Kesimpulan ditarik dari hasil pembahasan dan disajikan dalam kalimat- kalimat yang lugas dengan mengingat permasalahan dan tujuan penulisan.
Saran ditujukan untuk pihak yang dapat memetik manfaat dari hasil kerja praktek. Saran- saran yang diajukan berhubungan dengan penerapan hasil, perbaikan, dan penyempurnaan metode, perluasan lingkup kajian, dsb. Menjelaskan tindakan yang perlu diambil untuk tindak lanjut yang lebih baik dari hasil pemecahan masalah.
1.6;
Tugas Kerja Praktek
1.6.1;Tugas umum
a. Gambaran umum perusahaan b. Struktur organisasi
c. Manajemen perawatan bengkel
1.6.2 Tugas khusus
Mempelajari perawatan berkala pada mobil toyota yaris manual transmisi.
BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
2.1;
Sejarah Singkat PT. Nasmoco Kaligawe Semarang
PT. Nasmoco adalah perusahaan dagang dan jasa yang merupakan anak cabang dari PT. New Ratna Motor yang berdiri pata tahun 1966. PT. New Ratna Motor didirikan pada tanggal 15 April 1961 yang khusus menangani penjualan kendaraan merk Toyota, dengan nama PT. Ratna Dewi Motor oleh Bapak Agustinus Hardjo Budi, pimpinan sekaligus pemilik perusahaan.
Pada awalnya perusahaan bertindak sebagai dealer dari NV. Honas Jakarta untuk wilayah penjualan di Jawa Tengah dan DIY. Perusahaan mengontrak bangunan di jalan MH. Thamrin No. 14- 16 Semarang pada tahun 1965, kemudian digunakan sebagai ruang pamer dan bengkel. Dengan adanya tempat yang baru tersebut, diharapkan semua pelayanan kepada konsumen dapat berjalan lancar dan memuaskan.
Mulai tahun 1965 sampai dengan tahun 1969, PT. Ratna Dewi Motor banyak mengimpor kendaraan Toyota dalam bentuk Semi Knock
Down ( SKD ). Mengimpor kendaraan Toyota dalam bentuk bagian- bagian
mobil, setelah sampai di Indonesia hanya tinggal merakitnya. Kendaraan tersebut antara lain pick-up Toyota 8000, Hilux, dan Land Cruiser.
Pada tahun 1970, Kendaraan Toyota di Indonesia untuk ke tiga kalinya berpindah dari PT. Gaya Motor ke PT. Astra International Inc Toyota. Riwayat usaha PT. Ratna Dewi Motor melaju dengan datangnya tuan Z. Kagona sebagai represintatif Toyota Motor Thailand Co Ltd. Dorongan diberikan kepada PT. Ratna Dewi Motor untuk melakukan investasi yang lebih besar, mengingat akan bertambah besarnya pemasaran kendaraan Toyota di Indonesia. Atas usul Tuan Kagona tersebut, maka pada tahun 1971 perusahaan membeli dan menempati ruang pamer dan bengkel. Saat itu pula dilakukan pergantian nama dari PT. Ratna Dewi Motor menjadi PT. New Ratna Motor.
Pada tanggal 30 Agustus 1972, PT. New Ratna Motor ditunjuk sebagai dealer resmi Toyota ( Authorized Toyota Main Dealer ) Jawa Tengah. Dengan bantuan PT. Toyota Astra Motor, maka PT. New Ratna Motor semakin berkembang. Oleh sebab itu, PT. New Ratna Motor berkeinginan untuk mendirikan perwakilan di berbagai kota di Jawa Tengah dan DIY. Pada tahun 1974, PT. New Ratna Motor mulai mengembangkan usahanya dengan mendirikan beberapa dealer di Jawa Tengah dan DIY. Sampai saat ini PT. New Ratna Motor mempunyai 12 Cabang perusahaan, yaitu :
a PT. Nasmoco Kaligawe Km 5 Semarang.
b PT. Nasmoco Pemuda, Jalan Pemuda 72 Semarang.
c PT. Nasmoco Magelang, jalan Raya Magelang- Yogyakarta Km 5 Magelang.
d PT. Nasmoco Salatiga, Jalan Diponegoro 17 Salatiga.
e Sumber Motor Sakti, jalan Kartasura Km 8 Pabelan Surakarta. f Candra Pratama, Jalan Raya Kalibanger Pekalongan.
g PT. Nasmoco Purwokerto, Jalan Gerilya Timur Purwokerto. h PT. Nasmoco Cilacap, Jalan MT. Haryono 81 Cilacap. i Bengawan Abadi Motor, Jalan Slamet Riyadi 558 Solo. j Sumber Bahtera Motor, Jalan Magelang Km 7 Yogyakarta. k PT. Nasmoco Majapahit, Jalan Majapahit Semarang. l PT. Nasmoco Janti, Yogyakarta.
