• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN TINDAK LANJUT

A. Kesimpulan

1. Metodologi penerapan facebook group pada lingkungan belajar blended

learning

Dari pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini, peneliti memperoleh pengalaman berharga serta kesimpulan tentang bagaimana seharusnya menerapkan facebook group pada lingkungan belajar blended learning sehingga mampu meningkatkan pembelajaran membaca. Langkah-langkah penerapan facebook group pada lingkungan belajar blended learning tersebut sejatinya merupakan pengelolaan terhadap media facebook group itu sendiri untuk dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran. Secara lebih teknis, pengelolaan tersebut menyangkut bahan pembelajaran apa saja untuk diunggah serta kegiatan apa saja yang kemungkinan akan menyertainya. Kedua hal itulah yang nantinya akan diproyeksikan melalui proyektor LCD di dalam kelas sehingga menjadi pusat perhatian bersama baik oleh guru maupun siswa. Selengkapnya mengenai pengelolaan media facebook group adalah sbb:

a. Pengelolaan Bahan Pembelajaran di Facebook Group

Pengelolaan bahan pembelajaran untuk diunggah di facebook group biasanya dilakukan pada tahap perencanaan ataupun sebelum pelaksanaan pembelajaran yang meliputi:

1) Status dan file facebook group mengenai kerangka umum pembelajaran Kerangka umum pembelajaran yang dimaksudkan disini bisa berupa rencana pembelajaran yang di dalamnya terdapat komponen tujuan pembelajaran, prosedur pembelajaran, kegiatan guru siswa, penilaian, dsb. Status dan file yang diunggah bisa merupakan satu kesatuan atau satu format RPP misalnya, atau juga bisa merupakan pecahan dari format RPP yang disusun. Tujuan utama dari pengunggahan status dan file tersebut adalah untuk memudahkan siswa dalam memberikan gambaran atau garis besar pembelajaran. Guru bisa terus melakukan review terhadap kerangka umum tersebut pada setiap awal pembelajaran.

49 Disamping itu, dengan ketersediaannya yang bersifat online di facebook group, maka hal ini memampukan siswa untuk bisa melakukan review secara mandiri dimanapun dan kapanpun.

2) File facebook group mengenai tugas-tugas (task)

Tugas-tugas ataupun task yang telah direncanakan untuk pembelajaran satu pertemuan juga diunggah sebelumnya di facebook group. Tugas-tugas tersebut pada umumnya adalah file-file yang berformat word, jpeg, ppt maupun pdf. Jumlah file yang diunggah setidaknya mencukupi untuk pembelajaran dalam satu pertemuan dan akan lebih baik lagi jika menyiapkan pula file untuk kegiatan tambahan. Tugas-tugas tersebut bisa diambil dari buka paket siswa, buku panduan mengajar guru, serta sumber-sumber lain yang relevan. Sumber dari buku paket siswa misalnya, bisa dikompilasikan dari buku sekolah elektronik yang disediakan oleh kementerian. Dengan demikian, bahan pembelajaran yang diberikan kepada siswa menjadi beragam dengan tidak menjadi keharusan bagi siswa untuk memiliki semua sumber tersebut. Mereka juga akan bisa dengan mudah mengakses kembali bahan tersebut melalui facebook group dimanapun dan kapanpun sebagai bagian dari bentuk pembelajaran “blended learning”.

b. Pengelolaan Kegiatan Pembelajaran di Facebook Group

Pengelolaan kegiatan pembelajaran di facebook group dilakukan bersamaan dengan berlangsungnya pembelajaran di dalam kelas yang meliputi: 1) Status dan komentar facebook group dari guru

Status dan komentar facebook group dari guru pada dasarnya merupakan segala bentuk instruksi maupun feedback yang diberikan oleh guru baik pada saat pembelajaran di dalam kelas maupun tidak melalui media facebook group pada lingkungan belajar “blended learning”. Instruksi guru di dalam kelas misalnya, tidak hanya hanya disampaikan secara lisan seperti metodologi pada umumnya, namun disini guru sangat disarankan untuk juga merekamnya di media facebook group. Sehingga apabila suatu saat guru menanyakan pendapat siswa, hal itu juga ditulis pada status facebook group seperti: “What do you think about …?” atau “What is your opinion about …?”. Hal yang sama juga dilakukan oleh guru pada

50 saat memberikan feedback yang akan direkamnya pula pada komentar di facebook group. Dalam memberikan status dan komentar tersebut, guru menggunakan akun facebooknya pribadinya sehingga akan dengan mudah dikenali oleh seluruh siswa dalam group tersebut.

