A. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian dan pembahasan mengenai massase ekstrimitas dengan aroma terapi lavender terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi di Kelurahan Grendeng Purwokerto maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Karakteristik responden di Kelurahan Grendeng Purwokerto dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Karakteristik responden berdasarkan usia mengambil lansia didominasi usia 55-60 tahun (65,8%).
b. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin didominasi perempuan (92,1%).
2. Tekanan darah sebelum diberikan intervensi pada responden memiliki nilai tekanan sistolik 140 mmHg dan tekanan diastoliknya memiliki nilai 90 mmHg.
3. Tekanan darah setelah diberikan intervensi pada responden memiliki nilai tekanan sistolik 133,95 mmHg dan tekanan diastolik 80 mmHg.
4. Terdapat pengaruh yang signifikan massase ekstrimitas dengan aroma terapi lavender terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi
84
di Kelurahan Grendeng Purwokerto dengan nilai p=0,000 untuk tekanan sistolik dan p=0,005 untuk tekanan diastolik.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian ini yang diperoleh, maka dapat diberikan saran sebagai berikut:
1. Bagi Pendidikan
Penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan kajian atau referensi megenai cara penurunan tekanan darah pada lansia dengan metode massase ekstrimitas dengan aroma terapi lavender.
2. Bagi Penelitian
Penelitian ini menjadikan acuan proses belajar dalam menerapkan ilmu yang telah diperoleh di perkuliahan Penelitian selanjutnya akan lebih baik jika memperhatikan variabel confoundingnya, seperti obesitas, merokok, konsumsi garam natrium, stress dan konsumsi alkohol.
3. Bagi institusi kesehatan dan sarana pelayanan keperawatan
Tenaga kesehatan khususnya konselor lebih aktif dalam memberikan pendidikan kesehatan dan penyuluhan tentang pentingnya penurunan hipertensi pada lansia dengan cara massase ekstrimitas dengan aroma terapi lavender. Untuk saran pelayanan keperawatan sendiri implikasi keperawatan yang diberikan yaitu massase ekstrimitas dengan
85
aroma terapi lavender dapat digunakan untuk terapi hipertensi sesuai dengan standar operasional prosedur yang tertera.
4. Bagi masyarakat
Diharapkan dapat memilih pengobatan alternatif berupa massase ekstrimitas dengan aroma terapi lavender untuk menurunkan tekanan darahnya.
Aisyah, F. N. (2009). Faktor risiko hipertensi pada empat Kabupaten/Kota dengan prevalensi hipertensi tertinggi di Jawa dan Sumatera. Jakarta: Balitbangkes Depkes RI 2.
Ayunani, D. D. (2012). Pengaruh slow-stroke back massage terhadap penurunan tingkat insomnia pada lansia di Posyandu lansia Kelurahan Grendeng Purwokerto. Skripsi Universitas Jenderal Soedirman.
Basha, A. (2004). Hipertensi: Faktor risiko dan penatalaksanaan. Jakarta: Dian Rakyat.
Belder, S & Mahrer, N.G. Pediatric Massage Therapy : an averviu for Clincians
Pediatrick Clinic’s of North Amerika,2007, 54 (6)
BKKBN. (2011). Mempersiapkan lanjut usia agar bisa menjadi bonus geografi kedu dan mengatasi dampak negatif pertambahan penduduklanjut usia.dalam seminar menyambut Hari Kependudukan Sedunia di BKKBN: Jakarta. http://www.menkokesra.go.id/content/prof-haryono-lansia-perlu-perhatian Brunner & Suddarth.(2001). Buku ajar keperawatan medical bedah. Edisi 8 volume
3. Jakarta: EGC.
Dalyoko, D. A. P. (2010). Faktor-faktor yang berhubungan dengan upaya pengendalian hipertensi pada lansia di posyandu lansia wilayah kerja Puskesmas Mojosongo Boyolali.
Dekker, E. (1996). Hidup dengan tekanan darah tinggi. Jakarta: CV. Mulia Sari. Gunawan, I. (2001). Hipertensi tekanan darah tinggi. Yogyakarta: Penerbit Kansius. Harrison, I., Wilson, B.W., & Kasper, M.F. (2005). Prinsip-prinsip ilmu penyakit
dalam, edisi 13 volume 3. Jakarta: EGC
Hidayat, A. (2009). Metode penelitian keperawatan dan teknik analisis data. Jakarta: PT Salemba Medika.
Jaelani. (2009). Aroma Terapi. Jakarta: Pustaka Populer Obor
Jurch, S. E. (2009). Clinical massage therapy : assessment and therapy of orthopedic conditions. New York: McGraw-Hill
Kaplan. (2006). Kaplan’s clinica hypertension, Ninth Edition, Lippincott: Williams & Wilkins.