Ide pembukaan cabang di jalan Kaligawe Semarang muncul disebabkan tidak adanya kemungkinan perluasan ruang pamer dan bengkel, karena letak perusahaan yang berada di tengah kota. Sehingga kemudian direncanakan pendirian Show Room dan Work Shop baru unit II, di jalan Kaligawe Semarang.
Peresmian show room dan work shop baru tersebut dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus 1977 oleh Bapak Hardianto sebagai Walikota II Semarang. Serta disyahkan dengan akte notaris No. 83 Tahun 1977, dan berstatus perusahaan dengan badan hukum berbentuk PT. ( Perseroan Terbatas ). Nama PT. Nasmoco sendiri merupakan singkatan dari New Asiatik Motor Company.
Lokasi perusahaan PT. Nasmoco Kaligawe berada di Jalan Kaligawe Km 5 Semarang, Telepon 025- 6580100, fax. 024-6580200. Dengan luas area dealer 11.250 m2, luas bangunan untuk general repair 1.300 m2, body repair : 3.700 m2, dan untuk gedung atau kantor : 900 m2. 2.2;
Visi dan Misi Perusahaan
a Visi
PT. Nasmoco Kaligawe Semarang mempunyai visi untuk menjadi pelaku usaha pelayanan di bidang otomotif yang profesional, berkualitas, dan dapat menjadi pemimpin pasar otomotif di era globalisasi.
b Misi
PT. Nasmoco Kaligawe Semarang mempunyai misi meningkatkan profesionalisme karyawan dengan berbasiskan teknologi modern untuk memberikan totalitas kepuasan pelanggan dan menghasilkan keuntungan yang optimal bagi pemegang saham. Terus Berusaha meningkatkan kesejahteraan karyawan, serta ikut berperan dalam kepedulian lingkungan dan sosial.
c Catur Marga
Perusahaanku adalah sawah ladangku. Pembaharuan untuk kemajuan harus selalu ku lakukan. Hari ini saya harus lebih baik dari hari kemarin. Kemajuan perusahaan adalah kesejahteraan bagi karyawan.
2.3;
Budaya Kerja Perusahaan
PT. Nasmoco Kaligawe Semarang mengedepankan pelayanan optimal, memperhatikan keinginan, kebutuhan pelanggan, dan menempatkan pelanggan di urutan teratas. Budaya kerja di Nasmoco Group untuk pelayanan pelanggan adalah 5S ( Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun ).
2.4;
Logo Perusahaan
PT. Nasmoco Kaligawe Semarang mempunyai logo perusahaan yang mempunyai makna dan filosofi.
Gambar 2.1. Logo Perusahaan
Sketsa kendaraan dengan warna yang berbeda menggambarkan hubungan antara karyawan, perusahaan, dan pelanggan, yang senantiasa terjalin. Karyawan sebagai aspek terpenting dalam perusahaan, diharapkan mampu memberikan kualitas layanan yang terbaik untuk pelanggan. Sehingga dari kepuasan pelanggan tersebut, akan memberikan input untuk
kemajuan perusahaan, yang nantinya mampu membawa kebaikan dan kemajuan bagi seluruh karyawan.
