• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN, DISKUSI DAN SARAN

Bab ini membahas mengenai kesimpulan hasil penelitian yang telah dilakukan. Pembahasan ini meliputi tiga bagian, yaitu kesimpulan, diskusi dan saran.

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa secara simultan tidak adanya pengaruh antara religiusitas terhadap kecemasan menghadapi pernikahan pada orang dewasa yang melajang.

Kemudian secara koefisien salah satu variabel menghasilkan adanya pengaruh antara religiusitas terhadap kecemasan menghadapi pernikahan pada orang dewasa yang melajang. Dengan rincian sebagai berikut:

a. Islamic dimension tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kecemasan menghadapi pernikahan pada orang dewasa yang melajang. b. Islamic religious conversion tidak memiliki pengaruh yang signifikan

terhadap kecemasan menghadapi pernikahan pada orang dewasa yang melajang.

c. Islamic positive religious coping tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kecemasan menghadapi pernikahan pada orang dewasa yang melajang.

d. Islamic negative religious coping tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kecemasan menghadapi pernikahan pada orang dewasa yang melajang.

e. Islamic religious struggle memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kecemasan menghadapi pernikahan pada orang dewasa yang melajang. f. Islamic religious internalization-identification tidak memiliki pengaruh

yang signifikan terhadap kecemasan menghadapi pernikahan pada orang dewasa yang melajang.

g. Islamic religious internalization-introjuction tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kecemasan menghadapi pernikahan pada orang dewasa yang melajang.

h. Islamic religious exclusivism tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kecemasan menghadapi pernikahan pada orang dewasa yang melajang.

i. Jenis kelamin tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kecemasan menghadapi pernikahan pada orang dewasa yang melajang. j. Usia tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kecemasan

menghadapi pernikahan pada orang dewasa yang melajang.

k. Pendidikan terakhir tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kecemasan menghadapi pernikahan pada orang dewasa yang melajang. l. Status bekerja tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap

kecemasan menghadapi pernikahan pada orang dewasa yang melajang. m. Suku bangsa tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kecemasan

menghadapi pernikahan pada orang dewasa yang melajang.

Berdasarkan perhitungan dan analisis statistic, dapat dilihat bahwa ada pengaruh yang signifikan antara religiusitas dengan kecemasan menghadapi pernikahan pada orang dewasa yang melajang sebesar 15%, sesuai dengan pendapat Thouless (dikutip dalam Kurniawan, 2008) bahwa religiusitas mempengaruhi kecemasan seseorang terhadap kebutuhan cinta kasih, yang telah dipaparkan dalam membedakan faktor-faktor yang mempengaruhi sikap keagamaan (religiusitas) seseorang, yaitu:

1) Pengaruh pendidikan atau pengajaran dan berbagai tekanan sosial (faktor sosial) ini mencakup semua pengaruh sosial dalam perkembangan sikap keagamaan itu, termasuk pendidikan dari orang tua, tradisi-tradisi sosial, tekanan-tekanan lingkungan sosial untuk menyesuaikan diri dengan berbagai pendapat dan sikap yang disepakati oleh lingkungan itu.

2) Berbagai pengalaman yang dialami oleh seseorang dalam membentuk sikap keagamaan terutama pengalaman-pengalaman seperti: keindahan, keselarasan dan kebaikan di dunia lain (factor alamiah) seperti menjalin hubungan yang baik pada sesama dengan saling tolong menolong, adanya konflik moral (faktor moral) seperti mendapatkan tekanan-tekanan dari lingkungan, dan pengalaman emosional keagamaan (faktor afektif) seperti perasaan mendapat peringatan atau pertolongan dari Tuhan.

3) Faktor-faktor yang seluruhnya atau sebagian timbul dari kebutuhan- kebutuhan yang tidak terpenuhi terutama terhadap kebutuhan terhadap keagamaan, cinta kasih, harga diri, dan ancaman kematian.

