ANALISIS PENGARUH KONFLIK PERAN GANDA DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP STRES KERJA DENGAN DUKUNGAN SOSIAL SEBAGAI VARIABEL MODERATING PADA KARYAWATI BANK BUM YANG
SUDAH BERKELUARGA DI KOTA TEBING TINGGI
TESIS
OLEH RUSMEWAHNI
157019084
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
2018
Tanggal Lulus
Telah diuji padaTanggal : 18 Juli 2018
PANITIA PENGUJI TESIS
Ketua : Dr. Yeni Absah, SE, M.Si
Anggota : 1. Dr. Elisabet Siahaan, SE, M.Ec
2. Prof. Dr. Prihatin Lumbanraja, SE, M.Si 3. Prof. Dr. Paham Ginting, MS
4. Dr. Amlys Saputra Silalahi, M.Si
ABSTRAK
Hampir semua karyawan menghadapi stres kerja di lingkungan kerja. Stres kerja yang tidak ditangani dengan benar akan berdampak negatif pada kesehatan fisikologis, psikologis dan perilaku. Stres kerja dapat memiliki dampak positif dan negatif terhadap diri karyawan yang bersangkutan dan organisasi. Stres yang positif merangsang karyawan untuk bekerja lebih keras dan meningkatkan inspirasi untuk kehidupan yang lebih baik dengan mengubah persepsi karyawan dan bekerja untuk mencapai kinerja karir yang baik. Namun, stres yang dibiarkan tanpa penanganan yang ketat dari perusahaan akan membuat karyawan tidak nyaman dan bahkan tertekan, sehingga kinerjanya terganggu dan tidak optimal.
Dalam jangka panjang, jika karyawan tidak dapat menangani stres dengan baik akan menyebabkan karyawan sakit dan bahkan memutuskan untuk berhenti bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh konflik peran ganda dan kecerdasan emosional terhadap stres kerja karyawati bank BUMN yang sudah menikah di Kota Tebing Tinggidengan dukungan sosial sebagai variabel moderating. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Sifat dari penelitian ini adalah penelitian explanatory research.
Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawati bank BUMN yang sudah berkeluarga di kota Tebing tinggi, sebanyak 61 orang (sampel jenuh). Skala yang digunakan menggunakan skala interval sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dan menggunakan uji interaksi pada variabel moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik peran ganda berpengaruh positif dan signifikan terhadap stres kerja karyawati dan kecerdasan emosional berpengaruh negatif dan signifikan terhadap stres kerja karyawati.
Hasil Moderasi menunjukkan bahwa dukungan sosial berpengaruh signifikan dalam memoderasi konflik peran ganda terhadap stres kerja karyawati dan dukungan sosial berpengaruh tidak signifikan dalam memoderasi hubungan antara kecerdasan emosional terhadap stres kerja karyawati.
Kata kunci: Konflik Peran Berganda, Kecerdasan Emosional, Stres Kerja,
Dukungan Sosial
ABSTRACT
Almost all employees undergo work stress in their work place. If it is not handled properly, it will have bad effect on physical and psychological health and behavior. Actually, it has positive and negative effects on employees and organization. Positively, it encourages an employee to work harder and to increase his inspiration to live a better life by changing his perception and working for a better career. However, if it is not handled seriously by a company it will make its employees inconvenient and stressed so that their performance will be bad and not optimal, get sick and quit their job. The objective of the research was to find out and analyze the influence of conflict of double role and emotional intelligence on work stress of married female employees at Bank BUMN, Tebing Tinggi with social support as moderating variable. The research used descriptive quantitative and explanatory research method. The samples were 61 married female employees at Bank BUMN, Tebing Tinggi, taken by using saturated sampling technique. The scale was interval scale, while the data were analyzed by using multiple linear regression analysis and interaction test for moderating variable. The result of the research showed that the conflict of double role had positive and significant influence on the respondents’ work stress and emotional intelligence had negative but significant influence on the respondents’ work stress. The result of moderation showed that social support had significant influence in moderating the conflict of double role and the respondents’ work stress, and social support had insignificant influence in moderating the correlation between emotional intelligence and the respondents’ work stress.
Keywords: Conflict of Double Role, Emotional Intelligence, Work Stress, Social
Support
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT dengan segala nikmat, rahmat dan karunia- Nya yang tak terhingga sehingga penulis mampu untuk menyelesaikan seluruh tahapan dalam penyusunan tesis ini yang berjudul: “Analisis pengaruh konflik peran ganda dan kecerdasan emosional terhadap stres kerja dengan dukungan sosial sebagai variabel moderating pada karyawati Bank BUMN yang telah berkeluarga di Kota Tebing Tinggi.” Sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh keahlian dalam bidang Magister Ilmu Manajemen di Departemen Ekonomi dan bisnis Universitas Sumatera Utara. Penulis tidak akan dapat menyelesaikan tesis ini tanpa dukungan dan bantuan dari pihak-pihak yang dikirimkan tuhan kepada penulis. Berkat doa orang-orang terkasih yang tiada henti maka kata demi kata dan tahap demi tahap penulis lakukan dengan penuh kerja keras dan semangat yang tiada henti. Untuk itu izinkan penulis menyampaikan rasa terima kasih yang amat dalam dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada :
1. Rektor Universitas Sumatera Utara Bapak Pof. Dr. Runtung Sitepu SH, M.
Hum. yang terhormat dan telah memberikan kesempatan bagi penulis untuk mengikuti program Magister Ilmu Manajemen di Departemen Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
2. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara Bapak Prof. Dr. Ramli SE. MS yang juga telah memberi kesempatan bagi penulis untuk mengikuti program Magister Ilmu Manajemen di Departemen Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
3. Ketua Program Studi Magister Ilmu Manajemen Ibu Dr. Endang Sulistya Rini SE. M.Si yang telah memberikan kesempatan bagi penulis untuk mengikuti program Magister Ilmu Manajemen di Departemen Ekonomi dan bisnis Universitas Sumatera Utara.
