A. Kesimpulan
Berdasarkan temuan hasil Penelitian maka dapat disimpulkan bahwa : tahap Pra Siklus skor rata-rata kinerja guru sebesar 28.27 dengan persentase 50.48 %, pada tahap Siklus I skor rata-rata nilai kinerja guru sebesar 39.42 dengan persentse 70.40 %, pada tahap Siklus II skor rata-rata kinerja guru sebesar 49.36 dengan persentase 88.13 %, di mana pada tahap siklus II (rencana – tindakan – observasi - refleksi) disimpulkan bahwa kemampuan guru dalam menyusun RPP tergolong tinggi, memilih metode yang tepat, dan melengkapi instrument, hasil penilaian tersebut memberikan umpan balik terhadap guru. Tahap refleksi disimpulkan bahwa siklus II sudah tuntas dengan nilai ketuntasan ≥ 80 %. Implementasi Supervisi Model Klinis Direktif Berbasis Manajemen Pendidikan dapat Meningkatkan Kinerja Guru.
B.Implikasi
Berdasarkan kesimpulan dan temuan pada penelitian bahwa implementasi supervisi model klinis direktif berbasis manajemen pendidikan dapat meningkatkan kinerja guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri Kota Medan. Maka implikasi dari penelitian adalah sebagai berikut :
1. Jika ingin meningkatkan kinerja guru di sekolah khususnya guru dalam
melakukan penerapan Supervisi Model Klinis Direktif Berbasis Manajemen Pendidikan oleh pengawas maupun kepala sekolah.
2. Jika ingin meningkatkan kinerja guru, maka guru-guru harus berani
melakukan perubahan pandangan terhadap pelaksanaan supervisi di sekolah, sehingga kekurangan dan kelemahan guru dapat diatasi dengan model dan pendekatan supervisi yang sesuai.
3. Jika ingin meningkatkan kinerja guru, pengawas sebagai supervisor harus
menerapkan supervisi model klinis direktif sesuai dengan langkah-langkah supervisi yang sistematik, sehingga setiap siklus dapat dilaksanakan dengan baik.
4. Jika ingin meningkatkan pengetahuan tentang supervisi model klinis direktif
berbasis manajemen pendidikan, maka pengawas harus menambah pengetahuan dan wawasan melalui pelatihan, seminar, lokakarya dan diskusi dengan rekan kerja.
5. Dengan diterapkannya Implementasi Supervisi Model Klinis Direktif
Berbasis Manajemen Pendidikan untuk meningkatkan kinerja guru, maka perlu kerja sama antara guru, kepala sekolah, pengawas dan dinas pendidikan sebagai sarana informasi.
C.Saran
Dari hasil temuan Penelitian Tindakan Sekolah diajukan saran sebagai berikut:
1. Kepala Dinas Pendidikan menjadi sarana informasi bagi guru-guru, di mana
supervisi guru secara berkala, serta tindak lanjut dari penilaian kinerja guru yang nyata tidak hanya sebatas proyek tahunan.
2. Pengawas harus menggali informasi tentang kebutuhan guru tentang
pelaksanaan supervisi dan mengembangkan pengetahuan, mengikuti pelatihan tentang pelaksanaan supervisi model klinis direktif yang dapat membantu guru menyelesaikan permasalahan di kelas, sehingga permasalahan yang timbul dapat diatasi dengan cepat tidak dibiarkan berlarut-larut.
3. Kepala sekolah menambah pengetahuan tentang pelaksanaan supervisi di
sekolah agar setiap pelaksanaan supervisi rutin dilaksanakan untuk mengetahui persoalan yang dialami guru dalam proses belajar mengajar di kleas.
4. Guru harus menambah wawasan tentang supervisi dengan memperbanyak
referensi buku untuk memperkaya ilmu pengetahuan dalam mempersiapkan diri pada waktu pelaksanaan penilaian kinerja guru melalui supervisi model klinis direktif yang nantinya semakin meningkatkan kinerja guru yang lebih baik lagi.
