• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN DAN SARAN

Dalam dokumen LAPORAN PENGABDIAN MASYARAKAT (Halaman 17-53)

4 1 750.000 750.000

Total Belanja Bahan 750.000

BELANJA BARANG NON OPERASIONAL

No Item Bahan Volume Satuan Honor (Rp) Total (Rp)

1 Sumbangan Uang Kas Majlis Taklim 1 500.000 500.000

2 Snack & Konsumsi 20 30.000 600.000

Total Belanja Barang Non Operasional 1.100.000 BIAYA PERJALANAN

No Item Bahan Volume Satuan Honor (Rp) Total (Rp)

1 Transportasi 7 50000 350.000

Total Biaya Perjalanan 350.000

Total Keseluruhan 3.850.000

VI. KESIMPULAN DAN SARAN a. Kesimpulan

Kemampuan public speaking saat ini merupakan keahlian yang wajib dimiliki setiap orang dalam membangun hubungan baik dengan orang lain bahkan untuk membangun karir dan eksistensi individu di organisasi. Setelah diberikan pembekalan pelatihan public speaking ini, pengurus dan anggota majelis taklim Tadzkia Syeefa mendapatkan peningkatan pengetahuan yang siginifikan baik dalam teori dasar maupun kemampuan praktek. Hal ini dibuktikan dengan perbandingan nilai pre test dan post test yang diperoleh setiap peserta mitra yang mengikuti pelatihan public speaking.

Penilaian kinerja panitia yang berasal dari tim dosen dan mahasiswa program studi penyiaran Universitas Bina Sarana Informatika ini juga baik di mata peserta mitra, bahkan Majelis Taklim Tadzkia Syeefa berharap dapat menjalin kerjasama lagi dengan Universitas Bina Sarana Informatika dengan pelatihan serupa tapi dengan target khalayak yang berbeda, yaitu remaja karang taruna perumahan Taman Anyelir 3 Cilodong, Depok.

b. Saran

a. Sebaiknya kegiatan dapat dilakukan secara berkala dalam bentuk kegiatan pelatihan lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan mitra, terutama kemampuan untuk berwirausaha dan memanfaatkan media sosial untuk

14 promosi.

b. Sebaiknya kegiatan public speaking ini juga dapat diberikan kepada peserta remaja karang taruna di pemukiman tersebut sesuai dengan permintaan ibu ibu majelis taklim Tadzkia Syeefa Cilodong, Depok kepada tim dosen dan mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika.

15

DAFTAR PUSTAKA

Shaleh, Abd. Rosyad (1993), Manajemen Dakwah Islam, Jakarta:Bulan Bintang Khodidjah, Nyayu (2018), Majelis Taklim Asy Syifa: Potret Majelis Taklim, Dalam

Komunitas Muslim Muallaf Di Bali, RI’AYAH, Vol. 03, No. 02 Juli-Desember 2018 Bahar, P. (2010). Seni Pidato. Tangerang: Sushinebooks.

Littlejohn, W, S., & Foss., K. A. (2009). Teori Komunikasi – Theories of Human

Communication. Jakarta: Salemba Humanika.

Tarigan, Henry Guntur. 1998. Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung. Sirait, Bonar Charles. 2008. The Power of Public Speaking: Kiat Sukses Berbicara di

16

LAMPIRAN

17

19

20

Lampiran D. Luaran PM

PRESS RELEASE

Serunya Dosen UBSI Gelar Pelatihan Public Speaking di MT Tadzkia Syeefa Depok Depok, HanTer – Kebutuhan berbicara yang baik dan positif tentu harus dimiliki oleh

siapapun, apalagi menyangkut hubungan baik. Nah, untuk memenuhi kebutuhan itu salah satunya diperlukan belajar public speaking.

Itulah yang dilakukan empat dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Jurusan Broadcasting Fakultas Ilmu Komunikasi dan Bahasa yang bekerjasaam dengan Majelis Taklim (MT) Tadzkia Syeefa bertempat di Masjid Al Ittihad, Perumahan Taman Anyelir 3 Cilodong, Depok, Jawa Barat, Ahad (30/5/2021).

