• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan data yang dikumpulkan dilapangan melalui kuesioner, wawancara, observasi dan tinjuan dokumen serta analisa data, dapat ditarik kesimpulan dan saran-saran sebagai berikut:

5.1 Kesimpulan

5.1.1 Untuk menjawab pertanyaan pertama, apa yang melatarbelakangi masalah perilaku agresif Xxx, peneliti melakukan wawancara dengan guru dan orang tua Xxx. Data menunjukan gaya pengasuhan dari orang tua Xxx cenderung mengarah kepada gaya permissive indulgent. Dan dari susunan keluarga sample, Xxx mempunyai seorang ayah dan seorang ibu dan mempunyai seorang adik laki-laki dengan perbedaan umur yang dekat.

Peneliti mendapatkan kesimpulan bahwa keadaan yang digambarkan di atas merupakan faktor yang utama yang melatarbelakangi masalah perilaku sampel.

5.1.2 Untuk mengetahui apa teknik menggambar yang sesuai untuk Xxx, peneliti melakukan observasi di lapangan dan menemukan bahwa, Finger Painting sangat sesuai dengan Xxx. Ia sangat senang, sangat termotivasi

dan sangat bersemangat dengan pendekatan tersebut. Finger Painting dapat membuat Xxx menjadi sangat relex. Kegiatan ini dapat Memberikan ketenangan, dan kenyamanan di dalam dirinya.

5.1.3 Untuk mengetahui apakah dengan pendekatan finger painting dapat mempengaruhi perilaku sample, peneliti melakukan observasi dilapangan dan menemukan bahwa terjadi perubahan dalam diri Xxx pada proses pelaksanaan perlakuan. Selama proses perlakuan, Xxx dapat mengkontrol perilakuanya. Peneliti juga melakukan wawancara dengan orang tua Xxx dan guru Xxx. Dari hasil wawancara tersebut, peneliti mendapatkan informasi mengenai terjadinya perubahan perilaku pada Xxx. Peneliti mengambil kesimpulan bahwa pendekatan dengan teknik tersebut sangat mempengaruhi perilaku Xxx secara positif.

5.1.4 Untuk mengetahui perubahan perilaku yang menonjol pada Xxx saat perlakuan berlangsung, peneliti melakukan observasi di lapangan. Pada tahap awal pemberian perlakuan, peneliti menemukan perilaku Xxx sangat tidak terkontrol, yaitu mengotori kelas secara berlebihan selama proses finger painting berlangsung. Menurut informasi dari gurunya, sebenarnya

jika ditegur atau dinasihati Xxx mau menurut, tetapi dalam waktu singkat ia segera lupa akan nasihat tersebut dan mengulangi lagi kenakalannya.

Tetapi ternyata perilaku ini bisa berubah setelah peneliti memberikan penguatan negatif kepada diri Xxx.

5.2 Temuan

5.2.1 Pemilihan media sangat mempunyai pengaruh yang besar terhadap hasil yang ingin dicapai. Teknik yang sama, media berbeda dapat menciptakan pengaruh yang berbeda. Dengan menggunakan spidol, Xxx menggambar

apa yang sedang dipikirkan olehnya. Sedangkan dengan media cat, ia menggambar apa yang dirasakan olehnya.

5.2.2 Xxx lebih memilih media cat dibandingkan media lainnya. Karena bila dilihat dari motorik anak, anak pada umur dibawah enam tahun, umumnya masih mengalami kelemahan pada motorik halusnya (Hurlok 1978).

Menggunakan alat, tentunya akan membuat anak lebih sulit karena akan menghambat anak dalam menggambar. Karena hambatan tersebut, anak cenderung untuk tidak memilih yang dapat mempersulit dirinya dengan cara tidak menggunakan alat-alat tersebut.

5.2.3 Penggunaan media finger/cat painting, lebih efektif sebagai media mengeluarkan emosi dibandingkan penggunaan alat seperti spidol, pensil, crayon. Mengapa Xxx bila menggunakan alat seperti pensil, crayon dan spidol, akan menggambarkan apa yang sedang dipikirkannya, seperti superheroes, mobil dan orang, berbeda dengan hasil gambar bila tidak menggunakan alat bantu. Anak belajar dari meniru orangtuanya, guru, teman-temanya dan orang lain. Pada kejadian sehari-hari, alat-alat tersebut digunakan sebagai alat bantu untuk berkomunikasi dengan orang lain. Alat digunakan sebagai media bantu untuk mengunkapkan apa yang dipikirkan.

