Bab ini berisi kesimpulan dari hasil penelitian dan memberikan masukan atau saran bagi perbaikan system pada instansi pemerintahan atau lembaga.
8
BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
1.1 Sejarah Singkat PT.JAMSOSTEK (Persero)
Penyelenggaraan program jaminan sosial merupakan salah satu tangung jawab dan kewajiban Negara - untuk memberikan perlindungan sosial ekonomi kepada masyarakat. Sesuai dengan kondisi kemampuan keuangan Negara, Indonesia seperti halnya berbagai Negara berkembang lainnya, mengembangkan program jaminan sosial berdasarkan funded social security, yaitu jaminan sosial yang didanai oleh peserta dan masih terbatas pada masyarakat pekerja di sektor formal.
Sejarah terbentuknya PT Jamsostek (Persero) mengalami proses yang panjang, dimulai dari UU No.33/1947 jo UU No.2/1951 tentang kecelakaan kerja, Peraturan Menteri Perburuhan (PMP) No.48/1952 jo PMP No.8/1956 tentang pengaturan bantuan untuk usaha penyelenggaraan kesehatan buruh, PMP No.15/1957 tentang pembentukan Yayasan Sosial Buruh, PMP No.5/1964 tentang pembentukan Yayasan Dana Jaminan Sosial (YDJS), diberlakukannya UU No.14/1969 tentang Pokok-pokok Tenaga Kerja, secara kronologis proses lahirnya asuransi sosial tenaga kerja semakin transparan.
Setelah mengalami kemajuan dan perkembangan, baik menyangkut landasan hukum, bentuk perlindungan maupun cara penyelenggaraan, pada tahun 1977 diperoleh suatu tonggak sejarah penting dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) No.33 tahun 1977 tentang pelaksanaan program asuransi sosial tenaga kerja
(ASTEK), yang mewajibkan setiap pemberi kerja/pengusaha swasta dan BUMN untuk mengikuti program ASTEK. Terbit pula PP No.34/1977 tentang pembentukan wadah penyelenggara ASTEK yaitu Perum Astek.
Tonggak penting berikutnya adalah lahirnya UU No.3 tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK). Dan melalui PP No.36/1995 ditetapkannya PT Jamsostek sebagai badan penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Program Jamsostek memberikan perlindungan dasar untuk memenuhi kebutuhan minimal bagi tenaga kerja dan keluarganya, dengan memberikan kepastian berlangsungnya arus penerimaan penghasilan keluarga sebagai pengganti sebagian atau seluruhnya penghasilan yang hilang, akibat risiko sosial.
Selanjutnya pada akhir tahun 2004, Pemerintah juga menerbitkan UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, yang berhubungan dengan Amandemen UUD 1945 dengan perubahan pada pasal 34 ayat 2, dimana Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) telah mengesahkan Amandemen tersebut, yang kini berbunyi: "Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan". Manfaat perlindungan tersebut dapat memberikan rasa aman kepada pekerja sehingga dapat lebih berkonsentrasi dalam meningkatan motivasi maupun produktivitas kerja.
Kiprah Perseroan yang mengedepankan kepentingan dan hak normative Tenaga Kerja di Indonesia terus berlanjut. Sampai saat ini, PT Jamsostek (Persero) memberikan perlindungan 4 (empat) program, yang mencakup Program Jaminan
10
Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) bagi seluruh tenaga kerja dan keluarganya.
Dengan penyelenggaraan yang makin maju, program Jamsostek tidak hanya bermanfaat kepada pekerja dan pengusaha ttp juga berperan aktif dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian bagi kesejahteraan masyarakat dan perkembangan masa depan bangsa.
2.2 Visi dan Misi Jamsostek
VISIMenjadi Badan penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) berkelas dunia, terpercaya, bersahabat dan unggul dalam Operasional dan Pelayanan.
