• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN, DISKUSI, DAN SARAN

Dalam dokumen pengaruh sikap gaya hidup elektronik dan (Halaman 90-97)

HASIL PENELITIAN

KESIMPULAN, DISKUSI, DAN SARAN

Pada bab lima ini akan dipaparkan kesimpulan, diskusi, dan saran

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan uji hipotesis yang telah dipaparkan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan independen variabel (IV) yang diteliti pengaruhnya dalam penelitian ini, tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perilaku membeli smartphone. Dengan demikian, secara keseluruhan hipotesis dalam penelitian ini ditolak, artinya “Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari sikap, gaya hidup-elektronik, dan kelompok referensi terhadap perilaku membeli smartphone mahasiswa”.

Berdasarkan hasil penelitian pada proporsi varian untuk masing-masing variabel independen yang dilakukan oleh peneliti, diketahui bahwa sumbangan sikap terhadap perilaku membeli smartphone (dalam satuan logit) sebesar 1.6%, gaya hidup-elektronik sebesar 1.1%, kelompok referensi sebesar 2.1% dan sisanya sebesar 95.2% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Hal ini menunjukkan bahwa kelompok referensi memberikan sumbangan paling besar yaitu sebesar 2.1% namun ada variabel lain di luar penelitian ini yang memiliki pengaruh jauh lebih besar di luar penelitian ini yang memiliki pengaruh sebesar 95.2%.

Pada penelitian ini, kelompok referensi juga tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku membeli smartphone pada mahasiswa. Dimensi pengaruh informasional digambarkan dengan pernyataan “membandingkan antara merek A dan B dengan teman-teman, yang mempunyai informasi tentang merek yang sesuai”, dimensi pengaruh utilitarian digambarkan dengan pernyataan “membeli merek khusus karena dipengaruhi oleh preferensi dari anggota keluarganya” dan dimensi pengaruh nilai-ekspresif digambarkan dengan pernyataan “merasakan bahwa membeli atau menggunakan sebuah merek khusus dapat meningkatkan citra diri”, dalam hal ini peneliti memiliki dugaan bahwa mahasiswa pada saat memelakukan pembelian smartphone bukan dipengaruhi oleh preferensi dari anggota keluarganya ataupun untuk meningkatnya citra dirinya. Oleh karenta itu, hasilnya tidak sesuai dengan dugaan awal peneliti yang

menyatakan bahwa pengaruh informasional, pengaruh utilitarian dan pengaruh nilai-ekspresif berpengaruh terhadap perilaku membeli smartphone pada mahasiswa. Penelitian yang dilakukan oleh Yang, Hee dan Lee (2012) menunjukkan bahwa ada pengaruh secara signifikan dari ketiga dimensi kelompok referensi (pengaruh informasional, pengaruh utilitarian dan pengaruh nilai-ekspresif) terhadap perilaku membeli. Dengan demikian, hasil dari penelitian ini bertentangan dengan penelitian sebelumnya.

Hasil penelitian selanjutnya, pengaruh gaya hidup-elektronikpun tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku membeli smartphone pada mahasiswa. Berdasarkan dimensi pleasure-driven yang digambarkan dengan penyataan “Meninjau kembali produk-produk yang ada di internet”, dimensi

socially-driven digambarkan dengan pernyataan “Senang membeli produk terbaru melalui smartphone secara online” dan dimensi concern-driven

digambarkan dengan pernyataan “Sulit dalam menilai kualitas barang dagangan di internet”, dalam hal ini peneliti memiliki dugaan bahwa mahasiswa lebih suka meninjau atau membeli produk-produk baru secara langsung di toko secara langsung daripada di internet. Hal tersebut yang mengakibatkan ketidaksesuaian dengan asumsi awal peneliti yang menyatakan bahwa dimensi pleasure-driven,

socially-driven dan concern-driven pada variabel gaya hidup-elektronik mempengaruhi peilaku membeli smartphone pada mahasiswa. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Lin dan Shih (2012) menunjukkan bahwa ada pengaruh

secara signifikan gaya hidup terhadap perilaku membeli. Dengan demikian hasil dari penelitian ini bertentangan dengan penelitian sebelumnya.

Kemudian hasil selanjutnya, variabel sikap tidak signifikan berpengaruh terhadap perilaku membeli smartphone pada mahasiswa. Berdasarkan pernyataan bahwa “Merasa puas dengan adanya kemampuan smartphone melalui fitur-fitur canggih” dan “Cenderung memanfaatkan kemampuan fitur-fitur canggih dengan optimal”, dalam hal ini peneliti memiliki dugaan bahwa pada saat membeli

smartphone bukan berdasarkan pengetahuannya terhadap kemampuan

smartphone. Hal tersebut sangat bertentangan dengan dugaan awal peneliti yaitu semakin tinggi sikap konsumen (mahasiswa) pada smartphone maka semakin besar kemungkinan untuk membeli smartphone. Artinya, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa yang melakukan pembelian smartphone bukan disebabkan tingginya sikap smartphone seperti yang ditunjukkan oleh hasil penelitian ini. Carvalho, (2010) menunjukkan bahwa tidak ada hubunngan antara sikap terhadap perilaku membeli.