DAFTAR PUSTAKA
Aedi, Nur. 2014. Pengawasan Pendidikan (Tinjauan Teori dan Praktik). Jakarta:
Raja Grafindo Persada
Ambarita, Biner. ”Pengaruh Kepemimpinan, Manajemen Personalia, Budaya Organisasi, Kepuasan Kerja Dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja
Dosen Di UNIMED”. Disertasi. Medan: Program Doktor UNIMED
Ambarita, Binner dan Paningkat Siburian. “Pengembangan Disain Model Supervisi
Akademik Berbasis Manajemen Pendidikan”. Jurnal Penelitian Bidang
Pendidikan. Medan: Pascasarjana UNIMED
Ambarita, Biner, Dkk.2014. Perilaku Organisasi. Bandung: Alfabeta.
---. 2013. Manajemen dalam Kisaran Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Arikunto, Suharsimi. 2004. Dasar-dasar Supervisi.Jakarta: Rieneka Cipta
Burhanudin, Yusak. 1998. Administrasi Pendidikan Untuk Fakultas Tarbiya
Komponen MKNK. Bandung: Pustaka Setia
---. 2005. Administrasi Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia
Harahap, Burhanudin. 1983. Supervisi Pedidikan yang Dilaksanakan oleh Guru,
Kepala Sekolah, Penilik, dan Pengawas. Jakarta: Damai Jaya
Darmadi, Hamid. 2010. Kemampuan Dasar Mengajar. Bandung: Alfabeta
Depdiknas. 2005.Undang-Undang Guru dan Dosen. Jakarta: Balai Pustaka
---. 2008. Pedoman Pelaksanaan Tugas Guru dan Pengawas. Jakarta:
BalaiPustaka
---. 2014.Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Balai Pustaka.
Dewi Ristiyani. 2014. “Implementasi Supervisi Akademik Model Klinis Dalam
Meningkatkan kinerja guru SMP di Kota Tebing Tinggi”. Tesis. Medan:
Pascasarjana UNIMED
Dipendikpora. 2014. “Penilaian Kinerja Guru Mata Pelajaran”. Dfat. Deli Serdang: SMK N 1 PercutSei Tuan
Gibson, James. L.1997. Organisasi dan Manajemen,Perilaku Struktur Proses.
Terjemahan Djoerban Wahid. Jakarta : Erlangga.
Hanum, H. 2007. “Implementasi Supervisi Klinis dan pemberian Motivasi Kepala Sekolah untuk Peningkatan Kinerja Guru SMP Negeri 1 Percut Sei Tuan
Kabupaten Deli Serdang”. Tesis. Medan:Pascasarjana UNIMED.
Hasibuan. Malayu S.P. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: BumiAksara
Imron, Ali. 1995. Pembinaan Guru di Indoensia. Malang: Pustaka Jaya
---. 2012. Supervisi Pembelajaran Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: PT Bumi
Aksara
Jurnal Asia. 2014. (http://www.jurnalasia.com/2014/10/24/kompetensi-rendah-guru--di-sumut-kejar-setoran/)
Kemendikbud. 2013. Supervisi Pembelajaran pada Kurikulum 2013. Jakarta:
Kemendikbud
Kreitner, Robert; dan Kinicki, Angelo. 2001. Organization Behavior. New York:
McGraw-Hill Companies, Inc.
Lukman, Ali. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Mahmun. 2012.
https://mahmun.wordpress.com/2012/03/22/kualitas-guru-rendah-hasiluka-sumut-hanya-di-peringkat-25-dari-33-provinsi/
Manca. 2005. ”Peranan Supervisi Kepala Sekolah Dalam Rangka Meningkatkan
Profesionalisme Guru SMP, SMA, SMK Se Kabupaten Buleleng”. Seminar
Supervisi Klinis. Singaraja: Pascasarjana Institut Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Negeri Singaraja
Mangku, prawira S dan A Vitalaya Hubeis. 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bogor: Ghalia Indonesia
Masaong, Kadim. 2013. Supervisi pembelajaran dan Pengembangan Kapasitas
Mitrani, Alain et. al. 1995. Anajemen Sumber Daya Manusia Berdasarkan Kompetensi. Terjemahan Dadi Pakar. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti
Nuh, Muhamad. 2012.
