BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
D. Saran
Berdasarkan kesimpulan, implikasi dan keterbatasan penelitian diketahui bahwa keaktifan siswa dalam pembelajaran IPS dengan metode rotating trio exchange (pertukaran tiga memutar) lebih baik dan meningkat secara signifikan jika dibandingkan dengan metode buzz group. Guru sebaiknya menerapkan metode rotating trio exchange (pertukaran tiga memutar) sebagai upaya meningkatkan keaktifan siswa dalam
pembelajaran IPS, sehingga siswa akan lebih aktif dan antusias dalam mengikuti pembelajaran.
80
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Majid,. 2013. Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Agus Suprijono. 2010. Cooperatif Learning. Yogyakarta. Pustaka Media
Ahmad Rohani dan Abu Ahmadi. 1991. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: Rieneka Cipta.
Asep Jihad dan Abdul Haris. 2008. Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Media.
Aunurrahman. 2012. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Burhan Nurgiyantoro. 2013. Penilaian Pembelajaran Bahasa Berbasis kompetensi.Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.
Cholid Narbuko dan Abu Achmadi. 2007. Metode Penelitian. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Dimyati dan Moedjiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. jakarta: Rieneka Cipta. Etin Solihatin dan Raharjo. 2007. Cooperatif Leraning: Analisis Pembelajaran
IPS. 2009. Jakarta: Bumi Aksara.
Fitria Maryanah. 2014. “Penerapan Metode Buzz Group untuk Meningkatkan Kerjasama dan Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran IPS Kelas VII C SMP Negeri 1 Manisrenggo Kabupaten Klaten”. Skripsi. Yogyakarta: UNY.
Hasibuan dan Moejijono. 2006. Proses Belajar Mengajar. Bandung. PT Remaja Rosdakarya.
Irsan Fuady. 2012. ”Penerpan Metode Pembelajaran Aktive Leraning Tipe Rotating Trio Exchange (RTE) dalam Upaya Meningkatkan Kektifan Siswa SMA Negeri 1 Godong di Klambu Tahun Ajaran 2012/2013. Skripsi. Surakarta. Universitas Muhammadiyah Surakarta diakses melalui
http://eprints.ums.ac.id.NASKAH _PUBLIKASI. Pada tanggal 19 September 2016
Isjoni. 2012. Pembelajaran Kooperatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Martinis Yamin. 2007. Kiat Membelajarkan Siswa. Jakarta. Gaung Persada Press dan Center for Learrning Innovation (CLI)
Moedjiono dan Dimyati. 1992. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pembinaan Tenaga kependidikan.
Muhammad Numan Somantri. 2001. Menggagas Pembaharuan pendidikan IPS. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nana Sudjana. 2006. Penilain Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Rizka Vitasari. 2013. Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa melalui Model Problem Based Learning siswa kelas V SD Negeri 5 Kutosari.
Diakses melalui
http://www.jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/pgsdkebumen/article/viwfile/22 26/1640. Pada 20 Februari 2016.
Sani, Ridwan Abdullah. 2014. Inovasi Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara. Sapriya. 2011. Pendidikan IPS: Konsep dan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya.
Sardiman A.M. 2011. Interaksi dan Motivasi Belajar. jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Sari, Denis Purnama: 2013. Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Turen pada Pokok Bahasan Tururnan dengan Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Game Turnament (TGT). Diakses melaluihttp://jurnal.online.um.ac.id/data/artikel/artikel3AE82COB256A16 26C9090621099E4F72.pdf. pada tanggal 20 Februari 2016.
Silberman, M.L. 2013. Pembelajaran Aktif: 101 Strategi untuk Mengajar Secara Aktif. Jakarta: PT Indeks.
Sudjana. 2005. Metode & Teknik Pembelajaran Pertisipatif. Bandung: Falah Production.
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suharsimi Arikunto. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rieneka Cipta.
Sukardi. 2013. Metode Penelitian Pendidikan: Kompetensi dan Praktiknya. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Sunaryo. 1989. Strategi Belajar Mengajar dalam Pengajaran Ilmu Pengetahuan Sosal. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pembinaan Tenaga kependidikan. Syaiful Bahri Djamarah dan Azwan Zain. 2006. Strategi Belajar Mengajar.
