BAB IV ANALISA DATA
KESIMPULAN, DISKUSI, DAN SARAN
Pada bab ini akan diuraikan kesimpulan, diskusi, dan saran-saran sehubungan dengan hasil yang diperoleh dari penelitian ini. Pada bagian pertama akan dijabarkan kesimpulan dari penelitian ini, yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi mengenai hasil penelitian yang diperoleh. Pada bagian akhir akan dikemukakan saran-saran praktis dan metodologis yang diharapkan dapat berguna bagi penelitian yang akan datang yang berhubungan dengan penelitian ini.
V.A. Kesimpulan
Dari hasil analisa data yang diperoleh dari data penelitian, dapat diketahui bahwa
body image pada model cenderung pada kategori sedang, yaitu tidak rendah dan tidak
tinggi. Pada penelitian ini ditemukan bahwa dari 41 orang subjek yang merupakan model, sebanyak 14 orang memiliki body image yang rendah, sebanyak 16 orang memiliki body image sedang, dan sebanyak 11 orang memiliki body image tinggi.
Selain itu,dari analisa yang dilakukan terhadap data penelitian juga diperoleh dari bahwa :
a. Model pria memiliki body image yang lebih menonjol daripada wanita.
b. Model usia remaja memiliki body image lebih menonjol daripada model usia dewasa.
c. Dari keseluruhan aspek body image, aspek yang paling menonjol adalah aspek physical atttractiveness.
d. Jika ditinjau dari lama menjalani model, model senior memiliki body
image yang lebih menonjol daripada model junior dan model junior
memiliki body image yang lebih menonjol daripada model intermediet.
V.B.Diskusi
Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa body image para model yang selalu dijadikan panutan lebih menonjol pada kategori sedang. Hal ini sesuai dengan pernyataan Sanggarwaty (2003) bahwa model memiliki body image yang berbeda-beda. Adapun perbedaan dengan penelitian yang sudah ada sebelumnya pada model
di City University, London menunjukkan bahwa model memiliki harga diri rendah
yang seharusnya memiliki body image yang rendah pula. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan perbedaan ini adalah kelompok etnis dan standar kecantikan yang diterima oleh kebudayaan setempat juga mempengaruhi body image (Fox, 1997). Orang Asia dan kulit hitam umumnya mempunyai body image yang lebih positif. Orang kulit hitam menunjukkan mereka mempunyai harga diri yang lebih tinggi dan mengkategorikan diri mereka menarik daripada model kulit putih yang seharusnya cantik. Seperti yang diketahui bahwa kota Medan terdiri dari delapan etnis mulai dari
Melayu, Batak Toba, Batak Karo, Simalungun, Angkola, Pakpak, Nias dan Mandailing. Jadi, tiap etnis mempunyai standar kecantikan yang diterima oleh etnis masing-masing yang berbeda sehingga dapat mempengaruhi body image pada model dalam penelitian ini yang dilakukan di kota Medan.
Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa body image pada model pria lebih menonjol daripada body image wanita. Sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa wanita memandang rendah terhadap body image mereka dan sebagai akibatnya banyak wanita yang mengalami krisis kepercayaan diri (Dacey & Kenny, 2001). Hasil penelitian sebelumnya juga menyatakan bahwa wanita lebih negatif memandang body image daripada pria (Cash & Brown, 1989; Davison & McCabe, 2005; Demarest & Allen, 2000; Furnham & Greaves,1994; Janelli,1993; Rozin & Fallon, 1988 dalam Hubley & Quinlan, 2005).
Erikson dalam Dacey & Kenny (2001) juga menyatakan wanita memandang tubuh mereka sebagai alat untuk menarik perhatian orang lain sedangkan pria lebih mengutamakan kompetensi dan kemampuan. Cash (1999) dalam hasil penelitian juga menemukan perbedaan body image pada pria dan wanita yang dikarenakan persepsi terhadap body image yang berbeda. Pria dapat menerima tubuh apa adanya walaupun masih kurang ideal, tetapi wanita sangat terobsesi dalam mengurangi berat badan sehingga timbul perasaan tidak puas.
Selain itu, dari hasil penelitian ditemukan juga body image remaja lebih menonjol daripada body image dewasa. Hal ini membuktikan teori yang menyatakan bahwa pada usia dewasa adalah usia yang riskan untuk mengalami ketidakpuasan
tubuh dan perilaku untuk mengontrol berat badan sering terjadi (Mills & Alfonso, 2000). Rozin & Fallon (1988) juga menyatakan bahwa generasi yang lebih tua cenderung untuk tidak puas terhadap body image daripada generasi yang lebih muda (dalam Hubley & Quinlan, 2005).
Jika ditinjau dari lama menjalani model, model senior dapat memiliki body
image yang menonjol daripada model itermediet dan junior dapat terjadi dikarenakan
pada model senior ini sudah mempunyai nama yang baik di mata desainer (Krem, 1995). Hal ini berarti para model sudah diakui dan tidak diragukan lagi kemampuannya termasuk dalam menjaga penampilan tubuh mereka agar tetap menarik. Sedangkan untuk model junior dan intermediet masih dalam tahap beradaptasi sehingga masih perlu banyak penyesuaian penampilan terhadap keinginan para pekerja dunia fashion.
V.C. Saran
V.C.1. Saran Metodologis
Hasil penelitian ini tidak luput dari kekurangan-kekurangan yang disesuaikan dengan tujuan utama penelitian yang ingin melihat body image pada model, maka berikut ini diberikan beberapa saran untuk pengembangan penelitian selanjutnya antara lain:
1. Untuk memperkaya data hasil penelitian, pengambilan data dapat dilakukan dengan jumlah sampel yang lebih besar.
2. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan pendekatan kualitatif untuk melihat lebih jauh mengenai aspek-aspek yang mempengaruhi body image pada model.
3. Pada penelitian selanjutnya dapat mempertimbangkan faktor lain yang mungkin berpengaruh terhadap body image seperti media massa atau etnisitas.
V.C.2. Saran Praktis
Di samping saran-saran yang diberikan untuk pengembangan penelitian, berikut ini juga terdapat saran-saran praktis yang dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi para model:
1. Menjaga penampilan tubuh memang merupakan tuntutan profesi seorang model. Untuk itu, diharapkan para pekerja di dunia fashion lebih mengerti tentang body image sehingga para model tidak selalu dituntut dan dikritik untuk lebih kurus tanpa mempertimbangkan kesehatan.
2. Untuk model yang memiliki body image rendah diharapkan untuk dapat mengikuti suatu seminar tentang body image karena body image yang rendah sangat rentan dengan gangguan makan. Selain itu, model sendiri juga masih mempunyai banyak hal lain yang dapat diandalkan selain fisik, seperti kecerdasan dan yang lebih penting lagi adalah kecantikan dari dalam.
3. Bagi model dan pekerja di dunia fashion, hasil penelitian ini dapat digunakan untuk menambah pengetahuan dalam memahami body image.