1. Kesimpulan
Kemampuan public speaking saat ini merupakan keahliam yang sangat penting dalam menyampaikan pesan diberbagai bidang dan dengan keahlian public speaking dapat memberkan manfaat dalam meningkatkan keahlian pada saat beraktifitas seperti pada saat menyampaikan materi atau penyuluhan bagi ibu ibu posyandu dalam di masyarakat.
Pada kegiatan pengabdian masyarakat selalin penyuluhan dan pendampingan, keahlian public speaking ibu ibu posyandu berjalan dengan sangat baik, pemaparan materi penyuluhan menambah wawasan mengenai public speaking, serta menambah pengetahuan bagi ibu ibu posyandu, selain itu dengan pendampingan yang diberikan memberikan keahlian dan menambah percaya diri pda saat berbicara di depan forum.
2. Saran
a. Sebaiknya kegiatan dapat dilakukan secara berkala dalam bentuk kegiatan lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan mitra.
b. Sebaiknya dapat dilakukan pelatihan secara langsung (tatap muka) untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
DAFTAR PUSTAKA
Littlejohn, W, S., & Foss., K. A. (2009). Teori Komunikasi – Theories of Human
Communication. Jakarta: Salemba Humanika.
Prasojo, Anita Wulandari. (2015). Bahasa Indonesia dalam Media : Peran Bahasa Indonesia
dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Prosiding Seminar Nasional
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP Siliwangi Bandung. Hal. 36-45 Rakhmat, J. (2015). Psikologi Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Hutomo, Azhar. (2019). Pengaruh Pelatihan Teknik Announcing Terhadap Peningkatan
Kualitas Pemandu Acara (MC) Bagi Remaja Kampung Cerdas. Jurnal Komunikasi. 10
(1). Hal. 83-88.
Meliala, Robbikal Muntaha. (2020). Pelatihan Teknik Retorika Dalam Menunjang
Kepemimpinan Pemuda Berorganisasi Bagi Remaja Panti Asuhan Hidayah. Jurnal
SOLMA. 9 (1). Hal. 79-91
Riswandi. (2017). Gaya Komunikasi Capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto Pada
LAMPIRAN
Lampiran D. Luaran PM
foto 3 : Tim Tutor Robbikal Muntaha Meliala. M.I.Kom, sedang menyanpaikan materi public speaking kepada Ibu ibu posyandu RT/RW 03/14, babelan, kec Bekasi melalui Zoom conference (10/4/2021
MODUL / MATERI
PENGABDIAN MASYARAKAT
Pelatihan Public Speaking Bagi Ibu-Ibu Posyandu RT 03 RW 14 Babelan
Kec. Bekasi
Oleh:
KOMUNIKASI
FAKULTAS KOMUNIKASI DAN BAHASA UNIVERSITAS BINA SARANA INFORMATIKA
FEBRUARI 2021
NAMA NIP/NIM
Silvina Mayasari, S.Sos, M.Si 200909558 Robbikal Muntaha Meliala, S.Sos, M.I.Kom 201002909 Siti Qona’ah, S.Sos, MM 200705235
Andi Banus, S.Sn, M.I.Kom 202103240
Haikal Shihab 43180015
Agung Prasetyo 43180100
APA ITU PUBLIC SPEAKING?
Public Speaking adalah seni berbicara di depan umum atau di depan orang banyak. Public Speaking merupakan bagian dari ilmu Retorika.
Menurut Littlejohn & Foss (2009 : 73), “Kajian Retorika secara umum didefinisikan sebagai simbol yang digunakan manusia. Pada awalnya, ilmu ini berhubungan dengan persuasi, sehingga retorika adalah seni penyusunan argumen dan pembuatan naskah pidato.”
Apa itu Public Speaking ?
Kini, kajian Retorika berkembang bukan hanya sekedar berbicara untuk menceritakan sesuatu namun juga seni berbicara untuk mempengaruhi orang lain agar mengikuti apa yang menjadi motif komunikasi komunikator.