MISI
Sebagai badan penyelenggara jaminan sosial tenaga kerja yang memenuhi perlindungan dasar bagi tenaga kerja serta menjadi mitra terpercaya bagi:
Tenaga Kerja : Memberikan perlindungan yang layak bagi tenaga kerja dan keluarga
Pengusaha : Menjadi mitra terpercaya untuk memberikan perlindungan kepada tenaga kerja dan meningkatkan produktivitas
Negara : Berperan serta dalam pembangunan
2.2.1 Filosofi Jamsostek
a) JAMSOSTEK dilandasi filosofi kemandirian dan harga diri untuk mengatasi resiko sosial ekonomi. Kemandirian berarti tidak bergantung pada orang lain
dalam membiayai perawatan pada waktu sakit, kehidupan di hari tua maupun keluarganya bila meninggal dunia. Harga diri berari jaminan tersebut diperoleh sebagai hak dan bukan dari belah kasihan orang lain.
b) Agar pembiayaan dan memanfaatkannya optimal, pelaksanaan program Jamsostek dilakukan secara gotong royong, dimana yang muda membantu yang tua, yang sehat membantu yang sakit dan yang berpenghasilan tinggi membantu yang berpenghasilan rendah.
2.2.2 Motto Perusahaan:
Pelindung Pekerja, Mitra Pengusaha
2.2.3 Nilai-Nilai Perusahaan PT. JAMSOSTEK (Persero)
a. Iman : Taqwa , berfikir positif, tanggung jawab, pelayanan tulus ikhlas.
b. Profesional : Berprestasi, bermental unggul, proaktif dan bersikap positif terhadap perubahan dan pembaharuan.
c. Teladan : Berpandangan jauh kedepan, penghargaan dan pembimbingan (reward dan encouragement), pemberdayaan.
d. Integritas : Berani, komitmen, keterbukaan.
e. Kerjasama : Kebersamaan, menghargai pendapat, menghargai orang lain.
12
2.3 Stuktur Organisasi Perusahaan
Gambar 1. Struktur Organisasi PT. JAMSOSTEK (Persero) Cabang Cirebon
2.4 Hak dan Wewenang
Uraian tugas dari masing-masing sub kantor di lingkungan Kantor Jaminan Sosial Tenaga Kerja adalah sebagai berikut :
1. Kepala Cabang
a) Mengarahkan, Mengevaluasi dan Mengendalikan Kegiatan operasional di Kantor Cabang. Kepala Kantor Cabang Kelas II Sekretaris Bidang Umum dan SDM Bidang Pemasaran Bidang Keuangan dan Teknik Informatika Bidang Pelayanan Marketing Officer Penata Madya SDM Penata Madya Keuangan Penata Bidang Pelayanan Relationship Officer Penata Muda Umum Penata Madya TI Customer Service Kantor Cabang Pembantu Penata Madya Administrasi Pemasaran
b) Mengelola Kinerja Cabang, Sehingga target kantor Cabang tercapai dengan cara:
.Mengalokasikan Pekerjaan
Mengarahkan Kegiatan
Mengkoordinasikan pelaksanaan program kerja
2. Sekretaris
a) Melaksanakan penilaian kinerja sesuai prosedur, guna memperoleh hasil penilaian yang valid dan akurat
b) Melaksanakan pengelolaan administrasi surat menyurat, rapat intern atau ektern
c) Menyampaikan informasi Kegiatan yang telah ada di dalam daftar kegiatan Kepala Kantor Cabang
3. Bidang Pemasaran
a) Menyusun usulan rencana pengembangan SDM di bidang pemasaran, guna mendukung pengembangan kualitas pegawai dengan cara:
Mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan dan kemampuan
Menyusun usulan rencana pengembangan
Mengajukan usulan program untuk direview dan dikompilasi atasan
14
b) Merencanakan program pemasaran formal, informal dan khusus (untuk pengembangan kepesertaan ) dan pengetahuan kepesertaan melalui program Customer Relation Ship Management (CRM).
- Marketing Officer
Menyusun usulan program pemasaran untuk timnya.
Melaksanakan penilaian kinerja sesuai prosedur, guna memperoleh hasil penilaian yang valid dan akurat.
- Relation Ship
Mengolah data kepesertaan dan membagi alokasi tugas kepada tim nya guna mendukung atasan dalam proses segmentasi dan pengelolaan peserta cabang dengan cara :
Menelaah data dari Marketing Officer.
