BAB II URAIAN TEORITIS URAIAN TEORITIS
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan pengujian dan analisi data yang telah dilakukan sesuai dengan langkah-langkah yang dituntut dan dilaksanakan, maka penelitian mengenai “Terpaan acara infotainment di televisi dan persepsi tentang fenomena perceraian” ini menghasilkan kesimpulan sebagai berikut:
1. Semua Ibu rumah tangga di Lingkungan III Kelurahan Sunggal pernah menonton acara infotainment. Kebanyakan mereka menonton 3-4 kali/ minggu dengan durasi 2-3 jam/ hari. Ini berarti Ibu rumah tangga di Lingkungan III Kelurahan Sunggal Medan termasuk kategori Moderate Viewer yakni Viewer
yang belum candu menonton dan belum pasti terterpa atau tidak menurut teori Kultivasi. Meskipun teori kultivasi mengabaikan perhatian dalam menonton, dalam penelitian ini peneliti mencoba untuk melihat dari segi perhatian ketika menonton. Dan dari hasil penelitian, peneliti menemukan bahwa secara keseluruhan ibu rumah tangga di lingkungan III kelurahan Sungggal menonton acara infotainment sambil melakukan aktivitas rumah tangga seperti memasak, menyetrika pakaian, menjaga anak, membersihkan rumah dan sebagainya, bahkan ada juga yang sambil bekerja seperti berjualan, menjaga salon dan sebagainya. Peneliti berpendapat kemungkinan hal ini berpengaruh dengan tingkat terpaan yang diterima oleh setiap responden.
2. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa Terpaan acara infotainment di televisi tidak mempengaruhi persepsi ibu rumah tangga di lingkungan III kelurahan Sunggal Medan. Dari penggolongan
viewer menurut teori kultivasi dapat disimpulkan bahwa dari total responden 2 orang tergolong heavy viewer, 30 orang moderate viewer dan 20 orang light viewer. Meskipun teori kultivasi berpendapat bahwa semakin sering frekuensi menonton seseorang dan dan semakin lama durasi ia menonton maka akan semakin besar kemungkinan ia terterpa oleh media tersebut yang mengakibatkan pandangan/persepsinya berubah akan suatu hal, namun pada penelitian ini peneliti menjumpai bahwa durasi dan frekuensi menonton tidak mempengaruhi persepsi ibu rumah tangga di Lingkungan III Kelurahan Sunggal Medan mengenai fenomena perceraian. Media tidak dapat mempengaruhi persepsi masyarakat secara keseluruhan. Dari Penelitian ini peneliti menemukan bahwa media hanya akan memperkuat asumsi/ fakta yang sudah ada yang dialami/dilihat oleh masyarakat tetapi tidak mengubah pandangan masyarakat tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ibu Rumah Tangga di lingkungan III Kelurahan Sunggal Sudah tergolong penonton yang bijak.
3. Kebanyakan ibu rumah tangga Lingkungan III Kelurahan Sunggal berpendapat bahwa perceraian bukanlah suatu hal yang baik dan wajar untuk dilakukan tidak hanya pada masa sekarang ini tetapi juga dari semula. Meskipun mereka menyadari bahwa jumlah perceraian di masyarakat dari waktu ke waktu semakin meningkat. Mereka juga tidak setuju dengan Infotainment yang seringkali menayangkan tentang kawin cerai para artis. Bahkan sebagian besar dari mereka berpendapat sebaiknya berita-berita tersebut tidak perlu dipublikasikan ke masyarkat karena bisa saja bagi yang tidak memahami akan terpengaruh. Meskipun di dalam infotainment terlihat
bahwa kawin cerai sudah seperti tren di kalangan para artis namun Ibu rumah tangga di Lingkungan III Sunggal kebanyakan berpendapat tidak setuju untuk menjadikan kawin cerai cebagai tren. Mereka berpendapat meskipun perceraian itu sudah biasa terjadi tetapi tetap saja perceraian itu adalah suatu hal yang memalukan. Dari penelitian ini, peneliti juga menemukan bahwa tingkat perceraian di lingkungan III Kelurahan Sunggal Medan tergolong rendah. Meskipun peneliti melihat adanya kekurang terbukaan responden dalam menjawab setiap pertanyaan. Hal ini terlihat dari adanya beberapa jawaban yang tidak mendukung.
4. Dari hasil penelitian di lapangan dapat disimpulkan bahwa sebagian besar ibu rumah tangga di Lingkungan III Kelurahan Sunggal Medan berpendapat bahwa berita perceraian yang sering ditayangkan di acara Infotainment tidak mempengaruhi pandangan orang yang menonton terhadap fenomena perceraian. Menurut mereka hal tersebut tergantung kepada masing-masing pribadi. Setipa orang punya pendapat masing-masing. Karena ada banyak hal yang mempengaruhi pendapat orang lain.
SARAN
Berdasarkan saran dan kritik yang diberikan masyarakat di setiap kuesioner maka dapat disimpulkan beberapa saran sebagai berikut:
1. Ibu Rumah tangga Lingkungan III Kelurahan Sunggal Medan harus tetap bijak dalam menonton dan memilih tayangan yang akan ditonton. Diharapkan juga agar lebih terbuka terhadap penelitian-penelitian yang ada karena akan berguna bagi kebaikan bersama Selain itu, diharapkan agar tetap mempertahankan pandangan bahwa perceraian itu tidak baik sehingga jumlah perceraian di masyarakat kita tidak bisa di kendalikan. Sehingga pandangan ini akan menjadi teladan bagi yang lainnya.
2. Kepada Pembuat tayangan Infotainment sebaiknya memperhatikan kembali isi acara yang ditayangkan apakah layak atau tidak untuk ditampilkan di layar kaca. Meskipun mungkin tidak berpengaruh secara langsung terhadap orang yang menonton tetapi tetap saja hal tersebut perlu di pertimbangkan baik atau tidak terhadap masyarakat. Karena media tercipta untuk membawa kebaikan bagi masyarkat bukan sebaliknya. Jika memang harus di tampilkan sebaiknya jangan sampai membahas terlalu jauh dan menayangkan sampai berulangkali. Dan harapannya media menampilkan apa adanya saja. Tayangan yang baik adalah tayangan yang bermanfaat bagi masyarakat.
3. Tayangan infotainment sebaiknya lebih di perbaiki lagi baik dari segi isi dan jadwal penyangan. Jikalau bisa jumlah program sejenis dikurangi.
Infotainment harusnya berisi informasi yang disajikan dalam bentuk hiburan. Jadi isi infotainment itu adalah informasi ringan yang menghibur dan
bermanfaat bagi masyarakat yang menonton. Bukan gossip-gosip keidupan pribadi artis yang secara logika tidak bermanfaat bagi yang menonton.
4. Bagi pembaca maupun peneliti lebih lanjut sebaiknya dalam melakukan penelitian sejenis hendaknya memilih lokasi yang tepat. Selain itu diharapkan juga untuk lebih memperhatikan variabel control seperti usia, pendidikan, status ekonomi dan sebagainya karena dari hasil analisis peneliti kemungkinan besar variabel ini mempengaruhi pendapat atau pandangan seseorang. Penelitian ini juga bisa saja diamati denggan metode kualitatif tetapi teori yang digunakan bukanlah teori kultivasi melainkan teori resepsi atau pemaknaan.