th dan lapisan tanah yang sangat tipis dengan memiliki kemiringan lereng 13% - 43 %. Plot I dan Plot VII memiliki tingkat laju erosi berat tanah yang tererosi yaitu 267,83 – 405,90 Ton/Ha/Th dengan kedalaman solum tanah 20 cm memiliki kemiringan lereng 22,55% – 40,54%. Plot IV dan Plot IX memiliki tingkat laju erosi sedang besarnya tanah yang tererosi yaitu 71,40% - 521,88 Ton/Ha/Th dengan kedalaman tanah 20 – 30 cm mempunyai kemiringan lereng 21,42 %- 23,25%.dan Plot III,X,XI,XII, dan XIII memiliki tingkat laju erosi ringan yaitu 16,13 – 47,20 Ton/Ha/Th. Topografi pada tanaman tersebut datar dengan kemiringan lereng 0 – 15%. Sehingga nilai LS yang dihasilkan sangat kecil 18,11 dengan kedalaman solum tanah 20 – 30 cm.
Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan di daerah penelitian Desa Sindangjaya terdapat empat kelas tingkat bahaya erosi, yaitu ringan,sedang,berat, dan sangat berat. Plot III (19,61) dengan jenis tanaman pakis haji dan semak, Plot X (44,79) dengan jenis tanaman daun bawang, wortel dan kembang kol, Plot XI (43,74) dengan jenis tanaman kubis, Plot XII (47,20) dengan jenis tanaman Cabai dan Plot XIII (16,13) ton/ha/tahun dengan jenis tanaman daun bawang. Dengan kedalaman solum tanah sedang. Tingkat bahaya erosi sedang, yaitu plot IV (71,40) ton/ha/tahun dengan jenis tanaman kembang kol yang memiliki kedalaman tanah sedang. Nilai Tingkat bahaya erosi berat pada Plot I (267,83) dengan jenis tanaman pohon pisang dan semak dan Plot VII (405,90) ton/ha/tahun dengan jenis tanaman buah bit dan daun bawang memiliki
113
kedalaman solum tanah sedang. Dan nilai tingkat bahaya erosi sangat berat yaitu pada Plot II (1.064,15) dengan jenis tanaman tanaman kayu dan semak, Plot V (586,72) dengan jenis tanaman tomat, Plot VI (565,29) dengan jenis tanaman daun bawang dan wortel , Plot VIII (978,02 ) dengan jenis tanaman sawi hijau, dan Plot IX (521,88) ta/ha/tahun dengan kedalaman tanah sedang yang memiliki jenis tanaman daun bawang dan kembang kol.
Berdasarkan hasil sampel yang sudah didapat, peneliti mengambil 13 sampel plot tanah berdasarkan kemiringan lereng,jenis tanaman dan ketinggian dengan menggunakan teknik sampel purposive. Nilai indeks bahaya erosi memiliki kriteria yaitu ringan,sedang,tinggi dan sangat tinggi. Hasil penelitian ini memiliki nilai indeks bahaya erosi dengan kriteria sangat tinggi yaitu sebesar (87,24) pada plot VIII , (79,11) pada plot II,( 63,09) pada plot VI, (52,33) pada plot V, (46,55) pada plot IX , (36,77) pada plot VII. Hasil nilai indeks bahaya erosi tinggi yaitu sebesar (6,36) pada plot IV, (4,99) pada plot X dan (4,21) pada plot XII. Hasil indeks bahaya erosi sedang sebesar (3,90) pada plot XI, (1,45) pada plot III dan (1,43) pada plot XIII. Hasil dari sampel tersebut didapat dari perhitungan metode USLE sesuai dengan hasil uji laboratorium tanah yang menunjukkan bahwa nilai indeks bahaya erosi rata – rata sangat tinggi yang membuktikan daerah penelitian adanya dampak erosi yang besar .
Hampir sebagian besar Desa Sindangjaya di gunakan sebagai lahan pertanian dengan sistem tata guna lahan yang kurang tepat. Sehingga, berpotensi terjadinya erosi. Daerah yang berpotensi erosi memiliki curah hujan tinggi sehingga mengakibatkan longsor yang berdampak pada kerusakan lahan. Hal ini terjadi karena sistem tata guna lahan yang di tanami di area kaki Gunung Gede dengan kemiringa lereng yang curam. Tingkat kemiringan lereng pada merode konservasi pada plot V (43,47%), plot IX (23,25%), plot VII (22,55%), plot VI (21,97%), dan plot IV (21,42%). Dengan menggunakan teknik konservasi teras bangku. Sedangkan plot I (40,54%), plot II (13,65%), plot III (13,98%), plot VIII (15,38%) dengan menggunakan tindakan konservasi strip cropping.
114
Berdasarkan dari hasil sampel yang didapat dari bahaya erosi. Maka, Penggunaan lahan yang tepat terdapat dalam pembatas permanen dijumpai pada sampel pengamatan I, IV, V, VI, VII, VIII, IX dan X berdasarkan pada tingkat kesuburan tanah dan kemiringan lereng. Setelah dilakukan perbaikan lahan dengan meningkatkan kesuburan tanah dan memperbaiki cara pengelolaan tanaman dengan lereng yang curam. Penggunaan lahan yang tepat terdapat dalam pembatas tidak permanen dijumpai pada sampel pengamatan II, III, XI, XII, dan XIII berdasarkan pada tingkat kesuburan tanah.
Menerapkan teknik konservasi untuk mencegah dan menghambat proses terjadinya pengikisan tanah karena adanya perubahan struktur biologi dan kimiawi akibat kesalahan dalam pengelolaan tanah, menggunakan teknik vegetatif yaitu penambahan sisa tanaman untuk menutupi tanah, pergiliran tanaman, atau pun tumpang sari. Setelah dilakukan perbaikan, lahan dapat digunakan untuk pertanian dengan skala sedang, dan lebih baik lagi untuk hutan sampai cagar alam
2. Implikasi
Adapun implikasi yang bisa diambil dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Bagi Peneliti
Peneliti dapat mengetahui adanya bahaya erosi yang terjadi di daerah penelitian dan dapat dijadikan sebagai bahan acuan untuk penelitian selanjutnya.
b. Bagi Masyarakat
Penelitian ini sebagai pedoman untuk memperkecil terjadinya kerusakan lahan akibat erosi. Agar masyarakat melakukan tindakan yang tepat dalam penggunaan lahan. Terutama bagi masyarakat Desa Sindangjaya di kawasan
115
penelitian ini wilayah pertanian harus di perhatikan dalam tata guna lahannya. Sehingga tidak memicu akan terjadinya erosi dan dapat di minimalisir dengan teknik konservasi yang tepat.
c. Bagi Pendidikan
Penelitian ini dapat memudahkan bagi siswa dan mahasiswa dalam mempelajari mengenai erosi. Khususnya, dalam mata pelajaran geografi di tingkat SMA dan Perguruan tinggi sebagai ilmu pengetahuan untuk mengetahui dampak bahaya erosi.
3. Saran
Adapun saran – saran yang didapat dari penelitian ini adalah :
a. Diperlukan tindakan konservasi lahan secara mekanis dan vegetatif. Khususnya, pada lahan pertanian untuk mengurangi dan mencegah terjadinya erosi tanah dan aliran permukaan dengan menggunakan
penanaman secara kontur, pembuatan teras, dan pemilihan tanaman penutup yang tepat.
b. Diperlukan adanya kebijakan Pemerintah Daerah dalam kegiatan
melestarikan lahan pertanian agar tidak terjadinya kerusakan lahan akibat erosi.
116
DAFTAR PUSTAKA