Kemensos RI. (2007). Penduduk lanjut usia di Indonesia dan masalah kesejahteraannnya. Jakarta: Pusat Data Dan Informasi Kesejahteraan Sosial. Knight, J.F. (2000). Jantung kuat bernapas lega. Bandung : Indonesia Publishing
House.
Kristanti, EE. (2010). Pengaruh aroma terapi lavender terhadap penurunan derajat kecemasan lansia di Panti Wreda ST. Yoseph Kediri. Jurnal STIKES RS Baptis Kediri, Vol 3, No. 2.
Lawton, G. (2003). Toward a neurophysiological understanding of manual therapy neuro-manual therapy. Available at: hhtp://www.americanmanualmedicine.com/educational/a14z2.html.
LLI Jawa Barat. (2007). Rencana strategis lembaga lansia Indonnesia 2007 – 2012. Bandung : LLI Jabar.
Moser, M., Crushman, W. C., and Ziegler, M. G. (2008). The treatment of hypertension in the Elderly. The Journal of Clinical Hypertension, 10 (1), 58-68.
Notoadjamojo, S. (2002). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta. Nugroho, W. (2008). Keperawatan gerontik dan geriatric. Jakarta : EGC.
Nugroho, IA., Asrin., & Sarwono. (2012). Efektifitas pijat refleksi kaki dan hipnoterapi terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, Vol 8, No. 2.
Nursalam. (2003). Konsep & penerapan metodologi penelitian ilmu keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Nursing Research 51, 317-323.
Ridwanamiruddin. (2007). Hipertensi dan faktor resikonya dalam kajian epidemiologi. Diakses pada tanggal 16 September 2013 dari http://ridwanamiruddin.wordpress.com//hipertensi-dan-faktor-resikonya-dalam-kajian-epidemiologi/.
Riskesdas Jawa Tengah. (2007). Laporan Riser Kesehatan Dasar Provinsi Jawa Tengah. www.dinkesjatengprov.org.id/download/mi/riskesda_jateng.2007.pdf Santjaka, A. (2008). Bio statistik. Purwokerto: Pecetakan Global internusa Offset. Santoso, D. (2010). Membonsai hipertensi. Surabaya: Jaring Pena.
Saryono. (2009). Metodologi penelitian kesehatan. Yogyakarta: Mitra Cendikia Pres. Saryono. (2011). Metodologi penelitian keperawatan. Purwokerto: UPT Percetakan
Dan Penerbitan Unsoed.
Sheps, S. G. (2005). Mayo clinic hipertensi; mengatasi tekanan darah tinggi. Jakarta: Intisari Mediatama.
Snyder, M. ( 2002). Complementary alternative therapies in nursing. Newyork: Springer Publishing Company Inc.
Soeharto, I. (2001). Kolesterol dan lemak jahat, kolesterol dan lemak baik, dan proses terjadinya serangan jantung dan stroke. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Stanley, M & Beare, PG. (2007). Buku ajar keperawatan gerontik Edisi 2. Jakarta: EGC.
Staessen, V. (2003). Ambulatory blood pressure monitoring practicial consideration.
Journal of Hypertension, 8 (4), 103-107.
Sugiyono. (2010). Statistika untuk penelitian. Bandung: PT. Alfabeta.
Utama
Syahrini, E. N., Susanto, H. S., & Udiyono, A. (2012). Faktor-faktor risiko hipertensi primer di Puskesmas Telogosari Kulon Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1, 315-325.
Triyandini., Asrin., & Upoyo, AS. (2010). Efektifitas terapi massage dengan terapi mandi air hangat terhadap penurunan insomnia lansia. The Soedirman Journal of Nursing, Vol 5, No. 3.
Yasein, N., Ahmad, M., Matrook, F., Nasir, L., and Froelicher, E, S. (2010). Metabolic syndrome in patients with hypertension attending a family practice clinic in Jordan. Eastern Mediterranean Health Journal, 16(4). 375-380.
1. Studi pendahuluan penelitian v 2. Penyusunan proposal penelitian v v v 3. Konsultasi dan revisi
proposal v 4. Seminar proposal v v v v v v v v v v v v v 5. Perijinan penelitian v v 6. Pelaksanaan penelitian v v 7. Penyusunan hasil penelitian v v v 8. Seminar hasil V 9. Pengumpulan skripsi V
Intervensi masasse dengan aromaterapi lavender diberikan dalam 10 menit selama seminggu 3 x. Adapun prosedur massase ekstrimitas dengan aroma terpi lavender sebagai berikut:
a. Identifikasi faktor-faktor atau kondisi seperti fraktur tulang rusuk atau vertebrata, luka bakar, daerah kemerahan pada kulit, atau luka terbuka dan responden tidak mengkonsumsi obat anti-hipertensi.