4) Berbagai proses pemikiran verbal atau proses intelektual dimana faktor ini juga dapat mempengaruhi religiusitas individu.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa ada dua faktor yang mempengaruhi tingkat religiusitas seseorang yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal meliputi: pendidikan formal, pendidikan agama dalam keluarga, tradisi sosial yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan, tekanan- tekanan lingkungan sosial dalam kehidupan seseorang. Faktor internal sendiri meliputi: pengalaman-pengalaman emosional keagamaan, kebutuhan seseorang yang mendesak untuk dipenuhi seperti kebutuhan akan rasa aman, harga diri dan cinta kasih.

Islam mengajarkan pada umatnya agar tidak mengalami kecemasan dalam menghadapi apapun termasuk kecemasan dalam menghadapi pernikahan. Untuk itu perlu meningkatkan religiusitas dalam kondisi apapun, agar merasa tentram, berserah diri pada Tuhan. (Kurniawan, 2008).

Kemudian menurut Jones & Francis (2004) dalam jurnal penelitiannya pada skala kecemasan yang mencapai suatu koefisien 70 dengan instrumen psychometric homogen dan unidimensional dan penghitungan rata-rata p-value

0125 menghasilkan bahwa pada perspektif psikologis terdapat hubungan hipotesis korelasi yang negatif antara religiusitas dan kecemasan.

Selanjutnya, variabel Islamic religious struggle memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kecemasan menghadapi pernikahan, dengan sumbangan pengaruh sebesar 11,5%. Dengan arah hubungan yang negative, artinya semakin tinggi nilaiIslamic religious struggle seseorang, maka semakin rendah kecemasan

seseorang dalam mengahadapi pernikahan dan juga sebaliknya. Nilai Islamic religious struggle mempengaruhi kecemasan seseorang dalam menghadapi pernikahan, karena dalam hal ini adanya kepercayaan individu terhadap nilai agama disaat mendapatkan kesulitan dan konflik. Hal ini sesuai dengan pendapat Ancok (2004) bahwa keberagamaan atau religiusitas diwujudkan dalam berbagai sisi kehidupan manusia, aktivitas beragama bukan hanya terjadi ketika seseorang melakukan perilaku ritual (beribadah), tetapi juga ketika melakukan aktivitas yang lain yang didorong oleh kekuatan supranatural. Bukan hanya yang berkaitan dengan aktivitas yang tak tampak dan terjadi dalam hati seseorang. Jadi walaupun seseorang belum menikah, namun jika mempraktekan agamanya secara menyuluruh kecemasannya akan berkurang. Kemudian menurut Ahira, Islam diartikan sebagai ketundukan atau kepasrahan dan berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Orang berserah memunculkan sikap tenang, karena kita menyerahkan diri kepada sesuatu yang “mampu” yaitu Allah SWT. (Setiyo, 2011)

Sedangkan variabel Islamic dimension, Islamic religious conversion, Islamic positive religious coping, Islamic negative religious coping, Islamic

religious internalization-identification, Islamic religious internalization-

introjuction, Islamic religious exclusivism, jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, status bekerja dan suku bangsa tidak memiliki pengaruh yang signifikan dengan kecemasan menghadapi pernikahan. Disini mungkin banyak faktor yng membuat tidak berpengaruh, seperti halnya responden sudah nyaman dengan masa lajangnya dan sesuai dengan data yang ada, disini lebih banyak responden yang bekerja dibanding yang tidak bekerja, jadi ada factor individu yang lebih

memprioritaskan bekerja ketimbang menikah sehingga membuat mereka tidak lagi memikirkan sebuah pernikahan. Kemudian ada faktor-faktor pendukung lainnya juga yang mempengaruhi hal tersebut.

Berikut ini merupakan faktor- faktor yang mempengaruhi kecemasan: a. Keadaan pribadi individu

Priest (dalam Sari & Kuncoro, 2011) mengungkapkan bahwa dalam hal yang menpengaruhi kecemasan adalah situasi pada diri individu yang dirasakan belum siap untuk dihadapi seperti kehamilan, menuju usia tua, kenaikan pangkat dan masalah kesehatan yang pada akhirnya akan menjadi suatu konflik dalam diri individu sehingga dapat menimbulkan kecemasan.

b. Tingkat pendidikan

Kondisi kecemasan yang dialami individu juga dipengaruhi oleh perbedaan tingkat pendidikan. Semakin tinggi tingkat pendidikannya akan semakin baik pemecahan terhadap masalah yang dihadapinya.

c. Pengalaman tidak menyenangkan

Freud (dalam Sari & Kuncoro, 2011) mengatakan bahwa suatu pengalaman yang menyulitkan ditimbulkan oleh k etegangan-ketegangan dalam alat-alat intern dari tubuh dapat menyebabkan kecemasan. Ketegangan- ketegangan tersebut akibat dari dorongan-dorongan dalam dan luar tubuh.