Belajar Public Speaking berarti Belajar tentang Bahasa, karena Komunikasi tanpa bahasa adalah hal yang tidak mungkin.
Bahasa adalah Lambang Komunikasi. (Soehoet, 2003 : 34)
Lambang Komunikasi terdiri atas 2 jenis : Lambang Komunikasi Umum dan Lambang Komunikasi Khusus.
Metode Metode pidato
• 1.Metode Naskah• 2.Metode Hafalan • 3.Ekstemporan • 4.Impromptu
Jenis- Jenis Pidato berdasarkan Tujuan : 1. Pidato Informatif
2. Pidato Rekreatif 3. Pidato Persuasif
Teknik Produksi Suara :
Kecepatan• Menurut teori kecepatan terbaik bagi seorang orator adalah 110 sampai 130 kata per-menit.
Volume
• Variasi dalam pengaturan keras lembutnya suara yang dihasilkan bertujuan untuk mengarahkan, menghentakkan dan menghidupkan pendengar agar tetap menaruh perhatian pada pidato.
Pita Titik Nada atau Intonasi
• Untuk menghasilkan pola titik nada yang proposional sebaiknya mengikuti tuntutan dari kata-kata yang disampaikan.
Kejelasan
• Jangan menggunakan pengucapan kata-kata yang hanya dikenal oleh golongan tertentu saja. (hati hati dalam pemilihan kata sesuaikan dengan khalayak yang dihadapi)
Kualitas suara
• Produksi udara pada pola suara ketika mengucapkan suatu kata. Berkaitan dengan timbre atau warna suara.
Artikulasi dan pengucapannya
• Organ yang sangat berpengaruh pada pengucapan yaitu : lidah, gigi, rahang dan langit-langit.
¬Pergerakan tubuh : kontak mata, wajah atau air muka, gerak tangan, pergerakan. ¬Penyampaian efek : efek pada kredibilitas, efek pada pengungkapan informasi, efek pada tanggapan emosional pendengar.
TEKNIK ANNOUNCING
ENAM KUNCI UTAMA TEKNIK PENGUTARAAN P = PHRASING
A = ARTICULATION S = SPEED S = STRESSING I = INTONATION P = PAUSE PHRASING
· Pembagian / pemenggalan kata dalam sebuah kalimat.
· Tujuan : mempermudah pendengar menerima pesan dengan jelas, tepat, tanpa keraguan
Contoh :
· Kucing makan ikan mati
· Pegawai baru masuk kantor baru mulai jam 10.00 pagi.
ARTIKULASI
Kejelasan pengucapan huruf, suku kata ataupun kata HURUF (Konsonan / Vokal)
Misal :
o Varia & Paria o Fakta & Pakta
o Indonesia : Endonesya / Endoneisya SUKU KATA
Misal :
o Telah & tengah o Malam & malang KATA Misal : o Debirokratisasi o Kesejahteraan o Keleluasaan SPEED Kecepatan ujaran
Yang perlu diperhatikan : • Lambat Monoton
• Cepat , tidak tertarik/tidak paham pada apa yang disampaikan STRESSING
* Memberi tekanan pada kata-kata yang dimaksud Contoh :
o Pak Mulya telah menulis tiga buah buku pelajaran fisika
* Memperlambat penucapan kata yang dimaksud.
Contoh :
o Anehnya ketika bentrokan itu terjadi, aparat keamanan justru meninggalkan tempat tersebut
* Memperlama pause sebelum dan sesudah kata tersebut diucapkan
Contoh :
o Setelah dia pergi, baru saya merasa...betul-betul... kehilangan INTONASI
Tinggi rendah, irama, lagu kalimat. • Menghindari monoton, kejenuhan, mempermudah pengertian.
Panduan :
1. Gaya berbicara sehari-hari yang wajar. 2. Sesuaikan dengan konteks kalimat. CATATAN :
Dalam praktek teknik pengutaraan antara stressing dan intonasi tidak dapat dipisahkan / saling berpengaruh membentuk gaya (ciri – khas) penyampaian
PAUSE
Istirahat sejenak
Aspek perilaku dalam berpidato
Aspek FisikA. Gestures : Dengan menggunakan tangan, kepala, wajah atau bagian tubuh lain. Gerakan tersebut harus memilki makna.