Jakarta: PT Rineka Cipta.
Trianto. 2010. Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara.
Uno, Hamzah B. 2011. Model Pembelajaran Menciptaka Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Wiersma William. 2009. Research Method In Education: On Introduction. USA: Pearson.
Wina Sanjaya. 2009. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana
____________. 2010. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Prenada Media Group
Yusmani. 2015. Terapkan Metode Pembelajaran Inovatif (online). Republika. (
http://www.republika.co.id/berita/koran/pendidikan-koran/15/05/08/no0zs77-terapkan-metode-pembelajaran-inovatif).
Zainal Arifin. 2012. Penelitian Pendidikan, Metode dan Paradigma Baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Zamroni. 2003. Metodologi dalam Proses Belajar Mengajar. Ternate: UMMU Press.
83
Lampiran 1. RPP Kelas Eksperimen 1 Metode Rotating Trio Exchange (Pertukaran Tiga Memutar)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sekolah : SMP N 2 Pleret
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas/Semester : VIII/2
Standar Kompetensi : 7. Memahami kegiatan perekonomian Indonesia Kompetensi Dasar : 7. 4 Mendeskripsikan permintaan dan penawaran
serta terbentuknya harga pasar Alokasi Waktu : 2 x 40 Menit ( 1 kali pertemuan) A. Indikator
1. Mendeskripsikan pengertian permintaan dan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan barang / jasa
2. Menjelaskan hubungan antara permintaan barang/jasa dengan harga barang / jasa tersebut.
3. Membuat kurve permintaan berdasarkan pada jumlah permintaan dan harga barang yang diminta
4. Mendeskripsikan tentang berlakunya hukum permintaan itu ceterisparibus
5. Mengaplikasikan Hk. Permintaan dalam kehidupan sehari-hari B. Karakter yang diharapkan
1. Aktif 2. Kerjasama 3. Cerdas
C. Tujuan Pembelajaran:
Setelah mempelajari materi dengan metode Rotatig Trio Exchange (Pertukaran Tiga Memutar) diharapkan siswa mampu :
1. Mendeskripsikan pengertian permintaan dan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan barang / jasa
2. Menjelaskan hubungan antara permintaan barang/jasa dengan harga barang / jasa tersebut
3. Membuat kurve permintaan berdasarkan pada jumlah permintaan dan harga barang yang diminta
4. Mendeskripsikan tentang berlakunya hukum permintaan itu ceterisparibus
5. Mengaplikasikan Hk. Permintaan dalam kehidupan sehari-hari D. Materi Pembelajaran
1. Pengertian permintaan
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan 3. Hukum permintaan 3. Kurva permintaan 4. Macam-macam permintaan E. Model/Metode Pembelajaran 1. Ceramah 2. Diskusi
3. Metode Rotating Trio Exchange (Pertiukaran Tiga Memutar) F. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
No Kegiatan Deskripsi kegiatan Alokasi
Waktu 1. Pendahuluan a. Guru menyampaikan salam dan
berdoa (1 menit)
b. Guru menanyakan kehadiran siswa ( 1 menit)
c. Guru memberikan angket awal (10 menit)
d. Apersepsi:
Pernahkah kamu mengamati fenomena menarik berkaitan dengan harga
sembako menjelang hari raya? Ya, ketika menjelang hari raya harga-harga sembako melonjak drastis. Tahukah kamu mengapa bisa terjadi demikian? Salah satu faktor penyebabnya adalah tingginya tingkat permintaan masyarakat terhadap sembako. Berdasarkan hal tersebut dapat kita ketahui bahwa permintaan memengaruhi harga (3 menit).