b. Pada klien yang mempunyai riwayat hipertensi atau disritmia, kaji denyut nadi dan tekanan darah.
c. Jelaskan prosedur dan posisi yang diinginkan klien.
d. Persiapan bahan dan instrumen massage meliputi lotion atau minyak hangat, handuk, selimut, stopwatch dan lilin aromaterapi lavender..
e. Pemberi intervensi mencuci tangan dalam air hangat. Hangatkan lotion dengan cara tempatkan botol lotion ke dalam air hangat. Tuang sedikit lotion di tangan. Jelaskan pada responden bahwa lotion akan terasa hangat dan basah. Gunakan lotion sesuai kebutuhan.
f. TEKNIK MASASSE KAKI
Klien dapat memposisikan telentang atau duduk di kursi.
Seluruh kaki dan pergelangan kaki daerah digosok dengan minyak
Lakukan gerakan melingkar dengan tegas pada daerah pergelangan kaki dan di atas daerah ventral seluruh di kaki.
Selanjutnya, pijat kaki, remas ujung jari kaki dengan gerakan melingkar pada telapak kaki.
Lakukan gerakan menyapu dari atas dan bawah kaki untuk menyimpulkan pijat kaki pertama sebelum pindah ke kaki kedua.
g. TEKNIK MASASSE TANGAN 1. Punggung tangan
Lakukan pemijatan dari pergelangan tangan sampai ke ujung jari dengan tekanan sedang.
Selanjutnya, lakukan pemijatan pada daerah sisi tangan dengan setengah lingkaran menggunakan tekanan sedang
2. Telapak tangan
Pemijatan dilakukan pada telapak tangan sampai ujung jari menggunakan tekanan sedang
Lakukan gerakan meremas dengan lembut pada seluruh telapak tangan menggunakan tekanan sedang.
Lakukan gerakan melingkar di atas telapak menggunakan tekanan sedang.
Lakukan pemijatan setengah lingkaran dari pusat telapak tangan ke sisi menggunakan tekanan sedang.
Lakukan gerakan meremas dengan lembut pada jari Berikan tekanan pada kuku
4. Penyelesaian
Letakkan tangan responden pada tangan peneliti dan tarik tangan responden ke arah peneliti beberapa kali. Kemudian, putar tangan klien atas dan dengan lembut menarik ke arah peneliti beberapa kali.
h. Akhiri usapan dengan gerakan memanjang dan beritahu klien bahwa pemberi intervensi mengakhiri usapan.
i. Bersihkan kelebihan lubrikan dengan handuk mandi. Bantu lansia merapikan bajunya kembali.
j. Bantu klien kembali pada posisi yang nyaman.
k. Letakkan handuk yang kotor pada tempatnya dan cuci tangan. l. Kaji kembali denyut nadi dan tekanan darah.
Responden Penduduk Kelurahan Grendeng Purwokerto
Dengan hormat,
Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : Indah Setya Wahyuni
NIM : G1D010032
Adalah mahasiswi Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman angkatan 2010, akan melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Masasse Ekstrimitas dengan Aroma Terapi Lavender Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia Hipertensi”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh masasse ekstrimitas dengan aroma terapi lavender terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi.
Penelitian ini tidak akan merugikan siapapun. Peneliti menjamin kerahasiaan hasil pengukuran dan identitas saudara. Partisipasi dalam penelitian ini bersifat bebas, saudara bebas menetukan untuk ikut atau tidak tanpa adanya paksaan atau sanksi apapun. Untuk itu saya mohon kesediaan saudara untuk menjadi responden dalam penelitian ini. Jika saudara bersedia menjadi peserta dalam penelitian ini, silahkan saudara menandatangani lembar persetujuan sebagai penyataan bersedia untuk menjadi responden dalam penelitian.
Atas perhatian dan kesediaannya menjadi responden saya ucapkan terimakasih.
Peneliti Indah Setya Wahyuni
Desa Responden :
No. Responden :
Nama :
Umur :
Jenis Kelamin :
Data Pemeriksaan Tekanan Darah
Tekanan Darah Sebelum Intervensi : mmHg Tekanan Darah Sesudah Intervensi : mmHg
Masasse Ekstrimitas dengan Aroma Terapi Lavender Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia Hipertensi ini tidak akan merugikan saya dan telah dijelaskan secara jelas tentang tujuan penelitian dan kerahasiaan data, oleh karena itu saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama :
Umur :
Alamat :
Pekerjaan :
Menyatakan bersedia / tidak bersedia *) untuk berpartisipasi dalam penelitian tersebut yang akan dilakukan oleh Indah Setya Wahyuni.
Demikian lembar persetujuan ini saya isi dengan sebenar-benarnya agar dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Responden
( ………..)
PERMOHONAN MENJADI ASISTEN