4. Ibu Dr. Yeni Absah SE. M.Si yang terhormat, selaku pembimbing utama
penulis, yang telah banyak membantu dan mengarahkan penulis dengan
penuh kesabaran memberikan saran dan koreksi selama proses
penyusunan tesis ini.
5. Ibu Dr. Elisabeth SE. M.Ec yang terhormat, selaku pembimbing dua penulis, yang telah banyak membantu dan mengarahkan penulis dengan penuh kesabaran memberikan saran dan koreksi selama proses penyusunan tesis ini.
6. Ibu Prof. Dr. Prihatin Lumban Raja SE. M.si yang terhormat, sebagai penguji penulis, yang telah memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis selama penyusunan tesis ini.
7. Bapak Prof. Dr. Paham Ginting MS. yang terhormat, sebagai penguji penulis, yang telah memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis selama penyusunan tesis ini.
8. Bapak Dr. Amlys Saputra Silalahi M.Si yang terhormat, sebagai penguji penulis, yang telah memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis selama penyusunan tesis ini.
9. Ayahanda (Alm) tercinta yang telah memberikan kasih sayang tiada henti serta Ibunda tercinta yang telah menyayangi, memotivasi serta doa yang tiada pernah henti beliau panjatkan kepada Allah SWT untuk kebaikan penulis. Tak tahu apa jadinya tanpa adanya beliau disisi penulis.
10. Kakak penulis tercinta Tuti Ramadani Am. Keb, yang telah memberikan dukungan dan motivasi yang tiada henti kepada penulis. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT.
11. Teman-teman mahasiswa/i Magister Ilmu Manajemen 2016 yang telah banyak memberikan dukungan kepada penulis selama menjalani pendidikan maupun dalam penyelesaikan tesis ini khususnya Devidayanty, Kak Darmilisani, Nindya, Bang Perkasa, Rizky dan M. Azmi terima kasih telah menjadi keluarga baru dalam kehidupan penulis (Yang selalu mengingatkan dalam kebaikan dan selalu menguatkan dalam kesulitan), Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT.
12. Semua pihak yang terkait dalam proses penyelesaian tesis ini yang tidak
bisa penulis sebutkan satu persatu.
Penulis menyadari bahwa tesis ini masih memiliki banyak kekurangan.
Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membagun demi kesempurnaan tesis ini. Dalam kesempatan ini pula izinkan penulis mengucapakan maaf yang sedalam-dalamnya atas kesalahan dan kekhilafan yang telah penulis lakukan selama menjalani masa pendidikan maupun dalam proses penyusunan tesis. Dan akhir kata dengan penuh kerendahan hati penullis panjatkan doa kepada Allah SWT, semoga kita semua selalu dalam lindungan- Nya. Dan semoga tesis ini dapat bermanfaat bagi kita semua.aamiin
Medan, Juli 2018
Penulis
157019084
Rusmewahni
RIWAYAT HIDUP
Penulis bernama Rusmewahni lahir di Kota Tebing Tinggi pada tanggal 23 Desember 1989 dari pasangan ayahanda (Alm) Tugiman dan Ibunda Tumirah.
Penulis bertempat tinggal di Desa. Penggalangan. Kab. Sedang Bedagai Kec.
Tebing Syahbandar.
Penulis menyelesaikan sekolah dasar (SD) di SD. Neg. 104325 Tebing Tinggi Kemudian melanjutkan pendidikan Sekolah menengah Pertama (SMP) di SMP Swasta Gotong Royong Jaya Tebing Tinggi. Selanjutnya penulis melanjutkan Sekolah Tingkat Atas di SMA Neg. 2 Tebing Tinggi.
Kemudian penulis melanjutkan pendidikan diploma III (DIII) di Lembaga
Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia (LP3I) Medan. Selanjutnya
penulis melanjutkan pendidikan strata 1 (S1) di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
(STIE) Pelita Bangsa Binjai. Pada tahun 2016 penulis melanjutkan Pendidikan
Strata 2 (S2) di Universitas Sumatera Utara. Fakultas Ekonomi dan Bisnis,
Program studi Magister Ilmu Managemen.
PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis yang berjudul: “Analisis pengaruh Konflik Peran Ganda dan Kecerdasan Emosional terhadap Stres Kerja dengan Dukungan Sosial sebagai variabel moderating pada karyawati Bank BUMN yang telah berkeluarga di Kota Tebing Tinggi.” Adalah benar hasil karya saya sendiri yang belum pernah dipublikasikan oleh siapapun sebelumnya.