Kegiatan yang menerapkan protokol kesehatan (prokes) mengambil tema Public Speaking ini sekaligus bentuk pengabdian masyarakat sebagai kegiatan rutin yang harus dilakukan dosen UBSI dalam memenuhi kewajiban fungsi Tri Dharma sesuai dengan aturan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

UU tersebut menyatakan Perguruan Tinggi berkewajiban menyelenggarakan Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.

“Intinya kegiatan pengabdian masyarakat ini sebagai wujud Tri Dharma sebagai dosen. Ini juga menjadi ladang amal bagi kita bisa memberikan ilmu yang bermanfaat, khususnya terkait public speaking agar bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat,” kata Drs Priatna, MSi, MM selaku ketua panitia.

21

Selain Priatna, tiga mahasiswa dan tiga dosen yang terlibat adalah Tyas Mutia Hapsari, Javier Ristova Koras, Luthfi Pratama, Azhar Hutomo SSos, MSi, Romi Syahril, SSos MM dan Robbikal Muntaha Meliala SSos MIKom (Tutor).

Dalam pemaparannya, Robbikal Muntaha menyampaikan pentingnya mengerti tentang public speaking dalam kehidupan sehari-hari.

“Memang terkesan sepele, tapi justru akan menjadi imej ibu-ibu ketika harus berbicara di depan umum secara baik dan benar. Apalagi, yang harus disampaikan informasi yang bermutu. Makanya, ini menjadi nilai positif bagi seseorang sehingga tidak asal ngomong. Semuanya, ada ilmunya dan ilmunya itu ya belajar tentang public speaking,” terang Robbikal.

Ketua MT Tadzkia Syeefa, Cut Rahmi Saputri, SHI menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, agenda pelatihan public speaking bagi ibu-ibu majelis taklim sudah diagendakan sejak lama. Namun, karena ada pandemic Covid-19 terpaksa ditunda. “Alhamdulillah. Qodarullah kesempatan ini bisa terealisasi dengan para dosen UBSI. Jujur pelatihan ini menjadi sangat bermanfaat bagi kami dalam berbicara dan bersikap di dalam maupun di luar rumah. Terimakasi atas ilmunya yang diberikan kepada kami,” kata Cut. (ditulis oleh Romi Syahril, S.Sos, MM)

22

Link berita yang dapat diakses terkait publikasi ini adalah :

https://harianterbit.com/read/133765/Serunya-Dosen-UBSI-Gelar-Pelatihan-Public-Speaking-di-MT- Tadzkia-Syeefa-Depok

Berikut adalah tampilan berita di media massa harian terbit tersebut Terbit pada 30 Mei

24

27

Link Video di Youtube terkait Publikasi kegiatan ini dapat diakses pada :

https://www.youtube.com/watch?v=RSwFsujO6wg

Tampilan secara umum Video di youtube :

Gambar D1. Tampilan Video Publikasi di Youtube saat Ketua MT Tadzkia Syeefa memberi sambutan di Masjid Al Ittihad pada Minggu, 30 Mei 2021.

Gambar D2. Tampilan Video Publikasi di Youtube saat Ketua Pelaksana Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yaitu Drs. Priatna, M.Si, MM

28

Lampiran E. Dokumentasi Pengabdian Masyarakat

FOTO 1. Tim Panitia Pengabdian Masyarakat Fakultas Komunikasi dan Bahasa

Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebelum acara Bersama Ibu-Ibu Majelis Taklim Tazkia Syeefa Depok di Masjid Al Ittihad, Cilodong pada Minggu (30/5/2021)

melakukan protokol kesehatan ketat.