Faktor pengkondisian juga berperan besar. Anak diajarkan di sekolah, di rumah dan di lingkungan sekitarnya mengunakan alat-alat seperti pensil dan pen untuk menuliskan apa yang dipikirkannya, mengkomunikasikan pikirannya kepada orang lain. Sehingga timbul paradigma bagi anak terhadap kegunaan dari alat-alat tersebut (alat dikondisikan). Sedangkan

bila tidak menggunakan alat bantu, anak tidak mempunyai gambaran tersebut sehingga menjadi apa adanya. Dan karena langsung dengan indra raba yaitu tangan, tentunya ada sentuhan dan rabaan akan menimbulkan sensasi emosi pada anak (BBC, 2004). Karena dekatnya dengan emosi, anak akan lebih menggambarkan emosi atau apa yang dirasakan, dibandingkan dengan apa yang dipikirkan.

5.2.4 Dengan pendekatan penguatan negatif, perilaku Xxx yang selalu mengulangi kesalahannya meskipun sudah dinasehati atau dimarahi dapat berubah. Perubahan tersebut dapat bertahan lama pada diri Xxx.

5.2.5 Dalam melakukan kegiatan ini, proses sebelum dan pelaksanaan kegiatan mempunyai peran yang penting (ritual) yang dapat digunakan untuk membantu atau membentuk perilaku anak.

5.3 Saran

5.2.1 Saran untuk kegitan penelitihan yang serupa di masa mendatang adalah:

5.3.1.1 Penelitian harus benar-benar mendapat dukungan dari pihak guru dan orang tua sampel. Komitmen dari kedua pihak tersebut sangatlah penting untuk kelancaran penelitihan.

5.3.1.2 Mendapatkan sumber-sumber yang dapat membantu untuk memberikan perlakuan yang tepat dari setiap teknik gambar.

5.3.1.3 Faktor banyaknya dan lamanya pemberian perlakuan harus diperhatikan, jangan sampai anak menjadi bosan dalam menjalani proses penelitian dan perlakuan di lapangan.

5.3.1.4 Satu teknik dalam setiap satu perlakuan sehingga peneliti lebih fokus dalam meneliti kelemahan dan kelebihan teknik tersebut lebih dalam.

5.3.2 Saran Implementasi

Dengan hasil dari penelitian ini, peneliti menyarankan kepada orang tua atau guru bila mempunyai anak atau murid yang mempunyai masalah perilaku agresif, dapat menggunakan pendekatan finger painting.

5.4 Studi Lanjutan

Penelitian ini masih ada beberapa pertanyaan yang tidak terjawab, seperti:

5.4.1 Peran kedekatan peniliti dan sample, apakah faktor tersebut mempunyai peran yang lebih besar dalam perubahan perilaku agresif sampel.

5.4.2 Kepastian mengenai menggunakan alat (spidol, pensil, crayon) dan tidak menggunakan alat (finger painting) harus diteliti lebih lanjut.

5.5 Kendala yang Dihadapi

Dalam penelitian ini peneliti mengalami beberapa kendala seperti:

5.5.1 waktu yang dirasakan kurang, karena dari pihak sekolah dan kegiatan sampel yang menyebabkan aktivitas ini hanya dapat dilakukan dua kali seminggu dan dirasakan kurang oleh peneliti.

5.5.2 kondisi ruangan yang dirasakan peneliti kurang mendukung kegiatan penelitian ini. Kegiatan dengan cat pastinya akan membuat ruangan kelas menjadi kotor sehingga takut menyingung perasaan pengurus sekolah dan guru kelas. Dengan pertimbangan tersebut, peneliti tidak dapat secara maksimal mengarahkan sample untuk benar-benar secara lepas dan bebas dalam beraktivitas.

5.5.3 Karena kesibukan dari pihak guru dan orang tua sampel, peneliti tidak dapat secara maksimal mengukur perubahan sampel secara pasti/terukur dalam nominal. Peneliti merasakan pengukuran yang dipakai penelitihan ini masih kurang maksimal.

Dokumen terkait