B. Kontak Mata : Dapat menimbulkan daya tarik. Tataplah hadirin jangan sekali-kali menatap kelangit-langit ruangan atau ke luar. Apalagi melirik seorang gadis cantik yang lewat. Kontak mata tidak boleh ditujukan hanya kepada sekelompok hadirin, namun harus ke semua hadirin secara proporsional.
C. Posisi Tubuh : Meliputi cara berjalan, sikap berdiri, menggunakan podium dan mikrofone, serta jarak berdiri antara pembicara dan hadirin
D. Penampilan : Berkaitan dengan cara berpakaian saat menyampaikan pidato. Pakaian harus disesuaikan dengan kesempatan dan topik pidato, pembicara lain dan dengan hadirin.
Langkah-langkah penting dalam public speaking : 1. Perencanaan yang Matang
• Menyusun struktur terkait hal yang akan disampaikan. Penyampaian pesan sebaiknya singkat, padat dan jelas
• Melakukan riset, mempersiapkan dan mempelajari bahan bahan apa saja yang akan dibicarakan
• Memulai dengan data statistik/ fakta menarik tentang hal yang akan dibicarakan. 2. Berlatih sebanyak mungkin (“Practices makes Perfect”)
• Coba untuk berbicara di depan kaca atau berbicara dengan pasangan, saudara atau orang dekat anda.
• Siapkan intonasi, gaya bahasa dan susunan kata yang baik.
• Gunakan alat perekam untuk melihat hasilnya dan sarana evaluasi diri. 3. Bina hubungan baik dengan target khalayak.
• Kenali siapa mereka secara umum berdasarkan karakterisitik demografis, geografis dan psikografis. Hal ini membantu anda untuk tahu bagaimana seharusnya bersikap dan dalam memilih kata-kata yang tepat.
PEMANASAN / WARMING UP
• Public Speaking adalah kegiatan berbicara di depan umum yang memerlukan stamina yang prima.
• Orang akan ahli dalam satu bidang karena dilandasi Persiapan yang matang dan Pelatihan yang cukup. Hal ini sama dengan kemampuan Public Speaking.
• Public Speaking sama dengan kegiatan menyanyi atau aksi teatrikal (Drama), maka beberapa bentuk pemanasan yang perlu dilakukan pada Public Speaking hampir sama
dengan kegiatan menyanyi atau latihan akting. Perbedaannya, Public Speaking adalah berbicara secara wajar menyampaikan pesan tanpa nada melodi tertentu, tetapi memerlukan dukungan ekspresi dan emosi tertentu sesuai konteks acara dimana kita berbicara. Perbedaan kontekstual komunikasi ini akan menyebabkan perbedaan pula pada cara sang juru bicara harus berbicara. Itulah esensi pemanasan penting dilakukan sebelum tampil di depan umum agar kita adaptif dan supel pada segala konteks tertentu. • Pemanasan ini bertujuan untuk membiasakan otot otot atau bagian jasmaniah penting
lainnya dalam public speaking lentur saat berbicara disertai dengan porsi unsur emosi dan ekspresi yang tepat, sehingga penonton dapat tertarik melihat penampilan sang juru bicara dan mengerti pesan yang kita sampaikan (karena ada unsur ketulusan dan tidak kaku dalam berbicara).
Pemanasan dalam Public Speaking terdiri atas beberapa tahap : • Pemanasan Olah Nafas
• Pemanasan Olah Vokal
• Pemanasan Olah Muka (Senam Muka) • Pemanasan Olah Ekspresi dan Emosi • Pemanasan Olah Bibir (Ngetril) PEMANASAN OLAH NAFAS
• Olah Nafas ini dilakukan agar sang juru bicara dapat mengurangi demam panggung saat tampil dan dapat mengelola pernafasan dengan baik saat berbicara di depan umum saat tekanan psikis datang secara tiba-tiba.