Adapun kutipan-kutipan yang penulis lakukan pada bagian-bagian tertentu dari hasil karya orang lain dalam penulisan tesis ini, telah penulis cantumkan sumbernya secara jelas sesuai dengan norma,kaida dan etika penulisan ilmiah.
Apabila dikemudian hari ditemukan seluruh atau sebagian tesis ini bukan hasil karya penulis sendiri atau adanya plagiat dalam bagian-bagian tertentu, penulis bersedia menerima sanksi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Medan, Juli 2018 Yang menyatakan,
157019084
(Rusmewahni)
DAFTAR ISI
ABSTRAK ... i
ABSTRACT ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
RIWAYAT HIDUP ... vi
LEMBAR PERNYATAAN ... vii
DAFTAR ISI ... viii
DAFTAR TABEL ... xi
DAFTAR GAMBAR ... xii
DAFTAR LAMPIRAN ... xiii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar belakang ... 1
1.2 Rumusan masalah ... 14
1.3 Tujuan penelitian ... 14
1.4 Manfaat penelitian ... 15
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian konflik peran ganda ... 17
2.1.1 Faktor-faktor yang mempengaruhi konflik peran ganda ... 17
2.1.2 Jenis konflik peran ganda ... 18
2.1.3 Cara mengatasi konflik peran ganda ... 21
2.2 Pengertian kecerdasan emosional ... 23
2.2.1 Faktor-faktor yang mempengaruhi kecerdasan emosional.... 24
2.2.2 Dimensi kecerdasan emosional ... 26
2.3 Pengertian Stres kerja ... 29
2.3.1 Indikator stres kerja ... 30
2.3.2 Sumber- sumber stres kerja ... 31
2.3.3 Pendekatan - pendekatan stres kerja... 32
2.3.4 Cara mengatasi stres kerja ... 33
2.4 Pengertian Dukungan sosial ... 34
2.4.1 Aspek - aspek dukungan sosial ... 35
2.4.2 Sumber - sumber dukungan sosial ... 37
2.4.3 Bentuk dukungan sosial ... 39
2.4.4 Faktor – faktor yang mempengaruhi dukungan sosial ... 41
2.5 Penelitian terdahulu ... 42
2.6 Kerangka konseptual ... 59
2.6.1 Konflik peran ganda berpengaruh terhadap stres kerja ... 59
2.6.2 Kecerdasan emosional berpengaruh terhadap stres kerja ... 62
2.6.3 Konflik peran ganda berpengaruh terhadap stres kerja dengan dukungan sosial sebagai moderating ... 64
2.6.4 Kecerdasan emosional berpengaruh terhadap stres kerja dengan dukungan sosial sebagai moderating ... 66
2.7 Hipotesis ... 69
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sifat Penelitian ... 70
3.1.1 Jenis Penelitian ... 70
3.1.2 Sifat Penelitian ... 70
3.2 Tempat dan waktu penelitian ... 70
3.3 Populasi dan sampel ... 71
3.3.1 Populasi ... 71
3.3.2 Sampel ... 71
3.4 Teknik pengumpulan data ... 72
3.5 Jenis dan sumber data ... 72
3.5.1 Jenis data ... 72
3.5.2 Sumber data ... 73
3.6 Identifikasi dan operasionalisasi variabel ... 73
3.7 Uji validitas dan reabilitas ... 76
3.7.1 Uji validitas ... 76
3.7.2 Uji reabilitas ... 81
3.8 Metode analisis data ... 82
3.8.1 Analisis Statistik Deskriptif ... 82
3.8.2 Moderating Regression Analysis ... 83
3.8.3 Evaluasi Variabel Moderating ... 83
3.8.3.1 Uji Interaksi ... 83
3.8.3.2 Uji Nilai Selisih Mutlak ... 84
3.8.3.3 Uji Residual ... 84
3.8.4 Pengujian Asumsi Klasik ... 84
3.8.4.1 Uji Normalitas ... 84
3.8.4.2 Uji Multikolinearitas ... 85
3.8.4.3 Uji Heteroskedastisitas ... 86
3.8.5 Pengujian Hipotesis ... 86
3.8.5.1 Uji serempak (Uji F) ... 86
3.8.5.2 Uji secara parsial (Uji t) ... 87
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian ... 88
4.1.1 Sejarah Perusahaan ... 88
4.1.2 Visi Misi Perusahaan ... 94
4.2 Karakteristik Responden ... 96
4.2.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia ... 96
4.2.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jumlah Anak ... 97
4.2.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Anak Terkecil .. 98
4.2.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan ... 99
4.2.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Lamanya Bekerja ... 100
4.3 Analisis Statistik Deskriptif ... 101
4.3.1 Frekuensi dan Persentase jawaban responden mengenai Konflik Peran Ganda ... 102
4.3.2 Frekuensi dan Persentase jawaban responden mengenai Kecerdasan Emosional ... 107
4.3.3 Frekuensi dan Persentase jawaban responden mengenai Dukungan Sosial ... 114
4.3.4 Frekuensi dan Persentase jawaban responden mengenai Stres Kerja ... 119
4.4 Evaluasi variabel dukungan sosial ... 123
4.4.1 Uji nilai selisih mutlak ... 123