Mengkoordinasikan pengumpulan informasi unuk mendukung atasan dalam penentuan klasifikasi / segmentasi perusahaan binaan.
Menyusun usulan segmentasi berdasarkan kebijakan yang berlaku.
Mengajukan usulan kepada atasan untuk direview dan disetujui.
- Penata Madya Administrasi Pemasaran
Melaksanakan penghimpunan informasi dari Marketing officer, dalam rangka memperoleh data potensi agar dapat dijadikan acuan untuk kegiatan pemasaran dengan cara :
Mengumpulkan data potensi, termasuk data perusahaan yang wajib menjadi peserta kedalam database
Mencocokan data potensi, yang harus di input dengan database potensi dan database kepesertaan
Membuat daftar Perusahaan Wajib Belum Daftar (PWBD).
4. Bidang Umum Dan SDM
a) Menyusun usulan rencana pengembangan SDM dibidang SDM dan Umum, guna mendukung pengembangan kualitas pegawai, dengan cara :
Mengidentifikasi, kesenjangan pengetahuan dan kemampuan
Menyusun usulan rencana pengembangan.
Mengajukan usulan program untuk direview dan kompilasi atasan.
- Penata Madya SDM
Melaksanakan pemenuhan kebutuhan pegawai, sehingga tersedia tepat waktu dan tepat kualifikasi, dengan cara :
16
Mengevaluasi kebutuhan
Mengajukan usulan pemenuhan kebutuhan SDM
Memproses pemenuhan kebutuhan - Penata Muda Umum
Melaksanakan kegiatan kesekertariatan, pengolahan arsip dan layanan umum lainya, untuk mendukung kelancaran kegiatan oprasional dengan cara :
Mencatat dan menyimpan dokumen atau surat
Mendistribusikan surat masuk atau keluar
Mengatur pemberian layanan umum ( seperti kebersihan, keamanan, dan kerumah tanggaan, dll.
5. Bidang Keuangan Dan TI
a) Mengelola kinerja bidang keuangan dan IT, sehingga target bidang tercapai, dengan cara :
mengalokasikan pekerjaan
mengkoordinasikan pelaksanaan program kerja - Penetapan Madya Keuangan
Mengkompilasi rencana kerja dan anggaran tahunan cabang, guna mendukung proses penyusunan, dengan cara :
mengumpulkan usulan dari setiap bidang
membuat usulan kompilasi rencana kerja dan anggaran
mengajukan usulan kepada atasan untuk di review - Penata Madya TI
Menyediakan sarana TI, sebagai dukungan kepada kegiatan operasional dengan cara :
Mengumpulkan data tentang kebutuhan TI ( perangkat keras & lunak )
mengevaluasi kebutuhan
mengusulkan rencana pemenuhan kebutuhan
melakukan koordinasi pemenuhan kebutuhan
6. Bidang Pelayanan
a) Menyusun usulan rencana pengembangan SDM dibidang pelayanan guna mendukung pengembangan kualitas pegawai dengan cara :
mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan dan kemampuan
menyusun usulan rencana pengembangan
mengajukan usulan program untuk di review dan dikompilasi atasan
merencanakan, mengkoordinasi, memantau, dan mengevaluasi penyelenggaraan dan pelayanan program JHT, JK, JPK, dan JKK
18
- Bidang Penata Madya Pelayanan
Mengumpulkan dan mengkompilasi data layanan untuk mendukung atasan dalam penyusunan rencana kerja dan anggaran tahunan, dengan cara :
mengumpulkan data sesuai kebutuhan
menganalisa pencapaian target dan permasalahan yang timbul
mengajukan hasil analisa dan data kepada atasan untuk di review
- Costomer Service
Memberikan pelayanan yang cepat dan akurat untuk menjaga kepuasan pelanggan dengan cara :
memberikan pelayanan informasi program
menerima dan mencatat dokumen pendaftaran kepesertaan dan memberi tanda terima dokumen
menerima permohonan koreksi data dan sertifikat kepesertaan dan lakukan revisi sesuai kebutuhan
2.5 Lokasi Perusahaan
Praktek kerja lapangan dilaksanakan di JAMSOSTEK (Jaminan Sosial Tenaga Kerja ) yang berlokasi di Jl. Evakuasi no 11B Kota Cirebon dari tanggal 29 April s/d 25 Mei 2013 selama 30 (tiga puluh hari kerja). Waktu Praktek Kerja Lapangan mulai pukul 08.00 WIB s.d 12.00 WIB, sementara waktu istirahat 1 (satu) jam 12.00-13.00 pada hari Senin s.d Jumat dan hari Sabtu libur.