2.5;
Bidang Usaha dan Wilayah Pemasaran
2.5.1;Bidang Usaha
PT. Nasmoco Kaligawe Semarang merupakan suatu perseroan terbatas yang bergerak dalam bidang penjualan mobil merk Toyota, layanan bengkel, dan penjualan spare part Toyota. Adapun bidang usaha yang dilakukan PT. Nasmoco Kaligawe Semarang adalah : a Kendaraan Bermotor ( Vehicle Division )
Melayani penjualan kendaraan bermotor merk Toyota untuk wilayah Semarang dan sekitarnya. Sistem penjualan kendaraan Toyota di PT. Nasmoco Kaligawe Semarang adalah penjualan tunai dan penjualan kredit. Sedangkan prosedur penjualan kendaraan Toyota, yaitu pelanggan melakukan transaksi pembelian dengan memilih jenis kendaraan yang akan dibeli. Setelah ada persetujuan harga, pelanggan melakukan pemesanan kendaraan, sekaligus membayar uang muka sebagai tanda jadi.
Melayani penjualan suku cadang kendaraan bermotor merk Toyota untuk melayani kebutuhan perawatan dan perbaikan kendaraan Toyota.
c Bengkel Perbaikan dan Pemeliharaan
Memberikan pelayanan, perbaikan, dan perawatan untuk kendaraan bermotor merk Toyota, juga melayani Toyota
Warranty Claim.
2.5.2;
Wilayah Pemasaran
PT. Nasmoco Kaligawe Semarang memberikan pelayanan kemudahan bagi para peminat mobil Toyota, baik yang berada di dalam kota Semarang, maupun yang ada di luar kota Semarang. Memberikan Kemudahan apabila membutuhkan suku cadang dan perbaikan, serta pembelian mobil merk Toyota :
a PT. Nasmoco Kaligawe
Jl. Kaligawe Km 5, telp (024) 6580100 Semarang
b PT. Nasmoco Pemuda
Jl. Pemuda No. 72, telp (024) 3540550 Semarang
c PT. Nasmoco Majapahit
Jl. Brigjen Sudiarto No. 426, telp (024) 6722872 Semarang
d PT. Nasmoco Gombel
Semarang
e PT. Nasmoco Slamet Riyadi
Jl. Slamet Riyadi No. 558, telp (0271) 715355 Solo
f PT. Nasmoco Solo Baru
Jl. Raya Solo Permai JA No. 1, telp (0271) 621000 Solo Baru, Solo
g PT. Nasmoco Mlati
Jl. Magelang Km. 7, Mlati, telp (0274) 868992 Sleman, Yogyakarta
h PT. Nasmoco Janti
Jl. Ringroad Timur No. 58 A, telp (0274) 452040 Janti, Yogyakarta
i PT. Nasmoco Cilacap
Jl. MT Haryono No. 81, telp (0282) 533200 Cilacap
j PT. Nasmoco Purwokerto
Jl. Gerilya Timur No.56, telp (0281) 634436 Purwokerto
k PT. Nasmoco Magelang
Jl. Raya Magelang Km 5, telp (0293) 326871 Mertoudan, Magelang
Jl. P. Diponegoro No.171, telp (0298) 325396 Salatiga
m PT. Nasmoco Pekalongan
Jl. Raya Kalibanger Km 3, telp (0258) 420020 Pekalongan
n PT. Nasmoco Wonosobo
Jl. Banyumas Km 3, telp (028) 6323600 Selomerto, Wonosobo
o CV. Chandra Motor
Jl. Martoloyo No.113- 115, telp (0283) 350866 Tegal
p CV. Surya Indah Motor
Jl. Raya Kudus- Pati Km 4, telp (0291) 433215 Kudus
2.6;
Lokasi Perusahaan
a Letak PerusahaanPemilihan lokasi yang strategis perlu diperhatikan bagi pihak perusahaan karena dapat melancarkan kinerja perusahaan dalam memberi pelayanan kepada pelanggan. PT. Nasmoco Kaligawe Semarang berada di Jl. Raya Kaligawe Km 5 Semarang 50112, Jawa Tengah. Dengan luas seluruhnya 2.976 m2, terdiri dari panjang 124 meter dan lebar 24 meter. Gambar lokasi perusahaan PT. Nasmoco Kaligawe Semarang seperti terlihat pada gambar.2.2 berikut.