4.5 Uji Asumsi klasik ... 125
4.5.1 Uji Normalitas ... 125
4.5.2 Uji Multikolinearitas ... 127
4.4.3 Uji Heteroskedastisitas ... 128
4.6 Pengujian hipotesis ... 129
4.6.1 Uji signifikan pengaruh simultan (Uji F) ... 129
4.6.2 Uji signifikan pengaruh parsial (Uji t) ... 129
4.7 Pembahasan ... 132
4.7.1 Konflik peran ganda berpengaruh positif dan signifikan terhadap stres kerja karyawati Bank BUMN yang sudah berkeluarga di Kota Tebing Tinggi... 132
4.7.2 Kecerdasan emosional berpengaruh negatif dan signifikan Terhadap stres kerja karyawati bank BUMN yang sudah berkeluarga di Kota Tebing Tinggi ... 136
4.7.3 Dukungan sosial berpengaruh signifikan dalam memoderasi antara konflik peran ganda terhadap Stres Kerja karyawati Bank BUMN yang telah berkeluarga di Kota Tebing Tinggi... 138
4.7.4 Dukungan sosial perpengaruh tidak signifikan dalam memoderasi antara kecerdasan emosional terhadap stres kerja karyawati bank BUMN yang telah berkeluarga di Kota Tebing Tinggi ... 141
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 145
5.2 Saran ... 146
DAFTAR PUSTAKA ... 149
LAMPIRAN ... 153
DAFTAR TABEL
No Judul Halaman
1.1 Perbandingan pria dan wanita yang bekerja di Sumatera Utara ... 3
1.2 Perbandingan pria dan wanita yang bekerja di Indonesia ... 3
1.3 Karyawati yang telah berkeluarga dan memilih berhenti bekerja tahun 2014 s/d 2016 ... 8
1.4 Hasil pra survey konflik peran ganda... 10
1.5 Hasil pra survey kecerdasan emosional ... 10
1.6 Hasil pra survey dukungan sosial ... 12
1.7 Hasil pra survey stres kerja ... 13
2.1 Penelitian terdahulu ... 55
3.1 Daftar Karyawati Bank BUMN yang Sudah Berkeluarga di Kota Tebing Tinggi ... 71
3.2 Operasionalisasi variabel penelitian ... 74
3.3 Uji Validitas Terhadap Butir-Butir Pernyataan Kuesioner Variabel Konflik Peran Ganda ... 77
3.4Uji Validitas Terhadap Butir-Butir Pernyataan Kuesioner Variabel kecerdasan emosional... 78
3.5 Uji Validitas Terhadap Butir-Butir Pernyataan Kuesioner Variabel stres kerja ... 79
3.6 Uji Validitas Terhadap Butir-Butir Pernyataan Kuesioner Variabel dukungan sosial ... 80
3.7 Uji reabilitas ... 81
4.1 Distribusi Frekuensi dan Persentase konflik Peran Ganda ... 102
4.2 Distribusi Frekuensi dan Persentase Kecerdasan Emosional ... 107
4.3 Distribusi Frekuensi dan Persentase Dukungan sosial ... 114
4.4 Distribusi Frekuensi dan Persentase Stres kerja ... 119
4.5 Koefisien Regresi Selisih Mutlak Dukungan Sosial terhadap Konflik Peran Ganda
...1244.6 Koefisien Regresi Selisih Mutlak Dukungan Sosial terhadap Kecerdasan emosional... 124
4.7 Uji Normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov ... 125
4.8 Uji Multikolinearitas ... 127
4.9 Uji Heteroskedastisitas dengan uji glejser ... 128
4.10 Uji pengaruh Simultan (Uji F) ... 129
4.11 Uji Signifikansi pengaruh Parsial (uji t)... 129
4.14 Kesimpulan hasil hipotesis ... 131
DAFTAR GAMBAR
No Judul Halaman
2.1 Kerangka konseptual ... 68
4.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia ... 96
4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jumlah Anak ... 97
4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Anak Terkecil .. 98
4.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan ... 99
4.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Lamanya bekerja ... 100
4.6 Normal Probability Plot ... 126
4.7 Uji Normalitas dengan Histogram residual ... 127
DAFTAR LAMPIRAN
No Judul Halaman
1. Kuesioner Penelitian ... 153
2. Uji Validitas dan Reabilitas ... 158
3. Hasil Uji Validitas dan Reabilitas ... 162
4. Hasil jawaban Responden ... 164
5. Distribusi frekuensi dan persentase ... 170
6. Hasil pengolahan data ... 172
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang masalah
Stres kerja dihadapi oleh hampir semua karyawan dalam lingkungan kerja, stres kerja yang tidak ditangani dengan baik akan berdampak buruk bagi kesehatan fisik maupun psikis. Sebenarnya stres kerja dapat memiliki pengaruh positif maupun negatif. Stres yang bersifat positif merangsang seseorang karyawan untuk bekerja lebih keras dan meningkatkan inspirasi hidup yang lebih baik dengan cara mengubah persepsi karyawan dan pekerjaannya sehingga mencapai prestasi karir yang baik.