2. Kegiatan Inti a. Eksplorasi
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran (2 menit)
- Guru menjelaskan sekilas tentang materi pembelajaran (3menit)
b. Elaborasi
- Siswa diberikan penjelasan tentang metode pembelajaran
Rotatig Trio Exchange
(Pertukaran Tiga Memutar oleh Guru (3menit)
- Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 3 orang (2menit)
- Guru menyampaikan tugas kepada siswa yang telah dibentuk kelompok. Siswa dalam satu kelompok mendapat nomer yang berbeda yaitu (0, 1,
dan 2). Siswa yang memegang angka 0 bertugas tetap berada dikelompoknya, sedangkan siswa yang memegang nomor 1 bertugas pindah ke kelompok lain dengan berputar searah jarum jam dan siswa yang memegang nomor 2 bertugas pindah ke kelompok lain dengan berputar berlawanan jarum jam (5 menit)
- Guru menyampaikan kepada masing-masing kelompok sebuah pertanyaan yang sama untuk didiskusikan. Setelah perputaran pertama selesai, siswa diberikan pertanyaan lagi kepada semua kelompok dan siswa melakukan perputaran kembali dengan menggunakan cara yang sama, dan seterusnya sampai selesai
- Siswa diperintahkan utnuk kembali ketempat semuala untuk mendiskusikan hasil sharingnya (25 menit)
- Setelah semua soal diberikan oleh guru, siswa kembali berdiskusi menyamakan jawaban hasil diskusi dengan kelompok lain, setelah itu ada
G. Sumber Belajar
- Buku BSE: Sudarmi dan Waluyo. Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk SMP/MTS Kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
- Buku paket IPS kelas VIII: Fattah, Sanusi. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial. SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan.
- Buku LKS.
H. Media dan alat Pembelajaran 1. Bahan : Kertas Folio
2. Media : Power Point I. Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Teknik Bentuk indtrumen Instrumen 1. Mendeskripsikan Jelaskan pengertian
beberapa kelompok yang tampil kedepan kelas untuk menjawab pertanyaan dari hasil diskusi (10 menit)
c. Konfirmasi
- Siswa diberi kesempatan untuk bertanya kepada guru tentang materi yang belum jelas (5 menit)
3. Penutup a. Guru bersama siswa menyimpulkan pelajaran (7 menit)
b. Guru memberitahukan materi untuk diskusi pada pertemuan selanjutnya (2 menit)
c. Siswa bersama guru berdoa untuk mengakhiri pelajaran (1 menit).
pengertian permintaan dan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan barang / jasa 2. Menjelaskan hubungan antara permintaan barang/jasa dengan harga barang / jasa tersebut.
3. Membuat kurve permintaan
berdasarkan pada jumlah permintaan dan harga barang yang diminta
4. Mendeskripsikan tentang berlakunya hukum permintaan itu ceterisparibus 5. Mengaplikasikan Hk. Permintaan dalam kehidupan sehari-hari Tes tertulis Uraian pengertian dan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan! Jelaskan hubungan antara permintaan barang/jasa dengan harga barang/jasa tersebut!
Butalah contoh kurva permintaan! Jelaskan bunyi hukum permintaan! Berikan contoh penerapan hukum permintaan dalam kehidupan sehari-hari!
Melakukan penilaian keaktifan siswa secara individual.
Pleret, 14 Mei 2016
Menyetujui ,
Guru mata pelajaran IPS, Mahasiswa,
Darmiyati, S.pd Rinawati
Lampiran 2. RPP Kelas Eksperimen 2 (Metode Buzz Group) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sekolah : SMP N 2 Pleret
Mata Pelajaran : IPS Kelas/Semester : VIII/2
Standar Kompetensi : 7. Memahami kegiatan perekonomian Indonesia Kompetensi Dasar : 7. 4 Mendeskripsikan permintaan dan penawaran
serta terbentuknya harga pasar Alokasi Waktu : 2 x 40 Menit ( 1 kali pertemuan) B. Indikator
1. Mendeskripsikan pengertian permintaan dan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan barang / jasa
2. Menjelaskan hubungan antara permintaan barang/jasa dengan harga barang / jasa tersebut.
3. Membuat kurve permintaan berdasarkan pada jumlah permintaan dan harga barang yang diminta
4. Mendeskripsikan tentang berlakunya hukum permintaan itu ceterisparibus
5. Mengaplikasikan Hk. Permintaan dalam kehidupan sehari-hari. B. Karakter yang diharapkan
1. Aktif 2. Kerjasama 3. Cerdas
C. Tujuan Pembelajaran:
Setelah mempelajari materi dengan metode Buzz Group diharapkan siswa mampu :