Hasil penelitian yang berbeda antara penelitian yang dilakukan oleh peneliti terdahulu, kemungkinan disebabkan oleh beberapa faktor penting, yaitu; Penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah penelitian baru dengan predictor variable yang sangat spesifik dan outcome variable yang sangat spesifik pula.

Predictor variable pada penelitian ini adalah, sikap, gaya hidup-elektronik, kelompok referensi. Outcome variable pada penelitian ini adalah perilaku

membeli smartphone mahasiswa. Dan terdapat banyak keterbatasan. Alasan peneliti melakukan penelitian ini, dikarenakan peneliti ingin mengetahui apakah sikap, gaya hidup-elektronik dan kelompok referensi mempengaruhi para mahasiswa dalam melakukan pembelian smartphone.

5.3. Keterbatasan

Penelitian ini memiliki keterbatasan, diantaranya terdapat beberapa hasil penelitian yang dilakukan ternyata tidak mendukung hasil penelitian sebelumnya. Keterbatasan tersebut kemungkinan berasal dari keterbatasan peneliti dalam menerjemahkan alat ukur hasil adaptasi, sehingga terjadi misskomunikasi antara apa yang diinginkan peneliti dengan pemahaman yang dimiliki responden. Sehingga terdapat beberapa item yang tidak tepat dalam menerjemahkan kedalam bahasa indonesia sehingga kurang mampu mengukur faktor yang hendak diukur.

Keterbatasan juga muncul dari prosedur penelitian yang dilakukan. Dalam penelitian ini, peneliti menyebar kuesioner di fakultas psikologi UIN Jakarta, namun peneliti menyebar kuesionernya pada saat mahaiswa sedang menjalani ujian akhir semester. sehingga kemungkinan mengisi kuesionernya kurang dipahami secara baik oleh responden. Hal ini diperkirakan dapat mengurangi motivasi responden dalam memberikan jawaban. Kemudian,

prosedur adaptasi alat ukur yang tidak sesuai dengan prosedur penelitian menurut Komisi Tes Internasional (ITC) mengenai pedoman uji penerjemahan dan adaptasi (Guideline D1., ITC, 2001; Hambleton, 2005) juga menimbulkan keterbatasan dalam penelitian ini.

5.4. Saran

Peneliti menyadari banyaknya kekurangan dalam penelitian ini. Oleh karena itu, peneliti membagi saran menjadi dua yaitu, saran metodologis dan saran praktis. Saran tersebut dapat dijadikan pertimbangan bagi peneliti lain yang akan meneliti variabel dependen yang sama.

5.3.1. Saran Metodologis

1. Berdasarkan hasil penelitian ini dengan nilai Nagelkerke R Square sebesar 0.048 dapat dilihat bahwa variabel yang digunakan untuk mengukur tingkat perilaku membeli smartphone tidak banyak memberikan sumbangan. Sehingga, untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar menggunakan variabel lain yang terkait dengan perilaku membeli smartphone untuk dijadikan variabel independen sehingga variasi dari perilaku membeli smartphone, interprestasi pada logit, odds,

2. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk memodifikasi skala sikap terhadap smartphone, gaya hidup-elektronik dan kelompok referensi dengan memperbanyak item dan menyesuaikan dengan kondisi dan keadaan di lapangan sehingga hasilnya lebih variatif, mengurangi social desirability dan kemungkinan perolehan item yang sedikit setelah pengujian alat ukur menggunakan analisis konfirmatorik (CFA)

3. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk menggunakan sampel penelitian yang lebih besar, misalnya mengambil sampel mahasiswa dari beberapa universitas, atau membandingkan antara universitas yang terpopuler yangmana para individu memiliki gaya hidup yang mewah dengan universitas swasta yang tidak populer, atau antara universitas negeri dan swasta, sehingga hasil yang diperoleh akan lebih bervariasi. 4. Melakukan adaptasi alat ukur sesuai dengan prosedur penelitian menurut

Komisi Tes Internasional (ITC) mengenai pedoman uji penerjemahan dan adaptasi (Guideline D1., ITC, 2001; Hambleton, 2005, dalam

5.3.2. Saran Praktis

1. Peneliti menyarankan kepada para konsumen khususnya pada mahasiswa, bahwa saat ingin melakukan pembelian, seharusnya mempertimbangkan terlebih dahulu keinginannya supaya smartphone yang dibeli telah mencukupi kebutuhannya dan mengetahui dengan pintar cara penggunaannya.

2. Pada penelitian ini telah digunakan analisis regresi logistik untuk mengukur tingkat perilaku membeli smartphone pada mahasiswa. Sehingga pada penelitian selanjutnya, menggunakan analisis regresi logistik peluang bagi setiap individu untuk melakukan pembelian

smartphone dapat dihitung dan diketahui.

3. Pada penelitian ini telah diukur tingkat peluang perilaku membeli

smartphone pada mahasiswa. Diketahuinya peluang bagi setiap individu untuk melakukan pembelian smartphone dapat membantu produsen dalam menentukan strategi dan segmentasi pemasaran.

Dalam dokumen pengaruh sikap gaya hidup elektronik dan (Halaman 90-97)

Dokumen terkait