Rentang Usia
KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan
Dari hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Pengujian terhadap hipotesis pertama menunjukkan bahwa konflik peran
ganda berpengaruh positif dan signifikan terhadap stres kerja karyawati bank BUMN yang sudah berkeluarga di Kota Tebing tinggi. Dengan kata lain konflik peran ganda yang semakin meningkat, cenderung berdampak pada peningkatan stres kerja karyawati Bank BUMN yang sudah berkeluarga di Kota Tebing Tinggi.
2. Pengujian terhadap hipotesis kedua menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh negatif dan signifikan terhadap stres kerja karyawati bank BUMN yang sudah berkeluarga di kota Tebing Tinggi. Kecerdasan emosional ini juga yang lebih dominan dalam mempengaruhi stres kerja dibandingkan konflik peran ganda. Dengan kata lain, kecerdasan emosional
yang semakin meningkat maka berdampak pada penurunan stres kerja karyawati Bank BUMN yang sudah berkelurga di kota tebing tinggi.
3. Pengujian terhadap hipotesis ketiga menunjukkan bahwa dukungan sosial berpengaruh dan signifikan dalam memoderasi hubungan antara konflik peran ganda terhadap stres kerja karyawati bank BUMN yang sudah berkeluarga di Kota Tebing Tinggi. Artinya bahwa dukungan sosial dapat memperlemah konflik peran ganda dan berdampak pada semakin menurunnya stres kerja yang dialami karyawati Bank BUMN yang telah berkeluarga di Kota Tebing Tinggi.
4. Pengujian hipotesis keempat menunjukkan bahwa dukungan sosial berpengaruh tapi tidak signifikan dalam memoderasi hubungan antara kecerdasan emosional terhadap stres kerja karyawati bank BUMN yang sudah berkeluarga di Kota Tebing Tinggi. Artinya adanya dukungan sosial tidak mempengaruhi hubungan antara kecerdasan emosional terhadap stres kerja.
5.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, maka disarankan sebagai berikut :
1. Disarankan bagi pihak perusahaan untuk menyediakan fasilitas penitipan anak ditempat yang dekat dengan kantor ataupun hendaknya perusahaan dapat bekerja sama dengan jasa penyalur baby sitter yang terpercaya, mengingat karyawati sebagian besar memiliki balita, dengan adanya campur tangan perusahaan dalam membantu karyawati menemukan baby sitter yang baik maka karyawati akan lebih tenang bekerja karena anak mereka diasuh oleh baby sitter yang telah berpengalaman dan terpercaya. Hal ini akan
membuat nyaman karyawati dalam bekerja dan tentunya diharapkan kinerja juga semakin meningkat.
2. Disarankan kepada pihak perusahaan untuk memperhatian faktor-faktor yang mempengaruhi stres kerja karyawati khususnya masalah konflik peran ganda yang dialami karyawati karena terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap stres kerja karyawati. Misalnya mengadakan kegiatan rekreasi karyawati bersama keluarganya sebagai sarana bagi perusahaan untuk mengenal keluarga dari pada karyawati serta merupakan sarana untuk mendekatkan hubungan antara karyawati dengan keluarganya. Memberikan solusi kepada karyawati tentang konflik peran ganda serta dampak dan cara penyelesaiannya, sehingga stres kerja karyawati akan menurun. Untuk karyawati sendiri disarankan agar dapat lebih baik dalam mengatur manajemen waktu bersama keluarga misalnya menyediakan quality time bersama keluarga secara rutin hal ini akan mempererat rasa kekeluarga dalam keluarga.
3. Disarankan untuk pihak perusahaan harus meningkatkan kecerdasan emosional karyawati dengan memberikan pelatihan seperti pemberian pelatian ESQ (Emotional Spiritual Quotient) dan kegiatan kerohanian/keagamaan secara rutin. Kemudian pihak perusahaan juga dapat melakukan pembetukan tim Assesment Centreyang dapat berfungsi sebagai sarana dan prasarana untuk meningkatkan dan mengembangkan perilaku dan kompetensi karyawannya. Diharapkan kepada pimpinan agar profesional dan adil dalam menilai kinerja karyawati. Selain itu pimpinan perusahaan juga
harus dilatih untuk memiliki emosi positif dan secara rutin memberikan pengetahuan dan keterampilan kecerdasan emosional, agar para karyawati selalu dapat termotivasi kembali pada saat mereka ragu dan terperangkap dalam emosi negatif. Membiasakan karyawati untuk cerdas secara emosional akan membuat karyawati selalu dapat menjaga suasana hati dalam setiap situasi dan keadaan.
