Pada bab ini, penulis akan menyampaikan kesimpulan yang diperoleh dari pembahasan bab-bab sebelumnya yang disertai dengan saran-saran yang dapat menunjang kemajuan instansipada masa yang akan datang.
BAB II
PT. SANG HYANG SERI (PERSERO)
A. Sejarah Singkat
Dalam rangka pelaksanaan industri perbenihan di Indonesia telah dibentuk organisasi dalam bidang perbenihan yaitu : Dengan Keputusan Presiden RI No.27 tahun 1971 tanggan 5 mei 1971, dibentuk organisasi Badan Benih Nasional yang berfungsi untuk membantu Menteri Pertanian dalam merencanakan dan merumuskan kebijakan dalam bidang perbenihan. Setelah dikeluarkannya keputusan tersebut dibentuklah Lembaga Pusat Penelitian Pertanian cabang Sukamandi (LP-3) atau Balai Penelitian Pangan (BPTP) Sukamandi, dibentuk berdasarkan SK. Menteri Pertanian Nomor 183/ kpts / org / 5 / 1971 yang kemudian dalam perkembangannya disepurnakan dengan SK. Menteri Pertanian No. 796/ kpts/05.210/12/94 dikembangkan kebalai-balai diantaranya untuk perkembangan padi di Sukamandi, Jagung di Baros, kacang-kacangan dan umbi-umbian di Malang. Sebelum menjadi sebuah BUMN awalnya PT. Sang Hyang Seri awalnya bernama BPTP Sukamandi.
Pada tahun 1940 PT. Sang Hyang Seri (Persero) adalah perkebunan besar milik swasta asing (Inggris) dengan nama “Pamanukan dan Tjiasem Lands” yang dengan adanya nasionaalisasi pada tahun 1957 dikelola oleh yayasan Pembangunan Daerah Jawa Barat (YPDB). Pada tahun 1966 YPDB menjadi
“Proyek Produksi Pangan Sukamandi jaya” bersamaan dengan dibentuknya
“Proyek Penelitian dan mekanisasi” serta “Proyek Perhewani”. Ketiga proyek ini dilebur pada tahun 1968 menjadi “Lembaga Sang Hyang Seri”.
Kemudian melalui Peraturan Pemerintah (PP) No.22 tahun 1971 Lembaga Sang Hyang Seri menjadi Perusahaan Umum (PERUM). Sang Hyang Seri sebagai salah satu sub sistem perbenihan nasional yang dengan bantuan pinjaman dana dari Bank Duniaa merupakan perusahaan perbenihan unggul dan bersertifikat yang modern dan terbesar di Indonesia bahkan di Asia Tenggara.
Perum Sang Hyang Seri mengembangkan wilayah pelayanannya dengan mendirikan:
1. Tahun 1973 Distrik Benih di Klaten Jawa Tengah.
2. Tahun 1977 Distrik Benih di Malang Jawa Timur dengan & unit produksi benih.
3. Tahun 1982 mendirikan cabang di luar Jawa, yaitu di Lampung, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan dan Sumatera Barat.
Pada Tahun 1995 status PERUM berubah menjadi PERSERO dengan memperluas core business menjadi benih pertanian dan usaha lain yang langsung menunjang usaha perenihan yang dapat meningkatkan pendapatan dan kinerja perusahaan. Pada tahun 1997 PT. Sang Hyang Seri (Persero) memasuki bisnis benih hortikultura dan pada taun 2001 mulai mengembangkan bisnis agroinput yang berupa sarana produksi dan agroinput yang berupa hasil pertanianPembinaan perusahaan dilaksanakan oleh kementrian BUMN sesuai dengan PP 64/2001 tanggal 13 September 2001.
1. Visi dan Misi PT. Sang Hyang Seri (Persero)
PT. Sang Hyang Seri berkomitmen untuk memenuhi keinginan dan memenuhi persyaratan pelanggan dan steakholder serta melakukan peningkatan mutu produk Agroindustri yang berkelanjutan terhadap keefektifan sistem manajemen mutu.
Visi :
Menjadi Perusahaan Agroindustri Benih Nasional Kelas Dunia.
