• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Kesimpulan

Merujuk pada rumusan masalah dan didasarkan pada hasil penelitian dan pembahasan, dapat dikemukakan beberapa kesimpulan :

1. Terdapat pengaruh yang signifikan kompetensi kepala SMP terhadap kinerja sekolah sebesar 20,90%, artinya secara parsial kinerja sekolah dipengaruhi oleh kompetensi kepala sekolah sebesar 20,90%.

2. Terdapat pengaruh yang signifikan implementasi manajemen sekolah terhadap kinerja sekolah sebesar 31,50%, artinya secara parsial kinerja sekolah dipengaruhi oleh implementasi manajemen sekolah sebesar 31,50%.

3. Terdapat pengaruh kompetensi kepala SMP dan implementasi manajemen sekolah secara bersama-sama terhadap kinerja sekolah sebesar 39,50%, sedangkan sisanya 61,50% dipengaruhi oleh variable lain yang tidak diteliti, yaitu kondisi kerja (fisik), iklim organisasi sekolah, tujuan sekolah, system insentif, kebijksanaan personalia, serta ukuran usaha lainnya. Factor lain yang tidak diteliti adalah factor manusia yang merupakan factor lain yang dapat meningkatkan kinerja sekolah seperti kuantitas, tingkat keahlian, latar belakang pendidikan, kemampuan, sikap, minat, motivasi, disiplin, etis kerja, struktur pekerjaan, keahlian, umur, serta jenis kelamin.

123 B. Implikasi

Berdasarkan temuan dilapangan baik hasil pengolahan data statistik dan pengamatan secara wawancara tidak formal yang dilakukan, penulis menduga akan lahir beberapa implikasi apabila manajemen sekolah di SMP Negeri di Kabupaten Tasikmalaya tidak segera diperbaiki. Implikasi penelitian dapat diuraiakan sebagai berikut :

1. Hasil pengolahan dan analisis data menunjukkan bahwa kompetensi kepala SMP memberi pengaruh yang signifikan terhadap kinerja sekolah. Pengaruh yang diberikan sebesar 20,90% yang berarti pengaruhnya masih rendah. Disisi lain berdasarkan pendapat guru SMP Negeri di Kabupaten Tasikmalaya bahwa kepala SMP telah melaksanakan fungsi kepala sekolah sesuai dengan kompetensinya dengan baik. Namun demikian masih terdapat kompetensi kepala SMP yang masih belum optimal dilaksanakan yaitu kompetensi manajerial, hal ini dikarenakan kompetensi manajerial merupakan kompetensi yang memiliki bidang pekerjaan yang luas, seperti pengelolaan kurikulum, keisiswaan, keuangan, ketenagaan, dan sarana prasarana.

2. Hasil pengolahan dan analisis data menunjukkan bahwa implimentasi manajemen sekolah memberi pengaruh yang signifikan terhadap kinerja sekolah. Pengaruh yang diberikan sebesar 31,50% yang berarti pengaruhnya masih rendah. Disisi lain berdasarkan pendapat guru SMP Negeri di Kabupaten Tasikmalaya bahwa manajemen sekolah telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Namun demikian, terdapat sub

124 variable yang perlu ditingkatkan yaitu dalam hal pengorganisasian. Dari ke empat sub variabel, tingkat keterlaksanaan dilapangan berada paling bawah dari sub variabel lain.

3. Kinerja sekolah perlu ditingkatkan melalui usaha terarah dan terpadu yang dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan. Kinerja sekolah yang baik dipengaru oleh kompetensi kepala SMP dan implementasi manajemen sekolah, karena Kompetensi kepala SMP dan manajemen sekolah diyakini dapat menyulap lembaga pendidikan dari yang biasa menjadi luar biasa, yang stagnan menjadi yang maju. Terdapat bidang garapan kinerja sekolah yang harus mendapatkan perhatian, yaitu bidang garapan sumber daya, baik sumber daya manusia maupun sumber daya lain yang handal.