http://edukasi.kompas.com/read/2012/10/23/13080882/Tak.Hanya.Kompetens
i..Kinerja.Guru.Juga.Akan.Diuji
Nurhayati, Djamas. 2000. Pedoman Pelaksanaan Supervisi. Jakarta: Departemen
Agama RI Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam
Pidarta, Made. 1999. Pemikiran Tentang Supervisi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
Mulyasa, E. 2010. Penelitian Tindakan Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Musfah, Jejen. 2011. Peningkatan Kompetensi Guru. Jakarta: Kencana Prenada
Media Group.
Novita. 2014. “Implementasi Supervisi Klinis dengan Pendekatan Directif untuk Meningkatkan Kinerja Guru dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP
Negeri Kabupaten Serdang Bedagai”. Tesis. Medan: Pascasarjana UNIMED
Permendiknas. 2007. Standart Proses Ketercapaian Instrumen Penilaian Kinerja
Guru. Permendiknas No. 14 tahun 2007. Jakarta: Permendiknas
Permendiknas. 2007. Penugasan Pengawas Satuan Pendidikan. Permendiknas No.
12 tahun 2007. Jakarta: Permendiknas
Purwanto, Ngalim. 2003. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung:
Rosdakarya
PMPTK. 2008. Penilaian Kinerja Guru. Jakarta: Direktorat Tenaga Kependidikan
Departeman Pendidikan Nasional
Sagala, Syaiful. 2011. Manajemen Strategik dalam Peningkatan Mutu Pendidikan.
Bandung: Alfabeta.
---. 2011. Kemampuan Profesional Guru dan Tenaga Kependidikan.
Bandung: Alfabeta.
Sagala, Syaiful.,YasaraTodoWau, Irsan Rangkuti. 2014. “Supervisi Pendidikan”
Catatan Perkuliahan. Medan: Pascasarjana UNIMED
Sahertian, Piet. A. 2000. Konsep Dasar Dan Teknik Supervisi Pendidikan Dalam
---. 2008. Konsep Dasar Dan Teknik Supervisi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
---. 2010. Konsep Dasar & Teknik Supervisi Pendidikan. Jakarta: Rineka
Cipta.
Sulo, Sulu Lipu La. 1998. Supervisi Klinis Pendekatan Bimbingan dalam Penyelenggaraan Program Pengalaman Lapangan (PPL). Jakarta: Depdikbud Dirjen Dikti PPGSM
Ridho Syukro. 2013. (http://m.beritasatu.com/pendidikan/144143-kualitas-pendidikan-di-indonesia-masih-rendah.html)
Robbins, Stephen. P. 1997. Perilaku Organisasi. Terjemahan Indeks Kelompok.
Jakarta: Gramedia
---. 2002. Perilaku Organisasi. Terjemahan Benjamin M. Jakarta: Indeks
Saondi, O dan Suherman. 2009. Etika Profesi Keguruan. Kuningan: PT Refika
Aditama
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Supardi. 2013. Kinerja Guru. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Sutisna, Oteng. 1989. Administrasi Pendidikan. Bandung: Angkasa
Sulo, Sulu Lipu La. 1998. Supervisi Klinis Pendekatan Bimbingan Dalam
Penyelengaraan Program Pengalaman Lapangan (PPL). Jakarta:
Depdikbud Dirjen Dikti PPGSM
Tilaar. H. A. R. 2000. Paradigma Baru Pendidikan Nasional. Jakarta: Rineka Cipta
Usman, Husaini. 2013. Manajemen Teori,Praktek, dan Riset Pendidikan. Jakarta :
Bumi Aksara.
Veithzal, Rivai. 2004. Performance Appraisal. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Widyastuti. Endah. 2013. Supervisi Klinis Non Direktif. Jakarta : Scribd.
William. J. Clifton. 1978. Human Behavior in Organization. Ohio: South Western