b Lay Out Bengkel PT. Nasmoco Kaligawe Semarang
Tabel 2.1. Keterangan Jumlah Stall Bengkel Nasmoco Kaligawe
Stall ID Jumlah Stall Keterangan
Stall Penerimaan Servis 4
Stall SBENP 5 Stall ; 1,3,2,4,6
Stall SBE 11 Stall ; 5, 8, 9, 10,11 Stall GRP 12, 13, 14, 15, 16 Stall Dyna 5 Stall ; 40, 42, 44, 46, 48, 50
Stall Spooring & Balancing 3 Stall ; 17, 19, 21
Stall AC 2 Stall ; 30, 32, 34
Stall Stoppage 5 Stall ; 23, 25, 27, 29,31
Stall Waiting for Servis 10
Stall FI 4 Stall ; 18, 20, 22, 24
Stall CO 1 Stall : 26
Stall Tunggu penyerahan GRP 10
Stall Cuci GRP 2
Stall Penyerahan GRP 2
Summary 64
Jumlah Stall Produktif 39
2.7 Personalia Perusahaan
Karyawan tetap PT. Nasmoco Kaligawe adalah karyawan yang sudah diangkat sebagai pegawai, tidak terikat kontrak, dan akan bekerja sampai waktunya pensiun. Karyawan tetap dapat diberhentikan dari perusahaan apabila melakukan suatu kesalahan yang tidak dapat ditoleransi, atau bila karyawan yang bersangkutan mengajukan pengunduran diri.
Karyawan yang tergolong sebagai karyawan tetap di PT. Nasmoco Kaligawe Semarang adalah kepala cabang, administration section head,
supervisor, kepala bengkel, customer relation coordinator, technician, partman, dan toolkeeper. Karyawan tetap mendapatkan fasilitas dari
perusahaan berupa gaji pokok, uang lembur, tunjangan kesehatan, tunjangan makan, tunjangan kedudukan, tunjangan hari raya, tunjangan kaca mata, tunjangan kelahiran/ persalinan, uang pensiun, dan lain sebagainya.
Karyawan tidak tetap PT. Nasmoco Kaligawe Semarang adalah karyawan yang bekerja berdasarkan ikatan kontrak dan pemenuhan target. Karyawan yang tergolong sebagi karyawan tidak tetap di PT. Nasmoco Kaligawe Semarang adalah salesman, sales counter, dan cleaning service. Massa kerja dari sales force tergantung dari pemenuhan target sesuai dengan tingkatan masing- masing. Bagi sales yang tidak memenuhi target, maka ia akan mendapatkan surat peringatan. Setelah surat peringatan diberikan sebanyak tiga kali, kepala cabang berhak memutuskan hubungan kerja. Karyawan tidak tetap mendapatkan fasilitas dari perusahaan berupa gaji pokok, insentif, bonus, uang makan, uang transport, tunjangan kesehatan, dan tunjangan hari raya.
Tabel 2.2. Posisi Man Power PT. Nasmoco Kaligawe Semarang No Posisi & Grade Jumlah
1 Kepala Bengkel 1
2 Asisten Kepala Bengkel 1
3 Instruktur 1 4 Controller 1 5 SA 7 6 MRA 2 7 Billing 1 8 Kasir 1 9 Teknisi App 12 10 Teknisi TT 4 11 Teknisi PT 4 12 Teknisi DT 9 13 Teknisi DMT 3 14 Teknisi AC 2
15 Teknisi Spooring dan Balancing 2
16 Teknisi CO 1 17 Foreman 4 18 Valley 1 19 TL 1 20 Washing 3 21 Tool Keeper 1 22 Partman 2 JUMLAH 64
Struktur organisasi merupakan alat bagi manajemen untuk mengadakan pembagian tugas, tanggung jawab, dan wewenang. Dengan adanya struktur organisasi, maka akan mudah untuk melakukan koordinasi pengawasan dan menentukan kedudukan seseorang dalam fungsi kegiatan yang ada dalam perusahaan.