C. Rekomendasi

Berdasarkan temuan penelitian dan implikasi penelitian, berikut beberapa rekomendasi yang dapat dikemukakan :

1. Meskipun kepala SMP telah mengaplikasikan kompetensinya dengan baik, namun kepala SMP masih perlu meningkatkan kompetensinya secara optimal, khususnya pada kompetensi manajerial. Peranan kepala SMP

sebagai manajer perlu pembenahan dari kondisi yang ada. Artinya, memulai dengan suatu pemahaman yang jelas tentang tujuan manajemen sekolah dan mengetahui apa yang harus dikerjakan serta dapat mencapai tujuan yang jelas. Hal lain yang menjadi rekomendasi adalah :

125 - Jabatan kepala SMP seharusnya bukan sebagai tugas tambahan, namun sebagai jabatan yang professional agar kepala SMP dapat secara optimal mencurahkan pikiran dan tenaganya bagi peningkatan mutu sekolah

- Kepala SMP sebelum diangkat diharapkan dapat melalui pendidikan dan latihan seperti halnya yang dilakukan sekarang pada guru. Dengan adanya sertifikasi kepala sekolah diharapkan kepala SMP yang professional akan lahir.

2. Meskipun manajemen sekolah pada umumnya telah dilaksanakan oleh sekolah-sekolah baik negeri maupun swasta, namun perlu adanya suatu perbaikan secara terus menerus dikarenakan hasil yang dicapai dalam pengelolaan manajemen sekolah belum manampakkan hasil yang baik. Rekomendasi terhadap hasil penelitian ini adalah perlunya pengorganisasian memusatkan perhatiannya pada struktur dan proses alokasi tugas sasaran-sasaran umum yang dapat dicapai. Umumnya

manajemen sekolah saat ini dilaksanakan hanya supaya sekolah dapat berjalan dengan baik, namun dalam hal pencapaian mutu sekolah masih belum diperlihatkan. Adapun rekomendasi lain dari hasil penelitian ini adalah :

- Manajemen sekolah harus dilaksanakan secara komprehensif dengan tujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan

126 - Standar pengelolaan sekolah yang tertuang dalam Standar Nasional Pendidikan harus benar-benar dipahami dan dijalankan, agar pemerataan mutu pendidikan di Indonesia terlaksana dengan baik. - Pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional perlu

melakukan pencerahan kepada sekolah secara langsung dilapangan mengenai pengelolaan manajemen sekolah yang baik yang sesuai dengan SNP.

- Kepala sekolah sebagai manajer sekolah perlu mengikuti pendidikan dan latihan atau bahkan mengikuti perkuliahan kembali mengenai manajemen, khususnya manajemen sekolah.

3. Meskipun kinerja sekolah saat ini telah memperlihatkan hasil yang baik, namun sekolah perlu meningkatkan kembali kinerja sekolahnya sehingga sekolah tersebut dapat menjadi sekolah yang berkualitas. Salah satu rekomendasi yang diajukan adalah sekolah dapat menempatkan

personilnya sesuai dengan kemampuan dan latar belakang pendidikannya.

Adapun rekomendai lain yang diajukan penulis adalah :

- Harus adanya tolak ukur yang jelas mengenai kinerja sekolah yang dikeluarkan oleh lembaga terkait,

- Seluruh sekolah wajib mengikuti penilaian kinerja sekolah yang dilakukan oleh lembaga independen untuk mengetahui sejauhmana keberhasilan sekolah dalam mencapai kinerjanya.

127 DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Mohammed (2009). “Management Education for Contemporary Challenges: The Role of Business School”. European Journal of

Scientific Research. 30 (4) 650-658.

Akdon (2008). Aplikasi Statisika dan Metode Penelitian Administrasi dan

Manajemen. Bandung : Dewa Ruci

Akdon (2007). Strategic Management for educational Management. Bandung : Alfabeta

Al. Widyamartaya (1997). Dasar-dasar Menulis Karya Ilmiah. Jakarta : Grasindo.