20
BAB III
LANDASAN TEORI
3.1 Pengertian Sistem
“Sistem adalah kumpulan dari elemen – elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu” Sistem ini menggambarkan suatu kejadian –kejadian dan kesatuan yang nyata adalah suatu objek nyata seperti tempat benda dan orang-orang yang betul- betul ada dan terjadi (Jogiyanto HM, Analisis & Desain Sistem Informasi 2005, Hal : 2).
Menurut Raymond Mcleod (2001) sistem adalah himpunan dari unsur-unsur yang saling berkaitan sehingga membentuk suatu kesatuan yang utuh dan terpadu. Sistem terdiri dari struktur dan proses. Struktur sistem merupakan unsur-unsur yang membentuk sistem tersebut sedangkan proses sistem menjelaskan cara kerja setiap unsur sistem tersebut dalam mencapai tujuan sistem Setiap sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar dan terdiri dari berbagai sistem lebih kecil yang disebut sebagai subsistem
Sedangkan Menurut ( Dr. Ir. Harijono Djojodihardjo,Pengantar Sistem Komputer 1984, Hal 78) “Sistem adalah sekumpulan objek yang mencakup hubungan fungsional antara ciri tiap objek, dan yang secara keseluruha merupakan suatu kesatuan secara fungsional .”
Jogiyanto (2005: 3) mengemukakan sistem mempunyai karakteristik atau sifat sifat tertentu, yakni :
1. Komponen
Suatu Sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap subsistem mempunyai sistem-sistem dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
2. Batasan Sistem.
Batasan sistem (boundary) merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batasan sutau sistem menunjukkan ruang lingkup dari sistem tersebut.
3. Lingkungan Luar Sistem .
Lingkungan luar (evinronment) dari suatu sistem adalah apapun diluar batas sistem yang mempengaruhi operasi. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dana dapat juga bersifat menguntungkan sistem tersebut Lingkungan luar yang menguntungkan berupa energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedangkan lingkungan luar yang merugikan harus ditahandan dikendalikan, kalau tidak maka akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.
22
4. Penghubung sistem
Penghubung (interface) merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari subsistem ke subsistem yang lainnya. Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.
5. Masukan Sistem
Masukan (input) sistem adalah energi yang masukan kedalam sistem . masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input), dan masukan signal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya tersebut dapat beroperasi signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran.Sebagai contoh didalam komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.
6. Keluaran Sistem
Keluaran (output) sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan diklafikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan . Misalnya untuk system komputer, panas yang dihasilkan adalah keluaran yang tidak berguna dan merupakan hasil sisa pembuangan, sedangkan informasi adalah keluaran yang dibutuhkan.
7. Pengolahan Sistem
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain menjadi keluaran berupa barang jadi.
8. Sasaran Sistem
Sebuah sistem sudah tentu mempunyai sasaran atau pun tujuan. Dengan adanya sasaran sistem, maka kita dapat menetukan masukan yang dibuuhkan sistem dan keluaran apa yang akan dihasilkan sistem tersebut dapat dikatakan berhasil apabila mencapai/mengenai sasaran atau pun tujuan. Husni Iskandar Pohan (1997: 2) menjelaskan bahwa pada dasarnya hanya ada dua jenis sistem yaitu: sistem alami seperti sistem matahari, sistem luar angkasa, sistem reproduksi dan lain sebagainya;
Sistem buatan manusia seperti sistem hukum, sistem perpustakaan , sistem transportasi dan lain sebagainya.