Dukungan sosial dari orang-orang sekitar individu yaitu orang tua, kakak, adik, kekasih, teman dekat, saudara dan masyarakat. Dukungan yang positif berhubungan dengan kurangnya kecemasan. Pendapat ini didukung oleh Conel (dalam Sari & Kuncoro, 2011) menyatakan bahwa kecemasan akan rendah apabila individu memiliki dukungan sosial. Dukungan sosial tersebut diperoleh dari keluarga, teman dan atasan.

Sesuai juga dengan pendapat Debi Bernt, seorang konselor hubungan dan penulis buku 'Let Love In', bahwa bentuk kecanduan menjadi lajang seperti merokok, dan seringkali tidak disadari, yang akhirnya bisa membuatnya lupa untuk menikah. (Noviara, 2010).

5.3 Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, peneliti mengajukan beberapa saran sebagai berikut.

5.3.1. Saran Teoritis

Untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian tentang pengaruh religiusitas dengan melibatkan variabel lain selain kecemasan berkaitan dengan pernikahan sebagai pembanding.

5.3.2. Saran Praktis

Diharapkan kepada seluruh kalangan masyarakat khususnya kepada orang dewasa yang melajang agar memperhatikan aspek-aspek psikologis dan religiusitasnya masing-masing, sehingga pada saat menghadapi suatu masalah yang terjadi pada individu dapat terselesaikan dengan baik. Dalam hal ini

sebaiknya mengikuti kegiatan yang bersifat positif yang dapat mengurangi kecemasan, yakni kecemasan dalam menghadapi pernikahan atau yang lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

Ahira, A, Definisi agama islam. http://www.anneahira.com/definisi-agama- islam.htm(Diambil pada tanggal 24 November 2011)

Anoraga. P. (1995).Perilaku keorganisasian, Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya. Ancok, D dan Fuad. A. (2004), Psikologi islam: solusi islam atas problem-

problem psikologi,.Yogyakarta ; Pustaka Belajar

Anwar, M. (1991). Dasar-dasar hokum islam dalam menetapkan keputusan di pengadilan agama. Bandung: CV Diponogoro.

Arifin, B. S, (2008),Psikologi agama,Bandung: Pustaka Setia

Asmarini, F. C. (2003). Hubungan antara berpikir positif dengan kecemasan menghadapi pernikahan.Skripsi: Universitas Muhammadiyah Surakarta

Atkinson R. L. (1999),Pengantar psikologi,Jakarta : Penerbit Erlangga Arikunto S. (1997).Prosedur penelitian, Jakarta : Rineka Cipta.

Azwar, S. (2003).Reliabilitas dan validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Bastaman, H. D. (2005), Integrasi psikologi dengan islam:menuju psikologi islamiYogyakarta: Yayasan Insan Kamil & Pustaka Pelajar

Bayu, H. (2008). Pernikahan adalah sebuah fitrah kemanusiaan. Artikel.

(http://www.haryobayu.web.id/?aksi=detail_blog&nomor=369). Di ambil pada tanggal 02 Juni 2011.

Budiman, L. CH. (1999).Berdamai engan Stress, PT kompas media nusantara

Chaplin, J. P. (2006). Kamus lengkap psikologi. penerjemah kartini kartono. Jakarta : Raja Grafindo Persada

Fahmi, M. Kesehatan Jiwa, dalam keluarga, sekolah dan masyarakat (jilid II).

Bandung : Bulan Bintang

Fetzer. (1999). Multidimensional measurment of religiosness, spirutually for use in health research. Fetzer Institute in Collaboration with the National Institute on Aging. Kalmazoo.