• Olah Nafas ini sama seperti yang dilakukan pada senam yoga atau senam lainnya, yaitu terdiri atas kegiatan inhale (Menarik Nafas) dan exhale (Membuang Nafas).
• Latihan ini dapat dilakukan 3 set, dimana 1 set terdiri atas 3 repetisi.
• Repetisi 1 dan Repetisi 2 dilakukan secara biasa, namun saat repetisi ke-3, saat kita ingin buang Nafas, disertai dengan teriakan “HaH” untuk pelampiasan emosi. Lakukan itu 3 set.
PEMANASAN OLAH VOKAL
• Olah Vokal dilakukan agar sang juru bicara dapat menyampaikan pesan dengan artikulasi tepat dan melenturkan rongga mulut sehingga produksi suara menjadi tepat bunyi.
• Lakukan ini 3 set dimana 1 set itu terdiri atas 3 repetisi.
• Set pertama ucapkan lafal itu dengan volume rendah dan kecepatan yang lamban. Set kedua, ucapkan lafal itu dengan volume lebih tinggi dan kecepatan menengah. Set ketiga, ucapkan lafal itu dengan volume suara makin tinggi dan kecepatan tinggi.
PEMANASAN OLAH MUKA
(SENAM MUKA)
• Olah muka adalah hal yang penting dilakukan karena raut muka adalah jendela ekspresi saat bicara. Muka yang prima dan fleksibel akan memudahkan orang untuk memainkan mimik dan ekspresi tertentu saat bicara dalam beragam tuntutan kontekstual acara. • Pemanasan olah muka dilakukan dengan dimulai “Mengernyitkan Dahi dan Alis”,
“Mengernyitkan Hidung”, “Mengernyitkan Pipi”, “Latihan Melirik ke Kanan dan ke Kiri dan Bola Mata dilatih Berputar dari Atas ke Bawah” (seperti menari Bari), “Memonyongkan Mulut dan Merapatkan Mulut”, sehingga ekspresi wajah cenderung jelek namun elastis dan rileks saat bicara.
• Lakukan itu 3 set, dimana 1 set terdiri atas 3 repetisi.
PEMANASAN OLAH EKSPRESI DAN EMOSI
• Profesi seperti MC, Host atau Guru menuntut kita agar pandai menyampaikan sesuatu dengan berbagai ekspresi tergantung dari kontekstual acara kita berada. Permainan ekspresi yang bagus akan meramaikan suasana komunikasi, sehingga penonton tertarik dengan kita sebagai juru bicara. Ekspresi itu bukan hanya “Gembira” saja, namun juga ekspresi “Sedih”, “Marah” dan “Bingung atau Kekhawatiran”. (Contoh : Okky Lukman sebagai MC acara “Microfon Pelunas Hutang di Indosiar”, sangat dituntut menampilkan ekspresi sedih sebagai wujud empati dari acara yang dibawakannya. Hal ini menandakan bahwa Olah Ekspresi dan Emosi sangat krusial juga bagi MC dan Host) • Pemanasan Olah Ekspresi dan Emosi ini dapat dilakukan dengan mengucapkan 1 kalimat dengan 4 ekspresi dan emosi yang berbeda. Contoh ucapkanlah : “Aku Ingin Bertobat, Sukmaku Bergetar di Setiap Sudut Hati”. Lafalkan kalimat ini dengan ekspresi “Gembira”, “Sedih”, “Marah” dan “Kekhawatiran atau Bingung”. Lakukan ini 3 set.
PEMANASAN OLAH BIBIR (NGETRIL)
• Bibir merupakan bagian penting saat manusia berbicara. Bibir atas dan bibir bawah perlu dilatih fleksibilitasnya agar mendukung kita lancar dalam berbicara dengan kecepatan yang konstan.
• Bentuk pemanasan bibir dinamakan “Ngetril” yaitu merapatkan bibir atas dan bibir bawah dan menggetarkannya secara bersamaan sehingga membunyikan suara “brbrrrrrr” (Seperti ekspresi orang yang menggigil dan kedinginan).