2) Status dan komentar facebook group dari siswa

Status dan komentar facebook group dari siswa pada dasarnya merupakan segala bentuk feedback yang diberikan oleh siswa terhadap pembelajaran di dalam kelas maupun tidak melalui media facebook group pada lingkungan belajar “blended learning”. Pada metodologi ini, ada dua macam feedback yang dikembangkat yaitu feedback langsung maupun tidak langsung. Feedback langsung adalah feedback yang langsung diberikan oleh siswa melalui status maupun komentar di facebook group dengan menggunakan akun facebook pribadinya. Dikarenakan keterbatasan sumber daya atau fasilitas yang tersedia di dalam kelas, maka feedback secara langsung ini hanya bisa terlaksana di luar kelas dengan menggunakan fasilitas pribadi masing-masing siswa. Adapun feedback tidak langsung adalah feedback yang pada dasarnya berasal dari siswa selama pembelajaran di dalam kelas namun difasilitasi perekamannya oleh guru dikarenakan keterbatasan fasilitas yang tersedia. Dengan demikian, gurulah yang bertanggung jawab merekam segala feedback dari siswa selama pembelajaran di dalam kelas berlangsung. Feedback tersebut bisa berupa jawaban siswa, pertanyaan siswa, pendapat dan sebagainya. Untuk lebih mengapresiasi feedback yang diberikan oleh siswa, maka guru perlu mencatat nama dan nomor absen siswa pada feedback setiap yang diberikannya. Dalam rangka mempermudah guru dalam merekam feedback tidak langsung siswa ini, disamping pencatatan nama dan nomor absen kiranya perlu disiapkan pula akun facebook khusus siswa untuk membedakannya dengan akun guru.

51 2. Peningkatan kecakapan membaca siswa dengan penerapan facebook group pada lingkungan belajar blended learning

Dengan membandingkan hasil pre-test dengan post-test yang dilakukan pada siklus perbaikan pembelajaran kesatu dan kedua maka ditemukan adanya beberapa bukti perbaikan pembelajaran sbb:

a. Dari pre-test diketahui hasilnya bahwa terdapat 16 orang siswa atau lebih dari separuh peserta tes yang mendapatkan nilai di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM). Sementara itu, hasil post-test menunjukkan bahwa 12 orang siswa mendapatkan nilai di bawah KKM. Dengan demikian, jumlah siswa yang memiliki nilai di bawah KKM menjadi berkurang sebanyak 4 orang siswa, dari sebelumnya 16 orang menjadi 12 orang.

b. Dari hasil penghitungan nilai rata-rata (mean), median, dan modus hasil pre-test diketahui bahwa nilai rata-ratanya adalah 73, nilai mediannya 77, dan nilai modus adalah 88. Sementara itu, hasil post-test menunjukkan nilai rata-ratanya 75 nilai median 79 dan nilai modus adalah 83. Dengan demikian, kurva yang terbentuk dari hasil pre-test maupun post-test tersebut sama-sama condong ke kanan atau disebut sebagai kurva negatif. Hal ini disebabkan oleh nilai rata-ratanya yang masih lebih kecil dari median dan juga modus. Meski demikian, terjadi peningkatan dalam hal nilai rata-rata dari sebelumnya 73 atau di bawah KKM saat pre-test meningkat menjadi 75 atau sama dengan KKM saat post-test.

c. Dari pelacakan nilai terendah didapati hasil bahwa baik pada saat pre-test maupun post-test nilai terendahnya adalah 10. Pada saat pre-test terdapat 2 orang siswa yang mendapatkan nilai terendah tersebut sementara pada saat post-test hanya terdapat 1 orang siswa yang mendapatkan nilai terendah tersebut. Penurunan jumlah siswa dengan nilai terendah ini turut menjadi bukti penguat bahwa telah terjadi perbaikan pembelajaran melalui siklus- siklus yang dilaksanakan.

Terlepas dari bukti-bukti perbaikan pembelajaran sebagaimana disebutkan di atas, ternyata terdapat pula catatan ketidakberhasilan dari siklus yang telah

52 dilaksanakan. Catatan itu adalah adanya penurunan jumlah siswa yang memiliki nilai tertinggi 100. Penurunan yang terjadi adalah sebanyak 2 orang, dari sebelumnya 4 orang siswa yang mendapatkan nilai 100 pada saat pre-test menjadi hanya 2 orang pada saat post-test.

Dalam dokumen Memanfaatkan Facebook Group untuk mening (Halaman 51-55)

Dokumen terkait