1. Mendeskripsikan pengertian permintaan dan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan barang / jasa
2. Menjelaskan hubungan antara permintaan barang/jasa dengan harga barang / jasa tersebut.
3. Membuat kurve permintaan berdasarkan pada jumlah permintaan dan harga barang yang diminta
4. Mendeskripsikan tentang berlakunya hukum permintaan itu ceterisparibus
5. Mengaplikasikan Hk. Permintaan dalam kehidupan sehari-hari. D. Materi Pembelajaran
1. Pengertian permintaan
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan 3. Hukum permintaan 3. Kurva permintaan 4. Macam-macam permintaan E. Model/Metode Pembelajaran 1. Ceramah 2. Diskusi
3. Metode Buzz Group
F. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
No Kegiatan Deskripsi kegiatan Alokasi
Waktu 1. Pendahuluan a. Guru menyampaikan salam dan
berdoa (1 menit)
b. Guru menanyakan kehadiran siswa (1 menit)
c. Siswa diberikan angket awal (10 menit)
d. Apersepsi:
Pernahkah kamu mengamati fenomena menarik berkaitan dengan harga sembako menjelang hari raya? Ya, ketika menjelang hari raya
harga-15 menit
harga sembako melonjak drastis. Tahukah kamu mengapa bisa terjadi demikian? Salah satu faktor penyebabnya adalah tingginya tingkat permintaan masyarakat terhadap sembako. Berdasarkan hal tersebut dapat kita ketahui bahwa permintaan memengaruhi harga (3 menit)
2. Kegiatan Inti a. Eksplorasi
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran (2 menit)
- Siswa diberi penjelasan sekilas tentang materi pembelajaran oleh Guru (3 menit)
b. Elaborasi
- Siswa diberikan penjelasan tentang metode pembelajaran Buzz Group oleh Guru (3 menit) - Siswa dibagi menjadi beberapa
kelompok yang beranggotakan 3-4 orang oleh guru (2menit) - Siswa diberikan sebuah topik
atau materi pembelajaran yang telah disiapkan sebelumya untuk didiskusikan (5 menit)
- Siswa diminta untuk berdiskusi bersama dengan kelompoknya sesuai dengan materi yang telah ditentukan (25 menit)
- Siswa melakukan presentasi sesuai dengan hasil diskusi yang telah dilakukan di depan kelas (10 menit)
c. Konfirmasi
- Siswa diberi kesempatan untuk bertanya kepada guru tentang materi yang belum jelas (5 menit)
55 menit
3. Penutup d. Guru bersama siswa menyimpulkan pelajaran
e. Guru memberitahukan materi untuk diskusi pada pertemuan selanjutnya
f. Siswa bersama guru berdoa untuk mengakhiri pelajaran.
10 menit
G. Sumber Belajar
- Buku BSE: Sudarmi dan Waluyo. Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk SMP/MTS Kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
- Buku paket IPS kelas VIII: Fattah, Sanusi. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial. SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan.
- Buku LKS.
H. Media dan alat Pembelajaran 1. Bahan : Kertas Folio
2. Media : Power Point I. Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Teknik Bentuk indtrumen Instrumen 6. Mendeskripsikan pengertian permintaan dan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan barang / jasa 7. Menjelaskan hubungan antara permintaan barang/jasa dengan harga barang / jasa tersebut.
8. Membuat kurve permintaan
berdasarkan pada jumlah permintaan dan harga barang yang
Tes tertulis Uraian Jelaskan pengertian dan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan! Jelaskan hubungan antara permintaan barang/jasa dengan harga barang/jasa tersebut!
Butalah contoh kurva permintaan!
diminta
9. Mendeskripsikan tentang berlakunya hukum permintaan itu ceterisparibus 10. Mengaplikasikan Hk. Permintaan dalam kehidupan sehari-hari Jelaskan bunyi hukum permintaan! Berikan contoh penerapan hukum permintaan dalam kehidupan sehari-hari!