FOTO 2. Koordinator Tutor Robbikal Muntaha Meliala S.Sos, M.I.Kom memberikan

pelatihan Public Speaking untuk Pengurus dan Anggota Majelis Taklim Tazkia Syeefa Depok, di Masjid Al Ittihad, Cilodong pada Minggu (30/5/2021)

29

FOTO 3. Ibu-Ibu Pengajian Majelis Taklim Syeefa Depok mengerjakan

test public speaking di Masjid Al Ittihad, Taman Anyelir 3, Cilodong, pada Minggu (30/5/2021)

FOTO 4. Ketua Pelaksana Priatna S.Sos, M.Si, MM memberikan hadiah

kepada Ibu- Ibu pemenang post test dari kiri ke kanan (Ibu Cutra Sari, Ibu Tanti Herdianti, Ibu Sri Suryani) pada Pelatihan Public Speaking bagi Pengurus dan Anggota Majelis Taklim Tadzkia Syeefa Depok, Minggu

30

FOTO 5. Tim Panitia Pengabdian Masyarakat Fakultas Komunikasi dan Bahasa

UBSI Bersama Ibu-Ibu Majelis Taklim Tazkia Syeefa Depok, Minggu (30/5/2021)

FOTO 6.Penyerahan Cinderamata secara simbolis dari Ketua Pelaksana Pengabdian

Masyarakat yaitu Drs.Priatna, M.Si, MM kepada Ketua Majelis Taklim Tadzkia Syeefa Cut Rahmi Saputri, S.H.I di Masjid Al Ittihad,Taman Anyelir 3, Cilodong, Depok pada

31

FOTO 7. Koordinator Tutor, Robbikal Muntaha Meliala, S.Sos, M.I.Kom sedang

menjelaskan tentang Pemanasan Public Speaking khususnya Vocalizing kepada peserta Mitra MT Tadzkia Syeefa di Masjid Al Ittihad, Taman Anyelir 3, Cilodong,

Depok pada Minggu (30/5/2021)

FOTO 8. Koordinator Tutor, Robbikal Muntaha Meliala, S.Sos, M.I.Kom sedang

mengevaluasi Praktek Public Speaking salah satu peserta mitra yaitu Rosen H. B di Masjid Al Ittihad, Taman Anyelir 3, Cilodong, Depok pada Minggu (30/5/2021)

MODUL / MATERI

PENGABDIAN MASYARAKAT

Pelatihan Public Speaking untuk Pengurus dan Anggota Majelis Taklim

Tadzkia Syeefa

Oleh:

PENYIARAN

FAKULTAS KOMUNIKASI DAN BAHASA UNIVERSITAS BINA SARANA INFORMATIKA

FEBRUARI 2021

NAMA NIP/NIM

Drs. Priatna, MM, M.Si 201809125

Robbikal Muntaha Meliala, S.Sos, M.I.Kom 201002909

Romi Syahril, S.Sos, MM

201309334

Azhar Hutomo, S.Sos, M.Si 201609511

Tyas Mutia Hapsari 44200835

Javier Ristova Koras 44200687

APA ITU PUBLIC SPEAKING?

 Public Speaking adalah seni berbicara di depan umum atau di depan orang banyak.  Public Speaking merupakan bagian dari ilmu Retorika.

 Menurut Littlejohn & Foss (2009 : 73), “Kajian Retorika secara umum didefinisikan sebagai simbol yang digunakan manusia. Pada awalnya, ilmu ini berhubungan dengan persuasi, sehingga retorika adalah seni penyusunan argumen dan pembuatan naskah pidato.”

Apa itu Public Speaking ?

 Kini, kajian Retorika berkembang bukan hanya sekedar berbicara untuk menceritakan sesuatu namun juga seni berbicara untuk mempengaruhi orang lain agar mengikuti apa yang menjadi motif komunikasi komunikator.

 Belajar Public Speaking berarti Belajar tentang Bahasa, karena Komunikasi tanpa bahasa adalah hal yang tidak mungkin.

 Bahasa adalah Lambang Komunikasi. (Soehoet, 2003 : 34)

 Lambang Komunikasi terdiri atas 2 jenis : Lambang Komunikasi Umum dan Lambang Komunikasi Khusus.

Metode Metode pidato

• 1.Metode Naskah

• 2.Metode Hafalan • 3.Ekstemporan • 4.Impromptu

Jenis- Jenis Pidato berdasarkan Tujuan : 1. Pidato Informatif

2. Pidato Rekreatif 3. Pidato Persuasif

Teknik Produksi Suara :

Kecepatan

• Menurut teori kecepatan terbaik bagi seorang orator adalah 110 sampai 130 kata per-menit.