4. Bagi peneliti selanjutnya disarankan agar menambah variabel-variabel yang berbeda dengan variabel sebelumnya untuk memperkaya pengetahuan terkait stres kerja seperti kinerja dan gaya kemimpinan, dengan metode peneltian yang berbeda dan melibatkan responden yang juga bekerja pada sektor yang sangat menyita waktu seperti buruh pabrik maupun perawat di Rumah sakit.
DAFTAR PUSTAKA
Adekola, B. (2010).”Work Engagement Among Secondary School English Teachers In Nigeria.” Pakistan Journal of Social Sciences
Almasitoh, U. H. (2011). StresKerjaDitinjau Dari KonflikPeranGanda Dan DukunganSosialPadaPerawat.Psikoislamika –JurnalPsikologi Islam.
No. 8 Vol.1, 63-82
Anoraga, Panji. 2009. Psikologi Kerja. Jakarta: Rineka Cipta.
Ansel, Howard, C.(2008). Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Edisi 4. Jakarta:
Penerbit Universitas Indonesia pp 605-609
Ahmad, Aminah. (2010). Work Family Conflict among Junior Physicians: Its Mediating Role in the Relationship between Role Overload and Emotional Exhaustion.Vol. 6 No. 2 Hal. 265-271
Apollo & Cahyadi, andi. (2012). Konflik Peran Ganda Perempuan Menikah yang Bekerja Ditinjau dari Dukungan Sosial Keluarga dan Penyesuaian Diri.
Jurnal Widya Warta No. 02 Vol 0854-1981 Juli 2012.
Agustian.A.G (2008). Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosional dan Spiritual. Jakarta: Penerbit Arga.
Bellavia, G., &Frone, M. (2005). Work family conflict. In J. Barling., E.
K.,Kelloway& M. Frone (Eds.). Handbook of Work Stress.
London,(pp. 113-147) Thousand Oaks: Sage Publications.
Blog.igi.or.idi/kecerdasan - emosional.html
Cooper, R.K dan Sawaf, A. (1998). Executive EQ Kecerdasan Emosional dalam Kepemimpinan dan Organisasi (terjemahan oleh Widodo). Jakarta:
Gramedia Pustaka.
Pratiwi, Dhinar .( 2015). Hubungan konflik peran ganda dengan psychological Well being pada ibu bekerja sebagai pegawai bank Hal 1 -14
Dhian Riskiana Putri. (2016). Peran dukungan sosial dan kecerdasan emosi terhadap kesejahteraan subjektif pada remaja awal.Jurnal Indigenous Vol.
1, No. 1, Mei 2016: 12-22.
Effendy, Onong Uchjana.( 2005) Ilmu Komunikasi Teori & Praktek, PT Remaja Rosdakarya; Bandung; 2005.
Putrianti,Grace (2007) Kesuksesan peran ganda wanita karir ditinjau dari dukungan suami, optimisme, dan strategi coping
Goleman, Daniel. (2016). Emotional Intelligence : Kecerdasan Emosional.
Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Ghozali, Imam. (2013). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM spss 21 UpdatePLS Regresi. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponogoro
Hasibuan, M (2012). Manajemen Sumber Daya Manusia dan Kunci Keberhasilan.
Jakarta: Haji Mas Agung.
Handoko, T. Hani. (2008). Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia(edisi 2).Yogyakarta:BPFE.
IAng Wei Ling, IIDr. Arsiah Bahron, RostikaPetrusBoroh. (2014)A Study on Role Stress and Job Satisfaction Among Bank Employees in Kota Kinabalu, Sabah.International Journal of Research in Management & Business Studies (IJRMBS 2014).Vol. 1 No. 2 Hal. 19-23.
Indriyani, Azazah, SE., (2009).
PengaruhKonflikPeranGandadanStresKerjaterhadapKinerjaPerawatWa nitaRumahSakit (StudiKasusPadaRumahSakitRoemani Moehamadiyah Semarang).
Imama, Hazmi (2011). Hubungan antara kecerdasan emosional dan dukungan sosial dengan kecemasan menghadapi masa pensiun”. Jakarta : Universitas islam negeri syarif hidayatullah.
Kecerdasan Emosional Dalam Berkarir. Bkd.riau.go.id
Lilly, J.D., & Duffy, J.A. (2006). A gender-sensitive study of McClelland's needs, stress,and turnover intent with work-family conflict.
