Tingkat Kepadatan Penduduk Kepadatan Penduduk (jiwa/km 2 )
KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari hasil analisis data dan pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Permintaan PO. NUSA A, PO. SURYA KENCANA A, DAMRI B pada jam sibuk adalah sebesar 42,31% dan permintaan PO. ATMO pada jam sibuk adalah sebesar 50%. Permintaan PO. NUSA A diluar jam sibuk adalah sebesar 38,46%, permintaan PO. ATMO diluar jam sibuk sebesar 42,31% , permintaan PO. SURYA KENCANA A diluar jam sibuk adalah sebesar 34,62% dan permintaan DAMRI B diluar jam sibuk sebesar 38,46%. Terjadi penurunan permintaan pada jam sibuk dan diluar jam sibuk hal ini dipengaruhi oleh dominasi sekolah pada jangkauan bus kota trayek Kartasura-Palur sehingga ketika jam sibuk permintaan bus kota didominasi oleh anak sekolah.
2. Kinerja bus kota trayek Kartasura-Palur memiliki kategori baik hal ini ditinjau dari dua aspek kinerja yaitu kinerja pelayanan dan kinerja operasional. Kinerja pelayanan bus kota trayek Kartasura-Palur memiliki kategori sedang, indikator yang mempengaruhi adalah keamanan, pelayanan awak dan kenyamanan bus kota. Sedangkan pada kinerja operasional bus kota trayek Kartasura-Palur memiliki kinerja baik.
B. Implikasi
1. Besarnya permintaan dan penawaran dapat digunakan sebagai acuan pemerintah untuk menentukan jumlah bus kota yang beroperasi.
2. Dengan mengetahui variabel yang mempengaruhi tingkat kinerja diharapkan sebagai dasar evaluasi bagi operator bus kota untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja operasionalnya.
3. Dalam pembelajaran geografi di sekolah dapat digunakan sebagai materi pembelajaran Geografi SMA kelas XII semester II pada kompetensi dasar
146
commit to user
menganalisa kaitan antara konsep wilayah dan pewilayahan dengan perencanaan pembangunan wilayah, indikator berupa mengidentifikasi karakteristik pertumbuhan sebuah kota dan mengidentifikasi pertumbuhan kota yang dipengaruhi oleh ketersediaan sarana transportasi.
C. Saran
1. Perlu adanya pengaturan jadwal yang baik agar penumpang dapat terlayani dengan baik.
2. Perlu dilakukan subsidi silang dalam hal retribusi bus kota antara jalur bus yang ramai penumpang dan sepi penumpang
3. Bagi operator bus kota perlu peningkatan kualitas pelayanan agar para penumpang merasa aman dan nyaman saat menumpang bus kota.
4. Perlu dilakukan pemantauan rute bus kota oleh pihak terkait agar tidak terjadi pelanggaran rute yang telah ditentukan
5. Melakukan evaluasi terhadap rute yang telah ada dan melakukan perubahan jalur bus kota untuk mengurangi overlap antar bus kota. sehingga dapat meningkatkan pendapatan operator bus kota. Peta perubahan jalur ditampilkan dalam peta 12
6. Perlu dilakukan penilaian kinerja secara berkala agar dapat mengetahui perkembangan kinerja bus kota.
commit to user DAFTAR PUSTAKA
Budiman, Amin. 2009. Konsep Struktur Kota Dan Persebaran Fasilitas Pendidikan Dalam Penentuan Rute Angkutan Sekolah Di Kota Banda Aceh. Tesis S2.
Program Studi Magister Teknik Pembangunan Wilayah Dan Kota.
Universitas Diponegoro Semarang. (Tidak dipublikasikan)
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1999. Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Jakarta: Balai Pustaka
Dephub. 1996. Pedoman Teknis Perekayasanaan Tempat Perhentian Kendaraan Penumpang Umum. Jakarta
Direktorat Pembinaan Jalan Kota. 2006. Panduan Penentuan Klasifikasi Fungsi Jalan di Wilayah Perkotaan. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Marga.
Fitrianingsih, Aryanti. 2008. Pengaruh Beban Lalu Lintas Terhadap Pemilihan Rute. Tesis S2. Program Pascasarjana. Universitas Diponegoro Semarang.