Bentuk struktur organisasi yang digunakan di PT. Nasmoco Kaligawe Semarang adalah struktur organisasi dengan bentuk organisasi fungsional dan staff. Karyawan dalam setiap bagian bertanggung jawab dan melaporkan tugasnya hanya kepada satu atasan, sehingga terdapat kesatuan perintah. Seluruh pegawai dalam kesatuan organisasi melaksanakan tugas, wewenang, dan tanggung jawab masing- masing. Dengan begitu akan mampu meningkatkan kualitas pelayanan serta memberikan kemudahan dalam menjalankan kinerja. Struktur organisasi PT. Nasmoco Kaligawe Semarang dapat dilihat pada gambar 2.4 berikut, lengkap dengan job
2.9 Strategi PT. Nasmoco Kaligawe Semarang
PT. Nasmoco Kaligawe Semarang menerapkan beberapa strategi yang sifatnya mengikat untuk customer. Strategi tersebut bertujuan untuk memantau atau mengingatkan pelanggan kapan waktunya kendaraan harus diservis ulang. Berikut adalah beberapa strategi yang diterapkan di PT. Nasmoco Kaligawe Semarang :
a Hotline
Pelanggan dapat melakukan booking terlebih dahulu untuk menentukan hari. Pelanggan tidak perlu datang langsung ke bengkel, kecuali pada saat melakukan perbaikan pada hari yang telah dijanjikan.
b BB For Booking
BB For Booking tidak jauh berbeda dengan strategi via Hotline,
perbedaannya hanya terletak pada media yang digunakan. Strategi ini dikhususkan untuk pelanggan yang memiliki hand phone Blackberry. Tujuannya sama, yaitu untuk mempermudah pelanggan melakukan servis.
c NHS and NEA
Nasmoco Home Service and Nasmoco Emergency Assistant adalah
strategi yang bertujuan untuk tetap memantau kondisi keadaan kendaraan pelanggan. PT. Nasmoco Kaligawe Semarang menyediakan dua unit mobil siaga untuk melaksanakan strategi tersebut.
BAB III
TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI
3.1 Spesifikasi Toyota Yaris Transmisi Manual
Tabel 3.1. Spesifikasi Toyota Yaris Transmisi Manual 1.5 M/T
Tipe Mesin IL 4 Silinder, 16 Katup, DOHC,
VVT-i
Isi Silinder (cc) 1,497
Torsi Maximum (kgm/rpm) 14.4/4,200
Bahan Bakar – Sistem Sistem Injeksi Elektronik
Bahan Bakar – Jenis Bensin Tanpa Timbal
Bahan Bakar – Kapasitas Tangki (L) 42
Diameter x Langkah (mm x mm) 75.0 x 84.7 Daya Maximum (ps/rpm) 109/6,000 Panjang | mm 3,750 Lebar | mm 1,695 Tinggi | mm 1,520 Jarak Sumbu | mm 2,460
Jarak Pijak Depan | mm 1,470
Jarak Pijak Belakang | mm 1,460
Berat Kosong | Kg 1,035
Transmisi Manual 5 Tingkat Kecepatan
Perbandingan Gigi ke-1 3.545
Perbandingan Gigi ke-2 1.904
Perbandingan Gigi ke-4 0.969
Perbandingan Gigi ke-5 0.815
Perbandingan Gigi Reverse 3.25
Perbandingan Gigi Terakhir 4.312
Suspensi Depan MacPherson Struts dengan Pegas Koil & Stabilizer
Suspensi Belakang Torsion Beam dengan Pegas Koil
Rem Depan Cakram Berventilasi ABS, EBD, BA
Rem Belakang Tromol dilengkapi ABS, EBD, BA
Ukuran Ban 185 /60 R 15
3.1.1 Keterangan :
a. Yaris Tipe J tidak dilengkapi ABS, EBD, BA dan Airbags sedangkan fitur primary safety seperti GOA body, seatbelt, rem pakem tetap dipertahankan. Lainnya sama dengan varian E
grade diatasnya, termasuk sistem audionya.
b. Yaris Tipe S dan S Limited dilengkapi Rem Belakang Cakram Berventilasi ABS, EBD, BA. Bangku belakang sliding, audio 6
speaker, kaca spion retractable, side protection moulding, bumper spoiler depan belakang
c. Yaris Tipe S Limited di lengkapi smart start system, electrick
back dor opener, smart entry, immobilizer.
Mesin 4 langkah mempunyai satu, atau dua katup masuk dan katup buang pada setiap ruang bakar. Campuran udara- bahan bakar masuk ke silinder melalui katup masuk, dan gas bekas keluar melalui katup buang.
3.2.1 Tipe Over Head Valve ( OHV )
Mekanisme katup yang sederhana dan high reliability. Penempatan
camshaft pada blok silinder, dibantu dengan valve lifter dan push rod antara rocker arm.