Gufron, MN & Risnawit. (2010).Teori-teori psikologi.Jogjakarta: Ar-ruzz Media Gunarsa S. D & Gunarsa Ny Y. S. (1986).Psikologi perawatan, PT BPK Gunung

Mulia

Ghofur A & Purwoko E, (2007), Pengaruh teknik nafas dalam terhadap perubahan tingkat kecemasan pada ibu persalinan kala i di pondok bersalin ngudi saras trikilan kali jambe sragen,. Jurnal Kesehatan Surya Medika Yogyakarta

Hurlock, E. B. (1980).Psikologi perkembangan,Jakarta: Penerbit Erlangga. Iqbal, H. M. (2002).Pokok-pokok materi metodologi penelitian & aplikasinya.

Bogor : Ghalia Indonesia.

Jalaludin & Ramayulis, (1993), Pengantar ilmu jiwa agama, Jakarta: Kalam Mulia

John, D. (2001). Agama Pragmatis telaah atas konsepsi agama, Haniah Magelang: Indonesia Tera.

Jones, S.H & Francis, L. J. (2004).The relationship between religion and anxiety: a study among anglician clergymen and clergywomen. journal of psychology and theology : 2004, Vol. 32, No. 2, 137-142

Kurniawan, H. (2008). Hubungan antara tingkat religiusitas dengan tingkat kecemasan dalam menghadapi ujian nasional. Skripsi : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Kuswara, E. (1991).Teori-teori kepribadian.Bandung: PT ERESCO

Leyfer, O. T; Ruberg, J. L; Borden, J. W. (2006). Manual for the beck anxiety inventory. San Antonio, TX: Psychological Corporation.

Nazir, M. (1983). Metode penelitian. Ghalia Indonesia

Nastalia, F. A. (2008). Kecemasan menghadapi pernikahan pada dewasa awal.

Skripsi:http://library.gunadarma.ac.id/abstraction_10505071- ssm_fpsi.pdf

Nashori, H. F & Mucharam, F. D. (2002). Mengembangkan kreativitas dalam perspektif psikologi islami.Jogjakarta: Menara Kudus

Noviara, W. (2011). Lima tanda wanita betah melajang. Oct 23, '10 9:38 AM

(http://wennynoviara.multiply.com/journal/item/1000).

Papalia, D.E; Olds, S. W & Feldman, R. D. (2009). Human development.Jakarta: Salemba Humanica.

Rakhmat, J. (2005). Psikologi agama sebuah pengantar. Bandung: PT Mizan Pustaka

Raiya, H. A. (2006). A Psychological measure of islamic religiousness: evidence for relevance, reliability and validity. A Dissertation, Submitted to The Graduate Of Bowling Green State University.

Sari, D. S & Kuncoro, J.(2011). Kecemasan dalam menghadapi masa pensiun ditinjau dari dukungan sosial.http://psikologi-

-ditinjau-dari-dukungan-sosial-(Diambil pada tanggal 24 November 2011)

Sari, F. Y. (2008). Hubungan religiusitas dengan penyesuaian perkawinan pada dewasa dini muslim.Skripsi: Universitas Sumatera Utara.

Sarwono, W. S. (2009). Pengantar psikologi umum. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Sarwono, J. (2006). Metode penelitian kuantitatif & kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu

Sevilla, C. G; Ochavo, J. A; Punsalan, T. G; Regala, B. P; Uriarte.G. G. (1993).

Pengantar metode penelitian.Jakarta : UI-Press.

Setiyo, (2011). Berserah diri dengan penuh keyakinan kepada allah.

http://solospiritislam.com/berserah-dengan-penuh-keyakinan-kepada- allah/(Diambil pada tanggal 24 November 2011)

Shaleh, A.R. (2009). Psikologi:suatu pengantar dalam perspektif islam, Jakarta: Kencana

Sugiyono. (2008). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif. R&D. Bandung : Alfabeta.

Sururin, (2004),Ilmu jiwa agama,Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Suwanti. (2003). Hubungan antara kematangan emosi dan tingkat religiusitas dengan kecemasan menghadapi pernikahan. Skripsi: Universitas Muhammadiyah surakarta

Trismiati (2004), Perbedaan Tingkat kecemasan antara pria dan wanita akseptor kontrasepsi mantap di rsup dr. sardjito yogyakarta, fakultas psikologi universitas bina darma palembang..Jurnal Psyche: Vol.1. No.1, Juli 2004.