Melakukan penilaian keaktifan siswa secara individual
Pleret , 14 Mei 2016
Menyetujui ,
Guru mata pelajaran IPS, Mahasiswa,
Darmiyati, S.pd Rinawati
Lampiran 3. Materi Permintaan
PERMINTAAN
A. Pengertian Permintaan
Permintaan adalah jumlah barang/jasa yang akan dibeli pada berbagai tingkat, harga, waktu, dan tempat tertentu. Permintaan akan barang dan jasa antara masing-masing orang tidaklah sama, karena masing-masing memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Faktor-faktor yang memengaruhi permintaan meliputi:
a . Harga barang
Jika harga makin tinggi, maka permintaan akan makin rendah. Sebaliknya jika harga barang rendah, maka permintaan akan barang tersebut makin tingi. b . Pendapatan masyarakat
Tingkat pendapatan atau penghasilan masyarakat sangat menentukan tinggi rendahnya permintaan akan barang dan jasa. Makin tinggi pendapatan seseorang, maka makin besar daya beli yang ia miliki, akibatnya permintaan akan barang dan jasa pun meningkat. Sebaliknya, orang yang berpenghasilan rendah daya belinya pun rendah, akibatnya permintaan terhadap barang dan jasa menurun.
c. Selera masyarakat
Tinggi rendahnya selera masyarakat terhadap suatu barang akan berpengaruh terhadap permintaan barang tersebut. Jika selera masyarakat meningkat, maka permintaan pun meningkat pula, demikian sebaliknya.
Selera masyarakat sering disebut sebagai mode. d . Kualitas barang
Pada umumnya orang menghendaki barang yang berkualitas baik, maka makin tingi kualias suatu barang, maka keinginan (permintaan) orang untuk dapat memiliki barang tersebut makin besar. Bahkan sering terjadi bahwa masalah mampu tidaknya seseorang menjangkau/membeli barang yang berkualitas tidaklah diperhatikan.
e. Harga barang lain yang berkaitan
Adakalanya barang tertentu memerlukan barang lain sebagai pelengkap dan sebagai pengganti (substitusi). Misalnya sebagai bahan bakar, arang lebih murah daripada minyak tanah, maka orang akan beralih dari minyak tanah ke arang, sehingga permintaan akan minyak tanah menurun, dan sebaliknya permintaan akan arang meningkat
f . Waktu
Pada waktu-waktu tertentu, permintaan terhadap suatu barang mengalami peningkatan dibandingkan dengan hari-hari biasa. Misalnya setiap menjelang hari raya permintaan terhadap sembako meningkat. Demikian pula setiap menjelang tahun ajaran baru permintaan terhadap alat tulis serta pakaian seragam meningkat.
g. Jumlah penduduk
Makin besar angka pertambahan jumlah penduduk, maka permintaan terhadap suatu barang dan jasa akan meningkat pula. Misalnya keluarga yang semula hanya terdiri dari suami istri kemudian memiliki anak, maka kebutuhan
akan bahan panganpun mengalami peningkatan. h . Kejadian yang akan datang
Adanya pengetahuan terhadap sesuatu hal yang akan terjadi pada waktu akan datang akan berpengaruh terhadap permintaan suatu barang. Misalnya pada saat pemerintah mengumumkan akan terjadi kenaikan harga BBM, maka sebelum hari penetapan kenaikan tersebut masyarakat berbondong-bondong membeli BBM hingga terjadi antrian yang sangat panjang.
B. Hukum Permintaan
Hukum permintaan menerangkan sifat hubungan permintaan barang dan jasa dengan harganya. Hukum permintaan menerang- kan bahwa “makin rendah harga suatu barang, maka makin banyak jumlah barang yang diminta, dan sebaliknya makin tinggi harga barang, maka jumlah barang yang diminta makin berkurang”. Jadi, hubungan antara harga barang dengan permintaan berbanding terbalik.
Hal ini dapat kita amati dalam kehidupan sehari-hari, bahwa makin tinggi harga suatu barang, maka makin sedikit permintaan terhadap barang tersebut. Sebaliknya makin turun harga suatu barang, maka permintaan pun akan meningkat.