Volume

• Variasi dalam pengaturan keras lembutnya suara yang dihasilkan bertujuan untuk mengarahkan, menghentakkan dan menghidupkan pendengar agar tetap menaruh perhatian pada pidato.

Pita Titik Nada atau Intonasi

• Untuk menghasilkan pola titik nada yang proposional sebaiknya mengikuti tuntutan dari kata-kata yang disampaikan.

Kejelasan

• Jangan menggunakan pengucapan kata-kata yang hanya dikenal oleh golongan tertentu saja. (hati hati dalam pemilihan kata sesuaikan dengan khalayak yang dihadapi)

Kualitas suara

• Produksi udara pada pola suara ketika mengucapkan suatu kata. Berkaitan dengan timbre atau warna suara.

Artikulasi dan pengucapannya

• Organ yang sangat berpengaruh pada pengucapan yaitu : lidah, gigi, rahang dan langit-langit.

¬Pergerakan tubuh : kontak mata, wajah atau air muka, gerak tangan, pergerakan. ¬Penyampaian efek : efek pada kredibilitas, efek pada pengungkapan informasi, efek pada tanggapan emosional pendengar.

TEKNIK ANNOUNCING

 ENAM KUNCI UTAMA TEKNIK PENGUTARAAN

A = ARTICULATION S = SPEED S = STRESSING I = INTONATION P = PAUSE  PHRASING

· Pembagian / pemenggalan kata dalam sebuah kalimat.

· Tujuan : mempermudah pendengar menerima pesan dengan jelas, tepat, tanpa keraguan

Contoh :

· Kucing makan ikan mati

· Pegawai baru masuk kantor baru mulai jam 10.00 pagi.

ARTIKULASI

Kejelasan pengucapan huruf, suku kata ataupun kata

HURUF (Konsonan / Vokal)

Misal :

o Varia & Paria o Fakta & Pakta

o Indonesia : Endonesya / Endoneisya  SUKU KATA

Misal :

o Telah & tengah o Malam & malang

KATA Misal : o Debirokratisasi o Kesejahteraan o Keleluasaan SPEED Kecepatan ujaran

Yang perlu diperhatikan : • Lambat Monoton

• Cepat , tidak tertarik/tidak paham pada apa yang disampaikan

 STRESSING

* Memberi tekanan pada kata-kata yang dimaksud Contoh :

o Pak Mulya telah menulis tiga buah buku pelajaran fisika

* Memperlambat penucapan kata yang dimaksud.

Contoh :

o Anehnya ketika bentrokan itu terjadi, aparat keamanan justru meninggalkan tempat tersebut

* Memperlama pause sebelum dan sesudah kata tersebut diucapkan

Contoh :

o Setelah dia pergi, baru saya merasa...betul-betul... kehilangan  INTONASI

Tinggi rendah, irama, lagu kalimat. • Menghindari monoton, kejenuhan, mempermudah pengertian.

Panduan :

1. Gaya berbicara sehari-hari yang wajar. 2. Sesuaikan dengan konteks kalimat.

CATATAN :

Dalam praktek teknik pengutaraan antara stressing dan intonasi tidak dapat dipisahkan / saling berpengaruh membentuk gaya (ciri – khas) penyampaian

 PAUSE

Istirahat sejenak

Aspek perilaku dalam berpidato

Aspek Fisik

A. Gestures : Dengan menggunakan tangan, kepala, wajah atau bagian tubuh lain. Gerakan tersebut harus memilki makna.

B. Kontak Mata : Dapat menimbulkan daya tarik. Tataplah hadirin jangan sekali-kali menatap kelangit-langit ruangan atau ke luar. Apalagi melirik seorang gadis cantik yang lewat. Kontak mata tidak boleh ditujukan hanya kepada sekelompok hadirin, namun harus ke semua hadirin secara proporsional.

C. Posisi Tubuh : Meliputi cara berjalan, sikap berdiri, menggunakan podium dan mikrofone, serta jarak berdiri antara pembicara dan hadirin

D. Penampilan : Berkaitan dengan cara berpakaian saat menyampaikan pidato. Pakaian harus disesuaikan dengan kesempatan dan topik pidato, pembicara lain dan dengan hadirin.