Misi :
Menghasilakan produk agroindustri bermutu melalui pemanfaatan sumber daya perusahaan secara efisien dan efektif untuk memberikan manfaat optimal bagi steakholder.
Motto :
Mutu dan Pelayanan Terjamin.
Strategi Utama :
Tetap mempertahankan pertumbuhan perusahaa secara konsentrik yang didasarkan atas keunggulan teknologi.
2. Makna Logo PT. Sang Hyang Seri (PERSERO)
Gambar 2.1. Logo PT Sang Hyang Seri (PERSERO)
Sumber : PT. Sang Hyang Seri (PERSERO)
PT. Sang Hyang Seri (PERSERO) mempunyai logo sebagai identitas. Yang terdiri dari :
a. Elemen dasar dan representasi logo
Logogram (Logo berupa ikon/gambar) merupakan bentuk pengembangan dari logo yang lama, sebuah lingkaran abstrak bejumlah 5 kelopak, melambangkan keterbukaan Sang Hyang Seri untuk memberikan Mutu Dan Pelayanan Terjamin, dengan jumalah 5 tersebut juga melambangkan kekuatan ideologi Pancasila, terkait PT. SHS merupakan salah satu BUMN yang memebrikan kontribusi terbaik untuk bangsa dan Negara Indonesia.
Selain itu, logogram merupakan bentuk penyederhanaan dari ikon tangan melingkar, simbol kerja sama jajaran direksi, yaitu :
1. Direktur Utama 2. Direktur Produksi 3. Direktur Keuangan 4. Direktur Pemasaran 5. Direktur SDM dan Umum
Yang kuat dan profesional dalam melambangkan PT. Sang Hyang Seri (PERSERO)
b. Logotype (Logo berupa huruf)
Merupakan integrasi waktu berdirinya PT. Sang Hyang Seri.Logotype secara sepintas dibaca SHS, namun bila dilihat detail, Perbedaan Warna Biru dangan Hijau seolah-olah memisahkan pengartian menjadilebih luas.Warna biru SS, secara imajiner membentuk dua angka 5 yang berarti Tanggal dan Bulan
berdirinya PT. Sang Hyang Seri. Warna Hijau, secara imajiner juga membentuk angka 71 yang berarti tahun berdirinya PT. Sang Hyang Seri.
c. Warna
Warna secara pokok terdiri dari Hijau dan Biru, ditambah sedikit warna penyeimbang (abu-abu) pada Tulisan PT. Sang Hyang Seri (PERSERO).Warna Biru berhungan dengan integritas sebuah Profesionalitas, Sumber Daya Manusia, dan Ilmu Pengetahuan (Penelitian).Warna Hijau Berhubungan dangan Sumber Daya Alam, Lingkungan dan Pertumbuhan. Dengan Kombinasi Kedua warna tersebut memberikan sebuah integritas yang Kuat diberbagai Bidang Usaha (Perbenihan, Sarana Produksi Pertanian, Hasil Pertanian, Penelitian dan Pengembangan) yang ditawarkan PT. Sang Hyang Seri jumlah warna pada logo SHS (3 Hijau dan 2 Biru) merupakan representasi dari jumlah Bidang Kerja SHS yang sesuai dengan hubungan warna. Logo tersebut menandakan bahwa perusahaan ini bergerak dalam bidang penjualan dan penyediaan benih, holtikultura serta pelayanan konsumen
B. Struktur Organisasi
Setiap perusahaan pasti memiliki struktur organisasi, struktur organisasi sangat penting didalam perusahaan karena berfungsi sebagai landasan bagi seluruh fungsi yang ada dalam organisasi untuk melaksanakan tugas, wewenang dang tanggung jawab dari setiap fungsi, selain itu struktur organisasi tersebut juga sangat bermanfaat dalam hal agar tercapainya tujuan organisasi karena setiap elemen dalam perusahaan terarah untuk melaksanakan tugasnya dan memiliki tujuannya masing-masing.
PT. Sang Hyang Seri (PERSERO) Kantor Regional IV Sumatera Utara, Medan menganut struktur orgnisasi garis lurus staf (line staff organization) yang sesuai dengan kondisi perusahaan tersebut karena :
1. Pembagian tugas secara jelas dapat dibedakan
2. General Manajer langsung memerintah dan memberikan petunjuk-petunjuk kepada kepala bagian untuk diteruskan kepada bawahannya yang sudah ditentukan berdasarkan spesialisasi tugas.