• Lakukan ini 3 set, dimana 1 set terdiri atas 3 repetisi.
• Set Pertama ,lakukan “Ngetril” Pendek !, Set Kedua, lakukan “Ngetril” Medium ! dan Set Ketiga, lakukan “Ngetril” Panjang!
• Lakukan 5 tahap pemanasan ini di depan cermin, agar kita dapat melihat ekspresi kita saat berbicara sebagaimana orang-orang lain melihat kita berbicara sebagai sarana evaluasi diri pribadi dalam berbicara.
• Lakukan pemanasan ini secara rutin sebelum kita tampil di atas panggung atau saat latihan berbicara sendiri di depan cermin.
PELATIHAN DASAR 1
Pelatihan dasar ini ditujukan untuk melatih spontanitas kita saat bicara. Caranya dengan mencoba mengembangkan satu kata kunci, menjadi suatu konsep cerita menarik yang dapat diambil berdasarkan pengalaman pribadi. Lakukan ini di depan cermin dan evaluasi penampilan kita. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memperkaya diri dengan kosakata baru dan paham definisi dari kosakata tersebut. Contoh : Kata Kunci yang dipilih “SEKOLAH”. Latihlah diri kita bicara tentang sekolah, dimulai dari definisi sekolah dan cerita menarik tentang sekolah selama 30 Detik, tanpa jeda, gunakan kalimat dengan struktur “SPOK” yang jelas, tanpa noise… penggunaan kata .. “eee”… atau putus bicara karena kehabisan ide.
• Tutor memilih beberapa orang partisipan atau peserta untuk diuji secara spontan dalam mengembangkan ide dari satu kata kunci. Berikan waktu 30 detik bagi mereka untuk mendeskripsikan di depan kelas dengan konsep cerita menarik dari kata kunci tersebut. Lakukan ini dengan berdiri di depan kelas.
1. Liburan 2. Mainan 3. Teman 4. Motor 5. Buku Presenter : • Ambil Nafas.
• Melirik baris berikut.
Pendengar :
Memperoleh kesempatan untuk memahami apa yang disampaikan, terutama dalam kalimat - kalimat panjang
PRAKTEK DAN GAMES 1. Selamat pagi sahabat semua…
Apa kabar Sahabat Radio CERIA SELALU ?
Bareng lagi bersama saya (……) di Radio CERIA SELALU.
Heemm ,,, gimana kabar hari ini? pastinya tetap sehat dan semangat kan?
Seperti biasa (…..) bakalan nemenin pagi kalian semua selama 1 jam kedepan. Dan seperti biasa juga dipagi ini (…..) akan menyediakan perbincangan-perbincangan hangat seputar remaja. Untuk kesempatan kali ini tema yang akan (…..) angkat adalah Tentang Persahabatan
Baiklah gak usah ngomong panjang lebar lagi, mari kita masuk ke pokok pembahasan. Yaitu persahabatan.
Hemmmm apa sichhh persahabatan itu?
Kalo menurut saya pribadi, sahabat itu bagai embun pagi takkala matahari akan menyinari.
Ketika dia bersedih dan luka, saya mampu mengeluarkan air mata dan merasakan bahwa betapa saya tidak ingin ia tersakiti
Merasakan kehangatan dan kenyamanan ketika bersama, saling berbagi cerita. Merasakan bahwa di setiap langkahnya ada dalam ingatan dan selalu ingin menyenangkan hatinya di mana pun ia berada.
2. Selamat pagi pemirsa, kembali bersama saya ………dan rekan saya ……..di acara Seputar Indonesia, untuk mengabarkan berita- berita yang teraktual tajam dan
terpercaya, yang kami rangkum dalam Seputar Indonesia pagi ini. ISI :
BANJIR AKIBAT HUJAN DERAS
Pada hari rabu, hujan deras yang terjadi sejak malam hari tadi menyebabkan banjir tepatnya telah merendam jalur umum dan jalur busway yang berada di Jl.