Gambar 3.1. Tipe Over Head Valve
3.2.2;
Tipe Over Head Chamshaft ( OHC )
Camshaft ditempatkan di atas kepala silinder, dan cam langsung
menggerakkan rocker arm tanpa melalui lifter dan push rod.
Camshaft digerakkan oleh poros engkol melalui rantai atau tali
katup- katup membuka dan menutup lebih tepat pada kecepatan tinggi.
Gambar 3.2. Tipe Over Head Camshaft
3.2.3;
Tipe Double Over Head Camshaft ( DOHC )
Dua buah camshaft ditempatkan pada kepala silinder, satu untuk menggerakkan katup masuk, dan yang lain untuk menggerakkan katup buang. Camshaft membuka dan menutup katup- katup
langsung, tanpa memerlukan rocker arm. Berat part menjadi berkurang, membuka dan menutupnya katup- katup menjadi lebih presisi pada putaran tinggi. Konstruksi pada tipe ini sangat rumit, namun kemampuannya sangat tinggi dibandingkan dengan tipe OHV maupun OHC.
Gambar 3.3. Tipe Double Over Head Camshaft
3.3 Teknologi VVT-I
3.3.1 Penjelasan
Variable Valve Timing-Intelligent ( VVT-I ) merupakan
teknologi yang mengatur sistem kerja katup pemasukan bahan bakar ( intake ) secara elektronik, baik dalam hal waktu maupun ukuran buka tutup katup. Pengaturan tersebut sesuai dengan beban mesin sehingga menghasilkan tenaga yang optimal, hemat bahan bakar, dan ramah lingkungan. Cara kerjanya cukup sederhana, untuk menghitung waktu buka tutup katup ( valve
menyesuaikan dengan kecepatan mesin, volume udara masuk, dan temperatur air. Target valve timing selalu tercapai, sensor posisi chamshaft atau crankshaft memberikan sinyal sebagai respon koreksi. Sistem VVT-I akan terus mengoreksi valve
timing atau jalur keluar masuk bahan bakar dan udara.
Sesuaikan dengan pijakan pedal gas dan beban yang ditanggung, demi menghasilkan torsi optimal di setiap putaran dan menghemat konsumsi BBM. Adopsi teknologi VVT-I ke mesin mobil juga memberikan kelebihan minimnya biaya pemeliharaan yang harus ditanggung. Tune-up untuk setel klep dan lain sebagainya tidak diperlukan lagi.
Sistem teknologi VVT-I merupakan serangkaian piranti untuk mengontrol penggerak camshaft yang diperkenalkan pada tahun 1996. Pada teknologi VVT-i ini, bagian yang divariasikan adalah
timing ( waktu buka- tutup ) intake valve dengan mengubah atau
menggeser posisi intake camshaft terhadap puli camshaft drive. Fluida yang digunakan sebagai aktuator untuk menggeser posisi
camshaft adalah oli mesin yang diberikan tekanan.
Gambar 3.4. Teknologi VVT- I
Puli pada intake camshaft adalah fleksibel, camshaft bisa diputar maju atau mundur yang berguna untuk menyesuaikan waktu
optimal di setiap tingkat kecepatan. Sekaligus menghemat bahan bakar dan mengurangi emisi gas buang. Waktu bukaan camshaft bisa bervariasi pada rentang 60o. Misalnya, pada saat start dimana kondisi mesin dingin dan mesin stasioner tanpa beban, timing dimundurkan 30o. Cara ini akan menghilangkan overlap, yaitu peristiwa membukanya katup masuk dan buang secara bersamaan di akhir langkah pembuangan, karena katup masuk baru akan membuka beberapa saat setelah katup buang menutup penuh. Logikanya, pada kondisi ini mesin tak perlu bekerja ekstra. Dengan tertutupnya katup buang, tak ada bahan bakar yang terbuang saat terhisap ke ruang bakar.
Gambar 3.5.Waktu Buka Tutup Katup
Konsumsi bahan bakar menjadi hemat dan mesin menjadi lebih ramah lingkungan. Sedangkan saat ada beban, timing akan maju 30o. Derajat overlaping
akan meningkat, bertujuan untuk membantu mendorong gas buang serta memanaskan campuran bahan bakar dan udara yang masuk.