Wewenang dari puncak pimpinan dilimpahkan sepenuhnya kepada bawahannya dalam bidang pekerjaan sepanjang yang menyangkut bidang kerjanya. PT. Sang Hyang Seri (PERSERO) Kantor Regional IV Sumatera Utara, Medan dipimpin oleh seorang General Manajer yang membawahi Senior manajer, manajer bagian yang terdiri dari :
1. Senior Manajer . a. Pemasaran b. Produksi 2. Manajer
a. SDM & Umum
b. Keuangan & Akuntansi
STRUKTUR ORGANISASI PT. SANG HYANG SERI (PERSERO) KANTOR REGIONAL IV SUMATERA UTARA
C. Job Description
Adapun uraian tugas dari PT. SANG HYANG SERI (Persero) Kantor Regional IV Deli Serdang, Medan adalah :
1. General Manager A. Kedudukan Jabatan
Atasan Langsung : Direktur Utama
Bawahan Langsung : 1. Senior Manajer Pemasaran 2. Senior Manajer Produksi 3. Manajer SDM
4. Manajer Keuangan & Akuntansi B. Tugas Pokok
Melaksanakan koordinasi perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian kegiatan : pemasaran, produksi, dan kegiatan pendukungnya untuk memastikan terselenggaranya kegiatan dan tercapainya kinerja sesuai dengan kebijakan, prosedur, rencana dan anggran yang telah ditetapkan Kantor Pusat secara efisien, efektif dan optimal.
C. Fungsi
Adapun fungsi dari General Manajer adalah sebagai berikut :
1. Koordinasi penyusunan rencana dan anggaran Kantor Regional.
2. Koordinasi, evaluasi, dan pengendalian kegiatan Kantor Regional dan unit-unit organisasi di wilayah kerjanya.
3. Pendayagunaan sumber daya manusia, kekayaan intelektual, dan asset perusahaan lainnya secara efisien, efektif, dan optimal.
4. Pemantauan resiko dan pelaksanaan mitigasi pengendalian resiko yang diperlukan, serta pengendalian mutu dalam rangka penerapan standar ISO.
5. Pengembangan usaha dan organisasi Kantor Cabang Pemasaran dan Kantor Unit Produksi di wilayah kerjanya.
6. Pengelolaan administrasi kegiatan, pelaporan pencapaian kinerja operasional dan keuangan Kantor Regional, Kantor Cabang Pemasaran, Kantor Unit Produksi di wilayah kerjanya.
7. Komunikasi dan pengembangan kerja sama yang baik dengan pihak-pihak terkait internal dan eksternal perusahaan.
D. Wewenang
1. Mengusulkan dan meneapkan strategi regional ssesuai dengan karakteristik wilayah operasinya.
2. Meriview dan mengusulkan rencana dan anggaran unit-unit yang dipimpin.
3. Menetapkan kebijakan-kebijakan regioanal yang tidak bertentangan dengan kebijkan Kantor Pusat dan atas persetujuan Kantor Pusat.
4. Memutuskan dan melaksanakan tindakan yang dianggap perlu untuk menyelesaikan permasalahan dan merespon risiko-risiko Kantor Regional dan unit-unit yang dipimpin.
5. Melaksanakan penilaian kinerja bawahan langsung dan meriview penilaian kinerja para atasan langsung pada unit-unit organisasi di bawah kepemimpinannya.
6. Mengusulkan pengangaktan, penggantian dan pemberian sanksi terhadap SDM unit yang berada di bawah kepemimpinannya.
E. Uraian Tugas
Dalam menjalankan tugasnya General Manajer Kantor Regional (GM KR) melaksanakan dan bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan berikut :
1. Mengembangkan dan mengkomunikasikan kebijakan dan strategi dalam Kantor Regional, Kantor Cabang Pemasaran, dan Kantor Unit Produksi diwilayahnya.