C. Kurva Permintaan
Kurva permintaan adalah suatu grafik yang menggambarkan sifat hubungan antara jumlah permintaan barang atau jasa dengan tingkat harganya dalam berbagai kondisi. Pada umumnya, kurva permintaan menurun dari kiri atas ke kanan bawah. Bentuk ini menandakan bahwa hubungan antara jumlah
barang yang diminta dengan harga barang yang bersangkutan bersifat negatif atau berbanding terbalik. Jika harga barang naik, maka jumlah barang yang diminta akan turun. Sebaliknya makin harga barang menurun jumlah permintaan akan barang semakin meningkat.
D. Pergeseran Kurva Permintaan
Pergeseran kurva permintaan menunjukkan adanya perubahan permintaan yang ditimbulkan oleh faktor-faktor selain harga. Pergeseran kurva permintaan ditunjukkan dengan bergeraknya kurva ke kanan atau ke kiri. Kembali pada contoh di depan mengenai permintaan Desi terhadap jeruk. Pada contoh di depan menunjukkan bahwa berubahnya jumlah jeruk yang
diminta Desi akibat dari perubahan harga jeruk itu sendiri. Bagaimana jika faktor lainnya seperti pendapatan Desi memengaruhi jumlah jeruk yang diminta? Apabila pendapatan Desi mengalami peningkatan, maka jumlah jeruk yang diminta pun juga akan meningkat. Namun ketika pendapatan Desi mengalami penurunan maka jumlah jeruk yang diminta akan turun. Untuk lebih jelasnya perhatikan Tabel 17.4 dan bentuk kurva berikut ini.
Tabel 17.4 Daftar Jumlah Jeruk yang Diminta Akibat Perubahan Pendapatan Apabila dari tabel di atas diubah dalam bentuk grafik, maka akan tampak seperti di bawah ini.
Perhatikan kurva permintaan di atas. Kurva permintaan mengalami pergeseran ke kanan dari D ke D1 dan bergeser ke kiri dari D ke D2. Pergeseran ke kanan dari kurva permintaan menunjukkan pertambahan jumlah permintaan karena adanya peningkatan pendapatan. Sedangkan kurva bergeser ke kiri menunjukkan penurunan jumlah permintaan karena penurunan pendapatan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa adanya perubahan pendapatan dapat mengubah jumlah permintaan akan barang serta dapat menggeser kurva permintaan.
E. Macam-macam
Permintaan
a . Berdasarkan jumlah konsumen, permintaan dibedakan menjadi:
1. Permintaan individual, adalah permintaan terhadap sejumlah barang di pasar pada waktu dan harga tertentu yang dilakukan oleh individu tertentu. Permintaan individual menggambarkan banyak sedikitnya barang tertentu dalam waktu tertentu yang dibutuhkan seseorang. Kebutuhan setiap orang yang tidak sama mengakibatkan permintaan individual terhadap suatu barang tidaklah sama. Misalnya Ardi setiap hari memerlukan 2 liter premium, sedangkan Lukman memerlukan 5 liter premium.
2. Permintaan pasar, adalah permintaan terhadap suatu barang di pasar pada waktu dan harga tertentu yang dilakukan oleh sekelompok konsumen. Permintaan pasar menunjukan banyak sedikitnya orang yang memerlukan barang yang sama dalam waktu yang sama. Misalnya
penghitungan banyaknya premium yang terjual di suatu SPBU setiap harinya menunjukkan permintaan pasar terhadap premium.
b . Berdasarkan daya beli konsumen, permintaan dibedakan menjadi:
1. Permintaan efektif, adalah permintaan yang disertai daya beli dan sudah dilaksanakan. Dalam hal ini menunjukkan kemam- puan seseorang/masyarakat untuk membeli barang/jasa secara langsung melakukan transaksi. Permintaan efektif ini dapat diketahui dari tinggi rendahnya hasil penjualan barang/jasa.
2. Permintaan potensial, adalah permintaan yang disertai dengan kemampuan membeli tetapi belum terjadi transaksi. Dalam hal ini permintaan potensial menunjukkan hasrat atau keinginan seseorang/masyarakat yang memiliki kemampuan untuk membeli suatu barang. Misalnya orang-orang kaya yang menghadiri penawaran suatu produk baru, mereka memiliki kemampuan sekaligus keinginan untuk memiliki barang yang ditawarkan, tetapi belum melakukan transaksi pembelian.