3.3.2;
Komponen VVT-I
a ECUElectronic Control Unit ( ECU ) merupakan perangkat yang bertugas
menerima masukan dari sensor yang kemudian dikalkulasi untuk mencari kondisi optimum dan memberi perintah ke aktuator untuk melakukan fungsinya. Misalkan memerintahkan injektor menyemprotkan bahan bakar atau memerintahkan ignition coil untuk melepaskan listrik tegangan tinggi ke busi sehingga akan timbul bunga api. Aktuator berfungsi sebagai peralatan ECU sehingga mesin bekerja dalam kondisi optimalnya. Guna mengetahui berapa bahan bakar yang harus disemprot dan berapa derajat sebelum titik mati atas busi harus dinyalakan, ECU dilengkapi dengan database yang lazim dikenal dengan engine mapping. ECU selalu membandingkan hasil masukan sensor dengan engine mapping guna mengetahui apa yang harus diperintahkan kepada aktuator.
b Camshaft Position Sensor
Camshaft merupakan sebuah alat yang digunakan dalam mesin torak
untuk menjalankan katup, terdiri dari batangan silinder. Camshaft membuka katup dengan menekannya, atau dengan mekanisme bantuan lainnya, ketika mereka berputar. Camshaft Position Sensor ( CPS ) berguna untuk mengetahui kedudukan camshaft. Perubahan beban mesin atau perubahan putaran mesin, semuanya diolah oleh ECU dan dihitung untuk mendapatkan sebesar mungkin efisiensi volumetrik. ECU ini akan memerintahkan module VVT-I untuk merubah kedudukan camshaft. Setelah module VVT-I menerima perintah dari ECU untuk mengubah kedudukan camshaft, maka
module VVT-I akan mengirimkan signal ke OCV ( Oil Control Valve ) untuk mengatur tekanan oli yang akan diteruskan ke sprocket.
maka sprocket akan berubah posisinya. Karena sprocket itu menjadi satu sama camshaft, maka camshaft akan berubah posisinya sesuai yang diinginkan oleh ECU. Kedudukan camshaft yang baru ini dideteksi oleh CPS dan signalnya dikirimkan ke ECU sebagai update posisi / kedudukan camshaft. Kedudukan camshaft ini akan menentukan timing dari valve, begitu seterusnya.
c Camshaft Timing Oil control Valve
Camshaft Timing Oil Control Valve ( seperti yang ditunjukkan pada
gambar 3.3 ), mengendalikan posisi spool valve berdasarkan signal yang dikirim ECU. Bertugas mengalokasikan tekanan oli ke VVT-I
Controller untuk sisi maju dan sisi mundur. Ketika mesin berhenti, Camshaft Timing Oil Control Valve berada dalam sisi mundur.
Gambar 3.6.
Camshaft Timing Oil Control Valve
d Crankshaft Position Sensor
Sensor ini memberitahu ECU kecepatan putaran mesin dengan tepat. Pada sistem penyemprotan bahan bakar, sensor ini juga memberitahu ECU waktu yang tepat untuk menyemprotkan bahan bakar yang kemudian diteruskan ke injektor bahan bakar.
3.4;
Transmisi Untuk Kendaraan FF
Transmisi jenis FF ( Front Engine- Front Wheel Drive ) yang digabung dengan diferensial, biasa disebut transaxle. Transaxle mempunyai bagian- bagian utama, yaitu : Transaxle case, transmission case, input shaft
and gears. Output shaft and gears, transmission case cover, gear shift mechanism, dan differential assembly.
Gambar 3.7. Komponen Utama Transaxle
Mekanisme bagian dalam transmisi tipe FF hampir sama seperti transmisi tipe FR. Seperti terlihat pada gambar.3.8 di bawah, transmisi tipe FF tidak mempunyai poros roda gigi counter ( Counter Gear Shaft ) dan poros outputnya langsung menggerakkan diferensial. Tidak seperti halnya pada transmisi tipe FR, bagian ujung depan poros input tidak dihubungkan
Gambar 3.8. Shaft dan Gear
3.5;
Diferensial
Komponen otomotif yang dikenal pada diferensial terdiri dari dua bagian, yaitu : final gear dan differential gear. Komponen tersebut berfungsi