Namun stres yang dibiarkan begitu saja tanpa penanganan yang serius dari perusahaan akan membuat karyawan tidak nyaman bahkan tertekan, sehingga kinerja terganggu dan tidak optimal. Dalam jangka panjang apabila karyawan tidak dapat menangani stres dengan baik maka akan mengakibatkan karyawan sakit bahkan memutuskan untuk berhenti bekerja.Walaupun stres kerja dialami oleh hampir semua karyawan yang bekerja namun tingkat stres yang dialami karyawan wanita lebih tinggi dibanding karyawan pria. Terlebih bila karyawan wanita tersebut berstatus menikah. Banyak hal yang menjadikan seorang wanita yang telah menikah mengalami tingkat stres kerja yang lebih tinggi.
Namun perkembangan ekonomi di Indonesia yang semakin pesat membuat
kebutuhan rumah tangga semakin meningkat. Meningkatnya kebutuhan inilah
yang membuat sebagian besar wanita ikut serta bekerja guna memenuhi
kebutuhan keluarga. Pendidikan wanita yang semakin tinggi juga turut andil
bagian dalam keputusan wanita untuk mengambil dua peran sekaligus, para
wanita ingin menunjukkan kompetensi yang dimiliki dan mengejar karir yang diinginkan. Tuntutan dari diri sendiri dan kebutuhan hidup ini menyerukan hal yang sama yaitu keberhasilan dalam dua peranan sekaligus. Idealnya memang setiap wanita bisa menjalani semua peran dengan baik dan sempurna, namun ini bukanlah hal mudah. Banyak wanita berperan ganda mengakui bahwa secara operasional sulit untuk membagi waktu bagi urusan rumah tangga dan urusan pekerjaan.
Akibat yang sering dihadapi oleh wanita berperan ganda adalah keberhasilan setengah-setengah pada masing-masing peran atau hanya berhasil di salah satu peran saja dan peran yang lain dinomor duakan kemudian terbengkalai.
Peran ganda menjadi fenomena dalam dunia kerja yang sering dijumpai, tidak sedikit kaum wanita yang berpartisipasi dalam dunia industri perbankan di indonesia. Sumbangan wanita dalam pembangunan ekonomi terlihat dari kecenderungan partisipasi wanita dalam angkatan kerja. Partisipasi wanita saat ini bukan sekedar menuntut persamaan hak tetapi juga menyatakan fungsinya mempunyai arti bagi pembangunan dalam masyarakat Indonesia. Partisipasi wanita menyangkut peran tradisi dan transisi. Peran tradisi atau domestik mencakup peran wanita sebagai istri, ibu dan pengelola rumah tangga. Sementara peran transisi meliputi pengertian wanita sebagai tenaga kerja, anggota masyarakat dan manusia pembangunan.
Peran transisi wanita sebagai tenaga kerja turut aktif dalam kegiatan
ekonomis (mencari nafkah) diberbagai kegiatan sesuai dengan keterampilan dan
pendidikan yang dimiliki serta lapangan pekerjaan yang tersedia. Kecenderungan
wanita untuk bekerja menimbulkan banyak implikasi, antara lain tidak dapat menyeimbangkan kedua peran tersebut sehingga menimbulkan konflik.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perbandingan antara pria dan wanita yang bekerja di sumatera utara dan di Indonesia dapat dilihat pada Tabel 11 dan Tabel 12 berikut ini :
Tabel 1.1
Perbandingan pria dan wanita yang bekerja di Sumatera Utara
TAHUN PRIA (%) WANITA (%) JUMLAH (%)
2013 83.71 16.29 100
2014 83.72 16.28 100
2015 84.18 15.82 100
2016 83.97 16.03 100
2017 83.79 16.21 100
Badan Pusat Statistik /Sosial dan Kependudukan (2018) Tabel 1.2
Perbandingan pria dan wanita yang bekerja di Indonesia
TAHUN PRIA (%) WANITA (%) JUMLAH (%)
2013 85.16 14.84 100
2014 85.27 14.73 100
2015 85.37 14.63 100
2016 84.98 15.02 100
2017 84.83 15.17 100
Badan Pusat Statistik /Sosial dan Kependudukan (2018)
Berdasarkan tabel 1.1dan tabel 1.2 diatas dapat dilihat bahwa pekerja
wanita yang bekerja di sumatera 2016 dan 2017 cukup meningkat bahkan bila
dibandingkan dengan jumlah pekerja wanita di Indonesia, jumlah wanita yang
bekerja di Sumatera Utara lebih besar. Hal inilah yang menjadi salah satu
perhatian penulis mengingat menjalani dua peran sekaligus sebagai seorang pekerja sekaligus sebagai ibu rumah tangga tidaklah mudah, berbeda dengan karyawati yang berstatus masih single. Stres kerja dalam konflik peran ganda merupakan fenomena yang sering dijumpai terlebih jika pekerjaan yang dilakukan cenderung menguras tenaga dan pikiran seperti seorang karyawati bank. Adanya konflik peran ganda inilah yang menjadi dilema tersendiri terhadap kaum wanita yang bekerja. Profesionalisme dalam bekerja harus tetap ditunjukkan karyawati tanpa terkecuali karyawati yang berperan ganda sekalipun.