(Tidak dipublikasikan)
Hadi, Sutrisno. 1984. Statistik. Yogyakarta.: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi UGM
Henry, Lyndon and Tood A. Litman. 2006. Evaluating New Start Transit Program Performance Comparing Rail And Bus. Canada. Victoria Transport Policy Institute
Idris, Zilhardi. 2009. “Kajian Tingkat Kepuasan Pengguna Angkutan Umum di DIY”. DINAMIKA. Vol 9, No 2: 189 – 196
Kusumastuti, Prawindari. 2003. Pola Pelayanan Dari Segi Permintaan Dan Kelayakan Usaha Angkutan Umum Pedesaan Di Kecamatan Ungaran Kabupaten Semarang (Studi Kasus Rute Pasar Ungaran - Kalisidi). Tesis S2. Program magister teknik sipil. Universitas Diponegoro Semarang.
(Tidak dipublikasikan)
Mardalis. 2002. Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: Bumi Aksara
Marsudi. 2006. “Analisis Kinerja Mobil Penumpang Umum (MPU) Dan Sistem Jaringan Trayek Di Kota Salatiga”. PILAR. Vol 15 No. 2: 107-116.
commit to user
Miro, Fidel. 2005. Perencanaan Transportasi ( untuk mahasiswa, perencana, dan praktisi). Jakarta: Erlangga.
Moeloeng, J Lexy. 2009. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Munawar, Ahmad. 2005. Dasar-Dasar Teknik Transportasi. Jogjakarta : Beta Offset
Nazir, M. 1988. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Purwanto. 2008. Metode Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Purwantoro, Agus Budi. 2006. “Kajian Pelayanan Angkutan Umum Trayek Blora – Bogorejo – Cepu di Kabupaten Blora”. PILAR. Vol 2 No. 1: 36-42.
Purniawan, Eko Wahyu. Evaluasi Kinerja Dan Tarif Angkutan Umum Pedesaan (Studi Kasus P.O Palagan Jurusan Ambarawa – Krajan Pasekan). Skripsi S1. Fakultas Teknik Sipil. Universitas Muhammadiyah Surakarta. (Tidak dipublikasikan)
Rini, Indri Nurvia Puspita. 2007. Analisis Persepsi Penumpang Terhadap Tingkat Pelayanan Bus Way. Tesis S2. Program Pascasarjana. Universitas Diponegoro Semarang (Tidak dipublikasikan)
Saktiyani. 2004. Tingkat Kepuasan Terhadap Jasa Transportasi Umum Bagi Penduduk di Kecamatan Banyudono Kabupaten Boyolali. Skripsi S1.
FKIP. Universitas Sebelas Maret Surakarta. (Tidak dipublikasikan)
Salim, Abas. 1993. Manajemen Transportasi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Singarimbun, Masri & Sofian Effendi (ed). 1999. Metode Penelitian Survai.
Jakarta: LP3ES.
Sukarto, Haryono. 2006. “Transportasi Perkotaan dan Lingkungan”. Jurnal Teknik Sipil.Vol 3 No. 2: 93-99
Supriyadi, Agus. 2002.” Analisa Pelayanan Angkutan Kota di Kota Purwokerto”.
PILAR Vol 11 No. 2: 74-79.
Tritstiyani, Riche. 2009. Analisis Kinerja Operasional Jasa Transportasi Angkot di Kota Surakarta Tahun 2008. Skripsi S1. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Unversitas Sebelas Maret Surakarta. (Tidak dipublikasikan)
commit to user
Warparni, Suwardjoko. 2002. Merencanakan Sistem Pengangkutan. Bandung:
ITB.
Warparni, Suwardjoko. 1990. Penegelolaan Lalulintas Dan Angkutan Jalan.
Bandung: ITB.
Wibawa, Bayu A. 1996. Tata Guna Lahan Dan Transportasi dalam pembangunan Berkelanjutan Di Jakarta. Makalah. Program Pasca Sarjana Magister Teknik Arsitektur Universitas Diponegoro
Widodo, Slamet. 2004. Metode Penelitian. Surakarta: UNS Press.
Yunus, H. S. 1994. Struktur Tata Ruang Kota. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Surat Keputusan Ditjen 687/2002 Tentang Standar Pelayanan Angkutan Umum di Indonesia
Surat Keputusan DEPHUB 271/HK.105/DRJD/96 PP No. 41 Tahun 1993. Tentang Angkutan Jalan.
UU No. 13 Tahun 1980. Tentang Jalan.
UU No. 14 Tahun 1992. Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
UU No. 38 Tahun 2004, Tentang Jalan
http://partosohadi.staf.fkip.uns.ac.id/. (diakses tanggal 22 Oktober 2010)