Thouless, R.H. (1995), Pengantar psikologi agama. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

ANGKET TRY OUT

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Saya

mahasiswa

tingkat

akhir

Fakultas

Psikologi

Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Untuk

memenuhi salah satu syarat kelulusan, saya bermaksud

mengadakan suatu penelitian. Penelitian ini tidak dapat saya

selesaikan tanpa partisipasi Anda. Oleh karena itu, saya

mengharapkan kesedian Anda untuk menjawab kuesioner

yang telah saya persiapkan.

Demi menjamin kualitas hasil penelitian ini, saya

mengharapkan Anda mengisi kuesioner ini sesuai dengan

pendapat dan keadaan diri Anda yang sesungguhnya, tanpa

dipengaruhi oleh orang lain. Respon Anda tidak akan dapat

diolah bila ada nomor-nomor yang terlewati. Untuk itu

pastikanlah Anda telah menjawab kuesioner dengan lengkap

sebelum menyerahkannya kembali. Jawaban Anda dalam

kuesioner ini terjamin kerahasiaannya dan hanya akan

digunakan untuk keperluan penelitian.

Selanjutnya, Saya ucapkan terima kasih banyak atas

partisipasi Anda dalam penelitian ini. Semoga Allah memberi

keberkahan untuk kita.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Eva Faroha

107070000524

Identitas Pribadi

Usia

:

Tahun

Jenis Kelamin

: L / P

Pendidikan Terakhir ?

___ SD/MI

___ SMP/MTS

___ SMA/ALIYAH (Sederajat)

___ S1

Suku Bangsa ?

___ Jawa

___ Sunda

___ Melayu

___ Minang

___ Betawi

Status Bekerja?

___ Tidak Bekerja

___ Pekerja Swasta

___ Pekerja Wira Swasta

___ Pegawai Negeri Sipil (PNS)

Berikut

adalah

beberapa

pertanyaan

tentang

Kecemasan dan Agama (Religiusitas). Harap memberikan

respon terhadap setiap pernyataan dengan memilih jawaban

yang paling sesuai dengan diri Anda.

Perlu diketahui tidak ada jawaban benar atau salah dan

semua jawaban Anda akan tetap sepenuhnya bersifat

rahasia. Harap jujur dan terbuka dalam menanggapinya

Sesuai Dengan Pendapat Anda.

Jawab sesuai dengan diri Anda dengan cara

Check List

(SS) Sangat Setuju

(S) Setuju

(TS) Tidak Setuju

(STS) Sangat Tidak Setuju

Skala Kecemasan

No

.

Pernyataan

SS S

TS

1.

Walaupun banyak kejadian perceraian dalam rumah

tangga, tapi saya tidak takut untuk menikah

2.

Jika saya sudah menikah, saya yakin saya mampu untuk

menafkahi keluarga saya baik lahir maupun batin.

3.

Saya yakin bahwa saya mampu membina rumah tangga

kelak dengan baik

4.

Jika saya sudah menikah, saya mampu mengurus dan

membimbing anak dengan baik

5.

Saya memaklumi, jika saya sudah menikah nanti

kebebasan saya akan terbatasi.

6.

Saya siap untuk menikah/berumah tangga

7.

Saya biasa saja ketika mendengar tentang pernikahan

8.

Saya percaya hal-hal yang baik akan menghampiri saya jika

saya sudah menikah

9.

Saya ingin sekali menikah secepatnya

10. Saya ingin memiliki pendamping hidup.

11. Saya menginginkan sekali untuk menjadi kepala

keluarga/ibu rumah tangga (suami/istri)

12. Saya yakin saya akan bahagia jika saya sudah menikah

13. Dengan banyaknya rumah tangga yang bercerai, saya jadi

takut untuk menikah

14. Jika saya menikah, saya takut tidak dapat member nafkah

lahir & batin buat keluarga

15. Saya takut tidak dapat membina rumah tangga dengan

baik

16. Saya takut tidak mampu mengurus dan membimbing anak

dengan baik

17. Bagi saya, jika sudah menikah (berkeluarga) saya menjadi

tidak bebas.