Langkah-langkah penting dalam public speaking :

1. Perencanaan yang Matang

• Menyusun struktur terkait hal yang akan disampaikan. Penyampaian pesan sebaiknya singkat, padat dan jelas

• Melakukan riset, mempersiapkan dan mempelajari bahan bahan apa saja yang akan dibicarakan

• Memulai dengan data statistik/ fakta menarik tentang hal yang akan dibicarakan. 2. Berlatih sebanyak mungkin (“Practices makes Perfect”)

• Coba untuk berbicara di depan kaca atau berbicara dengan pasangan, saudara atau orang dekat anda.

• Siapkan intonasi, gaya bahasa dan susunan kata yang baik.

• Gunakan alat perekam untuk melihat hasilnya dan sarana evaluasi diri.

3. Bina hubungan baik dengan target khalayak.

• Kenali siapa mereka secara umum berdasarkan karakterisitik demografis, geografis dan psikografis. Hal ini membantu anda untuk tahu bagaimana seharusnya bersikap dan dalam memilih kata-kata yang tepat.

PEMANASAN / WARMING UP

• Public Speaking adalah kegiatan berbicara di depan umum yang memerlukan stamina yang prima.

• Orang akan ahli dalam satu bidang karena dilandasi Persiapan yang matang dan Pelatihan yang cukup. Hal ini sama dengan kemampuan Public Speaking.

• Public Speaking sama dengan kegiatan menyanyi atau aksi teatrikal (Drama), maka beberapa bentuk pemanasan yang perlu dilakukan pada Public Speaking hampir sama

dengan kegiatan menyanyi atau latihan akting. Perbedaannya, Public Speaking adalah berbicara secara wajar menyampaikan pesan tanpa nada melodi tertentu, tetapi memerlukan dukungan ekspresi dan emosi tertentu sesuai konteks acara dimana kita berbicara. Perbedaan kontekstual komunikasi ini akan menyebabkan perbedaan pula pada cara sang juru bicara harus berbicara. Itulah esensi pemanasan penting dilakukan sebelum tampil di depan umum agar kita adaptif dan supel pada segala konteks tertentu. • Pemanasan ini bertujuan untuk membiasakan otot otot atau bagian jasmaniah penting

lainnya dalam public speaking lentur saat berbicara disertai dengan porsi unsur emosi dan ekspresi yang tepat, sehingga penonton dapat tertarik melihat penampilan sang juru bicara dan mengerti pesan yang kita sampaikan (karena ada unsur ketulusan dan tidak kaku dalam berbicara).

Pemanasan dalam Public Speaking terdiri atas beberapa tahap : • Pemanasan Olah Nafas

• Pemanasan Olah Vokal

• Pemanasan Olah Muka (Senam Muka) • Pemanasan Olah Ekspresi dan Emosi • Pemanasan Olah Bibir (Ngetril)

PEMANASAN OLAH NAFAS

• Olah Nafas ini dilakukan agar sang juru bicara dapat mengurangi demam panggung saat tampil dan dapat mengelola pernafasan dengan baik saat berbicara di depan umum saat tekanan psikis datang secara tiba-tiba.

• Olah Nafas ini sama seperti yang dilakukan pada senam yoga atau senam lainnya, yaitu terdiri atas kegiatan inhale (Menarik Nafas) dan exhale (Membuang Nafas).

• Latihan ini dapat dilakukan 3 set, dimana 1 set terdiri atas 3 repetisi.

• Repetisi 1 dan Repetisi 2 dilakukan secara biasa, namun saat repetisi ke-3, saat kita ingin buang Nafas, disertai dengan teriakan “HaH” untuk pelampiasan emosi. Lakukan itu 3 set.

PEMANASAN OLAH VOKAL

• Olah Vokal dilakukan agar sang juru bicara dapat menyampaikan pesan dengan artikulasi tepat dan melenturkan rongga mulut sehingga produksi suara menjadi tepat bunyi.

• Lakukan ini 3 set dimana 1 set itu terdiri atas 3 repetisi.