Sistem alami terbagi menjadi dua, yaitu
Sistem fisik seperti sistem molekul, luar angkasa: dan,
Sistem kehidupan seperti sistem tumbuhan, sistem manusia
Sedangkan sistem buatan manusia umumnya dibagi berdasarkan spesifikasi tertentu seperti:
24
Sistem sosial (hukum, doktrin, seragam),
Sistem organisasi (perpustakaan),
Sistem transportasi (jaringan jalan raya, kanal, udara, lautan),
Sistem komunikasi (telepon, teleks, sinyal asap),
Sistem produksi (pabrik) dan,
Sistem keuangan (akuntansi, inventori, buku besar)
3.2Pengertian Piutang
Piutang merupakan kekayaan perusahaan yang timbul sebagai akibat dari adanya kebijakan penjualan barang/jasa secara kredit. Kebijakan kredit bertujuan memaksimalkan profit dengan risiko yang minimal. Pada dasarnya penjualan secara kredit bertujuan untuk merangsang minat para pelanggan, menaikkan volume penjualan, meningkatkan laba bersih penjualan dan strategi ampuh dalam memenangkan persaingan melalui memperluas pangsa pasar.
Selain berdampak positif terhadap iklim perputaran keuntungan perusahaan, penjualan secara kredit juga mempunyai risiko bagi para pengelola perusahaan.
Menurut Zaki Baridwan , proses data piutang dengan komputer yang membentuk prosedur pelaporan iuran upah peserta adalah:1. Proses Data Input Piutang Harian dengan menggunakan Terminal
Menggambarkan proses data input piutang bila perusahaan mempunyai beberapa terminal, yang masing-masing digunakan untuk memasukkan kumpulan bukti transaksi yang berbeda. Bila terminal yang digunakan hanya satu buah, maka semua bukti yang ada diserahkan pada operator untuk diproses.
Gambar 2.
Proses data input piutang harian dengan menggunakan terminal (terdapat beberapa remote terminal dalam perusahaan)
2. Proses Meng-Up Date Master File Piutang dan Membuat Laporan Piutang Harian
Menunjukkan proses meng-up date master file piutang harian. Bila jumlah transaksi harian tidak terlalu banyak, proses ini juga dapat dilakukan setiap periode, misalnya mingguan. Jika proses meng-up date master piutang
Faktur Credit Memo memo memo Bukti Memo Terminal Terminal Terminal CPU File transaksi Piutang harian
26
harian dilakukan setiap periode tertentu (bukan harian), maka transaksi-transaksi yang terjadi dapat diproses dengan dua cara yaitu :
1) Bukti transaksi diproses ke dalam file transaski piutang harian setiap hari. 2) Bukti transaksi dikumpulkan selama satu periode untuk diproses bersama
dalam file transaksi piutang periode itu.
Gambar 3.
Proses meng-up date master file piutang dan membuat laporan piutang usaha
3. Proses Menyusun Surat Pernyataan Piutang dan Analisa Umur Piutang
Setiap periode tertentu, misalnya tiap akhir bulan, master file piutang dapat diproses untuk menghasilkan surat pernyataan piutang dan analisa umur piutang. Surat pernyataan piutang akan dikirimkan pada debitur dan analisa umur piutang akan digunakan sebagai dasar untuk membuat bukti
File Transaksi piutang harian Master File piutang CPU Master file piutang baru File transaksi sampai sekarang Laporan piutang harian
memo (yaitu bukti untuk menghapus piutang). Proses tersebut biasanya juga sekaligus memproses data penjualan (Zaki baridwan 1994:155-157).
Gambar 4. Proses menyusun surat pernyataan piutang dan analisa umur piutang
3.3 Pengertian Iuran
Iuran (1) adalah sejumlah uang yang dibayar secara teratur oleh para peserta,
pemberi kerja, dan/atau pemerintah. (Pasal 1 Angka 10 UU Nomor 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional).
Iuran (2) adalah sejumlah uang yang dibayar secara teratur oleh peserta, pemberi
kerja, dan atau pemerintah. (Pasal 1Angka 6 UU Nomor 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial).