18. Saya takut untuk menikah/berumah tangga

19. Saya cemas ketika mendengar tentang pernikahan

20. JIka saya menikah, saya takut hal buruk akan terjadi pada

saya.

21. Lebih baik saya menunda pernikahan saya tahun-tahun

depan, sampai saya siap untuk menikah

menikah)

23. Saya belum siap untuk menjadi kepala keluarga/ibu rumah

tangga (suami/istri)

24. Jika saya sudah menikah (berkeluarga) hidup saya menjadi

tidak bahagia

Skala Religiusitas

Jawablah sesuai dengan diri Anda:

1. Saya percaya pada keberadaan Tuhan.

a. Tidak Percaya

b. Kadang-Kadang

c. Ragu

d. Percaya

e. Sangat Percaya

2. Saya percaya pada hari kiamat.

a. Tidak Percaya

b. Kadang-Kadang

c. Ragu

d. Percaya

e. Sangat Percaya

3. Sangat Percaya Saya percaya akan keberadaan surga

dan neraka.

a. Tidak Percaya

b. Kadang-Kadang

c. Ragu

e. Sangat Percaya

4. Sangat Percaya Saya percaya pada adanya malaikat, jin,

dan setan.

a. Tidak Percaya

b. Kadang-Kadang

c. Ragu

d. Percaya

e. Sangat Percaya

5. Saya percaya bahwa semua Nabi utusan Allah dan

ayat-ayat suci diturunkan kepada mereka.

a. Tidak Percaya

b. Kadang-Kadang

c. Ragu

d. Percaya

e. Sangat Percaya

Untuk pertanyaan-pertanyaan berikut, silahkan cek list

jawaban yang cocok dengan Anda.

6. Seberapa sering anda berdoa?

___ tidak Pernah

___ Beberapa kali setahun

___ Beberapa kali sebulan

___ Beberapa kali seminggu

___Setiap Sholat 5 waktu

___ Lima kali sehari atau lebih

7. Seberapa sering Anda puasa?

___ beberapa kali dalam hidup

___ beberapa hari di bulan Ramadhan setiap tahun

___ setengah dari sebulan Ramadhan setiap tahun

___ Sebulan Ramadhan setiap tahun

___ Puasa sunah atau di samping bulan puasa Ramadhan

8. Berapa kali Anda pergi ke mesjid?

___ tidak Pernah

___ beberapa kali dalam hidup saya

___ beberapa kali setahun

___ beberapa kali sebulan

___ pada satu atau dua kali seminggu

___ sekali sehari atau lebih

9. Kecuali dalam doa, seberapa sering Anda membaca atau

mendengarkan al-qur’an?

___ tidak Pernah

___ beberapa kali dalam hidup saya

___ beberapa kali setahun

___ beberapa kali sebulan

___ pada satu atau dua kali seminggu

___ sekali sehari atau lebih

10. Kecuali dalam doa, seberapa sering Anda berdzikir?

___ tidak Pernah

___ beberapa kali dalam hidup saya

___ beberapa kali setahun

___ beberapa kali sebulan

___ pada satu atau dua kali seminggu

___ sekali sehari atau lebih

Pilih jawaban yang menurut Anda sesuai dengan diri Anda.

11. Islam adalah alasan utama mengapa saya seorang yang

rendah hati.

a. Sangat tidak setuju

b. Tidak setuju

c. Netral

d. Setuju

e. Sangat setuju

12. Islam adalah alasan utama mengapa saya menghormati

orang tua.

a. Sangat tidak setuju

b. Tidak setuju

c. Netral

d. Setuju

e. Sangat setuju

13. Islam adalah alasan utama mengapa saya membantu

kerabat dan tetangga.

a. Sangat tidak setuju

b. Tidak setuju

c. Netral

d. Setuju

14. Islam adalah alasan utama mengapa saya harus

membantu orang miskin dan yatim piatu.

a. Sangat tidak setuju

b. Tidak setuju

c. Netral

d. Setuju

e. Sangat setuju

15. Islam adalah alasan utama mengapa Saya orang yang

toleran.