Sisingamangaraja Jakarta Selatan. Penutup:
Menurut warga setempat banjir mulai merendam wilayah tersebut pada pukul 03.10 Pagi WIB. Akibat banjir yang merendam di sepanjang jalan menimbulkan kemacetan yang luar biasa.
Berita tadi menutup acara Seputar Indonesia pagi ini. Saya ……dan rekan saya……. mengucapkan terimakasih dan sampai jumpa
Kepemimpinan :
kepemimpinan pada dasarnya merupakan kajian tentang individu yang memiliki karakteristik fisik, mental, dan kedudukan yang dipandang lebih daripada individu lain dalam suatu kelompok sehingga individu yang bersangkutan dapat mempengaruhi individu lain dalam kelompok tersebut untuk bertindak ke arah pencapaian suatu tujuan.
KEPEMIMPINAN MENURUT PARA AHLI
Menurut James A.F Stoner, tugas utama seorang pemimpin adalah :
- Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk bekerja dengan orang lain, salah satu dengan atasannya, staff, teman sekerja atau atasan lain dalam organisasi sebaik orang diluar organisasi.
Menurut Henry Mintzberg, Peran Pemimpin adalah :
- Peran hubungan antar perorangan, dalam kasus ini fungsinya sebagai pemimpin yang dicontoh, pembangun tim, pelatih, direktur, mentor konsultasi.
- Fungsi Peran informal sebagai monitor, penyebar informasi dan juru bicara. - Peran Pembuat keputusan, berfungsi sebagai pengusaha, penanganan gangguan, sumber alokasi, dan negosiator.
Kaitan Retorika dengan Kepemimpinan Dalam Organisasi
TERIMA KASIH DAN TETAP SEMANGAT!
SELAMAT MENCOBA !
1. Seorang yang belajar seumur hidup
Tidak hanya melalui pendidikan
formal tapi juga informal
2. Berorientasi pada pelayanan dan
berani Menyuarakan Kebenaran
3. Membawa energi yang positif dan
santun dalam Menyuarakan
TIPS & TRICK
• Bina hubungan baik dengan target khalayak.
• Kenali siapa mereka secara umum berdasarkan karakterisitik demografis, geografis dan psikografis. Hal ini membantu anda untuk tahu bagaimana seharusnya bersikap dan dalam memilih kata-kata yang tepat.
• Libatkan penonton/ pendengar anda dalam pesan-pesan yang akan disampaikan, walaupun dibatasi oleh ruang dan jarak. Pancing dengan pertanyaan.
• Buatlah point-point singkat. Hindari membaca (Jika Presentasi atau MC).
Perhatikan Sikap Tubuh/ Body Language • Do
• Posisi Kaki bagi Perempuan seperti arah jam 12 kurang 10 menit atau jam 12 lewat 10 menit.
• Posisi kedua tangan menyingkap di depan perut dan bersikap rileks. (Jika Presentasi dan tidak memegang microfon).
• Posisi kaki bagi Pria sejajar dengan bahu dan tangan rileks diletakan pada jahitan celana untuk posisi siap. Dan Jika berbicara dapat gunakan bahasa tubuh tangan sewajarnya, berdiri tegak. (Jika Presentasi).
• Perhatikan kontak mata pada penonton.
• Sesekali senyum, perhatikan intonasi dan kecepatan bicara. • Don’t
• Memasukan tangan ke saku.
• Tangan ditangkupkan di belakang punggung. • Lengan disedekapkan.
• Bertolak pinggang. • Meremas remas tangan.
• Terlalu banyak memegang hidung atau merapihkan rambut bagi perempuan untuk menghilangkan demam panggung.
Perhatikan Kalimat Saat Berbicara DO
• Kepada Bapak Romi, dipersilahkan naik ke panggung untuk memberi sambutan! (Kalimat Logis)
• Demikian acara ini, kami mohon maaf atas segala keterbatasan dan terimakasih. (Kalimat Logis)
• Pendidikan Public Speaking diberikan agar supaya dipahami. (pemborosan) • Gunakan kata “Saya”, “Anda”.