Dari hasil wawancara terhadap salah satu karyawati bank BUMN di Kota Tebing Tinggi mengungkapkan bahwa ketika seorang karyawati bank mempunyai konflik didalam keluarga maka hal itu juga terbawa sampai ditempat kerja sehingga karyawati kurang fokus dalam pekerjaannya kemudian karyawati juga menyatakan bahwa mereka tidak bisa melakukan hal-hal yang biasa lakukan ditempat kerja bila berada di rumah karena mereka harus fokus dengan keluarganya bila berada di rumah. Hal inilah yang menimbulkan perasaan tidak nyaman dalam bekerja.
Hasil penelitian Suryani (2014) menunjukkan bahwa konflik keluarga
berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan kemudian
stres kerja berpengaruh positif dan signifikan pada kinerja. Namun berbeda
dengan hasil penelitian yang dilakukan Sunambela (2015) dari hasil penelitiannya
menunjukkan bahwa adanya pengaruh positif antara konflik kerja dengan kinerja,
artinya semakin tinggi konflik yang terjadi maka semakin tinggi kinerja karyawan.
Hasil penelitian tersebut terdapat hasil yang tidak konsisten ( research gap)antara penelitian Suryani (2014) dengan penelitian Sunambela (2015).
Penelitian ini akan menguji konsistensi dari penelitian sebelumnya Suryani (2014) dengan Sunambela (2015) tentang konflik kerja dan stres kerja. Perbedaan dari penelitian ini adalah bahwa penelitiannya sebelumnya dilakukan di tempat- tempat Spa di Bali dan pada Surat kabar harian umum lampung post. Namun pada penelitian ini penulis melakukan penelitian di Bank-bank BUMN di kota Tebing Tinggi. Dari perbedaan tempat penelitian yang dilakukan tersebut, penulis ingin melihat, apakah akan memberikan hasil yang berbeda atau tidak.
Selain konflik peran ganda salah satu yang menyebabkan stres kerja
karyawati adalah rendahnya karyawati dalam mengelolah perasaan, yang biasa
dikenal dengan istilah kecerdasan emosional. Selama satu dekade terakhir
berbagai cara telah dilakukan para ilmuan baik dibidang perilaku organisasi
maupun psikologi industri yang mencoba membahas dampak kecerdasan
emosional terhadap stres kerja maupun prestasi individual dalam organisasi
seperti kinerja.Fenomena yang terjadi mengenai kecerdasan emosional pada
karyawati bank BUMN di Kota Tebing Tinggi adalah karyawati sering mengalami
emosi ketika memiliki beban kerja yang berat sehingga karyawati lebih mudah
marah dan sensitif terhadap rekan kerja, karyawati juga menyatakan bahwa
kadang-kadang mereka merasa kesal tapi mereka tidak dapat menentukan dengan
tepat hal apa yang membuat mereka kesal. Begitu juga dengan perasaan bahagia
karyawati kurang dapat mengetahui apa saja yang membuat mereka bahagia.
Burnett dan Pettijhon (2015) dari hasil penelitiannya menunjukkan bahwa karyawan dengan tingkat kecerdasan emosional yang tinggi akan lebih mampu mengendalikan tingkat stres karena mereka memahami faktor- faktor penyebab yang berkaitan dengan stres sehingga karyawan dapat mengendalikan faktor- faktor tersebut. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Aghdasi et al (2011) dalam penelitiannya menemukan bahwa kecerdasan emosional tidak berpengaruh terhadap stres kerja. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa tinggi rendahnya tingkat stres tidak dipengaruhi oleh kemampuan karyawan dalam mengelola emosinya. Hasil penelitian tersebut terdapat hasil yang tidak konsisten ( research gap)antara penelitianBurnett dan Pettijhon (2015) dengan penelitian Aghdasi et al (2011). Perbedaan penelitian yang dilakukan penulis adalah membuat dukungan sosial sebagai variabel moderating. Penulis ingin melihat apakah dukungan sosial memoderasi kecerdasan emosional terhadap stres kerja, jika peneliti sebelumnya meneliti seluruh responden baik karyawan pria maupun wanita maka penelitian ini akan mempersempit responden dengan hanya meneliti karyawati yang sudah berkeluarga saja. Karyawati yang sudah berkeluarga tentu akan mengalami kesulitan-kesulitan tersendiri karena masalah yang dihadapi cenderung lebih kompleks jika dibandingkan karyawan pria. Penulis ingin melihat hasil yang akan diperoleh dengan adanya perbedaan gender dan status.
Dari Hasil Pra Survey yang dilakukan peneliti terdapat indikasi kurangnya
dukungan sosial yang didapat karyawati bank BUMN di Kota Tebing Tinggi baik
dari atasan, rekan kerja maupun dari pasangan/keluarga. Seperti atasan yang
selalu menuntut target yang harus tercapai tanpa memberi dukungan secara moril,
Atasan yang tidak selalu adil dalam menilai kinerja mereka, keluarga yang tidak memberikan dukungan secara penuh terhadap pekerjaan yang dilakukan serta rekan kerja yang tidak mau membantu rekan kerja yang sedang mengalami kesulitan dalam pekerjaannya.
Konflik peran ganda, kecerdasan emosional dan dukungan sosial inilah yang menjadi pemicu stres kerja. Seperti yang dinyatakan oleh Northcraft (1990) bahwa ada beberapa faktor penyebab stres yang berkaitan dengan individu yaitu kondisi organisasi, tuntutan sosial dan keluarga, dan karakterisktik kepribadian.