a. Sangat tidak setuju

b. Tidak setuju

c. Netral

d. Setuju

e. Sangat setuju

16. Islam adalah alasan utama untuk tidak makan daging

babi

a. Sangat tidak setuju

b. Tidak setuju

c. Netral

d. Setuju

e. Sangat setuju

17. Islam adalah alasan utama mengapa saya tidak minum

alkohol.

a. Sangat tidak setuju

b. Tidak setuju

c. Netral

d. Setuju

e. Sangat setuju

18. Islam adalah alasan utama mengapa saya tidak

berhubungan seks sebelum menikah atau di luar.

a. Sangat tidak setuju

b. Tidak setuju

c. Netral

d. Setuju

e. Sangat setuju

19. Islam adalah alasan utama mengapa saya tidak

melakukan bunuh diri.

a. Sangat tidak setuju

b. Tidak setuju

c. Netral

d. Setuju

e. Sangat setuju

20. Islam adalah alasan utama mengapa saya membicarakan

orang lain (gosip).

a. Sangat tidak setuju

b. Tidak setuju

c. Netral

d. Setuju

e. Sangat setuju

21. Saya menganggap setiap muslim di dunia seperti

keluarga saya sendiri.

a. Sangat tidak setuju

b. Tidak setuju

d. Setuju

e. Sangat setuju

22. Aku akan ikut merasakan kesedihan yang orang lain

rasakan.

a. Sangat tidak setuju

b. Tidak setuju

c. Netral

d. Setuju

e. Sangat setuju

23. Salah satu yang membuat saya bangga adalah menjadi

seorang Muslim.

a. Sangat tidak setuju

b. Tidak setuju

c. Netral

d. Setuju

e. Sangat setuju

24. Saya ingin hidup di dunia diatur oleh hukum Islam.

a. Sangat tidak setuju

b. Tidak setuju

c. Netral

d. Setuju

e. Sangat setuju

25. Saya percaya bahwa persaudaraan dan solidaritas

merupakan salah satu prinsip fundamental Islam.

a. Sangat tidak setuju

b. Tidak setuju

c. Netral

d. Setuju

e. Sangat setuju

26. Islam adalah agama yang saya yakini dalam kehidupan

saya.

a. Sangat tidak setuju

b. Tidak setuju

c. Netral

d. Setuju

e. Sangat setuju

27. Saya menyadari bahwa Allah adalah solusi untuk semua

masalah saya.

a. Sangat tidak setuju

b. Tidak setuju

c. Netral

d. Setuju

e. Sangat setuju

28. Saya merasa bahwa hidup saya tidak memiliki makna

apa-apa jika tanpa ajaran agama Islam.

f. Sangat tidak setuju

g. Tidak setuju

h. Netral

i. Setuju

j. Sangat setuju

29. Tiba-tiba, saya merasa bahwa saya berada di jalan yang

salah dan bahwa aku harus mengikuti cara Tuhan.

a. Sangat tidak setuju

b. Tidak setuju

c. Netral

d. Setuju

e. Sangat setuju

30. Ketika saya menghadapi masalah dalam hidup, saya

menjalin hubungan yang lebih kuat dengan Allah.

a.

Saya tidak melakukan ini di semua

b.

Saya melakukan ini sedikit

c.

Saya melakukan ini sejumlah media

d.

saya melakukan ini banyak

31. Ketika saya menghadapi masalah dalam kehidupan, saya

menganggap bahwa ini ujian dari Allah untuk

memperdalam iman saya.

a. Saya tidak melakukan ini di semua

b. Saya melakukan ini sedikit

c. Saya melakukan ini sejumlah media

d. saya melakukan ini banyak

32. Ketika saya menghadapi masalah dalam hidup, saya

memohon petunjuk Allah.

a. Saya tidak melakukan ini di semua

b. Saya melakukan ini sedikit

c. Saya melakukan ini sejumlah media

d. saya melakukan ini banyak

33. Ketika saya menghadapi masalah dalam hidup, saya

percaya bahwa saya sedang dihukum atas tindakan buruk

yang saya lakukan.

Dokumen terkait