• Perhatikan perbedaan aplikasi kata “Kami” dan “Kita” DON’T
• Waktu dan tempat kami persilahkan (Kalimat tidak logis sering didengar saat MC berujar).
• Kurang lebihnya kami mohon maaf dan ucapkan terimakasih (Kalimat tidak logis). • Pendidikan Public Speaking diberikan agar dipahami.
• Gunakan kata “Aku” atau Penyebutan nama pribadi, contoh Menurut Eko,…(karena pembicara sendiri namanya Eko).
• Gunakan kata “Kalian” pada audience yang lebih tua.
ETIKA MC DO
• Menyebutkan salam hormat dimulai dari tamu yang jabatannya paling tinggi hingga paling rendah.
• Mempersilahkan sambutan diawali dari tamu yang jabatannya paling rendah. Contoh : Jika ada Lurah, Bupati dan Gubernur. Maka sambutan diawali oleh Lurah.
• Lebih baik diam sejenak untuk melanjutkan pembicaraan saat mati gaya, dibandingkan dengan terus bicara tapi diselingi “Eee…” untuk mengisi kekosongan.
DON’T
• Menyebutkan salam hormat dimulai dari tamu yang jabatannya paling rendah hingga paling tinggi.
• Mempersilahkan sambutan diawali dari tamu yang jabatannya paling tinggi.
DAFTAR PUSTAKA
Littlejohn, W, S., & Foss., K. A. (2009). Teori Komunikasi – Theories of Human
Communication. Jakarta: Salemba Humanika.
Prasojo, Anita Wulandari. (2015). Bahasa Indonesia dalam Media : Peran Bahasa Indonesia
dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Prosiding Seminar Nasional
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP Siliwangi Bandung. Hal. 36-45 Rakhmat, J. (2015). Psikologi Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Hutomo, Azhar. (2019). Pengaruh Pelatihan Teknik Announcing Terhadap Peningkatan
Kualitas Pemandu Acara (MC) Bagi Remaja Kampung Cerdas. Jurnal Komunikasi.
10 (1). Hal. 83-88.
Meliala, Robbikal Muntaha. (2020). Pelatihan Teknik Retorika Dalam Menunjang
Kepemimpinan Pemuda Berorganisasi Bagi Remaja Panti Asuhan Hidayah. Jurnal
SOLMA. 9 (1). Hal. 79-91
Riswandi. (2017). Gaya Komunikasi Capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto Pada Pilpres 2014. Jurnal Acta Diurna, 13(1), Hal. 89–101.
SURAT TUGAS
No.0159/C.01/LPPM-UBSI/III/2021
Tentang
Panitia Pengabdian Masyarakat LPPM UBSI Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, dengan ini menugaskan :
Penanggung Jawab Dr. Mochamad Wahyudi, MM, M.Kom, M.Pd Ketua Pelaksana Silvina Mayasari M.Si
Anggota Robbikal Muntaha Meliala S.Sos, M.I.Kom Siti Qonaah S. Sos. MM
Andi Banus S.sn., M. Ilkom Nada Rezky Ammallia Agung Prasetiyo Haikal Shihab
Bertanggung jawab terhadap jalanya acara dari awal s/d akhir sebagai Panitia Pengabdian Masyarakat UBSI berupa Pelatihan Public Speaking Bagi Ibu-Ibu Posyandu RT 03 RW 14 Babelan Kab Bekasi masa penugasan pada:
Tanggal : 10 April 2021
Tempat : Panjibuwono City, Cluster Brawijaya Blok Bb8 No.12 A, Desa Kedung Pengawas, Babelan, Kab. Bekasi Panjibuwono City, Cluster Brawijaya Blok Bb8 No. 12 A Rt.03 Rw.14 Babelan, Kab.
Bekasi
Surat tugas dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. Agar dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
Jakarta, 3 Maret 2021 Ketua LPPM
Universitas Bina Sarana Informatika
Taufik Baidawi, M.Kom
Tembusan - Rektor UBSI - Arsip - Ybs