Aziz Wahab (2006). Anatomi Organisasi dan Kepemimpinan Kependidikan. Bandung : Alfabeta

Billsbery, John (2010). “New Technological Advances Applied to Management Education”. Journal of Management education. 34 (1) 186-188.

B. Suryosubroto (2004). Manajemen Pendidikan di Sekolah. Jakarta : PT. Rineka Cipta.

Crawford, CB. (2002). Leadership Education for Knowledge Organizations: A Primer. Journal of Leadership Education. 1 (2) 18-25

128 Citations : Davis, Stephens, et. all. (2005). School Leadership Study :

Developing Successful Principals (Review of Research). Stanford, CA

: Stanford University, Stanford Educational Leadership Institute .

Depdiknas (2006). Panduan Manajemen Berbasis Sekolah. Dirjen Manamejen Dikdasmen Depdiknas

Dirjen PMPTK Depdiknas (2009). Bahan Belajar Mandiri. Kompetensi

Kepala Sekolah. Jakarta.

E. Mulyasa (2002). Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Fallon, Gerald (2009).”Impacts of School Organizational Restructuring Into a Collaborative Setting on the Nature of Emerging Forms of Collegiality”. International Journal of Education Policy and Leadership. 4 (9).

Hardjosoedarmo (2008). Total Quality Manajemen. Yogyakarta. ANDI

Helianti, Imma (2006). “Manajemen Pendidikan di Era Reformasi”. Jurnal

Pendidikan Penabur. 6 (V) 76-86).

H.M. Daryanto (2008). Administrasi Pendidikan. Jakarta : PT. Rineka Cipta

J. Provitera (2008)“Learning And Teaching Styles In Management Education: Identifying, Analyzing, And Facilitating”. Journal of College

Teaching & Learning. 5 (1) 69-78

Kusdyah, Ike (2007). Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta : ANDI

129 Mulyono, MA (2008). Manajemen Administrasi dan Organisasi Pendidikan.

Yogyakarta : Ar-Ruzz Media

Menchaha, M, et. all. (). “A Model for Systemic Change Management in Education”. Systemics, Cybernetics and Infomatics. 2 (1) 1-6.

Nur, Zaharudin (2004), “Kepemimpinan dalam Lembaga Pendidikan”. Jurnal

Ilmiah Manajemen dan Bisnis. 4 (2) 147-155.

Radjant, Jayanti (2007:15), “Application of Knowledge Management in Management in Education : A Conceptual Framework”. Journal of

Theoretical and Applied Information Technology.

Ridwan (2008). Metode dan Teknik Menyusun Proposal Penelitian. Bandung : Alpafeba

Rohimat (2008). Manajemen Sekolah. Bandung : PT. Refika Aditama

Sallis, Edward. (2008). Total Quality Manajemen in Education. Yogyakarta : IRCiSoD.

Sedarmayanti (2007). Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung : PT. Refika Aditama

Sukardan, Dadan (2008). Economy of Education. Universitas Pendidikan Indonesia

Sukardjo & Ukim (2009). Landasan Pendidikan. Konsep dan Aplikasinya. Jakarta : Raja Grafindo

130 Syaefudin Sa’ud, Abin S (2005). Perencanaan Pendidikan. Suatu Pendekatan

Komprehensif. Bandung : Rosda Karya

Sagala, S. (2004). Manajemen Berbasis Sekolah dan Masyarakat, Strategi

Memenangkan Persaingan Mutu. Jakarta : Nimas Multima.

Tim Dosen Adpend UPI. Pengelolaan Pendidikan. Bandung : Jurusan Adpend UPI

Usman, Husaini (2008). “Sekolah yang Inovatif”. Jurnal Pendidikan Inovatif. 3 (2) 51-58)

Dokumen terkait