L. Stanley. (2007). Buku Ajar Patologi Robbins,. Edisi7. Jakarta: EGC
Mangkunegara, A.A. Prabu. 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Cetakan ketujuh. Bandung: Remaja Rosdakarya
Mastuti, I. (2006). Peran Ganda Wanita. Unpas Bandung.
http://www.pikiranrakyat.com
McNeil, L., & Sher, M. (2001). Dual-Science-Career Couples: Survey R e s u l t s . h t t p : / /www.physics.wm.edu/~sher/survey.html.
Ranu, elisabeth,(2014) stres kerja, motivasi kerja, dengan dukungan sosial sebagai variabel moderator.Jurnal Ilmu Manajemen | Volume 2 Nomor 2 hal 600 – 612.
Ummu Hany Almasitoh
Mufliha and Nisamudheen , (2016) Moderating role of gender upon the relationship between emotional exhaustion and depersonalization on work life balance among it sector employees.International Journal of Multidisciplinary Research and Development .Page No. 48-53
. (2011) PSIKOISLAMIKA, Jurnal Psikologi Islam . Vol.
8 No . 1
Northcraft,G.B, (1990). Orgazational Behavior: A Management challenge.
Florida: The Dryden Press.
Vitarini, (2009) Hubungan antara konflik peran ganda dengan stres kerja pada guru wanita sekolah dasar di Kecamatan Kebonarum, Klaten. Surakarta:
Fakultas Psikologi Universitas Muhamadiyah Surakarta.
Adawiyah, (2013) Kecerdasan Emosional, Dukungan Sosial dan Kecenderungan Burnout .Jurnal Psikologi Indonesia. Vol. 2, No. 2, hal 99 – 107.
Rivai dan jauvani, (2009) Manajemen sumber daya manusia untuk perusahaan.
Jakarta : rajawali pers.
Rivai, Veithzal (2004) ManajemenSumberDayaManusiaUntuk Perusahaan, CetakanPertama, Jakarta, PT. Raja GrafindoPersada.
Rice, P.L. (1999). Stress and Health. United States of America: Brooks/Cole Publishing company
Robbins, Stephen P. dan Timothy A. judge, (2007). Perilaku Organisasi. Jakarta:
Salemba Empat
Robbins,Stephen P. dan Timothy A. judge, (2015). Perilaku organisasi. Edisi enam belas. Jakarta: Salemba empat
Ruslina (2014) hubungan antara konflik peran ganda dengan stres kerja pada wanita bekerja(Studi kasus pada PT. Jamu Air Mancur, karanganyar) Sarafino, E. P. (2006). Health Psychology: Biopsychososial Interaction Fift
Edition. USA:John Wiley & Sons.
Senem NART andOzgur BATUR (2013). The relation between work-family conflict, job stress, organizational commitment and job performance: A study on turkish primary teachers.Journal of Research on Education.Vol. 2 No 3, Hal. 72-81.
Siahaan, Elisabeth (2016). Evaluating the Effect of Work-Family Conflict and Emotional Intelligence in Workplace. Medan : Universitas Sumatera Utara
Siahaan , Elisabeth (2017 ). Can We Rely on Job Satisfaction to reduce Employess Job Stress?. Medan : Universitas Sumatera Utara
Sofia A.M. (2003).Psikologi Kelurga.Jakarta: Rajawali Press.
Suhita.(2005).Hubungan antara dukungan social dan minat berwiraswasta dengan kecenderungan Post-Power Syndrome pada purnawirawan TNI dan POLRI. Skripsi. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Suyanto J. dan Dwi Narwoko. (2004). Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan.
Jakarta: Kencana Media Group
Sugiyono, (2010). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:
Sinulingga, Sukaria. 2016. Metode Penelitian. Medan : USU Press
Taylor, S E. Anne Peplau, L & Sears, D O. (2009). Psikologi Sosial: edisi kedua belas
Rachmawati, Tiara. (2015). Analisis hubungan antara efikasi diri pada stres melalui dukungan sosial sebagai variabel moderasi (Studi Pada Mahasiswa Unnes Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Angkatan (2011) Hal 1-16.
. Jakarta: Kencana.
T.T. (Rajan) Selvarajanet al. (2016) Role of personality and effect on the social support and work family conflict relationship. International Journal of Economics.Vol. 94, Hal.39-56.
Ummu Hany Almasitoh
Yavas, U dan E. Babakus.( 2008). Attitudinal And Behavioral Consequences of Work Family Conflict And Family-Work Conflict.
. (2011). PSIKOISLAMIKA, Jurnal Psikologi Islam . Vol.
8 No . 1
LAMPIRAN 1