2. Koordinasi penyusunan dan mengusulkan Rencana Kegiatan dan Anggaran Kantor Regional dan unit-unit yang dipimpin.
3. Mengarahkan, melaksankan koordinasi dan mengendalikan kegaitan unit-unit yang dipimpin :
Pemasaran
a) Penetapan rencana dan pencapaian target penjualan
b) Pengembangan dan pembinaan jaringan pemasaran : SHS Shop dan penyalur.
c) Turn-over produk.
d) Pengembangan dan pemeliharaan citra produk dan pencitraan perusahaan.
e) Penagihan dan pengendalian saldo piutang dan umur piutang.
f) Pengembangan dan pembinaan organisasi Kantor Cabang Pemasaran.
g) Pengembangan usaha dan organisasi Kantor Cabang Pemasaran.
h) Pemantauan dan analisa pasar : produk, harga, pangsa pasar, loyalitas konsumen.
i) Pendayagunaan SDM, asset dan effisiensi anggaran biaya pemasaran.
Produksi
a) Penjabaran rencana produksi menjadi rencana kegiatan operasional (RKO) produksi yang mencakup rencana kegiatan kebun, kegiatan pengolahan, kebutuhan persediaan bahan baku dan bahan penolong, kebutuhan SDM pelaksana produksi.
b) Pengelolaan Kebun Swakelola : plotting area, penyiapan lahan, tebar-tanam, pemupukan, rouguing, pemberantasan hampen, lulus lapangan, panen.
c) Kerja-sama penangkaran : kerja sama petani penangkar, pemanatauan lulus lapangan, penen-perhitungan hasil dan produktivitas.
d) Pengolahan dan pengendalian mutu dalam rangka ISO : pemantauan BB, sertifikat BL, Labeling BK, penyimpanan dan pengemasan.
e) Pelaksanaan pengolahan produk dan pengendalian mutu dalam rangka ISO.
f) Pengelolaan kegiatan penunjang produksi : a. Penyediaan saprotan, irigasi, dan alsintan b. Penyediaan kantong dan pendukungannya c. Pengelolaan gudang produksi
d. Penentuan mitra produksi
e. Pemanatauan dan pembinaan mitra produksi.
g) Pengendalian Biaya Produksi
a. Perhitungan Rencana Harga Pokok Produksi (HPP) per komoditas per wilayah
b. Penetapan dan pemantauan Harga Pokok Produksi dan Biaya Produksi GKP, BKP, TKP, BL, BB, dan BK.
c. Monitoring realisasi biaya produksi per komoditas per varietas.
d. Menentukan kewajaran biaya produksi.
e. Memperhitungkan biaya produksi jangka tertentu.
Bidang Keuangan
Meriview memantau, menetapkan dan mengedalikan kegiatan pengelolaan keuangan mencakup :
a) Merencanakan dan menetapkan anggaran keuangan KR, KUKP, KUP, KCP.
b) Mengarahkan, melaksanakan koordinasi dan mengendalikan kegiatan keuangan dan akuntansi.
c) Mengarahkan, melaksanakan koordinasi dan mengendalikan kegiatan keuangan pada unit-unit yang dipimpin : pengelolaan kas, pengendalian hutang-piutang.
d) Penyelanggraan akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen.
e) Melaksanakan administrasi aktiva tetap.
f) Mengarahkan, meriview, mengevaluasi dan menerbitkan laporan kegiatan keuangan dan akuntansi dan informasi terkait lainnya.
g) Mengarahkan, meriview mengevaluasi dan menerbitkan laporang keuangan bulanan, dan laporan akuntansi manajemen.
Bidang SDM dan Umum
Uraian tugas bidang Sumber Daya Manusia dan Umum adalah seperti dijelaskan sebagai berikut:
a) Perencanaan kegiatan dan anggaran bidang SDM.
b) Pengelolaan SDM : Pembinaan, Pengembangan, remunerasi, penilaian kinerja, dan administrasi kepegawaian.
c) Melaksankan pengelolaan dan pengendalian aset serta barang umum meliputi :
1) Pemeliharaan dan perbaikan.
2) Pengelolaan keamanan, kebersihan, dan transportasi.
3) Pengelolaan rumah-tangga kantor.
4) Pengelolaan dan pengendalian persediaan barang umum.
5) Pelaksanaan pengadaan barang umum.
2. Senior Manajer Pemasaran A. Kedudukan Jabatan :
Atasan Langsung : General Manajer KR-IV Bawahan Langsung :
1. Manajer Pemasaran Cabang Deli Serdang 2. Manajer Pemasaran Cabang (A) Asahan.
3. Manajer Pemasaran Cabang (A) Lubuk Alung.
4. Manajer pemasaran Cabang (A) Solok.
5. Manajer Pemasaran Cabang (B) Tapsel.
6. Manajer Pemasaran Cabang (B) Aceh.
7. Manajer Pemasaran Cabang (B) Riau.
Bawahan Fungsional : 1. Pasar Ritel
2. Pasar Korporat 3. Logisitik Pasar.
B. Tugas Pokok
1. Mengelola kegiatan pemasaran di wilayah operasinya untuk mencapai target kinerja yang telah ditetapkan.
2. Melaksanakan koordinasi pemasaran, pemantauan dan pengelolaan risiko strategi pemasaran untuk memastikan :
• Tercapainya tujuan, target/KPI pemasaran.
• Optimalisasi kinerja pemasaran.
• Peningkatan potensi kinerja jangka panjang pemasaran.
• Terkelolanya risiko pemasaran dan risiko yang dipengaruhi.
C. Fungsi
1. Mengusulkan strategi pemasaran dan asumsi perencanaan berbasis pasar pada wilayah operasinya.
2. Mengusulkan rencana dan anggaran unit yang dipimpin.
3. Melaksankan pemantauan persaingan dan pengelolaan risiko pemasaran.
4. Melaksanakan koordinasi dang pengendalian kegiatan pemasaran.
5. Melaksankan koordinasi dengan bidang lainnya.
6. Mengembangkan hubungan baik dengan pihak-pihak terkait.
7. Melaksanakan pengadaan barang komoditas.
D. Wewenang
1. Mengusulkan rencana strategik dan rencana operasional pemasaran.
2. Melaksanakan kebijakan untuk bidang yang dipimpin untuk menjamin keselarasan pelaksanaan strategi pemasaran dan melindungi kepentingan perusahaan.
3. Mengusulkan biaya dan program promosi yang dianggap perlu.
4. Memperoleh informasi dari unit lain yang berkaitan dengan pemasaran.
5. Menetapkan kebijakan pengelolaan risiko pemasaran.
6. Melaksankan koordinasi fungsional. g.
7. Menilai dan mengusulkan sanksi bawahan langsung maupun bawahan fungsional.
8. Mengusulkan pengangkatan, pemberhentian dan penggantian SDM yang dipimpin dan bawahan fungsional.
E. Uraian Tugas
Dalam melaksanakan tugasnya, Senior Manajer Pemasaran Kantor Regional melaksanakan dan bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan berikut :
1. Melaksanakan kebijakan, prosedur dan pedoman pemasaran yang berkaitan dengan :
a. Penjabaran kebijakan dan strategi pemasaran.
b. Perencanaan pemasaran.
c. Pengendalian persediaan, distribusi, dan pengadaan.
d. Pengelolaan SHS shop.
e. Pengelolaan pasar ritel.
f. Pengelolaan pasar korporat.
g. Pengelolaan pasar pemerintah.
h. Pengelolaan risiko pemasaran
i. Pemantauan dan pemeliharaan pelanggan.
j. Pelaksanaan promosi.
k. Mekanisme pemantauan dan penilaian kinerja.
l. Sistem penghargaan dan pengenaan sanksi (reward and punishment)
m. Sistem informasi pemasaran, terutama sistem pencatatan dan pelaporan.
2. Perencanaan Pemasaran dan target penjualan :
a. Pelaksanaan riset pemasaran dan sesmen risiko stratejik pemasaran.
b. Pengembangan strategi pemasaran perusahaan.
c. Pengerahan, kordinasi, review dan konsolidasi penyusunan rencana dan anggaran pemasaran.
d. Penyusunan dan Penetapan Asumsi Perencanaan/target Penjualan Berbasis Pasar – yang antara lain memuat proyeksi produk-produk yang dapat dipasarkan oleh perusahaan – sebagai kebijakan dalam proses perencanaan perusahaan.
3. Promosi :
a. Pemantauan popularitas dan citra produk yang dipasarkan dan citra pelayanan perusahaan.
b. Pelaksanaan program promosi.
c. Pemanfaatan acara penting (events).
d. Kordinasi promosi baik dangan Manajer SDM dan Umum maupun pihak lainnya.
4. Pelaksanaa Pemasaran, yang antara lain mencakup :
a. Pemantauan persaingan dan respon unit/SDM pemasaran.
b. Pemantauan citra mitra pemasaran terhadap perusahaan.
c. Pelaksanaa Penetrasi pasar.
d. Pelaksanaan penjualan.
e. Pelaksanaan pelayanan paska penjualan.
f. Pelaksanaan pembinaan pelangan (mitra pemasaran dan konsumen).
g. Pengelolaan dan pengendalian SHS Shop 5. Pengelolaan risiko pemasaran :
a. Asesmen risiko pemasaran.
b. Pengelolaan pangkalan data (database) risiko pemasaran.
c. Pemantauan pelaksanaan abate/mitigasi risiko pemasaran.
d. Penetapan indikator perubahan risiko pemasaran.
e. Penyusunan dan analisis profil risiko pemasaran.
f. Komunikasi dan pemanfataan informasi risiko pemasaran.
6. Pemantauan dan Pengendalian Operasi Pemasaran : a. Review kinerja bidang pemasaran.
b. Review kinerja SDM pemasaran.
c. Review laporan-laporan pemasaran dan informasi lain yang terkait.
d. Pemantauan usaha dan organisasi Kantor Cabang Pemasaran.
7. Pemeliharaan pelanggan :
a. Pemantauan kegiatan interaksi dengan pelanggan/konsumen.
b. Analisis pertumbuhan konsumen.
c. Analisis pengaruh pembinaan pelanggan.
d. Analisis tingkat loyalitas pelanggan/konsumen.
8. Trading (Pengadaan barang dan konsumsi) :
a. Pemantauan dan pengendalian persediaan terkait.
b. Verifikasi permintaan pengadaan.
c. Asesmen risiko pengadaan.
d. Penilaian penawaran atau pengambilan keputusan pengadaan.
e. Pelaksanaan negosiasi atau tawar-menawar.
f. Penempatan pesanan atau pembuatan perjanjin.
g. Seleksi dan pengeloalaan rekanan.
h. Pemantauan kinerja rekanan dan pemeringkatannya.
9. Pengembangan hubungan baik dengan pihek-pihak terrkait : a. Identifikasi kebutuhan dukungan pihak terkait.
b. Identifikasi pihak terkait.
c. Pelaksanaan komunikasi dengan pihak terkait.
d. Evaluasi tingkat dukungan pihak terkait.
e. Evaluasi citra perusahaan bagi pihak terkait.
10. Pengelolaan administrasi pemesaran : a. Identifikasi kebutuhan informasi.
b. Identifikasi sumber data dan informasi.
c. Identifikasi hak akses data informasi.
d. Pengembangan sistem informasi pemasaran (termasuk pelaporan).
e. Pengumpulan data dan informasi, termasuk pencatatan kegiatan pemasaran.
f. Pemrosesan data dan informasi.
g. Analisis data dan informasi.
h. Pengendalian distribusi, kecukupan akurasi dan ketetapan waktu penerbitan laporan pemasaran.
i. Pemanfaatan laporan dan informasi pemasaran lainnya.
3. Senior Manajer Produksi A. Kedudukan Jabatan :
Atasan Langsung : General Manajer KR-IV Bawahan Langsung :
1. Manajer Pemasaran Deli Serdang
2. Manajer Pemasaran Cabang (A) Asahan.
3. Manajer Pemasaran Cabang (A) Lubuk Alung.
4. Manajer pemasaran Cabang (A) Solok.
5. Manajer Pemasaran Cabang (B) Tapsel.
Bawahan fungsional :
1. Benih Pangan.
2. Hortikultura dan Aneka Usaha.
3. Pengendali Mutu.
B. Tugas Pokok
1. Membantu General Manajer Kantor Regional dalam mengelola kegiatan produksi di wilayah opersainya untuk mencapai target kinerja yang telah ditetapkan.
2. Optimalisasi produkstivitas dan efesiensi produksi sesuai dengan potensi pasar yang dapat dicapai perusahaan.
C. Fungsi
1. Pengembangan kebijakan dan prosedur produksi.
2. Perencanaan produksi.
3. Pelaksanaan proses produksi.
4. Pengelolaan kegiatan dan kinerja produksi pangan.
5. Pemantauan kegiatan dan kinerja produksi pangan.
6. Kordinasi fungsional.
7. Pengembangan hubungan baik dengan pihak terkait.
8. Administrasi dan pelaporan produksi.
9. Pengendalian kualitas dan kuantitas produksi.
10. Melakukan control terhadap pihak terkait.
D. Wewenang
1. Menetapkan kebijakan yang berkaitan dengan produksi dan kegiatan penunjang produksi.
2. Mengusulkan atau menetapkan rencana anggaran produksi.
3. Melaksanakan kordinasi fungsional.
4. Menilai dan mengusulkan sanksi bawahan langsung maupun bawahan fungsional.
5. Mengusulkan pengangkatan, pemberhentian dan penggantian SDM yang dipimpin dan bawahan fungsional.
E. Uraian Tugas
Dalam menjalankan tugasnya Senior Manajer Produksi Kantor Regional melaksanakan dan bertanggung jawab atas kegiatankegiatan berikut :
1. Pengembangan kebijakan dan prosedur produksi:
a. Pelaksanaan asesmen risiko produksi untuk tujuan pengembangan kebijakan dan mekasnisme produksi.
b. Pelaksanaan komunikasi kebijakan dan mekanisme produksi.
2. Perencanaa Produksi :
a. Penetapan produk, volume produksi dan penjadwalan produksi berdasarkan informasi atau rekomendasi dari Bidang Pemasaran.
b. Penyusunan dan kompilasi recana anggaran prodiksi.
c. Penjabaran rencana produk.
d. Penentuan jumlah produksi berdasarkan permintaan pasar.
3. Pelaksanaan Proses produksi :
a. Penjabaran rencana produksi menjadi rencna operasional produksi yang mencakup rencana kegiatan kebun, kegiatan pengolahan, kebutuhan persediaan bahan baku dan bahan penolong, kebutuhan SDM pelaksana produksi.
b. Pelaksanaan produksi / pengelolaan kebun.
c. Pelaksanaan pengolahan produk.
4. Pengelolaan kegiatan penunjang produksi : a. Pengelolaan gudang produksi.
b. Pengendalian mutu.
c. Pengendalian hama penyakit.
d. Penetuan mitra produksi.
e. Pemantauan dan pembinaan mitra produksi.
5. Pemantauan kegiatan dan kinerja produksi pangan : a. Pencatatan /administrasi pokok.
b. Pelaporan produksi.
c. Review dan evaluasi kinerja produksi.
6. Kordinasi fungsional :
a. Pelaksanaan kordinasi fungsional produksi.
b. Pemantauan kegiatan bawahan fungsional.
c. Penilaian kinerja bawahan fungsional.
d. Penerapan sanksi dan penghargaan pada bawahan fungsional.
7. Pengembangan hubungan baik dengan pihak terkait :
a. Identifikasi pihak terkait.
b. Perencnaan pengembangan hubungan dengan pihak terkait.
c. Pelaksanaan pengembangan hubungan dengan pihak terkait.
d. Evaluasi hubungan dengan pihak terkait.
8. Administrasi dan pelaporan produksi : a. Pencatatan kegiatan produksi.
b. Pencatatan hasil produksi dan mutasi persediaan barang dalam proses.
c. Pelaporan dan kompilasi hasi produksi.
d. Evaluasi dan analisis hasil produksi.
4. Manajer SDM dan Umum A. Kedudukan Jabatan
Atasan Langsung : General Manajer KR-IV Bawahan Langsung :
1. Asisten Manajer SDM.
2. Asisten Manajer Umum dan Pengelolaan Aset.
3. Asisten Manajer Pengadaan Barang dan Jasa.
B. Tugas Pokok
Membantu General Manajer Kantor Regional dalam mengelola kegiatan SDM & Umum di wilayah operasinya.
C. Fungsi
1. Menyediakan Sumber Daya Manusia yang dibutuhkan dalam operasi.
2. Melaksanakan administrasi kepegawaian.
3. Melaksanakan kegiatan penggajian.
4. Melaksanakan pembinaan SDM sesuai dengan wewenangnya.
5. Merencanakan kegiatan dan anggaran pengadaan barang/jasa umum.
6. Pemantauan, perencanaan pemeliharaan sarana & fasilitas kantor D. Wewenang
1. Mengajukan rencana kebutuhan SDM Kantor Regional.
2. Melaksankan rekrutmen SDM sesuai dengan kewenangannya.
3. Melaksanakan pemantauan dan pembinaan SDM sesuai dengan kewenangannya.
4. Melaksanakan kompilasi.
5. Menyelenggarakan pencatatan kepegawaian dan mengelola dokumen kepegawaian.
6. Menyusun laporan posisi dan mutasi. 7. Melaksanakan pengadaan barang dan jasa umum.
E. Uraian Tugas
Dalam menjalankan tugasnya Manajer SDM dan Umum melaksanakan dan bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan berikut :
1. Melaksanakan perencanaan, pengelolaan, pemantauan dan pengembangan SDM yaitu : perencanaan kegiatan dan anggaran bidang SDM.
2. Pengelolaan SDM : Pembinaan, Pengembangan, remunerasi, penilaian kinerja, dan administrasi kepegawaian.
3. Melaksanakan pengelolaan dan pengendalian aset serta barang umum meliputi :
a. Pemeliharaan dan perbaikan.
b. Pengelolaan keamanan, kebersihan, dan transportasi.
c. Pengelolaan rumah-tangga kantor.
d. Pengelolaan dan pengendalian persediaan barang umum.
e. Pelaksanaan pengadaan barang umum Bidang SDM
1. Perencanaan SDM :
1) Melaksanakan identifikasi kebutuhan SDM, baik jumlah maupun kompetensi.
2) Melaksanakan analisis kesenjangan jumlah dan kompetensi SDM.
3) Mengidentifikasi dan menganalisis sumber SDM.
4) Menentukan prioritas pemenuhan SDM.
5) Menyusun program dan kegiatan pengelolaan dan pemantauan SDM.
6) Menyusun anggaran pengelolaan dan pemantauan SDM.
7) Melaksanakan kompilasi usulan rencana dan anggaran pengelolaan SDM.
2. Pengelolaan dan Pengembangan SDM :
1) Melaksanakan seleksi, promosi, penggantian dan pemberhentian SDM.
2) Melaksanakan pendidikan dan Pelatihan.
3) Melaksanakan pembinaan lansung (councelling).
4) Menyelesaikan permasalhan SDM.
3. Pemantauan dan Evaluasi Kinerja SDM :
1) Melaksnakan pemantauan dan analisis posisi dan mutasi SDM.
2) Melaksanakan pencatatan dan dokumentasi hasil pemantauan dan analisis posisi dan mutasi SDM.
3) Melaksakan pencatatan dan dokumentasi hasil penilaian kinerja SDM.
4) Melaksanakan analisis dan menerbitkan laporan perkembangan SDM.
4. Pengelolaan administrasi kepegawaian :
1) Mengusulkan pengembangan sistem informasi SDM.
2) Melaksanakan pencatatan dan kompilasi hasil penilaian kinerja SDM.
3) Mengelola dokumen SDM.
4) Mengusulkan promosi, pengankatan, penggantian, dan pemberhentian SDM.
5) Menyusun dan menerbitkan laporan-laporan pengelolaan SDM sesuai kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan, maupun atas permintaan manjemen.
5. Pelaksanaan Remunerasi :
1) Melaksanakan review dan verifikasi atas usulan perubahan remunerasi.
2) Melaksanakan review dan verifikasi atas permintaan pembayaran remunerasi.
3) Melaksanakan perhitungan gaji, tunjangan dan bentuk lain pendapatan SDM.
4) Memproses pembayaran gaji, tunjangan dan bentuk laim pendapatan SDM sesuai prosedur yang berlaku.
5) Menyusun dan menerbitkan laporan pelaksanaan remunerasi dan laporan-laporan lain sesuai dengan kebijakanan prosedur yang berlaku.
5) Menyusun dan menerbitkan laporan pelaksanaan remunerasi dan laporan-laporan lain sesuai dengan kebijakanan prosedur yang berlaku.