3.3.1 Pembayaran Iuran
Iuran lanjutan wajib dibayar perusahaan setiap bulan paling lambat tanggal 15 (lima belas) bulan berikutnya, dengan melampirkan:
1) Formulir jamsostek 2 bila tidak terjadi perubahan upah dan jumlah Tenaga kerja maupun tertanggung peserta JPK.
Master file piutang CPU Surat pernyataan Analisa umur piutang
28
2) Formulir jamsostek 2 dan formulir jamsostek 2a serta formulir jamsostek pendukung lainnya bila terjadi perubahan upah, tenaga kerja maupun tertanggung peserta JPK.
PT.jamsostek (persero) wajib memberitahukan atau mengingatkan perusahaan secara tertulis, paling lambat 7 ( tujuh) hari setelah :
1) Batas akhir pembayaran iuran bagi perusahaan belum memenuhi kewajibannya.
2) Perusahaan membayar iuran, tetapi terdapat kekurangan atau kelebihan iuran.
Pengusaha wajib menyelesaikan kekurangan atau kelebihan iuran dalam waktu 7 (tujuh) hari setelah diterimanya pemberitahuan dari PT.jamsostek (persero), selambat-lambatnya bersamaan dengan pembayaran iuran bulan berikutnya.
Pengusaha wajib membayar iuran setiap bulan secara berurutan, apabila tidak berurutan PT.jamsostek (persero) dapat memperhitungkan sebagian atau seluruh iuran pada bulan berikutnya untuk melunasi iuran yang belum dibayarkan atau kekurangan iuran bulan sebelumnya.
Iuran Jaminan Hari Tua dan hasil pengembangannya baru dapat dirinci dan dihitung serta dimasukkan dalam AKUN INDIVIDU masing-masing peserta setelah iuran yang dibayarkan jumlahnya/besarnya sama dengan rincian iuran tenaga kerja.
Iuran atau kekurangan iuran yang belum dibayarkan oleh perusahaan dikenakan DENDA sesuai ketentuan yang berlaku dan merupakan piutang PT.Jamsostek (persero) kepada perusahaan yang bersangkutan.
Iuran ditetapkan berdasarkan nominal tertentu sekurang-kurangnya setara dengan Upah Minimum Provinsi/Kabupaten/Kota setempat.
Iuran jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, jaminan pemeliharaan kesehatan ditanggung sepenuhnya oleh peserta.
Besarnya iuran :
1. Jaminan kecelakaan kerja : 1% penghasilan sebulan 2. Jaminan kematian : 0,3% penghasilan sebulan
3. Jaminan hari tua : minimal 2% penghasilan sebulan 4. Jaminan pemeliharaan kesehatan :
3% penghasilan sebulan (lajang)
30
Tabel dasar perhitungan iuran:
UPAH Dasar Upah
Besarnya Iuran Jumlah
JKK JK JPK (lajang) JPK (keluarga JHT Lajang Keluarga 1% 0,3% 3% 6% 2% 340.000- 499.000 420.000 4.200 1.260 12.600 25.200 8.400 26.460 39.060 500.000- 699.000 600.000 8.000 1.800 18.000 36.000 12.300 37.800 55.800 700.000- 899.000 800.000 9.000 2.400 24.000 46.000 18.000 50.400 74.400 900.000- 1.199.000 050.000 10.500 3.150 30.000 80.000 21.000 84.650 94.650 1.200.000- 1.198.000 350.000 13.500 4.060 30.000 80.000 27.000 74.550 104.550 1500.000- 1.899.000 700.000 17.000 5.100 30.000 60.000 34.000 86.100 116.100 1900.000- 2.499.000 2.200.000 22.000 6.600 30.300 60.000 44.000 102.600 132.600 2.500.000- 3.999.000 5.250.000 32.500 9.750 30.000 60.000 65.000 137.250 167.250 4.000.000- 4.999.000 4.500.000 45.000 13.500 30.000 60.000 90.000 178.500 208.500 5.000.000- 5.999.000 5.500.000 55.000 16.500 30.000 60.000 110.000 211.500 241.500 6.000.000- 6.999.000 6.500.000 65.000 19.500 30.000 60.000 130.000 244.500 274.500 7.000.000- 7.999.000 7.500.000 75.000 22.500 30.000 60.000 150.000 277.500 307.500 8.000.000- 8.999.000 8.500.000 85.000 25.500 30.000 60.000 170.000 310.500 340.500 9.000.000- 9.999.000 9.500.000 95.000 28.500 30.000 60.000 190.000 348.500 573.500
3.3.2 Penunggakan Iuran
Dalam hal pengusaha menunggak iuran 1 (satu) bulan maka :
1. Pengusaha wajib membayar terlebih dahulu jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian yang menjadi hak tenaga kerja.