3. Permintaan absolut, adalah permintaan yang tidak didukung dengan kemampuan membeli. Keadaan ini menunjukan rendahnya daya beli masyarakat, tetapi keinginan untuk memiliki sesuatu barang sangatlah besar. Situasi yang demikian ini merupakan peluang besar bagi pengusaha yang menawarkan penjualan barang dengan sistem.
Lampiran 4. Daftar Hadir Siswa Kelas Eksperimen 1 (8E)
No Nama Siswa 14-05-2016
1. Aden Lailatul Qodri √
2. Ahmad Muzzamilul Umam √
3. Aisha Zuleyka √
4. Amilia Kurnia Setianingsih √ 5. Andika Rama Adi Mustofa √
6. Andy Haqqy Setiawan √
7. Atika Safira Laela √
8. Brilianta Kanzy Farrasonda √ 9. Candra Bagus Setiawan √
10. David Hidayat Nur √
11. Desi Ayu Puspitosari √
12. Dwi Rizki Purnama √
13. Fadhila Nur Aini √
14. Febri Fainiwan Dhofiri √ 15. Fitri Dyah Nugrahanti A 16. Innahaniatummunawaroh √ 17. Lisa Amanda Cahya Nigrum √ 18. Meidgar David Wibowo √
19. Mario Putra Pratama √
20. Muhammad Agung Bayu Perwita √
21. Muhammad Faturrohman √
22. Muhammad Noer Faisal √
24. Nasrul Adi Vahreza √ 25. Nur Friyanto Pamungkas √
26. Nurma Zunita √
27. Rafih Maisan Dafa √
28. Rezky Apriliana Putri √
29. Ria Istiana √
30. Sania Yuliatun Nisa √
31. Yuda Yuwandha Putra √
Lampiran 5. Daftar Hadir Kelas Eksperimen 2 (8G)
No Nama Siswa 14-05-2016
1. Afkar Affandi √
2. Agus Setiawan √
3. Ainun Fualifah √
4. Ajeng Dwi Ardani √
5. Ambar Ilham Yulaiha √
6. Anang Lutfi Yulianto √
7. Anung Nindya Widayaka √
8. Betty Arum Wulandari √
9. Cellinda Savera Septiani √
10. Dewi Delima Sari √
11. Dhela ArekanandaHartono √
12. Diah Pamungkas √
13. Dilavia Saroha Feryanti S √
14. Dwi Nur Rahman √
15. Dzaki Pinandita Rhamadani √
16. Farikhatur Rohmah √
17. Fatur Rohman √
18. Galih Andriyanto √
19. Ilham Aditya Putra √
20. Kholifatul Maratus Sholihah √
22. Muhammad Anas Makruf √
23. Muhammad Dafa’ Mumtaz √
24. Qorri’ A’yuna √
25. Raden Mas Rakha Nursalgita N √
26. Samnun √
27. Satriyaji Haryo Kusumo √
28. Tri Wulandari √
29. Wisnu Ardi Saputra √
30. Yogi Nur Rohman √
31. Yuan Nanda Prastiaji √
Lampiran 7. Instrumen Lembar Observasi Keaktifan Siswa pada Pembelajaran IPS
Instrumen Lembar Observasi Keaktifan Siswa pada Pembelajaran IPS
Nama Sekolah : Alamat Sekolah : Mata Pelajaran : Kelas/Semester :
Petunjuk pengisian lembar observasi:
1. Berikan angka (1) ketika subjek melakukan aspek yang diamati 2. Berikan angka (0) ketika subjek tidak melakukan aspek yang diamati
Aspek yang diamati
1. Siswa membaca materi permintaan saat pembelajaran berlangsung
2. Siswa mencatat point-point penting ketika guru menjelaskan materi permintaan 3. Siswa mencatat materi permintaan ketika teman mengemukakan pendapat
4. Siswa berani mengemukkan pendapat mengenai materi permintaan saat diskusi