• Set pertama ucapkan lafal itu dengan volume rendah dan kecepatan yang lamban. Set kedua, ucapkan lafal itu dengan volume lebih tinggi dan kecepatan menengah. Set ketiga, ucapkan lafal itu dengan volume suara makin tinggi dan kecepatan tinggi.

PEMANASAN OLAH MUKA

(SENAM MUKA)

• Olah muka adalah hal yang penting dilakukan karena raut muka adalah jendela ekspresi saat bicara. Muka yang prima dan fleksibel akan memudahkan orang untuk memainkan mimik dan ekspresi tertentu saat bicara dalam beragam tuntutan kontekstual acara. • Pemanasan olah muka dilakukan dengan dimulai “Mengernyitkan Dahi dan Alis”,

“Mengernyitkan Hidung”, “Mengernyitkan Pipi”, “Latihan Melirik ke Kanan dan ke Kiri dan Bola Mata dilatih Berputar dari Atas ke Bawah” (seperti menari Bari), “Memonyongkan Mulut dan Merapatkan Mulut”, sehingga ekspresi wajah cenderung jelek namun elastis dan rileks saat bicara.

• Lakukan itu 3 set, dimana 1 set terdiri atas 3 repetisi.

PEMANASAN OLAH EKSPRESI DAN EMOSI

• Profesi seperti MC, Host atau Guru menuntut kita agar pandai menyampaikan sesuatu dengan berbagai ekspresi tergantung dari kontekstual acara kita berada. Permainan ekspresi yang bagus akan meramaikan suasana komunikasi, sehingga penonton tertarik dengan kita sebagai juru bicara. Ekspresi itu bukan hanya “Gembira” saja, namun juga ekspresi “Sedih”, “Marah” dan “Bingung atau Kekhawatiran”. (Contoh : Okky Lukman sebagai MC acara “Microfon Pelunas Hutang di Indosiar”, sangat dituntut menampilkan ekspresi sedih sebagai wujud empati dari acara yang dibawakannya. Hal ini menandakan bahwa Olah Ekspresi dan Emosi sangat krusial juga bagi MC dan Host) • Pemanasan Olah Ekspresi dan Emosi ini dapat dilakukan dengan mengucapkan 1 kalimat dengan 4 ekspresi dan emosi yang berbeda. Contoh ucapkanlah : “Aku Ingin Bertobat, Sukmaku Bergetar di Setiap Sudut Hati”. Lafalkan kalimat ini dengan ekspresi “Gembira”, “Sedih”, “Marah” dan “Kekhawatiran atau Bingung”. Lakukan ini 3 set.

PEMANASAN OLAH BIBIR (NGETRIL)

• Bibir merupakan bagian penting saat manusia berbicara. Bibir atas dan bibir bawah perlu dilatih fleksibilitasnya agar mendukung kita lancar dalam berbicara dengan kecepatan yang konstan.

• Bentuk pemanasan bibir dinamakan “Ngetril” yaitu merapatkan bibir atas dan bibir bawah dan menggetarkannya secara bersamaan sehingga membunyikan suara “brbrrrrrr” (Seperti ekspresi orang yang menggigil dan kedinginan).

• Lakukan ini 3 set, dimana 1 set terdiri atas 3 repetisi.

• Set Pertama ,lakukan “Ngetril” Pendek !, Set Kedua, lakukan “Ngetril” Medium ! dan Set Ketiga, lakukan “Ngetril” Panjang!

• Lakukan 5 tahap pemanasan ini di depan cermin, agar kita dapat melihat ekspresi kita saat berbicara sebagaimana orang-orang lain melihat kita berbicara sebagai sarana evaluasi diri pribadi dalam berbicara.

• Lakukan pemanasan ini secara rutin sebelum kita tampil di atas panggung atau saat latihan berbicara sendiri di depan cermin.