Stres kerja sendiri sangat dipengaruhi oleh dukungan sosial khususnya bagi pekerja wanita yang sudah menikah. Terlebih untuk wanita yang tinggal di Indonesia karena di Indonesia sendiri kental dengan budaya yang mengharuskan wanita untuk dapat mengurus suami dan anaknya dengan baik tanpa terkecuali wanita yang bekerja sekalipun. salah satu profesi yang rentan mengalami stres kerja yaitu profesi sebagai karyawati bank. Stres kerja yang dialam karyawati bank BUMN yang sudah berkeluarga di Kota Tebing Tinggi seperti seringnya meraskan sakit kepala apabila terlalu banyak berpikir dalam penyelesaian pekerjaan serta pekerjaan yang berat cenderung membuat mudah bosan berada dikantor.
Pekerjaan sebagai karyawati bank selain dituntut mencapai target dalam
pekerjaannya, profesi ini juga menuntut adanya ketelitian,kedisiplinan dan
kecermatan serta tanggung jawab yang tinggi sehingga sering menyebabkan stres
atau tekanan mental pada karyawati bank terlebih jika kurangnya dukungan sosial
yang didapatkan. Disamping itu setiap pekerjaan bisa dikatakan sebagai penyebab
munculnya stres, karena didasari adanya beban kerja yang terlalu banyak, konflik peran dan adanya proses penyesuaian hubungan dengan orang lain (Smet,2004).
Stres yang terjadi ditempat kerja merupakan hasil reaksi emosi dan fisik akibat kegagalan individu beradaptasi di lingkungan kerja dimana terjadi ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan.
Menurut Hasibuan (2012 : 204) berpendapat bahwa stres adalah Orang- orang yang mengalami stres menjadi nervous dan merasakan kekuatiran kronis sehingga mereka sering menjadi marah-marah, agresif, tidak dapat relaks, atau memperlihatkan sikap yang tidak kooperatif. Tarupolo (2002) mendefinisikan stres kerja adalah suatu proses yang menyebabkan seseorang merasa sakit, tidak nyaman atau tegang karena pekerjaan, tempat kerja atau situasi kerja tertentu.
Dari berbagai pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa pengertian stres kerja adalah suatu reaksi perasaan tertekan atau keadaan terganggu baik fisik, psikologis, maupun perilaku yang dialami oleh karyawan/i dalam menghadapi pekerjaan. Hal demikian juga dialami karyawati bank BUMN di Kota Tebing Tinggi. Berdasarkan hasil pra survey yang dilakukan, terdapat indikasi stres kerja yang dialami karyawati bank BUMN dikota Tebing Tinggi hal ini dapat dilihat dari tabel berikut ini :
Tabel 1.3
Karyawati yang Telah Berkeluarga dan Memilih Berhenti Bekerja Tahun 2014 s/d 2016
Tahun Jumlah karyawati
yang sudah berkeluarga
Jumlah karyawati Yang berhenti bekerja Bank Mandiri
2014 13 1
2015 12 1
2016 12 1
Bank Rakyat Indonesia
2014 34 3
2016 37 3 Bank Negara Indonesia
2014 14 1
2015 13 0
2016 13 1
Jumlah 180 13
Sumber : Human resources development/SDM masing-masing bank (2017)
Dari Tabel 1.3 dapat dilihat bahwa hampir setiap tahunnya terdapat karyawati yang memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya. Hal ini diduga karena adanya beberapa faktor seperti stres kerja yang dialami karyawati karena kurangnya dukungan sosial yang didapatkan ketika ia menjalankan pekerjaannya.
Hal ini diperkuat oleh hasil wawancara singkat yang dilakukan peneliti terhadap Human resources development terhadap masing-masing Bank BUMN Di Kota Tebing Tinggi. Secara umum ketika peneliti melakukan wawancara terhadap HRD masing-masing Bank BUMN di Kota Tebing Tinggi mereka mengatakan bahwa rata- rata karyawati bank yang sudah berkeluarga di Kota Tebing Tinggi memutuskan berhenti bekerja karena mereka ingin fokus mengurus keluarganya (Suami dan anak) hal ini dilakukan karena permintaan dari pasangan/suami maupun atas keinginan diri sendiri.
Padahal karyawati yang bekerja di bank BUMN akan mendapat beberapa keuntungan seperti kepastian jenjang karir, tunjungan dan asuransi, jaminan hari tua, fasiliatas bantuan hukum serta dapat melanjutkan studi. Dari pemaparan di atas maka seharusnya karyawati yang bekerja dibank BUMN tidak memutuskan berhenti bekerja tapi pada kenyataan hampir setiap tahunnnya ada saja karyawati bank BUMN di Kota Tebimg Tinggi yang memutuskan untuk berhenti bekerja.
Kurangnya dukungan sosial yang didapatkan akan berakibat menurunnya
kinerja karyawati bahwa memutuskan untuk berhenti bekerja. Dukungan sosial
yang dimaksud tidak hanya dukungan dari atasan maupun rekan kerja saja melainkan hal yang paling penting merupakan dukungan keluarga seperti suami/pasangan. Berikut hasil pra survey yang dilakukan penulis dengan menyebar kuesioner kepada 20 karyawati bank BUMN yang sudah berkeluarga di Kota Tebing Tinggi pada September 2017 sampai dengan Oktober 2017.