2. Pengusaha wajib memberikan terlebih dahulu pelayanan pemeliharaan kesehatan kepada tenaga kerja.
3. PT. Jamsostek akan mengganti jaminan yang menjadi hak tenaga kerja kepada pengusaha sesuai dengan ketentuan yang berlaku setelah pengusaha membayar seluruh tunggakan iuran beserta dendanya. 4. Permintaan penggantian jaminan yang menjadi hak tenaga kerja oleh
pengusaha kepada PT.jamsostek tidak boleh melebihi jangka waktu 3 (tiga) bulan.
5. PT.Jamsostek wajib membayar penggantian jaminan paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sejak dokumen pendukung dinyatakan lengkap.
3.4 Pengertian Peserta Jamsotek
“Peserta jamsostek adalah pengusaha dan tenaga kerja yang telah tercatat ikut serta dalam program jamsostek.” (Jamsostek, Kumpulan Peraturan Perundangan Program Jamsostek 2011, Hal : 182).
3.5 Pengertian Jamsostek
“Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) adalah suatu perlindungan bagi tenaga kerja dalam bentuk santunan berupa uang sebagai pengganti sebagian dari
32
penghasilan yang hilang atau berkurang dan pelayanan sebagai akibat peristiwa atau keadaan yang dijalani oleh tenaga kerja berupa kecelakaan kerja, sakit, hamil, bersalin, hari tua, dan meninggal dunia.” (Jamsostek, Kumpulan Peraturan Perundangan Program Jamsostek 2011, Hal : 182).
3.6 Alat Pengembangan Sistem
3.6.1 Pengertian Flow Map
Flowmap merupakan bagan alir yang memungkinkan arus dari laporan-laporan dan formulir termasuk tembusan-tembusannya.
Tujuan utama penggunaan flowmap adalah untuk menggambarkan suatu tahapan penyelesaian permasalahan secara sederhana, rapi dan jelas dengan menggunakan simbol-simbol yang standar. Adapun simbol-simbolnya
Tabel 2 Simbol-Simbol Flowmap
SIMBOL NAMA FUNGSI
Formulir / Dokumen
Dokumen atau input atau
output baik manual , mekanik
maupun komputer
Tampilan ke monitor
Untuk menampilkan tampilan
ke monitor
Proses Komputer
Menunjukan kegiatan proses
dari operasi program
Proses Manual
Menunjukan pekerjaan yang
34
File
Menunjukan input / output
yang menggunakan disket
Disk/ Database
Penyimpanan yang dapat di
akses langsung
Arsip Arsip atau filenon aktif
Arus satu proses
Menunjukan arus dari suatu
proses
Pilihan
Untuk menentukan suatu
pilihan
Konektor Simbol
Digunakan untuk penghubung
ke halaman yang masih sama
3.6.2 Diagram Konteks
Definisi diagram konteks menurut AL-Bahra (2005:64) dalam buku yang berjudul Analisis dan Desain Sistem Informasi Menerangkan bahwa : “diagram konteks adalah diagram yang terdiri dari suatu proses dan menggambarkan ruang lingkup suatu sistem.”Definisi di atas dapat disimpulkan bahwa diagram konteks adalah diagram yang menggambarkan alur ruang lingkup dari suatu sistem dan terdiri dari dokumen-dokumen serta fungsi-fungsi terkait.
3.6.3 Data Flow Diagram (DFD)
Definisi diagram arus data menurut Jogiyanto (2004:700) dalam buku yang berjudul Analisis dan Desain Sistem Informasi adalah sebagai berikut:
“Data Flow Diagram digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada