• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN DAN SARAN 6. Secara umum perangkat lunak analisis

Dalam dokumen Ekologia, Vol. 11 No.1, April 2011: 1-11 (Halaman 74-80)

CITYGreen 5.4. dapat diaplikasikan

untuk menilai kapasitas layanan terukur ekosistem dalam skala besar (kota), maupun kecil (tapak skala perumahan maupun jalur jalan). Hasil analisis memberikan gambaran tentang luasan

Ekologia, Vol. 11 No.1 , April 2011 : 44-52

RTH Kota Bogor yaitu sekitar 17 % dari luas Kota Bogor.

7. Dari kondisi RTH eksisting berdasar Citra Quickbird 2006, maka nilai ekonomi manfaat layanan terukur ekosistem kota Bogor adalah sebesar Rp 52 milyar. Angka ini setara dengan 20% Produk Domestik Regional Bruto Kota Bogor sektor Jasa-jasa tahun 2006 8. Hasil analisis yang disajikan dalam bentuk peta sederhana sebaran RTH kota berikut rincian nilai manfaat dalam bentuk nominal Rupiah diharapkan dapat mempermudah pemahaman masyarakat akan nilai manfaat layanan terukur ekosistem kota yang selama ini lebih bersifat abstrak.

9. Meningkatnya pemahaman akan nilai ekosistem ini diharapkan dapat membangkitkan peran serta masyarakat dalam melestarikan keberadaan RTH kota Bogor.

10. Diharapkan dengan adanya kajian ini bisa membuka pemahaman tentang cara pandang pentingnya keberadaan RTH yang bisa dinilai secara ekonomi dan memberikan pengaruh kepada kebijakan pengembangan RTH di masa yang akan datang di Kota Bogor.

DAFTAR PUSTAKA

American Forests. 2002. CITYgreen 5.0

:User Manual. Washington DC:

American Forest.

[Bappeda]. 2007. Master Plan Drainase Kota Bogor. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Bogor.

[BAPPEDA] Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Bogor. 2007. Master Plan Ruang Terbuka Hijau Kota Bogor. Data Dasar. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Bogor.

Dahlan EN. 2007. Analisis Kebutuhan Luasan Hutan Kota yang Berfungsi Sebagai Sorot Gas CO2 Antropogenik Dari Bahan Bakar Minyak Dan Gas

Di Kota Bogor Dengan

Menggunakan Pendekatan Sistem Dinamik. [Disertasi]. Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Budiman, A. 2010. Analisis Manfaat Ruang Terbuka Hijau untuk Meningkatkan Ekosistem Kota Bogor dengan Menggunakan Metode GIS [Skripsi]. Bogor : Departemen Arsitektur Lanskap. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Prahasta, E. 2004. Sistem Informasi

Geografis : Tutorial ArcView.

Bandung: CV. Informatika.

Siti Nurisjah dan Q. Pramukanto. 1995. Penuntun Praktikum Perencanaan Lanskap. Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Technical Release 55. 1986. Urban

Hydrology for Small Watersheds.

Washington DC : USDA Soil Conservation Service.

Suryadi, Yadi. 2008. Dinamika Pola

Pemanfaatan Lahan dan

Pengendalian Menuju Pembangunan Kota Bogor yang Berkelanjutan [Tesis]. Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Ekologia, Vol. 11 No.1 , April 2011 : 44-52

PEDOMAN BAGI PENULIS JURNAL EKOLOGIA Ruang Lingkup

Penyusunan pedoman ini dimaksudkan untuk membantu penulis menyiapkan naskah untuk diterbitkan pada Jurnal Ekologia. Diharapkan dengan disusunnya pedoman ini perubahan redaksional dapat dikurangi dan penyiapan naskah dapat berjalan lancar. Jurnal Ekologia memuat artikel primer yang bersumber langsung dari hasil penelitian bidang Ilmu Dasar dan Lingkungan.

Bahasa dan Bentuk Naskah

Naskah ditulis dengan bahasa ilmiah dalam bahasa Indonesia atau Inggris dengan abstrak berbahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Naskah diketik satu spasi (1 lines) memakai tipe dan ukuran huruf baku (times new roman). Jumlah halaman maksimal 8 halaman ketik. Semua halaman diberi nomor secara berurutan.

Judul dan Naskah Penulis

Judul harus singkat (sebaiknya tidak lebih dari 15 kata), jelas dan secara konsisten menggambarkan isi naskah serta mengandung kata kunci yang mencerminkan isi naskah. Nama-nama penulis disertai dengan nama dan alamat instansi bekerja. Penempatan sub-sub judul disusun berurutan, sebagai berikut: Abstrak, Kata kunci, Pendahuluan, Bahan dan Metode, Hasil dan Pembahasan, Kesimpulan dan Saran (jika ada), Ucapan Terima Kasih (jika ada), Daftar Pustaka, dan Lampiran (jika ada).

Abstrak dan Kata Kunci

Abstrak memuat latar belakang secara ringkas, tujuan, metode, hasil serta kesimpulan suatu penelitian. Abstrak ditulis dalam satu paragraf berbahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Di dalam abstrak tidak diperkenankan mencantumkan istilah-istilah yang tidak diketahui secara luas, akronim, nama/merek dagang atau tanda lain tanpa suatu keterangan. Abstrak berbahasa Inggris merupakan terjemahan dari abstrak berbahasa Indonesia dan disertai terjemahan judul naskah. Di bawah abstrak dicantumkan Kata Kunci.

Pendahuluan

Isi pendahuluan mencakup latar belakang, temuan terdahulu yang akan dikembangkan atau disanggah, hipotesis, pendekatan umum, dan tujuan penelitian.

Bahan dan Metode

Berisi penjelasan ringkas tetapi rinci tentang waktu dan tempat penelitian, bahan-bahan dan metode yang digunakan, rancangan percobaan, dan analisis data.

Hasil dan Pembahasan

Hasil merupakan data atau fakta yang diperoleh dari penelitian. Data atau fakta penting yang tidak dapat dinarasikan dengan jelas dapat ditampilkan dalam bentuk tabel atau gambar atau ilustrasi lain. Bila hasil disajikan dalam bentuk tabel atau gambar, maka tidak perlu diuraikan secara panjang lebar. Pembahasan merupakan ulasan tentang hasil, menjelaskan makna hasil penelitian, kesesuaian dengan asil atau penelitian terdahulu, peran hasil terhadap pemecahan masalah yang disebutkan dalam pendahuluan, serta kemungkinan pengembangannya.

Ekologia, Vol. 11 No.1 , April 2011 : 44-52

Kesimpulan dan Saran

Ditulis dengan ringkas hasil-hasil dan saran penelitian yang kongkrit. Ucapan Terima Kasih

Berisi ucapan penghargaan secara singkat kepada pihak-pihak yang telah berjasa. Daftar Pustaka

Penulisan pustaka di dalam teks menggunakan nama-nama penulis, bukan nomor, dan harus tercantum di dalam Daftar Pustaka. Daftar Pustaka disusun menurut abjad dan tahun penerbitan terlebih dahulu. Kepustakaan ditulis sebagai berikut: nama penulis, tahun penerbitan, judul artikel, nama terbitan yang dapat disingkat dengan benar, volume dan nomor serta nomor halaman. Kepustakaan dari naskah yang tidak dipublikasikan dan informasi yang diperoleh melalui komunikasi pribadi tidak dicantumkan dalam Daftar Pustaka melainkan ditulis langsung pada teks, misalnya (S. Baarsyah, tidak dipublikasikan) dan F. Kasaryno, komunikasi pribadi).

Simbol Matematis

Simbol atau persamaan matematis harus dikemukakan secara hati-hati dan jelas. Jika simbol matematis yang dimaksud tidak terdapat pada mesin tik, maka dapat ditulis dengan pensil atau pena. Jika perlu, berilah keterangan dengan tulisan tangan untuk simbol yang bersangkutan. Angka desimal ditandai dengan koma (apabila dalam baasa Indonesia) atau titik (apabila dalam bahasa inggris). Besaran ditulis dengan baku internasional dan harus mengikuti Kaidah Ejaan Bahasa Indoensia yang disempurnakan (EYD), misalnya g, l, kg, t, dan bukan ditulis gram, liter kilogram, ton.

Tabel

Tabel diberi nomor urut sesuai dengan keterangan dalam teks. Setiap tabel diberi judul yang singkat dan jelas, sehingga setiap tabel dipandang berdiri sendiri. Antar kolom atau anak kolom perlu terpisah secara jelas. Jumlah digit sedapat mungkin sederhana. Singkatan kata perlu diberi catatan kaki atau keterangan. Keterangan tabel diletakkan dibawah tabel ditandai dengan angka kecil superior (superscrip). Huruf a, b, c digunakan untuk tanda-tanda statistik, sedangkan angka 1,2,3 digunakan untuk keterangan atau catatan kaki tabel.

Ilustrasi

Ilustrasi mencakup gambar, grafik, dan foto atau lukisan. Judul ilustrasi diletakan di bawah ilustrasi. Gambar dan grafik dibuat dengan garis cukup tebal dan kontras. Judul dan keterangan grafik dan gambar ditulis pada bagian terpisah. Simbol dan singkatan kata dijelaskan pada keterangan grafik dan gambar dan grafik.simbol-simbol yang dimuat tidak terlalu banyak. Setiap gambar dan grafik haurs diterangkan di dalam teks dan diberi nomor urut. Untuk keperluan reproduksi, ilustrasi harus kontras, tajam dengan ukuran cukup besar. Foto, hitam putih atau berwarna, hendaknya dipilih yang mempunyai warna kontras, tajam, jelas, diatas kertas mengkilat.

Pengolahan Naskah

Redaksi melakukan koreksi dan perbaikan tanpa mengubah nama naskah. Redaksi pelaksana akan mengembalikan naskah untuk diperbaiki sesuai dengan saran redaksi, atau naskah yang tidak dapat diterbitkan, kepada penulis. Naskah rangkap dua dan disket hendaknya dikirim ke alamat redaksi disertai dengan surat pengantar.

Ekologia, Vol. 11 No.1 , April 2011 : 44-52

Biaya Penerbitan

Naskah penulis dari luar FMIPA UNPAK yang disetujui untuk diterbitkan, dikenakan biaya administrasi sebesar Rp. 50.000,-. Penulis akan mendapatkan 1 eksemplar jurnal ekologia.

Redaksi Pelaksana Jurnal Ekologia

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetauan Alam Universitas Pakuan

Jl. Pakuan Ciheuleut Bogor

Ekologia, Vol. 11 No.1 , April 2011 : 44-52

FORMULIR BERLANGGANAN

MAJALAH EKOLOGIA

Yang bertandatangan di bawah ini :

Nama : ……… Alamat Rumah : ……… ……… Alamat Kantor : ……… ………

Ingin menjadi pelanggan Majalah Ekologia selama ………… tahun.

Bersama ini kami kirimkan biaya langganan sebanyak Rp. ...

Melalui rekening Bank Mandiri cabang Kapten Muslihat Bogor No. Rekening 133.0097696929 atas nama Moerfiah, Dra.

Harap Majalah tersebut dikirim ke alamat kantor/rumah *)

(...) Tandatangan dan nama jelas

*) Catatan : Coret yang tidak perlu

Jumlah langganan tiap nomor sebesar Rp. 25.000,-

Jumlah biaya langganan satu tahun Rp. 50.000,- ditambah 20% biaya pengiriman Setelah formulir diisi harap dikirimkan kembali kepada Majalah Ekologia

Ekologia, Vol. 11 No.1 , April 2011 : 44-52

UCAPAN TERIMA KASIH

Mengucapkan terima kasih atas partisipasinya

kepada reviewer dalam penerbitan Jurnal Ekologia

Vol. 11 No 1 April 2011

Prof. Dr. Sri Hartini S Sikar

Dr. Tukirin

Dr. Padmono Citroreksoko

Prof. Dr. Hadi Sutarno

Dalam dokumen Ekologia, Vol. 11 No.1, April 2011: 1-11 (Halaman 74-80)