Tabel 1.4
Hasil pra Survey Konflik Peran Ganda
No Pernyataan
Persentase yang menyatakan Iya (%) Tidak (%) 1 Kadang-kadang saya merasa bersalah karena
meninggalkan anak untuk bekerja seharian
70 30
2 Persoalan keluarga mengganggu konsentrasi saya dalam bekerja
65 35
Sumber : Karyawati bank BUMN yang sudah berkeluarga di Kota Tebing Tinggi Dari hasil pra survey pada table 1.4 maka hasilnya adalah 70% karyawati merasa bersalah ketika mereka meninggalkan anak untuk bekerja seharian. Hal ini disebabkan adanya naluri keibuan yang ada dalam diri karyawati, karyawati merasa bahwa dirinya tidak dapat meluangkan waktu yang banyak terhadap anaknya. Untuk pernyataan persoalan keluarga mengganggu konsentrasi dalam bekerja maka 65% karyawati menjawab “Iya” karena tidak dapat dipungkiri bahwa tidak semua orang khususnya karyawati yang sudah berkeluarga dapat melupakan masalah begitu saja ketika sedang bekerja, hal inilah yang dapat menyebabkan stres kerja seorang karyawati.
Tabel 1.5
No Pernyataan
Persentase yang menyatakan Iya (%) Tidak (%) 1 Pekerjaan yang berat cenderung membuat saya
mudah marah dengan rekan kerja
80 20
2 Ketika saya sedang marah maka saya meluapkan begitu saja
25 75
Sumber : Karyawati bank BUMN yang sudah berkeluarga di Kota Tebing Tinggi Dari hasil pra survey mengenai Kecerdasan Emosional dengan pernyataan, Pekerjaan yang berat cenderung membuat saya mudah marah dengan rekan kerja maka 80% karyawati menjawab “Iya”. Tidak dapat dipungkiri bahwa beban kerja yang berat dapat menyebabkan seorang karyawati mudah marah hal ini terjadi karena adanya perasaan tertekan dan tidak nyaman atas pekerjaan yang dilakukan.
Menurut Safarina (2009) marah merupakan sesuatu yang bersifat sosial dan biasanya terjadi jika mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dalam interaksi sosial.
Untuk pernyataan ketika saya sedang marah maka saya meluapkan begitu saja maka hanya 25% karyawati yang menyatakan “Iya” tetapi 75% menyatakan
“Tidak” hal ini karena perkembangan self control pada dasarnya sejalan dengan bertambahnya usia seseorang. Semakin dewasa diharapkan mempunyai self control yang lebih baik dibanding saat remaja dan anak-anak.
Self control juga dipengaruhi oleh ilmu dan tingkat pendidikan seseorang.
Seseorang yang sudah dewasa dan berpendidikan tinggi cenderung dapat
mengontrol emosinya dengan baik dan hal ini juga yang ditemui pada karyawati
bank BUMN yang sudah berkeluarga di Kota Tebing Tinggi, walaupun dalam
keadaan marah karyawati tidak mau meluapkan amarahnya begitu saja.
Selain faktor diatas faktor yang menyebabkan karyawati dapat mengontrol emosinya adalah karena sebelum memasuki dunia kerja karyawan juga mendapatkan pelatihan kepribadian yang diberikan perusahaan sehingga karyawan mampu mengontrol emosinya dengan baik.
Tabel 1.6
Hasil Pra Survey Dukungan Sosial
No Pertanyaan
Persentase yang menyatakan Iya (%) Tidak (%) 1 Suami saya sangat mendukung pekerjaan saya 50 50 2 Atasan saya selalu memberikan dukungan dan
semangat ketika saya menghadapi masalah dalam pekerjaan
30 70
Sumber : Karyawati bank BUMN yang sudah berkeluarga di Kota Tebing Tinggi Dari Tabel 1.6 mengenai dukungan sosial dengan pernyataan suami saya sangat mendukung pekerjaan saya maka 50% menjawab “Iya” dan 50%
menjawab “Tidak” dari survey diatas diketahui bahwa tingkat dukungan sosial yang didapatkan karyawati khususnya oleh pasangan/suami masih terlihat kurang hal ini terlihat dari hasil survey yang dilakukan. Bahwa hanya 50% suami yang sangat mendukung sementara 50% lainnya kurang mendukung pekerjaan pasangannya.
Untuk pernyataan, atasan saya selalu memberikan dukungan dan semangat ketika saya menghadapi masalah dalam pekerjaan maka hanya 30% yang menjawab “Iya” Sedangkan 70% menjawab “Tidak” hal ini terjadi karena karyawati merasa dukungan yang diberikan atasan kepada bawahannya sangat kurang. Atasan hanya selalu menuntut kinerja yang baik tanpa memberikan dukungan dan motivasi terhadap karyawan yang kesulitan dalam pekerjaaannya.
Tabel 1.7
No Pertanyaan
Persentase yang menyatakan Iya (%) Tidak (%) 1 Apabila saya melakukan beban kerja yang berat
saya akan merasa pusing
70 30
2 Saya merasa sangat cemas ketika melakukan kesalahan dalam bekerja
85 15
3 Saya kehilangan nafsu makan ketika memikirkan beban kerja yang berat
60 40