PELATIHAN DASAR 1

Pelatihan dasar ini ditujukan untuk melatih spontanitas kita saat bicara. Caranya dengan mencoba mengembangkan satu kata kunci, menjadi suatu konsep cerita menarik yang dapat diambil berdasarkan pengalaman pribadi. Lakukan ini di depan cermin dan evaluasi penampilan kita. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memperkaya diri dengan kosakata

baru dan paham definisi dari kosakata tersebut. Contoh : Kata Kunci yang dipilih

“SEKOLAH”. Latihlah diri kita bicara tentang sekolah, dimulai dari definisi sekolah dan cerita menarik tentang sekolah selama 30 Detik, tanpa jeda, gunakan kalimat dengan struktur “SPOK” yang jelas, tanpa noise… penggunaan kata .. “eee”… atau putus bicara karena kehabisan ide.

• Tutor memilih beberapa orang partisipan atau peserta untuk diuji secara spontan dalam mengembangkan ide dari satu kata kunci. Berikan waktu 30 detik bagi mereka untuk mendeskripsikan di depan kelas dengan konsep cerita menarik dari kata kunci tersebut. Lakukan ini dengan berdiri di depan kelas.

1. Liburan 2. Mainan 3. Teman 4. Motor 5. Buku Presenter : • Ambil Nafas.

• Melirik baris berikut.

Pendengar :

Memperoleh kesempatan untuk memahami apa yang disampaikan, terutama dalam kalimat - kalimat panjang

PRAKTEK DAN GAMES 1. Selamat pagi sahabat semua…

Apa kabar Sahabat Radio CERIA SELALU ?

Bareng lagi bersama saya (……) di Radio CERIA SELALU.

Heemm ,,, gimana kabar hari ini? pastinya tetap sehat dan semangat kan?

Seperti biasa (…..) bakalan nemenin pagi kalian semua selama 1 jam kedepan. Dan seperti biasa juga dipagi ini (…..) akan menyediakan perbincangan-perbincangan hangat seputar remaja. Untuk kesempatan kali ini tema yang akan (…..) angkat adalah Tentang Persahabatan

 Baiklah gak usah ngomong panjang lebar lagi, mari kita masuk ke pokok pembahasan. Yaitu persahabatan.

 Hemmmm apa sichhh persahabatan itu?

 Kalo menurut saya pribadi, sahabat itu bagai embun pagi takkala matahari akan menyinari.

Ketika dia bersedih dan luka, saya mampu mengeluarkan air mata dan merasakan bahwa betapa saya tidak ingin ia tersakiti

 Merasakan kehangatan dan kenyamanan ketika bersama, saling berbagi cerita. Merasakan bahwa di setiap langkahnya ada dalam ingatan dan selalu ingin menyenangkan hatinya di mana pun ia berada.

2. Selamat pagi pemirsa, kembali bersama saya ………dan rekan saya ……..di acara Seputar Indonesia, untuk mengabarkan berita- berita yang teraktual tajam dan

terpercaya, yang kami rangkum dalam Seputar Indonesia pagi ini.  ISI :

BANJIR AKIBAT HUJAN DERAS

Pada hari rabu, hujan deras yang terjadi sejak malam hari tadi menyebabkan banjir tepatnya telah merendam jalur umum dan jalur busway yang berada di Jl.

Sisingamangaraja Jakarta Selatan.  Penutup:

Menurut warga setempat banjir mulai merendam wilayah tersebut pada pukul 03.10

Pagi WIB. Akibat banjir yang merendam di sepanjang jalan menimbulkan kemacetan yang luar biasa.

Berita tadi menutup acara Seputar Indonesia pagi ini. Saya ……dan rekan saya……. mengucapkan terimakasih dan sampai jumpa

Kepemimpinan :

kepemimpinan pada dasarnya merupakan kajian tentang individu yang memiliki karakteristik fisik, mental, dan kedudukan yang dipandang lebih daripada individu lain dalam suatu kelompok sehingga individu yang bersangkutan dapat mempengaruhi individu lain dalam kelompok tersebut untuk bertindak ke arah pencapaian suatu tujuan.

KEPEMIMPINAN MENURUT PARA AHLI

 Menurut James A.F Stoner, tugas utama seorang pemimpin adalah :

- Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk bekerja dengan orang lain, salah satu dengan atasannya, staff, teman sekerja atau atasan lain dalam organisasi sebaik orang diluar organisasi.

Dalam dokumen LAPORAN PENGABDIAN MASYARAKAT (Halaman 17-53)

Dokumen terkait